Kisah Inspiratif Mahasiswa UMMAT Magang di Thailand, Kunci Sukses Menembus Pasar Global

Kisah Inspiratif Mahasiswa UMMAT Magang di Thailand, Kunci Sukses Menembus Pasar Global

Mataram, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), Hanik, peserta internasional YALA PESAO 1’s magang, berbagi cerita inspiratif tentang pengalamannya di Thailand. Program yang berlangsung selama dua bulan ini membuka banyak peluang dan tantangan, sekaligus menjadi pembelajaran berharga dalam kehidupan dan kariernya (06/12).

Hanik Ditempatkan di Kabang Pittayakham School, sebuah sekolah setingkat aliyah yang berlokasi di provinsi Yala, Thailand Selatan. “Alhamdulillah, saya magang di daerah mayoritas Muslim. Pengalaman ini memberi saya kesempatan untuk mengajar dan berinteraksi dengan siswa menengah di sana,” ujarnya. Namun, perjalanan ke lokasi tidaklah mudah. “Tempat saya berada di daerah terdalam, dan untuk mencapai kota, saya harus menempuh perjalanan 12 jam melewati dua lembah,” tambahnya.

Dalam perjalanan magangnya, Hanik menghadapi berbagai tantangan, termasuk perbedaan budaya, mentalitas, dan bahasa. “Di Thailand, rata-rata orang belum bisa berbahasa Inggris. Namun, alhamdulillah, saya sedikit-sedikit bisa berbahasa Melayu, sehingga mempermudah komunikasi,” ungkapnya. Tantangan ini tidak hanya menguji kemampuan adaptasi Hanik, tetapi juga membantunya memahami pentingnya fleksibilitas dan keterampilan komunikasi lintas budaya.

Ia juga mencatat perbedaan signifikan dalam sistem pendidikan antara Thailand dan Indonesia. “Di Thailand, siswa SMA diberikan kebebasan untuk menggunakan HP dalam proses belajar, dan fasilitas yang diberikan sangat mendukung eksplorasi mereka. Hal ini berbeda dengan di Indonesia,” jelas Hanik. Menurutnya, kebebasan ini menciptakan lingkungan belajar yang inovatif dan memungkinkan siswa untuk mengeksplorasi potensi mereka secara maksimal. “Guru-guru di sana juga sangat dihormati, dan perhatian siswa terhadap pengajaran sangat baik,” tambahnya.

Selain itu, Hanik mengamati bahwa budaya belajar siswa di Thailand cenderung lebih mandiri. Mereka terdorong untuk mengeksplorasi materi pelajaran sendiri dan mengembangkan solusi kreatif untuk berbagai permasalahan. Pengalaman ini memberikan wawasan baru bagi Hanik tentang pendekatan pendidikan yang berbeda, yang menurutnya dapat menjadi inspirasi bagi sistem pendidikan di Indonesia.

Hanik menekankan bahwa pencapaiannya tidak terlepas dari dukungan kampus. “Kampus UMMAT sangat mendukung, terutama karena memiliki asosiasi di Thailand yang memudahkan mahasiswa untuk terlibat dalam program seperti ini,” katanya. Ia juga menyebutkan bahwa program magang ini cukup viral di Thailand, menarik perhatian banyak mahasiswa. “Program ini tidak hanya memberikan pengalaman mengajar, tetapi juga membuka jejaring internasional,” tambahnya.

Namun, program ini memiliki persyaratan yang ketat. “Peserta harus bisa berbahasa Inggris dan siap ditempatkan di daerah mana pun di Thailand,” ungkap Hanik. Program ini juga menuntut komitmen tinggi dari para pesertanya, karena mereka harus mampu beradaptasi dengan lingkungan baru yang sering kali jauh dari kenyamanan. “Saya sangat bersyukur bisa terlibat dalam program ini, karena ini adalah pengalaman yang tidak akan saya lupakan seumur hidup,” ujarnya penuh rasa syukur.

Pengalaman Hanik di Kabang Pittayakham School memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya keterbukaan dan fleksibilitas dalam menghadapi tantangan. Menurutnya, sekolah tempatnya mengajar memiliki pendekatan yang sangat terbuka dan inovatif. “Sekolah ini sangat open-minded, meskipun berada di daerah yang cukup terpencil. Mereka memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpikir kritis dan mandiri,” jelas Hanik.

Sebagai penutup, Hanik memberikan pesan berharga kepada mahasiswa lainnya. “Kita harus meningkatkan soft skill, hard skill, dan networking. Tiga hal ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas diri. Apalagi di era sekarang, Artificial Intelligence (AI) saja sudah bisa berbahasa Inggris, masa kita tidak bisa?” katanya dengan penuh semangat.

Hanik juga mengingatkan pentingnya memiliki mental yang kuat dan sikap pantang menyerah. “Setiap tantangan yang kita hadapi adalah bagian dari proses belajar. Jangan pernah takut untuk keluar dari zona nyaman, karena di situlah kita akan menemukan potensi terbaik dalam diri kita,” tambahnya.

Kisah Hanik menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengejar peluang dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan global. Dengan pengalaman berharga ini, ia membuktikan bahwa semangat belajar dan adaptasi adalah kunci untuk meraih kesuksesan di mana pun berada. Hanik berharap cerita ini dapat memotivasi lebih banyak mahasiswa untuk mengikuti program-program internasional dan meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia melalui pengalaman global (HUMAS UMMAT).

UTARI ARDITA, PENERIMA BEASISWA CENDEKIA BAZNAS UMMAT RAIH PRESTASI NASIONAL DI ABDIDAYA ORMAWA 2024

UTARI ARDITA, PENERIMA BEASISWA CENDEKIA BAZNAS UMMAT RAIH PRESTASI NASIONAL DI ABDIDAYA ORMAWA 2024

Mataram, UMMAT kembali menorehkan prestasi di kancah nasional.  Prestasi tersebut diraih oleh mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), Utari Ardita, berhasil menorehkan pengalaman berharga dalam Abdidaya Ormawa 2024, yang diadakan di Universitas Udayana, Bali, pada 7-9 November 2024. Kegiatan ini diikuti oleh 13 peserta dan difokuskan pada pengabdian masyarakat, terutama dalam membantu dan memberdayakan komunitas di desa-desa sekitar (12/11).

Utari, yang merupakan penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS UMMAT, jurusan Sistem Teknologi Informasi, memaparkan bahwa tantangan terbesar dalam kegiatan ini adalah menjaga semangat dan motivasi tim agar tetap solid serta produktif dalam menjalankan tugas. “Merangkul anggota tim untuk terus bersemangat bukanlah hal yang mudah, tetapi kebersamaan dan semangat kolaboratif menjadi kunci sukses kami,” tutur Utari.

Dengan berbagai rintangan yang dihadapi, Utari dan timnya berhasil menyelesaikan program pengabdian dengan baik. Pengabdian ini menghasilkan solusi praktis yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa, terutama bagi kelompok sasaran yang menjadi fokus utama program ini. Program pengabdian yang dilaksanakan melibatkan pelatihan keterampilan, pengenalan teknologi informasi sederhana, serta upaya pengembangan ekonomi mikro yang berkelanjutan.

Utari menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak-pihak yang telah mendukung, khususnya Beasiswa Cendekia BAZNAS UMMAT dan para pembina yang senantiasa memberikan arahan serta bimbingan. “Dukungan dari Beasiswa Cendekia BAZNAS sangat berarti bagi kami. Terima kasih atas bimbingan dan arahan dari pembina BCB UMMAT. Harapannya, Beasiswa Cendekia BAZNAS UMMAT terus maju, unggul, dan menjadi lebih berprestasi di masa depan,” ujarnya penuh semangat.

Utari juga berharap pencapaiannya ini dapat memotivasi mahasiswa lain di UMMAT untuk lebih aktif terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat, melihatnya sebagai kesempatan untuk belajar, mengembangkan diri, dan memberikan kontribusi nyata. Menurutnya, partisipasi aktif dalam kegiatan semacam ini dapat memperkaya pengalaman mahasiswa dan membangun jiwa kepemimpinan serta tanggung jawab sosial.

Kegiatan Abdinya Ormawa 2024 sendiri diselenggarakan dalam suasana penuh antusiasme dan semangat gotong-royong. Seluruh peserta mendapat kesempatan untuk belajar langsung dari praktik-praktik terbaik pengabdian kepada masyarakat, sekaligus menjalin jaringan dengan rekan-rekan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Universitas Udayana sebagai tuan rumah menyambut hangat seluruh peserta dan memberikan fasilitas terbaik untuk kelancaran acara.

Dengan pengalaman berharga ini, Utari berharap bisa terus menginspirasi mahasiswa lain di UMMAT untuk memanfaatkan peluang serupa. “Mari kita terus bergerak bersama, membawa perubahan dan inovasi untuk masyarakat luas, sembari membawa nama baik kampus dan menjadikannya kebanggaan,” tutupnya.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata kontribusi generasi muda dalam mengabdikan ilmu dan keterampilannya untuk kemajuan masyarakat, sekaligus mempererat solidaritas antar mahasiswa lintas perguruan tinggi di Indonesia (HUMAS UMMAT).

UTARI ARDITA, PENERIMA BEASISWA CENDEKIA BAZNAS UMMAT RAIH PRESTASI NASIONAL DI ABDIDAYA ORMAWA 2024

JADI POSTER TERUNIK, POSTER HIMASTIM ANTARKAN UMMAT RAIH TERBAIK III NASIONAL

Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali mengukir prestasi gemilang di kancah nasional dengan meraih penghargaan sebagai Terbaik 3 dalam Kategori Poster Terunik pada ajang Penganugerahan Abdi Daya Program Peningkatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa). Kegiatan bergengsi ini digelar oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan Teknologi, Kementerian Riset dan Teknologi Dikti (Kemenristek Dikti) di Universitas Udayana, Bali, dari tanggal 7 hingga 9 November 2024.

Ajang Penganugerahan Abdi Daya PPK Ormawa tahun ini diikuti oleh 160 kelompok mahasiswa terbaik yang sebelumnya terpilih melalui seleksi ketat dari total 650 kelompok penerima hibah PPK Ormawa. Para peserta berasal dari berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia, menunjukkan keberagaman dan semangat kompetisi yang tinggi dalam menyusun serta menjalankan program-program inovatif.

HIMASTIM (Himpunan Mahasiswa Sistem Teknologi dan Informasi) dari Fakultas Teknik UMMAT menjadi satu-satunya kelompok dari kampus UMMAT yang lolos ke tahap Abdi Daya. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras, komitmen, dan kreativitas mahasiswa dalam merancang program pengabdian masyarakat yang bermanfaat.

PPK Ormawa adalah inisiatif yang bertujuan untuk mendorong organisasi kemahasiswaan di perguruan tinggi agar terlibat langsung dalam kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Program ini dirancang untuk selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan berkontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.

HIMASTIM UMMAT dalam kompetisi ini mengusung program kreatif dan solutif yang mencerminkan semangat gotong royong serta pemanfaatan teknologi untuk pemberdayaan masyarakat. Karya yang mengantarkan mereka meraih penghargaan kategori poster terbaik menampilkan konsep yang unik, artistik, dan informatif.

Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, MA., menegaskan pentingnya peran mahasiswa dalam membangun masyarakat melalui program-program inovatif. “Prestasi ini tidak hanya milik HIMASTIM, tetapi milik seluruh civitas akademika UMMAT. Kami berharap pencapaian ini dapat memotivasi mahasiswa lain untuk lebih berani berinovasi dan membawa manfaat bagi masyarakat luas,” pesannya. Ia juga menunjukkan rasa kebanggannya “Kami sangat bangga atas pencapaian ini. Penghargaan ini menunjukkan bahwa kerja keras dan dedikasi mahasiswa UMMAT dalam melaksanakan program PPK Ormawa telah diakui di tingkat nasional,” tambahnya.

Ketua PPK Ormawa penyelenggara HIMASTIM, Utari Ardita, menyampaikan pengalaman berharga yang mereka dapat selama mengikuti program ini. “Kami belajar banyak tentang bagaimana mengimplementasikan ide kreatif dalam bentuk kegiatan nyata di masyarakat, dan pengakuan ini memacu kami untuk terus berkarya,” ujarnya dengan penuh semangat.

Ia juga berharap Semoga tahun depan seluruh bendera organisasi mahasiswa yang ada di UMMAT bisa berkibar di podium abdidaya ormawa yang di selenggarakan oleh belmawa kemdikbud, “Semoga kampus tercinta bisa melahirkan gen-gen unggul yang akan berdiaspora melakukan pengabdian dan membangun desa sehingga indonesia emas 2045 bisa benar-benar terwujud”, harapnya.

Dengan penghargaan ini, UMMAT semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu universitas terkemuka yang aktif mendorong dan mendukung kegiatan mahasiswa yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Capaian ini juga menjadi bukti bahwa UMMAT siap bersaing dan berkontribusi di level nasional, sekaligus mempersiapkan generasi muda yang berdaya saing tinggi dan berwawasan sosial.

Keberhasilan HIMASTIM UMMAT dalam ajang PPK Ormawa di Universitas Udayana, Bali, menjadi tonggak pencapaian yang menginspirasi untuk terus bergerak maju. Pencapaian ini diharapkan dapat membuka peluang baru bagi mahasiswa untuk terlibat dalam kegiatan serupa di masa mendatang dan menjadikan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian integral dari kehidupan akademik di kampus (HUMAS UMMAT).

UTARI ARDITA, PENERIMA BEASISWA CENDEKIA BAZNAS UMMAT RAIH PRESTASI NASIONAL DI ABDIDAYA ORMAWA 2024

MAHASISWA BERPRESTASI UMMAT, SIAP HARUMKAN NAMA FKIP DI THAILAND

Mataram,  Hanik, seorang mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), telah memulai perjalanan yang mengubah hidupnya dengan berpartisipasi dalam program magang internasional YALA PESAO 1’s Internship Program di Lukmanul Hakim School, Thailand. Program ini berlangsung selama dua bulan dan menawarkan kesempatan unik bagi Hanik untuk memperluas pengetahuan dan pengalamannya dalam lingkungan pendidikan yang berbeda (04/11).

Dalam sesi wawancara sebelum keberangkatan, Hanik menjelaskan bahwa tantangan utama yang dihadapinya adalah proses adaptasi terhadap budaya dan lingkungan baru. “Saya menyadari bahwa setiap negara memiliki cara dan sistem pendidikan yang berbeda. Ini adalah tantangan, tetapi saya berkomitmen untuk belajar dan beradaptasi secepat mungkin,” ujarnya dengan semangat.

Program magang ini tidak hanya bertujuan untuk menambah pengetahuan akademis, tetapi juga memberikan wawasan mengenai praktik pendidikan di negara lain. Hanik berharap dapat mempelajari metode pengajaran yang berbeda dan menerapkannya dalam konteks pendidikan di Indonesia. “Saya ingin membawa pulang pengalaman berharga yang dapat meningkatkan kualitas pengajaran saya di masa depan,” tambahnya.

Hanik juga mengajak teman-teman mahasiswa untuk tetap rendah hati dan tidak merasa lebih baik dari orang lain, mengingatkan bahwa “kita meninggalkan dunia ini dengan tidak membawa apa-apa.” Dia percaya bahwa sikap rendah hati adalah kunci untuk menjalin hubungan yang baik dengan orang lain dan memperluas jaringan.

Sebagai motivasi untuk mahasiswa yang merasa gengsi dengan nama kampus, Hanik mengungkapkan, “Dimanapun berlian itu berada, berlian tetaplah berlian; ia akan bersinar dengan keindahannya.” Ungkapan ini menunjukkan keyakinannya bahwa kualitas dan potensi diri lebih penting daripada label yang melekat pada institusi pendidikan.

Dekan FKIP UMMAT, Dr. Muhammad Nizaar, M.Pd., Si., turut menyampaikan harapan besar dari keberangkatan Hanik dalam program ini. “Kami berharap program ini berhasil dan bisa menjadi contoh bagi generasi berikutnya. Jika Hanik sukses menjalankan program ini, tentu saja hal ini akan menjadi daya tarik promosi yang luar biasa bagi FKIP UMMAT dan menarik perhatian calon mahasiswa baru. Kami juga berharap Hanik dapat terus menjaga komunikasi dengan kami, baik dengan Wakil Dekan II maupun Ketua Program Studi, sehingga perkembangan di Thailand dapat kami pantau dengan baik,” ujarnya.

Wakil Dekan II FKIP UMMAT, Dr. Candra, M.Pd., juga memberikan tanggapannya terkait keberangkatan Hanik. “Keberangkatan mahasiswa kami ini merupakan harapan besar untuk kami di FKIP. Kami mendorong mahasiswa untuk dapat mengikuti program-program nasional, ASEAN, maupun internasional. FKIP selalu mendukung program-program ini dan secara konsisten mengirim mahasiswa untuk program internasional, seperti KKN Internasional di Malaysia sebelumnya, dan sekarang ke Thailand. Kami bangga dapat memberikan kesempatan ini kepada mahasiswa kami yang berprestasi.” bangganya.

Dr. Candra menambahkan bahwa proses seleksi untuk program ini sangat ketat, terutama dalam hal kemampuan berbahasa, yang menjadi salah satu syarat utama. “Hanik adalah mahasiswa berprestasi yang diterima di UMMAT melalui beasiswa LPDP. Kami berharap semoga nantinya di Thailand, Hanik dapat mengharumkan nama FKIP dan UMMAT,” ujarnya. “FKIP berkomitmen untuk terus mengirim mahasiswa untuk mengikuti program serta kompetensi di skala lokal, nasional, dan bahkan internasional. Kami berharap mahasiswa kami terus mengasah kemampuan berbahasa mereka sehingga program ini dapat berlanjut di masa depan”, tambahnya.

Hanik berangkat dengan penuh semangat dan tekad untuk memanfaatkan setiap kesempatan dalam program ini. Dengan harapan dapat memberikan dampak positif tidak hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk komunitas pendidikan di UMMAT, Hanik siap menjadikan pengalaman ini sebagai batu loncatan menuju masa depan yang gemilang  (HUMAS UMMAT).

UTARI ARDITA, PENERIMA BEASISWA CENDEKIA BAZNAS UMMAT RAIH PRESTASI NASIONAL DI ABDIDAYA ORMAWA 2024

MAHASISWA UMMAT SUKSES IKUT SELEKSI MAHASISWA BERPRESTASI

Denpasar, Berlian Wahyu Rizaldi, mahasiswa semester 7 Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), berhasil membawa nama almamater ke panggung seleksi mahasiswa berprestasi wilayah LLDIKTI VIII yang diadakan di Denpasar, Bali. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari terhitung dari tanggal 06 hingga 08 mei 2024 dengan  mengumpulkan 27 peserta dari berbagai universitas di Bali dan Nusa Tenggara untuk berkompetisi menampilkan potensi akademik dan kreatif mereka (08/05/2024).

Berlian menjadi salah satu dari 27 peserta yang berkompetisi dalam ajang Seleksi Mahasiswa Berprestasi Wilayah LLDIKTI VIII Tahun 2024 setelah menjuarai Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (PILMAPRES) di tingkat UMMAT. Ia mengungkapkan perjalanannya penuh tantangan, mulai dari seleksi PILMAPRES tingkat universitas hingga mempersiapkan diri untuk seleksi di tingkat regional. “Tentunya saya melewati banyak tantangan, mulai dari seleksi PILMAPRES di tingkat Universitas, di mana saya menjadi juara 1, lalu berlanjut ke ajang PILMAPRES PTMA, dan akhirnya lolos untuk berkompetisi di tingkat LLDIKTI Wilayah Bali-Nusra,” ujarnya.

Proses seleksi tidaklah mudah. Berlian harus mempersiapkan berkas-berkas administrasi mahasiswa berprestasi dengan standar nasional, termasuk sertifikat prestasi, gagasan kreatif yang berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDG’s), serta video presentasi dalam bahasa Inggris. “Saya harus benar-benar mempersiapkan diri secara matang, mulai dari penyusunan gagasan kreatif, hingga mempersiapkan video presentasi dalam bahasa Inggris, yang menjadi salah satu persyaratan penting dalam seleksi ini,” jelasnya.

Dalam ajang ini, Berlian berhadapan dengan perwakilan dari beberapa universitas besar seperti Universitas Udayana, Universitas Pendidikan Nasional, Institut Seni Indonesia Denpasar, Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional, serta Universitas Mataram. “Berkompetisi dengan perwakilan dari universitas ternama merupakan tantangan tersendiri. Namun, ini juga memberikan motivasi bagi saya untuk terus meningkatkan kualitas diri dan menghadirkan yang terbaik,” tambahnya.

Seleksi Mahasiswa Berprestasi Wilayah LLDIKTI VIII Tahun 2024 bertujuan untuk menjaring mahasiswa yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki inovasi kreatif yang relevan dengan isu-isu global, seperti SDG’s. Para peserta dituntut untuk menyusun gagasan kreatif yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. Dalam seleksi ini, mahasiswa dinilai berdasarkan kemampuan akademik, keterampilan komunikasi, serta kontribusi mereka melalui ide-ide kreatif yang inovatif.

Berlian yang memiliki minat kuat dalam isu-isu global, terutama yang berkaitan dengan SDG’s, menampilkan gagasan yang ia yakini mampu memberikan solusi nyata bagi tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini. Melalui presentasinya, ia menyoroti pentingnya partisipasi generasi muda dalam menghadapi perubahan global, dan bagaimana inovasi yang relevan dengan SDG’s dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan berkelanjutan.

“Ini adalah pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Melalui ajang ini, saya tidak hanya berkesempatan untuk berkompetisi dengan mahasiswa terbaik dari universitas lain, tetapi juga belajar banyak tentang bagaimana mengembangkan gagasan kreatif yang dapat berkontribusi pada masyarakat,” ungkap Berlian.

Berlian tidak hanya merasa bangga bisa mewakili UMMAT di tingkat regional, tetapi juga memiliki harapan besar untuk generasi mahasiswa berikutnya. Ia berharap mahasiswa UMMAT dapat terus mengukir prestasi di ajang-ajang bergengsi, baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional. “Saya berharap, ke depan mahasiswa UMMAT bisa membawa nama besar kampus di ajang seleksi mahasiswa berprestasi tingkat nasional. Untuk mencapai hal tersebut tentunya membutuhkan persiapan yang matang,” tuturnya.

Berlian juga menekankan pentingnya dukungan dari pihak kampus dalam memfasilitasi dan memberikan pendampingan kepada mahasiswa yang ingin berprestasi. “Saya berharap UMMAT selalu memberikan pendampingan sedini mungkin kepada mahasiswa berprestasi, dari tingkat regional hingga nasional. Selain itu, penting juga bagi kampus untuk terus memberikan wadah dan dukungan bagi mahasiswa agar dapat berkolaborasi dan mengukir prestasi, baik di tingkat daerah, nasional, maupun internasional,” jelasnya.

Berlian Wahyu Rizaldi tidak hanya menjadi representasi dari UMMAT, tetapi juga inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berusaha, bekerja keras, dan meraih prestasi di berbagai bidang. Perjalanannya menunjukkan bahwa dengan persiapan yang matang, ketekunan, dan dukungan yang kuat, mahasiswa UMMAT mampu bersaing dan berprestasi di kancah regional maupun nasional.

Keikutsertaan Berlian dalam Seleksi Mahasiswa Berprestasi Wilayah LLDIKTI VIII Tahun 2024 juga menjadi bukti bahwa mahasiswa UMMAT memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan dunia. Berlian berharap perjalanannya dapat memberikan semangat dan motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan memberikan yang terbaik di setiap kesempatan.

Dengan penuh harapan dan semangat, Berlian Wahyu Rizaldi kini melangkah lebih jauh, membawa nama UMMAT dan membuktikan bahwa prestasi tidak hanya diraih dengan kemampuan akademik, tetapi juga dengan keberanian untuk berinovasi dan berkontribusi bagi dunia yang lebih baik (HUMAS UMMAT).

UTARI ARDITA, PENERIMA BEASISWA CENDEKIA BAZNAS UMMAT RAIH PRESTASI NASIONAL DI ABDIDAYA ORMAWA 2024

UMMAT SAMBUT DUA MAHASISWA INTERNASIONAL DARI SUDAN, WUJUDKAN VISI MENUJU KAMPUS KELAS DUNIA

Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) semakin mengukuhkan posisinya sebagai perguruan tinggi dengan jejaring global yang kuat. Pada tahun akademik ini, UMMAT menerima dua mahasiswa internasional asal Sudan, Mazin Abazar Awad Abdalla dan Mohamed Omer Mohamed Ibrahim. Keduanya memilih UMMAT sebagai tempat melanjutkan pendidikan tinggi di bidang Ekonomi Syariah dan Administrasi Bisnis. Penerimaan ini menjadi langkah nyata UMMAT dalam memperluas skala internasional serta meningkatkan kerjasama lintas negara (23/09/2024).

Rektor UMMAT, Drs. Abdul Eahab, MA., mengungkapkan kebanggaannya atas kedatangan mahasiswa internasional dari Sudan tersebut. “Kami dengan senang hati menerima kehadiran Mazin dan Mohamed sebagai bagian dari keluarga besar UMMAT. Ini adalah bukti bahwa universitas kami semakin diakui di tingkat internasional, khususnya di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara. Kami berharap mereka bisa menjalani pendidikan dengan baik di sini dan turut berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, terutama di bidang Ekonomi Syariah dan Administrasi Bisnis,” ungkapnya.

Wakil Rektor IV UMMAT, Dr. TGH, Zaenuddin, M.Pd.I., menegaskan bahwa UMMAT senantiasa berupaya memberikan fasilitas dan dukungan maksimal bagi mahasiswa internasional. Selain program akademik yang terstruktur, UMMAT juga menyediakan berbagai program pendukung seperti pelatihan bahasa Indonesia dan program adaptasi budaya untuk membantu mahasiswa internasional merasa nyaman dan bisa berbaur dengan lingkungan kampus.

“Kami akan mendampingi Mazin dan Mohamed dalam proses adaptasi mereka. Di samping itu, kami juga berencana untuk terus meningkatkan jumlah mahasiswa internasional yang belajar di UMMAT, khususnya dari negara-negara yang memiliki hubungan sejarah dan kultural yang erat dengan Indonesia seperti Sudan,” ujarnya.

Kehadiran mahasiswa internasional seperti Mazin dan Mohamed dinilai dapat memperluas wawasan mahasiswa lokal serta menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan dinamis. Selain itu, Rektor UMMAT berharap bahwa kolaborasi ini juga dapat mempererat hubungan antara institusi pendidikan di Indonesia dan Sudan.

“Hubungan antara Indonesia dan Sudan, terutama di sektor pendidikan, sangat strategis. Kami berkomitmen untuk terus membangun kerjasama yang saling menguntungkan, tidak hanya dalam pertukaran mahasiswa tetapi juga dalam penelitian bersama, konferensi internasional, dan berbagai program akademik lainnya,” ungkapnya.

Sebagai bagian dari kampus yang menjunjung tinggi nilai-nilai Islam dan komitmen terhadap pengembangan pendidikan global, UMMAT berupaya memberikan ruang yang luas bagi mahasiswa internasional untuk berkontribusi dalam memajukan ilmu pengetahuan dan membangun jaringan yang lebih kuat antara Indonesia dan negara-negara sahabat.

Dengan diterimanya Mazin dan Mohamed, UMMAT berharap dapat terus menarik minat mahasiswa dari berbagai negara lainnya. Hal ini juga merupakan cerminan dari visi UMMAT untuk menjadi universitas yang tidak hanya unggul secara lokal, tetapi juga mampu bersaing di tingkat global.

Kedua mahasiswa asal Sudan ini pun optimis bahwa pengalaman mereka di UMMAT akan memberikan nilai tambah bagi pendidikan dan karier mereka di masa depan. Mereka juga berharap bisa memperluas pengetahuan, memperkaya pengalaman budaya, serta membangun jaringan internasional selama menjalani studi di Indonesia (HUMAS UMMAT).