Mataram,Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Mataram (FAI UMMAT) kembali menorehkan sejarah penting dalam perjalanan akademiknya dengan menyelenggarakan Yudisium Sarjana Strata Satu (S1) Periode September Tahun Akademik 2024/2025. Acara yang digelar secara khidmat di Ballroom Hotel Jayakarta, Kota Mataram, pada Rabu, 10 September 2025 ini mengukuhkan sebanyak 107 mahasiswa sebagai lulusan resmi dari empat program studi, yakni Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), serta Ekonomi Syariah (EKsyar).
Yudisium yang berlangsung penuh keharuan dan kebanggaan ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, di antaranya Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) NTB, jajaran Wakil Rektor, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMMAT, Dekan FAI UMMAT beserta para Wakil Dekan, segenap dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa dari lingkungan Fakultas Agama Islam. Kehadiran pimpinan universitas dan fakultas tersebut menjadi bukti nyata dukungan penuh terhadap keberhasilan para lulusan dalam menuntaskan perjalanan akademiknya.
Dekan FAI UMMAT, Dr. H. Muhirdan, M.S.I., memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para lulusan yang berhasil melewati proses panjang perkuliahan dengan penuh dedikasi. “Lulusan FAI UMMAT harus siap menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan mampu menjawab tantangan zaman dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Islam. Keberhasilan hari ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan baru untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan agama,” ungkapnya penuh semangat.
Sementara itu, Wakil Rektor IV UMMAT yang hadir mewakili Rektor UMMAT, Dr. H. Zaenudin, M.Pd.I., menyampaikan pesan motivasi agar para lulusan tidak hanya berhenti pada capaian akademik, tetapi terus mengembangkan diri di tengah dinamika masyarakat modern.
“Integritas, profesionalitas, dan semangat pengabdian harus menjadi bekal utama bagi saudara-saudara sekalian. Kami berharap lulusan FAI UMMAT mampu membawa kontribusi nyata bagi bangsa ini, sekaligus tetap menjaga nama baik almamater di manapun berada,” ujarnya.
Turut memberikan amanat, Ketua BPH UMMAT, Drs. H. Gulam Abbas, M.Si., yang menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai Islami dalam setiap langkah kehidupan. Beliau juga mendorong para lulusan untuk memiliki kemandirian, keberanian dalam menghadapi tantangan, serta semangat berkontribusi di berbagai bidang, baik di ranah pendidikan, ekonomi, maupun sosial kemasyarakatan.
Sebagai bentuk penghargaan atas prestasi yang telah ditorehkan, fakultas memberikan penghargaan kepada 10 mahasiswa terbaik dari masing-masing program studi. Penghargaan tersebut menjadi simbol apresiasi terhadap capaian akademik maupun non-akademik para mahasiswa, sekaligus inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi.
Momen haru juga tercipta saat salah satu perwakilan mahasiswa menyampaikan kesan dan pesan mewakili seluruh lulusan. Dengan penuh rasa syukur, ia mengisahkan perjalanan panjang, suka duka, serta perjuangan bersama teman-teman dan dosen hingga akhirnya berhasil menyelesaikan studi. Ucapan terima kasih pun dipersembahkan kepada orang tua, keluarga, serta civitas akademika FAI UMMAT yang telah mendampingi perjalanan mereka.
Acara yudisium kemudian ditutup dengan penayangan video ucapan selamat dari para dosen dan tenaga kependidikan FAI UMMAT, yang disambut meriah oleh seluruh hadirin. Doa bersama, sesi foto, serta ramah tamah menjadi penutup yang indah dalam rangkaian acara tersebut.
Dengan terselenggaranya Yudisium Periode September 2025 ini, FAI UMMAT kembali menegaskan komitmennya untuk terus melahirkan generasi unggul yang Islami, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan global. Para lulusan diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang senantiasa mengedepankan ilmu, iman, dan amal dalam kehidupan nyata, sejalan dengan visi besar Universitas Muhammadiyah Mataram. (HUMAS UMMAT)
Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali menorehkan langkah-langkah penting dalam penguatan tata kelola akademik dan penelitian dengan meluncurkan dua aplikasi strategis: Sistem Informasi Manajemen Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (SIMLITABMAS) serta SIAKAD terintegrasi PDDikti. Acara launching yang berlangsung di Aula Pertemuan Lantai III UMMAT pada tanggal 16 September 2025 ini dihadiri jajaran pimpinan universitas, dosen, serta tim pengembang aplikasi.
Acara dibuka dengan refleksi sejarah perjalanan panjang SIAKAD UMMAT yang disampaikan oleh Sekretaris Rektor I, Dr. Syafril, M.Pd. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa sistem akademik bukan hanya sarana administrasi, tetapi juga bagian vital dalam mendukung borang akreditasi serta tata kelola kampus yang unggul.
Dr. Syafril juga menambahkan bahwa capaian ini sekaligus menjadi bagian penting dalam mendukung Indikator Kinerja Utama (IKU) 118 dan 133 sebagai tolok ukur keberhasilan tata kelola perguruan tinggi.
Sementara itu, Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, MA., menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh tim pengembang. “Permasalahan sinkronisasi antara keuangan, SIAKAD, dan PDDikti sudah lama menjadi tantangan. Dengan hadirnya aplikasi baru ini, kita berharap seluruh sistem berjalan baik tanpa kendala. Mari kita dukung bersama, karena seluruh aktivitas akademik, pengabdian, hingga penelitian kini harus berbasis sistem. Inilah langkah nyata UMMAT menuju kampus Unggul dan terakreditasi AIPT,” ujarnya.
Peluncuran aplikasi ini turut diisi dengan presentasi teknis dari dua tim pengembang. Tim SIMLITABMAS, yang dipimpin oleh M. Imam Dinata, S.Kom., M.Kom., menjelaskan bahwa latar belakang pengembangan aplikasi berangkat dari masih adanya administrasi manual, kurangnya integrasi data, serta kebutuhan transparansi dan akuntabilitas.
“SIMLITABMAS hadir untuk mengotomatisasi alur pengajuan, penilaian, monitoring, hingga pelaporan penelitian dan pengabdian. Sistem ini menyediakan basis data terintegrasi yang mencatat riwayat kegiatan dosen dan output penelitian. Tujuannya adalah meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akurasi data, sehingga mendukung pengambilan keputusan strategis sekaligus mempermudah pelaporan internal maupun eksternal,” jelasnya.
Kemudian, Tim SIAKAD yang diketuai oleh Abdul Ra’uf Alfansani, S.Kom., turut memaparkan fitur-fitur utama sistem akademik terintegrasi dengan PDDikti. Sistem ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan real-time data akademik, mendukung keperluan akreditasi, serta mengoptimalkan layanan akademik bagi mahasiswa maupun dosen.
Dengan diluncurkannya SIMLITABMAS dan SIAKAD terintegrasi PDDikti, UMMAT menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dan memperkuat transformasi digital. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa UMMAT siap menjadi kampus unggul, transparan, akuntabel, dan berdaya saing, baik di tingkat nasional maupun internasional. (HUMAS UMMAT)
Mataram, Aula Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) dipenuhi suasana haru dan kebanggaan. Sebanyak 87 mahasiswa resmi dikukuhkan melalui prosesi Yudisium Fakultas Hukum UMMAT Tahun 2025 setelah menempuh perjalanan panjang di bangku kuliah.
Yudisium yang digelar pada Kamis 11 September 2025 ini bukan hanya menandai berakhirnya masa studi, tetapi juga menjadi momentum penting untuk menghargai capaian akademik yang telah diperoleh mahasiswa. Lebih dari sekadar seremoni, kegiatan ini diharapkan menjadi bekal agar para lulusan siap menghadapi dunia kerja, melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi, sekaligus menumbuhkan rasa bangga serta tanggung jawab sebagai alumni UMMAT.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Hukum UMMAT, Dr. Hilman Syahrial Haq, S.H., LL.M., menekankan bahwa yudisium adalah titik persimpangan penting dalam kehidupan akademik mahasiswa. “Yudisium ini bukanlah akhir dari perjuangan, tetapi gerbang awal menuju tanggung jawab baru. Sebagai sarjana hukum, para lulusan harus menjaga integritas, menjunjung tinggi nilai keadilan, serta senantiasa mengamalkan ilmu hukum yang telah diperoleh demi kemajuan bangsa dan kemanusiaan,” ungkapnya.
Beliau menambahkan, menjadi lulusan Fakultas Hukum berarti memikul amanah besar untuk mengabdi di tengah masyarakat. “Ke depan, masyarakat menunggu kontribusi nyata dari kalian semua. Jadilah penegak hukum yang adil, profesional, dan bermartabat, sesuai dengan nilai-nilai luhur yang telah ditanamkan selama di UMMAT,” lanjutnya.
Senada dengan itu, Rektor UMMAT yang diwakilkan Wakil Rektor III, Dr. Erwin, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh lulusan. “UMMAT terus berkomitmen untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berkarakter Islami dan berintegritas. Kami berharap para lulusan Fakultas Hukum mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat, membawa nama baik almamater, dan selalu menjunjung tinggi nilai-nilai Muhammadiyah,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMMAT, yang diwakilkan oleh Ayahandah Drs. Ramli, juga menegaskan pentingnya lulusan untuk senantiasa menjaga nama baik institusi. “Keberhasilan yang kalian raih hari ini adalah buah dari kerja keras, doa, dan dukungan banyak pihak. Jangan berhenti berkarya setelah yudisium ini. Jadikan ilmu yang telah diperoleh sebagai jalan untuk memberikan manfaat nyata bagi agama, bangsa, dan masyarakat,” pesannya.
Prosesi yudisium dimulai dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Yudisium oleh pimpinan fakultas, disusul dengan pengumuman nama-nama mahasiswa yang resmi dikukuhkan. Suasana penuh semangat dan kebanggaan menyelimuti ruangan ketika setiap nama dipanggil. Tepuk tangan hangat serta doa dari keluarga dan sahabat yang hadir semakin menambah keharuan acara.
Momen bersejarah itu ditandai dengan penyematan tanda kelulusan, sebagai simbol sahnya para mahasiswa menyandang gelar sarjana hukum. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa perjuangan panjang dari kuliah, seminar, ujian, hingga skripsi telah terbayar tuntas dengan manis.
Acara turut dimeriahkan dengan penyampaian pesan dan kesan dari perwakilan lulusan. Baiq Jannati Luklu’il Maknun, salah satu perwakilan lulusan, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam. “Kami tidak akan pernah sampai di titik ini tanpa doa, dukungan, dan bimbingan dari para dosen, tenaga kependidikan, serta orang tua. Semoga ilmu yang kami peroleh dapat kami manfaatkan untuk memberi kebaikan bagi masyarakat luas,” tuturnya dengan suara bergetar menahan haru.
Yudisium Fakultas Hukum UMMAT 2025 sekaligus menjadi refleksi atas konsistensi fakultas dalam mencetak lulusan yang unggul dan berdaya saing. Dengan visi melahirkan sarjana hukum yang tidak hanya mumpuni secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan wawasan global, Fakultas Hukum UMMAT terus berkomitmen untuk menjadi lembaga pendidikan hukum yang mampu berkontribusi nyata bagi bangsa dan kemanusiaan. (HUMAS UMMAT)
Mataram, Suasana haru dan khidmat menyelimuti Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), sebanyak 57 mahasiswa magister resmi dikukuhkan dalam Yudisium Pascasarjana UMMAT Tahun 2025. Acara ini menjadi momentum bersejarah, menandai keberhasilan para mahasiswa menyelesaikan studi di tiga program unggulan, yakni Magister Hukum, Magister Ilmu Lingkungan, dan Magister Pendidikan Dasar.
Prosesi akademik ini dipimpin oleh Direktur Pascasarjana UMMAT, dan turut dihadiri oleh Rektor UMMAT, para Wakil Rektor, Ketua Badan Pembina Harian (BPH), Ketua Program Studi, serta jajaran dosen yang memberikan dukungan penuh, menambah nuansa emosional dalam acara tersebut.
Pada kesempatan ini, Pascasarjana UMMAT mengukuhkan 42 lulusan Magister Hukum, 8 lulusan Magister Ilmu Lingkungan, dan 7 lulusan Magister Pendidikan Dasar. Dengan demikian, total alumni Pascasarjana UMMAT terus bertambah, memperluas jaringan kontribusi nyata di berbagai sektor kehidupan.
Direktur Pascasarjana UMMAT, Dr. Lukman, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian para mahasiswa. Ia menegaskan bahwa yudisium bukanlah akhir perjalanan akademik, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar di masyarakat.
“Hari ini bukanlah akhir, melainkan awal pengabdian. Kami berharap lulusan Pascasarjana UMMAT dapat menjadi agen perubahan, membawa solusi, serta berkontribusi nyata di bidang masing-masing. Integritas, keilmuan, dan pengabdian adalah bekal utama bagi lulusan Pascasarjana,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, MA., dalam arahannya menekankan pentingnya menjaga kualitas intelektual dan spiritual dalam mengamalkan ilmu yang diperoleh. “UMMAT berkomitmen mencetak lulusan magister yang unggul dan berdaya saing. Kami berharap alumni dapat mengimplementasikan ilmu yang diperolehnya, memberikan dampak positif bagi masyarakat, serta menjaga nama baik UMMAT di tingkat nasional maupun internasional,” ungkapnya.
Beliau juga mengingatkan agar para lulusan tidak berhenti belajar meski telah mengantongi gelar magister. Ilmu, menurutnya, harus terus dikembangkan seiring perkembangan zaman yang penuh tantangan.
Selain Rektor dan Direktur Pascasarjana, para Ketua Program Studi juga turut memberikan harapan bagi para lulusan: Nurjannah S., SH., MH., Ketua Prodi Magister Hukum, berharap lulusan mampu menegakkan keadilan dengan penuh integritas. “Kami berharap lulusan Magister Hukum UMMAT mampu menegakkan keadilan dengan berlandaskan etika, keilmuan, dan nilai-nilai Islam, sehingga menjadi praktisi hukum yang profesional sekaligus berintegritas tinggi.”.
Sukuryadi, S.Kel., M.Si., Ketua Prodi Magister Ilmu Lingkungan, menekankan urgensi kontribusi lulusan dalam menghadapi isu global. “Lulusan Magister Ilmu Lingkungan UMMAT diharapkan dapat berperan aktif dalam melawan tantangan perubahan iklim dan kerusakan lingkungan, serta memberikan solusi berbasis penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat.”.
Dr. Khairil Anwar, M.Pd., Ketua Prodi Magister Pendidikan Dasar, menegaskan pentingnya lulusan menjadi motor penggerak pendidikan dasar. “Kami berharap lulusan Magister Pendidikan Dasar dapat menjadi pendidik, peneliti, dan inovator yang mampu meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar, serta mencetak generasi muda yang cerdas dan berkarakter.”.
Yudisium Pascasarjana UMMAT 2025 bukan hanya prosesi seremonial, tetapi juga momentum penting dalam perjalanan akademik kampus. Dengan terus melahirkan lulusan yang berkualitas, berdaya saing global, dan berlandaskan nilai-nilai Islam, UMMAT semakin meneguhkan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang berperan dalam mencetak generasi cendekiawan Muslim yang siap berkontribusi di berbagai lini kehidupan. (HUMAS UMMAT)
Sangiang,Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) Kelompok 28 sukses menggelar kegiatan “Demonstrasi Pengolahan Sampah Plastik Menjadi Paving Blok dan Sosialisasi Pemanfaatan Arang Aktif untuk Pencegahan Pencemaran Laut dari Limbah Cair Rumah Tangga” di Desa Sangiang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, pada Jumat (12/9/2025). Kegiatan yang dipusatkan di Kantor Desa Sangiang ini dihadiri oleh Kepala Desa beserta perangkatnya, delapan kepala dusun beserta lima orang perwakilannya, tokoh pemuda, karang taruna, serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) kelompok 28, Erni Yustissiani, M.Sc.
Acara ini disambut antusias oleh masyarakat, mengingat permasalahan sampah plastik dan pencemaran lingkungan kini menjadi isu mendesak di berbagai daerah, termasuk Desa Sangiang. Sampah plastik yang tidak dikelola dengan baik dapat menumpuk dan menurunkan kualitas lingkungan, sementara limbah cair rumah tangga sering kali berakhir di laut sehingga mencemari ekosistem. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UMMAT menghadirkan solusi sederhana namun berdampak, yaitu dengan mengubah plastik menjadi paving blok yang bernilai ekonomis serta mengenalkan teknologi arang aktif sebagai penyaring limbah cair rumah tangga.
Kegiatan dimulai dengan demonstrasi pengolahan sampah plastik menjadi paving blok. Mahasiswa memperlihatkan secara langsung tahapan proses mulai dari pemilahan plastik, pencacahan, pencampuran dengan bahan tambahan, pencetakan, hingga hasil akhir berupa paving blok yang kokoh. Proses ini menjadi perhatian masyarakat karena dinilai sebagai terobosan kreatif yang tidak hanya mengurangi sampah plastik, tetapi juga berpotensi menjadi peluang usaha baru di desa.
Selain itu, mahasiswa juga melakukan sosialisasi tentang pemanfaatan arang aktif untuk mencegah pencemaran laut akibat limbah cair rumah tangga. Arang aktif dipilih karena sifatnya yang mampu menyerap zat berbahaya dari limbah, sehingga air buangan rumah tangga dapat lebih ramah terhadap lingkungan. Sosialisasi ini dipandang penting karena masyarakat Desa Sangiang sebagian besar tinggal di pesisir dan memiliki aktivitas rumah tangga yang berdampak langsung ke laut.
Ketua Kelompok 28, M. Ari Azhari, menekankan pentingnya kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan. “Melalui demonstrasi pengolahan sampah plastik menjadi paving blok ini, kami ingin menunjukkan bahwa sampah memiliki nilai guna dan bisa diolah menjadi produk bermanfaat. Sosialisasi arang aktif kami adakan agar masyarakat sadar pentingnya mengelola limbah cair rumah tangga agar tidak mencemari laut dan lingkungan kita. Insyaallah kami juga akan menyusun buku panduan pengolahan limbah plastik ini agar bisa dilanjutkan oleh perangkat desa dan masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.
Dosen Pembimbing Lapangan, Erni Yustissiani, M.Sc., mengapresiasi kreativitas mahasiswa yang berhasil menggabungkan ilmu pengetahuan dengan pengabdian nyata kepada masyarakat. “Kegiatan ini menghadirkan pengalaman berharga, khususnya melalui pengenalan teknologi arang aktif serta inovasi pengolahan limbah plastik menjadi paving blok. Keduanya bukan hanya relevan dengan isu lingkungan, tetapi juga memberi kontribusi nyata dalam menjaga kelestarianekosistem.Saya melihat antusiasme mahasiswa yang tinggi dan respon positif masyarakat, ini menunjukkan bahwa kolaborasi dunia akademik dan masyarakat membawa energi baru, ide-ide segar, serta semangat perubahan yang bermanfaat,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa teknologi sederhana semacam ini perlu terus dikembangkan agar dapat menjadi solusi nyata dalam mengurangi pencemaran sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif bagi masyarakat desa.
Kepala Desa Sangiang, A. Rasid, S.E., menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif mahasiswa KKN UMMAT. “Saya sangat mengapresiasi program andalan mahasiswa KKN UMMAT yang telah memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan limbah plastik menjadi paving blok. Saya yakin program ini dapat mengurangi jumlah limbah plastik sekaligus menciptakan produk alternatif yang lebih ekonomis,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dusun Bronjong-Sangiang, Irwan, merasa sangat terbantu dengan adanya pelatihan langsung dalam pembuatan paving blok. “Saya selalu mengingat saat praktik membuat paving blok, karena hal ini sangat bermanfaat bagi kami, terutama bagi pemerhati lingkungan di sekitar. Terima kasih banyak atas bekal ilmu yang telah diberikan kepada kami,” tuturnya. (HUMAS UMMAT)