Perkuat Budaya Akademik Kampus, LPPM UMMAT Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Penulisan Hibah Buku bagi Dosen

Perkuat Budaya Akademik Kampus, LPPM UMMAT Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Penulisan Hibah Buku bagi Dosen

Peserta berfoto bersama usai kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Penulisan Hibah Buku LPPM Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), Selasa (27/1/2025).

Mataram — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Penulisan Hibah Buku bagi dosen pada Selasa, 27 Januari 2025. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Pertemuan Lantai 3 Rektorat UMMAT dan menjadi bagian dari komitmen institusi dalam meningkatkan kapasitas serta profesionalisme dosen, khususnya dalam penulisan dan penerbitan buku akademik yang bermutu dan sesuai dengan standar nasional.

Ketua LPPM UMMAT, Dr. Sri Rejeki, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mendorong produktivitas dosen dalam menghasilkan karya ilmiah berbentuk buku yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga berdampak langsung pada pengembangan keilmuan dan peningkatan kualitas pembelajaran di perguruan tinggi. Menurutnya, kemampuan menulis dan menerbitkan buku akademik merupakan salah satu indikator penting dalam penguatan tridharma perguruan tinggi sekaligus mendukung pengembangan karir dosen.

Kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini dimoderatori oleh Ilham Zitri, S.IP., M.IP., dan menghadirkan narasumber Andriyanto, entrepreneur sekaligus dosen Universitas Veteran Bangun Nusantara yang memiliki pengalaman luas di bidang penerbitan dan pengelolaan jurnal ilmiah. Narasumber dikenal sebagai praktisi profesional yang terlibat langsung dalam pengelolaan sejumlah penerbit nasional yang tergabung dalam Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), serta berkiprah sebagai editor profesional tersertifikasi BNSP dan pengelola jurnal terakreditasi nasional.

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan berbagai aspek strategis dunia perbukuan di lingkungan perguruan tinggi. Materi difokuskan pada pemahaman dosen mengenai ragam buku akademik, seperti buku ajar, buku teks, modul, buku referensi, dan monograf, serta keterkaitannya dengan pengembangan karier dosen, khususnya dalam proses kenaikan jabatan fungsional. Selain itu, disampaikan pula pentingnya penyusunan struktur dan sistematika buku yang sesuai dengan standar Perpustakaan Nasional agar naskah memenuhi persyaratan administratif maupun substansi dalam pengajuan ISBN.

Pemaparan Materi oleh Narasumber, Andriyanto, entrepreneur sekaligus dosen Universitas Veteran Bangun Nusantara

Narasumber juga mengulas secara kritis pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam penulisan buku akademik. Penggunaan teknologi tersebut dinilai perlu ditempatkan secara proporsional dan etis agar tidak mengurangi orisinalitas, tanggung jawab ilmiah, serta integritas akademik penulis. Di samping itu, peserta memperoleh penjelasan mengenai berbagai format penulisan buku yang umum digunakan dalam penerbitan internasional, seperti standar Amerika dan UNESCO, serta fleksibilitas penyesuaian format dengan template institusi maupun kebijakan penerbit.

Sebagai penguatan aspek praktis, narasumber turut memaparkan mekanisme penerbitan buku di penerbit profesional, mulai dari tahapan pengajuan naskah, proses penyuntingan, hingga sistem distribusi dan pengelolaan royalti bagi penulis. Paparan tersebut memberikan gambaran komprehensif bagi dosen mengenai alur penerbitan buku yang profesional dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, LPPM UMMAT berharap para dosen semakin termotivasi dan memiliki kompetensi yang memadai dalam menulis serta menerbitkan buku akademik yang berkualitas, berdaya saing, dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan keilmuan serta pelaksanaan tridharma perguruan tinggi. (HUMAS UMMAT)

Perkuat Budaya Akademik Kampus, LPPM UMMAT Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Penulisan Hibah Buku bagi Dosen

Perkuat Budaya Akademik Kampus, LPPM UMMAT Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Penulisan Hibah Buku bagi Dosen

Peserta berfoto bersama usai kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Penulisan Hibah Buku LPPM Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), Selasa (27/1/2025).

Mataram — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Penulisan Hibah Buku bagi dosen pada Selasa, 27 Januari 2025. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Pertemuan Lantai 3 Rektorat UMMAT dan menjadi bagian dari komitmen institusi dalam meningkatkan kapasitas serta profesionalisme dosen, khususnya dalam penulisan dan penerbitan buku akademik yang bermutu dan sesuai dengan standar nasional.

Ketua LPPM UMMAT, Sri Rejeki, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mendorong produktivitas dosen dalam menghasilkan karya ilmiah berbentuk buku yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga berdampak langsung pada pengembangan keilmuan dan peningkatan kualitas pembelajaran di perguruan tinggi. Menurutnya, kemampuan menulis dan menerbitkan buku akademik merupakan salah satu indikator penting dalam penguatan tridharma perguruan tinggi sekaligus mendukung pengembangan karier dosen.

Kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini dimoderatori oleh Ilham Zitri, S.IP., M.IP., dan menghadirkan narasumber Andriyanto, entrepreneur sekaligus dosen Universitas Veteran Bangun Nusantara yang memiliki pengalaman luas di bidang penerbitan dan pengelolaan jurnal ilmiah. Narasumber dikenal sebagai praktisi profesional yang terlibat langsung dalam pengelolaan sejumlah penerbit nasional yang tergabung dalam Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), serta berkiprah sebagai editor profesional tersertifikasi BNSP dan pengelola jurnal terakreditasi nasional.

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan berbagai aspek strategis dunia perbukuan di lingkungan perguruan tinggi. Materi difokuskan pada pemahaman dosen mengenai ragam buku akademik, seperti buku ajar, buku teks, modul, buku referensi, dan monograf, serta keterkaitannya dengan pengembangan karier dosen, khususnya dalam proses kenaikan jabatan fungsional. Selain itu, disampaikan pula pentingnya penyusunan struktur dan sistematika buku yang sesuai dengan standar Perpustakaan Nasional agar naskah memenuhi persyaratan administratif maupun substansi dalam pengajuan ISBN.

Pemaparan Materi oleh Narasumber, Andriyanto, entrepreneur sekaligus dosen Universitas Veteran Bangun Nusantara

Narasumber juga mengulas secara kritis pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam penulisan buku akademik. Penggunaan teknologi tersebut dinilai perlu ditempatkan secara proporsional dan etis agar tidak mengurangi orisinalitas, tanggung jawab ilmiah, serta integritas akademik penulis. Di samping itu, peserta memperoleh penjelasan mengenai berbagai format penulisan buku yang umum digunakan dalam penerbitan internasional, seperti standar Amerika dan UNESCO, serta fleksibilitas penyesuaian format dengan template institusi maupun kebijakan penerbit.

Sebagai penguatan aspek praktis, narasumber turut memaparkan mekanisme penerbitan buku di penerbit profesional, mulai dari tahapan pengajuan naskah, proses penyuntingan, hingga sistem distribusi dan pengelolaan royalti bagi penulis. Paparan tersebut memberikan gambaran komprehensif bagi dosen mengenai alur penerbitan buku yang profesional dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, LPPM UMMAT berharap para dosen semakin termotivasi dan memiliki kompetensi yang memadai dalam menulis serta menerbitkan buku akademik yang berkualitas, berdaya saing, dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan keilmuan serta pelaksanaan tridharma perguruan tinggi. (HUMAS UMMAT)

Mahasiswa Internasional UMMAT Bangun Global Mindset Generasi Muda Bima melalui Diplomasi Pendidikan

Mahasiswa Internasional UMMAT Bangun Global Mindset Generasi Muda Bima melalui Diplomasi Pendidikan

Mahasiswa Internasional UMMAT kunjungan ke Institusi Pendidikan di Kota dan Kabupaten Bima

Bima — Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong internasionalisasi pendidikan dan penguatan wawasan global generasi muda. Pada Senin, 12 Januari 2026, UMMAT melalui Kantor Urusan Internasional dan Kerja Sama (KUIK) memimpin rangkaian kunjungan mahasiswa internasional ke sejumlah institusi pendidikan di Kota dan Kabupaten Bima.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program penguatan diplomasi pendidikan dan pertukaran budaya UMMAT yang menyasar SMA Negeri 1 Kota Bima, SMA KAE Woha, ASI Bima, serta Kampus STKIP Taman Siswa (Tamsis) Bima. Rangkaian kunjungan tersebut menjadi ruang strategis bagi terbangunnya interaksi lintas budaya antara mahasiswa internasional, mahasiswa lokal, dan pelajar sekolah menengah.

Melalui dialog, diskusi ringan, dan perjumpaan langsung dengan mahasiswa dari berbagai negara, para peserta diajak untuk memperluas cara pandang, membangun global mindset, serta menumbuhkan rasa percaya diri dan keberanian untuk bermimpi serta berkiprah di tingkat global. Kegiatan ini juga memperkenalkan ekosistem pendidikan tinggi yang terbuka, kolaboratif, dan berorientasi internasional.

Kolaborasi antara UMMAT dan STKIP Taman Siswa (Tamsis) Bima menjadi wujud konkret peran perguruan tinggi Muhammadiyah dalam pengabdian kepada masyarakat dan pemangku kepentingan pendidikan. Mahasiswa internasional dan mahasiswa lokal tidak hanya berbagi pengalaman akademik dan kebudayaan, tetapi juga membangun jejaring peradaban yang berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan saling menghargai.

Kepala KUIK UMMAT, Asbah, M.Hum., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari misi strategis UMMAT dalam memperluas jejaring global dan kontribusi sosial melalui pendidikan. “Kegiatan ini adalah bentuk diplomasi pendidikan dan kebudayaan yang kami bangun secara berkelanjutan. UMMAT berupaya menjembatani peradaban, memperkuat persahabatan global, serta menanamkan nilai-nilai kemanusiaan lintas bangsa kepada generasi muda, khususnya di daerah,” ujar Asbah.

Ia menambahkan bahwa kehadiran mahasiswa internasional di Bima diharapkan mampu memotivasi pelajar dan mahasiswa setempat untuk berani bercita-cita melanjutkan pendidikan hingga ke tingkat internasional, sekaligus menyadari bahwa mereka merupakan bagian dari komunitas global.

Rangkaian kunjungan ini dijadwalkan akan ditutup dengan silaturahmi di kediaman Wali Kota Bima, sebagai simbol penguatan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global. (HUMAS UMMAT)

Menuju Kampus Berdampak Global: UMMAT Dorong Internasionalisasi Pola Pikir Dosen dan Mahasiswa

Menuju Kampus Berdampak Global: UMMAT Dorong Internasionalisasi Pola Pikir Dosen dan Mahasiswa

Mataram, Kantor Urusan Internasional dan Kerjasama (KUIK) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menggelar Seminar Internasional bertema “Internationalizing the Mindsets of Students and Staff of UMMAT to Build a More Globally Impactful Campus” pada Kamis, 27 November 2025, bertempat di Auditorium H. Anwar Ikraman UMMAT. Kegiatan ini merupakan salah satu ikhtiar strategis UMMAT dalam memperkuat arah pengembangan kampus berbasis global engagement sekaligus meneguhkan peran sebagai perguruan tinggi Islam berkemajuan di kancah internasional.

Seminar internasional ini dirancang berlangsung selama dua hari. Hari pertama, 27 November 2025, difokuskan bagi dosen dan staf di lingkungan UMMAT. Adapun hari kedua, 28 November 2025, dikhususkan bagi unsur lembaga kemahasiswaan, yang meliputi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Hizbul Wathan (HW), Tapak Suci (TS), serta Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) di seluruh fakultas.

Melalui pola pelaksanaan dua hari ini, KUIK ingin memastikan bahwa proses internasionalisasi di UMMAT menyentuh seluruh lapisan sivitas akademika, mulai dari jajaran dosen dan tenaga kependidikan hingga mahasiswa sebagai generasi penerus dan duta kampus di masa depan.

Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, M.A., menyampaikan apresiasi dan rasa bahagia atas terselenggaranya seminar internasional ini. Beliau secara khusus menyampaikan selamat datang kepada Mr. Andrew Ezekiel, dosen nasional dari Universiti Singapore sekaligus perwakilan Knosmosis LLP Singapore, yang diundang sebagai narasumber utama.

Rektor menegaskan bahwa kehadiran narasumber internasional bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari komitmen nyata UMMAT untuk membuka ruang kolaborasi global. “Atas nama keluarga besar Universitas Muhammadiyah Mataram, kami menyampaikan selamat datang kepada Mr. Andrew Ezekiel. Beliau merupakan ahli dalam pengembangan global mindset, inovasi pembelajaran, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia di perguruan tinggi. Melalui seminar ini, kami berharap dosen, staf, dan mahasiswa UMMAT semakin terdorong untuk berpikir global, bekerja profesional, dan tetap berpegang pada nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan,” ujar Rektor.

Lebih lanjut, Rektor menekankan bahwa internasionalisasi tidak hanya diukur dari banyaknya kerja sama luar negeri, tetapi juga dari cara pandang dan budaya kerja di lingkungan kampus.  “Internasionalisasi itu bermula dari mindset. Ketika cara pandang kita sudah terbuka, budaya kerja kita berubah, dan kita mulai membiasakan standar global dalam aktivitas akademik, maka secara perlahan UMMAT akan mencatatkan jejaknya di dunia internasional. Di sinilah pentingnya seminar seperti ini, yang tidak hanya memberi pengetahuan, tetapi juga menginspirasi perubahan,” tambahnya.

Dalam sesi pemaparan, Mr. Andrew Ezekiel menjelaskan secara komprehensif mengenai pentingnya global mindset di lingkungan perguruan tinggi. Ia mengawali dengan menggambarkan dinamika dunia pendidikan tinggi yang kian kompetitif dan saling terhubung lintas negara.

Menurutnya, perguruan tinggi seperti UMMAT memiliki peluang besar untuk berkontribusi di tingkat global jika berani mengubah cara pandang dan membuka diri terhadap kolaborasi internasional. “Untuk membangun kampus yang berdampak secara global, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengubah mindset. Dosen dan staf perlu melihat diri mereka sebagai bagian dari komunitas akademik dunia, bukan hanya sebagai pengajar atau pengelola di satu wilayah tertentu. Dari pemanfaatan platform digital, kolaborasi riset lintas negara, hingga keberanian tampil dalam forum internasional, semua itu berawal dari mindset yang terbuka,” jelas Mr. Andrew.

Ia juga menegaskan bahwa internasionalisasi bukan berarti meninggalkan jati diri lokal maupun nilai-nilai keislaman yang dianut UMMAT, melainkan bagaimana menghadirkan nilai-nilai tersebut di panggung global. “UMMAT memiliki kekhasan sebagai kampus Islam berkemajuan. Itu adalah kekuatan, bukan batasan. Tantangannya adalah bagaimana menjadikan kekhasan itu sebagai nilai tambah di tingkat internasional, misalnya dalam kajian keislaman kontemporer, pendidikan, sosial, maupun kemanusiaan,” sambungnya.

Kepala KUIK UMMAT, Asbah, M.Hum., menyampaikan bahwa internasionalisasi adalah jalan utama menuju transformative university sebuah kampus yang tidak hanya mengikuti perubahan dunia, tetapi turut membentuknya. Perubahan mindset menjadi fondasi utama: membuka pikiran, melampaui batas, dan menjadikan setiap sivitas akademika agen transformasi global.

Dengan mindset yang terbuka terhadap kolaborasi internasional, UMMAT diharapkan tidak sekadar tumbuh, tetapi melompat menuju masa depan yang lebih berpengaruh dan bermartabat di panggung dunia. (HUMAS UMMAT)

Program Studi Teknik Sipil UMMAT Gelar Kuliah Pakar, Bahas Pemanfaatan Bendungan untuk Ketahanan Air di Tengah Perubahan Iklim

Program Studi Teknik Sipil UMMAT Gelar Kuliah Pakar, Bahas Pemanfaatan Bendungan untuk Ketahanan Air di Tengah Perubahan Iklim

Mataram, Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik (FATEK) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) sukses menyelenggarakan kuliah pakar bertajuk “Pemanfaatan Bendungan untuk Mendukung Ketahanan Air dalam Menghadapi Perubahan Iklim” pada Senin, 24 November 2025, bertempat di Aula Lantai 3 Gedung Rektorat UMMAT.

Kegiatan ini menghadirkan pakar keairan, Ir. Nursetiawan, ST., MT., Ph.D. dari Program Studi Magister Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sebagai narasumber utama. Kuliah pakar tersebut diikuti oleh dosen dan mahasiswa Teknik Sipil UMMAT, serta perwakilan sivitas akademika yang memiliki ketertarikan di bidang sumber daya air dan infrastruktur keairan.

Dekan Fakultas Teknik UMMAT, Dr. Ir. H. Aji Syailendra Ubaidillah, ST., M.Sc., menegaskan urgensi pemanfaatan infrastruktur keairan, khususnya bendungan, di wilayah Nusa Tenggara Barat. Ia menilai, perubahan iklim yang kian terasa menuntut adanya strategi pengelolaan air yang lebih terencana dan berkelanjutan.

“Pemanfaatan bendungan yang efektif dapat menjadi salah satu solusi untuk memastikan ketersediaan air bagi masyarakat, mendukung sektor pertanian, serta menjaga ekosistem kita. Dengan menghadirkan pakar dalam bidang ini, kita berharap dapat menemukan solusi konkret untuk tantangan yang ada,” ungkap Dr. Aji.

Lebih lanjut, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh dosen dan tim penyelenggara dari Program Studi Teknik Sipil UMMAT yang telah memprakarsai kegiatan kuliah pakar ini. Menurutnya, tema yang diangkat sangat relevan dengan kondisi aktual wilayah NTB yang kerap menghadapi persoalan keterbatasan air di musim kemarau dan ancaman ketidakteraturan pola musim akibat perubahan iklim.

“Tema yang diangkat sangat relevan dan sesuai dengan permasalahan yang dihadapi wilayah Nusa Tenggara Barat. Kegiatan kolaborasi antar perguruan tinggi, khususnya di lingkup Perguruan Tinggi Muhammadiyah, sangat perlu didukung oleh seluruh pihak baik di tingkat Fakultas maupun Universitas,” tambahnya.

Sebagai narasumber, Ir. Nursetiawan, ST., MT., Ph.D. menyampaikan materi mengenai peran strategis bendungan dalam sistem ketahanan air, mulai dari fungsi penyimpanan air baku, irigasi pertanian, pengendalian banjir, hingga dukungan terhadap kebutuhan domestik dan industri. Ia juga mengulas berbagai tantangan pengelolaan bendungan di tengah perubahan iklim, seperti perubahan pola curah hujan, peningkatan frekuensi kejadian ekstrem, serta kebutuhan adaptasi desain dan pengoperasian infrastruktur.

Dalam paparannya, ia menekankan bahwa bendungan tidak hanya dilihat sebagai bangunan fisik, tetapi sebagai bagian dari sistem pengelolaan sumber daya air terpadu yang melibatkan pemerintah, akademisi, dan masyarakat. Pengelolaan yang baik diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

Ir. Nursetiawan juga memberikan contoh-contoh praktik baik dan strategi teknis yang dapat diterapkan di daerah-daerah yang memiliki karakteristik serupa dengan NTB, baik dari sisi hidrologi, topografi, maupun sosial-ekonomi. Dengan demikian, materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dan kontekstual dengan kebutuhan daerah.

Kegiatan kuliah pakar ini sejalan dengan komitmen UMMAT, khususnya Program Studi Teknik Sipil, untuk menghadirkan proses pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman dan tantangan lokal. Melalui kegiatan akademik semacam ini, UMMAT berupaya memperkuat kontribusinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama di bidang teknik sumber daya air dan ketahanan lingkungan di wilayah Nusa Tenggara Barat.

Di akhir sesi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif. Para peserta tampak antusias mengajukan pertanyaan seputar perencanaan bendungan, manajemen operasi, potensi pemanfaatan bendungan multifungsi, hingga peluang riset lanjutan yang dapat dikembangkan bersama. Suasana dialog yang hangat menunjukkan besarnya minat mahasiswa dan dosen Teknik Sipil UMMAT terhadap isu ketahanan air dan perubahan iklim. (HUMAS UMMAT)

UMMAT Resmi Lepas Dua Tim Debat Ikuti Jawa Pos Radar Bali IV 2025: Teguhkan Komitmen Membangun Generasi Kritis dan Berprestasi

UMMAT Resmi Lepas Dua Tim Debat Ikuti Jawa Pos Radar Bali IV 2025: Teguhkan Komitmen Membangun Generasi Kritis dan Berprestasi

Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong prestasi mahasiswa di tingkat nasional. Melalui Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA), UMMAT secara resmi melepas delegasi mahasiswa yang akan berkompetisi dalam Lomba Debat Mahasiswa Jawa Pos Radar Bali IV Tahun 2025 yang diselenggarakan di Universitas Internasional Bali, dengan mengusung tema “Merawat Bumi, Mewujudkan Energi Baru Terbarukan.”

Pelepasan berlangsung pada Rabu, 5 November 2025, bertempat di ruang kerja Wakil Rektor III UMMAT. Dalam kegiatan tersebut, Dr. Erwin, M.Pd., selaku Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, secara langsung memberikan arahan dan motivasi kepada para peserta yang terdiri dari empat mahasiswa yang terbagi ke dalam dua regu mewakili UMMAT.

Adapun mahasiswa yang mewakili UMMAT terbagi ke dalam dua tim. Tim 1 terdiri atas Muhammad Naufal, mahasiswa Program Studi Teknik Pertambangan, dan Jodi Haryadi, mahasiswa Program Studi Hukum. Sementara itu, Tim 2 beranggotakan M. Slamet Supriyatna, mahasiswa Program Studi Teknik Pertambangan dan Nanda Rizka Putri, mahasiswa Program Studi Hukum. Mereka akan didampingi oleh dosen pendamping, Kris Wardiansyah, S.H.,M.H.

Dr. Erwin menyampaikan bahwa keikutsertaan mahasiswa UMMAT dalam ajang debat nasional ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan kompetisi debat internal kampus yang sebelumnya diselenggarakan sebagai upaya pembinaan dan pengembangan kemampuan berpikir kritis mahasiswa.

“Kami berharap ajang ini menjadi kesempatan dan peluang berharga bagi adik-adik untuk berkontribusi serta membawa nama baik UMMAT melalui capaian prestasi. Kompetisi ini merupakan tindak lanjut dari lomba debat internal kampus yang bertujuan mengasah kemampuan berpikir kritis, logika argumentasi, dan wawasan kebangsaan mahasiswa,” ujar Dr. Erwin.

Lebih lanjut, beliau menegaskan pentingnya semangat juang dan etika akademik dalam setiap kompetisi. “Kami berharap para peserta tidak hanya hadir sebagai partisipan, tetapi mampu berikhtiar secara maksimal untuk meraih prestasi terbaik. Mahasiswa UMMAT memiliki potensi yang tidak kalah dengan kampus-kampus besar lainnya. Hal ini telah terbukti dari berbagai prestasi yang berhasil diraih di tingkat nasional maupun internasional,” tegasnya.

Selain itu, Dr. Erwin juga berpesan agar mahasiswa memperkaya referensi dan memperdalam pengetahuan mengenai isu-isu energi dan lingkungan yang menjadi topik utama debat. “InsyaAllah, keikutsertaan UMMAT dalam ajang ini menjadi energi baru bagi kampus kita. Manfaatkan kesempatan ini untuk memperluas wawasan, menjalin jejaring, serta berbagi pengalaman dengan peserta dari berbagai daerah bahkan negara. Kami mendoakan semoga seluruh peserta dapat berkompetisi dengan baik dan kembali membawa prestasi gemilang,” imbuhnya.

Pelepasan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan UMMAT dalam mengembangkan soft skills mahasiswa, khususnya dalam bidang komunikasi, kepemimpinan, dan pemikiran kritis. Hal ini merupakan wujud nyata implementasi Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang menekankan aspek pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

Bagi mahasiswa yang ingin mengikuti jejak mereka menjadi insan berprestasi, kami membuka ruang seluas-luasnya melalui berbagai program pengembangan kreativitas dan prestasi mahasiswa. Silakan menghubungi Biro Kemahasiswaan dan Alumni UMMAT di nomor 0819-9988-4461 (Kepala Bidang Pengembangan Kreativitas dan Prestasi Mahasiswa). (HUMAS UMMAT)

https://guyhoquet-immobilier-serezindurhone.com/
https://raptor-srls.it.com/
https://wrixtwistio.it.com/
https://shane.it.com/
https://xanaxmeds.com/about-us/
https://scholarshipfarm.com/medical-schools-of-ukraine/
https://marxtrains.com/home/
https://www.diniyyah.ac.id/
https://hubzoomer.com/
https://www.salamah.nsw.edu.au/contact/
slot 4d
totoslot
toto4d
toto4d
Angkatoto
slot qris
https://www.teambuilding-srbija.com/upit/