MATARAM — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Nusa Tenggara Barat (PWM NTB) menggelar kegiatan Halal Bihalal Keluarga Besar Muhammadiyah Nusa Tenggara Barat pada Sabtu, 11 April 2026, pukul 18.00 WITA, dengan Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) sebagai tuan rumah. Kegiatan ini mengusung tema “Harmoni Ukhuwah dalam Membangun Integritas” sebagai momentum mempererat silaturahim, memperkokoh ukhuwah Islamiyah, serta meneguhkan komitmen bersama dalam membangun integritas di lingkungan persyarikatan.
Acara tersebut dihadiri oleh Prof. Dr. M. Din Syamsuddin, M.A., Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Periode 2005–2015, Ketua PWM NTB beserta jajaran, Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah NTB beserta jajaran, Rektor UMMAT beserta jajaran, Ketua BPH UMMAT beserta jajaran, organisasi otonom Muhammadiyah tingkat wilayah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-NTB, Pimpinan Cabang Muhammadiyah se-Kota Mataram, para sesepuh Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah NTB, panitia, serta seluruh hadirin.
Penyelenggaraan halal bihalal ini menjadi ruang bersama untuk memperkuat semangat persaudaraan, memperluas silaturahmi, dan membangun kekuatan moral dalam kehidupan berorganisasi maupun bermasyarakat. Dalam suasana Syawal yang penuh keberkahan, kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa ukhuwah yang kokoh harus berjalan beriringan dengan integritas dalam pikiran, sikap, dan tindakan.
Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram, Dr. Abdul Wahab, M.A., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada UMMAT sebagai tuan rumah kegiatan tersebut. Menurutnya, momentum halal bihalal bukan hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga ruang strategis untuk memperkuat kebersamaan antarelemen persyarikatan.
“Merupakan kehormatan bagi Universitas Muhammadiyah Mataram menjadi tuan rumah Halal Bihalal Keluarga Besar Muhammadiyah Nusa Tenggara Barat. Momentum ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga ruang untuk memperkuat kebersamaan, menyatukan langkah, dan meneguhkan integritas dalam seluruh gerak pengabdian Muhammadiyah,” ujar Dr. Abdul Wahab.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah NTB, Dr. TGH. Falahuddin, M.Ag., menegaskan pentingnya menjaga harmoni dalam gerakan dakwah dan organisasi. Ia menyebut bahwa tema yang diangkat tahun ini mencerminkan kebutuhan persyarikatan untuk terus bertumbuh dengan fondasi persaudaraan yang kuat dan akhlak organisasi yang bersih.
Prof. Dr. M. Din Syamsuddin, M.A. menyampaikan Hikmah Halal Bihalal
“PWM NTB memandang Halal Bihalal ini sebagai momentum strategis untuk merawat ukhuwah, memperkuat soliditas organisasi, dan membangun integritas bersama. Dengan persaudaraan yang harmonis, Muhammadiyah akan semakin kokoh dalam menjalankan dakwah dan pelayanan kepada umat,” ungkapnya.
Puncak kegiatan diisi dengan Tausiah Hikmah Halal Bihalal yang disampaikan oleh Prof. Dr. M. Din Syamsuddin, M.A. Dalam tausiahnya, ia mengajak seluruh warga Muhammadiyah menjadikan Syawal sebagai saat yang tepat untuk memperbarui hati, memperkuat kebersamaan, dan mengokohkan tanggung jawab moral dalam kehidupan keumatan, kebangsaan, dan kepersyarikatan.
“Halal bihalal bukan hanya tradisi saling memaafkan, tetapi juga sarana memperbarui komitmen kebangsaan, keumatan, dan kepersyarikatan. Ukhuwah yang kuat harus melahirkan integritas yang nyata dalam sikap, kepemimpinan, dan pengabdian,” tutur Prof. Din Syamsuddin.
Selain rangkaian sambutan dan tausiah, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pelepasan Rektor UMMAT, Dr. Abdul Wahab, M.A., dan Anggota BPH UMMAT, Bapak Suriah, S.Sos., sebagai jamaah haji tahun ini. Momen tersebut menjadi bentuk doa dan dukungan bersama agar para jamaah diberikan kesehatan, keselamatan, kelancaran, dan kemudahan dalam menunaikan ibadah haji.
Panitia menilai terselenggaranya kegiatan ini merupakan wujud sinergi yang baik antara PWM NTB dan UMMAT dalam memperkuat peran Muhammadiyah di Nusa Tenggara Barat. Semangat yang terbangun melalui halal bihalal diharapkan tidak berhenti pada seremoni, melainkan terus hidup dalam kerja nyata dan kolaborasi berkelanjutan. (HUMAS UMMAT)
Foto bersama peserta, narasumber, fasilitator, dan pimpinan Universitas Muhammadiyah Mataram pada pembukaan Workshop NMT-DIES Tahap II bertema Internasionalisasi Kebijakan dan Strategi untuk Mendukung Kebijakan Pendidikan Kampus yang Berdampak di Indonesia di Hotel Lombok Garden, Mataram, Senin (6/4/2026).
MATARAM – Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melalui Kantor Urusan Internasional dan Kerja Sama (KUIK) resmi membuka Workshop Dies National Multiplication Trainings (NMT-DIES) Tahap Kedua pada 6 April 2026 di Hotel Lombok Garden, Mataram. Kegiatan ini berlangsung hingga 8 April 2026 dengan mengusung tema “Kebijakan dan Strategi Internasionalisasi untuk Mendukung Kebijakan Pendidikan Kampus yang Berdampak di Indonesia” atau “Kebijakan dan Strategi Internasionalisasi untuk Mendukung Kebijakan Kampus Berdampak di Indonesia.” Rangkaian ini merupakan kelanjutan dari workshop tahap pertama yang telah digelar pada 27–29 Oktober 2025.
Workshop nasional ini menjadi forum strategis untuk memperkuat kapasitas perguruan tinggi dalam membangun kebijakan dan strategi internasionalisasi yang terukur, inklusif, dan berdampak. Pada tahap pertama, program ini diikuti 22 peserta dari berbagai perguruan tinggi di NTB dan luar NTB, dan dirancang berlanjut ke tahap kedua pada April 2026 sebagai bagian dari penguatan jejaring serta kolaborasi antarkampus.
Pelaksanaan kegiatan ini menghadirkan kolaborasi antara Office of International Affairs UMMAT, DAAD (German Academic Exchange Service), University of Potsdam, Jerman, serta mitra perguruan tinggi dalam negeri, yaitu Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, Universitas Syiah Kuala Aceh, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, dan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Dalam publikasi Universitas Jenderal Soedirman, konsorsium Indonesia untuk program ini memang melibatkan lima kampus tersebut, termasuk UMMAT, di bawah skema DIES yang didukung DAAD.
Rektor UMMAT, Dr. Abdul Wahab, M.A., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh perguruan tinggi peserta yang telah mengirimkan delegasi terbaiknya dan berpartisipasi aktif dalam workshop ini. Ia menegaskan bahwa semangat kolaborasi, keterbukaan, dan pertukaran pengalaman antarperguruan tinggi menjadi modal penting dalam mewujudkan transformasi pendidikan tinggi yang lebih berdampak dan berdaya saing global.
Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram, Dr. Abdul Wahab, MA, menyampaikan Perayaan pada pembukaan Workshop NMT-DIES Tahap II di Hotel Lombok Garden, Mataram, Senin (6/4/2026).
Menurut Rektor, internasionalisasi di UMMAT bukan lagi sekadar gagasan, melainkan telah menjadi langkah nyata yang terus berkembang. Hal itu tercermin dari capaian UMMAT pada Tahun Akademik 2025/2026 yang telah menerima 14 mahasiswa internasional dari empat negara, yaitu Sudan, Yaman, Ghana, dan Nigeria. Kehadiran mahasiswa internasional tersebut menjadi bukti bahwa UMMAT semakin dipercaya sebagai kampus Islami yang inklusif, terbuka, dan siap bersaing di tingkat global.
Rektor UMMAT juga menilai bahwa kehadiran mahasiswa internasional memberi energi baru bagi penguatan atmosfer akademik yang multikultural sekaligus memperluas jejaring internasional kampus. Ia berharap forum seperti NMT-DIES mampu melahirkan langkah-langkah konkret dalam bentuk kerja sama akademik, mobilitas dosen dan mahasiswa, pengembangan program bersama, hingga peningkatan promosi kampus di tingkat internasional. Pernyataan Rektor tentang penerimaan mahasiswa internasional tersebut juga telah ditegaskan dalam publikasi resmi UMMAT saat penyambutan mahasiswa asing tahun akademik 2025/2026.
Sementara itu, Wakil Rektor IV UMMAT Bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) serta Kerja Sama, Dr. H. Zaenudin, M.Pd.I., menegaskan bahwa UMMAT berada pada jalur yang tepat dalam membangun kemitraan nasional dan internasional yang berdampak. Menurutnya, workshop ini merupakan ruang strategis untuk memperkuat jejaring, mendorong peningkatan mutu akademik, riset, dan mobilitas internasional, serta memperluas kontribusi nyata UMMAT bagi pembangunan daerah dan nasional. Jabatan dan pernyataan tersebut sejalan dengan publikasi resmi KUIK UMMAT mengenai penguatan posisi strategis UMMAT dalam kerja sama global.
Lebih lanjut, Dr. Zaenudin menekankan bahwa internasionalisasi kampus harus dimaknai sebagai upaya bersama untuk membangun perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam reputasi, tetapi juga kuat dalam kualitas layanan akademik, jejaring global, dan dampak sosial. Karena itu, menurutnya, kegiatan seperti NMT-DIES sangat penting untuk mempertemukan para pengelola kerja sama dan kantor urusan internasional dari berbagai kampus agar dapat saling belajar, berbagi praktik baik, dan menyusun langkah kolaboratif yang berkelanjutan.
Kepala KUIK UMMAT, Asbah, M.Hum., menyampaikan bahwa hasil yang mulai dirasakan dari workshop ini antara lain meningkatnya pemahaman peserta mengenai strategi internasionalisasi kampus, terbukanya ruang berbagi praktik baik antar-institusi, munculnya peluang kolaborasi baru baik nasional maupun internasional, serta meningkatnya peluang inbound international academic mobility ke kampus-kampus di Nusa Tenggara Barat. Arah ini konsisten dengan tujuan NMT yang disebutkan oleh penyelenggara dan mitra, yaitu membangun praktik internasionalisasi yang lebih terukur, inklusif, dan berkelanjutan.
Workshop tahap kedua ini juga menghadirkan narasumber dan fasilitator berpengalaman dari tingkat nasional dan internasional, serta diikuti peserta dari berbagai perguruan tinggi, khususnya para pengelola dan PIC International Office. Forum ini diharapkan menjadi ruang konsolidasi penting bagi kampus-kampus di Indonesia, terutama di NTB, untuk semakin siap memperluas jejaring global, meningkatkan promosi internasional, dan memperkuat penerimaan mahasiswa asing. Informasi resmi sebelumnya juga menunjukkan bahwa tema, format, dan jejaring workshop ini memang diarahkan untuk memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi Indonesia secara kolaboratif.
Dengan dibukanya Workshop NMT-DIES Tahap Kedua ini, UMMAT kembali menegaskan sebagai kampus yang aktif membangun kerja sama internasional dan mendorong transformasi pendidikan tinggi yang berdaya saing global. Diharapkan, hasil dari lokakarya ini dapat ditindaklanjuti menjadi program-program konkret yang berdampak luas dan berkelanjutan. Internasionalisasi, pada akhirnya, bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan bersama untuk menghadirkan masa depan pendidikan tinggi Indonesia yang lebih maju, terbuka, dan kompetitif. (HUMAS UMMAT)
MATARAM – Berdasarkan Laporan Auditor Independen tertanggal 24 Februari 2025, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) meraih capaian Wajar dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Ardin Silitonga. Capaian wajar menunjukkan bahwa laporan keuangan UMMAT telah memenuhi katagori opini Wajar Tanpa Pengecualian(WTP). Hal ini menjadi bukti nyata komitmen UMMAT dalam menjaga tata kelola keuangan yang berintegritas dan profesional.
Opini WTP mencerminkan bahwa laporan keuangan UMMAT disajikan secara wajar sesuai standar yang berlaku, serta didukung oleh sistem pengendalian dan pencatatan yang tertib. Lebih dari sekadar prestasi administratif, pencapaian ini juga merupakan wujud dari kerja kolektif seluruh sivitas akademika dalam membangun budaya mutu, berintegritas tinggi, disiplin, dan perbaikan berkelanjutan.
UMMAT akan terus menjadikan hasil audit ini sebagai pijakan untuk memperkuat tata kelola institusi, meningkatkan kualitas layanan, dan memperluas kepercayaan publik demi menghadirkan kampus yang unggul, berdaya saing, dan berkemajuan.
📄 Untuk info selengkapnya, silakan lihat pada file di bawah ini.
Reza Yudi Candra (tengah) menerima penghargaan sebagai Mahasiswa Inspiratif pada Wisuda ke-62 Universitas Muhammadiyah Mataram di Auditorium H. Anwar Ikraman (28/02/2026). Ia didampingi oleh Kedua Orang tua tercinta, Rektor UMMAT, Wakil Rektor III UMMAT, Ketua PWM NTB, Ketua Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah, Kepala LLDikti Wilayah VIII.
Mataram – Perjalanan penuh ketekunan dan doa mengantarkan Reza Yudi Candra, wisudawan Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik (Fatek) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), meraih predikat Mahasiswa Inspiratif pada Wisuda Periode Februari 2026. Dengan IPK 3,76 dan masa studi 3,5 tahun melalui jalur kelas riset tanpa skripsi, Reza membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berprestasi.
Lahir di Narmada, 6 Januari 2003, Reza merupakan anak bungsu dari lima bersaudara, putra pasangan Ratimah dan Semah yang berprofesi sebagai petani di Lombok Barat. Di tengah kesederhanaan keluarga, ia tumbuh dengan nilai kerja keras, ketekunan, dan keyakinan bahwa pendidikan adalah jalan untuk mengubah masa depan. Ia menjadi satu-satunya anak dalam keluarganya yang berhasil meraih gelar sarjana, sebuah capaian yang bukan hanya membanggakan, tetapi juga sarat makna perjuangan.
“Menjadi inspiratif bukan berarti menjadi sempurna,” ungkap Reza. “Bagi saya, inspiratif adalah tentang bertahan, terus bertumbuh, dan tidak berhenti berusaha meski keadaan tidak selalu mudah.”
Selama perkuliahan, Reza tidak hanya fokus pada akademik. Ia aktif tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Perencanaan Indonesia (IMPI) Korwil Jawa Timur–Bali–NTB, memperluas jejaring profesional sekaligus memperkaya wawasan keilmuan. Ia juga terlibat dalam kegiatan Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) di Desa Sesait bersama dosen sebagai wujud kontribusi nyata kepada masyarakat.
Reza Yudi Candra (tengah) menerima penghargaan sebagai Mahasiswa Inspiratif pada Wisuda ke-62 Universitas Muhammadiyah Mataram di Auditorium H. Anwar Ikraman, didampingi kedua orang tuanya tercinta.
Sejak semester lima hingga lulus, Reza menjadi penerima Beasiswa BAZNAS yang turut memperkuat kapasitas dan semangatnya dalam menempuh pendidikan. Dukungan tersebut ia maknai sebagai amanah untuk terus meningkatkan kualitas diri dan memberi manfaat yang lebih luas.
Di luar kampus, Reza dipercaya terlibat dalam berbagai proyek konsultan di bidang tata ruang, mulai dari survei dan digitasi pemetaan, feasibility study pengadaan tanah, hingga penyusunan dokumen perencanaan teknis. Pengalaman tersebut membentuk kesiapan profesionalnya bahkan sebelum resmi menyandang gelar sarjana. Konsistensi dan integritasnya pun membuka peluang kerja sebagai Konsultan Individu di PUPR Kota pada bidang Sumber Daya Air pada tahun kelulusannya.
Bagi Reza, setiap pencapaian bukanlah garis akhir, melainkan titik awal tanggung jawab yang lebih besar. Ia berkomitmen memperkuat pengalaman profesional di bidang perencanaan berbasis lingkungan, dengan keyakinan bahwa pembangunan tidak boleh mengorbankan kemiskinan. Dalam satu hingga dua tahun ke depan, ia bermaksud melanjutkan studi magister di bidang Urban Design guna memperdalam kompetensi dalam merancang kawasan dan ruang publik yang berkelanjutan, responsif terhadap konteks lokal, serta mengintegrasikan aspek sosial dan ekologis dalam pembangunan kota.
Dengan penuh rasa syukur, Reza menyampaikan terima kasih kepada Allah SWT, kedua orang tua tercinta, keluarga, para dosen, serta seluruh civitas akademika Fakultas Teknik dan Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota yang telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya. Kisah Reza Yudi Candra menjadi bukti bahwa latar belakang bukan penentu masa depan. Dengan doa, kerja keras, dan komitmen untuk terus bertumbuh, setiap anak bangsa memiliki peluang yang sama untuk melampaui batas dan memberi makna bagi lingkungan sekitarnya. (HUMAS UMMAT)
Rektor dan jajaran pimpinan Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) berfoto bersama para wisudawan dan wisudawati pada prosesi Wisuda Angkatan ke-62 yang digelar di Auditorium H. Anwar Ikraman UMMAT, Sabtu (28/2/2026). Sebanyak 431 lulusan resmi dikukuhkan dalam suasana khidmat dan penuh kebanggaan.
MATARAM – Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali mencatatkan tonggak sejarah penting dalam perjalanan akademiknya dengan menggelar Wisuda Angkatan ke-62 di Auditorium H. Anwar Ikraman UMMAT, Sabtu (28/2/2026). Sebanyak 431 wisudawan dan wisudawati resmi dikukuhkan dalam prosesi yang berlangsung khidmat, penuh haru, dan kebanggaan.
Prosesi wisuda dihadiri oleh perwakilan Ketua Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah, Moh. Mudzakkir, S.Sos., MA., Ph.D., Ketua PWM NTB, Kepala LLDikti Wilayah VIII, Ketua Kopertais Wilayah XIV Bali-Nusra, serta Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMMAT. Kehadiran para pimpinan persyarikatan dan pemangku kepentingan tersebut menjadi simbol kuat dukungan terhadap kemajuan UMMAT sebagai salah satu perguruan tinggi Islam yang terus berkembang di kawasan timur Indonesia.
Dalam sambutannya, Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, MA., menyampaikan bahwa wisuda kali ini menambah jumlah alumni UMMAT menjadi 28.014 orang yang telah berkiprah di berbagai sektor strategis, baik pemerintahan, dunia industri, kewirausahaan, maupun pengabdian masyarakat.
“Wisuda ini bukan sekadar seremoni akademik, tetapi wujud tanggung jawab UMMAT dalam menyiapkan generasi unggul yang siap menghadapi tantangan era industri 5.0. Lulusan UMMAT harus memiliki keunggulan intelektual, kematangan spiritual, serta integritas moral berlandaskan nilai-nilai Islam,” tegas Rektor.
Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada para orang tua dan wali atas doa, pengorbanan, serta dukungan yang menjadi fondasi keberhasilan para lulusan.
Di usia ke-45 tahun, UMMAT terus menunjukkan akselerasi prestasi yang membanggakan. Sepanjang tahun 2025, mahasiswa UMMAT meraih berbagai penghargaan pada ajang nasional dan internasional, di antaranya International Art Competition, Ahmad Dahlan International Youth Camp, PIMTANAS PTMA, MTQMN XVIII di Banjarmasin, hingga kompetisi inovasi produk dan pengabdian masyarakat. Capaian tersebut memperkuat reputasi UMMAT sebagai kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aktif mendorong kreativitas, kepemimpinan, dan kontribusi sosial mahasiswa.
Secara institusional, UMMAT juga mencatat kemajuan signifikan. Dari 38 program studi, 7 program studi telah meraih akreditasi Unggul. Selain itu, pada tahun akademik 2025/2026 UMMAT membuka Fakultas Kedokteran dan Program Studi S1 Farmasi (Apoteker), serta menerima 14 mahasiswa asing dari Sudan, Nigeria, Yaman, dan Ghana. Langkah ini menegaskan komitmen UMMAT dalam mewujudkan visi sebagai kampus Islami, mandiri, unggul, dan berdaya saing di kawasan ASEAN tahun 2028.
Dari total 431 lulusan, sebanyak 104 wisudawan berhasil meraih predikat cumlaude. Pada momentum istimewa ini, UMMAT memberikan penghargaan kepada tiga wisudawan terbaik dan satu mahasiswa inspiratif sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan capaian luar biasa mereka.
Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) bersama Ketua Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah yang diwakili oleh Moh. Mudzakkir, S.Sos., MA., Ph.D., serta Kepala LLDikti Wilayah VIII berfoto bersama wisudawan terbaik pada Wisuda Angkatan ke-62 di Auditorium H. Anwar Ikraman UMMAT, Sabtu (28/2/2026).
Terbaik I – Chinta Shaqila, S.Pd. (IPK 3,91), Lulusan Pendidikan Bahasa Inggris ini menorehkan berbagai prestasi nasional dan internasional, di antaranya Juara 1 Musikalisasi Puisi dan Best Leader pada Ahmad Dahlan International Youth Camp 2024, Juara 1 Membaca Puisi dan Best Critical Thinker pada Ahmad Dahlan International Youth Camp 2025, serta mengikuti berbagai kelas internasional Bahasa Korea. Ia juga menjadi Local Volunteer pada program INSPIRE yang diselenggarakan oleh Islamic Relief Canada tahun 2024. Chinta lulus tanpa skripsi melalui Research Class FKIP Angkatan 4 dengan artikel yang diterima pada Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Pendidikan Ganesha terakreditasi Sinta 2.
Terbaik II – Intan Tamara Madhini, S.Sos. (IPK 3,84), Lulusan Komunikasi dan Penyiaran Islam ini meraih Juara 2 Film Internasional Sports and Arts Festival 2024, Juara 2 Lomba Social Media Campaign PTMA tingkat nasional 2025, serta lolos Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka tahun 2023. Ia juga menjadi translator pada kegiatan INSPIRE – Islamic Relief Canada 2024 dan moderator pada Islamic International Conference on Education, Communication and Economics di UMMAT tahun 2025. Intan lulus tanpa skripsi melalui Research Class FAI dengan artikel diterima pada Jurnal WACANA Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Prof. Dr. Moestopo terakreditasi Sinta 3.
Terbaik III – Muhammad Juni Aldi Irawan, S.T.P. (IPK 3,71), Mahasiswa Teknik Pertanian ini aktif dalam berbagai program nasional dan pengabdian masyarakat, di antaranya lolos pendanaan Hibah Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan 2024, inisiator program pengabdian Faperta Back to Village, serta aktif dalam program Bina Desa di berbagai wilayah Lombok Timur dan Bali. Ia juga terlibat dalam Program Pesantren 1000 Cahaya Ramadhan BAZNAS tahun 2025.
Sementara itu, kategori Mahasiswa Inspiratif dianugerahkan kepada Reza Yudi Candra (IPK 3,76) dari Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota. Lulus dalam 3,5 tahun sebagai lulusan terbaik Fakultas Teknik, ia merupakan anak bungsu dari keluarga sederhana yang berjuang membiayai pendidikan melalui usaha peternakan ayam petelur dan budidaya madu trigona. Reza adalah penerima Beasiswa BAZNAS dan telah memperoleh peluang kerja sebagai Konsultan Individu di bidang Sumber Daya Air sebelum resmi menyandang gelar sarjana.
Sebagai bentuk apresiasi, UMMAT memberikan uang pembinaan sebesar Rp3.000.000 untuk Terbaik I, Rp2.500.000 untuk Terbaik II, Rp2.000.000 untuk Terbaik III, dan Rp2.500.000 untuk Mahasiswa Inspiratif.
Pada kesempatan yang sama, Moh. Mudzakkir, S.Sos., MA., Ph.D., selaku perwakilan Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah, menyampaikan apresiasi atas perkembangan signifikan UMMAT. Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah menaruh perhatian besar terhadap penguatan mutu perguruan tinggi dalam melahirkan generasi Islam yang cerdas, berakhlak, dan berdaya saing global.
“Hadirnya Fakultas Kedokteran dan mahasiswa asing menunjukkan bahwa UMMAT terus bergerak maju. Perguruan tinggi Muhammadiyah harus menjadi pusat keunggulan yang mampu memberi solusi bagi umat dan bangsa,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Rektor menyampaikan pesan kepada para lulusan agar menjadikan gelar akademik sebagai amanah untuk memberi manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat.
Dengan semangat transformasi dan inovasi berkelanjutan, UMMAT terus memperkuat langkah menuju kampus unggul berdaya saing global demi mewujudkan visi besar tahun 2028. (HUMAS UMMAT)
Dekan Fatek Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) bersama narasumber dan mahasiswa Program Studi Teknik Geologi Foto bersama usai pelaksanaan Kuliah Pakar di Aula Lantai III UMMAT, Rabu (25/02/2025).
MATARAM – Dekan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Mataram (Fatek UMMAT), Dr. Ir. H. Aji Syailendra Ubaidillah, S.T., M.Sc., mendorong mahasiswa Program Studi S1 Teknik Geologi untuk aktif memetakan potensi mineral, khususnya gas dan minyak bumi di Pulau Lombok.
Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan pada kegiatan Kuliah Pakar yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi Fatek UMMAT di Aula Lantai III UMMAT, Rabu (25/02/2025).
Dalam arahannya, Dekan Fatek UMMAT menegaskan pentingnya menjadikan forum akademik sebagai ruang diskusi ilmiah yang produktif.
“Harapannya mahasiswa Geologi menjadikan kegiatan ini sebagai ruang diskusi untuk mampu memetakan potensi mineral, khususnya gas dan minyak bumi di Pulau Lombok,” ujarnya.
Kuliah Pakar tersebut mengangkat tema “Paleontologi dan Stratigrafi Sedimen Lombok dalam Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi” dengan menghadirkan narasumber Budi Arif, S.T., dari PT. Indotan Lombok Barat Bangkit (Ancora Indonesia Resources Group SPV Environment).
Dalam pemaparannya, Budi Arif menjelaskan bahwa secara geologis, susunan batuan di Lombok dan wilayah Nusa Tenggara tergolong berumur muda.
Dekan Fatek Teknik Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) bersama narasumber Budi Arif, ST, saat membuka dan menyampaikan materi pada kegiatan Kuliah Pakar bertema “Paleontologi dan Stratigrafi Sedimen Lombok dalam Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi”
“Secara geologi, kebanyakan pulau-pulau penyusun Nusa Tenggara berumur relatif muda, yakni sekitar 1 hingga 15 juta tahun,” terangnya.
Ia menambahkan bahwa pemahaman terhadap paleontologi dan stratigrafi sedimen menjadi kunci dalam eksplorasi minyak dan gas bumi. Kajian paleontologi di Lombok, menurutnya, berperan penting dalam memahami evolusi lingkungan dan sejarah geologi pulau tersebut.
“Paleontologi dan stratigrafi sedimen Lombok menunjukkan sejarah geologi yang kompleks. Ini perlu dipelajari dan dipahami dengan baik agar mahasiswa memiliki modal yang mumpuni untuk menghadapi dunia kerja ke depan,” jelasnya.
Kegiatan Kuliah Pakar ini diharapkan dapat terus digalakkan secara berkelanjutan sebagai bagian dari penguatan kompetensi akademik dan profesional mahasiswa Teknik Geologi Fatek UMMAT, sekaligus mendorong kontribusi nyata dalam pemetaan potensi sumber daya alam di Pulau Lombok. (HUMAS UMMAT)