Relawan UM Mataram Terjunkan Tim ke Lokasi Banjir Bima

Relawan UM Mataram Terjunkan Tim ke Lokasi Banjir Bima

Relawan Universitas Muhammadiyah Mataram, mahasiswa  Forum Lintas UKM (FLU) UM Mataram  beserta Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) NTB menerjunkan tim tanggap bencana ke lokasi banjir bandang di wilayah Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kondisi saat ini, tengah terjadi banjir susulan, beberapa kampung kembali tergenang.
Jembatan padolo  yang merupakan akses utama menuju kota Bima sudah dipasang garis polisi karna retak, beberapa wilayah yang diterjang banjir masih mengalami pemadaman listrik, sehingga mematikan perangkat komunikasi. Aktivitas perkantoran dan sekolah masih lumpuh.

Rektor UM Mataram memberikan bantuan dana sebesar 10 juta  melalui MDMC untuk membeli logistik dan obat

Universitas Muhammadiyah Mataram meraih juara 3 bidang Fahmul Quran

Universitas Muhammadiyah Mataram meraih juara 3 bidang Fahmul Quran

Universitas Muhammadiyah Mataram meraih juara 3 bidang fahmul dan juara harapan 2 tilawah dalam rangka festival Quran tingkat nasional perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyah di UMY (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta) yang di ikuti oleh 57 PTM/PTA Seindonesia tanggal 9-11 Agustus 2016.

Kegiatan lomba diikuti oleh 470 Mahasiswa dari 58 PTMA se-Indonesia dari Aceh hingga Sorong.

Festival ini direncanakan oleh UMY sebagai kegiatan rutin dua tahunan, dengan harapan dapat meningkatkan kemampuan di bidang Al-Qur’an, baik membaca maupun memahaminya bagi internal UMY dan Institusi PTM.

Menurut Rektor UMY Prof. Dr. Bambang Cipto, M.A. bahwa gagasan ide Festival Al Qur’an ini telah ada sejak tahun 2015, namun baru terlaksana sekarang. “Semua ini berkat kerja keras seluruh panitia,” katanya, sebagaimana dikutip dari laman resmi UMY. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat kecintaan dan kemauan dekat dengan al-Qur’an sebagai perwujudan semangat ar-ruju ila qur’an wa sunnah (kembali kepada al-Qur’an dan sunnah) khususnya di kalangan mahasiswa Muhamamdiyah. Di samping itu kegiatan ini sebagai ajang silaturrahim antar mahasiswa Muhammadiyah di seluruh Indonesia.

Pelantikan Dekan Fakultas Teknik dan Wakil Dekan II Fakultas Ilmu Sosial dan Politik

Pelantikan Dekan Fakultas Teknik dan Wakil Dekan II Fakultas Ilmu Sosial dan Politik

Pada beberapa waktu lalu, tepatnya pada jum’at 3 Juni 2016/27 Syakban 1437 H, di gedung Rektorat lantai 3 Univeristas Muhammadiyah Mataram diadakan pelantikan Dekan Fakultas Teknik dan Wakil Dekan II Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Nusa Tenggara Barat, Ketua BPH, Rektor selaku penanggung jawab, Wakil Rektor, para Dekan dan Wakil Dekan serta seluruh Kaprodi di lingkungan UM Maram, di samping itu juga hadir bapak Isfanari ST, MT dan Dr. H. Muhammad Ali, M.Si, selaku dekan dan wakil dekan yang dilantik.

Acara ini dilaksanakan dalam rangka mengukuhkan para pemimpin di lingkungan Universitas Muhammadiyah Mataram, sekaligus sebagai salah salah satu wujud komitmen yang kuat dari aktifitas para pemimpin untuk melaksanakan tugas pemegang amanah di persyarikatan Muhammadiyah secara sungguh-sungguh, dengan senantiasa menjunjung tinggi syariat Islam yang berdasarkan kepada al-Qur’an dan as-Sunnah dalam segala kebijakan dan tindakannya selama memangku jabatan.

Alhamdulillah, acar berjalan dengan baik dan tertib sesuai dengan perencanaan. Dalam pelantikan tersebut Bapak Rektor UM Mataram Drs. Mustamin H. Idris, MS berpesan kepada pejabat yang baru dilantik dan kepada semua hadirin undangan, agar serius dalam memperhatikan Pelaporan Data Perguruan Tinggi. Hal ini dilakukan baik secara vartikal (hubungan dengan IT pusat di rektorat), maupun horizontal (hubungan dengan pelaporan mahasiswa). Kemudian, pelaporan KHS juga perlu diperhatikan karena masih banyak kaprodi yang belum melapor.

Berkaitan dengan itu juga, Ketua BPH UM Mataram Drs. H. Abd. Muhait Ellefaki, SU menyampaikan kepada pejabat yang sudah dilantik untuk menanamkan fakta integritas yang sungguh-sungguh, terutama penekanan dalam silaturrahmi baik antara fakultas dan kaprodi di lingkungan UM Mataram. Selain itu juga, beliau menyampaikan perlu adanya ketegasan dan pembinaan serius terhadap IPTEK, LPMA dan penyesuaian anggaran belanja lembaga serta komitmen bersama mengunggulkan lembaga yang ada. Di samping itu, kejelasan aset-aset Univeristas perlu dievaluasi termasuk pembentukan lembaga Kehumasan di kampus Universitas Muhammadiyah Mataram.

(Mukhlishin Alishlahuddin)
Dekan FKIP UM Mataram menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Kebangsaan

Dekan FKIP UM Mataram menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Kebangsaan

Pada hari Rabu, 13 April 2016, Dekan FKIP UM Mataram menjadi pembicara dalam seminar nasional kebangsaan yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat (KNPI-NTB). Tema seminar “Sistem Ketatanegaraan Indonesia “Mendorong Pemuda NTB Sadar Hukum”. Seminar tersebut merupakan rangkaian dari kegiatan Rakerda KNPI-NTB. Dalam makalahnya berjudul “Peran Perguruan Tinggi dalam Mewujudkan Generasi Muda Sadar Hukum” Dekan FKIP-UM Mataram (Syafril, M.Pd) menyatakan bahwa masa depan suatu Negara dapat diprediksi melalaui gambaran potensi pemuda saat ini. Jika potensi pemuda sekarang baik dan bermartabat, maka kondisi Negara yang adan datang dapat dipastikan akan maju dan bermartabat. Sebaliknya jika pemuda sekarang kurang skill’s dan cenderung santai maka sangat besar kemungkinan Negara akan tertatit-tatih bahkan boleh jadi menjadi failed state. Kesadaran hukum merupakan salah satu indicator penting dari bangsa dan Negara bermartabat. Lebih jauh, beliau menyatakan bahwa perguruan tinggi (PT) menjadi institusi penting dalam membentuk martabat bangsa dan Negara. Sebab yang beradab cenderung memiliki lembaga pendidikan yang baik dan berkualitas. Sebaliknya, masyarakat yang tertinggal cenderung memiliki lembaga pendidikan yang tidak berkualitas dan asal-asalan. Selain peran PT, Dekan FKIP juga menjelaskan bahwa saat ini, banyak masalah yang mendera generasi muda antara lain; kasus korupsi menimpa para politisi dan eksekutif muda, narkoba, terrorism, mental pragmatis, materialis, hedonis, individualis, kasus-kasus criminal lainnya cenderung meningkat. Memperhatikan fakta tersebut, dituntut semua elemen bangsa untuk bangkit dan bersama-sama mereduksi potensi kegagalan Negara. Secara umum Dekan FKIP-UM Mataram menyimpulkan bahwa untuk mewujudkan Negara yang bermartabat yakni dengan mendorong potensi generasi muda untuk aktif terlibat dalam menyukseskan pembangunan. Selain itu, dikatakan bahwa membangun kesadaran hokum dapat dilakukan dengan cara:

  1. Perguruan Tinggi selain menjadi laboratorium demokrasi juga menjadi laboratorium hokum bagi public dan generasi muda,
  2. penerapan kurikulum yang berorientasi pada pembentukan karakter moral, spiritual, dan humanitas harus dimaksimalkan,
  3. harus terwujud sinergi harmonis antara perguruan tinggi, penegak hokum, politisi, eksekutif, legislative, media massa, dan masyarakat dalam mengawal dan menjaga wibawa Negara,
  4. generasi muda harus berusaha serius dan tetap menjaga nilai kritis dan idealism serta memiliki basic skill’s yang mumpuni.

Jika empat komponen tersebut dapat direalisasikan maka insya Allah Negara Indonesia dapat melampaui kemajuan yang telah dicapai oleh Malaysia dan Singapure.

Prodi Komunikasi Penyiaran Islam UMMAT Datangkan Guru besar Al-Azhar Mesir

Prodi Komunikasi Penyiaran Islam UMMAT Datangkan Guru besar Al-Azhar Mesir

KUPAS METODE DAKWAH ‘’ISLAM MODERAT’’

PRODI KPI UMMAT DATANGKAN GURU BESAR AL-AZHAR MESIR

Gambar: Dr. Nabil Abdul Jawwad foto Bersama dengan wakil Rektor Universitas Muhammadiyah, Dekan dan Ka-Prodi KPI FAI Universitas Muhammadiyah Mataram, Ketua PW BAKOMUBIN NTB, Direktur Ma’had Khalid Bin Walid UMMAT, Senin 21/3.

Islam adalah agama rahmat untuk seluruh alam, oleh sebab itu dibutuhkan para da’i dan muballigh yang mampu menjiwai semangat kerahmatan lil’alamien-nya Islam.

Untuk itu, Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) FAI UMMAT (Universitas Muhammadiyah Mataram) bekerjasama dengan PW Badan Koordinasi Muballgh Nasional (BAKOMUBIN) NTB mempromosikan Islam Moderat di Kampus Unversitas Muhammadiyah Mataram dengan mendatangkan Dr. Nabil Abdul Jawwad dari Universitas Al-Azhar Mesir. Senin (21/3) kemarin.

Dalam materi yang disampaikannya, Dr. Nabil Abdul Jawwad mengajak para calon da’i untuk mengedepan sikap moderat dan tidak mudah saling mengkafirkan antar satu golongan dengan golongan lainnya.

Bagi Nabil yang sudah tiga hari terakhir berkeliling dakwah ke berbagai tempat di Pulau Lombok ini, menegaskan bahwa seorang dai harus benar-benar memahami bahwa, Ummat Nabi Muhammad Saw, adalah ummatan wasatan (moderat), seorang da’i juga dituntut untuk tidak mudah marah dan emosi dalam menjalani rutinitas dakwahnya di tengah-tengah masyarakat, sikap ini penting agar da’i tidak mudah menyalahkan kelompok lain yang berbeda dengan dirinya. Tegas salah seorang Guru Besar Universitas Al-Azhar tersebut.

Nabil dalam kuliah umumnya sedikit-sedikit menyapa peserta dengan bahasa Indonesia terebut, menegaskan bahwa seorang da’i dalam melaksanakan dakwah di masyarakat harus tetap meneladani cara-cara dakwah yang dicontoh oleh Nabi Muhammad Saw. Seorang da’i juga sedapat mungkin harus mampu menyesuaikan metode dakwah dengan tempat dan masyarakat yang didakwahinya.

Sementara itu, Ust. H. Falahuddin, M.Ag. Wakil Rektor IV Universitas Muhammadiyah Mataram yang juga Ketua PW Muhammadiyah NTB menyambut baik kehadiran Dr. Nabil Abdul Jawwad di Universitas Muhammadiyah. Kunjungan beliau ini menarik, karena di timur tengah sana, saat ini sedang konflik berkepanjangan, tentu dibutuhkan solusi untuk menyelesaikannya. Oleh sebab itu, dari kuliah umum ini diharapkan ada peserta yang menanyakan hal tersebut kepada Dr. Nabil. (Prodi KPI UMMAT).

(post by fathur rijal)
Workshop Penyusunan STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)

Workshop Penyusunan STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)

ada hari Senin, 10 Maret 2013, diadakan Workshop Penyusunan STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) Universitas Muhammadiyah Mataram. Acara ini diadakan oleh Lembaga Penjaminan Mutu Akademik (LPMA) UM Mataram agar lebih sesuai dengan perkembangan saat ini. Acara ini dihadiri oleh seluruh unsur civitas akademika institusi yang terdiri dari; Rektor, Wakil Rektor, Dekan, Wakil/Sekretaris Dekan, BAA, BAK, BAUK, LP2I, LPM, LEMLIT, LPMA, Kaprodi dan dosen tetap untuk mendapatkan masukan dan wawasan lain. Langkah berikutnya adalah melakukan dengar pendapat dengan Keluarga Alumni UM Mataram (KAUM) dan stakeholders, untuk mendapatkan masukan dan pandangan lain dari mereka, sehingga visi, misi, tujuan dan sasaran benar-benar realitis dan dapat dilaksanakan berdasarkan kebutuhan user. Di samping pelibatan unsur internal Institusi juga melibatkan Badan Pembina Harian (BPH) serta melibatkan unsur eksternal meliputi instansi pemerintahan, seperti BAPPEDA Provinsi NTB, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Kesehatan, Dinas Pertambangan dan Energi, Kanwil Kementrian Agama NTB, Dinas Pekerjaan Umum NTB, Kanwil Kementrian Hukum dan HAM NTB, DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota, KADIN NTB, IPI, IWAPI NTB, BAPERPUSDA NTB, Badan Bahasa Kemendikbud NTB, LPMP NTB, BPBD, MUSEUM NTB, serta beberapa pihak swasta antara lain dari PT. Poenix, PT. Telkomsel Nusa Tenggara, PT. Newmont Nusa Tenggara, Bank BNI Syari’ah, Bank Muamalat, Bank Mandiri Syari’ah. Semua unsur diberikan kesempatan untuk menyampaikan saran dan usulan tentang STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) Universitas Muhammadiyah Mataram mengacu pada Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, setelah ada kesepakatan, narasumber menjelaskan tentang bagaimana kriteria STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) Universitas Muhammadiyah Mataram suatu institusi yang baik. Acara dilanjutkan dengan diskusi kelompok, di mana semua peserta berperan aktif menyumbangkan ide dan pemikirannya tentang kondisi UM Mataram saat  ini dan harapannya ke depan.