Prosesi pemotongan pita sebagai tanda peluncuran Program Inkubasi Bisnis Z Coffee dan Kelompok Bisnis Mahasiswa UMMAT oleh Wakil Rektor III UMMAT bersama Baznas NTB di Lapangan FISIPOL UMMAT, Senin (27/4/2026).
MATARAM — Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) bersama Baznas NTB resmi meluncurkan Program Inkubasi Bisnis Z Coffee dan Kelompok Bisnis Mahasiswa UMMAT . Kegiatan ini berlangsung di Lapangan FISIPOL UMMAT, pada Senin, 27 April 2026.
Program ini menjadi langkah strategis UMMAT dalam memperkuat budaya kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Melalui Z Coffee dan kelompok bisnis mahasiswa, UMMAT berupaya menghadirkan ruang praktik bisnis yang nyata, produktif, dan berkelanjutan, sehingga mahasiswa tidak hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga pengalaman langsung dalam mengelola usaha.
Wakil Rektor III UMMAT menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar kampus dalam memberikan motivasi kepada mahasiswa agar memiliki mental dan orientasi sebagai entrepreneur muda. Menurutnya, penanaman jiwa kewirausahaan bukan hal yang mudah, tetapi menjadi kebutuhan penting di tengah tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif.
“Agenda ini bertujuan memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk memiliki mental sebagai pebisnis. Penanaman jiwa entrepreneur memang tidak mudah, tetapi sangat penting untuk terus dilakukan,” ujarnya.
Ia menambahkan, saat ini para lulusan perguruan tinggi senantiasa dihadapkan pada tantangan dunia kerja yang semakin kompleks. Karena itu, perguruan tinggi perlu menghadirkan program yang mampu mendorong mahasiswa untuk menciptakan peluang, bukan hanya menunggu kesempatan kerja.
“Hari ini kita mengalami problem serius. Para alumni dan lulusan selalu dihadapkan dengan tantangan dunia kerja. Ide inilah yang menjadi stimulus agar mahasiswa mulai membangun keberanian, kreativitas, dan kemandirian dalam berwirausaha,” tambahnya.
Ketua Baznas NTB, Dr. Lalu Muhammad Ikbal, bersama jajaran pimpinan UMMAT meninjau gerai Z Coffee usai peluncuran Program Inkubasi Bisnis Z Coffee dan Kelompok Bisnis Mahasiswa UMMAT di Lapangan FISIPOL UMMAT, Senin (27/4/2026).
Wakil Rektor III UMMAT juga menegaskan bahwa pengembangan bisnis mahasiswa di lingkungan UMMAT telah menunjukkan perkembangan yang membanggakan. Beberapa kelompok bisnis mahasiswa bahkan telah berhasil memperoleh penghargaan dari kementerian, sehingga menjadi bukti bahwa kreativitas dan inovasi mahasiswa UMMAT mampu bersaing di tingkat yang lebih luas.
“Di antara bisnis mahasiswa ini, ada juga yang telah mendapat penghargaan dari kementerian. Ini menunjukkan bahwa potensi mahasiswa UMMAT sangat besar dan perlu terus difasilitasi melalui program inkubasi bisnis yang terarah dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Menurutnya, hadirnya Z Coffee merupakan program yang strategis dan potensial. Ia berharap Baznas NTB dapat terus menjadi mitra UMMAT dalam mendukung pengembangan kewirausahaan mahasiswa, khususnya melalui program pemberdayaan ekonomi berbasis kampus.
“Z Coffee ini cukup bombastis dan menjadi peluang bisnis yang sangat menjanjikan. Kami berharap Baznas NTB dapat menjadi mitra dalam mendukung entrepreneur di lingkungan UMMAT. Ke depan, program ini juga diharapkan dapat terintegrasi dengan program pemerintah,” jelasnya.
Sementara itu, Rektor UMMAT yang diwakili Wakil Rektor I UMMAT, Drs. H. Abdurrahman, M.M., menyampaikan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tugas untuk meluluskan mahasiswa secara akademik, tetapi juga menyiapkan mereka agar memiliki wawasan kewirausahaan dan kesiapan menghadapi dunia kerja.
“Sesungguhnya tugas kita bukan hanya meluluskan mahasiswa, tetapi juga memberikan wawasan terkait kewirausahaan dan dunia kerja. Mudah-mudahan kegiatan ini mampu mendorong mahasiswa UMMAT memiliki jiwa entrepreneur,” ungkapnya.
Ketua Baznas NTB, Dr. Lalu Muhammad Ikbal Murad, MA., dalam sambutannya menyampaikan bahwa peluncuran Z Coffee atau Zakat Coffee merupakan bagian dari upaya Baznas NTB untuk mendorong literasi dan syiar pengelolaan dana infak, zakat, dan sedekah secara lebih sistematis dan produktif.
Menurutnya, salah satu program penting Baznas NTB adalah pemberdayaan masyarakat, termasuk pemberdayaan ekonomi mahasiswa di lingkungan kampus. Z Coffee menjadi salah satu bentuk konkret bagaimana dana sosial keagamaan dapat dikelola untuk mendorong kemandirian ekonomi generasi muda.
“Melalui peluncuran Z Coffee ini, kami ingin mendorong sekaligus mensyiarkan pengelolaan dana infak dan zakat secara sistematis. Salah satu program Baznas NTB adalah pemberdayaan, dan Z Coffee ini menjadi bagian dari pemberdayaan mustahik di lingkungan kampus,” jelasnya.
Ia berharap mahasiswa penerima manfaat program ini dapat memanfaatkan fasilitas yang diberikan dengan baik. Dengan demikian, ke depan mereka tidak lagi hanya menjadi penerima manfaat, tetapi dapat tumbuh menjadi pelaku usaha yang mandiri dan bahkan mampu menjadi pemberi manfaat bagi orang lain.
“Mahasiswa yang menerima program ini diharapkan dapat memanfaatkan fasilitas yang diberikan. Ke depan, mereka tidak lagi menjadi penerima, tetapi menjadi pemberi. Kita juga berharap melalui Z Coffee, literasi zakat semakin dekat dan masuk kepada generasi Z,” tuturnya.
Peluncuran Program Inkubasi Bisnis Z Coffee dan Kelompok Bisnis Mahasiswa UMMAT ini diharapkan menjadi momentum penting dalam membangun ekosistem kewirausahaan mahasiswa yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan. Program ini juga menjadi bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pengelola zakat dalam mencetak generasi muda yang mandiri, kreatif, serta berdaya saing. (HUMAS UMMAT)
Dokumentasi Acara Pembukaan Baitul Arqam Dosen 2026 di Auditorium H. Anwar Ikraman UMMAT pada 23 April 2026
MATARAM — Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menyelenggarakan Baitul Arqam Dosen UMMAT Tahun 2026 di The Jayakarta Resort & Spa Lombok, pada 23–25 April 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Internalisasi Karakter AIK: Transformasi Profesionalisme Dosen menuju Ekosistem Kampus Islami dan Unggul.”
Kegiatan Baitul Arqam Dosen UMMAT 2026 menjadi bagian dari komitmen universitas dalam memperkuat pemahaman, penghayatan, dan pengamalan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) di lingkungan perguruan tinggi. Melalui kegiatan ini, UMMAT mendorong para dosen untuk semakin menguatkan integritas, profesionalisme, spiritualitas, serta komitmen dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi berbasis nilai Islam berkemajuan.
Baitul Arqam Dosen merupakan agenda pembinaan ideologi dan penguatan karakter bagi dosen di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Kegiatan ini tidak hanya diarahkan sebagai forum penguatan wawasan keislaman dan kemuhammadiyahan, tetapi juga sebagai ruang transformasi untuk membentuk dosen yang unggul secara akademik, berakhlak mulia, memiliki kesadaran persyarikatan, serta mampu menjadi teladan dalam kehidupan kampus.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani atau MPKSDI Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Irfan Islami, MM; Ketua Badan Pembina Harian UMMAT, Drs. H. Gulam Abbas, M.Si. ; para Wakil Rektor, Sekretaris Rektor, Direktur, Kepala Lembaga, Kepala Biro, Dekan di lingkungan UMMAT, Magister Diklat, instruktur, panitia, serta seluruh peserta Baitul Arqam Dosen UMMAT 2026.
Dalam prosesi pembukaan, peserta Baitul Arqam Dosen UMMAT 2026 secara resmi diserahkan oleh Rektor UMMAT kepada Master of Training, Dr. Iman Sumarlan, S.H.I., M.H. Penyerahan tersebut menjadi penanda dimulainya proses pembinaan, penguatan ideologi, dan pendalaman nilai-nilai AIK bagi para dosen UMMAT.
Rektor UMMAT yang diwakili oleh Wakil Rektor IV UMMAT, Dr. TGH. Zaenudin, M.Pd.I., menyampaikan bahwa Baitul Arqam Dosen merupakan agenda penting dalam memperkokoh identitas UMMAT sebagai kampus Muhammadiyah. Menurutnya, dosen tidak hanya dituntut memiliki kompetensi akademik dan profesional, tetapi juga harus mampu menghadirkan nilai keislaman, akhlak, dan semangat kemuhammadiyahan dalam proses pendidikan, penelitian, pengabdian, serta pelayanan kepada mahasiswa.
“Dosen Muhammadiyah harus mampu menjadi teladan, baik dalam keilmuan, sikap, maupun pengabdian. Nilai-nilai AIK harus menjadi ruh dalam setiap aktivitas akademik dan kehidupan kampus,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala LP3IK UMMAT, Dr. M. Anugrah Arifin, M.Pd.I., menegaskan bahwa Baitul Arqam bukan sekadar kegiatan seremonial atau formalitas kelembagaan. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan ruang pembinaan karakter, penguatan komitmen ideologis, serta penyegaran nilai-nilai persyarikatan bagi dosen.
Peserta Baitul Arqam Dosen UMMAT 2026 mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias di The Jayakarta Resort & Spa Lombok. Kegiatan ini menjadi ruang penguatan karakter Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), profesionalisme, serta komitmen dosen dalam membangun ekosistem kampus Islami dan unggul.
Menurutnya, dosen memiliki posisi strategis dalam membentuk kultur akademik dan karakter mahasiswa. Karena itu, penguatan AIK perlu terus dilakukan secara berkelanjutan agar nilai-nilai Islam, akhlak, kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat pengabdian menjadi bagian dari budaya kerja dosen di lingkungan UMMAT.
Ketua Badan Pembina Harian UMMAT, Drs. H. Gulam Abbas, M.Si., dalam amanatnya juga menekankan pentingnya menjaga ruh dakwah dan tajdid Muhammadiyah di lingkungan perguruan tinggi. Ia menyampaikan bahwa kampus Muhammadiyah harus hadir sebagai pusat pencerahan, pusat pengembangan ilmu, serta pusat pembinaan generasi unggul yang memiliki karakter kuat dan kepedulian sosial.
Menurutnya, dosen UMMAT memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga marwah institusi sekaligus mengembangkan pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan akhlak, kepemimpinan, dan kebermanfaatan bagi masyarakat.
Ketua MPKSDI Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Irfan Islami, M.M., turut memberikan penguatan kepada peserta. Ia menyampaikan bahwa dosen Muhammadiyah memiliki peran strategis sebagai pendidik, pembimbing, intelektual, sekaligus kader persyarikatan. Oleh karena itu, Baitul Arqam menjadi sarana penting untuk memperkokoh ideologi, memperkuat integritas, dan meneguhkan komitmen dosen terhadap nilai-nilai Islam berkemajuan.
Ia juga menekankan bahwa profesionalisme dosen di Perguruan Tinggi Muhammadiyah harus berjalan seiring dengan kekuatan spiritual, akhlak, dan kesadaran ideologis. Dengan demikian, dosen tidak hanya hadir sebagai pengajar, tetapi juga sebagai teladan yang mampu menanamkan nilai, membangun karakter, dan menggerakkan perubahan positif di lingkungan kampus.
Setelah berlangsung selama tiga hari, Baitul Arqam Dosen UMMAT 2026 resmi ditutup pada Sabtu, 25 April 2026. Prosesi penutupan ditandai dengan penyerahan kembali peserta dari Master of Training kepada pihak universitas sebagai simbol selesainya rangkaian pembinaan dan penguatan nilai AIK.
Pada agenda penutupan, UMMAT memberikan apresiasi kepada peserta terbaik sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi, kedisiplinan, partisipasi aktif, dan komitmen selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Penghargaan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh peserta untuk terus mengamalkan nilai-nilai AIK dalam kehidupan akademik, sosial, dan kelembagaan di lingkungan kampus.
Wakil Rektor IV UMMAT, Dr. TGH. Zaenudin, M.Pd.I., menyampaikan bahwa internalisasi AIK tidak boleh berhenti pada kegiatan pelatihan semata, tetapi harus menjadi gerakan nyata dalam membangun budaya kampus. Ia berharap para dosen mampu mengimplementasikan nilai-nilai Baitul Arqam dalam bentuk integritas, kedisiplinan, pelayanan, keteladanan, dan tanggung jawab profesional. (HUMAS UMMAT)
Foto bersama narasumber, pimpinan universitas, dosen, dan mahasiswa usai pelaksanaan Kuliah Umum UMMAT bertema “Menjadi Mahasiswa yang Inovatif dan Berdampak” di Auditorium H. Anwar Ikraman UMMAT, Rabu (22/4/2026).
MATARAM– Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menggelar kuliah umum bersama Neni Herlina, S.Pd., M.AP., CPR., Pranata Humas Ahli Muda Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), pada Rabu, 22 April 2026, di Auditorium H. Anwar Ikraman UMMAT. Kegiatan ini diikuti oleh para pimpinan universitas, dosen dan mahasiswa sebagai bagian dari penguatan wawasan akademik dan pembentukan karakter generasi muda yang inovatif serta mampu memberi dampak positif bagi masyarakat.
Kuliah umum ini mengangkat tema “Menjadi Mahasiswa yang Inovatif dan Berdampak”, sejalan dengan tantangan zaman yang menuntut mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan, karya, dan kontribusi nyata di tengah perubahan sosial, perkembangan teknologi, dan dinamika global yang terus bergerak cepat.
Dalam sambutannya, Rektor UMMAT, Dr. Abdul Wahab, M.A., menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, semangat inovasi, dan komitmen untuk memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.
Menurutnya, mahasiswa hari ini harus mampu mempersiapkan diri menjadi generasi yang adaptif, kreatif, dan responsif terhadap berbagai tantangan masa depan. Karena itu, kampus perlu terus menghadirkan ruang-ruang akademik yang inspiratif agar mahasiswa terdorong untuk berpikir lebih luas, bertindak lebih nyata, dan berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.
Dalam pemaparannya, Neni Herlina, S.Pd., M.AP., CPR. menegaskan bahwa tantangan mahasiswa Indonesia saat ini semakin kompleks seiring dengan perubahan sosial, perkembangan teknologi, serta tuntutan global yang terus bergerak cepat. Oleh sebab itu, mahasiswa perlu membangun keseimbangan antara kecerdasan intelektual, kekuatan spiritual, kematangan akhlak, dan kepedulian terhadap persoalan bangsa.
Ia menjelaskan bahwa mahasiswa inovatif adalah mahasiswa yang mampu melihat tantangan sebagai peluang, berani melahirkan gagasan baru, serta memiliki kemampuan untuk mengembangkan diri secara berkelanjutan. Sementara itu, mahasiswa berdampak adalah mereka yang tidak berhenti pada pencapaian pribadi, tetapi mampu menjadikan ilmu dan kapasitas yang dimiliki sebagai sarana untuk memberi solusi, manfaat, dan perubahan positif bagi masyarakat.
Neni Herlina, S.Pd., M.AP., CPR., Pranata Humas Ahli Muda Kemendiktisaintek, saat menyampaikan materi dalam Kuliah Umum UMMAT bertema “Menjadi Mahasiswa yang Inovatif dan Berdampak” di Auditorium H. Anwar Ikraman UMMAT, Rabu (22/4/2026).
Menurutnya, lulusan yang dibutuhkan Indonesia ke depan adalah generasi unggul yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu menjadikan ilmu sebagai landasan berpikir, akhlak sebagai pijakan bersikap, dan kontribusi sebagai orientasi berkarya. Dalam konteks tersebut, inovasi tidak dapat dipisahkan dari karakter dan nilai, sebab ide-ide besar hanya akan memberi arti ketika dijalankan dengan tanggung jawab moral dan keberpihakan pada kepentingan bersama.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa tema kuliah umum ini menegaskan pentingnya membangun generasi mahasiswa yang unggul melalui tiga fondasi utama, yakni ilmu, akhlak, dan kontribusi. Ilmu menjadi dasar utama dalam membentuk kapasitas, daya saing, dan kualitas intelektual mahasiswa. Akhlak menjadi penuntun dalam menjalankan peran sosial secara etis dan bertanggung jawab. Adapun kontribusi merupakan wujud nyata dari kehadiran mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung pembangunan bangsa.
Ia juga mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan masa studi sebagai ruang pembentukan kapasitas diri, kepemimpinan, kreativitas, dan kepekaan sosial. Mahasiswa, menurutnya, bukan sekadar pembelajar di ruang kelas, tetapi calon pemimpin masa depan yang harus dibiasakan berpikir solutif, bekerja kolaboratif, dan memiliki orientasi untuk memberi manfaat luas.
Kegiatan ini dimoderatori oleh Drs. Amil, M.M., yang memandu jalannya acara secara komunikatif dan interaktif. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, terutama pada sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung dinamis. Para dosen dan mahasiswa tampak aktif mengikuti pemaparan narasumber serta merespons berbagai gagasan yang disampaikan dalam forum tersebut.
Melalui kuliah umum ini, UMMAT menegaskan komitmennya untuk terus mendorong lahirnya lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkepribadian Islami, berakhlak mulia, inovatif, dan mampu menjadi agen perubahan yang membawa manfaat luas bagi umat, bangsa, dan negara. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya UMMAT dalam memperkuat budaya akademik yang inspiratif, progresif, dan berdampak. (HUMAS UMMAT)
Rizky Arianto, mahasiswa Fakultas Hukum UMMAT, meraih Bronze Medal pada Nusantara Writing Festival 5 dan National Essay Competition 2 di Universitas Negeri Malang, 18–19 April 2026.
Mataram — Universitas Muhammadiyah Mataram kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Rizky Arianto, mahasiswa Fakultas Hukum UMMAT, berhasil meraih Medali Perunggu (Bronze Medal) dalam ajang Nusantara Writing Festival V dan National Essay Competition II yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Malang pada 18–19 April 2026.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa UMMAT, khususnya dari Fakultas Hukum, memiliki kualitas akademik, kemampuan literasi, dan daya saing yang kuat dalam kompetisi ilmiah tingkat nasional. Keberhasilan ini juga menegaskan komitmen UMMAT dalam mendorong pengembangan potensi mahasiswa agar mampu tampil unggul, kreatif, dan kompetitif di berbagai forum akademik.
Nusantara Writing Festival V dan National Essay Competition II merupakan kegiatan yang berorientasi pada penguatan budaya literasi, kepenulisan ilmiah, serta pengembangan pemikiran kritis mahasiswa. Kegiatan ini dirancang sebagai wadah untuk menyalurkan gagasan, analisis, dan solusi inovatif terhadap berbagai isu strategis nasional melalui karya esai yang sistematis, berkualitas, dan bernilai aplikatif.
Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk mendorong kreativitas generasi muda dalam merumuskan solusi yang konstruktif, membangun jejaring akademik antar peserta dari berbagai daerah, serta memperkuat kontribusi nyata pemuda dalam mendukung kemajuan bangsa Indonesia melalui ide-ide yang progresif dan solutif. Tingginya partisipasi peserta yang mencapai lebih dari 700 mahasiswa dari berbagai PTN dan PTS di seluruh Indonesia menunjukkan besarnya minat generasi muda terhadap dunia literasi dan kepenulisan ilmiah.
Atas capaian tersebut, Wakil Dekan Fakultas Hukum UMMAT, Dr. Anies Prima Dewi, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas keberhasilan yang diraih mahasiswa Fakultas Hukum UMMAT dalam ajang nasional tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti Nusantara Writing Festival dan National Essay Competition merupakan agenda yang sangat positif dan strategis dalam membangun tradisi akademik di kalangan mahasiswa.
Ia menegaskan bahwa kompetisi semacam ini tidak hanya menjadi ruang untuk mengukur kemampuan kepenulisan, tetapi juga menjadi wahana pembinaan kapasitas intelektual mahasiswa dalam melahirkan gagasan-gagasan yang inovatif, kritis, dan solutif terhadap persoalan hukum serta kebangsaan.
“Keikutsertaan mahasiswa dalam ajang ini menunjukkan bahwa budaya literasi dan semangat akademik terus tumbuh di lingkungan Fakultas Hukum UMMAT. Kami tentu sangat bangga atas capaian Rizky Arianto yang berhasil meraih Bronze Medal di tengah persaingan yang sangat kompetitif. Ini adalah bukti bahwa mahasiswa UMMAT mampu tampil dan berprestasi di level nasional,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dr. Anies Prima Dewi menyampaikan bahwa prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan kapasitas diri, memperluas wawasan, serta berani mengambil bagian dalam berbagai kompetisi akademik dan ilmiah, baik di tingkat regional maupun nasional.
Keberhasilan Rizky Arianto tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Fakultas Hukum, tetapi juga bagi seluruh civitas akademika Universitas Muhammadiyah Mataram. Prestasi ini sekaligus memperkuat citra UMMAT sebagai perguruan tinggi yang konsisten melahirkan mahasiswa unggul, berintegritas, dan berdaya saing dalam bidang akademik maupun nonakademik.
Melalui capaian ini, Fakultas Hukum UMMAT menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi, membina, dan mendorong mahasiswa dalam mengembangkan potensi intelektual serta kemampuan akademik yang relevan dengan tantangan zaman. Partisipasi aktif mahasiswa dalam forum ilmiah nasional menjadi bagian penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mampu memberi kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara. (HUMAS UMMAT)
MATARAM- Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali menorehkan capaian membanggakan di tingkat nasional. Program Studi S1 Hukum UMMAT masuk dalam daftar 30 perguruan tinggi dengan jurusan S1 Hukum terbaik di Indonesia tahun 2026 sebagaimana diberitakan Kompas.com dengan merujuk pada data resmi BAN-PT. Dalam publikasi tersebut, UMMAT tercantum bersama sejumlah perguruan tinggi ternama di Indonesia yang memiliki mutu akademik unggul pada bidang hukum.
Capaian ini menjadi penegasan bahwa UMMAT terus menunjukkan komitmen kuat dalam membangun pendidikan tinggi yang berkualitas, adaptif, dan berdaya saing. Berdasarkan laman akreditasi resmi UMMAT, Program Studi S1 Hukum berada pada status Unggul, yang merupakan predikat akreditasi tertinggi dalam sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi nasional.
Masuknya UMMAT dalam daftar tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi civitas akademika, tetapi juga memperkuat posisi UMMAT sebagai salah satu perguruan tinggi swasta yang kompetitif dalam pengembangan pendidikan hukum di Indonesia. Pengakuan ini mencerminkan hasil dari penguatan berkelanjutan dalam tata kelola akademik, peningkatan kualitas sumber daya dosen, pengembangan kurikulum, serta komitmen terhadap pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Publikasi Kompas.com juga menegaskan bahwa daftar tersebut disusun berdasarkan rujukan data BAN-PT dan tidak menunjukkan urutan peringkat dari yang terbaik, melainkan daftar program studi S1 Hukum yang memiliki capaian mutu unggul. Karena itu, pencantuman nama UMMAT dalam daftar nasional tersebut merupakan indikator penting atas pengakuan mutu akademik yang telah dicapai oleh Program Studi S1 Hukum.
Bagi UMMAT, capaian ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan, memperluas jejaring kerja sama, dan memperkuat kontribusi keilmuan hukum dalam menjawab kebutuhan masyarakat serta dinamika pembangunan bangsa. Ke depan, Fakultas Hukum UMMAT diharapkan semakin mampu melahirkan lulusan yang profesional, berintegritas, unggul secara akademik, dan memiliki komitmen kebangsaan serta nilai-nilai keislaman yang kuat.
Prestasi ini sekaligus menjadi pesan optimistis bagi masyarakat bahwa UMMAT terus tumbuh sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pengembangan institusi, tetapi juga pada mutu program studi yang diakui secara nasional. Dengan semangat peningkatan kualitas yang berkelanjutan, UMMAT berkomitmen untuk terus menghadirkan pendidikan hukum yang relevan, unggul, dan berdampak. (HUMAS UMMAT)