Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) secara resmi melepas 985 mahasiswa KKN Reguler Angkatan 40 Tahun 2026, Senin, 29 Juni 2026. Mengusung tema “Merawat Nilai Kearifan Lokal, Menguatkan Inovasi Pemberdayaan, Menuju Masyarakat Berkemajuan,” mahasiswa KKN UMMAT siap mengabdi di berbagai wilayah NTB.

MATARAM — Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) secara resmi melepas 985 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Angkatan 40 Tahun 2026, Senin, 29 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi UMMAT dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat pengabdian, pemberdayaan, dan transformasi sosial di tengah masyarakat.

Mengusung tema “Merawat Nilai Kearifan Lokal, Menguatkan Inovasi Pemberdayaan, Menuju Masyarakat Berkemajuan,” KKN UMMAT Angkatan 40 diarahkan untuk menghadirkan mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat, menghargai nilai-nilai lokal, serta mendorong inovasi berbasis potensi desa.

Sebanyak 985 mahasiswa tersebut tersebar dalam 63 kelompok/lokasi KKN di berbagai wilayah, meliputi Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur, Kabupaten Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Bima, serta lokasi nonreguler di Kota Mataram. Sebaran ini menunjukkan luasnya kontribusi UMMAT dalam membangun kolaborasi antara kampus, pemerintah daerah, desa, dan masyarakat.

Dalam laporannya, Ketua LPPM UMMAT, Dr. Sri Rejeki, M.Pd., menyampaikan bahwa KKN merupakan salah satu bentuk nyata pelaksanaan Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, KKN tidak hanya menjadi kewajiban akademik mahasiswa, tetapi juga ruang pembelajaran sosial yang membentuk kepekaan, kepemimpinan, kemampuan komunikasi, serta tanggung jawab moral mahasiswa terhadap persoalan masyarakat.

Baca Juga: UMMAT Raih 4 Penghargaan Bergensi di LLDIKTI AWARD 2025, Bukti Komitmen Mutu dan Inovasi Berkelanjutan

Dr. Sri Rejeki menegaskan bahwa pelaksanaan KKN Angkatan 40 telah melalui proses persiapan yang matang, mulai dari pembekalan, penentuan kelompok, koordinasi lokasi, hingga penyusunan program kerja berbasis kebutuhan masyarakat. Ia berharap mahasiswa dapat hadir dengan sikap rendah hati, mampu membaca potensi wilayah, serta membangun program yang relevan dan berkelanjutan.

“Mahasiswa KKN harus hadir sebagai bagian dari masyarakat. Dengarkan kebutuhan warga, pahami karakter sosial desa, dan susun program yang benar-benar memberi manfaat. KKN bukan hanya tentang menjalankan agenda kampus, tetapi tentang belajar bersama masyarakat dan menghadirkan solusi yang membangun,” demikian pesan yang ditekankan dalam laporan LPPM.

Sementara itu, amanat Ketua BPH UMMAT yang diwakili oleh Drs. H. Ramli menekankan pentingnya mahasiswa menjaga nama baik almamater, menjunjung tinggi adab, serta membawa nilai-nilai Islam berkemajuan dalam setiap aktivitas pengabdian. Ia menyampaikan bahwa mahasiswa UMMAT harus mampu menunjukkan identitas sebagai insan akademik yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

Dalam amanatnya, BPH UMMAT juga mengingatkan bahwa mahasiswa adalah duta kampus di tengah masyarakat. Karena itu, setiap sikap, tutur kata, dan tindakan selama berada di lokasi KKN akan menjadi cerminan kualitas pendidikan dan pembinaan karakter yang dibangun oleh UMMAT.

Penyerahan Secara Simbolis kartu BPJS Ketenagakerjaan oleh Account Representative BPJS Ketenagakerjaan Kota Mataram, Irvan Zahid Naufal, didampingi oleh Wakil Rektor I UMMAT, Sekretaris Rektor II UMMAT, Ketua LPPM UMMAT

“Jadilah mahasiswa yang santun, disiplin, dan mampu bekerja sama. Masyarakat tidak hanya menilai program yang saudara laksanakan, tetapi juga menilai kepribadian, kepedulian, dan keteladanan saudara selama berada di tengah mereka,” pesan BPH UMMAT.

Pidato pelepasan mahasiswa KKN disampaikan oleh Rektor UMMAT yang diwakili oleh Wakil Rektor I UMMAT, Drs. H. Abdurrahman, M.M. Dalam arahannya, ia menyampaikan bahwa KKN merupakan bagian penting dari proses pembentukan kompetensi mahasiswa secara utuh. Melalui KKN, mahasiswa tidak hanya diuji pada kemampuan akademik, tetapi juga pada kemampuan beradaptasi, memecahkan masalah, membangun komunikasi, serta bekerja lintas disiplin.

Wakil Rektor I UMMAT menegaskan bahwa tema KKN tahun ini sangat relevan dengan kebutuhan pembangunan masyarakat saat ini. Kearifan lokal harus dijaga sebagai identitas dan kekuatan sosial, sementara inovasi pemberdayaan perlu diperkuat agar masyarakat mampu berkembang secara mandiri dan berkelanjutan.

Ia juga berpesan agar mahasiswa tidak datang ke lokasi KKN dengan sikap menggurui, tetapi dengan semangat belajar, mendampingi, dan berkolaborasi. Mahasiswa diharapkan mampu menggali potensi lokal, memperkuat literasi masyarakat, mendukung kegiatan pendidikan, kesehatan, ekonomi kreatif, lingkungan, keagamaan, serta program pemberdayaan lain yang sesuai dengan kondisi wilayah masing-masing.

“KKN adalah ruang pengabdian sekaligus ruang pendewasaan. Anak-anakku semua akan belajar bahwa ilmu pengetahuan harus hadir untuk membantu menyelesaikan persoalan nyata di tengah masyarakat. Jagalah nama baik UMMAT dengan menjalankan Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, bangun komunikasi yang baik dengan pemerintah desa dan masyarakat, serta laksanakan setiap program dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari banyaknya program yang terlaksana, tetapi dari sejauh mana program tersebut mampu memberi dampak, menumbuhkan partisipasi masyarakat, dan meninggalkan kesan positif bagi desa tempat mahasiswa mengabdi.

Baca Juga: Resepsi Milad ke-46: UMMAT Kukuhkan Guru Besar dan Teguhkan Komitmen Kampus Berkemajuan

Prosesi pelepasan mahasiswa KKN ditandai dengan penyerahan simbolis jaket KKN oleh Wakil Rektor I UMMAT kepada perwakilan mahasiswa. Jaket tersebut menjadi simbol kesiapan mahasiswa untuk menjalankan tugas pengabdian di tengah masyarakat dengan membawa identitas, tanggung jawab, dan kehormatan almamater.

Selain itu, acara juga dirangkaikan dengan penyerahan kartu BPJS Ketenagakerjaan oleh Account Representative BPJS Ketenagakerjaan Kota Mataram, Irvan Zahid Naufal. Penyerahan ini menjadi bentuk perhatian terhadap aspek perlindungan dan keselamatan mahasiswa selama menjalankan kegiatan KKN di lapangan.

Pelepasan kemudian ditutup dengan prosesi simbolis pelepasan burung dara yang diiringi pemukulan gendang. Prosesi ini dilakukan oleh Wakil Rektor I UMMAT bersama unsur BPH UMMAT, Ketua LPPM UMMAT, Sekretaris Rektor II UMMAT, para dekan, pimpinan lembaga, UPT, dan kaprodi di lingkungan UMMAT.

Melalui KKN Reguler Angkatan 40 Tahun 2026, UMMAT berharap mahasiswa dapat menjadi pribadi yang tangguh, peduli, kreatif, dan solutif. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan mampu memperkuat nilai kearifan lokal, menghadirkan inovasi pemberdayaan, serta membangun hubungan berkelanjutan antara kampus dan masyarakat menuju kehidupan yang lebih berkemajuan. (HUMAS UMMAT)