Sosialisasi dan Promosi UMMAT oleh Tim Promosi dan Penerimaan MahasiswaBaru (P2W)
Mataram — Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Promosi dan Penerimaan Mahasiswa Baru (P2W) terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda Nusa Tenggara Barat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan promosi kampus yang menyasar SMA dan SMK di berbagai wilayah Pulau Sumbawa, meliputi Kabupaten Sumbawa, Kabupaten dan Kota Bima, serta Kabupaten Dompu, dalam rangka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027.
Kegiatan promosi ini merupakan bagian dari strategi berkelanjutan UMMAT untuk mendekatkan informasi pendidikan tinggi kepada para pelajar, sekaligus membuka ruang dialog akademik sejak dini mengenai perencanaan masa depan, pilihan program studi, serta peluang pengembangan diri di perguruan tinggi. Sebagai universitas swasta terbaik satu di NTB, UMMAT terus berupaya menghadirkan pendidikan berkualitas yang inklusif dan berdaya saing.
Dalam pelaksanaannya, tim promosi UMMAT memberikan pemaparan komprehensif terkait sistem dan mekanisme Penerimaan Mahasiswa Baru, mulai dari jalur dan gelombang pendaftaran, tata cara pendaftaran secara daring, hingga skema pembiayaan dan berbagai peluang beasiswa yang dapat diakses oleh calon mahasiswa. Selain itu, para siswa diperkenalkan dengan fakultas dan program studi yang ada di UMMAT beserta keunggulan akademik, prospek lulusan, dan relevansinya dengan kebutuhan dunia kerja.
Tak hanya berfokus pada aspek akademik, promosi kampus ini juga menghadirkan gambaran menyeluruh tentang kehidupan kampus UMMAT, termasuk fasilitas pembelajaran, atmosfer akademik yang kondusif, kegiatan kemahasiswaan, serta beragam wadah pengembangan minat, bakat, kepemimpinan, dan karakter mahasiswa. Antusiasme siswa terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif di setiap sekolah yang dikunjungi.
Kepala UPT P2W UMMAT, Titik Wahyuningsih, S.T., M.T., menegaskan bahwa kegiatan promosi ini bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan bagian dari ikhtiar universitas dalam membangun kesadaran kolektif akan pentingnya pendidikan tinggi.
“Melalui promosi kampus ini, kami ingin memberikan pemahaman yang utuh dan objektif kepada para siswa tentang pentingnya melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. UMMAT hadir untuk memperkenalkan program studi unggulan, fasilitas pendukung pembelajaran, serta berbagai peluang pengembangan diri yang dapat diakses oleh calon mahasiswa sesuai dengan minat dan potensi masing-masing,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Rektor II UMMAT, Ir. Asmawati, M.P., menyampaikan bahwa penguatan kualitas sumber daya manusia di NTB harus dimulai dari peningkatan akses dan kualitas pendidikan tinggi.
Sosialisasi dan Promosi UMMAT oleh Wakil Rektor II, Ir. Asmawati, M.P.
“Generasi muda NTB memiliki potensi yang sangat besar. Dengan dukungan pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan, mereka dapat tumbuh menjadi sumber daya manusia unggul, berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun bangsa,” ungkapnya.
Melalui rangkaian promosi kampus di SMA dan SMK se-Pulau Sumbawa ini, Universitas Muhammadiyah Mataram berharap dapat menjaring lebih banyak calon mahasiswa potensial, meningkatkan literasi pendidikan tinggi di kalangan pelajar, serta memperkuat peran institusi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, karakter, dan kepemimpinan generasi muda yang unggul, berintegritas, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global. (HUMAS UMMAT)
Lombok Utara — Koordinator Komisariat (KORKOM) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) berkolaborasi dengan Pimpinan Cabang (PC) IMM Kota Mataram menggelar kegiatan Pengabdian Masyarakat di Desa Rempek Darussalam, Kabupaten Lombok Utara. Kegiatan ini dilaksanakan selama lima hari, dihitung sejak tanggal 12 hingga 16 Januari 2026, sebagai wujud nyata implementasi Trilogi IMM dan Tri Kompetensi Dasar IMM, khususnya pada ranah humanitas (sosial kemasyarakatan).
Pengabdian masyarakat ini menjadi ruang aktualisasi peran mahasiswa IMM sebagai intelektual muda yang berorientasi pada dakwah sosial dan pemberdayaan masyarakat. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat desa tidak hanya dimaknai sebagai agenda seremonial, tetapi sebagai proses pembelajaran sosial yang menempatkan mahasiswa dan masyarakat dalam hubungan yang setara, dialogis, dan berkelanjutan.
Dengan mengusung tema “Mengabdi untuk Desa; Kecil Langkahnya, Besar Manfaatnya” , kegiatan ini diikuti oleh 35 mahasiswa kader IMM dari 12 komisariat di Kota Mataram yang berasal dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta.
Ketua Panitia, Imam Al-Hudri, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan sosial masyarakat Desa Rempek Darussalam. Oleh karena itu, program yang dilaksanakan menitikberatkan pada aspek edukasi, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.
“Kegiatan ini diisi dengan berbagai kegiatan edukatif dan pemberdayaan, seperti sosialisasi pencegahan pernikahan dini, edukasi bahaya narkoba, pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat, serta pelatihan pembuatan sabun cair dan eco enzyme sebagai upaya meningkatkan kesadaran lingkungan dan kemandirian ekonomi warga,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua KORKOM IMM UMMAT, Zainul Arifin, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pengejawantahan nilai-nilai dasar IMM, khususnya Trilogi IMM yang meliputi keagamaan, kemahasiswaan, dan kemasyarakatan, serta Tri Kompetensi Dasar IMM yang mencakup religiusitas, intelektualitas, dan humanitas.
“Kegiatan ini adalah manifestasi nyata dari nilai religiusitas dan intelektualitas IMM yang diimplementasikan dalam kehidupan masyarakat desa. IMM hadir sebagai gerakan mahasiswa yang tidak hanya berpikir kritis, tetapi juga memiliki kepedulian sosial untuk menciptakan masyarakat yang terbebas dari pernikahan dini, narkoba, dan berbagai penyakit sosial lainnya,” ungkapnya.
Koordinator Komisariat IMM UMMAT bersama Anak-anak Desa Rempek Darussalam
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari Kepala Desa Rempek Darussalam, Muliady, yang menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada IMM dan Universitas Muhammadiyah Mataram atas kepercayaan menjadikan Desa Rempek Darussalam sebagai lokasi pengabdian masyarakat.
“Kami dari pemerintah desa menyambut baik kehadiran adik-adik mahasiswa IMM. Kegiatan seperti ini sangat membantu kami dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama terkait isu-isu sosial dan kesehatan. Kami berharap pengabdian ini membawa dampak positif dan manfaat yang berkelanjutan bagi warga Desa Rempek Darussalam,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia berharap kegiatan pengabdian mahasiswa dapat menjadi pemantik bagi tumbuhnya kesadaran kolektif masyarakat desa dalam membangun lingkungan yang sehat, aman, dan berorientasi pada masa depan generasi muda.
Wakil Rektor IV Bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan UMMAT, Dr. H. Zainudin, M.Pd.I., menegaskan bahwa program Bina Desa sejalan dengan visi kampus berdampak, di mana perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai agen transformasi sosial di tengah masyarakat.
“Ini merupakan salah satu bentuk nyata kampus berdampak, di mana mahasiswa turun langsung ke lapangan untuk memberikan pendidikan, pendampingan, dan edukasi kepada masyarakat. Kehadiran mahasiswa di desa adalah bagian dari proses pembelajaran kontekstual yang sangat penting,” jelasnya.
Beliau juga menekankan pentingnya keberlanjutan program pengabdian masyarakat melalui sinergi antara kampus, organisasi kemahasiswaan, dan pemerintah desa. “Kami berharap kerja sama antara Universitas Muhammadiyah Mataram dan Desa Rempek Darussalam tidak berhenti pada kegiatan Bina Desa ini saja, tetapi dapat terus dikembangkan dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat ke depan,” tambahnya. (HUMAS UMMAT)
Surakarta – Fakultas Hukum (FH) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melaksanakan kegiatan benchmarking akademik dan kelembagaan ke Fakultas Hukum dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Rabu, 07 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pengembangan institusi dalam rangka meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan hukum yang adaptif, berdaya saing, dan berlandaskan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK).
Kegiatan benchmarking tersebut dihadiri oleh pimpinan kedua belah pihak, meliputi unsur dekanat, pimpinan program studi, serta tim penjaminan mutu fakultas. Agenda kegiatan mencakup sesi pemaparan profil dan kebijakan fakultas, diskusi akademik terkait tata kelola dan pengembangan kurikulum, serta pertukaran pengalaman dalam penguatan pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.
Secara substantif, benchmarking ini bertujuan untuk mempelajari dan mengadopsi praktik-praktik terbaik (best practices) yang telah diterapkan oleh Fakultas Hukum dan Ilmu Politik UMS, khususnya dalam aspek pengelolaan fakultas yang akuntabel dan berkelanjutan, implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), penguatan sistem penjaminan mutu internal, serta strategi peningkatan akreditasi dan reputasi institusi. Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk memperdalam integrasi nilai-nilai AIK dalam pembelajaran hukum, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai ciri khas perguruan tinggi Muhammadiyah.
Dalam forum diskusi, FH UMMAT secara khusus menggali pengalaman FH dan Ilmu Politik UMS dalam mengelola kurikulum OBE yang selaras dengan standar nasional pendidikan tinggi, kebutuhan pemangku kepentingan (stakeholders), serta dinamika perkembangan ilmu hukum dan ilmu politik di tingkat nasional maupun global. Diskusi juga menyoroti peran sistem penjaminan mutu sebagai instrumen strategis dalam menjaga konsistensi kualitas akademik dan mendorong budaya mutu di lingkungan fakultas.
Dekan Fakultas Hukum dan Ilmu Politik UMS, Prof. Dr. Kelik Wardiono, S.H., M.H., menegaskan bahwa kegiatan benchmarking ini merupakan langkah yang positif dan strategis dalam memperkuat sinergi antar Perguruan Tinggi Muhammadiyah, khususnya dalam konteks peningkatan mutu pendidikan hukum.
“Kegiatan benchmarking ini merupakan forum yang sangat penting dan strategis dalam rangka memperkuat kualitas dan mutu pendidikan hukum di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Fakultas Hukum dan Ilmu Politik UMS menyambut baik kunjungan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Mataram sebagai ajang berbagi pengalaman dan praktik terbaik, baik dalam pengelolaan fakultas, pengembangan kurikulum berbasis OBE, sistem penjaminan mutu, maupun penguatan pelaksanaan tridarma perguruan tinggi,” ujar Prof. Kelik Wardiono.
Lebih lanjut, Prof. Kelik menekankan bahwa sinergi antar fakultas hukum di lingkungan Muhammadiyah perlu terus diperkuat melalui kolaborasi yang berorientasi pada peningkatan kualitas akademik dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti pada pertukaran informasi dan diskusi akademik, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama yang berkelanjutan, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun pengembangan sumber daya manusia. Dengan demikian, kolaborasi ini dapat memberikan manfaat timbal balik serta meningkatkan daya saing institusi secara kolektif,” tambahnya.
Kegiatan benchmarking ini juga menjadi momentum penting bagi FH UMMAT untuk melakukan refleksi dan evaluasi terhadap berbagai kebijakan dan program yang telah berjalan, sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis dalam pengembangan fakultas ke depan. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam penyempurnaan kurikulum, penguatan sistem penjaminan mutu, peningkatan kualitas dosen dan tenaga kependidikan, serta optimalisasi pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. (HUMAS UMMAT)
Yogyakarta, Fakultas Hukum (FH) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melaksanakan kegiatan studi banding akademik ke Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) pada Selasa, 06 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pengembangan kelembagaan FH UMMAT dalam upaya peningkatan mutu akademik, penguatan tata kelola fakultas, serta pengembangan integrasi keilmuan antara ilmu hukum dan ilmu keislaman.
Kegiatan studi banding ini dihadiri oleh pimpinan kedua belah pihak beserta jajaran dosen dan pengelola fakultas. Pertemuan berlangsung dalam suasana akademik yang konstruktif dan dialogis, ditandai dengan diskusi mendalam terkait kebijakan pengelolaan fakultas, pengembangan kurikulum berbasis capaian pembelajaran, sistem penjaminan mutu internal, serta penguatan pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.
Secara substansial, studi banding ini bertujuan untuk memperoleh wawasan dan pengalaman institusional dalam pengembangan kurikulum adaptif dan integratif, peningkatan mutu proses pembelajaran, serta penguatan paradigma integrasi keilmuan hukum dan keislaman. Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan sebagai upaya benchmarking tata kelola fakultas, yang mencakup sistem penjaminan mutu, pengelolaan sumber daya manusia, penguatan budaya akademik, serta strategi pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat guna meningkatkan kualitas dan daya saing institusi.
Dekan FH UMMAT, Dr. Hilman Syahrial Haq, S.H., LL.M., menyampaikan bahwa kegiatan studi banding ini merupakan langkah strategis dalam mendorong transformasi kelembagaan Fakultas Hukum UMMAT agar semakin adaptif terhadap dinamika pendidikan tinggi dan kebutuhan masyarakat. “Studi banding ini menjadi bagian dari ikhtiar institusional Fakultas Hukum UMMAT untuk memperkuat tata kelola fakultas, meningkatkan mutu akademik, serta mengembangkan kurikulum yang integratif antara ilmu hukum dan nilai-nilai keislaman. Pengalaman dan praktik baik yang kami peroleh dari Fakultas Ilmu Agama Islam UII diharapkan dapat menjadi referensi penting dalam penguatan kualitas tridarma perguruan tinggi di Fakultas Hukum UMMAT,” ujarnya.
Sementara itu, Dekan FIAI UII, Dr. Drs. Asmuni, M.A., menyampaikan bahwa kegiatan studi banding ini memiliki nilai strategis dalam memperkuat jejaring akademik antarfakultas dan antarperguruan tinggi. “Studi banding ini merupakan momentum strategis untuk mempererat silaturahmi akademik sekaligus menjadi ruang berbagi praktik terbaik dalam pengelolaan pendidikan tinggi, khususnya dalam pengembangan kurikulum, peningkatan mutu akademik, serta integrasi keilmuan. Fakultas Ilmu Agama Islam UII menyambut baik kunjungan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Mataram sebagai langkah awal memperkuat kolaborasi kelembagaan,” ungkap Dr. Asmuni.
Lebih lanjut, ia berharap agar hasil dari kegiatan studi banding ini dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama yang lebih konkret dan berkelanjutan, khususnya di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sehingga memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas dan daya saing kedua institusi. (HUMAS UMMAT)
Jakarta, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali menorehkan capaian strategis di tingkat nasional dengan menandatangani Kontrak Kinerja Perguruan Tinggi Berdampak Tahun 2026, sebagai salah satu perwakilan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Penandatanganan ini menjadi penegasan komitmen UMMAT dalam memperkuat transformasi pendidikan tinggi yang berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional.
Kegiatan Penandatanganan Kontrak Kinerja Perguruan Tinggi Berdampak tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dan diikuti oleh pimpinan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terpilih dari seluruh Indonesia. Acara berlangsung pada Senin, 5 Januari 2026, bertempat di Aula Graha Diktisaintek, Lantai 2, Gedung D Kemdiktisaintek, Jalan Jenderal Sudirman Pintu Satu, Senayan, Jakarta Pusat.
Penandatanganan kontrak kinerja ini merupakan bagian dari kebijakan nasional dalam rangka penguatan tata kelola pendidikan tinggi, peningkatan akuntabilitas institusi, serta percepatan implementasi kebijakan Perguruan Tinggi Berdampak. Kebijakan tersebut mendorong perguruan tinggi untuk bertransformasi dari sekadar institusi akademik menjadi agen perubahan yang menghasilkan kontribusi nyata melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kontrak Kinerja Perguruan Tinggi Berdampak menjadi instrumen strategis pemerintah untuk memastikan bahwa pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi tidak hanya berorientasi pada capaian internal, tetapi juga pada luaran dan dampak sosial, ekonomi, serta pembangunan berkelanjutan. Melalui kontrak ini, perguruan tinggi didorong memperkuat relevansi keilmuan, hilirisasi riset, inovasi berbasis kebutuhan masyarakat, serta peran aktif dalam transformasi sosial.
Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, MA., yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa penandatanganan kontrak kinerja ini merupakan bentuk kepercayaan pemerintah pusat terhadap kinerja dan tata kelola UMMAT. Dari seluruh PTS di bawah koordinasi LLDIKTI Wilayah VIII (Bali dan Nusa Tenggara), hanya 10 PTS yang diundang mengikuti penandatanganan kontrak kinerja tahun 2026. Delapan PTS berasal dari Provinsi Bali, sementara Provinsi Nusa Tenggara Barat hanya diwakili oleh dua PTS, yakni Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT)dan Universitas Islam Al-Azhar (UNIZAR).
“Alhamdulillah, UMMAT dipercaya menjadi salah satu perwakilan Perguruan Tinggi Swasta dari Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam Penandatanganan Kontrak Kinerja Perguruan Tinggi Berdampak Tahun 2026. Ini bukan sekadar pencapaian administratif, tetapi amanah untuk memperkuat transformasi pendidikan tinggi yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Rektor UMMAT.
Lebih lanjut, Rektor menegaskan bahwa kontrak kinerja ini menjadi landasan strategis bagi UMMAT dalam meningkatkan kualitas Tridarma Perguruan Tinggi secara terintegrasi. Pada bidang pendidikan dan pengajaran, UMMAT terus mendorong peningkatan mutu pembelajaran, penguatan kompetensi lulusan, serta penyesuaian kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja dan pembangunan daerah. Pada bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, UMMAT berkomitmen memperkuat riset terapan, inovasi, dan program pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada penyelesaian persoalan riil, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Barat.
Keikutsertaan UMMAT dalam penandatanganan kontrak kinerja ini juga mencerminkan penguatan tata kelola institusi, sistem penjaminan mutu internal, serta capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi yang terus ditingkatkan. Hal ini sejalan dengan arah kebijakan Kemdiktisaintek yang menempatkan perguruan tinggi sebagai pilar utama dalam pembangunan sumber daya manusia unggul, penguatan ekosistem riset dan inovasi, serta akselerasi pembangunan berbasis pengetahuan.
Sebagai perguruan tinggi yang berlandaskan nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan, UMMAT memaknai kebijakan Perguruan Tinggi Berdampak sebagai ruang strategis untuk mengintegrasikan keunggulan akademik dengan nilai kebermanfaatan sosial. Seluruh aktivitas Tridarma diarahkan tidak hanya untuk pencapaian kinerja institusional, tetapi juga untuk menghadirkan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Melalui Penandatanganan Kontrak Kinerja Perguruan Tinggi Berdampak Tahun 2026 ini, UMMAT menegaskan komitmennya dalam memperkuat transformasi pendidikan tinggi serta berkontribusi aktif dalam pembangunan nasional, sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui penguatan sumber daya manusia unggul, riset dan inovasi yang berdampak, serta pengabdian kepada masyarakat yang berkelanjutan. (HUMAS UMMAT)
Aceh Tamiang, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melalui Tim Medis Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) hadir memberikan dukungan pelayanan kesehatan di RS Pertamina Rantau Aceh Tamiang pascabencana banjir yang melanda wilayah Kabupaten Aceh Tamiang. Kehadiran tim ini menjadi bagian dari komitmen UMMAT dalam mendukung pemulihan layanan kesehatan dan membantu masyarakat terdampak bencana.
Kegiatan tanggap darurat ini dilaksanakan pada Selasa, 23 Desember 2025, pukul 08.00–16.00 WIB, dengan fokus utama pada koordinasi lintas sektor, persiapan layanan kesehatan, serta penyaluran bantuan logistik medis. Tim Medis UMMAT dipimpin oleh Dr. dr. Fauzy Ma’aruf, Sp.Rad(K), M.Kes, dan melibatkan tenaga kesehatan dari FK dan FIK UMMAT.
Pada hari pertama pelaksanaan, Tim Medis UMMAT mengawali kegiatan dengan koordinasi bersama Health Emergency Operation Center (HEOC) Kabupaten Aceh Tamiang guna melaporkan kehadiran tim dan memperoleh arahan teknis terkait mekanisme pelayanan kesehatan di wilayah terdampak banjir. Koordinasi ini menjadi langkah strategis untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan efektif dan terintegrasi.
Selanjutnya, tim melakukan pertemuan dengan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Kabid Yankes) untuk mendapatkan gambaran kondisi layanan kesehatan pascabencana. Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, Tim Medis UMMAT diarahkan untuk mendukung pelayanan kesehatan di RS Pertamina Aceh Tamiang sebagai pusat rujukan layanan kesehatan di wilayah terdampak.
Sebagai bentuk penguatan sinergi kemanusiaan, Tim Medis UMMAT juga melakukan koordinasi dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Aceh Tamiang di Masjid At-Taqwa. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat komunikasi, pembagian peran relawan, serta optimalisasi pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan koordinasi dan peninjauan langsung ke RS Pertamina Rantau Aceh Tamiang. Dalam pertemuan bersama manajemen dan Direktur RS, dibahas rencana operasional posko kesehatan pascabencana, pembagian tim menjadi tiga unit layanan yaitu tim layanan rumah sakit, tim posko kesehatan, dan tim klinik mobile. Pada kesempatan tersebut, Tim Medis UMMAT juga menyerahkan bantuan logistik dan obat-obatan untuk mendukung pelayanan kesehatan di posko dan klinik mobile.
Ketua Tim Medis UMMAT, Dr. dr. Fauzy Ma’aruf, Sp.Rad(K), M.Kes, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan langkah awal dalam pemulihan layanan kesehatan di Aceh Tamiang. “Tim Medis Universitas Muhammadiyah Mataram memberikan bantuan obat-obatan untuk RS Pertamina IHC Tamiang. Operasional rumah sakit saat ini belum berjalan secara optimal akibat dampak banjir. Oleh karena itu, FK dan FIK UMMAT menginisiasi layanan kesehatan awal dan telah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit. Kami berharap kehadiran tim ini dapat memberikan manfaat nyata dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terdampak,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur RS Pertamina Aceh Tamiang mengapresiasi kontribusi Tim Medis UMMAT dalam mendukung pemulihan layanan kesehatan pascabencana banjir. “Kami menyampaikan terima kasih kepada Universitas Muhammadiyah Mataram atas bantuan obat-obatan dan dukungan tenaga medis yang diberikan. Bantuan ini sangat berarti sebagai langkah awal pemulihan operasional rumah sakit. Semoga RS Pertamina Aceh Tamiang dapat segera pulih dan kembali memberikan layanan kesehatan secara normal kepada masyarakat,” ungkapnya. (HUMAS UMMAT)