Denpasar, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat regional. Pada ajang LLDIKTI AWARD 2025 yang diselenggarakan oleh LLDIKTI Wilayah VIII, UMMAT sukses meraih empat kategori penghargaan sekaligus, sebuah capaian yang menegaskan kemajuan signifikan kampus ini dalam mutu akademik, tata kelola, dan kontribusi pengabdian kepada masyarakat. Penganugerahan yang berlangsung pada 11 Desember 2025 di Auditorium Widya Sabha Utama, Universitas Marwadewa, Denpasar itu dihadiri pimpinan perguruan tinggi dari wilayah Bali dan NTB.
LLDIKTI AWARD merupakan ajang bergengsi yang memberikan apresiasi kepada perguruan tinggi atas upaya peningkatan kualitas layanan pendidikan, penguatan akreditasi, riset, serta pelaksanaan program strategis kementerian. Tahun ini, UMMAT tampil menonjol melalui empat penghargaan utama. Salah satunya adalah Kategori Terbaik 1 Persentase Program Studi dengan Akreditasi Unggul Terbanyak di NTB, yang menunjukkan keberhasilan UMMAT dalam meningkatkan kualitas akademik melalui penyempurnaan kurikulum, peningkatan kompetensi dosen, serta penguatan fasilitas pembelajaran.
UMMAT juga meraih Kategori Terbaik 3 Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Berbasis Wilayah dan Kewirausahaan (Multi Tahun). Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan UMMAT mengembangkan program pemberdayaan yang berkelanjutan dan berdampak bagi masyarakat, termasuk penguatan UMKM, peningkatan kapasitas masyarakat desa, dan pendampingan kewirausahaan. Selain itu, UMMAT memperoleh Kategori Terbaik 2 Perguruan Tinggi dengan Pemenang Terbanyak dalam PKM 8 Bidang Tahun 2025, yang mencerminkan tumbuhnya budaya inovasi dan kreativitas mahasiswa melalui pembinaan intensif serta dukungan sivitas akademika.
Penghargaan keempat adalah Kategori Terbaik 3 dalam Fasilitasi Sarana dan Prasarana untuk Mendukung Kegiatan Kementerian dan LLDIKTI VIII di Wilayah NTB, menegaskan bahwa UMMAT bukan hanya berkembang secara internal, tetapi juga berperan aktif memberikan dukungan kelembagaan melalui penyediaan fasilitas dan berbagai sarana bagi kegiatan kementerian maupun LLDIKTI.
Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, MA., menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut serta memberikan apresiasi kepada seluruh civitas akademika. “Alhamdulillah, empat penghargaan ini adalah bukti kesungguhan UMMAT dalam melakukan transformasi menuju perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing. Prestasi ini tidak hadir secara instan, tetapi melalui kerja keras, komitmen, dan kolaborasi seluruh elemen kampus. Kami sangat berterima kasih kepada dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan seluruh pemangku kebijakan yang terus berkontribusi memajukan UMMAT,” ujarnya.
Beliau menambahkan bahwa penghargaan ini menjadi motivasi kuat bagi UMMAT untuk terus meningkatkan mutu melalui inovasi, riset, dan penguatan akreditasi, serta memperkuat peran pengabdian kepada masyarakat. “Ke depan, UMMAT akan terus memperkokoh tata kelola akademik, memperbanyak program unggulan, dan memperluas kerja sama dengan pemerintah, industri, serta lembaga nasional dan internasional. Kami ingin memastikan bahwa UMMAT menjadi kampus yang adaptif, responsif, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa dan persyarikatan Muhammadiyah,” tegasnya. (HUMAS UMMAT)
Mataram, Prestasi membanggakan kembali diraih Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melalui torehan gemilang tujuh mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Meski masih berada di semester enam, ketujuh mahasiswa ini dipastikan lulus tanpa skripsi setelah artikel ilmiah mereka diterima dan terbit di jurnal terakreditasi SINTA 2, salah satu jenjang pengakuan tertinggi di dunia publikasi akademik nasional.
Capaian istimewa ini lahir dari Program Kelas Riset FKIP UMMAT, sebuah inovasi pembinaan mahasiswa berbasis penelitian yang diluncurkan sejak 2020. Program ini didesain untuk menanamkan budaya riset sejak dini kepada mahasiswa, sekaligus memberikan jalur kelulusan alternatif melalui publikasi ilmiah di jurnal bereputasi.
Memasuki tahun kelima, Kelas Riset telah menghasilkan lebih dari 300 artikel yang terbit di prosiding nasional, prosiding internasional, maupun jurnal terakreditasi SINTA 2. Program ini menuai apresiasi luas, baik dari lingkungan internal UMMAT maupun pihak luar, berkat manajemen dan tata kelola yang terstruktur mulai dari seleksi peserta, pembimbingan intensif, hingga proses pengiriman naskah dan revisi.
Tahun ini, angkatan ke-4 Kelas Riset diikuti oleh 22 mahasiswa dari berbagai program studi di FKIP. Dari jumlah tersebut, 13 artikel telah diterima di jurnal SINTA 2, sementara sisanya masih dalam tahap review dan revisi. Untuk Program Studi Pendidikan Matematika sendiri, tujuh mahasiswa berhasil lolos dengan kelulusan penuh berkat diterimanya karya ilmiah mereka di jurnal bergengsi.
Daftar tujuh mahasiswa berprestasi tersebut beserta jurnal tujuan adalah: (1) Alfiana Sahraini, accepted di Mimbar PGSD Undiksha. (2) Nurwahidah, accepted di Indonesian Journal of Educational Research and Review. (3) Elna Farida, accepted di Formatif: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA. (4) Alfian Rahman Hadi, accepted di JST: Jurnal Sains dan Teknologi. (5) Lailatul Jannah, accepted di JPPP: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan. (6) Meli Anggraini, accepted di IJOLAE: Indonesian Journal on Learning and Advanced Education. (7) Lailatul Hoyali, accepted di Jurnal Mimbar Ilmu
Keberhasilan ini bukan diraih secara instan. Prosesnya dimulai dari pemilihan topik penelitian yang relevan dan terkini, pengumpulan data lapangan atau eksperimen, analisis mendalam, penulisan sesuai kaidah akademik, hingga melewati tahap peer review yang ketat.
Pembina sekaligus Pembimbing Utama Kelas Riset, Dr. Syaharuddin, M.Si, menegaskan bahwa prestasi ini adalah hasil dari kerja keras dan konsistensi. “Mereka berhasil menaklukkan SINTA 2 berkat komitmen tinggi, bimbingan intensif, dan ketekunan luar biasa dalam proses penelitian. Ini membuktikan bahwa mahasiswa kita mampu bersaing di ranah akademik nasional,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Abdillah, M.Pd, Ketua Prodi Pendidikan Matematika. Ia memberikan apresiasi kepada seluruh dosen pembimbing yang terlibat langsung dalam proses pendampingan. “Terima kasih kepada para pembimbing yang telah mencurahkan waktu, tenaga, dan ilmu untuk mendampingi mahasiswa dari nol hingga menghasilkan publikasi berkualitas,” tuturnya.
Salah satu pembimbing, Vera Mandailina, M.Pd, menekankan bahwa keberhasilan ini adalah buah dari proses riset yang matang. “Tahapan yang mereka lalui mulai dari perencanaan, pengumpulan data, penulisan, pengiriman naskah, hingga revisi berkali-kali sebelum akhirnya mendapat Letter of Acceptance (LoA) benar-benar menguji kesabaran dan kemampuan mereka,” jelasnya.
Dekan FKIP UMMAT, Dr. Muhammad Nizaar, M.Pd.Si, menyampaikan apresiasi tinggi kepada mahasiswa dan pembimbing. “Pencapaian ini bukan hanya mengangkat nama UMMAT, tetapi juga menjadi bukti bahwa budaya riset yang kami bangun dapat menghasilkan lulusan berkualitas dan kompetitif. Mahasiswa tidak hanya lulus dengan predikat akademis tinggi, tetapi juga memiliki rekam jejak publikasi yang diakui secara nasional bahkan internasional,” ungkapnya.
Ia menambahkan, keberhasilan ini menjadi modal penting bagi lulusan FKIP untuk melanjutkan studi atau berkarier di dunia pendidikan dan penelitian. “Ini adalah langkah maju dalam mempersiapkan generasi pendidik yang unggul, kreatif, dan siap menghadapi tantangan abad 21,” tegasnya.
Keberhasilan tujuh mahasiswa ini diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa UMMAT lainnya. Program Kelas Riset FKIP terbukti mampu mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis, berorientasi pada solusi, dan menghasilkan karya yang berdampak nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan.
Dengan pencapaian ini, UMMAT semakin mengukuhkan posisinya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya fokus pada pengajaran, tetapi juga aktif mencetak karya ilmiah berkualitas. Bagi mahasiswa, jalur kelulusan tanpa skripsi melalui publikasi SINTA 2 menjadi motivasi sekaligus tantangan untuk terus berkarya dan berinovasi. (HUMAS UMMAT)
Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menunjukkan komitmennya dalam mendorong peningkatan kapasitas mahasiswa dengan menjadi tuan rumah Bimbingan Teknis (BIMTEK) Pendampingan Pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2025 bagi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia. Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid (daring via Zoom dan luring di Aula UMMAT) pada 23 Juli 2025 ini diinisiasi oleh Pusat Prestasi Mahasiswa PTMA (PUSPRESMAPTMA).
Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antarperguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dalam meningkatkan kualitas proposal PKM, sekaligus mempersiapkan mahasiswa agar mampu menghasilkan program yang berkualitas dan berdaya saing menuju ajang nasional seperti Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS).
Sejumlah pendamping nasional yang berpengalaman turut hadir dan memberikan materi teknis sesuai skema PKM masing-masing. Nur Rifai Iksan, S.Pd., M.Ed., menjadi pemateri untuk pendampingan PKM-K (Kewirausahaan). Ir. Ahmad Kholid Algofari, MT, memberikan arahan untuk skema PKM-PM/PI (Pengabdian kepada Masyarakat dan Penerapan IPTEK). Skema PKM-RSH (Riset Sosial Humaniora) dibimbing oleh Dr. Andi Muhammad Irfan Asfar, MT., M.Pd. Sementara Ir. Henik Sukorini, MP, Ph.D. mengisi pendampingan untuk skema PKM-KC/KI (Karsa Cipta dan Karya Inovatif). Pendampingan PKM-RE (Riset Eksakta) diampu oleh Dr. dr. Humairah Medina Liza Lubis, M.Ked (PA), Sp.PA., sedangkan skema terbaru PKM-VGK (Gagasan Konstruktif Video) dibimbing langsung oleh Dr. Gita Anggraini, M.Pd.I. Pemaparan umum mengenai kebijakan dan strategi PKM disampaikan oleh Dr. Fatimah Sari Siregar, M.Hum.
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor III UMMAT, Dr. Erwin, M.Pd. menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada UMMAT sebagai tuan rumah kegiatan berskala nasional ini. Ia menegaskan bahwa BIMTEK ini tidak sekadar forum pelatihan teknis, melainkan juga wadah penting untuk membangun budaya riset, pengabdian, kewirausahaan, dan inovasi di lingkungan mahasiswa PTMA.
“Pendampingan ini menjadi krusial karena dari sinilah kita membentuk pola pikir mahasiswa untuk bekerja secara terstruktur, terencana, dan bertanggung jawab terhadap dana yang diberikan. Ini bukan sekadar menjalankan kegiatan, tetapi sebuah proses pendidikan karakter dan intelektual,” ungkap Dr. Erwin.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan universitas, semangat mahasiswa, serta arahan dari dosen dan pendamping nasional agar mahasiswa tidak hanya berhenti pada tahap pendanaan, namun mampu melaju ke PIMNAS dan mengharumkan nama institusi.
“Kita ingin mahasiswa kita tidak hanya puas sampai pada tahap mendapatkan pendanaan. Justru tantangan sebenarnya adalah bagaimana mereka melaksanakan program dengan optimal, membuat laporan yang baik, dan akhirnya mampu menunjukkan kualitas hasil karya mereka di panggung nasional,” lanjutnya.
Dr. Erwin berharap agar kegiatan ini bisa menjadi pijakan awal yang kuat untuk meningkatkan kesiapan teknis mahasiswa dalam mengelola anggaran, dokumentasi kegiatan, serta pelaporan pertanggungjawaban sesuai standar kementerian.
Secara khusus, beliau menyampaikan harapannya terhadap mahasiswa UMMAT yang beberapa kali berhasil meraih pendanaan, namun belum berhasil lolos ke PIMNAS.
“Mudah-mudahan tahun ini minimal ada satu kelompok PKM mahasiswa UMMAT yang bisa lolos sampai ke PIMNAS. Tantangannya memang bukan di pendanaan, tapi bagaimana membawa mereka sampai ke tingkat nasional. Ini yang terus kita upayakan bersama,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dr. Erwin menegaskan bahwa menjadi tuan rumah BIMTEK adalah bentuk nyata komitmen UMMAT dalam menjalankan peran strategis sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan kreativitas mahasiswa. Ia berharap kegiatan ini juga mempererat jejaring antar-PTMA dan membuka peluang kolaborasi lintas kampus dalam mengembangkan program mahasiswa yang berdampak nyata bagi masyarakat.
“Kami menyambut baik kehadiran para pendamping dan perwakilan PTMA dari seluruh Indonesia, meski banyak yang hadir secara daring. Semoga kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kualitas PKM, tetapi juga memperkuat ukhuwah antarperguruan tinggi Muhammadiyah dalam mencetak generasi muda unggul dan berkemajuan,” pungkasnya. (HUMAS UMMAT)
Mataram, 27 Juni 2025 – Dalam rangka memperingati Milad ke-45, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) tidak hanya merayakan usia, tetapi juga menegaskan kembali komitmennya sebagai institusi pendidikan yang mencetak generasi muda mandiri, inovatif, dan produktif. Di momentum penuh makna ini, UMMAT menyalurkan bantuan kewirausahaan bagi mahasiswa dengan total nilai mencapai Rp21 juta.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Ketua Baitul Mal UMMAT, Habiburrahman, M.Pd., di Auditorium H. Anwar Ikraman, disaksikan oleh sivitas akademika dan para tamu undangan. Bantuan tersebut merupakan dana stimulan yang ditujukan untuk menumbuhkan semangat berwirausaha di kalangan mahasiswa, sekaligus membentuk karakter wirausaha sejak di bangku kuliah.
“Bantuan kewirausahaan ini bukan sekadar pemberian dana, tapi sebuah investasi jangka panjang untuk karakter dan kemandirian mahasiswa. Kami ingin mereka punya keberanian untuk memulai usaha, menyalurkan ide-ide kreatif, dan menjawab tantangan zaman dengan solusi nyata,” ungkap Habiburrahman.
Ia juga menambahkan bahwa program ini dirancang bukan sebagai kegiatan sesaat, melainkan langkah strategis jangka panjang. Mahasiswa penerima bantuan didorong membentuk kelompok usaha mandiri yang akan didampingi secara berkelanjutan oleh universitas, khususnya melalui koordinasi Wakil Rektor III bidang kemahasiswaan.
“Kami ingin membangun ekosistem wirausaha mahasiswa yang kokoh. Mereka bisa saling menguatkan dalam kelompok usaha yang produktif, terkoordinasi, dan visioner. Gotong royong dan semangat kolaborasi menjadi kunci”, lanjutnya.
Sementara itu, Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, MA., menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap program ini. Menurutnya, perguruan tinggi di era kini dituntut untuk tidak hanya mencetak sarjana, tapi juga membentuk pionir perubahan yang mampu membuka lapangan kerja dan membawa dampak sosial.
“UMMAT ingin menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga tangguh dalam menghadapi dinamika kehidupan. Kita butuh anak muda yang berani menciptakan peluang, bukan sekadar mencari kesempatan. Program kewirausahaan ini menjadi pijakan awal ke arah itu”, tegas Rektor.
Rektor juga mengingatkan agar bantuan ini digunakan sebaik mungkin sebagai fondasi awal menumbuhkan jiwa entrepreneur yang tangguh dan bertanggung jawab.
Program kewirausahaan ini merupakan bagian integral dari rangkaian peringatan Milad ke-45 UMMAT yang mengusung tema “Semangat Baru, Menuju Unggul.” Lebih dari sekadar selebrasi, UMMAT menempatkan milad sebagai momentum refleksi, transformasi, dan aksi nyata untuk kebermanfaatan umat dan bangsa.
Sebagai kampus Islam berkemajuan di Nusa Tenggara Barat, UMMAT terus berupaya menanamkan nilai-nilai kemandirian, inovasi, dan kepedulian sosial kepada para mahasiswanya. Diharapkan, program seperti ini dapat melahirkan lebih banyak wirausahawan muda yang tidak hanya kompeten dan berdaya saing, tetapi juga berakar kuat pada nilai-nilai lokal dan kontribusi nyata bagi pembangunan NTB dan Indonesia. (HUMAS UMMAT)
Mataram, 5 Juni 2025 — Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) memperkuat tata kelola dan kualitas kepemimpinan akademik dengan menyelenggarakan prosesi Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Pejabat Struktural di lingkungan kampus. Acara ini berlangsung khidmat di Aula Rektorat UMMAT, dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, dekan, dosen, tenaga kependidikan, dan tamu undangan lainnya.
Pelantikan kali ini melibatkan empat pejabat struktural baru di dua fakultas, yakni Fakultas Agama Islam (FAI) dan Fakultas Pertanian (FAPERTA) untuk masa jabatan 2025–2029. Adapun para pejabat yang dilantik adalah: Dr. Mukhlisin, S.Sy., M.S.I. sebagai Wakil Dekan I FAI yang membidangi Akademik, Administrasi, Keuangan, dan SDM. Mardiyah Hayati, S.Ag., M.Pd.I. sebagai Wakil Dekan II FAI yang membidangi Kemahasiswaan, Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK), dan Kerja Sama. Dr. Nurhayati, S.TP., M.P. sebagai Wakil Dekan I FAPERTA yang membidangi Akademik, Administrasi, Keuangan, dan SDM. Dan Karyanik, S.T., M.T. sebagai Wakil Dekan II FAPERTA yang membidangi Kemahasiswaan, Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK), dan Kerja Sama.
Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, M.A., menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya pelantikan tersebut. Beliau juga memberikan apresiasi kepada para Wakil Dekan sebelumnya atas dedikasi dan kontribusi mereka dalam mengembangkan fakultas. “Pelantikan ini adalah momen penting. Kita berharap dengan kepemimpinan baru ini, akan lahir semangat baru yang membawa perubahan positif bagi UMMAT. Terima kasih saya sampaikan kepada para Wakil Dekan sebelumnya atas pengabdian yang luar biasa”, ujar Rektor.
Rektor juga memberikan sejumlah arahan strategis bagi para Wakil Dekan baru. Ia menekankan pentingnya peningkatan kinerja akademik, membangun jejaring kerja sama dengan sekolah-sekolah dan pesantren sebagai upaya memperluas jangkauan calon mahasiswa, serta memperkuat sistem evaluasi internal. “Saya harap para Wakil Dekan dapat menjalin kolaborasi yang baik, baik secara internal maupun eksternal. Tahun 2026 akan menjadi momentum penting bagi kita untuk bersama-sama membawa UMMAT menjadi Perguruan Tinggi yang unggul”, tegasnya.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMMAT, Drs. H. Gulam Abbas, M.Si., yang memberikan pesan reflektif sekaligus motivatif kepada para pejabat yang baru dilantik. “Selamat kepada para Wakil Dekan terpilih. Menjadi pemimpin bukan hanya soal jabatan, tapi juga kesiapan untuk menjadi tempat menampung berbagai permasalahan. Seorang pemimpin harus siap menjadi ‘tong sampah’ tempat di mana banyak keluhan dan tantangan dikumpulkan”, tuturnya dengan nada bijak.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kepemimpinan yang mengedepankan manajering skill atau seni dalam menggerakkan orang lain. Menurutnya, kinerja bukanlah hasil kerja individu, melainkan kerja tim yang membutuhkan sinergi dan kolaborasi.
“Jika tidak bisa menggerakkan orang lain, maka akan sulit untuk membentuk tim yang solid. Padahal, keberhasilan sebuah institusi sangat bergantung pada kekuatan timnya”, jelas Gulam Abbas.
Ia juga menyampaikan bahwa setiap pemimpin seharusnya memiliki role model dalam menjalankan amanahnya. Dalam konteks keislaman, teladan terbaik adalah Rasulullah SAW, yang dikenal dengan sifat Shidiq (jujur), Amanah (dapat dipercaya), Tabligh (menyampaikan kebenaran), dan Fathanah (cerdas).
“Kalau keempat sifat itu kita pegang, insyaAllah kita akan selamat dan membawa keberkahan dalam memimpin,” pungkasnya.
Dengan pelantikan ini, UMMAT menegaskan komitmennya untuk terus berkembang sebagai perguruan tinggi yang adaptif, unggul, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat. (HUMAS UMMAT)
Surakarta, 14 Mei 2025 — Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melakukan kunjungan studi tiru ke Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dalam rangka penguatan tata kelola penjaminan mutu, integrasi sistem informasi, dan pengembangan layanan kemahasiswaan. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Induk Siti Walidah UMS ini menjadi bagian dari upaya strategis mempererat sinergi antarperguruan tinggi Muhammadiyah menuju tata kelola kampus yang unggul, adaptif, dan berdaya saing tinggi.
Rombongan UMMAT yang dipimpin langsung oleh Wakil Rektor III, Dr. Erwin, M.Pd., terdiri atas tujuh delegasi dari unit-unit strategis seperti Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Unit Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (TIPD), serta Bidang Kemahasiswaan dan Akademik. Rombongan disambut secara resmi oleh Wakil Rektor III UMS, Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D., bersama jajaran pimpinan unit kerja terkait di lingkungan UMS.
Prof. Ihwan menyampaikan apresiasi atas kepercayaan UMMAT kepada UMS sebagai mitra studi tiru dan menekankan pentingnya kolaborasi antarperguruan tinggi Muhammadiyah dalam menghadapi dinamika dunia pendidikan tinggi. “Kami menyambut baik kunjungan UMMAT sebagai langkah strategis untuk saling belajar dan berbagi praktik terbaik dalam tata kelola universitas. Sinergi ini menjadi wujud nyata dari semangat fastabiqul khairat di lingkungan persyarikatan,” ungkapnya.
Sementara itu, Dr. Erwin menegaskan bahwa UMMAT saat ini tengah menjalankan transformasi besar-besaran di bidang akademik dan tata kelola kelembagaan. “Salah satu fokus utama kami adalah pembenahan sistem informasi akademik, penjaminan mutu internal, serta peningkatan layanan kemahasiswaan berbasis digital dengan target meraih akreditasi institusi unggul pada tahun 2026. Kami ingin belajar langsung dari UMS yang telah lebih dulu menata sistem tersebut secara sistematis dan berkelanjutan,” jelasnya.
Kegiatan studi tiru terbagi dalam dua sesi utama. Sesi pertama menampilkan pemaparan dari Ketua LPM UMS mengenai sistem penjaminan mutu internal berbasis SPMI, pelaksanaan audit mutu internal, serta strategi integrasi sistem mutu dengan pelaporan akreditasi nasional. Sesi kedua berfokus pada presentasi dan diskusi bersama Unit Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) UMS, membahas pengembangan sistem informasi kampus berbasis dashboard, sinkronisasi data akademik dan kemahasiswaan, serta digitalisasi layanan berbasis pengalaman pengguna (user experience).
Tidak hanya mengikuti paparan, delegasi UMMAT juga berkesempatan mengunjungi sejumlah unit strategis seperti UPT TIPD, Pusat Layanan Mahasiswa, dan Command Center UMS untuk menyaksikan langsung implementasi sistem informasi secara real-time dan terintegrasi.
Kepala LPM UMMAT yang turut hadir dalam kegiatan ini menyampaikan bahwa UMS telah menjadi inspirasi dalam membangun budaya mutu kampus secara menyeluruh dan berkelanjutan. “Kami mendapatkan banyak insight terkait pengelolaan data mutu, perencanaan strategis berbasis evaluasi diri, serta bagaimana melibatkan seluruh sivitas akademika dalam proses peningkatan mutu,” ujarnya.
Kunjungan ini juga memperkuat kerja sama yang telah terjalin sebelumnya antara UMMAT dan UMS, terutama dalam pendampingan pendirian Fakultas Kedokteran UMMAT. Kedua pihak sepakat untuk terus memperluas ruang kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan institusi. “Harapan kami, sinergi ini bisa melahirkan ekosistem pendidikan tinggi Muhammadiyah yang kuat, saling mendukung, dan mampu menjawab tantangan zaman,” tutup Dr. Erwin (HUMAS UMMAT).