MATARAM – Semangat inovasi dan kewirausahaan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali terlihat melalui karya kreatif di bidang pangan. Salah satunya datang dari Mizwar Saniyadi, mahasiswa Program Studi S1 Teknologi Hasil Pertanian (THP), Fakultas Pertanian (FAPERTA) UMMAT, yang menghadirkan “La Pista”, minuman berbahan dasar pistachio yang bernutrisi, unik, dan kekinian di Kota Mataram.
Mizwar merupakan mahasiswa angkatan 2023 yang saat ini menempuh semester 6. Ia dikenal sebagai mahasiswa yang aktif, kreatif, dan memiliki minat besar pada pengolahan hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah. Dari proses belajar di bangku kuliah, Mizwar melihat peluang untuk mengembangkan produk pangan yang tidak hanya menarik dari sisi rasa, tetapi juga memiliki manfaat gizi.
Ide menghadirkan La Pista bermula dari keinginannya untuk menciptakan minuman yang berbeda dari produk yang sudah banyak beredar di Mataram. Di tengah tren minuman kekinian yang terus berkembang, Mizwar melihat bahwa produk berbahan dasar pistachio masih sangat jarang ditemukan. Dari situlah ia mulai melakukan percobaan, riset sederhana, dan pengembangan formula hingga lahirlah produk yang siap dipasarkan.
La Pista tidak hanya menawarkan cita rasa yang khas, tetapi juga membawa nilai lebih dari sisi nutrisi. Pistachio dikenal sebagai bahan pangan yang mengandung protein, serat, antioksidan, vitamin, dan lemak sehat. Kandungan tersebut menjadikan La Pista sebagai alternatif minuman yang lezat sekaligus lebih bernilai gizi bagi masyarakat, khususnya kalangan anak muda yang mulai peduli pada pilihan konsumsi yang lebih sehat.
Dalam proses merintis usaha, Mizwar menghadapi berbagai tantangan. Keterbatasan modal, proses trial and error untuk mendapatkan rasa yang tepat, hingga upaya membangun pasar menjadi bagian dari perjalanan yang harus dilewati. Namun, dengan semangat belajar dan tekad yang kuat, ia mampu mengembangkan La Pista secara bertahap.
Untuk memperluas jangkauan pasar, Mizwar juga memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi. Strategi ini membantu La Pista dikenal lebih luas, terutama di kalangan anak muda yang tertarik mencoba minuman baru dengan konsep unik dan modern.
Saat ini, La Pista berlokasi di Jalan Majapahit, kawasan Taman Budaya, Kota Mataram. Lokasi tersebut dinilai strategis karena ramai dikunjungi masyarakat, terutama pada sore hingga malam hari. Usaha ini beroperasi mulai pukul 16.00 hingga 23.00 WITA, menyesuaikan dengan waktu aktivitas masyarakat yang cenderung meningkat pada jam-jam tersebut.
Selain menjaga kualitas rasa, Mizwar juga memberi perhatian pada pelayanan dan pengalaman pelanggan. Ia ingin setiap konsumen yang datang tidak hanya menikmati minuman, tetapi juga merasakan suasana yang nyaman dan menyenangkan. Langkah ini menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan dan loyalitas pelanggan di tengah persaingan usaha kuliner yang semakin kompetitif.
Keberhasilan awal Mizwar tidak terlepas dari dukungan lingkungan kampus yang terus mendorong mahasiswa untuk berinovasi dan berwirausaha. Pengetahuan yang diperoleh selama kuliah menjadi bekal penting dalam mengembangkan produk, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, hingga pengemasan yang menarik dan higienis.
Kisah Mizwar Saniyadi menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pencari ilmu, tetapi juga mampu menjadi pencipta peluang. Melalui keberanian untuk memulai, kreativitas dalam berinovasi, dan konsistensi dalam menjalankan usaha, ia berhasil menghadirkan produk minuman pistachio yang memiliki potensi besar di Kota Mataram.
Ke depan, Mizwar berharap La Pista dapat terus berkembang dan dikenal lebih luas, tidak hanya di Mataram, tetapi juga di daerah lain. Ia juga berkomitmen untuk terus melakukan inovasi, baik melalui pengembangan varian rasa maupun konsep usaha yang lebih modern dan berkelanjutan.
Lebih dari sekadar usaha minuman, La Pista menjadi simbol semangat generasi muda yang berani menciptakan peluang dari ilmu dan kreativitas yang dimiliki. Kisah ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa dan generasi muda lainnya untuk terus mencoba, berinovasi, dan menghadirkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat. (HUMAS UMMAT)
Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), jajaran pimpinan universitas, dosen, mahasiswa, serta tamu kehormatan Ibu Datuk Hajah Zuraida Kamaruddin berfoto bersama usai kegiatan International Guest Lecture bertema “Muhammadiyah Collaboration with India in the Field of Pharmacy” di Auditorium H. Anwar Ikraman, Kamis (2/4/2026).
MATARAM – Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melalui Kantor Urusan Internasional dan Kerja Sama (KUIK) menyelenggarakan International Guest Lecture bertema “Muhammadiyah Collaboration with India in the Field of Pharmacy” pada Kamis, 2 April 2026, bertempat di Auditorium H. Anwar Ikraman.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, mulai dari Rektor, para Wakil Rektor, Sekretaris Rektor, dekan, direktur, dosen, hingga mahasiswa. Forum ini menjadi bagian dari komitmen UMMAT dalam memperluas jejaring internasional, khususnya di bidang pendidikan tinggi, riset, dan pengembangan industri farmasi.
Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram, Dr. Abdul Wahab, M.A., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada Ibu Datuk Hajah Zuraida Kamaruddin. Ia juga memaparkan sejarah singkat UMMAT serta arah pengembangan universitas yang berorientasi pada kolaborasi global.
“Atas nama pimpinan Universitas Muhammadiyah Mataram, kami menyampaikan selamat datang dan penghormatan setinggi-tingginya kepada Ibu Datuk Hajah Zuraida Kamaruddin di kampus UMMAT. Kehadiran beliau merupakan kehormatan besar bagi kami, sekaligus menjadi energi baru untuk memperkuat jejaring internasional UMMAT, khususnya dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan farmasi,” ujar Dr. Abdul Wahab.
Ia menegaskan bahwa UMMAT terus membuka diri terhadap berbagai bentuk kerja sama strategis lintas negara yang dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu perguruan tinggi.
“UMMAT tidak hanya ingin tumbuh sebagai institusi pendidikan tinggi di tingkat nasional, tetapi juga berperan aktif dalam percakapan dan kolaborasi global. Karena itu, forum seperti ini sangat penting untuk membangun kepercayaan, memperluas kemitraan, dan menghadirkan peluang nyata bagi sivitas akademika maupun masyarakat luas,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Rektor IV UMMAT, Dr. H. Zaenudin, M.Pd.I., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dan menilai kehadiran Datuk Zuraida sebagai momentum penting dalam membuka jalan kerja sama strategis antara UMMAT, jejaring Muhammadiyah, dan mitra industri internasional.
Sesi pemaparan materi oleh Ibu Datuk Hajah Zuraida Kamaruddin dalam kegiatan International Guest Lecture UMMAT
“Alhamdulillah, hari ini kita mendapatkan kehormatan besar karena Ibu Datuk Hajah Zuraida Kamaruddin hadir di tengah-tengah kita. Beliau bukan hanya tokoh penting di Malaysia, tetapi juga figur yang memiliki jejaring luas dan pengalaman besar dalam pemerintahan, parlemen, serta pembangunan masyarakat. Ini adalah peluang strategis yang harus kita sambut dengan kesungguhan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dr. Zaenudin menjelaskan bahwa pertemuan tersebut membuka ruang komunikasi yang sangat potensial, khususnya dalam menjajaki kerja sama dengan para pengusaha dan pelaku industri di India dalam bidang farmasi.
“Kami melihat ada peluang besar untuk membangun kolaborasi yang lebih konkret, termasuk dalam pengembangan industri obat-obatan di Indonesia. Kehadiran beliau dapat menjadi jembatan penting dalam mempertemukan UMMAT dengan jejaring industri dan investor yang relevan. Insyaallah, komunikasi ini akan terus kami tindak lanjuti secara intensif agar cita-cita besar tersebut dapat diwujudkan bersama,” tegasnya.
Kepala KUIK UMMAT, Asbah, M.Hum., menekankan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri farmasi internasional merupakan kebutuhan strategis di tengah tantangan global saat ini. Menurutnya, perguruan tinggi tidak dapat berjalan sendiri dalam membangun inovasi dan daya saing tanpa dukungan kemitraan yang kuat.
“Kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri farmasi internasional bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis. Melalui kemitraan semacam ini, kita dapat mendorong inovasi, memperkuat kapasitas riset, mempercepat transfer teknologi, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan adaptif terhadap tantangan global,” jelas Asbah.
Ia menambahkan bahwa kerja sama internasional yang dibangun UMMAT diarahkan untuk menghadirkan manfaat yang berkelanjutan, baik bagi institusi maupun masyarakat.
“Kerja sama ini pada akhirnya tidak hanya berdampak pada peningkatan mutu akademik, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan ekosistem kesehatan yang lebih maju, berkelanjutan, dan berdaya saing global. Inilah semangat yang terus kami dorong melalui KUIK UMMAT,” lanjutnya.
Kegiatan ini dimoderatori oleh Apt. Safwan, M.Sc., Ph.D., selaku Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UMMAT. Dalam pengantarnya, ia menegaskan bahwa India merupakan salah satu negara yang memiliki posisi sangat kuat dalam industri sintesis farmasi dunia, sehingga sangat relevan dijadikan mitra strategis dalam pengembangan kolaborasi keilmuan maupun industri.
“India dikenal sebagai salah satu kekuatan utama dalam industri sintesis farmasi. Karena itu, tema yang kita angkat hari ini sangat relevan dan visioner, sebab membuka cakrawala baru bagi dunia akademik untuk terkoneksi dengan ekosistem industri farmasi global,” ujarnya.
Pada sesi utama, peserta mendapatkan materi langsung dari Ibu Datuk Hajah Zuraida Kamaruddin, memiliki pengalaman panjang dalam pemerintahan Malaysia. Dalam perjalanan pengabdiannya, beliau pernah menjabat sebagai Menteri Industri Perkebunan dan Komoditas Malaysia periode 2021–2022, serta sebelumnya juga mengemban amanah sebagai Menteri Perumahan dan Pemerintah Daerah Malaysia. Selain itu, beliau juga dikenal sebagai mantan anggota Dewan Rakyat untuk daerah Ampang. Dalam kiprah politiknya, beliau pernah tergabung dalam beberapa partai besar di Malaysia, di antaranya Partai Keadilan Rakyat (PKR), Partai Pribumi Bersatu Malaysia (BERSATU), dan Partai Bangsa Malaysia.
Dengan pengalaman, kapasitas, dan jejaring internasional yang dimiliki, kehadiran Datuk Hajah Zuraida Kamaruddin dinilai menjadi kesempatan berharga bagi sivitas akademika UMMAT untuk memperluas wawasan sekaligus memperkuat langkah universitas menuju kolaborasi global yang lebih konkret.
Melalui penyelenggaraan International Guest Lecture ini, UMMAT kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun sinergi internasional dan menghadirkan ruang akademik yang produktif, inspiratif, serta berdampak bagi kemajuan pendidikan, kesehatan, dan industri di masa depan. (HUMAS UMMAT)
Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), Dr. Abdul Wahab, M.A., menyerahkan secara simbolis paket sembako kepada warga dalam kegiatan Kaji-Mu Ramadhan yang dirangkaikan dengan penyaluran 300 paket sembako di Masjid Al Khoory UMMAT, Kamis (12/3/2026).
MATARAM — Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat nilai-nilai keislaman, kepedulian sosial, dan pelatihan karakter mahasiswa melalui kegiatan Kaji-Mu Ramadhan yang dirangkaikan dengan penyaluran 300 paket sembako kepada masyarakat serta memberikan penghargaan kepada para juara Festival Ramadhan Mahasiswa yang berlangsung di Masjid Al Khoory UMMAT pada 12 Maret 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian program Ramadhan di Kampus (RDK) 1447 H yang diselenggarakan sebagai upaya menghadirkan Ramadhan tidak hanya sebagai momentum penguatan spiritual, tetapi juga sebagai sarana mempererat hubungan kampus dengan masyarakat serta mendorong tumbuhnya budaya prestasi di kalangan mahasiswa.
Kepala Divisi Dakwah dan Kaderisasi LP3IK UMMAT, Muhamad Sahril, M.Pd., selaku Ketua Panitia RDK 1447 H, menyampaikan bahwa pelaksanaan Kaji-Mu Ramadhan dirancang sebagai wadah untuk memperkuat semangat dakwah kampus yang berfokus pada pelatihan, pelayanan, dan kebermanfaatan sosial.
Ia menjelaskan bahwa penyaluran bantuan sembako merupakan bentuk nyata kepedulian UMMAT terhadap masyarakat di sekitar kampus dan wilayah binaan. Menurutnya, Ramadhan harus dimaknai sebagai bulan yang menghadirkan keberkahan, solidaritas, dan penguatan hubungan antarsesama.
Sebanyak 300 paket sembako disalurkan kepada masyarakat yang berada di empat wilayah, yaitu Bebidas, Jempong, Baturinggit, dan Bajur . Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan suci Ramadhan sekaligus memperkuat jalinan ukhuwah antara UMMAT dan lingkungan sekitar.
Sementara itu, Habiburrahman, M.Pd., Kepala Baitul Mall UMMAT, menyampaikan bahwa penyaluran sembako merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam mengoptimalkan fungsi sosial kampus melalui program yang tepat sasaran dan memberi manfaat langsung kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa semangat berbagi yang dibangun di lingkungan UMMAT perlu terus dirawat sebagai bagian dari nilai-nilai Islam yang berkemajuan.
Selain kegiatan sosial, UMMAT juga memberikan apresiasi kepada para juara Festival Ramadhan Mahasiswa. Pemberian penghargaan tersebut merupakan bentuk dukungan kampus terhadap partisipasi aktif mahasiswa dalam kegiatan keagamaan, sekaligus penghormatan atas kreativitas, semangat kompetisi yang sehat, dan kontribusi mahasiswa dalam memeriahkan syiar Ramadhan di lingkungan kampus.
Berturut-turut dari kiri, Kepala Divisi Pengkajian LP3IK UMMAT Sahman Z., S.H., M.H., Kepala Divisi Dakwah dan Kaderisasi LP3IK UMMAT Muhamad Sahril, M.Pd., dan Rektor UMMAT Dr. Abdul Wahab, M.A., (ditengah) menyerahkan apresiasi kepada para juara Festival Ramadhan Mahasiswa dalam rangkaian Kaji-Mu Ramadhan di Masjid Al Khoory UMMAT, Kamis (12/3/2026).
Rektor UMMAT, Dr. Abdul Wahab, MA, menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya melahirkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial, kedalaman spiritual, dan karakter kepemimpinan yang kuat. Menurutnya, pelaksanaan Kaji-Mu Ramadhan yang disertai dengan penyaluran bantuan sosial dan penghargaan kepada mahasiswa berprestasi merupakan cerminan dari peran strategi kampus dalam mengintegrasikan pendidikan, dakwah, dan pengabdian kepada masyarakat.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi UMMAT untuk terus menghadirkan kampus yang mencerahkan, berkemajuan, dan memberi dampak nyata bagi umat. Oleh karena itu, Ramadhan harus menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi, kepedulian, serta semangat berlomba-lomba dalam kebaikan.
Melalui kegiatan ini, UMMAT menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program yang tidak hanya bernilai edukatif dan spiritual, tetapi juga menyentuh kebutuhan riil masyarakat. Semangat berbagi, berprestasi, dan bertumbuh bersama di bulan suci Ramadhan diharapkan dapat semakin memperkuat peran UMMAT sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul, humanis, dan berdaya saing. (HUMAS UMMAT)
Mahasiswa Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) UMMAT bersama para peserta berfoto usai pelaksanaan Program Pesantren 1000 Cahaya Ramadan 1447 H sebagai wujud kepedulian sosial kepada anak yatim dan penyandang disabilitas di Pondok Pesantren Mujahidil Falah, Desa Bajur, Labuapi, Lombok Barat, Sabtu (7/3/2026).
BAJUR, LOMBOK BARAT – Semangat kepedulian sosial di bulan suci Ramadan kembali diwujudkan oleh Mahasiswa Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melalui program Pesantren 1000 Cahaya Ramadan 1447 H yang digelar di Pondok Pesantren Mujahidil Falah, Desa Bajur, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, pada Sabtu, 7 Maret 2026. Kegiatan ini menyasar anak yatim dan penyandang disabilitas sebagai penerima manfaat utama.
Program tersebut merupakan bagian dari gerakan nasional yang diinisiasi oleh BAZNAS RI untuk menyemarakkan Ramadan melalui kegiatan dakwah, pendidikan, dan kemanusiaan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa BCB UMMAT tidak hanya hadir sebagai penerima manfaat beasiswa, tetapi juga tampil sebagai agen kepedulian yang membawa semangat berbagi, pembinaan, dan pemberdayaan di tengah masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, program Pesantren 1000 Cahaya Ramadan menghadirkan berbagai aktivitas sosial-edukatif yang dirancang untuk menanamkan nilai-nilai keislaman, memperkuat karakter, serta menebarkan kebahagiaan Ramadan kepada anak-anak yang membutuhkan perhatian dan pendampingan.
Pembina Mahasiswa Beasiswa Cendekia BAZNAS UMMAT, Habiburrahman, M.Pd., menegaskan bahwa program ini memiliki makna yang sangat penting, tidak hanya dalam membangun kepedulian sosial, tetapi juga dalam memperkuat pendidikan keagamaan dan pembentukan karakter generasi muda.
“Berdasarkan penjelasan resmi BAZNAS RI, kegiatan Pesantren 1000 Cahaya Ramadan atau juga dikenal sebagai Pesantren Jalan Cahaya merupakan program nasional yang dirancang untuk menyemarakkan bulan suci Ramadan dengan pendekatan dakwah, pendidikan, dan kemanusiaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, program ini bertujuan untuk memberikan edukasi keagamaan, membentuk karakter dan moral, serta menghadirkan kebahagiaan Ramadan bagi anak-anak yang membutuhkan. Menurutnya, kehadiran mahasiswa penerima beasiswa di tengah masyarakat menjadi bukti nyata bahwa beasiswa tidak semata-mata mendorong capaian akademik, tetapi juga menumbuhkan tanggung jawab sosial dan semangat pengabdian.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pendampingan tahsin Al-Qur’an, dilanjutkan denganpemberian motivasi, penanaman nilai akhlak dan karakter, serta sesi membaca asyik kisah 25 nabi dan rasul. Untuk menambah semangat dan kebahagiaan peserta, panitia juga membagikan buku cerita kisah 25 nabi dan rasul, paket takjil, hidangan berbuka puasa, danpaket Ramadan.
Koordinator BCB UMMAT, Cahaya Munandar, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS untuk menghadirkan kebermanfaatan yang langsung dirasakan masyarakat, khususnya pada momentum Ramadan yang sarat nilai spiritual dan sosial.
“Pesantren 1000 Cahaya Ramadan ini merupakan wujud komitmen kami sebagai Mahasiswa Penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS Universitas Muhammadiyah Mataram untuk menghadirkan kebermanfaatan di tengah masyarakat, khususnya dalam momentum bulan suci Ramadan yang penuh berkah,” tuturnya.
Ia menegaskan, kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang pembinaan spiritual, tetapi juga menjadi sarana menumbuhkan semangat berbagi, kebersamaan, dan kepedulian sosial di kalangan santri serta masyarakat sekitar.
“Melalui kegiatan ini, kami berupaya menghadirkan ruang pembinaan spiritual, penguatan nilai-nilai keislaman, serta menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian sosial di kalangan para santri dan masyarakat sekitar,” lanjutnya.
Kegiatan tersebut turut meninggalkan kesan mendalam bagi para penerima manfaat. Salah seorang anak yatim penerima manfaat, Rizki, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada BCB UMMAT yang telah melaksanakan program Pesantren 1000 Cahaya Ramadan. Semoga kegiatan ini bisa menginspirasi kami untuk menatap masa depan yang lebih cerah,” ujarnya.
Sebagai penutup, koordinator pelaksana menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya kegiatan, mulai dari pihak Pondok Pesantren Mujahidil Falah Bajur, para mahasiswa BCB UMMAT, hingga seluruh peserta yang berpartisipasi dengan penuh semangat.
“Semoga kegiatan ini menjadi amal kebaikan yang bernilai ibadah serta menjadi bagian dari upaya bersama dalam menebarkan cahaya Ramadan yang membawa keberkahan bagi semua,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, Mahasiswa Beasiswa Cendekia BAZNAS UMMAT menunjukkan bahwa Ramadan bukan hanya tentang penguatan ibadah personal, tetapi juga momentum untuk menghadirkan aksi nyata yang menyentuh hati, menguatkan harapan, dan menebarkan manfaat bagi anak-anak yatim dan penyandang disabilitas di tengah masyarakat. (HUMAS UMMAT)
MATARAM – Berdasarkan Laporan Auditor Independen tertanggal 24 Februari 2025, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) meraih capaian Wajar dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Ardin Silitonga. Capaian wajar menunjukkan bahwa laporan keuangan UMMAT telah memenuhi katagori opini Wajar Tanpa Pengecualian(WTP). Hal ini menjadi bukti nyata komitmen UMMAT dalam menjaga tata kelola keuangan yang berintegritas dan profesional.
Opini WTP mencerminkan bahwa laporan keuangan UMMAT disajikan secara wajar sesuai standar yang berlaku, serta didukung oleh sistem pengendalian dan pencatatan yang tertib. Lebih dari sekadar prestasi administratif, pencapaian ini juga merupakan wujud dari kerja kolektif seluruh sivitas akademika dalam membangun budaya mutu, berintegritas tinggi, disiplin, dan perbaikan berkelanjutan.
UMMAT akan terus menjadikan hasil audit ini sebagai pijakan untuk memperkuat tata kelola institusi, meningkatkan kualitas layanan, dan memperluas kepercayaan publik demi menghadirkan kampus yang unggul, berdaya saing, dan berkemajuan.
📄 Untuk info selengkapnya, silakan lihat pada file di bawah ini.