Foto bersama narasumber, pimpinan universitas, dosen, dan mahasiswa usai pelaksanaan Kuliah Umum UMMAT bertema “Menjadi Mahasiswa yang Inovatif dan Berdampak” di Auditorium H. Anwar Ikraman UMMAT, Rabu (22/4/2026).
MATARAM– Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menggelar kuliah umum bersama Neni Herlina, S.Pd., M.AP., CPR., Pranata Humas Ahli Muda Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), pada Rabu, 22 April 2026, di Auditorium H. Anwar Ikraman UMMAT. Kegiatan ini diikuti oleh para pimpinan universitas, dosen dan mahasiswa sebagai bagian dari penguatan wawasan akademik dan pembentukan karakter generasi muda yang inovatif serta mampu memberi dampak positif bagi masyarakat.
Kuliah umum ini mengangkat tema “Menjadi Mahasiswa yang Inovatif dan Berdampak”, sejalan dengan tantangan zaman yang menuntut mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan, karya, dan kontribusi nyata di tengah perubahan sosial, perkembangan teknologi, dan dinamika global yang terus bergerak cepat.
Dalam sambutannya, Rektor UMMAT, Dr. Abdul Wahab, M.A., menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, semangat inovasi, dan komitmen untuk memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.
Menurutnya, mahasiswa hari ini harus mampu mempersiapkan diri menjadi generasi yang adaptif, kreatif, dan responsif terhadap berbagai tantangan masa depan. Karena itu, kampus perlu terus menghadirkan ruang-ruang akademik yang inspiratif agar mahasiswa terdorong untuk berpikir lebih luas, bertindak lebih nyata, dan berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.
Dalam pemaparannya, Neni Herlina, S.Pd., M.AP., CPR. menegaskan bahwa tantangan mahasiswa Indonesia saat ini semakin kompleks seiring dengan perubahan sosial, perkembangan teknologi, serta tuntutan global yang terus bergerak cepat. Oleh sebab itu, mahasiswa perlu membangun keseimbangan antara kecerdasan intelektual, kekuatan spiritual, kematangan akhlak, dan kepedulian terhadap persoalan bangsa.
Ia menjelaskan bahwa mahasiswa inovatif adalah mahasiswa yang mampu melihat tantangan sebagai peluang, berani melahirkan gagasan baru, serta memiliki kemampuan untuk mengembangkan diri secara berkelanjutan. Sementara itu, mahasiswa berdampak adalah mereka yang tidak berhenti pada pencapaian pribadi, tetapi mampu menjadikan ilmu dan kapasitas yang dimiliki sebagai sarana untuk memberi solusi, manfaat, dan perubahan positif bagi masyarakat.
Neni Herlina, S.Pd., M.AP., CPR., Pranata Humas Ahli Muda Kemendiktisaintek, saat menyampaikan materi dalam Kuliah Umum UMMAT bertema “Menjadi Mahasiswa yang Inovatif dan Berdampak” di Auditorium H. Anwar Ikraman UMMAT, Rabu (22/4/2026).
Menurutnya, lulusan yang dibutuhkan Indonesia ke depan adalah generasi unggul yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu menjadikan ilmu sebagai landasan berpikir, akhlak sebagai pijakan bersikap, dan kontribusi sebagai orientasi berkarya. Dalam konteks tersebut, inovasi tidak dapat dipisahkan dari karakter dan nilai, sebab ide-ide besar hanya akan memberi arti ketika dijalankan dengan tanggung jawab moral dan keberpihakan pada kepentingan bersama.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa tema kuliah umum ini menegaskan pentingnya membangun generasi mahasiswa yang unggul melalui tiga fondasi utama, yakni ilmu, akhlak, dan kontribusi. Ilmu menjadi dasar utama dalam membentuk kapasitas, daya saing, dan kualitas intelektual mahasiswa. Akhlak menjadi penuntun dalam menjalankan peran sosial secara etis dan bertanggung jawab. Adapun kontribusi merupakan wujud nyata dari kehadiran mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung pembangunan bangsa.
Ia juga mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan masa studi sebagai ruang pembentukan kapasitas diri, kepemimpinan, kreativitas, dan kepekaan sosial. Mahasiswa, menurutnya, bukan sekadar pembelajar di ruang kelas, tetapi calon pemimpin masa depan yang harus dibiasakan berpikir solutif, bekerja kolaboratif, dan memiliki orientasi untuk memberi manfaat luas.
Kegiatan ini dimoderatori oleh Drs. Amil, M.M., yang memandu jalannya acara secara komunikatif dan interaktif. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, terutama pada sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung dinamis. Para dosen dan mahasiswa tampak aktif mengikuti pemaparan narasumber serta merespons berbagai gagasan yang disampaikan dalam forum tersebut.
Melalui kuliah umum ini, UMMAT menegaskan komitmennya untuk terus mendorong lahirnya lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkepribadian Islami, berakhlak mulia, inovatif, dan mampu menjadi agen perubahan yang membawa manfaat luas bagi umat, bangsa, dan negara. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya UMMAT dalam memperkuat budaya akademik yang inspiratif, progresif, dan berdampak. (HUMAS UMMAT)
Rizky Arianto, mahasiswa Fakultas Hukum UMMAT, meraih Bronze Medal pada Nusantara Writing Festival 5 dan National Essay Competition 2 di Universitas Negeri Malang, 18–19 April 2026.
Mataram — Universitas Muhammadiyah Mataram kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Rizky Arianto, mahasiswa Fakultas Hukum UMMAT, berhasil meraih Medali Perunggu (Bronze Medal) dalam ajang Nusantara Writing Festival V dan National Essay Competition II yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Malang pada 18–19 April 2026.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa UMMAT, khususnya dari Fakultas Hukum, memiliki kualitas akademik, kemampuan literasi, dan daya saing yang kuat dalam kompetisi ilmiah tingkat nasional. Keberhasilan ini juga menegaskan komitmen UMMAT dalam mendorong pengembangan potensi mahasiswa agar mampu tampil unggul, kreatif, dan kompetitif di berbagai forum akademik.
Nusantara Writing Festival V dan National Essay Competition II merupakan kegiatan yang berorientasi pada penguatan budaya literasi, kepenulisan ilmiah, serta pengembangan pemikiran kritis mahasiswa. Kegiatan ini dirancang sebagai wadah untuk menyalurkan gagasan, analisis, dan solusi inovatif terhadap berbagai isu strategis nasional melalui karya esai yang sistematis, berkualitas, dan bernilai aplikatif.
Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk mendorong kreativitas generasi muda dalam merumuskan solusi yang konstruktif, membangun jejaring akademik antar peserta dari berbagai daerah, serta memperkuat kontribusi nyata pemuda dalam mendukung kemajuan bangsa Indonesia melalui ide-ide yang progresif dan solutif. Tingginya partisipasi peserta yang mencapai lebih dari 700 mahasiswa dari berbagai PTN dan PTS di seluruh Indonesia menunjukkan besarnya minat generasi muda terhadap dunia literasi dan kepenulisan ilmiah.
Atas capaian tersebut, Wakil Dekan Fakultas Hukum UMMAT, Dr. Anies Prima Dewi, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas keberhasilan yang diraih mahasiswa Fakultas Hukum UMMAT dalam ajang nasional tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti Nusantara Writing Festival dan National Essay Competition merupakan agenda yang sangat positif dan strategis dalam membangun tradisi akademik di kalangan mahasiswa.
Ia menegaskan bahwa kompetisi semacam ini tidak hanya menjadi ruang untuk mengukur kemampuan kepenulisan, tetapi juga menjadi wahana pembinaan kapasitas intelektual mahasiswa dalam melahirkan gagasan-gagasan yang inovatif, kritis, dan solutif terhadap persoalan hukum serta kebangsaan.
“Keikutsertaan mahasiswa dalam ajang ini menunjukkan bahwa budaya literasi dan semangat akademik terus tumbuh di lingkungan Fakultas Hukum UMMAT. Kami tentu sangat bangga atas capaian Rizky Arianto yang berhasil meraih Bronze Medal di tengah persaingan yang sangat kompetitif. Ini adalah bukti bahwa mahasiswa UMMAT mampu tampil dan berprestasi di level nasional,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dr. Anies Prima Dewi menyampaikan bahwa prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan kapasitas diri, memperluas wawasan, serta berani mengambil bagian dalam berbagai kompetisi akademik dan ilmiah, baik di tingkat regional maupun nasional.
Keberhasilan Rizky Arianto tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Fakultas Hukum, tetapi juga bagi seluruh civitas akademika Universitas Muhammadiyah Mataram. Prestasi ini sekaligus memperkuat citra UMMAT sebagai perguruan tinggi yang konsisten melahirkan mahasiswa unggul, berintegritas, dan berdaya saing dalam bidang akademik maupun nonakademik.
Melalui capaian ini, Fakultas Hukum UMMAT menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi, membina, dan mendorong mahasiswa dalam mengembangkan potensi intelektual serta kemampuan akademik yang relevan dengan tantangan zaman. Partisipasi aktif mahasiswa dalam forum ilmiah nasional menjadi bagian penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mampu memberi kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara. (HUMAS UMMAT)
MATARAM- Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali menorehkan capaian membanggakan di tingkat nasional. Program Studi S1 Hukum UMMAT masuk dalam daftar 30 perguruan tinggi dengan jurusan S1 Hukum terbaik di Indonesia tahun 2026 sebagaimana diberitakan Kompas.com dengan merujuk pada data resmi BAN-PT. Dalam publikasi tersebut, UMMAT tercantum bersama sejumlah perguruan tinggi ternama di Indonesia yang memiliki mutu akademik unggul pada bidang hukum.
Capaian ini menjadi penegasan bahwa UMMAT terus menunjukkan komitmen kuat dalam membangun pendidikan tinggi yang berkualitas, adaptif, dan berdaya saing. Berdasarkan laman akreditasi resmi UMMAT, Program Studi S1 Hukum berada pada status Unggul, yang merupakan predikat akreditasi tertinggi dalam sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi nasional.
Masuknya UMMAT dalam daftar tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi civitas akademika, tetapi juga memperkuat posisi UMMAT sebagai salah satu perguruan tinggi swasta yang kompetitif dalam pengembangan pendidikan hukum di Indonesia. Pengakuan ini mencerminkan hasil dari penguatan berkelanjutan dalam tata kelola akademik, peningkatan kualitas sumber daya dosen, pengembangan kurikulum, serta komitmen terhadap pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Publikasi Kompas.com juga menegaskan bahwa daftar tersebut disusun berdasarkan rujukan data BAN-PT dan tidak menunjukkan urutan peringkat dari yang terbaik, melainkan daftar program studi S1 Hukum yang memiliki capaian mutu unggul. Karena itu, pencantuman nama UMMAT dalam daftar nasional tersebut merupakan indikator penting atas pengakuan mutu akademik yang telah dicapai oleh Program Studi S1 Hukum.
Bagi UMMAT, capaian ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan, memperluas jejaring kerja sama, dan memperkuat kontribusi keilmuan hukum dalam menjawab kebutuhan masyarakat serta dinamika pembangunan bangsa. Ke depan, Fakultas Hukum UMMAT diharapkan semakin mampu melahirkan lulusan yang profesional, berintegritas, unggul secara akademik, dan memiliki komitmen kebangsaan serta nilai-nilai keislaman yang kuat.
Prestasi ini sekaligus menjadi pesan optimistis bagi masyarakat bahwa UMMAT terus tumbuh sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pengembangan institusi, tetapi juga pada mutu program studi yang diakui secara nasional. Dengan semangat peningkatan kualitas yang berkelanjutan, UMMAT berkomitmen untuk terus menghadirkan pendidikan hukum yang relevan, unggul, dan berdampak. (HUMAS UMMAT)
Foto bersama pimpinan Universitas Muhammadiyah Mataram, panitia, dosen pendamping, dan mahasiswa peserta KKN Pengembangan Persyarikatan (KKN PPS) Angkatan II Tahun 2026 usai kegiatan pelepasan di Aula Pertemuan Lantai 3 Rektorat UMMAT, Kamis (16/4/2026).
MATARAM – Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) resmi melepas 41 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Pengembangan Persyarikatan (KKN PPS) Angkatan II Tahun 2026 pada Kamis, 16 April 2026, di Aula Pertemuan Lantai 3 Rektorat UMMAT. Kegiatan ini mengangkat tema “Kampus UMMAT Berdampak, Memperkuat Inovasi Dakwah Menuju Persyarikatan yang Maju dan Mencerahkan.”
Pelepasan KKN PPS ini menjadi bagian dari komitmen UMMAT dalam memperkuat pelaksanaan caturdarma perguruan tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat yang terintegrasi dengan pengembangan nilai-nilai persyarikatan Muhammadiyah. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya dituntut hadir sebagai pelaksana kegiatan lapangan, tetapi juga sebagai kader persyarikatan yang mampu membawa misi dakwah, pemberdayaan, dan pencerahan di tengah masyarakat.
Program KKN PPS Angkatan II Tahun 2026 akan berlangsung selama 45 hari dengan lokasi penempatan yang tersebar di beberapa wilayah, yaitu Kelompok 1 di Mataram 1, Jl. Anyelir, Kelompok 2 di Lombok Barat, Kelompok 3 di Mataram 2, dan Kelompok 4 di Lombok Tengah. Sebaran lokasi ini diharapkan menjadi ruang pengabdian yang strategis bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan, keterampilan sosial, serta nilai-nilai keislaman dalam kehidupan masyarakat.
Ketua LPPM UMMAT, Dr. Sri Rejeki, M.Pd., juga selaku Ketua Panitia, menyampaikan bahwa KKN PPS merupakan program yang dirancang untuk memperkuat peran mahasiswa dalam mendukung gerakan persyarikatan melalui pendekatan pengabdian yang solutif, edukatif, dan berkelanjutan. Program ini juga menjadi wahana pembelajaran kontekstual bagi siswa untuk memahami dinamika sosial masyarakat secara langsung.
Sambutan Waki Rektor IV, Dr. TGH. Zaenudin, M.Pd.I., sekaligus melepas mahasiswa peserta KKN PPS
Badan Pembina Harian (BPH) UMMAT yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Prof. Dr. H. Mukhlis, M.Si., menegaskan bahwa KKN PPS memiliki posisi penting dalam proses pembinaan kader Muhammadiyah. Mahasiswa diharapkan mampu menjaga nama baik institusi, menampilkan akhlak yang baik, serta menjadi representasi UMMAT yang mampu membangun komunikasi, kolaborasi, dan kebermanfaatan di tengah masyarakat.
Sementara itu, Wakil Rektor IV UMMAT, Dr. TGH. Zaenudin, M.Pd.I., yang mewakili Rektor UMMAT. Dalam arahannya, ia menekankan bahwa KKN PPS merupakan bentuk nyata dari komitmen UMMAT dalam melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, kapasitas kepemimpinan, dan semangat dakwah yang kuat. Menurutnya, tema yang diusung pada KKN kali ini mencerminkan visi UMMAT sebagai kampus yang berdampak mampu menghadirkan manfaat nyata bagi umat, masyarakat, dan persyarikatan.
Melalui KKN PPS, mahasiswa diharapkan mampu merancang dan melaksanakan program-program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat. Inovasi dakwah yang dikembangkan tidak hanya dimaknai dalam bentuk ceramah atau kegiatan keagamaan semata, tetapi juga melalui pemberdayaan sosial, edukasi masyarakat, penguatan nilai keumatan, dan berbagai kegiatan yang mampu memberi dampak positif secara langsung.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan peran strategis UMMAT dalam mengintegrasikan pendidikan tinggi dengan gerakan pengabdian yang berorientasi pada kemajuan masyarakat. Dengan semangat pengabdian, kolaborasi, dan dakwah mencerahkan, para mahasiswa peserta KKN PPS Angkatan II Tahun 2026 diharapkan dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat di wilayah penempatan masing-masing. (HUMAS UMMAT)
Keterangan foto: Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram bersama narasumber dari BRIN, pimpinan perguruan tinggi se-Nusa Tenggara Barat, serta peserta berfoto bersama usai pelaksanaan Dialog Riset dan Inovasi BRIN di UMMAT, Rabu (15/4/2026), sebagai bentuk penguatan sinergi dan kolaborasi riset antarperguruan tinggi di NTB.
MATARAM – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menyelenggarakan Dialog Riset dan Inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama pimpinan perguruan tinggi se-Nusa Tenggara Barat pada Rabu, 15 April 2026 diAuditorium H. Anwar Ikraman UMMAT. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan BRIN dalam membangun ekosistem riset dan inovasi yang unggul, kolaboratif, dan berdampak bagi kemajuan daerah maupun nasional.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VIII, yang diwakilkan oleh Made Adi, S.H., Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram, Dr. Abdul Wahab, M.A., para wakil rektor, sekretaris rektor, pimpinan perguruan tinggi se-NTB, dosen, dan peneliti. Forum ini menghadirkan sejumlah narasumber dari BRIN, yakni Deputi Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN, Prof. Dr. Eng. Agus Haryono, Nungki Indrianti, S.E., M.A., serta Dwi Wiratno Prasetijo, M.Eng. yang menyampaikan materi dalam sesi dialog dan penguatan informasi strategis tentang riset serta inovasi.
Rektor UMMAT, Dr. Abdul Wahab, M.A., menegaskan bahwa riset dan inovasi merupakan fondasi penting dalam pengembangan perguruan tinggi yang maju dan berdaya saing.
“Universitas Muhammadiyah Mataram memandang riset dan inovasi sebagai fondasi penting dalam peningkatan mutu perguruan tinggi. Melalui forum ini, kami ingin membuka ruang dialog, memperluas jejaring, dan memperkuat sinergi dengan BRIN serta perguruan tinggi se-Nusa Tenggara Barat agar lahir lebih banyak riset yang relevan, solutif, dan berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa perguruan tinggi perlu terus memperkuat kolaborasi lintas institusi agar mampu menjawab tantangan zaman, sekaligus meningkatkan kapasitas kelembagaan, kualitas penelitian, dan kontribusi nyata terhadap pembangunan.
Sementara itu, Kepala LLDikti Wilayah VIII, yang diwakilkan oleh Made Adi, S.H., menyampaikan apresiasi kepada UMMAT atas inisiatif penyelenggaraan kegiatan tersebut.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Universitas Muhammadiyah Mataram atas inisiasi kegiatan ini. Forum seperti ini sangat penting untuk mempertemukan gagasan, memperkuat jejaring antarpimpinan perguruan tinggi, dan membuka akses yang lebih luas terhadap peluang riset dan inovasi,” ungkapnya.
Menurutnya, perguruan tinggi di daerah harus terus didorong agar semakin adaptif, produktif, dan mampu membangun tata kelola akademik yang lebih kuat melalui kolaborasi, inovasi, dan penguatan kapasitas sumber daya.
pemaparan materi inti yang dipandu oleh Prof. Joni Safaat Adiansyah, S.T., M.Sc., PhD selaku moderator. Pada sesi utama, Prof. Dr. Eng. Agus Haryono memaparkan materi terkait arah penguatan riset dan inovasi serta berbagai skema BRIN yang dapat diakses oleh perguruan tinggi. Materi ini memberikan wawasan penting mengenai peluang kerja sama, dukungan kelembagaan, dan arah pengembangan riset nasional yang semakin terbuka bagi kampus-kampus di daerah.
Keterangan foto: pemaparan materi Prof. Dr. Eng. Agus Haryono, Deputi Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN.
Selanjutnya, Nungki Indrianti, S.E., M.A. turut menyampaikan materi yang memperkaya perspektif peserta mengenai penguatan tata kelola, peluang kolaborasi, serta strategi pemanfaatan dukungan riset dan inovasi bagi perguruan tinggi. Kehadiran materi kedua ini memperluas pemahaman peserta tentang pentingnya kesiapan institusi dalam mengakses peluang pengembangan riset secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Pada materi ketiga, Dwi Wiratno Prasetijo, M.Eng., menyampaikan paparan yang semakin memperkuat substansi dialog, khususnya dalam mendorong perguruan tinggi agar lebih responsif terhadap dinamika penelitian, inovasi, dan pengembangan kelembagaan. Sesi ini terkait menjadi bagian penting dalam memperkaya wawasan peserta langkah-langkah strategi yang dapat dicapai kampus dalam memperkuat ekosistem akademik dan inovasi.
Dialog berlangsung aktif dan interaktif melalui sesi tanya jawab antara para narasumber dan peserta. Antusiasme pimpinan perguruan tinggi, dosen, dan tamu undangan menunjukkan tingginya perhatian terhadap pentingnya penguatan ekosistem riset dan inovasi di lingkungan pendidikan tinggi Nusa Tenggara Barat.
Melalui kegiatan ini, UMMAT kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun jejaring akademik, memperluas kolaborasi kelembagaan, dan menghadirkan ruang-ruang ilmiah yang produktif. Dialog Riset dan Inovasi BRIN di UMMAT diharapkan menjadi langkah penting dalam memperkokoh sinergi antara BRIN dan perguruan tinggi untuk melahirkan riset unggulan, inovasi strategis, dan kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia. (HUMAS UMMAT)