Keterangan Foto: Pimpinan Fakultas Teknik bersama jajaran pimpinan universitas, Ketua PWM NTB, serta peserta Yudisium S1–D3 Fakultas Teknik UMMAT berfoto bersama usai prosesi pengukuhan 82 lulusan di Lombok Garden, Rabu (11/2/2026).
Mataram — Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) mengukuhkan 82 lulusan pada Yudisium Sarjana (S1) dan Diploma Tiga (D3) Periode Februari Tahun Akademik 2025/2026, yang digelar di Lombok Garden, Rabu, 11 Februari 2026. Para lulusan berasal dari S1 Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) sebanyak 15 orang, S1 Teknik Sipil 57 orang, S1 Teknik Pertambangan 8 orang, serta D3 Teknik Pertambangan 2 orang.
Yudisium berlangsung khidmat dan penuh rasa syukur. Selain menjadi penanda kelulusan, kegiatan ini juga menjadi ruang peneguhan jati diri lulusan Fakultas Teknik UMMAT agar melangkah ke dunia profesional dengan bekal yang utuh: ilmu sebagai fondasi kompetensi, iman sebagai kompas moral, dan inovasi sebagai daya saing menghadapi perubahan zaman.
Pada momen tersebut, lulusan terbaik diraih oleh Meiza Firmansyah dari Program Studi Teknik Sipil. Dalam sambutannya, Meiza menyampaikan bahwa ketertarikannya pada Teknik Sipil berangkat dari dorongan untuk terlibat langsung dalam pembangunan yang memberi manfaat luas.
“Jika saya ditanya kenapa memilih Teknik Sipil, jawabannya sederhana: saya selalu bersoalan dengan penguatan dan tindakan bangunan. Ketika melihat bangunan yang menjulang dan jembatan yang kokoh, saya merasa ada keinginan dalam diri untuk berkontribusi menciptakan infrastruktur yang bermanfaat untuk masyarakat,” ungkapnya.
Meiza juga mengenang masa awal perkuliahan yang penuh semangat, namun disertai rasa cemas saat beradaptasi dengan lingkungan baru. Ia memegang pepatah bahwa satu langkah kecil yang diambil akan membentuk langkah besar untuk masa depan. Salah satu pengalaman yang paling membekas baginya adalah keterlibatan dalam proyek kelompok merancang dan menghitung struktur bangunan yang kompleks.
“Rasanya seperti menyusun puzzle yang sangat rumit. Tetapi dengan tim yang solid—masing-masing berkontribusi dengan kekuatannya—kami bisa menyelesaikannya. Dengan pengetahuan dan pengalaman yang kita punya, saya yakin kita dapat memberikan dampak yang besar,” tuturnya, seraya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung proses studinya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik UMMAT, Dr. Ir. H. Aji Syailendra Ubaydillah, M.Sc., menyampaikan pesan penguatan dengan mengutip QS. Fathir: 28 tentang kemuliaan orang-orang berilmu. Ia mengaitkan ayat tersebut dengan uraian Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar, bahwa kemuliaan tidak ditentukan oleh atribut lahiriah, melainkan oleh kedalaman ilmu dan ketakwaan.
Keterangan Foto: Dekan Fakultas Teknik UMMAT berfoto bersama Lulusan Terbaik S1 PWK, S1 Teknik Sipil, serta S1–D3 Teknik Pertambangan ditengah prosesi Yudisium Periode Februari TA 2025/2026 di Lombok Garden, Rabu (11/2/2026).
“Anak-anakku semuanya, kalian sudah berada di jalan yang benar menuju peradaban teknik yang lebih unggul. Kesempatan, waktu, dan ilmu yang kalian miliki adalah nikmat yang wajib disyukuri. Jika kita bersyukur, Allah akan menambah nikmat kita,” pesannya. Dekan juga menegaskan pentingnya etos kerja dan kualitas diri dengan ajakan, “Do the best thing, everything you can do. Selalu berikan yang terbaik supaya tidak ada penyesalan.”
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Falahuddin, M.Ag., menegaskan bahwa yudisium bukanlah garis akhir, melainkan gerbang awal pengabdian. Ia mengajak para lulusan menjadikan ilmu yang diraih sebagai amal yang memberi manfaat, sekaligus menjaga integritas dan akhlak dalam perjalanan karier.
Menurutnya, spirit ilmu, iman, dan inovasi harus hadir secara utuh pada diri lulusan Fakultas Teknik. Ilmu menjadi kekuatan kompetensi, iman menjadi penuntun etika, sedangkan inovasi menjadi bekal agar lulusan adaptif terhadap perkembangan teknologi, kebutuhan industri, dan tantangan pembangunan. Ia juga mendorong para lulusan untuk terus belajar, meningkatkan kapasitas, serta menghadirkan solusi yang berpihak pada kemaslahatan masyarakat.
Selanjutnya, Rektor UMMAT yang diwakili oleh Wakil Rektor I UMMAT, Drs. H. Abdurrahman, M.M., mengutip QS. Al-Mujadilah: 11 tentang Allah SWT meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan berilmu. Ia menegaskan bahwa ayat tersebut merupakan landasan filosofis dalam membangun pendidikan dan karakter lulusan.
Ia juga menekankan bahwa Muhammadiyah dalam pengelolaan perguruan tinggi menguatkan peran pendidikan melalui Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, agar capaian akademik tidak berhenti pada gelar, tetapi berlanjut pada pengembangan keilmuan, riset, pengabdian, dan dakwah pencerahan yang berdampak.
Sementara itu, Ketua BPH UMMAT yang diwakili oleh Bendahara BPH, Drs. Muhammad Adi Syamsuri, menyampaikan ucapan selamat dan doa keberkahan kepada para peserta yudisium. Ia mengapresiasi prosesi yang menampilkan orientasi masa depan melalui visualisasi teknologi, video, dan animasi sebagai cerminan kreativitas serta semangat Fakultas Teknik untuk terus maju.
“Dengan ilmu, hidup kita menjadi mudah. Setiap zaman ada orangnya, dan setiap orang ada zamannya. Jadikan zaman ini menjadi milik teman-teman,” ujarnya. Ia juga mengingatkan pesan Al-Qur’an bahwa Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali mereka sendiri berikhtiar mengubahnya, sebagai dorongan agar para lulusan tidak berhenti bertumbuh.
Melalui yudisium ini, Fakultas Teknik UMMAT kembali menegaskan komitmennya menghadirkan lulusan yang unggul, berkarakter, serta siap bersaing dan berkontribusi pada bidang teknik sipil, perencanaan wilayah dan kota, serta pertambangan. Dengan spirit ilmu, iman, dan inovasi, para lulusan diharapkan mampu menghadirkan karya profesional yang beretika dan memberi manfaat nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional. (HUMAS UMMAT)
Mataram — Program Studi S1 Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) berhasil meraih peringkat Akreditasi “Unggul”. Capaian ini ditetapkan berdasarkan Keputusan Dewan Eksekutif Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial Politik Administrasi dan Komunikasi (LAMSPAK) Nomor 011/AK.03.05/2026, dengan masa berlaku 6 Mei 2025 hingga 6 Mei 2030.
Akreditasi Unggul merupakan bentuk pengakuan resmi terhadap mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi yang mencakup tata kelola program studi, kualitas kurikulum, kompetensi dosen, layanan kemahasiswaan, luaran tridarma, hingga jejaring kemitraan dan dampak kontribusi ke masyarakat.
Rektor UMMAT, Dr. Abdul Wahab, M.A., menyampaikan bahwa capaian ini merupakan buah dari kerja kolektif seluruh elemen kampus. “Akreditasi Unggul ini adalah amanah sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan akademik, memperkuat budaya mutu, dan memastikan lulusan Administrasi Publik UMMAT memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja serta masyarakat,” ujar Rektor.
Senada dengan itu, Dekan FISIPOL UMMAT,Dr. Iwan Tanjung, S.IP.,MPA., menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak hanya berhenti pada status akreditasi, melainkan menjadi pijakan untuk memperkuat inovasi pembelajaran dan pengembangan program studi. “Kami berkomitmen untuk menjaga konsistensi kualitas, memperluas kolaborasi, dan menghadirkan pengalaman belajar yang adaptif, aplikatif, dan berdampak,” ungkap perwakilan pimpinan fakultas.
Ketua Program Studi S1 Administrasi Publik, Rahmad Hidayat, S.AP., M.AP., juga menambahkan bahwa proses akreditasi menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan sistem. “Rangkaian evaluasi mendorong kami untuk menata kembali standar layanan, memperkuat sistem penjaminan mutu internal, dan memastikan setiap program berjalan terukur serta berorientasi pada hasil,” jelasnya.
Dengan diraihnya peringkat Unggul, Prodi S1 Administrasi Publik FISIPOL UMMAT diharapkan semakin meningkatkan kontribusi dalam pengembangan keilmuan administrasi publik, penguatan kapasitas tata kelola pemerintahan, serta pelayanan publik yang efektif dan berkeadilan. Capaian ini juga menjadi sinyal positif bagi calon mahasiswa, mitra, dan masyarakat bahwa UMMAT terus berkomitmen menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas dan relevan.
UMMAT menyampaikan apresiasi kepada seluruh dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, mitra pengguna, serta berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam proses peningkatan mutu hingga raihan Akreditasi Unggul ini. Ke depan, kampus menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi, memperluas kemitraan, dan menguatkan luaran tridarma yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat. (HUMAS UMMAT)
Dokumentasi Acara Pembukaan Workhshop Kurikulum OBE
Mataram — Biro Perencanaan Administrasi dan Akademik (BPAA) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menyelenggarakan Workshop Kurikulum Outcome Based Education (OBE) pada tanggal 23–24 Januari 2026. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium H. Anwar Ikraman UMMAT ini menjadi langkah strategi universitas dalam memperkuat sistem penjaminan mutu akademik melalui pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan zaman dan dunia kerja.
Ketua Panitia Penyelenggara, Prof. Hijril Ismail, M.Pd., BI., sekaligus Kabiro BPAA menjelaskan bahwa lokakarya ini diarahkan untuk menghasilkan Pedoman Kurikulum Outcome Based Education UMMAT yang akan menjadi rujukan seluruh program studi di lingkungan universitas. Penyusunan pedoman tersebut mengacu pada peraturan terbaru Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, khususnya Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi , serta selaras dengan kebijakan transformasi pendidikan tinggi dan konsep Kampus Berdampak .
Lebih lanjut, Prof. Hijril menegaskan bahwa pedoman kurikulum ini diharapkan mampu mengantarkan UMMAT menjadi universitas yang inklusif, adaptif, kolaboratif, dan berdampak nyata ( impactful ) bagi masyarakat, dunia usaha, dan dunia industri.
Workshop ini menghadirkan narasumber nasional Dr. Ir. Syamsul Arifin, M.T., yang dikenal sebagai penyusun kebijakan dan pedoman kurikulum pendidikan tinggi rujukan nasional, termasuk IKPT 2020 dan KPT 2024, serta pengembang template Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang digunakan secara luas oleh perguruan tinggi di Indonesia. Dalam paparannya, narasumber menyampaikan pemahaman mendalam mengenai regulasi terkini dan structure for curriculum design sebagai kerangka strategis dalam perancangan kurikulum OBE.
Menurut Prof. Hijril, kehadiran narasumber diharapkan dapat memberikan insight dan perspektif baru yang mendorong perubahan pola pikir sivitas akademika menuju growth mindset, sehingga mampu mengakselerasi pencapaian UMMAT sebagai universitas unggul.
Kegiatan ini juga melibatkan unsur Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA). Partisipasi para pemangku kepentingan eksternal tersebut diharapkan dapat memperkaya dokumen kurikulum agar semakin link and match dengan kebutuhan riil di lapangan, sekaligus mendorong lulusan tidak hanya menjadi job seeker, tetapi juga job creator.
Sementara itu, Rektor UMMAT yang diwakili oleh Sekretaris Rektor I, Dr. Syafril, M.Pd., menegaskan bahwa kurikulum OBE bukan sekadar penyusunan perangkat pembelajaran, melainkan strategi membaca peluang kerja dan kebutuhan pasar tenaga kerja. Menurutnya, lulusan perguruan tinggi harus memiliki daya saing, mampu mengisi posisi strategis di dunia kerja, serta berkontribusi nyata bagi pembangunan.
Sambutan SR I UMMAT, Dr. Syafril, M.Pd., mewakili Rektor UMMAT
Ia menambahkan bahwa workshop yang diselenggarakan BPAA ini merupakan bagian dari ikhtiar UMMAT dalam menjemput perubahan. Sejalan dengan ungkapan filsuf Heraclitus, “nothing endures but change”, perguruan tinggi dituntut untuk terus bertransformasi agar tetap relevan dan maju.
Workshop dimoderatori oleh Syamsul Hidayat Daud, S.T., M.T., Ph.D. Dalam sesi utama, Dr. Ir. Syamsul Arifin, M.T., Guru Besar rumpun keilmuan Pemodelan Sistem Kecerdasan Buatan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember, sekaligus Ketua Tim Ahli Kurikulum Dikti Belmawa Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi, memaparkan materi tentang pengembangan kurikulum pendidikan tinggi sesuai KKNI dan SN Dikti dengan pendekatan OBE.
Kajian yang dibahas meliputi paradigma pengembangan kurikulum pendidikan tinggi, konsep dan implementasi OBE, tahapan penyusunan dokumen kurikulum, pembentukan mata kuliah dan penentuan bobot SKS, penyusunan struktur dan peta kurikulum, hingga penguatan tugas akhir dan mata kuliah Capstone Design.
Melalui lokakarya ini, UMMAT menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan tinggi yang responsif terhadap perubahan, fokus pada pencapaian pembelajaran lulusan, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan dunia kerja. (HUMAS UMMAT)
Dokumentasi Acara Pembukaan Kuliah Pakar Internasional
Mataram, Program Studi Pendidikan Dasar Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas jejaring akademik internasional melalui penyelenggaraan Kuliah Pakar Internasional bertema “Sustainability Management and Future Growth”, pada Rabu, 29 Oktober 2025, bertempat di Aula Pertemuan Lantai 3 Rektorat UMMAT. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Abdul Razak Abdul Hadi, Guru Besar dari Universiti Kuala Lumpur, Malaysia, sebagai narasumber utama.
Acara dibuka secara resmi oleh Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, M.A., yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap terselenggaranya kegiatan akademik berskala internasional tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa UMMAT terus memperkuat kolaborasi global untuk memperluas jejaring akademik dan meningkatkan reputasi kampus di kancah internasional. “UMMAT kini sudah mulai diminati oleh mahasiswa asing. Ini menandakan bahwa kualitas pendidikan kita semakin diakui dan dipercaya,” ujar Rektor.
Lebih lanjut, Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, M.A., menegaskan bahwa UMMAT berkomitmen memperluas kerja sama internasional, terutama di kawasan ASEAN. “UMMAT saat ini telah menjalin kerja sama dengan tiga negara, yakni Malaysia, Thailand, dan Singapura, yang semuanya memiliki jaringan Persyarikatan Muhammadiyah. Pada tahun 2028, kami menargetkan perluasan kolaborasi dengan delapan negara lain agar program internasionalisasi berjalan lebih komprehensif,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Pascasarjana UMMAT, Dr. Lukman, M.Pd., menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen memperkuat kerja sama internasional, khususnya dalam bidang riset, publikasi ilmiah, pengajaran, dan pengabdian kepada masyarakat. “Kegiatan kuliah pakar internasional ini merupakan wujud nyata perkembangan Pascasarjana UMMAT dalam menguatkan kualitas sumber daya manusia. Ke depan, kami berharap kolaborasi ini dapat diperluas untuk memperkuat keterampilan SDM dan penguasaan teknologi, guna mewujudkan visi UMMAT sebagai universitas berdaya saing ASEAN,” tegas Dr. Lukman.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa ketiga Program Studi Magister Pascasarjana UMMAT saat ini tengah berproses menuju akreditasi Unggul. “Kita saat ini berada pada status akreditasi ‘Baik Sekali’ dan terus berupaya menuju ‘Unggul’. Dalam tema kuliah pakar ini terdapat sepuluh poin penting yang menjadi arah strategis kita, di antaranya inovasi akademik, kolaborasi riset, dan peningkatan kualitas SDM. Menuju unggul bukan sekadar teks visi, tetapi gerakan nyata seluruh civitas akademika,” jelasnya.
Dr. Lukman juga menambahkan bahwa penguatan sumber daya manusia dan pembaruan sistem menjadi kunci utama dalam mencapai visi tersebut. “SDM tidak hanya dilihat dari jabatan fungsional, tetapi dari sejauh mana kreativitas dan produktivitasnya. Alhamdulillah, sarana dan prasarana kita sudah mendukung aktivitas akademik, sistem informasi juga sudah di-upgrade, dan kita terus beradaptasi dengan berbagai perubahan kebijakan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Dr. Lukman menyampaikan apresiasi kepada Prof. Razak yang selama dua tahun terakhir telah menjadi mitra penting dalam proses internasionalisasi Pascasarjana UMMAT. “Selama dua tahun terakhir, Prof. Razak selalu memberikan dukungan dan pendampingan kepada kami. Beliau menjadi penghubung penting dalam membuka jejaring internasional UMMAT,” ujarnya penuh apresiasi.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Prof. Dr. Abdul Razak Abdul Hadi yang membahas konsep Sustainable Management atau Manajemen Berkelanjutan, sebagai pendekatan strategis dalam menghadapi tantangan global dan menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan di masa depan.
Dokumentasi Pemaparan Materi dari Prof. Dr. Abdul Razak
Kuliah pakar ini diikuti dengan antusias oleh mahasiswa Pascasarjana serta perwakilan dari berbagai fakultas di lingkungan UMMAT. Melalui kegiatan ini, Pascasarjana UMMAT tidak hanya memperluas wawasan akademik mahasiswa, tetapi juga memperkuat posisi UMMAT sebagai kampus yang adaptif, berdaya saing, dan berorientasi pada internasionalisasi pendidikan tinggi. (HUMAS UMMAT)
Lombok Utara,Dalam upaya memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan sosial, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melaksanakan Program Mahasiswa Berdampak di Desa Medana, Kabupaten Lombok Utara pada Sabtu, 11 Oktober 2025. Program ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara mahasiswa, dosen pendamping, dan pemerintah desa, yang didukung oleh Kementerian Diktisaintek.
Dengan mengangkat tema “Inovasi Pengelolaan Limbah Tani dan Ternak Melalui Penerapan Teknologi Tepat Guna dan Manajemen Usaha Berbasis Digital,” kegiatan ini menjadi langkah konkret UMMAT dalam menghadirkan solusi terhadap permasalahan lingkungan sekaligus membuka peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan.
Program yang dilaksanakan di salah satu rumah warga Desa Medana ini dihadiri oleh unsur pemerintah desa, aparat keamanan, dosen pendamping, mahasiswa, dan masyarakat setempat. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, kegiatan ini mendorong masyarakat untuk mengubah cara pandang terhadap limbah tani dan ternak bukan lagi sebagai masalah, tetapi sebagai potensi sumber daya ekonomi yang dapat dikelola secara produktif.
Dosen pendamping kegiatan, Muanah, S.TP., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara dunia kampus dan masyarakat. “Program ini bukan sekadar kegiatan akademik, melainkan wujud nyata pengabdian kampus kepada masyarakat. Kami berharap hasil inovasi yang diperkenalkan dapat diadaptasi dan dikembangkan secara berkelanjutan oleh warga Desa Medana,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Medana memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi mahasiswa UMMAT yang telah membawa inovasi tepat guna sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa. “Kami berterima kasih kepada UMMAT yang telah menghadirkan gagasan inovatif dan bermanfaat bagi warga kami. Program ini sejalan dengan visi desa kami untuk mengembangkan ekonomi hijau dan ramah lingkungan. Jika program ini berhasil, kami siap menjadikannya model pemberdayaan di tingkat desa,” tegasnya.
Hadir pula Wakil Rektor III UMMAT, Dr. Erwin, M.Pd., yang mewakili Rektor UMMAT dalam kegiatan tersebut. Beliau menegaskan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat merupakan elemen penting dalam membangun masa depan berkelanjutan. “Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam membangun kesadaran lingkungan sekaligus memperkenalkan inovasi energi baru dan terbarukan di tingkat masyarakat. UMMAT akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak demi terwujudnya kemaslahatan bersama,” ungkap Dr. Erwin.
Ketua BEM UMMAT, Supriadin, turut menyampaikan rasa bangga atas terselenggaranya program ini yang menggambarkan semangat mahasiswa dalam membawa manfaat nyata bagi masyarakat. “Kami berharap kegiatan ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi lingkungan sekitar. Mahasiswa harus hadir tidak hanya sebagai pembelajar, tetapi juga sebagai penggerak perubahan yang mampu menciptakan solusi bagi berbagai persoalan sosial,” tuturnya.
Melalui Program Mahasiswa Berdampak ini, Desa Medana diharapkan menjadi percontohan pengelolaan limbah tani dan ternak berbasis teknologi tepat guna serta bagian dari ekonomi sirkular yang ramah lingkungan. Kegiatan ini sekaligus mempertegas komitmen Universitas Muhammadiyah Mataram dalam melaksanakan Catur Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat.
UMMAT percaya bahwa sinergi antara kampus dan desa bukan hanya memperkuat ketahanan ekonomi lokal, tetapi juga menumbuhkan kesadaran ekologis dan sosial menuju pembangunan berkelanjutan di Nusa Tenggara Barat. (HUMAS UMMAT)
Mataram, Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) resmi menggelar kegiatan Matrikulasi Tahun Akademik 2025/2026 pada Rabu, 3 September 2025 di Gedung Lantai IV Pascasarjana UMMAT. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk membekali mahasiswa baru dalam menghadapi proses perkuliahan di tingkat magister.
Acara pembukaan berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) NTB, Rektor UMMAT, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMMAT, Wakil Rektor dan Sekretaris Rektor UMMAT, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Barat, Direktur Pascasarjana, Kaprodi, dosen Pascasarjana, serta seluruh mahasiswa baru.
Ketua Panitia, Dr. Khairil Anwar, M.Pd.,Si., dalam laporannya menyampaikan bahwa jumlah pendaftar program Pascasarjana UMMAT tahun ini lebih dari 100 orang, namun yang mengikuti matrikulasi berjumlah 59 orang. Kegiatan akan berlangsung selama dua hari, yakni 3–4 September 2025.
“Selama dua hari, akan ada sekitar 28 materi penting yang dibahas, mulai dari pengenalan sistem pendidikan di Program Magister UMMAT, sistem akademik, sistem keuangan, sarana dan prasarana, kemahasiswaan dan alumni, Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, hingga pelayanan teknologi informasi, perpustakaan, pusat bahasa, lembaga penjaminan mutu, pengabdian kepada masyarakat, pengelolaan jurnal, akreditasi, serta pengembangan SDM dan teknologi informasi. Selain itu, mahasiswa juga akan dibekali dengan pengantar keilmuan sesuai program studinya, mencakup ilmu hukum, ilmu lingkungan, dan pendidikan dasar,” jelasnya.
Direktur Pascasarjana UMMAT, Dr. Lukman, M.Pd., menegaskan bahwa matrikulasi merupakan tahapan penting agar mahasiswa baru memahami sistem akademik dan mampu menyiapkan diri untuk menempuh studi dengan baik.
Sementara itu, Rektor UMMAT, yang diwakili oleh Wakil Rektor IV, Dr. H. Zaenuddin, M.Pd.I., memberikan pesan motivasi kepada mahasiswa baru. “Ada dua hal kunci untuk kelancaran akademik. Pertama, kerjakan semua yang diarahkan oleh para dosen, termasuk tugas-tugas. Kedua, laksanakan hak dan kewajiban bapak ibu dengan baik. Harus ada take and give antara dosen dan mahasiswa. Inilah tujuan matrikulasi, bagaimana cara agar studi bisa selesai tepat waktu. Maka dari sekarang, siapkan tesis sejak awal,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, beliau juga mengingatkan kembali sejarah berdirinya Muhammadiyah tahun 1912 yang bertujuan mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Ia menegaskan bahwa UMMAT memiliki visi yang sejalan, dengan mengedepankan Chatur Dharma yang mencakup Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, berbeda dengan perguruan tinggi lain yang hanya berpegang pada Tri Dharma.
Pesan serupa juga disampaikan oleh Ketua PWM NTB, yang diwakilkan oleh Prof. Dr. H. Mukhlis, M.Si.. Beliau menekankan pentingnya mahasiswa untuk selalu meraih ridha Allah SWT dan meneladani Nabi Muhammad SAW dalam ucapan maupun perbuatan.
“Cara hidup kita harus berubah. Kini kita berada di gelombang ketiga peradaban, di mana teknologi telah menyatu dengan manusia. Siapa yang tidak menguasai teknologi akan tertinggal. Bahkan, jika kita lihat kondisi saat ini, sebagian masih hidup dengan cara purbakala. Karena itu, akademisi yang diharapkan UMMAT adalah akademisi yang bisa menulis dan memberi kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan,” ungkapnya.
Dengan pelaksanaan matrikulasi ini, Pascasarjana UMMAT berharap mahasiswa baru dapat memahami sistem dan kultur akademik, sekaligus menyiapkan langkah awal menuju penyelesaian studi tepat waktu. Program ini menjadi fondasi agar lulusan Pascasarjana UMMAT tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu mengembangkan diri sesuai nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan. (HUMAS UMMAT)