TRANSFORMASI DIGITAL SUMBER DAYA MARITIM DI DESA SEGARA KATON,  PPK ORMAWA HIMASTI DAN HMSIPIL ADAKAN SOSIALISASI PROGRAM INOVATIF

TRANSFORMASI DIGITAL SUMBER DAYA MARITIM DI DESA SEGARA KATON,  PPK ORMAWA HIMASTI DAN HMSIPIL ADAKAN SOSIALISASI PROGRAM INOVATIF

Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Sistem dan Teknologi Informasi (HIMASTI) bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil (HMSIPIL), mengadakan kegiatan sosialisasi program kerja di Desa Segara Katon, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Jumat, 14 Juni 2024.

Kegiatan ini dihadiri oleh Pemerintah Desa Katon, Ketua Program Studi STI, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta kelompok sasaran mencakup : nelayan, pemuda, dan kelompok perempuan. Ketua PPK Ormawa, Husnin Mubaraqah memimpin presentasi pemaparan program kerja (Proker). yang mencakup empat inisiatif utama, yakni:

1. Pembentukan kelompok sadar wisata dalam pemberdayaan kelompok pemuda.

2. Pengelolaan produk dari bahan dasar ikan tongkol oleh kelompok perempuan.

3. Pengembangan budidaya terumbu karang.

4. Pemasaran digital hasil olahan melalui website, Instagram, Facebook, dan TikTok.

Husnin Mubaraqah, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk mengembangkan sumber daya desa maritim berbasis digital. “Dalam kehidupan masyarakat nelayan, perlu adanya pemberdayaan untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan hasil penangkapan ikan. Dengan perkembangan teknologi digital, masyarakat nelayan harus mampu beradaptasi dan memanfaatkan teknologi untuk mengelola hasil tangkapan mereka. Salah satu langkahnya adalah dengan membuat produk berbahan dasar ikan dan memasarkan secara digital. Selain itu, pemanfaatan potensi maritim seperti wisata bahari dan pengelolaan kelompok ibu-ibu menjadi faktor pendukung agar masyarakat dapat mandiri,” ujarnya.

Ia juga berharap program ini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat Desa Segara Katon, khususnya keluarga nelayan, melalui pengolahan hasil penangkapan ikan yang siap dipasarkan secara luas.

Dosen Pembimbing Lapangan, Muhamad Imam Dinata, S.T., M.Kom., memberikan dukungannya terhadap program ini. “Semoga dengan program-program PPK Ormawa ini, pengetahuan masyarakat dalam mengelola hasil tangkapan dapat meningkat, serta pendapatan kelompok nelayan dapat bertambah,” katanya.

Kepala Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi, Nani Sulistaningsih, S.Kom., M.Eng., yang mewakili pihak universitas, menyampaikan apresiasinya. “Dengan adanya kegiatan PPK Ormawa dari HIMASTI yang berkolaborasi dengan HMSIPIL, diharapkan mampu membangun taraf SDM masyarakat di Desa Segara Katon. Kami juga pernah melakukan kegiatan serupa di Desa Sama Guna,” ujarnya.

Sekretaris Desa Segara Katon, Ihsan Albayani, menyampaikan bahwa Desa Segara Katon  memiliki luas wilayah 704,40 hektar, terdiri dari 8 dusun, dengan jumlah penduduk 6.667 jiwa. Dan ia sangat menyambut baik program ini. “Kami berharap kegiatan-kegiatan seperti ini sering dilaksanakan di Desa Segara Katon. Kami selalu terbuka dan menerima segala bentuk kegiatan pengabdian seperti KKN, penelitian, dan lain-lain,” ungkapnya (HUMAS UMMAT).

LANGKAH NYATA MENUJU PEMBERDAYAAN DAN KONSERVASI HUTAN, WR III DAMPINGI PPK ORMAWA MAPALA UMMAT SOSIALISASI PROGRAM KERJA DI DESA SANTONG

LANGKAH NYATA MENUJU PEMBERDAYAAN DAN KONSERVASI HUTAN, WR III DAMPINGI PPK ORMAWA MAPALA UMMAT SOSIALISASI PROGRAM KERJA DI DESA SANTONG

Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan Mahasiswa Pecinta Alam (PPK ORMAWA MAPALA) melaksanakan kegiatan sosialisasi program kerja di Desa Santong sebagai langkah awal dalam upaya pemberdayaan masyarakat dan konservasi hutan. Jumat, 14 Juni 2024.

Kegiatan ini dihadiri oleh Dinas Pertanian, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), serta para Kepala Dusun. Ketua PPK ORMAWA, Jalil Ilham memimpin presentasi pemaparan program kerja (Proker). yang mencakup lima inisiatif utama, yakni:

1. Pembuatan Kelompok Literasi dan Konservasi Hutan : Bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya konservasi hutan.

2. Pembuatan Pupuk Organik: Memanfaatkan limbah organik menjadi pupuk yang dapat digunakan untuk meningkatkan hasil pertanian.

3. Pembuatan Eco Brick: Mengajak masyarakat untuk mengolah sampah plastik menjadi bahan bangunan ramah lingkungan.

4. Pembuatan Peta Potensi Desa: Membantu mengidentifikasi dan memanfaatkan berbagai potensi yang ada di Desa Santong.

5. Pembuatan Web Desa Santong: Mempromosikan desa dan potensinya secara luas, serta menjadi sumber informasi bagi warga dan pengunjung.

Ia menjelaskan bahwa program-program ini diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat Desa Santong. “Harapannya dengan proker ini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat desa Santong,” ujarnya.

Dosen pembimbing lapangan, Muslimin, M.Pd., juga memberikan dukungannya, “Semoga dengan program-program adik-adik PPK ORMAWA ini bisa berimbas kepada kegiatan sosial masyarakat Desa Santong.”

Kepala Desa Santong, Zaini Ansori, mengapresiasi inisiatif ini dan berharap kegiatan serupa terus berlanjut. “Kami harap kegiatan-kegiatan seperti ini sering dilaksanakan di Desa Santong. Kami terbuka dan selalu menerima segala bentuk kegiatan pengabdian di sini seperti KKN dan sebagainya,” katanya.

Desa Santong, dengan luas 1.200 hektar, terdiri dari 24 dusun, dan berpopulasi sekitar 9.000 orang, memiliki potensi besar yang dapat dikembangkan melalui program ini. Jumlah janda di desa ini mencapai 300 orang, yang juga membutuhkan perhatian khusus dalam program pemberdayaan.

Wakil Rektor III, Dr. Erwin, M.Pd., menekankan pentingnya program ini. “Program PPK ORMAWA ini hadir di Desa Santong karena desa ini sangat potensial, terutama dalam hal hutannya,” jelasnya.

Dengan dilaksanakannya sosialisasi ini, diharapkan masyarakat Desa Santong dapat lebih memahami dan berpartisipasi aktif dalam program-program yang telah dirancang, sehingga tujuan pemberdayaan dan konservasi dapat tercapai dengan optimal (HUMAS UMMAT).

SEMINAR NASIONAL KE-3 LPPM UMMAT, REVOLUSI PEMBANGUNAN DESA UNTUK INDONESIA BERKEMAJUAN

SEMINAR NASIONAL KE-3 LPPM UMMAT, REVOLUSI PEMBANGUNAN DESA UNTUK INDONESIA BERKEMAJUAN

Mataram, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) sukses menggelar Seminar Nasional ke-3 dengan tajuk “Membangun Desa untuk Indonesia Berkemajuan”. Acara yang berlangsung Via Zoom  ini dihadiri oleh 139 peserta dari 33 universitas di seluruh Indonesia, seperti Universitas Samudra, STIE Cendekia Bojonegoro, Universitas Ahmad Dahlan, dan Universitas Riau. (Rabu,12/06/2024).

Ketua Panitia, Muslimin, M.Pd., menyampaikan bahwa seminar ini bertujuan untuk mengkaji dan mendiskusikan berbagai aspek pembangunan desa di Indonesia. “Kegiatan ini diikuti oleh para akademisi dan praktisi yang memiliki perhatian besar terhadap kemajuan desa di Indonesia,” ujarnya.

Ketua LPPM UMMAT, Dr. Ibrahim, M.Sc., menyambut hangat para peserta yang hadir dan menekankan pentingnya data dan penelitian dalam mendorong pembangunan desa. “Berdasarkan data IDN, terlihat bahwa ketimpangan pembangunan antara desa dan kota di Indonesia masih sangat tinggi. Oleh karena itu, kita perlu fokus pada pengembangan desa untuk mencapai Indonesia yang berkemajuan”, ungkapnya.

“Harapannya Seminar Nasional ke-3 ini dapat menjadi wadah bagi para akademisi, praktisi, dan masyarakat untuk berdiskusi dan berbagi pengetahuan mengenai pembangunan desa, juga dapat melahirkan ide-ide dan strategi inovatif yang dapat diterapkan dalam pembangunan desa di seluruh Indonesia”, ujarnya.

Rektor UMMAT, yang diwakili oleh Wakil Rektor 1, Dr. Harry Irawan Johari, S.Hut., M.Si., menyoroti potensi besar yang dimiliki oleh desa, baik dari segi ekonomi, sosial, maupun ekologi. “Desa memiliki potensi yang sangat besar, namun minimnya sumber daya manusia (SDM) dan kurangnya infrastruktur yang memadai menyebabkan lambatnya pembangunan desa. Kita semestinya harus lebih proaktif berpikir bagaimana pembangunan itu dimulai dari desa dengan melakukan pemetaan potensi yang ada di desa sebagai langkah awal untuk pembangunan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Selain itu, Ia juga menyoroti masalah anggaran desa yang belum efektif dalam pengeluarannya. “Salah satu kendala utama dalam pembangunan desa adalah kurangnya sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dalam mengelola anggaran desa. Akibatnya, banyak anggaran yang tidak teralokasikan dengan baik, sehingga pembangunan menjadi terhambat,” tambahnya.

Seminar ini juga menghadirkan tiga pemateri luar biasa yang memberikan wawasan dan pengalaman berharga mengenai pembangunan desa. Pemateri pertama, Drs. Samsul Widodo, M.A., (Staff ahli Kementerian Desa, Pembangunan Daerah, Tertinggal dan Transmigrasi RI), berbicara mengenai strategi pemberdayaan masyarakat desa. Pemateri kedua, Lalu Winengan, S.P., M.M., (Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang Kabupaten Lombok Barat), membahas tentang peran infrastruktur dalam pembangunan desa. Sementara pemateri ketiga, Yulhaidir, S.AP., (Ketua Forum Kepala Desa Se-Kabupaten Sumbawa Barat), memberikan perspektif mengenai kebijakan dan program pemerintah dalam mendukung pembangunan desa.

Dengan berakhirnya seminar ini, diharapkan berbagai ide dan gagasan yang muncul dapat diaplikasikan untuk mempercepat pembangunan desa di Indonesia. Seminar Nasional ke-3 ini menegaskan komitmen UMMAT dalam berkontribusi pada kemajuan desa-desa di Indonesia (HUMAS UMMAT).

TINGKATKAN PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT, DOSEN UMMAT RESMI TERIMA HIBAH PENELITIAN DAN PENGABDIAN INTERNAL

TINGKATKAN PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT, DOSEN UMMAT RESMI TERIMA HIBAH PENELITIAN DAN PENGABDIAN INTERNAL

Mataram,  Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Mataram (LPPM UMMAT) dengan resmi mengumumkan penandatanganan hibah penelitian dan pengabdian internal bagi dosen dalam upaya untuk mendorong peningkatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, Senin, 27 Mei 2024 di lantai 3 gedung rektorat UMMAT.

Penandatanganan hibah ini dihadiri oleh Rektor UMMAT, Wakil Rektor, Ketua LPPM, Dekan dan dosen. Hibah tersebut ditandatangani oleh Rektor UMMAT, Drs.Abdul Wahab,MA., yang mewakili komitmen UMMAT dalam mendukung penelitian yang berkualitas dan relevan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ketua LPPM UMMAT, Dr. Ibrahim Ali, M.Sc., laporkan bahwa Dosen UMMAT yang telah mengajukan proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang inovatif dan berpotensi akan mendapatkan dukungan finansial serta bimbingan untuk menjalankan proyek-proyek mereka.

Sebelum terpilih, proposal yang diajukan para dosen harus melewati serangkaian seleksi terlebih dahulu. Seleksi proposal dilakukan dua tahap, pertama seleksi administrasi meliputi seleksi tanggungan luaran tahun-tahun sebelumnya dan struktur penulisan sesuai panduan. Selanjutnya kedua, seleksi subtansi seleksi ini dilakukan oleh 2 orang reviewer yang kompeten.

“Dari 95 proposal yang diterima ada 80 yang lulus seleksi dari segi administratif maupun substansi isi pengabdian yang akan dilakukan. Harapan dari pengabdian ini agar dapat dipublikasikan di jurnal terakreditasi Sinta sehingga meningkatkan kum bagi Bapak Ibu dosen untuk bisa mempercepat lektor kepala bahkan guru besar,” ujarnya.

Rektor UMMAT, juga tegaskan bahwa penelitian ini salah satu upaya ilmuwan dalam mengembangkan profesionalismenya. Tugas utama seorang dosen adalah untuk mengembangkan dan mentransfer ilmu teknologi.
“Saya berharap hibah pengabdian ini dapat meningkatkan kualitas pengabdian yang akan dilakukan di skim hibah kemenristekdikti. InsyaAllah untuk tahun berikutnya biaya pengabdian dinaikkan. Saya yakin bahwa dosen-dosen disini dapat menghasilkan hal-hal hebat dari penelitiannya,” ujarnya.

Hibah penelitian dan pengabdian internal ini tidak hanya memberikan dukungan finansial, tetapi juga memfasilitasi kolaborasi lintas disiplin dan kerjasama antara dosen dengan pihak eksternal seperti lembaga pemerintah, industri, dan organisasi non-pemeriksaan.

Dengan penandatanganan hibah ini, UMMAT menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan penelitian dan pengabdian dosen-dosen serta memastikan bahwa hasil-hasilnya dapat memberi manfaat (HUMAS UMMAT).

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM MENGADAKAN KEGIATAN “SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW UNTUK MENEMUKAN GAP DAN NOVELTY RISET”

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM MENGADAKAN KEGIATAN “SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW UNTUK MENEMUKAN GAP DAN NOVELTY RISET”

Mataram – FKIP Universitas Muhammadiyah Mataram bekerja sama dengan Relawan Jurnal Indonesia (RJI) wilayah NTB menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Systematic Literature Review untuk Menemukan Gap dan Novelty Riset”. Kegiatan ini dihadiri oleh 150 peserta yang berasal dari Universitas Pendidikan Mandalika (Undikma) dan beberapa program studi di lingkup Universitas Muhammadiyah Mataram pada hari Kamis, 25 Mei 2023.

Kegiatan yang diinisiasi oleh FKIP Universitas Muhammadiyah Mataram ini bertujuan untuk memperluas pemahaman peserta tentang pentingnya melakukan sistematisasi dan tinjauan literatur yang mendalam dalam rangka menemukan kesenjangan dan kebaruan dalam penelitian. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong pengembangan riset yang lebih berkualitas dan inovatif di kalangan mahasiswa dan peneliti.

Dr. Muhammad Nizaar, M.Pd.Si., Dekan FKIP UMMAT, memberikan sambutan pembukaan sebagai perwakilan fakultas. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen FKIP UMMAT dalam mendukung pengembangan akademik dan riset yang berkualitas di wilayah NTB.

“Ada beberapa latar belakang mengapa kegiatan workshop ini diadakan. Pertama, diharapkan bagi penulis pemula maupun penulis senior ketika menulis artikel bisa memahami isi tulisannya sendiri sehingga workshop ini menjadi sesuatu yang penting diadakan. Kedua, kegiatan ini juga sebagai momentum untuk membagikan sertifikat penghargaan kepada 13 mahasiswa FKIP UMMAT yang lolos kelas riset. Dan yang terakhir, pada kegiatan tersebut juga sebagai pemanasan bagi calon anggota baru untuk dibina di kelas riset FKIP UMMAT yang diharapkan mampu memahami Gap dan Novelty Riset,” tuturnya.

Lebih lanjut beliau juga berharap dengan adanya kegiatan ini mahasiswa diharapkan harus terbiasa menulis, “Mahasiswa prodi apapun dan manapun harus terbiasa dengan menulis dan meneliti, dan semoga dengan adanya workshop tersebut mahasiswa semakin terlatih,” tutupnya.

Dalam kesempatan yang berbeda, Syaharudin selaku Pembina Kelas Riset FKIP UMMAT saat diwawancarai menjelaskan bahwa kelas riset ini sebenarnya awal dari kegiatan publikasi ilmiah, yang di mana publikasi ilmiah sudah diatur dalam peraturan Dirjen Kemendikbud RI Nomor 152/E/T/2012 yang menjelaskan bahwa kewajiban lulusan sarjana adalah publikasi ilmiah.

“Hal ini selaras dengan program dari Diktilitbang PP Muhammadiyah yang telah menargetkan 100.000 publikasi ilmiah dari PTMA se-Indonesia. Dua dasar ini selaras dengan isi buku Pedoman Akademik Universitas Muhammadiyah Mataram terkait pengganti skripsi mahasiswa jika berhasil publikasi ke jurnal nasional grade Sinta 2,” jelasnya.

Di akhir wawancaranya ia berharap para pimpinan harus memperhatikan proses dan progres kelas riset secara kontinyu. Perlu dibentuk tim pembina masing-masing fakultas untuk keberlangsungan kelas riset. Di masa mendatang, tim pembina ini saling berkoordinasi dengan Subbidang Riset dan Publikasi LPPM.

“Para pimpinan mesti memperhatikan proses dan progres kelas riset secara kontinyu dan membentuk tim pembina masing-masing fakultas,” pungkasnya.

Kegiatan Workshop tersebut juga menghadirkan narasumber yang berkompeten pada bidangnya yaitu Citra Ayu Dewi yang merupakan dosen dan mahasiswa Doktoral Universitas Negeri Malang dan Peneliti Universitas Pendidikan Mandalika dan Anggota RJI NTB. Dengan pengalamannya dalam bidang riset dan penulisan ilmiah, Citra Ayu Dewi memberikan wawasan yang berharga kepada peserta tentang metodologi dan strategi dalam melakukan systematic literature review yang efektif.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momen yang bersejarah dengan adanya pembagian sertifikat kelulusan kelas riset FKIP UMMAT. Sertifikat tersebut diberikan kepada peserta yang telah menyelesaikan program kelas riset yang diadakan sebelumnya, sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka dalam mengembangkan pengetahuan dan keterampilan riset.

UMMAT berharap bahwa kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi peserta dalam meningkatkan kualitas dan kebaruan riset di lingkungan akademik. Dengan adanya kolaborasi antara universitas dan Relawan Jurnal Indonesia, diharapkan mampu melahirkan inovasi dan penemuan-penemuan baru yang berdampak positif bagi masyarakat dan pembangunan daerah.muan baru yang berdampak positif bagi masyarakat dan pembangunan daerah. (HUMAS UMMAT)

UMMAT MENJADI TUAN RUMAH KONGRES KE-3 ASOSIASI PERGURUAN TINGGI SWASTA ILMU PERTANIAN INDONESIA DAN SEMINAR NASIONAL TAHUN 2021

UMMAT MENJADI TUAN RUMAH KONGRES KE-3 ASOSIASI PERGURUAN TINGGI SWASTA ILMU PERTANIAN INDONESIA DAN SEMINAR NASIONAL TAHUN 2021

Mataram – Universitas Muhammadiyah Mataram dipercaya sebagai tuan rumah Kongres ke-3 Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Ilmu Pertanian Indonesia (APTSI-IPI) yang dirangkaikan dengan Seminar Nasional, pada Senin 6 Desember 2021 yang dilaksanakan di Auditorium H. Anwar Ikraman UMMAT. Kegiatan ini dihadiri oleh Gubernur NTB yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan, Ketua APTSI-IPI, Rektor UMMAT, Dekan Fakultas Pertanian perguruan tinggi swasta se-Indonesia serta para peserta kongres dan seminar nasional yang berjumlah 114 orang yang berasal dari perguruan tinggi swasta dan negeri.

Adapun tema yang diambil dalam kegiatan ini adalah Peran Perguruan Tinggi Swasta Pertanian dalam Menyediakan Sumber Daya Manusia, Unggul dan Kompetitif melalui Pengembangan Food Estate dan Agrowisata menuju Ketahanan Pangan. Dari tema tersebut bisa disimpulkan ini merupakan gawe besar secara nasional yang diadakan oleh APTSI-IPI.

“Kegiatan Food Estate telah dicanangkan dibeberapa provinsi oleh pemerintah pusat. Kemudian untuk agrowisatanya, hampir seluruh desa-desa yang ada di Indonesia telah dikembangkan menuju konsep lestari agrowisata. Sehingga ini yang melatar belakangi kami untuk mengambil tema tersebut pada kegiatan kongres ke-3 dan seminar nasional APTSI-IPI,” ungkap Dekan Fakultas Pertanian UMMAT Budy Wiryono, SP., M.Si., selaku ketua panitia kegiatan tersebut.

Ia melanjutkan, kegiatan Kongres ke-3 APTSI-IPI sebelumnya telah dimulai sejak tanggal 1 Desember 2021 yaitu acara Pra-Kongres yang dilaksanakan secara zoom meeting atau daring. Dimana pada saat Pra-Kongres telah ditentukan beberapa calon ketua umum yang merupakan rekomendasi dari wilayah-wilayah yang terbagi dalam APTSI-IPI. Sedangkan untuk acara Kongres ke-3 dan Seminar Nasional akan dilaksanakan 2 hari pada tanggal 6 dan 7 Desember 2021.

“Dan hari ini saat acara kongres berlangsung juga akan diadakan pemilihan ketua umum APTSI-IPI yang baru untuk periode 2021-2023 dengan beberapa kandidat yang telah diusulkan pada saat Pra-Kongkres kemarin. Semoga dapat terpilih ketua APTSI-IPI yang visioner, yang bisa membawa APTSI-IPI berbicara didunia luar secara global,” ujarnya.

Terakhir Ia berharap semoga melalui Kongres dan Seminar ini bersama bisa memperoleh pengetahuan, wawasan untuk pengembangan diri dan institusi, sehingga dapat berkontribusi secara langsung bagi pembangunan pertanian secara global.

Selanjutnya hadir juga memberikan sambutan Rektor UMMAT Dr. H. Arsyad Abd. Gani, M.Pd., mengatakan tentang peran fakultas pertanian baik negeri maupun swasta, yang mana perguruan tinggi swasta tidak kalah dengan perguruan tinggi negeri.

“Kita banyak membaca jurnal dan tulisan tentang peran fakultas pertanian baik negeri maupun swasta, tetapi swasta banyak yang unggul dan melahirkan produk-produk dalam rangka pengembangan ilmu pertanian di Indonesia, sehingga patut diberikan support dan dukungan yang kuat agar Ilmu Pertanian tidak hanya didominasi oleh IPB yang terkenal menghasilkan ahli-ahli pertanian,” imbuhnya.

Ditambahkannya bahwa Perguruan Tinggi Swasta sekarang ini telah banyak menghasilkan produk-produk yang ahli dalam Ilmu Pertanian di Indonesia.

“Sehingga kita patut memberikan applause kepada Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Ilmu Pertanian Indonesia (APTSI-IPI). Semoga melalui kegiatan ini bisa menghasilkan sesuatu yang bisa memberikan sumbangsih besar untuk pengembangan pertanian yang ada di NTB” harapnya.

Sambutan selanjutnya juga disampaikan oleh Ketua Umum APTS-IPI, Dr. Ir. David Hermawan, MP. IPM., Ia mengatakan  pertanian, peternakan dan perikanan adalah masa depan kita.

“Buat generasi muda milenial, pertanian, peternakan, dan perikanan adalah masa depan kita. Semoga apa yang dikaji dan diputuskan hari ini dalam kongres dan seminar bisa memberikan arahan kebiajakan dalam pembangunan pertanian nasional khususnya ketersediaan pangan nasional,” pungkasnya.

Mewakili Gubernur NTB dalam memberikan sambutan dan sebagai keynote speech yaitu Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi Pembangunan, H. Wirawan SS., M.Sc., dengan tema Kebijakan Penyediaan Sumber Daya Manusia Unggul dan Kompetitif melalui Pengembangan Food Estate dan Agrowisata menuju Ketahanan Pangan di NTB, sekaligus membuka pelaksanaan kongres dan seminar secara resmi. Seperti yang kita ketahui bahwa sektor pertanian adalah sektor yang sangat strategis dalam menopang pertanian baik nasional maupun regional provinsi NTB.

“Secara langsung sektor pertanian memberikan kontribusi nomer dua terbesar dibawah industri pengolahan, yaitu 14,30% dari total PDRB. Sedangkan di Provinsi NTB sektor pertanian menduduki peringkat pertama yakni 23,39%, artinya pertanian di NTB memiliki peranan yang sangat strategis dalam menopang PDRB,” ujarnya.

Oleh karena itu berbagai strategi senantiasa dilakukan pemerintah dalam rangka memantapkan eksistensi sektor pertanian salah satunya adalah Food Estate lanjutnya.

Disisi lain pada saat seminar utama, Wakil Menteri Pertanian, Harvick Hasanul Qolbi berkesempatan memberikan materi yang berjudul Peluang dan Tantangan Pengembangan Food Estate dan Agrowisata di Indonesia menuju Ketahanan Pangan via Zoom Meeting yang diikuti oleh para peserta yang berasal dari perguruan tinggi swasta dan negeri yang ada di Indonesia.

Di akhir kegiatan dilakukan pemilihan Ketua Umum APTSI-IPI periode 2021 – 2023 sekaligus pengukuhan Pengurus APTSI-IPI Periode 2021- 2023.  (HUMAS UMMAT).