Rizky Arianto, mahasiswa Fakultas Hukum UMMAT, meraih Bronze Medal pada Nusantara Writing Festival 5 dan National Essay Competition 2 di Universitas Negeri Malang, 18–19 April 2026.
Mataram — Universitas Muhammadiyah Mataram kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Rizky Arianto, mahasiswa Fakultas Hukum UMMAT, berhasil meraih Medali Perunggu (Bronze Medal) dalam ajang Nusantara Writing Festival V dan National Essay Competition II yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Malang pada 18–19 April 2026.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa UMMAT, khususnya dari Fakultas Hukum, memiliki kualitas akademik, kemampuan literasi, dan daya saing yang kuat dalam kompetisi ilmiah tingkat nasional. Keberhasilan ini juga menegaskan komitmen UMMAT dalam mendorong pengembangan potensi mahasiswa agar mampu tampil unggul, kreatif, dan kompetitif di berbagai forum akademik.
Nusantara Writing Festival V dan National Essay Competition II merupakan kegiatan yang berorientasi pada penguatan budaya literasi, kepenulisan ilmiah, serta pengembangan pemikiran kritis mahasiswa. Kegiatan ini dirancang sebagai wadah untuk menyalurkan gagasan, analisis, dan solusi inovatif terhadap berbagai isu strategis nasional melalui karya esai yang sistematis, berkualitas, dan bernilai aplikatif.
Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk mendorong kreativitas generasi muda dalam merumuskan solusi yang konstruktif, membangun jejaring akademik antar peserta dari berbagai daerah, serta memperkuat kontribusi nyata pemuda dalam mendukung kemajuan bangsa Indonesia melalui ide-ide yang progresif dan solutif. Tingginya partisipasi peserta yang mencapai lebih dari 700 mahasiswa dari berbagai PTN dan PTS di seluruh Indonesia menunjukkan besarnya minat generasi muda terhadap dunia literasi dan kepenulisan ilmiah.
Atas capaian tersebut, Wakil Dekan Fakultas Hukum UMMAT, Dr. Anies Prima Dewi, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas keberhasilan yang diraih mahasiswa Fakultas Hukum UMMAT dalam ajang nasional tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti Nusantara Writing Festival dan National Essay Competition merupakan agenda yang sangat positif dan strategis dalam membangun tradisi akademik di kalangan mahasiswa.
Ia menegaskan bahwa kompetisi semacam ini tidak hanya menjadi ruang untuk mengukur kemampuan kepenulisan, tetapi juga menjadi wahana pembinaan kapasitas intelektual mahasiswa dalam melahirkan gagasan-gagasan yang inovatif, kritis, dan solutif terhadap persoalan hukum serta kebangsaan.
“Keikutsertaan mahasiswa dalam ajang ini menunjukkan bahwa budaya literasi dan semangat akademik terus tumbuh di lingkungan Fakultas Hukum UMMAT. Kami tentu sangat bangga atas capaian Rizky Arianto yang berhasil meraih Bronze Medal di tengah persaingan yang sangat kompetitif. Ini adalah bukti bahwa mahasiswa UMMAT mampu tampil dan berprestasi di level nasional,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dr. Anies Prima Dewi menyampaikan bahwa prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan kapasitas diri, memperluas wawasan, serta berani mengambil bagian dalam berbagai kompetisi akademik dan ilmiah, baik di tingkat regional maupun nasional.
Keberhasilan Rizky Arianto tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Fakultas Hukum, tetapi juga bagi seluruh civitas akademika Universitas Muhammadiyah Mataram. Prestasi ini sekaligus memperkuat citra UMMAT sebagai perguruan tinggi yang konsisten melahirkan mahasiswa unggul, berintegritas, dan berdaya saing dalam bidang akademik maupun nonakademik.
Melalui capaian ini, Fakultas Hukum UMMAT menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi, membina, dan mendorong mahasiswa dalam mengembangkan potensi intelektual serta kemampuan akademik yang relevan dengan tantangan zaman. Partisipasi aktif mahasiswa dalam forum ilmiah nasional menjadi bagian penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mampu memberi kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara. (HUMAS UMMAT)
Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), jajaran pimpinan universitas, dosen, mahasiswa, serta tamu kehormatan Ibu Datuk Hajah Zuraida Kamaruddin berfoto bersama usai kegiatan International Guest Lecture bertema “Muhammadiyah Collaboration with India in the Field of Pharmacy” di Auditorium H. Anwar Ikraman, Kamis (2/4/2026).
MATARAM – Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melalui Kantor Urusan Internasional dan Kerja Sama (KUIK) menyelenggarakan International Guest Lecture bertema “Muhammadiyah Collaboration with India in the Field of Pharmacy” pada Kamis, 2 April 2026, bertempat di Auditorium H. Anwar Ikraman.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, mulai dari Rektor, para Wakil Rektor, Sekretaris Rektor, dekan, direktur, dosen, hingga mahasiswa. Forum ini menjadi bagian dari komitmen UMMAT dalam memperluas jejaring internasional, khususnya di bidang pendidikan tinggi, riset, dan pengembangan industri farmasi.
Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram, Dr. Abdul Wahab, M.A., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada Ibu Datuk Hajah Zuraida Kamaruddin. Ia juga memaparkan sejarah singkat UMMAT serta arah pengembangan universitas yang berorientasi pada kolaborasi global.
“Atas nama pimpinan Universitas Muhammadiyah Mataram, kami menyampaikan selamat datang dan penghormatan setinggi-tingginya kepada Ibu Datuk Hajah Zuraida Kamaruddin di kampus UMMAT. Kehadiran beliau merupakan kehormatan besar bagi kami, sekaligus menjadi energi baru untuk memperkuat jejaring internasional UMMAT, khususnya dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan farmasi,” ujar Dr. Abdul Wahab.
Ia menegaskan bahwa UMMAT terus membuka diri terhadap berbagai bentuk kerja sama strategis lintas negara yang dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu perguruan tinggi.
“UMMAT tidak hanya ingin tumbuh sebagai institusi pendidikan tinggi di tingkat nasional, tetapi juga berperan aktif dalam percakapan dan kolaborasi global. Karena itu, forum seperti ini sangat penting untuk membangun kepercayaan, memperluas kemitraan, dan menghadirkan peluang nyata bagi sivitas akademika maupun masyarakat luas,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Rektor IV UMMAT, Dr. H. Zaenudin, M.Pd.I., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dan menilai kehadiran Datuk Zuraida sebagai momentum penting dalam membuka jalan kerja sama strategis antara UMMAT, jejaring Muhammadiyah, dan mitra industri internasional.
Sesi pemaparan materi oleh Ibu Datuk Hajah Zuraida Kamaruddin dalam kegiatan International Guest Lecture UMMAT
“Alhamdulillah, hari ini kita mendapatkan kehormatan besar karena Ibu Datuk Hajah Zuraida Kamaruddin hadir di tengah-tengah kita. Beliau bukan hanya tokoh penting di Malaysia, tetapi juga figur yang memiliki jejaring luas dan pengalaman besar dalam pemerintahan, parlemen, serta pembangunan masyarakat. Ini adalah peluang strategis yang harus kita sambut dengan kesungguhan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dr. Zaenudin menjelaskan bahwa pertemuan tersebut membuka ruang komunikasi yang sangat potensial, khususnya dalam menjajaki kerja sama dengan para pengusaha dan pelaku industri di India dalam bidang farmasi.
“Kami melihat ada peluang besar untuk membangun kolaborasi yang lebih konkret, termasuk dalam pengembangan industri obat-obatan di Indonesia. Kehadiran beliau dapat menjadi jembatan penting dalam mempertemukan UMMAT dengan jejaring industri dan investor yang relevan. Insyaallah, komunikasi ini akan terus kami tindak lanjuti secara intensif agar cita-cita besar tersebut dapat diwujudkan bersama,” tegasnya.
Kepala KUIK UMMAT, Asbah, M.Hum., menekankan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri farmasi internasional merupakan kebutuhan strategis di tengah tantangan global saat ini. Menurutnya, perguruan tinggi tidak dapat berjalan sendiri dalam membangun inovasi dan daya saing tanpa dukungan kemitraan yang kuat.
“Kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri farmasi internasional bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis. Melalui kemitraan semacam ini, kita dapat mendorong inovasi, memperkuat kapasitas riset, mempercepat transfer teknologi, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan adaptif terhadap tantangan global,” jelas Asbah.
Ia menambahkan bahwa kerja sama internasional yang dibangun UMMAT diarahkan untuk menghadirkan manfaat yang berkelanjutan, baik bagi institusi maupun masyarakat.
“Kerja sama ini pada akhirnya tidak hanya berdampak pada peningkatan mutu akademik, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan ekosistem kesehatan yang lebih maju, berkelanjutan, dan berdaya saing global. Inilah semangat yang terus kami dorong melalui KUIK UMMAT,” lanjutnya.
Kegiatan ini dimoderatori oleh Apt. Safwan, M.Sc., Ph.D., selaku Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UMMAT. Dalam pengantarnya, ia menegaskan bahwa India merupakan salah satu negara yang memiliki posisi sangat kuat dalam industri sintesis farmasi dunia, sehingga sangat relevan dijadikan mitra strategis dalam pengembangan kolaborasi keilmuan maupun industri.
“India dikenal sebagai salah satu kekuatan utama dalam industri sintesis farmasi. Karena itu, tema yang kita angkat hari ini sangat relevan dan visioner, sebab membuka cakrawala baru bagi dunia akademik untuk terkoneksi dengan ekosistem industri farmasi global,” ujarnya.
Pada sesi utama, peserta mendapatkan materi langsung dari Ibu Datuk Hajah Zuraida Kamaruddin, memiliki pengalaman panjang dalam pemerintahan Malaysia. Dalam perjalanan pengabdiannya, beliau pernah menjabat sebagai Menteri Industri Perkebunan dan Komoditas Malaysia periode 2021–2022, serta sebelumnya juga mengemban amanah sebagai Menteri Perumahan dan Pemerintah Daerah Malaysia. Selain itu, beliau juga dikenal sebagai mantan anggota Dewan Rakyat untuk daerah Ampang. Dalam kiprah politiknya, beliau pernah tergabung dalam beberapa partai besar di Malaysia, di antaranya Partai Keadilan Rakyat (PKR), Partai Pribumi Bersatu Malaysia (BERSATU), dan Partai Bangsa Malaysia.
Dengan pengalaman, kapasitas, dan jejaring internasional yang dimiliki, kehadiran Datuk Hajah Zuraida Kamaruddin dinilai menjadi kesempatan berharga bagi sivitas akademika UMMAT untuk memperluas wawasan sekaligus memperkuat langkah universitas menuju kolaborasi global yang lebih konkret.
Melalui penyelenggaraan International Guest Lecture ini, UMMAT kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun sinergi internasional dan menghadirkan ruang akademik yang produktif, inspiratif, serta berdampak bagi kemajuan pendidikan, kesehatan, dan industri di masa depan. (HUMAS UMMAT)
Keterangan Foto: Pimpinan Fakultas Teknik bersama jajaran pimpinan universitas, Ketua PWM NTB, serta peserta Yudisium S1–D3 Fakultas Teknik UMMAT berfoto bersama usai prosesi pengukuhan 82 lulusan di Lombok Garden, Rabu (11/2/2026).
Mataram — Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) mengukuhkan 82 lulusan pada Yudisium Sarjana (S1) dan Diploma Tiga (D3) Periode Februari Tahun Akademik 2025/2026, yang digelar di Lombok Garden, Rabu, 11 Februari 2026. Para lulusan berasal dari S1 Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) sebanyak 15 orang, S1 Teknik Sipil 57 orang, S1 Teknik Pertambangan 8 orang, serta D3 Teknik Pertambangan 2 orang.
Yudisium berlangsung khidmat dan penuh rasa syukur. Selain menjadi penanda kelulusan, kegiatan ini juga menjadi ruang peneguhan jati diri lulusan Fakultas Teknik UMMAT agar melangkah ke dunia profesional dengan bekal yang utuh: ilmu sebagai fondasi kompetensi, iman sebagai kompas moral, dan inovasi sebagai daya saing menghadapi perubahan zaman.
Pada momen tersebut, lulusan terbaik diraih oleh Meiza Firmansyah dari Program Studi Teknik Sipil. Dalam sambutannya, Meiza menyampaikan bahwa ketertarikannya pada Teknik Sipil berangkat dari dorongan untuk terlibat langsung dalam pembangunan yang memberi manfaat luas.
“Jika saya ditanya kenapa memilih Teknik Sipil, jawabannya sederhana: saya selalu bersoalan dengan penguatan dan tindakan bangunan. Ketika melihat bangunan yang menjulang dan jembatan yang kokoh, saya merasa ada keinginan dalam diri untuk berkontribusi menciptakan infrastruktur yang bermanfaat untuk masyarakat,” ungkapnya.
Meiza juga mengenang masa awal perkuliahan yang penuh semangat, namun disertai rasa cemas saat beradaptasi dengan lingkungan baru. Ia memegang pepatah bahwa satu langkah kecil yang diambil akan membentuk langkah besar untuk masa depan. Salah satu pengalaman yang paling membekas baginya adalah keterlibatan dalam proyek kelompok merancang dan menghitung struktur bangunan yang kompleks.
“Rasanya seperti menyusun puzzle yang sangat rumit. Tetapi dengan tim yang solid—masing-masing berkontribusi dengan kekuatannya—kami bisa menyelesaikannya. Dengan pengetahuan dan pengalaman yang kita punya, saya yakin kita dapat memberikan dampak yang besar,” tuturnya, seraya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung proses studinya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik UMMAT, Dr. Ir. H. Aji Syailendra Ubaydillah, M.Sc., menyampaikan pesan penguatan dengan mengutip QS. Fathir: 28 tentang kemuliaan orang-orang berilmu. Ia mengaitkan ayat tersebut dengan uraian Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar, bahwa kemuliaan tidak ditentukan oleh atribut lahiriah, melainkan oleh kedalaman ilmu dan ketakwaan.
Keterangan Foto: Dekan Fakultas Teknik UMMAT berfoto bersama Lulusan Terbaik S1 PWK, S1 Teknik Sipil, serta S1–D3 Teknik Pertambangan ditengah prosesi Yudisium Periode Februari TA 2025/2026 di Lombok Garden, Rabu (11/2/2026).
“Anak-anakku semuanya, kalian sudah berada di jalan yang benar menuju peradaban teknik yang lebih unggul. Kesempatan, waktu, dan ilmu yang kalian miliki adalah nikmat yang wajib disyukuri. Jika kita bersyukur, Allah akan menambah nikmat kita,” pesannya. Dekan juga menegaskan pentingnya etos kerja dan kualitas diri dengan ajakan, “Do the best thing, everything you can do. Selalu berikan yang terbaik supaya tidak ada penyesalan.”
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Falahuddin, M.Ag., menegaskan bahwa yudisium bukanlah garis akhir, melainkan gerbang awal pengabdian. Ia mengajak para lulusan menjadikan ilmu yang diraih sebagai amal yang memberi manfaat, sekaligus menjaga integritas dan akhlak dalam perjalanan karier.
Menurutnya, spirit ilmu, iman, dan inovasi harus hadir secara utuh pada diri lulusan Fakultas Teknik. Ilmu menjadi kekuatan kompetensi, iman menjadi penuntun etika, sedangkan inovasi menjadi bekal agar lulusan adaptif terhadap perkembangan teknologi, kebutuhan industri, dan tantangan pembangunan. Ia juga mendorong para lulusan untuk terus belajar, meningkatkan kapasitas, serta menghadirkan solusi yang berpihak pada kemaslahatan masyarakat.
Selanjutnya, Rektor UMMAT yang diwakili oleh Wakil Rektor I UMMAT, Drs. H. Abdurrahman, M.M., mengutip QS. Al-Mujadilah: 11 tentang Allah SWT meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan berilmu. Ia menegaskan bahwa ayat tersebut merupakan landasan filosofis dalam membangun pendidikan dan karakter lulusan.
Ia juga menekankan bahwa Muhammadiyah dalam pengelolaan perguruan tinggi menguatkan peran pendidikan melalui Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, agar capaian akademik tidak berhenti pada gelar, tetapi berlanjut pada pengembangan keilmuan, riset, pengabdian, dan dakwah pencerahan yang berdampak.
Sementara itu, Ketua BPH UMMAT yang diwakili oleh Bendahara BPH, Drs. Muhammad Adi Syamsuri, menyampaikan ucapan selamat dan doa keberkahan kepada para peserta yudisium. Ia mengapresiasi prosesi yang menampilkan orientasi masa depan melalui visualisasi teknologi, video, dan animasi sebagai cerminan kreativitas serta semangat Fakultas Teknik untuk terus maju.
“Dengan ilmu, hidup kita menjadi mudah. Setiap zaman ada orangnya, dan setiap orang ada zamannya. Jadikan zaman ini menjadi milik teman-teman,” ujarnya. Ia juga mengingatkan pesan Al-Qur’an bahwa Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali mereka sendiri berikhtiar mengubahnya, sebagai dorongan agar para lulusan tidak berhenti bertumbuh.
Melalui yudisium ini, Fakultas Teknik UMMAT kembali menegaskan komitmennya menghadirkan lulusan yang unggul, berkarakter, serta siap bersaing dan berkontribusi pada bidang teknik sipil, perencanaan wilayah dan kota, serta pertambangan. Dengan spirit ilmu, iman, dan inovasi, para lulusan diharapkan mampu menghadirkan karya profesional yang beretika dan memberi manfaat nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional. (HUMAS UMMAT)
Lombok Utara — Koordinator Komisariat (KORKOM) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) berkolaborasi dengan Pimpinan Cabang (PC) IMM Kota Mataram menggelar kegiatan Pengabdian Masyarakat di Desa Rempek Darussalam, Kabupaten Lombok Utara. Kegiatan ini dilaksanakan selama lima hari, dihitung sejak tanggal 12 hingga 16 Januari 2026, sebagai wujud nyata implementasi Trilogi IMM dan Tri Kompetensi Dasar IMM, khususnya pada ranah humanitas (sosial kemasyarakatan).
Pengabdian masyarakat ini menjadi ruang aktualisasi peran mahasiswa IMM sebagai intelektual muda yang berorientasi pada dakwah sosial dan pemberdayaan masyarakat. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat desa tidak hanya dimaknai sebagai agenda seremonial, tetapi sebagai proses pembelajaran sosial yang menempatkan mahasiswa dan masyarakat dalam hubungan yang setara, dialogis, dan berkelanjutan.
Dengan mengusung tema “Mengabdi untuk Desa; Kecil Langkahnya, Besar Manfaatnya” , kegiatan ini diikuti oleh 35 mahasiswa kader IMM dari 12 komisariat di Kota Mataram yang berasal dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta.
Ketua Panitia, Imam Al-Hudri, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan sosial masyarakat Desa Rempek Darussalam. Oleh karena itu, program yang dilaksanakan menitikberatkan pada aspek edukasi, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.
“Kegiatan ini diisi dengan berbagai kegiatan edukatif dan pemberdayaan, seperti sosialisasi pencegahan pernikahan dini, edukasi bahaya narkoba, pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat, serta pelatihan pembuatan sabun cair dan eco enzyme sebagai upaya meningkatkan kesadaran lingkungan dan kemandirian ekonomi warga,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua KORKOM IMM UMMAT, Zainul Arifin, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pengejawantahan nilai-nilai dasar IMM, khususnya Trilogi IMM yang meliputi keagamaan, kemahasiswaan, dan kemasyarakatan, serta Tri Kompetensi Dasar IMM yang mencakup religiusitas, intelektualitas, dan humanitas.
“Kegiatan ini adalah manifestasi nyata dari nilai religiusitas dan intelektualitas IMM yang diimplementasikan dalam kehidupan masyarakat desa. IMM hadir sebagai gerakan mahasiswa yang tidak hanya berpikir kritis, tetapi juga memiliki kepedulian sosial untuk menciptakan masyarakat yang terbebas dari pernikahan dini, narkoba, dan berbagai penyakit sosial lainnya,” ungkapnya.
Koordinator Komisariat IMM UMMAT bersama Anak-anak Desa Rempek Darussalam
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari Kepala Desa Rempek Darussalam, Muliady, yang menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada IMM dan Universitas Muhammadiyah Mataram atas kepercayaan menjadikan Desa Rempek Darussalam sebagai lokasi pengabdian masyarakat.
“Kami dari pemerintah desa menyambut baik kehadiran adik-adik mahasiswa IMM. Kegiatan seperti ini sangat membantu kami dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama terkait isu-isu sosial dan kesehatan. Kami berharap pengabdian ini membawa dampak positif dan manfaat yang berkelanjutan bagi warga Desa Rempek Darussalam,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia berharap kegiatan pengabdian mahasiswa dapat menjadi pemantik bagi tumbuhnya kesadaran kolektif masyarakat desa dalam membangun lingkungan yang sehat, aman, dan berorientasi pada masa depan generasi muda.
Wakil Rektor IV Bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan UMMAT, Dr. H. Zainudin, M.Pd.I., menegaskan bahwa program Bina Desa sejalan dengan visi kampus berdampak, di mana perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai agen transformasi sosial di tengah masyarakat.
“Ini merupakan salah satu bentuk nyata kampus berdampak, di mana mahasiswa turun langsung ke lapangan untuk memberikan pendidikan, pendampingan, dan edukasi kepada masyarakat. Kehadiran mahasiswa di desa adalah bagian dari proses pembelajaran kontekstual yang sangat penting,” jelasnya.
Beliau juga menekankan pentingnya keberlanjutan program pengabdian masyarakat melalui sinergi antara kampus, organisasi kemahasiswaan, dan pemerintah desa. “Kami berharap kerja sama antara Universitas Muhammadiyah Mataram dan Desa Rempek Darussalam tidak berhenti pada kegiatan Bina Desa ini saja, tetapi dapat terus dikembangkan dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat ke depan,” tambahnya. (HUMAS UMMAT)
Yogyakarta, Fakultas Hukum (FH) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melaksanakan kegiatan studi banding akademik ke Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) pada Selasa, 06 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pengembangan kelembagaan FH UMMAT dalam upaya peningkatan mutu akademik, penguatan tata kelola fakultas, serta pengembangan integrasi keilmuan antara ilmu hukum dan ilmu keislaman.
Kegiatan studi banding ini dihadiri oleh pimpinan kedua belah pihak beserta jajaran dosen dan pengelola fakultas. Pertemuan berlangsung dalam suasana akademik yang konstruktif dan dialogis, ditandai dengan diskusi mendalam terkait kebijakan pengelolaan fakultas, pengembangan kurikulum berbasis capaian pembelajaran, sistem penjaminan mutu internal, serta penguatan pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.
Secara substansial, studi banding ini bertujuan untuk memperoleh wawasan dan pengalaman institusional dalam pengembangan kurikulum adaptif dan integratif, peningkatan mutu proses pembelajaran, serta penguatan paradigma integrasi keilmuan hukum dan keislaman. Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan sebagai upaya benchmarking tata kelola fakultas, yang mencakup sistem penjaminan mutu, pengelolaan sumber daya manusia, penguatan budaya akademik, serta strategi pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat guna meningkatkan kualitas dan daya saing institusi.
Dekan FH UMMAT, Dr. Hilman Syahrial Haq, S.H., LL.M., menyampaikan bahwa kegiatan studi banding ini merupakan langkah strategis dalam mendorong transformasi kelembagaan Fakultas Hukum UMMAT agar semakin adaptif terhadap dinamika pendidikan tinggi dan kebutuhan masyarakat. “Studi banding ini menjadi bagian dari ikhtiar institusional Fakultas Hukum UMMAT untuk memperkuat tata kelola fakultas, meningkatkan mutu akademik, serta mengembangkan kurikulum yang integratif antara ilmu hukum dan nilai-nilai keislaman. Pengalaman dan praktik baik yang kami peroleh dari Fakultas Ilmu Agama Islam UII diharapkan dapat menjadi referensi penting dalam penguatan kualitas tridarma perguruan tinggi di Fakultas Hukum UMMAT,” ujarnya.
Sementara itu, Dekan FIAI UII, Dr. Drs. Asmuni, M.A., menyampaikan bahwa kegiatan studi banding ini memiliki nilai strategis dalam memperkuat jejaring akademik antarfakultas dan antarperguruan tinggi. “Studi banding ini merupakan momentum strategis untuk mempererat silaturahmi akademik sekaligus menjadi ruang berbagi praktik terbaik dalam pengelolaan pendidikan tinggi, khususnya dalam pengembangan kurikulum, peningkatan mutu akademik, serta integrasi keilmuan. Fakultas Ilmu Agama Islam UII menyambut baik kunjungan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Mataram sebagai langkah awal memperkuat kolaborasi kelembagaan,” ungkap Dr. Asmuni.
Lebih lanjut, ia berharap agar hasil dari kegiatan studi banding ini dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama yang lebih konkret dan berkelanjutan, khususnya di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sehingga memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas dan daya saing kedua institusi. (HUMAS UMMAT)
Aceh Tamiang, Tim Medis Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melaksanakan layanan Mobile Clinic berbasis Home Care pascabencana banjir di Dusun Jawa, Desa/Kelurahan Rantau Pauh, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh pada 25 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Tanggap Bencana, yang bertujuan memulihkan akses dan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak banjir.
Pelayanan kesehatan dilakukan melalui kunjungan langsung ke rumah warga sejak pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, dengan fokus menjangkau kelompok rentan yang mengalami keterbatasan mobilitas, seperti lansia, pasien dengan penyakit kronis, anak-anak, serta warga yang masih mengalami dampak fisik pascabencana.
Pendekatan home care dipilih sebagai strategi pelayanan adaptif pascabencana, di mana kondisi lingkungan dan akses fasilitas kesehatan belum sepenuhnya pulih. Melalui kunjungan rumah, Tim Medis UMMAT dapat melakukan pemeriksaan kesehatan, pengobatan, serta pemantauan kondisi pasien secara lebih komprehensif dan personal.
Sebanyak 43 pasien berhasil dilayani dalam kegiatan ini, dengan sebaran usia meliputi kelompok usia produktif 19–59 tahun sebanyak 22 orang, lansia di atas 59 tahun sebanyak 13 orang, anak usia 5–18 tahun sebanyak 5 orang, serta balita di bawah 5 tahun sebanyak 3 orang. Data tersebut menunjukkan bahwa dampak kesehatan pascabencana banjir dirasakan oleh seluruh kelompok usia masyarakat.
Hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan keluhan terbanyak berupa cephalgia, myalgia, dan vertigo sebanyak 16 kasus, disusul Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sebanyak 15 kasus. Selain itu, Tim Medis UMMAT juga menangani penyakit kardiovaskular seperti hipertensi dan riwayat stroke sebanyak 9 kasus, dispepsia sebanyak 5 kasus, penyakit kulit sebanyak 3 kasus, serta diare akut sebanyak 2 kasus. Sementara itu, masing-masing ditemukan 1 kasus diabetes, cedera trauma, dan cedera non-trauma.
Kondisi lingkungan pascabencana banjir, seperti kelembapan tinggi, keterbatasan sanitasi, dan aktivitas pembersihan rumah, menjadi faktor risiko utama munculnya gangguan pernapasan dan keluhan muskuloskeletal yang banyak ditemukan pada warga Rantau Pauh.
Melalui layanan Mobile Clinic Home Care, Universitas Muhammadiyah Mataram menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang responsif terhadap kondisi darurat dan kebutuhan masyarakat. Program ini tidak hanya berfokus pada penanganan medis jangka pendek, tetapi juga pada upaya pencegahan perburukan penyakit serta penguatan ketahanan kesehatan masyarakat terdampak bencana.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Laporan Hasil Kunjungan Mobile Clinic (Home Care) Tim Medis UMMAT di wilayah Rantau Pauh, Kabupaten Aceh Tamiang, sebagai bentuk nyata pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat.
Universitas Muhammadiyah Mataram menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang dikelola oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek RI. Dukungan ini menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan aksi kemanusiaan dan penguatan peran perguruan tinggi dalam mitigasi dan penanggulangan bencana di Indonesia. (HUMAS UMMAT)