Mataram, 25 Februari 2025 – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT). Nurhamdi Said, mahasiswa Fakultas Hukum, berhasil meraih medali emas dalam ajang IPSI Lombok Timur Championship 2 yang berlangsung pada tanggal 19 hingga 21 Februari 2025 di Sport Hall Selong, Lombok Timur. Kompetisi bergengsi ini diikuti oleh 1.200 atlet dari berbagai daerah, menjadikannya salah satu ajang paling kompetitif di tingkat nasional.
Nurhamdi yang berasal dari Banyu Urip, Gerung, Lombok Barat, mengaku bahwa kemenangan ini merupakan hasil dari kerja keras dan semangat pantang menyerah. Setelah mengalami kegagalan di Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumatera Utara , ia menjadikan pengalaman tersebut sebagai motivasi untuk bangkit dan berjuang lebih maksimal.
“Tangan di kejuaraan ini sangat luar biasa. Kegagalan di PON sebelumnya menjadi pelajaran berharga bagi saya untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan. Saya ingin menambah jam terbang agar lebih siap menghadapi ajang-ajang bergengsi di masa depan, terutama target saya untuk meraih medali emas di POMNAS 2025 dan PORPROV 2026,” ujar Nurhamdi.
Dalam kejuaraan ini, ia menunjukkan performa luar biasa dengan teknik dan strategi yang matang. Nurhamdi berhasil mengalahkan lawan-lawan tangguh yang juga berambisi merebut gelar juara. Keberhasilannya tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga membawa nama baik UMMAT di kancah olahraga nasional.
Selain prestasi individu, ajang ini juga menjadi pengalaman berharga bagi Nurhamdi untuk mengasah mental bertanding dan memahami pola permainan lawan. “Setiap pertandingan memberikan pelajaran baru. Saya terus belajar dari setiap lawan yang saya hadapi, memperbaiki kelemahan, dan meningkatkan strategi agar lebih siap di kompetisi berikutnya,” tambahnya.
Nurhamdi juga berharap agar kampus terus memberikan perhatian dan pembinaan terhadap prestasi mahasiswanya, baik di bidang akademik maupun non-akademik. “Untuk teman-teman pelajar, saya berpesan agar tetap konsisten dalam menjalankan hal-hal positif dan selalu semangat dalam mencapai impian,” pesannya.
Dukungan dari kampus, pelatih, serta rekan-rekan atlet menjadi faktor penting dalam perjalanan Nurhamdi menuju kemenangan. Ia mengapresiasi segala bentuk dukungan yang diberikan, baik dalam bentuk fasilitas latihan, motivasi, maupun kesempatan untuk mengikuti berbagai kejuaraan.
Keberhasilan Nurhamdi menjadi bukti bahwa mahasiswa UMMAT mampu bersaing di tingkat kompetisi yang lebih luas. Semoga prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berjuang dan mengharumkan nama universitas. Dengan semangat perjuangan yang tinggi, tidak menutup kemungkinan bahwa UMMAT akan melahirkan lebih banyak atlet berprestasi di masa mendatang (HUMAS UMMAT).
Mataram, 24 Februari 2025 – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram (BEM UMMAT) sukses menggelar Seminar Kebangsaan bertajuk “Peran Legislatif DPD RI dalam Penguatan Kebijakan Pembangunan Daerah”. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap peran strategis DPD RI dalam memperjuangkan kepentingan daerah serta mengawal kebijakan pembangunan yang inklusif.
Ketua BEM UMMAT, Supriadin, dalam paparannya menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam mengawal kebijakan pembangunan baik di tingkat daerah maupun nasional. Menurutnya, mahasiswa merupakan agen perubahan yang harus memiliki wawasan luas, kritis, dan solutif dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan daerah.
“Forum seminar ini dapat menjadi wadah diskusi yang produktif dan inspiratif bagi kita semua. Kehadiran Ibu Mirah Midadan Fahmid sebagai anggota DPD RI Periode 2024-2029 memberikan wawasan yang luas terkait peran strategis DPD dalam penguatan kebijakan daerah,” ujarnya.
Supriadin berharap melalui seminar ini, mahasiswa semakin mampu berpikir progresif terhadap tantangan kebijakan dan kondisi masyarakat. “Peran mahasiswa dalam mendorong perubahan itu sangat penting. Kami harus mampu membaca situasi, berpikir lebih maju, serta mencari solusi terhadap berbagai permasalahan yang ada di daerah,” tambahnya.
Senada dengan itu, Dr. Erwin, M.Pd. selaku Wakil Rektor III UMMAT menyampaikan bahwa seminar kebangsaan ini merupakan langkah strategis bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan zaman dan dinamika sosial. “Seminar kebangsaan ini membuka cakrawala berpikir mahasiswa agar lebih peka terhadap lingkungan sekitar serta mampu merumuskan gagasan yang dapat berkontribusi dalam pembangunan daerah,” terang Dr. Erwin.
Sementara itu, anggota DPD RI Dapil NTB, Mirah Midadan Fahmid, dalam paparannya menyoroti peran penting pemuda dalam pembangunan daerah. Menurutnya, dengan 61,18% pemuda NTB yang aktif bekerja, menunjukkan bahwa generasi muda memiliki keterlibatan tinggi dalam dunia kerja, mencerminkan optimisme dan semangat produktivitas.
“Namun, tingkat pemuda yang bersekolah di NTB masih berada di angka 15,18%, sedikit lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional. Ini harus menjadi perhatian bersama, termasuk bagi mahasiswa yang memiliki peran strategis dalam menciptakan perubahan,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa otonomi daerah telah membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi NTB, dengan peningkatan signifikan dalam PDRB per kapita pasca otonomi. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan mulai menerapkan keahliannya dalam program pemberdayaan masyarakat, seperti pelatihan keterampilan berbasis potensi lokal.
“Pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal tidak hanya meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat, tetapi juga memastikan pembangunan berkelanjutan yang sesuai dengan kebijakan tata ruang,” pungkasnya.
Seminar kebangsaan ini mendapat antusiasme tinggi dari peserta, yang aktif berdiskusi dan bertukar gagasan terkait peran legislatif dalam pembangunan daerah. Diharapkan, kegiatan semacam ini terus berlanjut agar mahasiswa semakin terlibat dalam proses pembangunan dan kebijakan daerah demi kesejahteraan masyarakat yang lebih baik (HUMAS UMMAT).
Mataram, 19 Februari 2025 – Baiq Jannati Luklu’il Maknun, mahasiswa Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), kembali mengharumkan nama kampus dengan prestasinya di kancah internasional. Ia terpilih sebagai salah satu dari 35 peserta Garuda Nusa Youth Summit (GNYS) Batch 3, sebuah program bergengsi yang berlangsung di tiga negara ASEAN: Singapura, Malaysia, dan Thailand, pada 17 hingga 22 Februari 2025.
Dalam ajang ini, Baiq Jannati meraih penghargaan “Best Idea” di Youth Conference berkat gagasan inovatifnya yang menyoroti peran pemuda dalam mendorong keberlanjutan lingkungan di ASEAN. Penghargaan ini membuktikan bahwa mahasiswa UMMAT mampu bersaing dan memberikan kontribusi nyata dalam forum internasional.
Dengan tema “From Local to Global: Shaping Future Leaders of Indonesia and ASEAN”, GNYS Batch 3 bertujuan memperkenalkan pemuda Indonesia pada perspektif global serta mempertemukan mereka dengan pemimpin inspiratif, penggerak perubahan, dan praktisi dari berbagai bidang. Program ini menjadi wadah bagi peserta untuk mengembangkan potensi diri, membangun jejaring internasional, serta meningkatkan pemahaman tentang kepemimpinan dan kerja sama internasional.
Baiq Jannati mengungkapkan bahwa perjalanan menuju GNYS Batch 3 bukanlah hal yang mudah. Ia harus menghadapi berbagai tantangan, mulai dari mempersiapkan materi untuk press conference, perlengkapan perjalanan, hingga membagi waktu dengan penyusunan skripsinya.
“Ini adalah penerbangan internasional pertama saya, dan saya harus berangkat sendiri tanpa siapapun. Jadi, cukup menantang karena saya harus mempersiapkan semuanya sendiri, mulai dari materi, mental, hingga kesiapan fisik,” ujar Baiq Jannati.
Selama satu minggu, peserta terlibat dalam berbagai kegiatan yang dirancang untuk memperkaya wawasan mereka dalam bidang kepemimpinan, critical thinking, dan kerja sama internasional. Beberapa agenda utama meliputi: Panel Diskusi: Bertemu dan berdiskusi langsung dengan para pemimpin inspiratif ASEAN; Kunjungan Institusi: Mengamati langsung praktik kepemimpinan dan inovasi di berbagai institusi; Workshop Kepemimpinan: Memperdalam kemampuan critical thinking dan keterampilan negosiasi internasional; Cultural Exchange: Memahami dinamika sosial dan budaya di setiap negara yang dikunjungi; Presentasi dan Networking: Menjalin hubungan dengan sesama pemuda dari berbagai latar belakang.
Di Singapura, peserta mempelajari kebijakan dan kepemimpinan global serta strategi negara tersebut menjadi pusat ekonomi dunia. Di Malaysia, mereka mengunjungi institusi akademik dan bisnis untuk memahami pengembangan industri kreatif dan teknologi. Sementara di Thailand, peserta mendalami konsep sustainability dan ekonomi hijau dalam konteks ASEAN.
Sebagai mahasiswa UMMAT yang mendapat kesempatan mewakili Indonesia dalam ajang bergengsi ini, Baiq Jannati berharap pengalamannya dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk berani mengambil peluang di kancah global.
“Saya ingin pengalaman ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lain di UMMAT untuk tidak ragu mengejar kesempatan internasional. Dunia semakin terbuka, dan kita harus berani melangkah keluar dari zona nyaman,” tambahnya.
Dengan pencapaian ini, UMMAT semakin menunjukkan kualitas akademiknya di tingkat internasional serta komitmennya dalam mencetak pemimpin masa depan yang siap bersaing di era global (HUMAS UMMAT).
Mataram, 19 Februari 2025 – Baiq Jannati Luklu’il Maknun, mahasiswa Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), menorehkan prestasi membanggakan dengan terpilih sebagai salah satu dari 35 peserta Garuda Nusa Youth Summit (GNYS) Batch 3. Kegiatan bergengsi ini diselenggarakan di tiga negara ASEAN: Singapura, Malaysia, dan Thailand, berlangsung dari 17 hingga 22 Februari 2025.
Mengusung tema “From Local to Global: Shaping Future Leaders of Indonesia and ASEAN”, GNYS Batch 3 bertujuan untuk memperkenalkan para pemuda Indonesia pada perspektif global serta mempertemukan mereka dengan pemimpin inspiratif, penggerak perubahan, dan praktisi dari berbagai bidang. Program ini menjadi wadah bagi peserta untuk mengembangkan potensi diri, membangun jejaring internasional, serta meningkatkan pemahaman mengenai kepemimpinan dan kerja sama internasional.
Baiq Jannati mengungkapkan bahwa perjalanan menuju GNYS Batch 3 bukanlah hal yang mudah. Salah satu tantangan utama yang ia hadapi adalah mempersiapkan berbagai hal, mulai dari materi untuk press conference, perlengkapan perjalanan, hingga membagi waktu dengan penyusunan skripsinya.
“Ini adalah penerbangan internasional pertama saya, dan saya harus berangkat sendiri tanpa siapapun. Jadi, cukup menantang karena saya harus mempersiapkan semuanya sendiri, mulai dari materi, mental, hingga kesiapan fisik,” ujar Baiq Jannati.
Selama satu minggu, peserta akan terlibat dalam berbagai kegiatan yang dirancang untuk memperkaya wawasan mereka dalam bidang kepemimpinan, critical thinking, dan kerja sama internasional. Kegiatan ini mencakup diskusi panel bersama tokoh inspiratif, kunjungan ke institusi strategis, serta workshop intensif tentang kepemimpinan dan inovasi.
Di Singapura, peserta akan mengikuti studi kebijakan dan kepemimpinan global, mempelajari bagaimana negara kecil ini berhasil menjadi pusat ekonomi dunia. Di Malaysia, mereka akan mengunjungi lembaga akademik dan bisnis untuk memahami strategi pengembangan industri kreatif dan teknologi. Sementara di Thailand, mereka akan mendalami konsep sustainability dan ekonomi hijau dalam konteks ASEAN.
GNYS Batch 3 memberikan pengalaman berharga bagi para peserta melalui berbagai kegiatan yang meliputi, Panel Diskusi: Bertemu dan berdiskusi langsung dengan para pemimpin inspiratif ASEAN; Kunjungan Institusi: Mengamati langsung praktik kepemimpinan dan inovasi di berbagai institusi; Workshop Kepemimpinan: Memperdalam kemampuan critical thinking dan keterampilan negosiasi internasional; Cultural Exchange: Memahami dinamika sosial dan budaya di setiap negara yang dikunjungi; Presentasi dan Networking: Menjalin hubungan dengan sesama pemuda dari berbagai latar belakang.
Dalam salah satu agenda utama, Youth Conference, Baiq Jannati berhasil meraih penghargaan “Best Idea” berkat gagasan inovatifnya yang menyoroti peran pemuda dalam mendorong keberlanjutan lingkungan di ASEAN. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UMMAT mampu bersaing dan memberikan kontribusi nyata dalam forum internasional.
Sebagai mahasiswa UMMAT yang mendapat kesempatan mewakili Indonesia di ajang bergengsi ini, Baiq Jannati berharap pengalamannya dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk berani mengambil peluang di kancah global.
“Saya ingin pengalaman ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lain di UMMAT untuk tidak ragu mengejar kesempatan internasional. Dunia semakin terbuka, dan kita harus berani melangkah keluar dari zona nyaman,” tambahnya.
Dengan pencapaian ini, UMMAT semakin menunjukkan kualitas akademiknya di tingkat internasional serta komitmennya dalam mencetak pemimpin masa depan yang siap bersaing di era global (HUMAS UMMAT).
Mataram, 17 Februari 2025 – Baiq Jannati Luklu’il Maknun, mahasiswa Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), terpilih sebagai salah satu dari 35 peserta yang mengikuti Garuda Nusa Youth Summit (GNYS) Batch 3 . Kegiatan bergengsi ini diadakan di tiga negara ASEAN: Singapura, Malaysia, dan Thailand yang akan berlangsung mulai hari ini 17 Februari hingga 22 Februari 2025 mendatang.
Kegiatan tersebut mengusung tema “From Local to Global: Shaping Future Leaders of Indonesia and ASEAN”, GNYS Batch 3 yang bertujuan untuk memperkenalkan para pemuda Indonesia pada perspektif global serta mempertemukan mereka dengan para pemimpin inspiratif, penggerak perubahan, dan praktisi dari berbagai bidang. Program ini menjadi wadah bagi peserta untuk mengembangkan potensi diri, membangun jejaring internasional, dan meningkatkan pemahaman mengenai kepemimpinan serta kerja sama internasional.
Baiq Jannati mengungkapkan bahwa perjalanan GNYS Batch 3 bukanlah hal yang mudah. Tantangan utama yang ia hadapi adalah mempersiapkan berbagai hal mulai dari materi untuk konferensi pers , perlengkapan yang dibutuhkan selama perjalanan, hingga membagi waktu dengan penyusunan skripsinya.
“Ini adalah penerbangan internasional pertama saya, dan saya harus berangkat sendiri tanpa siapapun. Jadi, cukup menantang karena saya harus mempersiapkan semuanya sendiri, mulai dari materi, mental, hingga kesiapan fisik,” ujar Baiq Jannati.
Dalam GNYS Batch 3, peserta akan mengikuti delapan kegiatan utama yang dirancang untuk memperkaya wawasan mereka dalam bidang kepemimpinan, critical thinking, dan kerja sama internasional. Program ini menitikberatkan pada pengalaman langsung dan interaksi dengan para ahli serta pemimpin di ASEAN, sehingga membuka peluang lebih besar bagi peserta untuk memahami dinamika global.
Jejak Langkah di ASEAN Selama satu minggu, peserta akan terlibat dalam berbagai kegiatan, termasuk diskusi panel bersama tokoh inspiratif, kunjungan institusi strategis, serta workshop intensif tentang kepemimpinan dan inovasi. Mereka juga akan memiliki kesempatan untuk mengembangkan soft skills, seperti komunikasi lintas budaya dan negosiasi internasional.
Di Singapura, peserta akan mengikuti studi kebijakan dan kepemimpinan global, mempelajari bagaimana negara kecil ini berhasil menjadi pusat ekonomi dunia. Di Malaysia, mereka akan mengunjungi lembaga akademik dan bisnis untuk memahami strategi pengembangan industri kreatif dan teknologi. Sementara di Thailand, mereka akan menggali lebih dalam konsep sustainabilitydan ekonomi hijau dalam konteks ASEAN.
Sebagai mahasiswa UMMAT yang berkesempatan untuk mewakili Indonesia di forum internasional ini, Baiq Jannati berharap agar pengalamannya nanti dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk berani mengambil peluang di kancah global.
“Saya harap dengan mengikuti kegiatan ini, saya bisa menjadi inspirasi bagi mahasiswa UMMAT untuk mulai berani mengepalkan sayap di tingkat global. Jangan takut sendiri, jangan takut gagal. Setidaknya, setiap kegagalan dan rasa takut yang kita hadapi itu sudah menunjukkan bahwa kita telah melangkah lebih jauh dari sebelumnya,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga berharap agar partisipasinya dalam GNYS Batch 3 dapat menjadi momentum bagi kampus untuk semakin mendukung prestasi mahasiswa dan memperluas kolaborasi di tingkat ASEAN.
“Saya berharap ini akan menjadi peluang besar bagi kampus dalam terus mendukung keinginan, langkah, dan pencapaian mahasiswa. Selain itu, semoga dapat mendorong peningkatan kerja sama mahasiswa UMMAT dengan jejaring internasional di ASEAN,” tambahnya (HUMAS UMMAT).
Mataram, 12 Februari 2025– Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) dengan penuh bangga gelar kuliah umum bertajuk Pendidikan Agama Bagi Perempuan sebagai Pilar Utama dalam Membentuk Generasi Emas. dengan menghadirkan narasumber istimewa, Prof. Dr. Nahla Shabri Elsiedy, Penasihat Grand Syaikh Al-Azhar, Mesir, yang merupakan salah satu dari lima perempuan paling berpengaruh di dunia. Kuliah umum ini bertujuan untuk memperkuat peran perempuan dalam membangun generasi yang berilmu dan berakhlak mulia.
Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, MA., menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kehadiran Prof. Dr. Nahla Shabri Elsiedy. “Kami sangat bangga atas kedatangan Prof. Nahla yang jauh-jauh dari Mesir. Semoga kita semua dapat mengambil ilmu yang bermanfaat dari kehadiran beliau,”ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa kerja sama internasional seperti ini diharapkan dapat semakin memperluas wawasan akademik sivitas akademika UMMAT dan membuka peluang kolaborasi lebih lanjut di bidang pendidikan dan penelitian.
Beliau juga menekankan pentingnya pendidikan agama bagi perempuan. “Perempuan memiliki peran strategis dalam membangun peradaban. Sebagai ibu, pendidik, dan pemimpin dalam berbagai bidang, perempuan harus memiliki pemahaman yang kuat tentang agama agar dapat membimbing generasi mendatang dengan baik,” ujar Rektor. Beliau juga menambahkan bahwa UMMAT terus berkomitmen dalam menyediakan wadah bagi para perempuan untuk mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas.
Rektor juga berpesan pentingnya ilmu dalam kehidupan manusia. “Semuanya butuh ilmu, kita di dunia butuh ilmu, di akhirat kita juga butuh ilmu,” ujarnya. Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa pendidikan, terutama pendidikan agama bagi perempuan, adalah faktor utama dalam menciptakan masyarakat yang lebih baik.
Dewi Urifa, LC.,M.Pd.I., sebagai moderator sekaligus translator dengan penuh antusias memandu jalannya diskusi yang sangat dinantikan oleh peserta. Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Nahla Shabri Elsiedy menegaskan bahwa Al-Azhar memiliki perhatian besar terhadap perempuan dalam dunia pendidikan. “Tantangan perempuan di zaman sekarang sangat banyak. Selama lebih dari seribu tahun, Al-Azhar telah menjadi pusat keilmuan dan benteng bagi nilai-nilai Islam yang menekankan pentingnya pendidikan bagi perempuan,” ungkapnya.
Menurut Prof. Nahla, pendidikan tidak hanya menjadi bekal untuk kehidupan akhirat, tetapi juga sebagai pijakan kuat dalam menghadapi tantangan dunia modern. Dengan pendidikan yang baik, perempuan dapat menjadi pilar utama dalam membentuk generasi emas yang berkarakter, cerdas, dan berakhlak mulia.
Kuliah umum ini mendapatkan sambutan hangat dari para peserta, yang terdiri dari mahasiswa, dosen, kader otonom muhammadiyah dan masyarakat umum. Diskusi yang interaktif menunjukkan tingginya antusiasme terhadap isu pendidikan agama bagi perempuan. Para peserta berharap bahwa kuliah umum semacam ini dapat terus digelar untuk memperkaya wawasan dan memperkuat peran perempuan dalam membangun peradaban yang lebih baik.
Selain diskusi utama, acara ini juga diisi dengan sesi tanya jawab yang menarik. Banyak peserta yang mengajukan pertanyaan terkait peran perempuan dalam dunia pendidikan dan bagaimana nilai-nilai Islam dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Prof. Nahla dengan antusias memberikan jawaban yang mendalam dan inspiratif, memberikan wawasan baru bagi para peserta.
Dengan adanya kuliah umum ini, UMMAT kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pendidikan bagi perempuan sebagai bagian dari upaya menciptakan masyarakat yang lebih maju dan beradab. Ke depannya, UMMAT berencana mengadakan lebih banyak kegiatan serupa guna memberikan wawasan dan inspirasi bagi generasi muda, khususnya perempuan, dalam menjalani peran mereka sebagai pendidik dan pemimpin masa depan (HUMAS UMMAT).