Civitas akademika FK UMMAT berfoto bersama pada Lokakarya Evaluasi dan Penyempurnaan Kurikulum Semester Genap T.A. 2025/2026 di Lombok Garden Hotel, Mataram, sebagai wujud komitmen penguatan mutu pendidikan kedokteran yang berkelanjutan.
Mataram — Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) terus menunjukkan keseriusannya dalam membangun pendidikan kedokteran yang berkualitas, adaptif, dan berorientasi pada standar nasional melalui penyelenggaraan Lokakarya Peninjauan dan Penyempurnaan Dokumen Kurikulum Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan akademik strategis ini dilaksanakan selama dua hari, 16–17 Januari 2026, bertempat di Lombok Garden Hotel, Mataram.
Dalam kegiatan ini, FK UMMAT menghadirkan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sebagai fakultas pembina yang selama ini berperan aktif dalam pendampingan akademik dan penguatan tata kelola pendidikan kedokteran. Dekan FK UMS, Dr. dr. Flora Ramona Sigit Prakoeswa, M.Kes., Sp.DVE., hadir secara daring untuk memberikan arahan strategis dan penguatan visi pengembangan kurikulum. Turut hadir Kepala Divisi Kurikulum UMMAT, Syamsul Hidayat Daud, S.T., M.T., Ph.D., serta seluruh jajaran pimpinan dan civitas akademika Fakultas Kedokteran UMMAT.
Ketua Panitia Lokakarya, dr. Ilman Rahaswin Bolkiah, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dirancang sebagai instrumen penting dalam siklus penjaminan mutu akademik fakultas. “Lokakarya ini merupakan kegiatan yang dirasa wajib dilaksanakan setiap semester. Melalui forum ini, kami melakukan evaluasi terhadap berbagai aspek pembelajaran yang telah diterapkan pada semester sebelumnya, sekaligus merumuskan penyempurnaan kurikulum agar semakin relevan dengan kebutuhan mahasiswa dan perkembangan pendidikan kedokteran,” ungkapnya.
Sementara itu, Pj. Dekan FK UMMAT, Dr. dr. Fauzy Ma’ruf, Sp.Rad., Subsp.RI (K), S.H., M.H., M.Kes., menegaskan bahwa lokakarya ini tidak hanya berfokus pada evaluasi administratif, tetapi juga pada penguatan substansi pembelajaran dan keselarasan visi antar dosen pengampu. “Lokakarya ini memiliki tiga fokus utama. Pertama, evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan pembelajaran Semester 1. Kedua, penyusunan dan pematangan rencana blok untuk semester selanjutnya agar lebih terstruktur dan terintegrasi. Ketiga, pelaksanaan coaching sebagai sarana penyamaan persepsi dan penguatan kompetensi bagi seluruh dosen pengampu Clinical Skills Lab (CSL),” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa penyamaan persepsi dosen, khususnya dalam pengelolaan CSL, merupakan aspek krusial dalam menjamin kualitas keterampilan klinik mahasiswa sejak tahap awal pendidikan kedokteran. Setelah menyampaikan sambutan, Pj. Dekan FK UMMAT secara resmi membuka rangkaian kegiatan lokakarya.
Dalam kesempatan yang sama, Dekan FK UMS, Dr. dr. Flora Ramona Sigit Prakoeswa, M.Kes., Sp.DVE., menyampaikan apresiasi atas langkah progresif yang dilakukan FK UMMAT. Ia menilai bahwa keberanian melakukan evaluasi kurikulum secara dini merupakan modal penting bagi pertumbuhan fakultas kedokteran yang berkelanjutan.
“Semoga FK UMMAT dapat menjadi fakultas kedokteran yang agresif dan progresif sehingga terus berkembang menjadi institusi yang unggul dan berkemajuan. Lokakarya ini juga menunjukkan penerapan siklus Plan, Do, Check, and Act (PDCA) sebagai bagian dari penjaminan mutual berkelanjutan,” tuturnya.
Apresiasi senada juga disampaikan oleh Kepala Divisi Kurikulum UMMAT, Syamsul Hidayat Daud, S.T., M.T., Ph.D. Menurutnya, langkah FK UMMAT mencerminkan kesadaran institusional yang kuat akan pentingnya budaya evaluasi dan refleksi dalam dunia pendidikan tinggi. “Saya mengapresiasi FK UMMAT yang meskipun baru berjalan satu semester, sudah melaksanakan evaluasi kurikulum secara sistematis. Evaluasi ini sangat penting dalam mendukung proses transfer pengetahuan serta peningkatan mutu pembelajaran,” ungkapnya. (HUMAS UMMAT)
Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan (HMTA) Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT)
Lombok Timur — Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan (HMTA) Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menyelenggarakan kegiatan Diamond Mining Camp 2026 sebagai bagian dari program pelatihan dan pengembangan siswa berbasis karakter dan kompetensi profesional. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, pada tanggal 9–11 Januari 2026, bertempat di Camping Ground Wisata Tereng Wilis, Kabupaten Lombok Timur, dan diikuti oleh 127 mahasiswa Program Studi S1 Teknik Pertambangan angkatan 2025.
Diamond Mining Camp merupakan program rutin HMTA yang telah diselenggarakan secara berkelanjutan sejak tahun 2019. Kegiatan ini dirancang sebagai wahana strategis dalam mendukung proses pendidikan tinggi, khususnya dalam membentuk karakter, sikap profesional, serta kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja pertambangan yang memiliki kompleksitas tinggi, baik dari aspek teknis, keselamatan kerja, maupun dinamika sosial di lingkungan industri.
Ketua HMTA Fakultas Teknik UMMAT, Urhulaifi, menjelaskan bahwa Diamond Mining Camp memiliki orientasi edukatif dan kaderisasi yang terintegrasi dengan nilai-nilai keilmuan dan profesionalisme bidang pertambangan. “Diamond Mining Camp merupakan bagian dari proses pembinaan mahasiswa yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama tim, serta ketangguhan fisik dan mental. Nilai-nilai tersebut merupakan kompetensi esensial yang dibutuhkan dalam praktik kerja pertambangan, sehingga perlu dipersiapkan sejak mahasiswa berada pada tahap awal pendidikan tinggi,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana penguatan solidaritas dan kohesi sosial antarmahasiswa, sejalan dengan nilai dasar HMTA yang dirumuskan dalam trilogi royal, loyal, dan totalitas, sebagai landasan etika organisasi dan sikap profesional calon insinyur pertambangan.
Menurutnya, karakteristik dunia pertambangan yang menuntut sistem kerja berkelanjutan, disiplin operasional, serta standar keselamatan yang ketat, meniscayakan adanya pembiasaan terhadap budaya kerja profesional sejak dini. “Mahasiswa tidak hanya dituntut menguasai aspek teoritis, tetapi juga memiliki sikap kesiapan dan mental kerja. Oleh karena itu, Diamond Mining Camp dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang kontekstual dan aplikatif,” tambahnya.
Secara akademik, rangkaian kegiatan Diamond Mining Camp difokuskan pada pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) dan pembelajaran kontekstual (contextual learning). Mahasiswa dilibatkan dalam berbagai aktivitas kebersamaan yang dirancang untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan kerja tim, serta kegiatan pengenalan lapangan berupa observasi dan identifikasi awal jenis-jenis batuan yang terdapat di sekitar lokasi kegiatan.
Aktivitas pengenalan batuan tersebut berfungsi sebagai penguatan pemahaman mahasiswa terhadap materi dasar geologi dan pertambangan yang telah diperoleh di ruang kelas, sekaligus sebagai sarana integrasi antara teori akademik dan praktik lapangan. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi dalam mendukung capaian pembelajaran lulusan (CPL), khususnya pada aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan umum mahasiswa.
Salah satu peserta kegiatan sekaligus mahasiswa baru Program Studi S1 Teknik Pertambangan, Andi Muhammad Alfian Saputra, berharap kegiatan Diamond Mining Camp dapat menjadi sarana pembelajaran yang bermakna dan relevan dengan kebutuhan pengembangan akademik.
“Saya berharap Diamond Mining Camp dapat menjadi sarana pembelajaran yang bermakna, memberikan pemahaman awal tentang karakter dunia pertambangan, serta memperkuat solidaritas antarmahasiswa sebagai bekal perkuliahan dan persiapan menghadapi dunia kerja,” ujar Andi Muhammad Alfian Saputra. (HUMAS UMMAT)
Surakarta – Fakultas Hukum (FH) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melaksanakan kegiatan benchmarking akademik dan kelembagaan ke Fakultas Hukum dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Rabu, 07 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pengembangan institusi dalam rangka meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan hukum yang adaptif, berdaya saing, dan berlandaskan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK).
Kegiatan benchmarking tersebut dihadiri oleh pimpinan kedua belah pihak, meliputi unsur dekanat, pimpinan program studi, serta tim penjaminan mutu fakultas. Agenda kegiatan mencakup sesi pemaparan profil dan kebijakan fakultas, diskusi akademik terkait tata kelola dan pengembangan kurikulum, serta pertukaran pengalaman dalam penguatan pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.
Secara substantif, benchmarking ini bertujuan untuk mempelajari dan mengadopsi praktik-praktik terbaik (best practices) yang telah diterapkan oleh Fakultas Hukum dan Ilmu Politik UMS, khususnya dalam aspek pengelolaan fakultas yang akuntabel dan berkelanjutan, implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), penguatan sistem penjaminan mutu internal, serta strategi peningkatan akreditasi dan reputasi institusi. Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk memperdalam integrasi nilai-nilai AIK dalam pembelajaran hukum, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai ciri khas perguruan tinggi Muhammadiyah.
Dalam forum diskusi, FH UMMAT secara khusus menggali pengalaman FH dan Ilmu Politik UMS dalam mengelola kurikulum OBE yang selaras dengan standar nasional pendidikan tinggi, kebutuhan pemangku kepentingan (stakeholders), serta dinamika perkembangan ilmu hukum dan ilmu politik di tingkat nasional maupun global. Diskusi juga menyoroti peran sistem penjaminan mutu sebagai instrumen strategis dalam menjaga konsistensi kualitas akademik dan mendorong budaya mutu di lingkungan fakultas.
Dekan Fakultas Hukum dan Ilmu Politik UMS, Prof. Dr. Kelik Wardiono, S.H., M.H., menegaskan bahwa kegiatan benchmarking ini merupakan langkah yang positif dan strategis dalam memperkuat sinergi antar Perguruan Tinggi Muhammadiyah, khususnya dalam konteks peningkatan mutu pendidikan hukum.
“Kegiatan benchmarking ini merupakan forum yang sangat penting dan strategis dalam rangka memperkuat kualitas dan mutu pendidikan hukum di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Fakultas Hukum dan Ilmu Politik UMS menyambut baik kunjungan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Mataram sebagai ajang berbagi pengalaman dan praktik terbaik, baik dalam pengelolaan fakultas, pengembangan kurikulum berbasis OBE, sistem penjaminan mutu, maupun penguatan pelaksanaan tridarma perguruan tinggi,” ujar Prof. Kelik Wardiono.
Lebih lanjut, Prof. Kelik menekankan bahwa sinergi antar fakultas hukum di lingkungan Muhammadiyah perlu terus diperkuat melalui kolaborasi yang berorientasi pada peningkatan kualitas akademik dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti pada pertukaran informasi dan diskusi akademik, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama yang berkelanjutan, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun pengembangan sumber daya manusia. Dengan demikian, kolaborasi ini dapat memberikan manfaat timbal balik serta meningkatkan daya saing institusi secara kolektif,” tambahnya.
Kegiatan benchmarking ini juga menjadi momentum penting bagi FH UMMAT untuk melakukan refleksi dan evaluasi terhadap berbagai kebijakan dan program yang telah berjalan, sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis dalam pengembangan fakultas ke depan. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam penyempurnaan kurikulum, penguatan sistem penjaminan mutu, peningkatan kualitas dosen dan tenaga kependidikan, serta optimalisasi pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. (HUMAS UMMAT)
Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali menegaskan perannya dalam penguatan kebijakan pendidikan nasional melalui penyelenggaraan Seminar Nasional Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU SISDIKNAS) bertema “Transformasi Regulasi dan Tata Kelola Pendidikan Tinggi”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (29/12/2025) di Auditorium H. Anwar Ikraman UMMAT dan menjadi forum strategis untuk mengkaji masa depan regulasi pendidikan tinggi di Indonesia.
Seminar nasional ini menghadirkan Wakil Ketua Komisi X DPR RI, H. Lalu Hadrian Irfani, S.T., M.Si., sebagai keynote speaker sekaligus membuka acara secara resmi. Hadir pula sebagai narasumber Prof. Dr. Supardi, M.Pd., Dr. Beny Bandanajaja, S.T., M.T. dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek), serta Dr. Syafril, M.Pd., Sekretaris Rektor I UMMAT. Kegiatan dipandu oleh Isnaini, M.H., M.Pd., Kaprodi PPKn UMMAT dan diikuti oleh pimpinan perguruan tinggi, dosen, mahasiswa, serta pemangku kepentingan pendidikan.
Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, M.A., menegaskan bahwa pembahasan RUU SISDIKNAS merupakan momentum penting bagi perguruan tinggi untuk terlibat aktif dalam proses perumusan kebijakan pendidikan nasional. Menurutnya, regulasi pendidikan harus menjamin mutu pendidikan tinggi, keadilan akses, serta kemandirian dan otonomi perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan karakter bangsa. “Perguruan tinggi harus ditempatkan sebagai pilar utama pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing,” ujarnya.
Perwakilan Diktisaintek, Dr. Beny Bandanajaja, S.T., M.T., menyampaikan bahwa transformasi tata kelola pendidikan tinggi menjadi keniscayaan di tengah tantangan global, perkembangan teknologi, dan kebutuhan inovasi. Ia menekankan pentingnya regulasi yang adaptif, kolaboratif, serta mampu mendorong penguatan ekosistem riset dan inovasi di perguruan tinggi.
Sebagai keynote speaker, H. Lalu Hadrian Irfani, S.T., M.Si., menegaskan bahwa Komisi X DPR RI membuka ruang dialog seluas-luasnya bagi akademisi dan perguruan tinggi dalam pembahasan RUU SISDIKNAS. Menurutnya, partisipasi sivitas akademika sangat penting agar regulasi pendidikan nasional yang dihasilkan tidak bersifat sentralistik dan tetap menjunjung kebebasan akademik.
Dalam pemaparan materi utama, Prof. Dr. Supardi, M.Pd., mengulas secara komprehensif substansi RUU SISDIKNAS dengan menyoroti posisi strategis perguruan tinggi dalam transformasi regulasi pendidikan. Ia menekankan bahwa perguruan tinggi harus diperkuat perannya sebagai pusat pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.
Sementara itu, Dr. Syafril, M.Pd., selaku Sekretaris Rektor I UMMAT, menegaskan bahwa transformasi regulasi pendidikan harus didasarkan pada diskursus akademik yang mendalam. Ia mempertanyakan arah sistem pendidikan nasional ke depan serta urgensi pembaruan kebijakan yang benar-benar berpihak pada penguatan perguruan tinggi.
“Perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi objek regulasi, tetapi harus menjadi subjek aktif dalam merumuskan kebijakan pendidikan nasional. RUU SISDIKNAS harus menjamin ruang inovasi, kreativitas, dan kebebasan berpikir di lingkungan kampus,” tegasnya. (HUMAS UMMAT)
Aceh Tamiang, Tim Medis Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melaksanakan kegiatan Trauma Healing melalui Permainan Edukatif yang terintegrasi dengan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta kesehatan reproduksi ibu dan anak bagi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berlangsung selama 14 hari, mulai 18 hingga 31 Desember 2025, dengan sasaran utama kelompok rentan, khususnya anak-anak, balita, dan ibu.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan di tiga titik lokasi, yakni pada hari pertama di Desa Benua, Kecamatan Rantau, dengan total 76 peserta yang terdiri atas 46 balita dan anak-anak serta 30 ibu-ibu. Hari kedua dilaksanakan di Kelurahan Rantau Pauh, Kecamatan Rantau, dengan jumlah 60 peserta, terdiri dari 30 balita dan anak-anak serta 30 ibu-ibu. Selanjutnya, pada hari ketiga kegiatan dipusatkan di Posko Banjir RS Pertamina, Kecamatan Rantau, dengan total 80 peserta, yang terdiri atas 40 balita dan anak-anak serta 40 ibu-ibu.
Dalam pelaksanaannya, Tim Medis UMMAT tidak hanya memberikan edukasi kesehatan dasar, tetapi juga menaruh perhatian serius pada pemulihan psikososial anak pascabencana. Anak-anak dan balita diajak mengikuti berbagai permainan edukatif interaktif yang dirancang secara khusus untuk menciptakan suasana yang aman, menyenangkan, dan penuh kehangatan. Pendekatan ini bertujuan membantu anak mengurangi rasa takut, kecemasan, serta tekanan emosional akibat pengalaman traumatis selama bencana banjir.
Sebagai bentuk dukungan lanjutan terhadap proses trauma healing, anak-anak dan balita diberikan paket susu serta permainan edukatif, yang tidak hanya berfungsi sebagai bantuan logistik, tetapi juga sebagai media stimulasi tumbuh kembang dan pemulihan emosional. Sementara itu, para ibu menerima paket MP-ASI serta hygiene kit yang berisi kebutuhan dasar, seperti tisu basah, hand sanitizer, pembalut, dan perlengkapan kebersihan lainnya, guna mendukung kesehatan keluarga selama masa tanggap darurat.
Salah satu narasumber kegiatan, Ni Wayan Ari Adiputri, M.Kes., menegaskan bahwa edukasi gizi tetap menjadi aspek fundamental meskipun masyarakat berada dalam kondisi pascabencana. “Pelaksanaan sosialisasi MP-ASI pada ibu bayi dan balita diharapkan dapat membantu para ibu tetap menjaga asupan makanan anak-anak mereka dengan memperhatikan porsi serta kualitas gizi yang baik, meskipun masih berada dalam situasi darurat pascabencana,” ujarnya.
Sementara itu, Siti Mardiyah WD, M.Kes., menyampaikan bahwa trauma healing berbasis permainan edukatif merupakan pendekatan strategis dalam pemulihan kondisi psikologis anak dan balita terdampak banjir. “Anak-anak dan balita merupakan kelompok paling rentan mengalami trauma pascabencana. Melalui permainan edukatif, mereka diajak kembali merasakan suasana aman, bahagia, dan nyaman. Aktivitas bermain ini bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi sarana penting untuk menurunkan kecemasan, memulihkan emosi, serta mendukung tumbuh kembang anak di tengah kondisi darurat,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa respon positif anak-anak, seperti tertawa, berinteraksi aktif, dan berani mengekspresikan diri selama kegiatan berlangsung, menjadi indikator awal keberhasilan proses pemulihan psikososial. “Ketika anak sudah mampu bermain dan berinteraksi secara aktif, itu menandakan proses trauma healing mulai berjalan. Oleh karena itu, pendekatan ini sangat penting untuk terus diintegrasikan dalam setiap respon kebencanaan, khususnya bagi kelompok anak dan balita,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Tim Medis UMMAT berharap dapat berkontribusi tidak hanya dalam pemulihan kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental dan emosional masyarakat terdampak banjir, khususnya anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Universitas Muhammadiyah Mataram dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat yang holistik, humanis, dan berkelanjutan di wilayah terdampak bencana.
Sebagai penutup, UMMAT menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, khususnya melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang dikelola oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek RI. Dukungan program ini menjadi landasan penting bagi pelaksanaan aksi kemanusiaan serta penguatan peran strategis perguruan tinggi dalam penanggulangan bencana di Indonesia. (HUMAS UMMAT)
Mataram , Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) terus memperkuat peran strategisnya dalam pengembangan keilmuan dan internasionalisasi pendidikan tinggi melalui penyelenggaraan Kuliah Pakar Internasional, yang berlangsung di Auditorium H. Anwar Ikraman UMMAT, pada Senin, 22 Desember 2025.
Kegiatan ini mengusung tema “Pembelajaran Bahasa Arab di Era Digital dan Penguatan Literasi Bahasa Arab sebagai Pilar Keilmuan dan Peradaban.” Tema tersebut relevan dengan tantangan dan peluang global dalam pengembangan pembelajaran bahasa Arab di tengah transformasi digital dan pesatnya perkembangan teknologi pendidikan.
Dekan FAI UMMAT, Dr. H. Muhirdan, M.S.I., menegaskan bahwa bahasa Arab memiliki posisi strategis dalam dunia akademik Islam, tidak hanya sebagai bahasa agama, tetapi juga sebagai bahasa ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan peradaban yang telah melahirkan khazanah intelektual dunia Islam selama berabad-abad.
“Penguatan literasi bahasa Arab merupakan kebutuhan fundamental dalam pengembangan pendidikan Islam. Di era digital, pembelajaran bahasa Arab harus mampu beradaptasi dengan teknologi modern tanpa menghilangkan substansi keilmuan serta nilai-nilai peradaban yang dikandungnya,” ungkap Dr. Muhirdan.
Menurutnya, kuliah pakar internasional ini menjadi ruang akademik penting untuk mempertemukan perspektif global dan lokal dalam pengembangan pembelajaran bahasa Arab. Melalui forum ini, dosen dan mahasiswa FAI UMMAT diharapkan memperoleh wawasan komprehensif mengenai strategi, metode, dan inovasi pembelajaran bahasa Arab berbasis digital yang sesuai dengan kebutuhan generasi masa kini.
Lebih lanjut, Dr. Muhirdan menjelaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi UMMAT sebagai perguruan tinggi yang unggul, berdaya saing, dan berdampak bagi masyarakat. Penguatan kualitas pembelajaran bahasa Arab diyakini akan berkontribusi langsung terhadap peningkatan kompetensi lulusan, baik dalam aspek akademik, literasi global, maupun kesiapan menghadapi tantangan internasional.
“FAI UMMAT berkomitmen melahirkan lulusan yang tidak hanya menguasai bahasa Arab secara teoritis, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam bidang keilmuan, riset, serta pengabdian kepada masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, MA., memberikan apresiasi atas terselenggaranya kuliah pakar internasional yang diinisiasi oleh FAI UMMAT. Ia menilai kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat budaya akademik, memperluas jejaring internasional, serta meningkatkan reputasi Universitas Muhammadiyah Mataram di tingkat global.
“Kuliah pakar internasional merupakan instrumen penting dalam mendorong internasionalisasi perguruan tinggi. Melalui kegiatan ini, sivitas akademika UMMAT dapat berinteraksi langsung dengan pemikiran dan pengalaman akademik dari level internasional,” ujar Rektor.
Rektor juga menegaskan bahwa penguatan literasi bahasa Arab di era digital memiliki relevansi tinggi dalam menghadapi arus globalisasi, perkembangan teknologi informasi, serta kebutuhan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi multidimensional.
“UMMAT terus mendorong fakultas dan program studi untuk aktif menyelenggarakan kegiatan akademik berskala nasional dan internasional sebagai bagian dari penguatan caturdarma perguruan tinggi muhammadiyah,” pungkasnya. (HUMAS UMMAT)