FAI UMMAT Hadirkan Kajian Tafsir Al-Qur’an Nusantara, Resapi Pesan Keagamaan yang Relevan di Era Kontemporer

FAI UMMAT Hadirkan Kajian Tafsir Al-Qur’an Nusantara, Resapi Pesan Keagamaan yang Relevan di Era Kontemporer

Mataram, Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) hadirkan kajian-kajian keislaman yang kontekstual dan bernilai strategis. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah melalui penyelenggaraan Kuliah Pakar mengenai Kajian Tafsir Al-Qur’an yang kali ini menghadirkan salah satu pakar tafsir Al-Qur’an kontemporer, Prof. Dr. KH. Sahiron Syamsuddin, M.A., Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang kini menjabat sebagai Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Kemenag RI.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin, 12 Mei 2025, bertempat di Ruang Seminar Lt. III Rektorat UMMAT ini dihadiri oleh seluruh civitas akademika FAI UMMAT, yang terdiri dari Dosen, Mahasiswa, dan para tamu undangan lainnya.

Dekan FAI UMMAT, Dr. H. Muhirdan, MA., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya untuk membangkitkan kembali semangat kajian tafsir Al-Qur’an di lingkungan akademik UMMAT. “Kegiatan ini adalah bagian dari upaya kami untuk menanamkan nuansa tafsir Al-Qur’an khas Nusantara yang kontekstual, relevan, dan mampu menyentuh kebutuhan zaman. Kami berharap tafsir yang kami hadirkan dapat lebih mengakar di tengah masyarakat dan bermanfaat dalam berbagai aspek kehidupan,” ungkap Dr. Muhirdan.

Prof. Sahiron Syamsuddin dalam paparan ilmunya menegaskan bahwa pemahaman terhadap ayat-ayat Al-Qur’an tidak bisa hanya berdasarkan pendekatan tekstual semata. Diperlukan juga pendekatan yang bersifat ilmiah, yang mencakup historisitas turunnya wahyu, serta aspek kebahasaan yang terkandung dalam teks suci tersebut. “Tafsir Al-Qur’an tidak hanya untuk dipahami dalam konteks sejarah masa lalu, tetapi juga harus dipahami dalam konteks kebijakan dan perkembangan masyarakat saat ini,” ujar Prof. Sahiron.

Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya tafsir yang inklusif dan toleran sebagai bagian dari proses peradaban yang damai. Ia menjelaskan bahwa tafsir yang dikembangkan oleh perguruan tinggi keagamaan Islam harus mampu membumikan nilai-nilai universal dalam kehidupan masyarakat yang majemuk. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menciptakan tafsir yang dapat membangun kebersamaan dalam perbedaan.

Beliau juga memberikan apresiasi kepada FAI UMMAT yang telah menggelar kuliah pakar dengan menghadirkan tokoh nasional di bidang tafsir Al-Qur’an. “Tafsir berbasis bahasa lokal sangat penting untuk memberikan pemahaman yang lebih dekat dan mudah diterima oleh masyarakat. FAI UMMAT telah menunjukkan langkah maju dengan mengedepankan tafsir yang kontekstual dan responsif terhadap realitas masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan ini mendapat apresiasi luas dari berbagai pihak, termasuk Koordinator Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (Kopertais) Wilayah XIV Mataram, Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir, M.Ag., yang juga menjabat sebagai Rektor UIN Mataram. “Acara ini luar biasa, sangat bermanfaat bagi perkembangan kajian keagamaan di NTB, terutama di lingkungan UMMAT. FAI UMMAT di bawah komando Dr. Muhirdan telah berhasil membawa nuansa akademik baru yang patut diapresiasi,” ujarnya.

Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, MA., juga memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kuliah pakar ini. Ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada Dr. Muhirdan yang berani menghadirkan narasumber tingkat nasional untuk memperkaya wawasan civitas akademika UMMAT. “Semoga kuliah pakar ini dapat mendorong lahirnya program-program studi keagamaan baru di UMMAT yang berorientasi pada kemaslahatan umat,” ujar Rektor UMMAT.

Ketua panitia acara, Dr. Fathurrijal, MA., menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mendorong kontribusi nyata dari akademisi dalam melahirkan tafsir-tafsir yang berbasis pada prinsip rahmatan lil alamin (rahmat bagi seluruh alam). “FAI UMMAT ingin menjadi pelopor dalam pengembangan tafsir yang tidak hanya ilmiah tetapi juga adaptif terhadap perubahan zaman, serta dapat merespons tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini,” ujar Dr. Fathurrijal.

Selain kuliah pakar, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi interaktif antara peserta dan narasumber, yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa dan dosen untuk bertanya langsung tentang topik-topik yang dibahas dalam kajian tafsir Al-Qur’an. Kehadiran Prof. Sahiron sebagai narasumber diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya mahasiswa FAI UMMAT, untuk terus menggali ilmu dan mengembangkan pemahaman keagamaan yang lebih inklusif dan moderat.

Dengan kegiatan ini, FAI UMMAT berkomitmen untuk terus berinovasi dalam mengembangkan kajian-kajian Islam yang lebih kontekstual, relevan dengan kebutuhan zaman, serta mampu menjawab tantangan peradaban yang terus berkembang. Kegiatan ini menjadi bagian dari visi besar UMMAT untuk menjadi pusat pendidikan Islam yang unggul dan memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban di Indonesia (HUMAS UMMAT).

FAI UMMAT Sukses Gelar Konferensi Internasional IICECE 2025: Integrasi Nilai Islam dalam Dunia Pendidikan dan Ekonomi

FAI UMMAT Sukses Gelar Konferensi Internasional IICECE 2025: Integrasi Nilai Islam dalam Dunia Pendidikan dan Ekonomi

Mataram, Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melalui Kelas Risetnya, sukses menorehkan prestasi akademik dengan menyelenggarakan Islamic International Conference on Education, Communication, and Economics (IICECE) 2025. Konferensi perdana ini mengusung tema besar “Integrating Islamic Values in Digital Education, Strategic Communication, and Economic Development for a Sustainable Future” dan menjadi ajang intelektual bergengsi yang mempertemukan para akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 10 Mei 2025 ini menghadirkan empat narasumber ahli yang dikenal secara internasional, yakni: Prof. Dr. Badlihisham Bin Mohd Nasir (Universiti Teknologi Malaysia), Dr. Hafiza Abas (Universiti Teknologi Malaysia), Dr. Mukhlisin, M.Si (Universitas Muhammadiyah Mataram), dan Hasrat Usman Mashwani, Ph.D (Sayed Jamaluddin Afghani University, Afghanistan).

Pembina Kelas Riset FAI UMMAT,  Dr. Mappanyompa, M.Pd.I., mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas pelaksanaan konferensi internasional ini. Ia menyebut bahwa konferensi ini merupakan momentum penting dalam memperkuat kontribusi UMMAT di panggung akademik global.

“Kegiatan ini adalah tonggak penting bagi kami. Ia menjadi wadah mempertemukan pemikir dari berbagai negara dan latar belakang, membuka ruang bagi dialog yang konstruktif terkait isu-isu kritis dalam pendidikan, komunikasi, dan ekonomi berbasis nilai-nilai Islam,” ujarnya penuh semangat.

Lebih lanjut, Dr. Mappanyompa menekankan pentingnya menjadikan konferensi ini sebagai sarana untuk mendorong lahirnya riset-riset inovatif dan aplikatif yang solutif terhadap berbagai tantangan global umat Islam dewasa ini. “Konferensi ini harus menjadi salah satu langkah strategis untuk mendorong penelitian yang lebih inovatif dan aplikatif di bidang-bidang yang diangkat. Mari kita gunakan kesempatan ini untuk mengeksplorasi ide-ide baru dan merumuskan solusi untuk tantangan yang dihadapi umat,” ungkapnya.

Salah satu capaian penting dari konferensi ini adalah dibukanya jejaring akademik yang luas lintas institusi dan negara. Hal ini diyakini akan memberi dampak besar dalam memperkuat kapasitas penelitian dan pengembangan program kolaboratif di masa mendatang.

“Penting bagi kita untuk memanfaatkan momentum ini untuk membangun jaringan yang lebih luas. Kolaborasi global akan membuka berbagai kemungkinan penelitian dan pengembangan yang lebih efektif,” imbuhnya.

Konferensi ini juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk turut berpartisipasi aktif melalui sesi tanya jawab, diskusi kelompok, dan presentasi riset. Antusiasme para mahasiswa FAI UMMAT terlihat dari keaktifan mereka dalam merespons pemaparan para narasumber.

“Saya ingin mendorong para mahasiswa untuk aktif terlibat dalam kegiatan seminar dan diskusi. Ini adalah kesempatan emas untuk belajar langsung dari para ahli dan praktisi,” tambahnya.

Ia juga menegaskan pentingnya evaluasi berkelanjutan dari setiap kegiatan akademik yang diselenggarakan, guna meningkatkan kualitas dan dampaknya ke depan. “Setiap kegiatan harus dievaluasi untuk mengetahui keberhasilan dan area yang perlu diperbaiki. Marilah kita ambil pelajaran dari konferensi ini untuk menyempurnakan acara-acara mendatang, memastikan setiap konferensi semakin berguna dan berpengaruh,” tegasnya.

Dr. Mappanyompa juga menegaskan pentingnya ketulusan dalam menuntut ilmu. Ia mengajak seluruh peserta untuk tetap menjadikan nilai-nilai Islam sebagai landasan dalam setiap proses keilmuan dan pengabdian. “Mari kita berupaya untuk tidak hanya mengejar pencapaian akademis, tetapi juga berkontribusi pada kebaikan umat dengan menerapkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin dalam setiap aspek penelitian dan pengajaran kita,” tutupnya (HUMAS UMMAT).

Manifestasi Islam Rahmatan Lil Alamin: IMM UMMAT Mantapkan Peran Mahasiswa dalam Islamisasi Kampus

Manifestasi Islam Rahmatan Lil Alamin: IMM UMMAT Mantapkan Peran Mahasiswa dalam Islamisasi Kampus

Mataram, Koordinator Komisariat (KOORKOM) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali menunjukkan komitmennya dalam meneguhkan identitas kampus Islami melalui pelaksanaan seminar keagamaan bertajuk “Manifestasi Islam Rahmatan Lil Alamin”. Seminar ini berlangsung pada Senin, 28 April 2025, dan sukses menghadirkan dua narasumber pakar di bidang keislaman dan kemuhammadiyahan, yaitu Prof. Dr. Abdul Malik, M.Ag., M.Pd. (Kaprodi S3 Studi Islam UIN Mataram) dan Dr. Syafril, M.Pd. (Ketua Forum Keluarga Alumni IMM – FOKAL IMM).

Acara yang digelar di Aula UMMAT ini bertujuan menginternalisasi nilai-nilai Islam sebagai rahmat bagi semesta alam, serta menginspirasi mahasiswa agar menjadikan nilai tersebut sebagai pijakan dalam kehidupan akademik maupun sosial.

Ketua KOORKOM IMM UMMAT, Zainul Arifin, menyampaikan bahwa IMM sebagai organisasi otonom Muhammadiyah memiliki tanggung jawab besar dalam melakukan proses islamisasi kampus secara holistik dan berkelanjutan. “IMM adalah barisan terdepan dalam mentransformasikan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di kampus. Seminar ini menjadi bukti nyata dari komitmen kami meneruskan perjuangan Wakil Rektor IV UMMAT dalam menghidupkan atmosfer kampus yang Islami, humanis, dan berkemajuan,” tegas Zainul.

Ia menekankan bahwa kegiatan ini tidak sekadar menjadi forum ilmiah, tetapi juga sebagai sumber energi spiritual bagi para mahasiswa dan ketua lembaga mahasiswa agar menjadi teladan dalam memperjuangkan nilai-nilai Islam di tengah tantangan zaman. “Harapan kami, kegiatan ini menjadi titik awal munculnya spirit baru di kalangan mahasiswa. Meski tidak semua dapat hadir, semoga mereka yang mengikuti dapat menjadi agen penyebar semangat Islam rahmatan lil alamin. Kita semua ingin UMMAT maju, dan berkemajuan itu dimulai dari hal sederhana: memperbaiki akhlak dan menumbuhkan semangat keilmuan,” tambahnya.

Dalam pemaparan materinya, Prof. Dr. Abdul Malik menekankan bahwa Islam rahmatan lil alamin bukan hanya slogan, tetapi merupakan manifestasi dari ajaran Islam yang mengedepankan cinta, kasih sayang, keadilan, dan penghargaan terhadap sesama makhluk. Ia mengajak para mahasiswa untuk memahami Islam secara mendalam dan tidak terjebak dalam simbol-simbol belaka. “Islam adalah agama yang membawa pesan-pesan kedamaian, keadilan, dan keseimbangan. Mahasiswa sebagai generasi intelektual harus menjadi penggerak Islam yang tidak hanya taat dalam ritual, tetapi juga aktif dalam sosial, moderat dalam pandangan, dan cerdas dalam menyampaikan dakwah,” jelas Prof. Malik.

Sementara itu, Dr. Syafril, sebagai Ketua FOKAL IMM, mengajak para kader IMM untuk menjadikan keislaman dan keilmuan sebagai dua sayap perjuangan. Ia menekankan pentingnya kader IMM untuk tampil sebagai pemimpin yang unggul dalam moral, berwawasan luas, serta memiliki sensitivitas terhadap persoalan umat dan bangsa.

“IMM bukan sekadar organisasi mahasiswa. IMM adalah kawah candradimuka kader umat. Dari IMM lahir pemimpin-pemimpin yang mampu membawa Islam rahmatan lil alamin dalam praktik kehidupan nyata, bukan hanya dalam ceramah,” tandasnya.

Wakil Rektor IV UMMAT, Dr. H. Zaenuddin, M.Pd.I, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif KOORKOM IMM dalam menyelenggarakan seminar ini. Ia menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan langkah maju dalam memperkuat identitas keislaman kampus dan membentuk karakter mahasiswa yang religius dan progresif. “Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini. Mahasiswa harus sering-sering bermuzakarah, berdiskusi, dan memperkaya pengetahuan mereka tentang Islam dan keilmuan lainnya. Dunia semakin global dan kompleks, maka mahasiswa perlu memperkuat fondasi nilai dan pengetahuan,” ungkap Dr. Zaenuddin.

Ia berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus dilanjutkan dalam berbagai bentuk, baik seminar, diskusi rutin, pelatihan, maupun gerakan sosial keumatan yang melibatkan lebih banyak mahasiswa. “Semoga dari kegiatan ini, mahasiswa semakin memahami Islam yang humanis, dinamis, dan membahagiakan, sehingga dapat menjadi agen perubahan yang membawa keberkahan bagi kampus, masyarakat, dan bangsa,” pungkasnya.

Dengan semangat Islam Rahmatan Lil Alamin, KOORKOM IMM UMMAT membuktikan bahwa mereka tidak hanya berbicara soal perubahan, tetapi menjadi bagian dari perubahan itu sendiri (HUMAS UMMAT).

PWK UMMAT Dukung NTB Mendunia: Hidupkan Kembali Kota Tua Ampenan sebagai Waterfront City Berkelanjutan

PWK UMMAT Dukung NTB Mendunia: Hidupkan Kembali Kota Tua Ampenan sebagai Waterfront City Berkelanjutan

Mataram, 28 April 2025Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), dengan bangga gelar kuliah pakar bertajuk Urban Design for Waterfront City, yang mengangkat studi kasus Kota Tua Ampenan. Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan memberikan wawasan mendalam tentang perancangan kota berbasis kawasan pesisir, yang mengedepankan aspek keberlanjutan, pelestarian sejarah, serta pengembangan pariwisata yang ramah lingkungan. Kuliah pakar ini menghadirkan narasumber terkemuka, di antaranya Rene Huls dari PUM International Netherlands, Djamila Marni Sandid dari University of Houte Ecole Francisco Ferrer, Belgia, serta H.M. Ramadhani, M.Si, Kepala Bappeda Kota Mataram.

Acara ini dihadiri oleh berbagai perwakilan instansi pemerintah dan organisasi terkait, termasuk Bappeda NTB, Dinas Pariwisata NTB, dan Brida NTB, yang turut serta memberikan kontribusi dalam mendiskusikan konsep pengembangan kota tua Ampenan. Sebagai salah satu wilayah yang memiliki sejarah panjang dan nilai budaya yang tinggi, Ampenan memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan yang tidak hanya memelihara identitasnya sebagai kota tua, tetapi juga dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.

Ketua Panitia Kegiatan, Ardi Yuniarman,S.T., M.Sc., menyampaikan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memperdalam pemahaman tentang pentingnya perencanaan urban yang terintegrasi dan berbasis sejarah, terutama di kawasan Ampenan yang kaya akan nilai-nilai budaya. “Urbanisasi menjadi tolak ukur bagi perkembangan sebuah kota. Kota Ampenan sebagai bagian dari sejarah kota Mataram memiliki peran penting dalam mencerminkan perjalanan waktu. Sebagai warisan budaya, Ampenan harus dijaga dengan baik, dan kita semua berperan aktif dalam mewujudkan kota yang berkelanjutan dan mengedepankan pariwisata. Mari kita sama-sama menjaga dan melestarikan kota tua Ampenan agar tetap menjadi warisan berharga yang dapat dinikmati oleh generasi mendatang,” ujarnya dengan semangat.

Dekan Fakultas Teknik UMMAT, Dr. H. Aji Syailendra Ubaidillah,S.T.,M.Sc., juga menambahkan pandangannya mengenai karakteristik Kota Tua Ampenan yang memiliki keragaman etnis yang unik. “Kota tua Ampenan bukan hanya menjadi saksi bisu perjalanan sejarah, tetapi juga memiliki keragaman etnis yang meliputi Cina, Arab, dan lainnya. Keberagaman ini merupakan kekayaan budaya yang harus kita jaga dan kembangkan. Saya berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, mengingat para narasumber yang hadir berasal dari kalangan profesional dengan pengalaman yang luas di Eropa, dan mereka memiliki wawasan yang sangat penting untuk perkembangan urbanisasi di kawasan Ampenan,” ungkap H. Aji Salaendra.

Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, M.A., memberikan sambutan hangat dan apresiasi terhadap kegiatan ini. Beliau berharap melalui kolaborasi antara akademisi, pemerintah daerah, dan masyarakat, akan tercipta suatu perencanaan urban yang berkelanjutan dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat lokal. “Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam pengembangan urbanisasi di kawasan Ampenan. Kami berharap agar Bappeda Kota Mataram dan UMMAT dapat terus melanjutkan kerjasama ini dalam rangka mewujudkan perencanaan kota yang tidak hanya berfokus pada modernisasi, tetapi juga menjaga kelestarian sejarah dan budaya. Urban Design for Waterfront City di Ampenan ini dapat menjadi model pengembangan kota berkelanjutan yang bermanfaat untuk masyarakat dan lingkungan,” jelas Rektor.

H.M. Ramadhani, M.Si, Kepala Bappeda Kota Mataram, juga mengungkapkan pentingnya peran serta masyarakat dalam mendukung pengembangan kawasan Ampenan. “Kami sangat menyambut baik kegiatan ini dan berharap ide-ide yang berkembang dari kuliah pakar ini dapat diimplementasikan dalam perencanaan pembangunan Kota Ampenan ke depan. Peran aktif masyarakat dan akademisi sangat diperlukan untuk menjaga dan memajukan kawasan ini sebagai bagian dari identitas dan potensi pariwisata Mataram,” ujarnya.

Kuliah pakar ini menjadi bagian dari upaya UMMAT dalam mendukung pengembangan kawasan Ampenan sebagai kawasan wisata yang menarik, berkelanjutan, dan memiliki nilai sejarah yang tinggi. Dengan kerjasama antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat, diharapkan Ampenan dapat berkembang menjadi kota yang tidak hanya ramah wisatawan, tetapi juga mempertahankan identitas budaya dan sejarah yang dimilikinya.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi proyek pengembangan lebih lanjut dan memberikan inspirasi bagi para profesional di bidang perencanaan kota untuk terus menciptakan solusi desain yang inovatif dan berbasis pada kebutuhan serta karakteristik lokal (HUMAS UMMAT).

Gaungkan Transformasi Pendidikan melalui Deep Learning: Mahasiswa Kelas Riset FKIP UMMAT Sukses Gelar Seminar Internasional Kedua

Gaungkan Transformasi Pendidikan melalui Deep Learning: Mahasiswa Kelas Riset FKIP UMMAT Sukses Gelar Seminar Internasional Kedua

Mataram, 22 April 2025 – Komitmen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) dalam mengembangkan kapasitas akademik dan kolaborasi internasional kembali ditunjukkan lewat suksesnya penyelenggaraan 2nd International Seminar on Student Research in Education, Science, and Technology. Kegiatan ini diinisiasi oleh mahasiswa Kelas Riset FKIP UMMAT Angkatan 4 dan diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom.

Dengan mengusung tema “Deep Learning in Science, Technology, and Language Education: Transforming Teaching, Learning, and Research,” seminar ini menjadi ajang berbagi gagasan dan hasil penelitian dari para mahasiswa serta akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan luar negeri. Tema ini dipilih sebagai refleksi dari kemajuan teknologi dan pentingnya pendekatan deep learning dalam mendukung transformasi pendidikan di era digital.

Empat pembicara utama dari tiga negara dihadirkan dalam seminar ini, yakni: Dy Outdom dari Royal University of Phnom Penh, Kamboja, Zulfa Arsita Aulia dari Universitas Bina Bangsa, Indonesia, Inamullah Abid dari Sayed Jamaluddin Afghani University, Afghanistan, dan Chinta Shaqila dari Universitas Muhammadiyah Mataram, Indonesia.

Acara ini diikuti oleh 116 peserta dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia dan beberapa peserta dari luar negeri, seperti Malaysia, yang menambah nuansa internasional serta memperkaya diskusi lintas budaya dan akademik.

Ketua panitia, Taufik Ibrahim, mahasiswa Kelas Riset Angkatan IV Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, menyampaikan rasa syukur atas antusiasme peserta dan keberhasilan panitia dalam menyelenggarakan acara berskala internasional ini. “Kami sangat bangga bisa kembali menyelenggarakan seminar internasional ini. Kegiatan ini menjadi ruang berbagi ide, inovasi, dan hasil riset mahasiswa yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan, sains, dan teknologi. Harapannya, ke depan mahasiswa Kelas Riset FKIP UMMAT terus bersemangat untuk aktif dalam forum-forum ilmiah baik nasional maupun internasional,” ujarnya.

Lebih lanjut, Taufik juga menyampaikan bahwa penyelenggaraan seminar ini bukan hanya ajang eksistensi, melainkan juga sebagai bukti bahwa mahasiswa S1 mampu berada di panggung akademik global dengan percaya diri dan kompetensi yang baik.

Dekan FKIP UMMAT, Dr. Muhammad Nizaar, M.Pd., Si., memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada mahasiswa dan dosen pembimbing yang telah bekerja keras dalam menyukseskan seminar ini. Menurutnya, kegiatan semacam ini harus terus didukung karena memiliki pengaruh positif terhadap pengembangan kualitas mahasiswa, sekaligus mendongkrak akreditasi fakultas dan universitas.

“Saya melihat mahasiswa UMMAT sangat percaya diri dan tidak kalah dengan mahasiswa dari kampus-kampus besar lainnya. Ini adalah seminar internasional kedua yang mereka selenggarakan, dan saya melihat kualitasnya meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Publikasi seminar ini juga berskala internasional, sesuatu yang masih sangat jarang dilakukan oleh mahasiswa S1. Ini menjadi prestasi yang membanggakan dan harus terus berlanjut di tahun-tahun mendatang,” ungkapnya.

Dr. Nizaar juga menambahkan bahwa pihak fakultas dan universitas perlu memberikan perhatian lebih dalam bentuk dukungan pendanaan dan fasilitasi riset agar mahasiswa maupun dosen semakin termotivasi untuk aktif dalam publikasi ilmiah dan kegiatan akademik tingkat internasional.

Selain sesi pemaparan materi oleh narasumber utama, seminar ini juga menampilkan presentasi hasil penelitian dari para mahasiswa Kelas Riset FKIP UMMAT dan peserta dari kampus lain. Ragam topik yang dibahas meliputi teknologi dalam pendidikan bahasa, pengaruh pembelajaran daring terhadap hasil belajar siswa, pendekatan berbasis STEAM, hingga integrasi nilai-nilai lokal dalam kurikulum.

Kegiatan ini tidak hanya menegaskan eksistensi FKIP UMMAT dalam dunia akademik internasional, tetapi juga menjadi wahana pembelajaran nyata bagi mahasiswa dalam mengasah keterampilan komunikasi, kepemimpinan, dan manajemen kegiatan ilmiah.

Dengan keberhasilan ini, Kelas Riset FKIP UMMAT semakin menegaskan dirinya sebagai pionir dalam pengembangan riset mahasiswa di tingkat nasional maupun internasional. Semangat kolaboratif, inovatif, dan progresif yang ditunjukkan para mahasiswa menjadi bukti bahwa generasi muda UMMAT siap bersaing di era global berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi (HUMAS UMMAT).

Prodi S1 Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan FIK UMMAT Raih Akreditasi Baik Sekali dari LAM-PTKes

Prodi S1 Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan FIK UMMAT Raih Akreditasi Baik Sekali dari LAM-PTKes

Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan berkualitas, khususnya di bidang kesehatan. Program Studi S1 Kebidanan dan Program Pendidikan Profesi Bidan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK), sukses meraih predikat Akreditasi Baik Sekali dari Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes). Pencapaian ini tertuang dalam Surat Keputusan LAM-PTKes No: 0363/LAM-PTKes/Akr/Sar/III/2025 untuk S1 Kebidanan dan No: 0364/LAM-PTKes/Akr/Sar/III/2025 untuk Profesi Bidan, yang ditetapkan pada 6 April 2025.

Dekan FIK UMMAT, Apt. Nurul Qiyaam, M.Farm., Klin., mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas capaian ini. “Alhamdulillah, dengan penuh rasa syukur kami menerima hasil akreditasi ini. Ini merupakan buah dari kerja keras, kekompakan, dan komitmen tinggi seluruh tim akreditasi dari kedua program studi kami. Status akreditasi kami meningkat dari ‘Baik’ menjadi ‘Baik Sekali’, dan ini menjadi pencapaian strategis yang sangat berarti,” ujarnya.

Beliau juga menambahkan bahwa proses reakreditasi telah dirancang sejak awal tahun 2024 dan dilaksanakan secara bertahap dan sistematis. Proses dimulai dari kegiatan Monitoring dan Evaluasi/Surveilans yang dilakukan LAM-PTKes pada Juni 2024 sebagai syarat pengajuan reakreditasi. Setelah itu, tim menyusun borang akreditasi berbasis 9 kriteria, mulai dari kualitas SDM, kurikulum, sistem penjaminan mutu internal, hingga ketersediaan sarana dan prasarana penunjang pembelajaran dan praktik.

“Kami menyiapkan segala dokumen pendukung dan bukti fisik mulai dari laboratorium, ruang kuliah, hingga jaringan kemitraan praktik lapangan dengan rumah sakit, puskesmas, bidan praktik mandiri, klinik, serta pengabdian kepada masyarakat. Semua kami siapkan dengan sungguh-sungguh demi memberikan yang terbaik bagi mahasiswa dan masyarakat,” tambahnya.

Capaian ini semakin membanggakan karena berdasarkan data terbaru, UMMAT menjadi salah satu dari hanya dua institusi di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang memiliki Akreditasi Baik Sekali untuk kedua jenjang pendidikan, yaitu Sarjana Kebidanan dan Profesi Bidan secara bersamaan. “Ini merupakan pencapaian penting bagi kami di UMMAT dan menjadi bukti bahwa kami mampu bersaing di level nasional,” tegas Nurul Qiyaam.

Menurutnya, akreditasi bukan sekadar predikat administratif, tetapi cerminan komitmen terhadap peningkatan mutu pendidikan berkelanjutan (continuous improvement). Hal ini akan berdampak besar terhadap daya saing lulusan dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi.

Capaian ini membawa dampak signifikan, tidak hanya bagi institusi, tetapi juga untuk mahasiswa, alumni, dan calon mahasiswa baru. Mahasiswa aktif akan mendapat nilai lebih dari status akreditasi prodi mereka, sementara alumni akan lebih percaya diri dalam memasuki dunia kerja, baik di institusi pelayanan kesehatan negeri maupun swasta.

Selain itu, Nurul Qiyaam menyebutkan bahwa status akreditasi ini akan semakin meningkatkan daya tarik prodi kebidanan UMMAT di mata masyarakat, khususnya di NTB dan kawasan timur Indonesia.

“Kami berharap masyarakat NTB menjadikan UMMAT sebagai pilihan utama untuk menempuh pendidikan tinggi kebidanan. Kedepan, kami juga akan semakin memperkuat kemitraan dengan organisasi profesi IBI agar para bidan lulusan D3 bisa melanjutkan ke jenjang Sarjana dan Profesi di tempat kami.”

“Kami siap mencetak tenaga bidan yang unggul, mandiri, profesional, dan berdaya saing tinggi, demi mendukung sistem kesehatan nasional yang berkualitas,” tegasnya.

Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, MA., turut mengapresiasi capaian ini. Ia menyebut bahwa prestasi ini menjadi refleksi nyata dari kerja keras sivitas akademika UMMAT dan bukti keseriusan kampus dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas.

“Capaian ini adalah bukti komitmen kami dalam menghadirkan pendidikan kesehatan yang unggul dan bermutu di UMMAT. Kami akan terus mendorong peningkatan mutu di semua aspek pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Terus maju dan menginspirasi!” ungkapnya penuh semangat.

Dengan diraihnya akreditasi Baik Sekali untuk dua program studi ini, UMMAT semakin menunjukkan eksistensinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang layak menjadi rujukan di bidang kesehatan, khususnya kebidanan, di wilayah NTB dan sekitarnya. Komitmen untuk terus tumbuh, berinovasi, dan melayani menjadi semangat yang dipegang teguh oleh seluruh jajaran FIK UMMAT (HUMAS UMMAT).