ORMAWA FKIP Berdampak: Edukasi Siswa SMPN 2 Gangga Terkait Risiko Pernikahan Dini

ORMAWA FKIP Berdampak: Edukasi Siswa SMPN 2 Gangga Terkait Risiko Pernikahan Dini

ORMAWA FKIP Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) bersama Kepala Sekolah SMPN 2 Gangga, Kabupaten Lombok Utara, Selasa (3/2/2026).

Lombok Utara Organisasi Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui kegiatan Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini yang merupakan bagian dari program ORMAWA FKIP Berdampak. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 3 Februari 2026, bertempat di SMPN 2 Gangga, Kabupaten Lombok Utara.

Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman sejak dini kepada peserta didik mengenai dampak pernikahan dini, khususnya dari aspek kesehatan, psikologis, dan sosial. Melalui pendekatan edukatif dan dialogis, siswa diajak memahami pentingnya menjaga kesehatan diri, membangun pergaulan yang sehat, serta merencanakan masa depan secara matang.

Ketua Komisariat IMM FKIP UMMAT, Ariansyah, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap persoalan sosial yang masih menjadi tantangan di kalangan remaja.

“Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa SMPN 2 Gangga mengenai faktor kesehatan dan sosial yang perlu diperhatikan sejak dini. Kurangnya pemahaman terhadap aspek tersebut dapat berdampak tidak baik bagi masa depan mereka, baik secara fisik, psikologis, maupun sosial. Kami berharap melalui edukasi ini, siswa memiliki kesadaran yang lebih kuat untuk menjaga kesehatan, membangun pergaulan yang sehat, serta mampu mengambil keputusan yang tepat dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Kegiatan ini melibatkan kolaborasi berbagai organisasi kemahasiswaan di lingkungan FKIP, meliputi HMPS se-FKIP, BEM FKIP, DPM FKIP, serta IMM FKIP. Sinergi tersebut memperkuat semangat pengabdian mahasiswa dalam menghadirkan edukasi yang relevan dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Sosialisasi semakin bermakna dengan kehadiran pemateri dari Klinik Muhammadiyah KLU yang menyampaikan materi dari sudut pandang kesehatan. Pemateri, Sandrina Ayu Gangga Komala, Amd.Kep., menjelaskan bahwa pernikahan dini memiliki risiko kesehatan yang cukup serius, khususnya bagi remaja perempuan.

“Pernikahan dini dari sudut pandang kesehatan memiliki banyak risiko, terutama bagi remaja perempuan yang organ reproduksinya belum siap secara fisik. Kehamilan di usia terlalu muda dapat meningkatkan risiko anemia, komplikasi persalinan, hingga gangguan kesehatan ibu dan bayi. Selain itu, kesiapan mental yang belum matang juga berdampak pada kesehatan psikologis,” jelasnya.

Pemaparan Materi Pernikahan dini dari sudut pandang kesehatan oleh Sandrina Ayu Gangga Komala, Amd.Kep., (Klinik Muhammadiyah KLU)

Selain itu, pemateri kedua yang juga Ketua DPM FKIP UMMAT, Izul Islam, menyampaikan perspektif sosial terkait pernikahan dini. Ia menekankan bahwa persoalan pernikahan dini tidak hanya berkaitan dengan usia, tetapi juga kesiapan sosial.

“Pernikahan dini bukan hanya persoalan usia, tetapi persoalan kesiapan sosial. Anak yang menikah terlalu muda sering kehilangan hak-hak sosialnya, seperti hak untuk belajar, bersosialisasi, dan mengembangkan potensi diri. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga oleh keluarga dan lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa secara sosial pernikahan dini kerap melahirkan rantai persoalan baru, mulai dari putus sekolah, ketergantungan ekonomi, hingga konflik rumah tangga. Oleh karena itu, pencegahan pernikahan dini menjadi tanggung jawab bersama antara keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Kepala SMPN 2 Gangga turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran mahasiswa FKIP UMMAT menjadi penguat bagi upaya sekolah dalam mencegah pernikahan dini di lingkungan pendidikan.

“Sekolah telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah terjadinya pernikahan dini. Namun pada kenyataannya masih saja ada satu dua siswa yang menikah di usia muda. Oleh karena itu, kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Ormawa FKIP yang hadir untuk kembali mengingatkan serta memberikan inspirasi kepada siswa-siswi di sini. Kami berharap anak-anak tidak menyia-nyiakan kegiatan ini, melainkan menjadikannya sebagai bahan refleksi agar lebih fokus pada pendidikan dan masa depan,” ungkapnya.

Melalui program ORMAWA FKIP Berdampak, mahasiswa FKIP UMMAT berharap dapat terus berperan aktif sebagai agen perubahan dengan menghadirkan edukasi yang menumbuhkan kesadaran generasi muda akan pentingnya pendidikan, kesehatan, serta perencanaan masa depan yang berkelanjutan. (HUMAS UMMAT)

Orientasi Mahasiswa PPG Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026 FKIP UMMAT

Orientasi Mahasiswa PPG Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026 FKIP UMMAT

Mataram – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) dengan bangga menyelenggarakan kegiatan Orientasi Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026 di Aula FKIP pada Jumat, 30 Januari 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh para calon mahasiswa PPG, serta pimpinan fakultas dan program studi.

Ketua Program Studi PPG, Dr. Intan Dwi Astuti, M.Pd., mengungkapkan rasa syukurnya atas keberhasilan UMMAT menerima kuota PPG dari dua bidang studi, yaitu PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar) dengan 29 peserta dan PPKN (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan) dengan 25 peserta. Meskipun sebelumnya ada lima bidang studi yang dibuka, kuota untuk PPG kali ini didasarkan pada alokasi dari pusat yang mencakup pertimbangan data kelebihan jumlah guru di Provinsi NTB. “Kami berharap dengan adanya program ini, UMMAT dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam mencetak guru-guru yang profesional dan kompeten,” ujarnya.

Dekan FKIP, Dr. Muhammad Nizaar, M.Pd., Si., mengajak mahasiswa calon PPG untuk mempersiapkan diri menjadi guru yang tidak hanya kompeten, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. “Menjadi mahasiswa PPG berarti memegang tanggung jawab besar. Kalian kini bukan lagi hanya mahasiswa biasa, tetapi calon guru yang akan menjadi teladan bagi mahasiswa lainnya. Kami berharap kalian bisa memperlihatkan kualitas terbaik, tidak hanya dari segi akademik, tetapi juga dari segi sikap dan integritas,” tegasnya.

Rektor UMMAT, yang diwakili oleh Prof. Dr. Hijril Ismail, M.Pd., menyampaikan bahwa menjadi seorang guru profesional bukan hanya soal menguasai materi pelajaran, tetapi juga kemampuan dalam pengembangan diri dan soft skills. “PPG ini bukan hanya tentang pengetahuan akademik, tetapi juga tentang membentuk karakter dan keterampilan yang diperlukan untuk menjadi guru yang dapat memberikan solusi terhadap berbagai tantangan di dunia pendidikan,” ujarnya.

Prof. Hijril juga menekankan bahwa penelitian yang dilakukan di Amerika menunjukkan bahwa 85% pencari kerja sukses berkat keterampilan soft skills mereka, sementara 15% lainnya didukung oleh keterampilan teknis. “PPG ini akan memberikan pengalaman yang tidak hanya memperkaya hard skills, tetapi juga soft skills yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja dan pendidikan,” jelasnya.

Pelaksanaan PPG Gelombang 1 Tahun 2026 ini akan berlangsung selama dua semester. Semester pertama dimulai pada 2 Februari 2026 hingga 6 Juni 2026, diikuti dengan ujian akhir semester pada 8-13 Juni 2026. Semester kedua akan dimulai pada awal Juli hingga 17 Oktober 2026, dengan ujian akhir semester pada 19-24 Oktober 2026. Program ini diharapkan dapat mencetak calon guru yang tidak hanya kompeten dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menjadi pemecah masalah (problem solvers) yang handal dalam dunia pendidikan.

Kegiatan orientasi ini bertujuan untuk memperkenalkan para mahasiswa kepada seluruh rangkaian kegiatan PPG dan memberi mereka pemahaman yang lebih mendalam mengenai peran penting yang akan mereka jalani sebagai guru di masa depan. (HUMAS UMMAT)

BKA UMMAT Apresiasi Prestasi Mahasiswa: Penyerahan Hadiah Kompetisi Ilmiah dan Reward Prestasi Tahun 2025-2026

BKA UMMAT Apresiasi Prestasi Mahasiswa: Penyerahan Hadiah Kompetisi Ilmiah dan Reward Prestasi Tahun 2025-2026

Foto Bersama Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA), Wakil Dekan (Wadek II) UMMAT, serta Mahasiswa Berprestasi di Ruang Pertemuan Lt.3 Rektorat UMMAT pada 29 Januari 2026.

Mataram – Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menggelar acara Penyerahan Hadiah Pemenang Kompetisi Ilmiah Mahasiswa dan Penyerahan Reward Prestasi Tahun 2025-2026 Termin 1 di Ruang Pertemuan Lt.3 Rektorat UMMAT pada 29 Januari 2026. Acara ini dihadiri oleh Rektor UMMAT, Wakil Dekan 2 dari berbagai Fakultas, Dosen Pembimbing, serta mahasiswa penerima penghargaan.

Kepala BKA UMMAT, Drs. Amil, M.M., dalam sambutannya mengucapkan selamat yang sebesar-besarnya kepada para mahasiswa yang telah meraih prestasi, baik dalam kompetisi ilmiah maupun di bidang lainnya. Beliau menyampaikan bahwa prestasi ini merupakan hasil dari kerja keras, ketekunan, dan dedikasi tinggi yang harus terus dipertahankan dan ditingkatkan. “Keberhasilan ini mencerminkan kemampuan dan semangat juang mahasiswa kita. Kami berharap prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi inspirasi dan motivasi bagi seluruh civitas akademika UMMAT untuk terus berprestasi, berinovasi, dan membawa UMMAT menuju universitas yang lebih unggul, berprestasi, dan kompetitif di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Drs. Amil, M.M.

Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada para Wakil Dekan 2 dari berbagai fakultas yang telah memberikan dukungan penuh kepada mahasiswa dalam meraih prestasi luar biasa ini. “Keberhasilan ini tentu tidak lepas dari peran serta para Wakil Dekan, dosen pembimbing, dan pihak fakultas yang senantiasa memberikan bimbingan dan dorongan. Kami berharap kerja sama yang baik ini terus terjalin, agar lebih banyak mahasiswa yang dapat meraih prestasi gemilang dan membawa nama baik UMMAT ke tingkat yang lebih tinggi,” tambah Drs. Amil, M.M.

Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, MA., juga turut menyampaikan apresiasi tinggi kepada mahasiswa yang meraih penghargaan. Beliau menegaskan bahwa prestasi yang diraih oleh mahasiswa UMMAT adalah bukti komitmen dalam meraih keunggulan di berbagai bidang, baik akademik, ilmiah, maupun non-akademik. Rektor berharap prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan kampus, tetapi juga bisa menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi dan berkontribusi bagi kemajuan masyarakat.

Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, MA., memberikan penghargaan kepada para juara Kompetisi Karya Ilmiah Mahasiswa

Dalam kesempatan tersebut, para pemenang Kompetisi Ilmiah Mahasiswa dan Pengabdian diumumkan. Dwi Suryo Putro meraih Juara 1 dengan karya Pengaruh Animasi Canva Berbasis Inquiry Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Menyelesaikan Operasi Bilangan Bulat, Muhammad Daffa Pratama meraih Juara 2 dengan karya Determinan Kegagalan Kebijakan (Policy Failure) pada Operasional Bus Mataram Metro dan Implikasinya Terhadap Keberlanjutan Bus Trans Mataram, dan Wafik Aziza meraih Juara 3 dengan karya MBG di ruang publik: kajian komunikasi tentang narasi, kritik, dan dukungan warga di NTB.

Pada bidang Pengabdian, Supardi meraih Juara 1 dengan program Pelatihan Pemanfaatan Canva untuk Meningkatkan Kompetensi Digital UMKM dalam Pemasaran Produk, Hanifah Difa Fitriani meraih Juara 2 dengan program From Root to Remedy: Workshop Pengenalan Jamu Kunir Asam untuk Mendukung Kesehatan dan Adaptasi Mahasiswa Internasional, dan Rosmini meraih Juara 3 dengan program Pelatihan Pembuatan Batako Bagi Remaja Sebagai Upaya Pengembangan Mata Pencaharian Berbasis Potensi Lokal di Desa Cendimanik.

Selain itu, beberapa mahasiswa juga berhasil meraih prestasi internasional dan nasional. Chinta Shaqila (PBI 2022) meraih Juara I pada kategori Poetry Reading dan Juara II pada Category Essay dalam International Arts Competition 2025, serta penghargaan Best Critical Thinker pada FGD Ahmad Dahlan International Youth Camp 2025. Naila Lutfia (PBI 2022) meraih Juara I dalam Category Presenter pada Ahmad Dahlan International Seminar 3 Tahun 2025 serta Juara I pada Sport Category International Art Competition 2025. Wafiq Aziza (KPI) meraih Juara III dalam Category Essay pada Future Education E International Event Ahmad Dahlan International Seminar 29 Oktober 2025. Sabrina Tria Yunita meraih Juara II dalam Lomba Social Media Campaign PTMA Tahun 2025 tingkat Nasional PTMA Se-Indonesia, dan Muh. Mizrikin Hakim serta tim meraih Juara I dalam Lomba Social Media Campaign PTMA Tahun 2025 tingkat Nasional PTMA Se-Indonesia. Naura Syahira meraih Juara I dalam Tombak Voli Tingkat Provinsi pada Event REKTOE CUP 1 UNIBIM tingkat Regional.

Acara ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan dosen pembimbing dan pihak fakultas, sekaligus memberikan dorongan lebih lanjut untuk mencapai kesuksesan yang lebih besar. Dengan berakhirnya acara ini, diharapkan mahasiswa UMMAT semakin termotivasi untuk terus berkarya dan meningkatkan kualitas diri dalam menghadapi tantangan masa depan. (HUMAS UMMAT)

Smart Research and Publishing: LPPM UMMAT Bekali Dosen Strategi Penulisan Artikel Ilmiah Internasional Berbasis AI

Smart Research and Publishing: LPPM UMMAT Bekali Dosen Strategi Penulisan Artikel Ilmiah Internasional Berbasis AI

Foto bersama narasumber dan peserta Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah untuk Jurnal Internasional Bereputasi di Ruang Pertemuan Lt. 3 Rektorat UMMAT pada Selasa, 20 Jnuari 2026.

Mataram Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melaksanakan Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah untuk Jurnal Internasional Bereputasi dengan tema Smart Research and Publishing: Optimalisasi Artificial Intelligence dalam Penulisan Artikel Ilmiah Internasional, pada Rabu (28/1/2026). Kegiatan ini diselenggarakan di Ruang Pertemuan Lantai 3 Rektorat UMMAT dan diikuti oleh dosen serta peneliti dari berbagai fakultas di lingkungan UMMAT.

Pelatihan ini merupakan bagian dari program strategis LPPM UMMAT dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah dosen, khususnya pada jurnal internasional bereputasi. Seiring dengan perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), dunia riset dan publikasi ilmiah dituntut untuk beradaptasi secara cerdas, etis, dan bertanggung jawab agar tetap menjunjung tinggi integritas akademik.

Ketua LPPM UMMAT, Dr. Sri Rejeki, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kompetensi dosen dalam menulis artikel ilmiah yang tidak hanya memenuhi standar metodologis dan substansi keilmuan, tetapi juga mampu bersaing di tingkat global.
“Kami berharap melalui pelatihan ini dapat lahir artikel-artikel ilmiah yang bereputasi internasional. Hal ini menjadi bagian penting dari upaya peningkatan reputasi akademik UMMAT sekaligus kontribusi nyata civitas akademika dalam pengembangan ilmu pengetahuan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dr. Sri Rejeki menegaskan bahwa pemanfaatan Artificial Intelligence dalam riset dan penulisan ilmiah perlu dipahami secara komprehensif, baik dari sisi peluang maupun tantangannya. Oleh karena itu, pelatihan ini diharapkan mampu memberikan pemahaman konseptual sekaligus praktis kepada peserta dalam memanfaatkan AI secara optimal tanpa melanggar etika akademik.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber ahli, Dr. Syahrul Ramadhan, M.Pd., Peneliti Pusat Riset Pendidikan BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional), dengan dimoderatori oleh Ilham Zitri, S.IP., M.IP. Kehadiran narasumber dari lembaga riset nasional tersebut memberikan perspektif yang komprehensif terkait praktik riset dan publikasi ilmiah di tingkat nasional maupun internasional.

Pemaparan materi oleh Narasumber, Dr. Syahrul Ramadhan, M.Pd.

Dalam pemaparannya, Dr. Syahrul Ramadhan menyampaikan materi bertajuk Utilization of Artificial Intelligence in Research and Publication. Ia menjelaskan bahwa Artificial Intelligence dapat dimanfaatkan sebagai supporting tools dalam berbagai tahapan penelitian dan penulisan artikel ilmiah, mulai dari penelusuran literatur, pengelolaan referensi, penyusunan kerangka artikel, hingga peningkatan kualitas bahasa akademik.

Namun demikian, Dr. Syahrul menekankan bahwa penggunaan AI harus ditempatkan sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti peran intelektual peneliti. “AI membantu mempercepat dan mengefisienkan proses, tetapi peneliti tetap menjadi subjek utama yang bertanggung jawab atas substansi, analisis, dan keaslian karya ilmiah,” jelasnya.

Selain itu, Dr. Syahrul juga mengulas berbagai isu strategis terkait tren terkini Artificial Intelligence, ethical use of AI, AI for research, serta AI for publication. Ia menyoroti pentingnya pemahaman etika penggunaan AI agar tidak menimbulkan pelanggaran akademik, seperti plagiarisme, manipulasi data, maupun ketidaksesuaian dengan kebijakan jurnal internasional bereputasi.

Diskusi berlangsung interaktif, dengan peserta aktif mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman terkait tantangan penulisan artikel ilmiah, khususnya dalam proses submit ke jurnal internasional. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kebutuhan akan pendampingan dan penguatan kapasitas dosen dalam menghadapi dinamika publikasi ilmiah global. (HUMAS UMMAT)

Perkuat Arah Pendidikan Tinggi, UMMAT Gelar Workshop OBE Berbasis Kampus Berdampak

Perkuat Arah Pendidikan Tinggi, UMMAT Gelar Workshop OBE Berbasis Kampus Berdampak

Dokumentasi Acara Pembukaan Workhshop Kurikulum OBE

Mataram — Biro Perencanaan Administrasi dan Akademik (BPAA) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menyelenggarakan Workshop Kurikulum Outcome Based Education (OBE) pada tanggal 23–24 Januari 2026. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium H. Anwar Ikraman UMMAT ini menjadi langkah strategi universitas dalam memperkuat sistem penjaminan mutu akademik melalui pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan zaman dan dunia kerja.

Ketua Panitia Penyelenggara, Prof. Hijril Ismail, M.Pd., BI., sekaligus Kabiro BPAA menjelaskan bahwa lokakarya ini diarahkan untuk menghasilkan Pedoman Kurikulum Outcome Based Education UMMAT yang akan menjadi rujukan seluruh program studi di lingkungan universitas. Penyusunan pedoman tersebut mengacu pada peraturan terbaru Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, khususnya Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi , serta selaras dengan kebijakan transformasi pendidikan tinggi dan konsep Kampus Berdampak .

Lebih lanjut, Prof. Hijril menegaskan bahwa pedoman kurikulum ini diharapkan mampu mengantarkan UMMAT menjadi universitas yang inklusif, adaptif, kolaboratif, dan berdampak nyata ( impactful ) bagi masyarakat, dunia usaha, dan dunia industri.

Workshop ini menghadirkan narasumber nasional Dr. Ir. Syamsul Arifin, M.T., yang dikenal sebagai penyusun kebijakan dan pedoman kurikulum pendidikan tinggi rujukan nasional, termasuk IKPT 2020 dan KPT 2024, serta pengembang template Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang digunakan secara luas oleh perguruan tinggi di Indonesia. Dalam paparannya, narasumber menyampaikan pemahaman mendalam mengenai regulasi terkini dan structure for curriculum design sebagai kerangka strategis dalam perancangan kurikulum OBE.

Menurut Prof. Hijril, kehadiran narasumber diharapkan dapat memberikan insight dan perspektif baru yang mendorong perubahan pola pikir sivitas akademika menuju growth mindset, sehingga mampu mengakselerasi pencapaian UMMAT sebagai universitas unggul.

Kegiatan ini juga melibatkan unsur Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA). Partisipasi para pemangku kepentingan eksternal tersebut diharapkan dapat memperkaya dokumen kurikulum agar semakin link and match dengan kebutuhan riil di lapangan, sekaligus mendorong lulusan tidak hanya menjadi job seeker, tetapi juga job creator.

Sementara itu, Rektor UMMAT yang diwakili oleh Sekretaris Rektor I, Dr. Syafril, M.Pd., menegaskan bahwa kurikulum OBE bukan sekadar penyusunan perangkat pembelajaran, melainkan strategi membaca peluang kerja dan kebutuhan pasar tenaga kerja. Menurutnya, lulusan perguruan tinggi harus memiliki daya saing, mampu mengisi posisi strategis di dunia kerja, serta berkontribusi nyata bagi pembangunan.

Sambutan SR I UMMAT, Dr. Syafril, M.Pd., mewakili Rektor UMMAT

Ia menambahkan bahwa workshop yang diselenggarakan BPAA ini merupakan bagian dari ikhtiar UMMAT dalam menjemput perubahan. Sejalan dengan ungkapan filsuf Heraclitus, “nothing endures but change”, perguruan tinggi dituntut untuk terus bertransformasi agar tetap relevan dan maju.

Workshop dimoderatori oleh Syamsul Hidayat Daud, S.T., M.T., Ph.D. Dalam sesi utama, Dr. Ir. Syamsul Arifin, M.T., Guru Besar rumpun keilmuan Pemodelan Sistem Kecerdasan Buatan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember, sekaligus Ketua Tim Ahli Kurikulum Dikti Belmawa Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi, memaparkan materi tentang pengembangan kurikulum pendidikan tinggi sesuai KKNI dan SN Dikti dengan pendekatan OBE.

Kajian yang dibahas meliputi paradigma pengembangan kurikulum pendidikan tinggi, konsep dan implementasi OBE, tahapan penyusunan dokumen kurikulum, pembentukan mata kuliah dan penentuan bobot SKS, penyusunan struktur dan peta kurikulum, hingga penguatan tugas akhir dan mata kuliah Capstone Design.

Melalui lokakarya ini, UMMAT menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan tinggi yang responsif terhadap perubahan, fokus pada pencapaian pembelajaran lulusan, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan dunia kerja. (HUMAS UMMAT)

P2W UMMAT Laksanakan Sosialisasi dan Promosi Kampus di SMA/SMK se-Pulau Sumbawa untuk PMB 2026/2027

P2W UMMAT Laksanakan Sosialisasi dan Promosi Kampus di SMA/SMK se-Pulau Sumbawa untuk PMB 2026/2027

Sosialisasi dan Promosi UMMAT oleh Tim Promosi dan Penerimaan Mahasiswa Baru (P2W)

Mataram — Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Promosi dan Penerimaan Mahasiswa Baru (P2W) terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda Nusa Tenggara Barat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan promosi kampus yang menyasar SMA dan SMK di berbagai wilayah Pulau Sumbawa, meliputi Kabupaten Sumbawa, Kabupaten dan Kota Bima, serta Kabupaten Dompu, dalam rangka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027.

Kegiatan promosi ini merupakan bagian dari strategi berkelanjutan UMMAT untuk mendekatkan informasi pendidikan tinggi kepada para pelajar, sekaligus membuka ruang dialog akademik sejak dini mengenai perencanaan masa depan, pilihan program studi, serta peluang pengembangan diri di perguruan tinggi. Sebagai universitas swasta terbaik satu di NTB, UMMAT terus berupaya menghadirkan pendidikan berkualitas yang inklusif dan berdaya saing.

Dalam pelaksanaannya, tim promosi UMMAT memberikan pemaparan komprehensif terkait sistem dan mekanisme Penerimaan Mahasiswa Baru, mulai dari jalur dan gelombang pendaftaran, tata cara pendaftaran secara daring, hingga skema pembiayaan dan berbagai peluang beasiswa yang dapat diakses oleh calon mahasiswa. Selain itu, para siswa diperkenalkan dengan fakultas dan program studi yang ada di UMMAT beserta keunggulan akademik, prospek lulusan, dan relevansinya dengan kebutuhan dunia kerja.

Tak hanya berfokus pada aspek akademik, promosi kampus ini juga menghadirkan gambaran menyeluruh tentang kehidupan kampus UMMAT, termasuk fasilitas pembelajaran, atmosfer akademik yang kondusif, kegiatan kemahasiswaan, serta beragam wadah pengembangan minat, bakat, kepemimpinan, dan karakter mahasiswa. Antusiasme siswa terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif di setiap sekolah yang dikunjungi.

Kepala UPT P2W UMMAT, Titik Wahyuningsih, S.T., M.T., menegaskan bahwa kegiatan promosi ini bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan bagian dari ikhtiar universitas dalam membangun kesadaran kolektif akan pentingnya pendidikan tinggi.

“Melalui promosi kampus ini, kami ingin memberikan pemahaman yang utuh dan objektif kepada para siswa tentang pentingnya melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. UMMAT hadir untuk memperkenalkan program studi unggulan, fasilitas pendukung pembelajaran, serta berbagai peluang pengembangan diri yang dapat diakses oleh calon mahasiswa sesuai dengan minat dan potensi masing-masing,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor II UMMAT, Ir. Asmawati, M.P., menyampaikan bahwa penguatan kualitas sumber daya manusia di NTB harus dimulai dari peningkatan akses dan kualitas pendidikan tinggi.

Sosialisasi dan Promosi UMMAT oleh Wakil Rektor II, Ir. Asmawati, M.P.

“Generasi muda NTB memiliki potensi yang sangat besar. Dengan dukungan pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan, mereka dapat tumbuh menjadi sumber daya manusia unggul, berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun bangsa,” ungkapnya.

Melalui rangkaian promosi kampus di SMA dan SMK se-Pulau Sumbawa ini, Universitas Muhammadiyah Mataram berharap dapat menjaring lebih banyak calon mahasiswa potensial, meningkatkan literasi pendidikan tinggi di kalangan pelajar, serta memperkuat peran institusi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, karakter, dan kepemimpinan generasi muda yang unggul, berintegritas, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global. (HUMAS UMMAT)

https://guyhoquet-immobilier-serezindurhone.com/
https://raptor-srls.it.com/
https://wrixtwistio.it.com/
https://shane.it.com/
https://xanaxmeds.com/about-us/
slot 4d
4d slot
toto4d
toto4d
Angkatoto
https://www.diniyyah.ac.id/
https://hubzoomer.com/
https://www.salamah.nsw.edu.au/contact/
https://scholarshipfarm.com/medical-schools-of-ukraine/
https://www.teambuilding-srbija.com/upit/