Pertama di NTB: FAPERTA UMMAT Bersama BSN Gelar Kuliah Pakar “SNI Goes To Campus” untuk Tingkatkan Daya Saing Lulusan Pertanian

Pertama di NTB: FAPERTA UMMAT Bersama BSN Gelar Kuliah Pakar “SNI Goes To Campus” untuk Tingkatkan Daya Saing Lulusan Pertanian

Pimpinan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Mataram bersama perwakilan Badan Standardisasi Nasional (BSN), narasumber, dan peserta berfoto bersama usai kegiatan Kuliah Pakar SNI Goes To Campus di Aula Rektorat Lantai 3 UMMAT, Kamis (21/5/2026).

MATARAM — Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Mataram (FAPERTA UMMAT) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan, kompetensi mahasiswa, dan daya saing lulusan melalui kegiatan Kuliah Pakar SNI Goes To Campus bekerja sama dengan Badan Standardisasi Nasional (BSN).

Kegiatan yang mengusung tema “Penerapan Standardisasi Nasional pada Bidang Pertanian Guna Mendukung Mutu Lulusan Perguruan Tinggi” ini dilaksanakan pada Kamis, 21 Mei 2026, bertempat di Aula Rektorat Lantai 3 UMMAT.

Kegiatan ini menjadi momentum penting karena disebut sebagai pelaksanaan SNI Goes To Campus pertama pada tingkat universitas di NTB dalam bidang pertanian. Program tersebut bertujuan memperkenalkan budaya mutu, penerapan standar, dan pentingnya Standar Nasional Indonesia (SNI) kepada kalangan akademisi, khususnya mahasiswa sebagai calon lulusan yang akan berperan di dunia industri, usaha, riset, dan pengembangan teknologi pertanian.

Acara dihadiri oleh pimpinan fakultas, dosen, mahasiswa lingkup Fakultas Pertanian, serta peserta dari berbagai kalangan. Sejak awal kegiatan, peserta tampak antusias mengikuti rangkaian acara, terutama pada sesi diskusi terkait penerapan SNI di sektor pertanian, industri pangan, dan pengembangan produk lokal.

Dalam sambutannya, Nur Hidayati, Direktur Penguatan Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian BSN, menyampaikan bahwa penerapan standar merupakan aspek penting dalam pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan dan berdaya saing. Menurutnya, standardisasi tidak hanya berkaitan dengan kualitas produk, tetapi juga mencakup keamanan pangan, efisiensi proses produksi, perlindungan konsumen, serta peningkatan daya saing produk lokal di pasar nasional maupun internasional.

Ia juga menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menanamkan pemahaman tentang standardisasi kepada mahasiswa sejak dini. Dengan bekal tersebut, lulusan perguruan tinggi diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran mutu dalam setiap proses produksi, inovasi, dan pengembangan usaha di bidang pertanian.

Baca Juga: https://ummat.ac.id/sekretaris-pp-muhammadiyah-sekaligus-mendikdasmen-ri-resmikan-gedung-rs-ummat-pku-muhammadiyah-lombok-timur/

Sementara itu, Dekan FAPERTA UMMAT, Syirril Ihromi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BSN atas kolaborasi melalui program SNI Goes To Campus. Ia menilai kegiatan ini menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk memahami kebutuhan dunia kerja dan industri yang semakin menekankan aspek kualitas, keamanan, dan standardisasi produk.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami pentingnya penerapan standar nasional dalam mendukung peningkatan kualitas produk pertanian serta menjadi lulusan yang siap bersaing di dunia kerja maupun dunia industri,” ujarnya.

Pada sesi utama, peserta mendapatkan materi dari Bagus Muhammad Irvan, Fasilitator Penerapan SNI BSN, dengan tema “From Farm to Table: Peran SNI dalam Menjamin Mutu Produk Hasil Pertanian.” Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pentingnya penerapan SNI pada seluruh rantai produksi pertanian, mulai dari proses budidaya, penanganan pascapanen, pengolahan, distribusi, hingga produk sampai kepada konsumen.

Baca Juga: https://ummat.ac.id/perkuat-ruang-kreativitas-generasi-muda-ntb-sasentra-ummat-gelar-pekan-teater-pelajar-v-2026/

Ia menekankan bahwa penerapan standar dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk pertanian lokal, menjaga konsistensi kualitas produk, meningkatkan efisiensi produksi, serta membuka peluang akses pasar yang lebih luas. Materi tersebut mendapat perhatian besar dari peserta, terutama saat membahas tantangan penerapan standar di sektor pertanian dan peluang kerja di bidang standardisasi serta penjaminan mutu.

Selain materi akademik dan teknis, kegiatan ini juga menghadirkan praktisi usaha yang telah berhasil menerapkan standar mutu. Fina Novianti, Owner CV. Ading Walet Al-Buntaran, membawakan materi bertajuk “Success Story CV Ading Walet Al-Buntaran Menerapkan SNI 8998:2021 Sarang Burung Walet Bersih (Edible Bird Nest).”

Dalam paparannya, ia membagikan pengalaman proses pengembangan usaha sarang burung walet hingga berhasil menerapkan SNI 8998:2021. Ia menjelaskan bahwa penerapan standar mutu berdampak positif terhadap peningkatan kualitas produk, kepercayaan konsumen, serta perluasan peluang pemasaran. Kisah sukses tersebut menjadi inspirasi bagi mahasiswa bahwa penerapan SNI tidak hanya relevan bagi industri besar, tetapi juga penting bagi usaha kecil dan menengah agar mampu meningkatkan daya saing produk.

Melalui kegiatan Kuliah Pakar SNI Goes To Campus ini, FAPERTA UMMAT berharap sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia industri dapat terus diperkuat. Kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran mahasiswa tentang pentingnya budaya mutu dan standardisasi sebagai bagian dari pembangunan sektor pertanian yang maju, modern, kompetitif, dan berkelanjutan. (HUMAS UMMAT)

Belajar Kemanusiaan di Tengah Tumpukan Sampah, D3 Farmasi UMMAT Berbagi Sembako di TPA Kebun Kongok

Belajar Kemanusiaan di Tengah Tumpukan Sampah, D3 Farmasi UMMAT Berbagi Sembako di TPA Kebun Kongok

Mahasiswa D3 Farmasi UMMAT dan Warga berfoto bersama usai pembagian sembako di TPA Kebun Kongo

LOMBOK BARAT — Mahasiswa Program Studi D3 Farmasi Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menggelar kegiatan bakti sosial di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebun Kongok, Kabupaten Lombok Barat, Kamis (21/05/2026). Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa membagikan paket sembako kepada 25 warga yang sehari-hari menggantungkan hidup dengan bekerja di area TPA.

Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan yang tidak hanya menekankan pembelajaran teoritis di ruang kelas, tetapi juga menghadirkan pengalaman langsung di tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak memahami realitas sosial, menumbuhkan kepedulian, serta menguatkan nilai-nilai kemanusiaan dan Pancasila dalam kehidupan nyata.

Dosen pengampu mata kuliah, Dr. Furkan Sangiang, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan menanamkan nilai moral, kemanusiaan, serta penguatan nilai-nilai Pancasila kepada mahasiswa melalui pembelajaran berbasis pengalaman.

“Di dalam mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan terdapat banyak nilai seperti moral, Pancasila, dan kemanusiaan yang adil dan beradab. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya disuguhkan teori di dalam kelas, tetapi mereka bisa melihat langsung realitas kehidupan dan fenomena sosial di masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan warga yang mencari nafkah di tengah tumpukan sampah memberikan pelajaran penting tentang perjuangan hidup, rasa syukur, dan cara memandang kehidupan dari sudut yang lebih luas.

“Mereka bisa melihat bagaimana sebagian masyarakat mencari rezeki di tengah tumpukan sampah. Sampah yang bagi sebagian orang dianggap jijik dan bau, ternyata menjadi sumber penghidupan bagi orang lain. Itu yang ingin saya tunjukkan kepada mahasiswa, agar mereka melihat sisi lain dari kehidupan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pengalaman langsung seperti ini penting untuk membangun kepekaan sosial mahasiswa sejak dini. Mahasiswa, lanjutnya, tidak cukup hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga perlu memiliki kepedulian, empati, dan tanggung jawab sosial.

“Ini adalah pembelajaran langsung agar mahasiswa memiliki sensitivitas sosial. Ke depan ketika mereka menjadi pemimpin, mereka sudah memiliki bekal sosial dan rasa empati terhadap masyarakat,” tambahnya.

Selain membagikan sembako, para mahasiswa juga berdialog langsung dengan warga sekitar TPA. Mereka mengamati aktivitas warga dalam memilah sampah bernilai ekonomis untuk dijual kembali demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Dari proses tersebut, mahasiswa belajar bahwa kerja keras, ketabahan, dan harapan dapat tumbuh bahkan di tengah kondisi kehidupan yang tidak mudah.

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan tampak selama kegiatan berlangsung. Warga TPA Kebun Kongok menyambut baik kehadiran mahasiswa D3 Farmasi UMMAT yang datang membawa semangat kepedulian sosial.

Khairil, salah satu perwakilan warga TPA Kebun Kongok, mengaku bersyukur dan berterima kasih atas perhatian yang diberikan mahasiswa.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa D3 Farmasi UMMAT yang sudah mau berbagi dengan kami. Semoga kegiatan ini menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan bagi semuanya,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan, Widhita Afni Anggraeni, mengatakan bahwa kegiatan bakti sosial tersebut merupakan hasil kolaborasi dan urunan dari seluruh mahasiswa di kelas. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi aksi berbagi, tetapi juga pengalaman yang membuka mata mahasiswa tentang pentingnya kepedulian terhadap sesama.

“Kegiatan ini terlaksana berkat kebersamaan teman-teman kelas. Kami bersama-sama mengumpulkan bantuan untuk warga di TPA. Kegiatan ini sangat menyenangkan dan memberi banyak pelajaran bagi kami,” katanya.

Melalui kegiatan bakti sosial ini, mahasiswa D3 Farmasi UMMAT tidak hanya belajar tentang Pendidikan Kewarganegaraan sebagai mata kuliah, tetapi juga sebagai praktik nyata dalam kehidupan sosial. Di tengah tumpukan sampah, mahasiswa menemukan pelajaran berharga tentang kemanusiaan, rasa syukur, perjuangan hidup, dan pentingnya hadir untuk masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendidikan tinggi tidak hanya bertugas mencetak lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga insan yang peka, peduli, dan memiliki tanggung jawab sosial terhadap lingkungan sekitarnya. (HUMAS UMMAT)

Milad ke-46, UMMAT Salurkan 70 Paket Sembako untuk Warga Muhammadiyah di Sembalun

Milad ke-46, UMMAT Salurkan 70 Paket Sembako untuk Warga Muhammadiyah di Sembalun

UMMAT menyalurkan 70 paket sembako kepada warga Muhammadiyah di lingkungan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sembalun sebagai bagian dari rangkaian Milad UMMAT ke-46, yang diperingati pada 25 Juni 1980–25 Juni 2026, dan Kemah Dakwah ORTOM UMMAT ke-5.

SEMBALUN — Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menyalurkan 70 paket sembako kepada warga Muhammadiyah di lingkungan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sembalun. Kegiatan sosial ini menjadi bagian dari rangkaian Milad UMMAT ke-46, yang diperingati pada 25 Juni 1980–25 Juni 2026, sekaligus dirangkaikan dengan pelaksanaan Kemah Dakwah ORTOM UMMAT ke-5 pada 15–16 Mei 2026 di Sembalun.

Pembagian sembako tersebut menjadi wujud nyata kepedulian UMMAT dalam memperluas kebermanfaatan kampus bagi masyarakat. Momentum milad tidak hanya dimaknai sebagai perayaan usia institusi, tetapi juga sebagai ruang untuk memperkuat pengabdian, kepedulian sosial, dan dakwah berkemajuan yang menyentuh langsung kehidupan umat.

Kepala LP3IK UMMAT, Dr. Muhammad Anugrah Arifin, M.Pd.I., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dari semangat Teologi Al-Ma’un yang menjadi salah satu ruh gerakan Muhammadiyah. Menurutnya, dakwah tidak cukup hanya berhenti pada penguatan pemahaman keagamaan, tetapi harus hadir dalam bentuk aksi nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat.

“Setinggi apa pun penguatan ideologi yang kita lakukan, tidak cukup jika tidak melahirkan dampak sosial. Karena itu, melalui Kemah Dakwah ini para kader ORTOM tidak hanya mendapatkan penguatan paham keislaman dan kemuhammadiyahan, tetapi juga diajak untuk turun langsung membantu masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kuatnya hubungan manusia dengan Allah SWT harus tercermin dalam kepedulian terhadap sesama. Dalam pandangan Muhammadiyah, ibadah dan keimanan harus melahirkan keberpihakan kepada masyarakat, terutama melalui gerakan sosial yang mencerahkan dan menggembirakan.

“Dakwah bukan hanya ceramah, tetapi juga kepedulian. Ketika kita hadir membawa manfaat, membantu sesama, dan memperkuat silaturahmi, di situlah nilai dakwah benar-benar hidup di tengah masyarakat,” tambahnya.

Ketua Panitia Penyelenggara, Muhamad Sahril, M.Pd., menjelaskan bahwa pembagian sembako tersebut melibatkan peserta Kemah Dakwah ORTOM UMMAT ke-5. Kegiatan ini menjadi pengalaman langsung bagi kader muda Muhammadiyah untuk memahami bahwa dakwah harus diwujudkan melalui tindakan sosial yang sederhana, tetapi bermakna.

“Kami ingin peserta Kemah Dakwah tidak hanya mengikuti materi, tetapi juga belajar langsung bagaimana dakwah diwujudkan dalam aksi sosial. Pembagian sembako ini mungkin sederhana, tetapi kami berharap dapat memberikan manfaat dan mempererat hubungan UMMAT dengan warga Muhammadiyah di Sembalun,” ungkapnya.

Sahril menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen UMMAT dalam membangun kedekatan dengan persyarikatan di berbagai wilayah. Kehadiran UMMAT di Sembalun diharapkan tidak hanya meninggalkan kesan kegiatan seremonial, tetapi juga menghadirkan nilai kebersamaan, kepedulian, dan keberlanjutan gerakan dakwah.

Sementara itu, Rektor UMMAT yang diwakili Wakil Rektor IV, Dr. TGH. Zaenuddin, M.Pd.I., memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan sosial tersebut. Ia berharap rangkaian Milad UMMAT ke-46 dapat menjadi momentum untuk memperkuat peran kampus sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, UMMAT sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah memiliki tanggung jawab moral untuk terus hadir di tengah masyarakat. Kehadiran kampus tidak hanya diukur dari aktivitas akademik, tetapi juga dari kontribusi nyata dalam menjawab kebutuhan sosial umat.

Melalui pembagian 70 paket sembako ini, UMMAT menegaskan bahwa semangat Milad ke-46 harus diwujudkan dalam gerakan berbagi. Peringatan 46 tahun perjalanan UMMAT sejak 25 Juni 1980 hingga 25 Juni 2026 menjadi pengingat bahwa kampus tidak hanya tumbuh sebagai lembaga pendidikan tinggi, tetapi juga sebagai bagian dari gerakan persyarikatan yang terus berupaya menghadirkan manfaat bagi umat dan masyarakat.

UMMAT berharap kegiatan sosial seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, baik melalui program kampus, LP3IK, ORTOM, maupun kerja sama dengan persyarikatan. Dengan demikian, dakwah berkemajuan tidak hanya menjadi tema kegiatan, tetapi benar-benar hadir sebagai gerakan nyata yang dirasakan oleh masyarakat. (HUMAS UMMAT)

FAI UMMAT dan Pascasarjana UIN SMH Banten Jalin Kerja Sama, Perkuat Pendidikan Tinggi Islam yang Unggul dan Berdaya Saing

FAI UMMAT dan Pascasarjana UIN SMH Banten Jalin Kerja Sama, Perkuat Pendidikan Tinggi Islam yang Unggul dan Berdaya Saing

Penandatangan MoU Direktur Pascasarjana UIN SMH Banten, Prof. Dr. Wasehudin, M.Si., bersama Wakil Dekan I FAI UMMAT, Dr. Mukhlisin, S.Sy., M.S.I.

MATARAM – Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Mataram (FAI UMMAT) resmi menjalin kerja sama dengan Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada Rabu, 13 Mei 2026.

Kerja sama ini menjadi langkah strategis kedua institusi dalam memperkuat kualitas pendidikan tinggi Islam, khususnya pada bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Direktur Pascasarjana UIN SMH Banten, Prof. Dr. Wasehudin, M.Si., bersama Wakil Dekan I FAI UMMAT, Dr. Mukhlisin, S.Sy., M.S.I. Momentum tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama dalam membangun ekosistem akademik yang kolaboratif, produktif, dan berorientasi pada peningkatan mutu perguruan tinggi Islam di Indonesia.

Melalui kerja sama ini, FAI UMMAT dan Pascasarjana UIN SMH Banten berkomitmen mengembangkan berbagai program kolaboratif, di antaranya pelaksanaan joint research, penguatan kapasitas akademik dosen dan mahasiswa, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta perluasan program pengabdian kepada masyarakat.

Wakil Dekan I FAI UMMAT, Dr. Mukhlisin, S.Sy., M.S.I., menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi momentum penting dalam mendorong akselerasi FAI UMMAT menuju program studi yang unggul dan berdaya saing.

“Kerja sama ini menjadi langkah penting dalam akselerasi menuju program studi unggul, sekaligus menjadi ruang penyamaan visi dan misi antarperguruan tinggi Islam dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi antarperguruan tinggi Islam sangat dibutuhkan untuk memperkuat mutu akademik, memperluas jejaring kelembagaan, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat. Menurutnya, perguruan tinggi Islam tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang kompeten secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan, riset, dan program pengabdian yang berdampak luas.

Kerja sama antara FAI UMMAT dan Pascasarjana UIN SMH Banten ini direncanakan berlangsung selama lima tahun ke depan. Dalam rentang waktu tersebut, kedua institusi diharapkan dapat merealisasikan berbagai program akademik yang produktif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan pengembangan pendidikan Islam kontemporer.

Dengan terjalinnya MoU ini, FAI UMMAT dan Pascasarjana UIN SMH Banten diharapkan mampu memperkuat sinergi kelembagaan, meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi, serta membangun pendidikan tinggi Islam yang unggul, kolaboratif, dan berdaya saing di tingkat nasional. (HUMAS UMMAT)

Perkuat Ruang Kreativitas Generasi Muda NTB, Sasentra UMMAT Gelar Pekan Teater Pelajar V 2026

Perkuat Ruang Kreativitas Generasi Muda NTB, Sasentra UMMAT Gelar Pekan Teater Pelajar V 2026

Suasana pembukaan Pekan Teater Pelajar V Tahun 2026 yang digelar oleh UKM Teater Sasentra UMMAT di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya NTB, Senin (18/5/2026). Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi dan kreativitas bagi pelajar SMA/SMK sederajat se-NTB dalam mengembangkan bakat seni teater, karakter, dan budaya kolaborasi.

MATARAM — UKM Teater Sasentra Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun ruang ekspresi dan kreativitas pelajar melalui penyelenggaraan Pekan Teater Pelajar (PTP) V Tahun 2026. Kegiatan tersebut resmi dibuka di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Nusa Tenggara Barat, Senin (18/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung hingga 23 Mei 2026 ini menjadi wadah pertemuan antara dunia pendidikan, seni budaya, pemerintah daerah, komunitas kreatif, serta para pelajar dari berbagai SMA/SMK sederajat se-NTB. Melalui Pekan Teater Pelajar, para pelajar diberi ruang untuk menampilkan karya, mengasah keberanian, membangun kerja sama, serta mengekspresikan gagasan melalui seni pertunjukan.

Pembukaan PTP V Tahun 2026 turut dihadiri oleh Wakil Rektor III UMMAT Dr. Erwin, M.Pd., Kepala Museum NTB Dr. Nur Alam, M.H. yang hadir mewakili Kepala Dinas Kebudayaan NTB, Kabid Kepemudaan Dikpora NTB yang mewakili Kepala Dinas Dikpora NTB, perwakilan Kepala Taman Budaya NTB, Biro Kemahasiswaan UMMAT, para Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, ketua Ormawa, guru pembina, serta para pendamping peserta.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor III UMMAT, Dr. Erwin, M.Pd., menyampaikan bahwa teater memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Menurutnya, teater bukan hanya tentang panggung dan pertunjukan, tetapi juga menjadi media pendidikan yang mampu melatih keberanian, kepekaan sosial, empati, kedisiplinan, dan kemampuan bekerja sama.

“Teater mengajarkan banyak hal tentang kehidupan; tentang keberanian berbicara, kemampuan membaca realitas sosial, membangun empati, hingga belajar menghargai proses dan kolaborasi. Karena itu, kegiatan seperti ini sangat penting untuk terus dirawat,” ujar Dr. Erwin.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kebudayaan NTB, Dinas Dikpora NTB, dan Taman Budaya NTB yang terus memberikan dukungan terhadap pengembangan kreativitas mahasiswa dan pelajar melalui kegiatan seni budaya. Dukungan tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem kreativitas generasi muda di daerah.

Sambutan Wakil Rektor III UMMAT, Dr. Erwin, M.Pd.

Secara khusus, Dr. Erwin memberikan penghargaan kepada UKM Teater Sasentra UMMAT yang dinilai konsisten menghadirkan ruang pembelajaran kreatif bagi pelajar di Nusa Tenggara Barat. Menurutnya, kegiatan ini membuktikan bahwa organisasi kemahasiswaan mampu memberi kontribusi nyata tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga bagi masyarakat dan pelajar.

“Teater Sasentra telah menunjukkan dedikasi yang luar biasa. Mereka bukan hanya menyelenggarakan lomba, tetapi sedang membangun ruang belajar, ruang tumbuh, dan ruang ekspresi bagi generasi muda NTB,” tambahnya.

Lebih lanjut, Dr. Erwin mendorong agar kolaborasi lintas sektor antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dunia usaha, dan dunia industri terus diperkuat. Menurutnya, pengembangan talenta muda membutuhkan dukungan bersama agar dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Kami berharap kolaborasi antara kampus, pemerintah daerah, dunia usaha, dan dunia industri semakin diperkuat. Pengembangan talenta muda tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan dukungan bersama agar lahir generasi yang kreatif, inovatif, dan mampu bersaing di masa depan,” tegasnya.

Baca Juga: https://ummat.ac.id/mahasiswa-ummat-berprestasi-pratiwi-wulandari-raih-first-runner-up-putri-pendidikan-ntb-2026-2/

Sementara itu, Kepala Museum NTB, Dr. Nur Alam, M.H., yang hadir mewakili Kepala Dinas Kebudayaan NTB, menyampaikan bahwa kegiatan seni pelajar seperti Pekan Teater Pelajar memiliki nilai strategis dalam menjaga keberlanjutan budaya daerah sekaligus membangun karakter generasi muda.

“Kegiatan seperti ini menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem kebudayaan di daerah. Seni pertunjukan bukan hanya hiburan, tetapi juga sarana pendidikan, media literasi budaya, dan ruang pembentukan karakter generasi muda,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi sinergi antara UMMAT, komunitas seni, dan pemerintah daerah yang terus menghadirkan ruang kreatif bagi pelajar NTB. Menurutnya, pelajar perlu diberikan ruang yang sehat dan produktif untuk menyalurkan ide, membaca realitas sosial, serta mengenal nilai-nilai budaya melalui karya seni.

Selama enam hari pelaksanaan, para peserta Pekan Teater Pelajar V Tahun 2026 akan menampilkan berbagai pertunjukan teater, mengikuti apresiasi seni, serta terlibat dalam berbagai aktivitas kreatif yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.

Melalui kegiatan ini, Sasentra UMMAT berharap Pekan Teater Pelajar tidak hanya menjadi ajang kompetisi seni pertunjukan, tetapi juga menjadi ruang pendidikan karakter, penguatan kreativitas, serta pembentukan generasi muda NTB yang berani, kritis, kolaboratif, dan peduli terhadap seni budaya daerah. (HUMAS UMMAT)

Teguhkan Teologi Al-Ma’un dan Dakwah Berdampak, LP3IK UMMAT Gelar Kemah Dakwah ORTOM ke-5

Teguhkan Teologi Al-Ma’un dan Dakwah Berdampak, LP3IK UMMAT Gelar Kemah Dakwah ORTOM ke-5

Peserta Kemah Dakwah ORTOM UMMAT ke-5 mengikuti rangkaian kegiatan di Sembalun, 15–16 Mei 2026. Kegiatan yang digelar LP3IK UMMAT ini dirangkaikan dengan pembagian 70 paket sembako kepada warga Muhammadiyah di lingkungan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sembalun

SEMBALUN— Udara sejuk Sembalun menjadi saksi semangat kader muda Muhammadiyah dalam mengikuti Kemah Dakwah Organisasi Otonom (ORTOM) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) ke-5. Kegiatan yang digelar pada 15–16 Mei 2026 ini menjadi ruang pembinaan kader yang tidak hanya menekankan penguatan ideologi, tetapi juga mendorong lahirnya gerakan dakwah yang hadir langsung di tengah masyarakat.

Mengusung tema “Transformasi Paham Teologis Menuju Gerakan Dakwah Berkemajuan yang Berdampak”, kegiatan ini diikuti oleh 39 peserta dari unsur organisasi otonom Muhammadiyah di lingkungan UMMAT, yakni Hizbul Wathan (HW), Tapak Suci (TS), dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).

Ketua Panitia Penyelenggara, Muhamad Sahril, M.Pd., menyampaikan bahwa Kemah Dakwah ORTOM tahun ini memiliki warna yang berbeda dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Menurutnya, kegiatan kelima ini dirancang sebagai wadah pembinaan bagi kader baru ORTOM agar memiliki pemahaman keislaman, kemuhammadiyahan, serta kepedulian sosial yang kuat.

“Kemah Dakwah yang kelima ini berbeda dari sebelumnya. Peserta yang hadir merupakan kader baru dari HW, Tapak Suci, dan IMM. Mereka tidak hanya dibekali pemahaman ideologi, tetapi juga diajak untuk memahami bahwa dakwah harus bergerak, menyentuh masyarakat, dan memberi manfaat nyata,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala LP3IK UMMAT, Dr. Muhammad Anugrah Arifin, M.Pd.I., menegaskan bahwa paham ketuhanan dalam Muhammadiyah tidak boleh berhenti pada ruang ibadah semata. Menurutnya, kekuatan hubungan manusia dengan Allah SWT harus tampak dalam kebaikan hubungan manusia dengan sesama.

Baca Juga https://ummat.ac.id/teguhkan-ideologi-kader-sebagai-penggerak-dakwah-kampus-lp3ik-ummat-gelar-baitul-arqam-ormawa/

Ia menjelaskan bahwa hablum minallah yang kokoh akan melahirkan hablum minannas yang kuat. Iman tidak cukup hanya diukur dari kesalehan personal, tetapi harus tercermin dalam kepedulian, empati, dan aksi sosial yang membawa manfaat bagi orang lain.

“Rasulullah SAW mengajarkan bahwa tidak sempurna iman seseorang sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri. Kalau kita senang mendapatkan sesuatu yang baik, maka kita juga harus memiliki semangat untuk memberikan kebaikan yang sama kepada orang lain,” jelasnya.

Dr. Anugrah juga mengaitkan pesan tersebut dengan spirit Teologi Al-Ma’un yang diwariskan KH. Ahmad Dahlan. Menurutnya, dakwah Muhammadiyah sejak awal tidak hanya berbicara tentang penguatan akidah dan ibadah, tetapi juga tentang pembelaan terhadap kaum lemah, kepedulian kepada masyarakat, serta keberanian menghadirkan solusi sosial.

“Setinggi apa pun penguatan ideologi yang kita lakukan, tidak cukup jika tidak melahirkan dampak sosial. Karena itu, Kemah Dakwah ini menjadi ruang latihan bagi kader ORTOM untuk memahami bahwa dakwah harus turun ke masyarakat,” tambahnya.

Sebagai bentuk nyata dari dakwah yang berdampak, kegiatan Kemah Dakwah ORTOM UMMAT ke-5 dirangkaikan dengan pembagian 70 paket sembako kepada warga Muhammadiyah di lingkungan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sembalun. Kegiatan sosial ini juga menjadi bagian dari rangkaian Milad UMMAT ke-46.

Baca Juga https://ummat.ac.id/sekretaris-pp-muhammadiyah-sekaligus-mendikdasmen-ri-resmikan-gedung-rs-ummat-pku-muhammadiyah-lombok-timur/

Rektor UMMAT, yang diwakili Wakil Rektor IV UMMAT, Dr. TGH. Zaenuddin, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai Kemah Dakwah ORTOM menjadi salah satu ruang penting untuk membentuk kader muda Muhammadiyah yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial.

Menurutnya, ORTOM memiliki posisi strategis sebagai penggerak dakwah kampus. Melalui kegiatan seperti ini, kader mahasiswa diharapkan mampu memperkuat komitmen keislaman, memperluas wawasan kemuhammadiyahan, serta membangun kepekaan terhadap persoalan masyarakat.

“Kader ORTOM harus mampu menjadi teladan. Dakwah tidak hanya disampaikan melalui kata-kata, tetapi juga melalui tindakan nyata, kepedulian, dan kebermanfaatan bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.

Selain pembinaan ideologi dan aksi sosial, Kemah Dakwah ORTOM UMMAT ke-5 juga menghadirkan lomba video kreatif sebagai ruang ekspresi dakwah digital mahasiswa. Melalui lomba ini, peserta didorong untuk menyampaikan pesan dakwah secara kreatif, relevan, dan dekat dengan generasi muda.

Adapun pemenang lomba video kreatif yaitu Video Terbaik 1 diraih IMM Komisariat Ibnu Khaldun FISIPOL, Video Terbaik 2 diraih IMM Komisariat FKIP, dan Video Terbaik 3 diraih IMM Komisariat PUTM.

Melalui Kemah Dakwah ORTOM ke-5 ini, UMMAT menegaskan komitmennya dalam membina kader yang berideologi kuat, berkarakter Islami, dan memiliki kepedulian sosial. Di tengah alam Sembalun, para kader tidak hanya belajar tentang dakwah, tetapi juga merasakan langsung makna dakwah sebagai gerakan yang menggembirakan, mencerahkan, dan berdampak bagi masyarakat. (HUMAS UMMAT)