Mataram, 13 Februari 2025 – Dalam sebuah sesi Podcast yang inspiratif, Direktur Muhammadiyah Boarding School (MBS) UMMAT, Pak Supratman, S.Pd., M.Pd., berbagi kisah mengenai latar belakang berdirinya MBS UMMAT serta visi besar yang ingin dicapai melalui sekolah ini.
Muhammadiyah Boarding School UMMAT hadir sebagai Lab School yang didirikan oleh Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) dengan tujuan menciptakan institusi pendidikan berkualitas tinggi yang berbasis nilai-nilai Islam. Awalnya, MBS UMMAT hanya berupa sebuah konsep Lab School untuk UMMAT, tetapi seiring waktu berkembang menjadi sebuah institusi pendidikan formal yang saat ini telah membuka jenjang pendidikan mulai dari Kelompok Bermain (KB), Taman Kanak-Kanak (TK), hingga Sekolah Dasar (SD).
MBS UMMAT memiliki visi besar dengan tagline “Sekolah Para Juara, Islami, Unggul, dan Modern Melangkah Pasti Meraih Prestasi.” Tagline ini mencerminkan misi utama sekolah dalam membentuk siswa yang memiliki Disiplin Keilmuan, tidak hanya dalam bidang keagamaan tetapi juga dalam aspek lainnya seperti sains, seni, olahraga, dan bahasa asing.
Dengan pendekatan ini, MBS ingin menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya unggul dalam akademik tetapi juga membentuk karakter siswa agar siap menghadapi tantangan zaman. Untuk mendukung misi tersebut, MBS mengusung konsep Integrasi Kurikulum, yaitu menggabungkan kurikulum internal Muhammadiyah dengan kurikulum yang telah ditetapkan oleh pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Dengan demikian, siswa mendapatkan pendidikan yang seimbang antara ilmu keislaman dan ilmu umum.
Salah satu keunggulan MBS UMMAT adalah pendekatan yang digunakan dalam membina peserta didik. Sebelum memulai proses pembelajaran, setiap anak dipetakan potensinya agar dapat dibina sesuai dengan minat dan bakat mereka. Hal ini memungkinkan para guru untuk memberikan pendampingan yang lebih efektif, sehingga setiap siswa dapat mencapai prestasi terbaik di bidangnya masing-masing.
Selain pembelajaran akademik, MBS UMMAT juga menyediakan berbagai program ekstrakurikuler untuk mengasah keterampilan siswa. Salah satu program unggulan yang ditawarkan adalah Tapak Suci, seni bela diri khas Muhammadiyah yang telah dikenal luas sebagai olahraga yang membangun disiplin, ketangguhan, dan kepercayaan diri.
Hasil dari sistem pendidikan dan pembinaan yang diterapkan di MBS UMMAT telah terbukti dengan berbagai prestasi yang diraih oleh siswa, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa MBS UMMAT mampu mencetak generasi yang kompetitif di berbagai bidang, baik dalam kompetisi akademik, sains, seni, maupun olahraga.
Dalam Podcast tersebut, Pak Supratman juga mengungkapkan harapan dan rencana jangka panjang MBS UMMAT. Dalam beberapa tahun ke depan, MBS berencana untuk memperluas jenjang pendidikannya dengan membuka program boarding school hingga tingkat SMP dan SMA. Pengembangan ini akan dilakukan secara bertahap dengan memastikan kesiapan infrastruktur serta kualitas pengajaran yang tetap terjaga.
Untuk saat ini, fokus utama MBS adalah mengembangkan jenjang pendidikan TK dan SD agar berjalan lebih baik dan menjadi model sekolah unggulan di Kota Mataram. Dengan demikian, setiap langkah pengembangan MBS akan dilakukan dengan penuh perencanaan agar dapat terus memberikan yang terbaik bagi para peserta didik.
Sebagai wujud komitmen terhadap pendidikan berkualitas yang dapat diakses oleh berbagai kalangan, MBS UMMAT juga menyediakan berbagai program beasiswa bagi calon siswa. Beasiswa tersebut meliputi:
Beasiswa untuk anak warga Muhammadiyah
Beasiswa bagi alumni TK Sang Surya
Beasiswa bagi alumni TK Aisyiyah
Beasiswa bagi saudara kandung
Beasiswa prestasi akademik dan non-akademik
Mengakhiri sesi Podcast, Pak Supratman menyampaikan pesan kepada para orang tua yang sedang mencari sekolah terbaik bagi anak-anak mereka. Ia menegaskan bahwa MBS UMMAT siap menerima siswa dengan tangan terbuka dan berkomitmen untuk mendidik anak-anak sesuai dengan perkembangan zaman, tanpa mengabaikan prinsip-prinsip dasar pendidikan Islam.
“Setiap anak memiliki potensi. Tugas kami adalah membina mereka sesuai dengan minat dan bakatnya agar mereka bisa berkembang secara optimal,” ungkapnya.
MBS UMMAT juga menegaskan bahwa kualitas pengajaran menjadi prioritas utama, dengan memastikan bahwa para guru yang mengajar di sekolah ini telah melalui seleksi ketat. Dengan demikian, orang tua dapat merasa tenang karena anak-anak mereka dididik oleh tenaga pengajar yang kompeten dan berkualitas.
Sebagai penutup, Direktur MBS UMMAT berharap agar sekolah ini terus berkembang dan menjadi Lab School terkemuka di Kota Mataram. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, MBS optimis dapat terus mencetak generasi penerus bangsa yang berkarakter, unggul, dan berprestasi (HUMAS UMMAT).
Mataram, 12 Februari 2025 – Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) resmi melantik Dekan Fakultas Pertanian (FAPERTA) dan Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) untuk masa jabatan 2025-2029. Dalam prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat, Dr. H. Muhirdan, S.Pd.I., M.Si., resmi menjabat sebagai Dekan FAI, sementara Syirril Ikhromi, S.P., M.P., dilantik sebagai Dekan FAPERTA.
Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, M.A., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya pelantikan ini. Beliau berharap para dekan yang baru dilantik dapat menjalankan tugas dengan amanah dan penuh tanggung jawab selama masa jabatan mereka. “Jabatan yang diemban bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh dedikasi. Kepemimpinan di tingkat fakultas memiliki peran strategis dalam menentukan arah pengembangan akademik dan mutu pendidikan di UMMAT,” tegasnya. Oleh karena itu, beliau meminta para dekan untuk tidak hanya berperan sebagai pemimpin administratif, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mampu mendorong inovasi dan kolaborasi di lingkungan akademik.
Selain itu, Rektor juga menyoroti pentingnya peningkatan akreditasi minimal hingga tingkat “Baik Sekali” sebagai target yang harus dicapai oleh setiap fakultas. Menurutnya, akreditasi yang baik akan memberikan dampak positif terhadap daya saing lulusan, kualitas pengajaran, serta peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap UMMAT. Untuk itu, beliau mengajak seluruh civitas akademika, termasuk dosen dan tenaga kependidikan, untuk bersinergi dalam meningkatkan kualitas akademik dan layanan pendidikan di kampus.
beliau juga menyoroti perlunya pengelolaan website di setiap unit kampus agar lebih optimal dalam mendukung kegiatan akademik dan administratif. Menurutnya, website yang dikelola dengan baik dapat menjadi media utama dalam menyampaikan informasi akademik, promosi program studi, serta pencapaian institusi kepada masyarakat luas. Beliau meminta agar setiap fakultas lebih proaktif dalam memperbarui informasi di website masing-masing dan memanfaatkannya sebagai sarana untuk meningkatkan citra akademik UMMAT.
Tidak lupa, beliau juga mengucapkan terima kasih kepada para mantan dekan atas dedikasi dan kerja keras mereka selama menjabat. “Semoga segala usaha dan pengabdian yang telah diberikan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT,” ujar Rektor UMMAT.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Falahuddin, M.Ag., turut menyampaikan ucapan selamat kepada para dekan yang baru dilantik. Dalam pidatonya, beliau menekankan bahwa amanah yang diemban merupakan sebuah titipan yang harus dijaga dengan baik.
Beliau mengutip QS Al-Anfal ayat 27 yang berbunyi, “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul serta janganlah kamu mengkhianati amanat yang dipercayakan kepadamu, sedangkan kamu mengetahui”.
Dalam konteks ini, beliau mengingatkan bahwa para pejabat struktural di lingkungan Muhammadiyah telah memilih jalur dakwah melalui peran struktural, yang menuntut tanggung jawab lebih besar dan kedisiplinan yang tinggi.
“Kita harus menjadi kader persyarikatan, bukan sekadar anggota. Seorang kader bertanggung jawab menggerakkan persyarikatan lebih tinggi,” ungkapnya. Beliau menambahkan bahwa kampus merupakan instrumen utama dalam mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya, sesuai cita-cita KH. Ahmad Dahlan.
Dr. Falahuddin juga menekankan bahwa dalam struktur Muhammadiyah, semua elemen kepemimpinan harus mengikuti misi yang telah ditetapkan oleh Rektor agar dakwah persyarikatan tetap berjalan selaras. “Ikhtiar kita di Muhammadiyah adalah menjadi model pembelajaran (model learning) yang bisa dicontoh oleh yang lain,” tambahnya.
Lebih lanjut, beliau mengingatkan pentingnya keikhlasan dalam berkhidmat di Muhammadiyah. Mengutip pesan dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Haedar Nashir, beliau menyatakan bahwa menjadi kader persyarikatan harus didasari dengan keikhlasan. Jika belum terpilih dalam struktur kepemimpinan, harus tetap bersyukur dan yakin bahwa berkah ada di tempat lain.
Sebagai penutup, Dr. Falahuddin mengingatkan seluruh civitas akademika UMMAT agar memperlakukan institusi ini sebagai rumah bersama, bukan sebagai rumah tangga laba-laba yang saling memangsa. “UMMAT adalah rumah kita, tempat kita bersama-sama berjuang demi kemajuan pendidikan dan dakwah Islam,” pungkasnya.
Usai prosesi pelantikan, acara dilanjutkan dengan serah terima jabatan dari pejabat lama kepada pejabat baru. Para dekan yang telah purna tugas turut memberikan pesan dan kesan serta harapan bagi kemajuan fakultas di masa mendatang. Suasana penuh haru terasa saat mantan Dekan FAPERTA dan FAI menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh civitas akademika atas dukungan yang telah diberikan selama masa kepemimpinan mereka.
Pelantikan dan serah terima jabatan ini menjadi momentum penting bagi UMMAT dalam meningkatkan kinerja akademik dan administrasi di lingkungan kampus. Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang tinggi, diharapkan para pejabat struktural yang baru mampu membawa UMMAT ke arah yang lebih baik, berdaya saing, dan tetap berlandaskan nilai-nilai Islam yang kuat (HUMAS UMMAT).
Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dengan memberikan dukungan nyata kepada mahasiswanya. Sebanyak 21 mahasiswa UMMAT terpilih menerima Beasiswa Stimulan Kerja Sama (BSK), yang merupakan hasil kolaborasi antara UMMAT dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) NTB (30/12).
Wakil Rektor III UMMAT, Dr. Erwin menyampaikan apresiasi tinggi kepada mahasiswa yang berhasil meraih beasiswa ini dan memberikan motivasi agar mereka terus berprestasi. “Selamat kepada 21 mahasiswa yang terpilih sebagai penerima Beasiswa Stimulan Kerja Sama. Semoga program ini dapat meningkatkan semangat belajar dan produktivitas mahasiswa, sehingga mereka mampu bersaing dan meraih prestasi,” ujarnya.
Program BSK ini merupakan salah satu bentuk nyata sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Beasiswa ini diberikan sebagai bentuk apresiasi dan dukungan kepada mahasiswa yang telah menunjukkan prestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Tujuannya adalah untuk mempersiapkan generasi muda NTB yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.
Dalam kesempatan tersebut, para penerima beasiswa mengungkapkan rasa syukur dan komitmennya untuk terus belajar dan berprestasi. Salah satu penerima, yang merupakan mahasiswa program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Iin Dwian Putri menyampaikan harapannya agar beasiswa ini dapat menjadi pendorong untuk mencapai cita-cita.
“Sebagai penerima Beasiswa Stimulan Kerja Sama, Saya sangat berharap dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin untuk mengembangkan potensi diri dan meningkatkan kualitas pendidikan saya. Beasiswa ini tidak hanya meringankan beban finansial, tetapi juga menjadi motivasi tambahan bagi saya untuk belajar lebih banyak dan berkontribusi positif di lingkungan kampus,”ungkapnya.
Selain dukungan finansial, beasiswa ini juga dianggap sebagai bentuk pengakuan terhadap potensi dan kerja keras mahasiswa. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi mereka untuk terus berkembang, baik dalam bidang akademik maupun pengembangan diri.
Dr. Erwin juga menekankan pentingnya kolaborasi strategis antara UMMAT dan berbagai pihak eksternal untuk membuka lebih banyak peluang bagi mahasiswa.
“Kami berkomitmen menghadirkan program-program pengembangan mahasiswa, baik melalui beasiswa maupun pelatihan lainnya. Kerja sama dengan BRIDA NTB ini adalah salah satu contoh nyata bagaimana kolaborasi dapat memberikan dampak positif bagi pendidikan di NTB. Semoga sinergi ini dapat terus berjalan dan membawa manfaat besar,” tambahnya.
Lebih lanjut, Dr. Erwin mengungkapkan bahwa UMMAT akan terus berinovasi dalam menciptakan program-program yang mendukung pengembangan mahasiswa. Hal ini termasuk pelatihan, seminar, dan program pengembangan karier yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Acara penyerahan beasiswa ini ditutup dengan sesi foto bersama, yang menggambarkan semangat kolaborasi antara UMMAT dan Pemerintah Provinsi NTB dalam mencetak generasi muda yang unggul, inovatif, dan berprestasi.
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang yang memerlukan kerja sama dari berbagai pihak. UMMAT, sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di NTB, terus memperkuat perannya dalam mendukung pencapaian visi NTB untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas, berdaya saing, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Dengan program seperti Beasiswa Stimulan Kerja Sama ini, UMMAT menunjukkan komitmennya untuk mendukung mahasiswa meraih cita-cita mereka, sekaligus memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan yang mampu mencetak generasi muda yang siap menghadapi tantangan global (HUMAS UMMAT).
Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Korps Sukarela (KSR) Palang Merah Indonesia (PMI), berkolaborasi dengan Protection Gender Inclusion (PGI) Relawan, menyelenggarakan kampanye bertajuk “Anti Kekerasan terhadap Perempuan”. Kegiatan ini diikuti oleh 90 peserta yang berasal dari berbagai organisasi UKM KSR di Mataram, seperti KSR PMI Universitas Nahdatul Ulama NTB, KSR PMI Universitas Islam Negeri Mataram, KSR PMI Universitas 45 Mataram, KSR PMI Universitas Pendidikan Mandalika, KSR PMI Universitas Mataram, dan KSR PMI Universitas Bumi Gora (23/12).
Ketua Umum KSR PMI UMMAT, Farischa Magfiratun Ramadhani, menjelaskan bahwa kampanye ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran generasi muda mengenai bahaya dan dampak kekerasan terhadap perempuan. Menurutnya, kekerasan terhadap perempuan adalah isu serius yang membutuhkan perhatian semua pihak, khususnya generasi muda yang menjadi penggerak perubahan di masa depan.
“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada peserta tentang kekerasan gender, dampaknya, dan cara melawannya. Harapan kami, mahasiswa tidak hanya menjadi agen perubahan, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan,” ungkap Farischa.
Farischa juga menegaskan pentingnya peran kampus dalam upaya ini, termasuk dengan menyusun kebijakan yang tegas terhadap kasus kekerasan, memberikan edukasi berkelanjutan tentang kekerasan gender, serta menyediakan perlindungan bagi mahasiswa yang menjadi korban.
Ketua PGI Relawan, Bapak Zulfakar, menekankan pentingnya keberanian para korban kekerasan untuk berbicara dan melaporkan kasus yang mereka alami. “Tujuan utama kami adalah mencegah terulangnya kasus kekerasan seksual terhadap perempuan. Melalui kampanye ini, kami berharap siapa pun yang menjadi korban kekerasan seksual berani untuk speak up dan melapor kepada pihak berwajib,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi komunitas lain untuk bersama-sama melawan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan, baik di lingkungan pendidikan maupun masyarakat luas.
Wakil Rektor III UMMAT, Dr. Erwin, M.Pd., yang turut hadir dalam kegiatan ini, memberikan apresiasi atas kolaborasi antara KSR PMI UMMAT dan PGI Relawan. Ia menyatakan bahwa kampus mendukung penuh kegiatan yang bertujuan menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan inklusif.
“Kekerasan terhadap perempuan adalah masalah serius yang harus kita lawan bersama. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi awal yang baik untuk memperkuat kesadaran dan komitmen semua pihak, khususnya civitas akademika UMMAT, dalam melawan kekerasan terhadap perempuan,” tegasnya.
Kegiatan ini juga menghadirkan sesi diskusi interaktif, di mana peserta dapat berbagi pandangan, pengalaman, serta ide-ide untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan bebas dari kekerasan. Dalam sesi ini, berbagai pertanyaan dan tanggapan dari peserta menambah antusiasme dan kebermanfaatan acara.
Acara ini ditutup dengan deklarasi bersama untuk melawan kekerasan terhadap perempuan, disertai ajakan untuk menyebarkan semangat positif kepada komunitas masing-masing. Kampanye ini bukan hanya menjadi momentum penting bagi UKM KSR PMI UMMAT dan PGI Relawan, tetapi juga menegaskan komitmen mereka dalam menciptakan perubahan nyata di masyarakat (HUMAS UMMAT).
Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali mengukir sejarah dengan meraih enam penghargaan bergengsi pada ajang AWARD LLDIKTI Wilayah VIII, yang digelar pada 20 Desember 2024. Pencapaian ini menjadi bukti nyata atas dedikasi dan kerja keras UMMAT dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, baik di level regional maupun nasional (23/12).
Berikut adalah enam penghargaan yang berhasil diraih UMMAT, yakni (1). Perguruan Tinggi Swasta dengan Pencapaian Guru Besar Tahun 2024, yang menunjukkan komitmen UMMAT dalam mendukung peningkatan kualitas akademik dan profesionalisme para dosennya; (2). Partisipan Anugerah Kerjasama Diktisaintek Tahun 2024, sebagai apresiasi atas kontribusi UMMAT dalam pengembangan inovasi dan teknologi; (3). Perguruan Tinggi Swasta dengan Partisipasi Terbanyak II dalam Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Tahun 2024, yang mencerminkan dukungan UMMAT terhadap pengembangan organisasi mahasiswa; (4). Perguruan Tinggi Swasta Partisipan Terbanyak dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Skema Insentif Tahun 2024, yang menegaskan komitmen UMMAT dalam membina kreativitas dan inovasi mahasiswa; (5). Perguruan Tinggi Swasta dengan Partisipasi Terbanyak II dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 8 Bidang Tahun 2024, yang memperkuat posisi UMMAT sebagai kampus yang memprioritaskan kegiatan kreatif mahasiswa (6). Perguruan Tinggi Swasta dengan Pendanaan Hibah Penelitian Fundamental Regular Terbanyak Tahun 2024, sebagai pengakuan atas dedikasi UMMAT dalam mendukung penelitian berkualitas.
Wakil Rektor I UMMAT, Dr. Harry Irawan Johary, S. Hut., M. Si., mengungkapkan rasa syukur atas prestasi yang telah diraih. “Ini adalah hasil kerja keras seluruh civitas akademika UMMAT. Penghargaan ini merupakan refleksi dari upaya kami untuk terus memberikan yang terbaik bagi dunia pendidikan,” ujarnya.
Namun, Dr. Harry juga mengingatkan bahwa penghargaan ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tantangan baru. “Kita masih berada di level menengah dalam Wilayah VIII. Masih banyak PTS di wilayah Bali yang lebih unggul, dan ini menjadi cerminan bahwa kita harus bekerja lebih keras lagi. Mulai sekarang, kita harus bergerak bersama untuk meningkatkan kualitas dan daya saing UMMAT,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM untuk menghadapi persaingan ke depan. “Saya yakin dengan potensi SDM yang kita miliki, kita bisa mencapai hasil yang lebih baik. Namun, kita juga harus terus waspada, karena PTS lain di NTB juga terus berkembang. Ini adalah momentum untuk introspeksi dan memperkuat strategi akademik ke depan,” tambahnya.
Keberhasilan UMMAT dalam meraih penghargaan ini tidak terlepas dari komitmen kampus dalam mendukung inovasi dan kolaborasi. Salah satu program yang menjadi unggulan adalah keterlibatan aktif dalam program PKM dan PPK Ormawa, yang bertujuan untuk membangun kapasitas mahasiswa dalam berorganisasi, berkreativitas, dan berinovasi.
Selain itu, UMMAT juga menunjukkan komitmennya dalam bidang penelitian dengan menjadi salah satu penerima pendanaan hibah penelitian fundamental terbanyak. Hal ini menunjukkan bahwa UMMAT tidak hanya fokus pada pengembangan mahasiswa, tetapi juga pada kontribusi nyata terhadap ilmu pengetahuan.
Sebagai bagian dari langkah strategis ke depan, Dr. Harry menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan institusi dan target akademik dosen. “Kebijakan yang kita buat harus terfokus pada pencapaian tujuan yang jelas. Peningkatan jumlah guru besar dan kualitas penelitian harus menjadi prioritas bersama,” jelasnya.
Dengan penghargaan yang telah diraih, UMMAT optimis untuk terus berkembang dan meningkatkan daya saingnya, tidak hanya di NTB, tetapi juga di tingkat nasional dan internasional.
“Prestasi ini adalah milik kita bersama. Mari kita jadikan ini sebagai motivasi untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” tutup Dr. Harry.
Penghargaan dari LLDIKTI Wilayah VIII ini menjadi bukti nyata bahwa UMMAT adalah kampus yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga menjadi motor penggerak perubahan dan inovasi di dunia pendidikan (HUMAS UMMAT).
Mataram, Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), Fatri Saleh dan Husnul Khotimah, berhasil mengukir prestasi gemilang dengan meraih juara favorit dan pemenang hiburan dalam Kompetisi Jurnalis Kebangsaan Mahasiswa 2024. Kompetisi bergengsi ini diselenggarakan secara daring oleh Tim Jurnalis Kebangsaan Mahasiswa (JKM) yang diprakarsai oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI (19/12).
Kompetisi yang bertujuan membangun semangat persahabatan di era Society 5.0 ini diikuti oleh lebih dari 400 mahasiswa dari 76 universitas di seluruh Indonesia. Proses kompetisi terdiri dari beberapa tahap, mulai dari pendaftaran peserta dan pelatihan (18 Agustus – 20 November), pengumpulan materi (20 – 27 November), penilaian (28 November – 6 Desember), pengumuman finalis (9 Desember 2024), hingga pengumuman para pemenang pada 18 Desember 2024 kemarin.
Fatri Saleh, mahasiswa semester 7 Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), berhasil menjadi pemenang favorit untuk kategori esai jurnalistik. Dalam esainya yang berjudul “Mahasiswa se-NTT Mataram Gelar Aksi Galang Dana untuk Korban Erupsi Gunung Lewotobi: Semangat Gotong Royong untuk Kemanusiaan”.
Namun, perjalanan Fatri menuju prestasi ini tidaklah mudah. Ia mengakui bahwa tantangan terbesar yang dihadapinya adalah kurangnya rasa percaya diri terhadap kemampuan menulisnya. “Saya sempat merasa tidak yakin dengan kemampuan yang saya miliki. Namun, dengan dukungan teman-teman, dosen, dan keyakinan untuk mencoba, saya mampu melewati rasa tidak percaya diri itu,” ujarnya.
Fatri juga menekankan pentingnya kompetisi ini dalam melatih keterampilan menulis sekaligus memperkuat semangat kebangsaan di kalangan mahasiswa. “Semoga kampus semakin sering mendorong mahasiswa untuk terlibat dalam kegiatan tingkat nasional maupun internasional. Hal ini penting untuk membentuk generasi muda yang kritis dan berjiwa kebangsaan,” tambahnya.
Di sisi lain, Husnul Khotimah, mahasiswa semester 7 Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), juga mencatatkan prestasi luar biasa sebagai pemenang hiburan untuk kategori foto jurnalistik. Karyanya yang bertema “Semangat Belajar di Tengah Keterbatasan Fasilitas” berhasil mencuri perhatian dewan juri dengan pesan kebangsaan yang kuat melalui visual.
Husnul mengungkapkan bahwa tantangan utama yang dihadapinya adalah keraguan terhadap kualitas hasil karyanya sendiri. “Saya sempat merasa tidak percaya diri dengan hasil foto yang saya kirimkan. Namun, saya berusaha untuk terus belajar dan memperbaiki diri dengan menerima masukan dari berbagai pihak,” ungkapnya.
Ia juga menyatakan bahwa kompetisi ini memberikan pengalaman berharga dalam memahami pentingnya peran jurnalistik dalam membangun semangat kebangsaan. “Kompetisi seperti ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan skill menulis dan berkarya. Saya berharap kampus selalu mendukung mahasiswa untuk mengikuti kegiatan semacam ini,” ujarnya.
Kompetisi Jurnalis Kebangsaan Mahasiswa 2024 merupakan bagian dari upaya BNPT RI untuk melibatkan generasi muda dalam penguatan nilai-nilai kebangsaan. Dengan tema “Membangun Semangat Kebangsaan Lewat Karya di Era Society 5.0”, kegiatan ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menyalurkan ide, gagasan, dan kreativitas mereka dalam bentuk karya jurnalistik.
Dekan FKIP UMMAT, Dr. Muhammad Nizaar, M.Si., menyampaikan bahwa kompetensi digital sangat dibutuhkan untuk menjadi guru di era digital saat ini. “Kompetisi seperti ini sangat mendukung dan bermanfaat saat mengajar nanti. Harapannya, mahasiswa lebih banyak lagi yang mengeksplorasi lomba-lomba di bidang digital karena sebenarnya mahasiswa sekarang sudah banyak yang pandai menggunakan aplikasi-aplikasi pendukung pembelajaran,” ujarnya.
Wakil Rektor III UMMAT, Dr. Erwin, M.Pd., turut memberikan apresiasi terhadap pencapaian Fatri dan Husnul. “Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa UMMAT memiliki potensi besar untuk berkontribusi di tingkat nasional. Kami akan terus mendukung dan memfasilitasi mahasiswa agar dapat mengembangkan diri mereka secara maksimal,” ungkapnya.
Dengan semangat kebangsaan yang terus berkobar, Fatri dan Husnul membuktikan bahwa mahasiswa UMMAT mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya berkarya, tetapi juga membawa nama baik universitas di kancah nasional. Semoga prestasi ini menjadi awal dari banyak pencapaian lainnya yang menginspirasi generasi muda untuk terus berkarya bagi bangsa dan negara (Humas UMMAT).