Yogyakarta, Fakultas Hukum (FH) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melaksanakan kegiatan studi banding akademik ke Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) pada Selasa, 06 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pengembangan kelembagaan FH UMMAT dalam upaya peningkatan mutu akademik, penguatan tata kelola fakultas, serta pengembangan integrasi keilmuan antara ilmu hukum dan ilmu keislaman.
Kegiatan studi banding ini dihadiri oleh pimpinan kedua belah pihak beserta jajaran dosen dan pengelola fakultas. Pertemuan berlangsung dalam suasana akademik yang konstruktif dan dialogis, ditandai dengan diskusi mendalam terkait kebijakan pengelolaan fakultas, pengembangan kurikulum berbasis capaian pembelajaran, sistem penjaminan mutu internal, serta penguatan pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.
Secara substansial, studi banding ini bertujuan untuk memperoleh wawasan dan pengalaman institusional dalam pengembangan kurikulum adaptif dan integratif, peningkatan mutu proses pembelajaran, serta penguatan paradigma integrasi keilmuan hukum dan keislaman. Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan sebagai upaya benchmarking tata kelola fakultas, yang mencakup sistem penjaminan mutu, pengelolaan sumber daya manusia, penguatan budaya akademik, serta strategi pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat guna meningkatkan kualitas dan daya saing institusi.
Dekan FH UMMAT, Dr. Hilman Syahrial Haq, S.H., LL.M., menyampaikan bahwa kegiatan studi banding ini merupakan langkah strategis dalam mendorong transformasi kelembagaan Fakultas Hukum UMMAT agar semakin adaptif terhadap dinamika pendidikan tinggi dan kebutuhan masyarakat. “Studi banding ini menjadi bagian dari ikhtiar institusional Fakultas Hukum UMMAT untuk memperkuat tata kelola fakultas, meningkatkan mutu akademik, serta mengembangkan kurikulum yang integratif antara ilmu hukum dan nilai-nilai keislaman. Pengalaman dan praktik baik yang kami peroleh dari Fakultas Ilmu Agama Islam UII diharapkan dapat menjadi referensi penting dalam penguatan kualitas tridarma perguruan tinggi di Fakultas Hukum UMMAT,” ujarnya.
Sementara itu, Dekan FIAI UII, Dr. Drs. Asmuni, M.A., menyampaikan bahwa kegiatan studi banding ini memiliki nilai strategis dalam memperkuat jejaring akademik antarfakultas dan antarperguruan tinggi. “Studi banding ini merupakan momentum strategis untuk mempererat silaturahmi akademik sekaligus menjadi ruang berbagi praktik terbaik dalam pengelolaan pendidikan tinggi, khususnya dalam pengembangan kurikulum, peningkatan mutu akademik, serta integrasi keilmuan. Fakultas Ilmu Agama Islam UII menyambut baik kunjungan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Mataram sebagai langkah awal memperkuat kolaborasi kelembagaan,” ungkap Dr. Asmuni.
Lebih lanjut, ia berharap agar hasil dari kegiatan studi banding ini dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama yang lebih konkret dan berkelanjutan, khususnya di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sehingga memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas dan daya saing kedua institusi. (HUMAS UMMAT)
Jakarta, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali menorehkan capaian strategis di tingkat nasional dengan menandatangani Kontrak Kinerja Perguruan Tinggi Berdampak Tahun 2026, sebagai salah satu perwakilan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Penandatanganan ini menjadi penegasan komitmen UMMAT dalam memperkuat transformasi pendidikan tinggi yang berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional.
Kegiatan Penandatanganan Kontrak Kinerja Perguruan Tinggi Berdampak tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dan diikuti oleh pimpinan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terpilih dari seluruh Indonesia. Acara berlangsung pada Senin, 5 Januari 2026, bertempat di Aula Graha Diktisaintek, Lantai 2, Gedung D Kemdiktisaintek, Jalan Jenderal Sudirman Pintu Satu, Senayan, Jakarta Pusat.
Penandatanganan kontrak kinerja ini merupakan bagian dari kebijakan nasional dalam rangka penguatan tata kelola pendidikan tinggi, peningkatan akuntabilitas institusi, serta percepatan implementasi kebijakan Perguruan Tinggi Berdampak. Kebijakan tersebut mendorong perguruan tinggi untuk bertransformasi dari sekadar institusi akademik menjadi agen perubahan yang menghasilkan kontribusi nyata melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kontrak Kinerja Perguruan Tinggi Berdampak menjadi instrumen strategis pemerintah untuk memastikan bahwa pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi tidak hanya berorientasi pada capaian internal, tetapi juga pada luaran dan dampak sosial, ekonomi, serta pembangunan berkelanjutan. Melalui kontrak ini, perguruan tinggi didorong memperkuat relevansi keilmuan, hilirisasi riset, inovasi berbasis kebutuhan masyarakat, serta peran aktif dalam transformasi sosial.
Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, MA., yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa penandatanganan kontrak kinerja ini merupakan bentuk kepercayaan pemerintah pusat terhadap kinerja dan tata kelola UMMAT. Dari seluruh PTS di bawah koordinasi LLDIKTI Wilayah VIII (Bali dan Nusa Tenggara), hanya 10 PTS yang diundang mengikuti penandatanganan kontrak kinerja tahun 2026. Delapan PTS berasal dari Provinsi Bali, sementara Provinsi Nusa Tenggara Barat hanya diwakili oleh dua PTS, yakni Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT)dan Universitas Islam Al-Azhar (UNIZAR).
“Alhamdulillah, UMMAT dipercaya menjadi salah satu perwakilan Perguruan Tinggi Swasta dari Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam Penandatanganan Kontrak Kinerja Perguruan Tinggi Berdampak Tahun 2026. Ini bukan sekadar pencapaian administratif, tetapi amanah untuk memperkuat transformasi pendidikan tinggi yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Rektor UMMAT.
Lebih lanjut, Rektor menegaskan bahwa kontrak kinerja ini menjadi landasan strategis bagi UMMAT dalam meningkatkan kualitas Tridarma Perguruan Tinggi secara terintegrasi. Pada bidang pendidikan dan pengajaran, UMMAT terus mendorong peningkatan mutu pembelajaran, penguatan kompetensi lulusan, serta penyesuaian kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja dan pembangunan daerah. Pada bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, UMMAT berkomitmen memperkuat riset terapan, inovasi, dan program pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada penyelesaian persoalan riil, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Barat.
Keikutsertaan UMMAT dalam penandatanganan kontrak kinerja ini juga mencerminkan penguatan tata kelola institusi, sistem penjaminan mutu internal, serta capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi yang terus ditingkatkan. Hal ini sejalan dengan arah kebijakan Kemdiktisaintek yang menempatkan perguruan tinggi sebagai pilar utama dalam pembangunan sumber daya manusia unggul, penguatan ekosistem riset dan inovasi, serta akselerasi pembangunan berbasis pengetahuan.
Sebagai perguruan tinggi yang berlandaskan nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan, UMMAT memaknai kebijakan Perguruan Tinggi Berdampak sebagai ruang strategis untuk mengintegrasikan keunggulan akademik dengan nilai kebermanfaatan sosial. Seluruh aktivitas Tridarma diarahkan tidak hanya untuk pencapaian kinerja institusional, tetapi juga untuk menghadirkan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Melalui Penandatanganan Kontrak Kinerja Perguruan Tinggi Berdampak Tahun 2026 ini, UMMAT menegaskan komitmennya dalam memperkuat transformasi pendidikan tinggi serta berkontribusi aktif dalam pembangunan nasional, sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui penguatan sumber daya manusia unggul, riset dan inovasi yang berdampak, serta pengabdian kepada masyarakat yang berkelanjutan. (HUMAS UMMAT)
Aceh Tamiang, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melalui Tim Medis Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) hadir memberikan dukungan pelayanan kesehatan di RS Pertamina Rantau Aceh Tamiang pascabencana banjir yang melanda wilayah Kabupaten Aceh Tamiang. Kehadiran tim ini menjadi bagian dari komitmen UMMAT dalam mendukung pemulihan layanan kesehatan dan membantu masyarakat terdampak bencana.
Kegiatan tanggap darurat ini dilaksanakan pada Selasa, 23 Desember 2025, pukul 08.00–16.00 WIB, dengan fokus utama pada koordinasi lintas sektor, persiapan layanan kesehatan, serta penyaluran bantuan logistik medis. Tim Medis UMMAT dipimpin oleh Dr. dr. Fauzy Ma’aruf, Sp.Rad(K), M.Kes, dan melibatkan tenaga kesehatan dari FK dan FIK UMMAT.
Pada hari pertama pelaksanaan, Tim Medis UMMAT mengawali kegiatan dengan koordinasi bersama Health Emergency Operation Center (HEOC) Kabupaten Aceh Tamiang guna melaporkan kehadiran tim dan memperoleh arahan teknis terkait mekanisme pelayanan kesehatan di wilayah terdampak banjir. Koordinasi ini menjadi langkah strategis untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan efektif dan terintegrasi.
Selanjutnya, tim melakukan pertemuan dengan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Kabid Yankes) untuk mendapatkan gambaran kondisi layanan kesehatan pascabencana. Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, Tim Medis UMMAT diarahkan untuk mendukung pelayanan kesehatan di RS Pertamina Aceh Tamiang sebagai pusat rujukan layanan kesehatan di wilayah terdampak.
Sebagai bentuk penguatan sinergi kemanusiaan, Tim Medis UMMAT juga melakukan koordinasi dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Aceh Tamiang di Masjid At-Taqwa. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat komunikasi, pembagian peran relawan, serta optimalisasi pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan koordinasi dan peninjauan langsung ke RS Pertamina Rantau Aceh Tamiang. Dalam pertemuan bersama manajemen dan Direktur RS, dibahas rencana operasional posko kesehatan pascabencana, pembagian tim menjadi tiga unit layanan yaitu tim layanan rumah sakit, tim posko kesehatan, dan tim klinik mobile. Pada kesempatan tersebut, Tim Medis UMMAT juga menyerahkan bantuan logistik dan obat-obatan untuk mendukung pelayanan kesehatan di posko dan klinik mobile.
Ketua Tim Medis UMMAT, Dr. dr. Fauzy Ma’aruf, Sp.Rad(K), M.Kes, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan langkah awal dalam pemulihan layanan kesehatan di Aceh Tamiang. “Tim Medis Universitas Muhammadiyah Mataram memberikan bantuan obat-obatan untuk RS Pertamina IHC Tamiang. Operasional rumah sakit saat ini belum berjalan secara optimal akibat dampak banjir. Oleh karena itu, FK dan FIK UMMAT menginisiasi layanan kesehatan awal dan telah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit. Kami berharap kehadiran tim ini dapat memberikan manfaat nyata dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terdampak,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur RS Pertamina Aceh Tamiang mengapresiasi kontribusi Tim Medis UMMAT dalam mendukung pemulihan layanan kesehatan pascabencana banjir. “Kami menyampaikan terima kasih kepada Universitas Muhammadiyah Mataram atas bantuan obat-obatan dan dukungan tenaga medis yang diberikan. Bantuan ini sangat berarti sebagai langkah awal pemulihan operasional rumah sakit. Semoga RS Pertamina Aceh Tamiang dapat segera pulih dan kembali memberikan layanan kesehatan secara normal kepada masyarakat,” ungkapnya. (HUMAS UMMAT)
Mataram, Dalam upaya memperluas wawasan akademik sekaligus meningkatkan kesiapan sivitas akademika menghadapi tantangan global di era Industri 4.0, Fakultas Pertanian (FAPERTA) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) berkolaborasi dengan Fakultas Teknik (FATEK) Institut Teknologi Lombok (ITL) selenggarakan Kuliah Internasional bertajuk “Industrial Automation as a Driver of Efficiency, Productivity, and Industry 4.0 Transformation”, Selasa (23/12/2025).
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini diikuti oleh sekitar 80 peserta, yang terdiri atas dosen, mahasiswa lintas program studi, serta masyarakat umum yang memiliki ketertarikan pada isu teknologi, otomasi, dan transformasi industri.
Syirril Ihromi, SP., MP., selaku Dekan FAPERTA UMMAT menegaskan bahwa konsep otomasi industri dan transformasi Industri 4.0 tidak hanya relevan bagi sektor manufaktur, tetapi juga memiliki peran strategis dalam pengembangan pertanian modern dan berkelanjutan.
Ia menjelaskan bahwa penerapan teknologi otomasi, sistem cerdas, dan digitalisasi di sektor pertanian mampu meningkatkan efisiensi produksi, mengoptimalkan pengelolaan sumber daya, serta mempercepat modernisasi sistem pertanian. “Kolaborasi lintas disiplin antara bidang teknik dan pertanian menjadi kunci penting dalam menjawab tantangan ketahanan pangan dan pembangunan pertanian di masa depan,” ungkapnya.
Murdiah, S.Si., M.Si., selaku Dekan FATEK ITL, menegaskan bahwa perkembangan teknologi otomasi dan digitalisasi industri merupakan sebuah keniscayaan yang harus direspons secara serius oleh perguruan tinggi, khususnya fakultas teknik.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik dan teknis, tetapi juga adaptif terhadap perubahan teknologi yang berlangsung sangat cepat. “Melalui kegiatan akademik berskala internasional seperti ini, mahasiswa dan dosen dapat memperoleh perspektif global serta memahami praktik terbaik penerapan otomasi industri di berbagai negara,” ujarnya.
Lebih lanjut, Murdiah menekankan bahwa kuliah internasional ini diharapkan mampu menjadi ruang diskusi kritis, memperkuat jejaring kerja sama antarinstitusi, serta mendorong lahirnya inovasi dan kolaborasi penelitian di bidang otomasi industri dan teknologi terapan.
Sebagai narasumber utama, kuliah internasional ini menghadirkan Assoc. Prof. Ir. Ts. Gs. Mohamad Farid Bin Misnan dari Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia. Dalam keynote speech-nya, ia menguraikan secara komprehensif peran otomasi industri sebagai pendorong utama peningkatan efisiensi, produktivitas, serta kualitas proses produksi di era Industri 4.0.
Ia juga menyoroti pentingnya integrasi teknologi digital, sistem kontrol cerdas, Internet of Things (IoT), serta analisis data sebagai fondasi utama transformasi industri yang berkelanjutan dan berdaya saing global. Menurutnya, kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor kunci dalam keberhasilan implementasi otomasi industri di berbagai sektor. (HUMAS UMMAT)
Jakarta, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional dengan meraih Peringkat Bronze Winner dalam ajang Anugerah Dikti Saintek 2025, yang berlangsung di Jakarta pada 19 Desember 2025. Penghargaan tersebut diraih pada kategori Institusi dengan Peningkatan Kinerja Terbaik Periode 2022–2024 (SINTA Award).
Pada ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tersebut, UMMAT dinilai berhasil menunjukkan akselerasi kinerja institusi secara signifikan, khususnya dalam peningkatan skor Science and Technology Index (SINTA). Penghargaan ini diberikan pada subkategori Akselerasi Institusi Perguruan Tinggi Akademika Klaster Utama dengan Peningkatan Skor SINTA Tertinggi Periode Tahun 2022.
Capaian ini menjadi bukti nyata komitmen UMMAT dalam memperkuat budaya riset dan publikasi ilmiah, meningkatkan kualitas dosen dan peneliti, serta mendorong kolaborasi akademik di tingkat nasional maupun internasional. Berbagai program strategis, seperti pendampingan publikasi bereputasi, penguatan jurnal ilmiah, serta optimalisasi kinerja penelitian dosen, menjadi faktor penting dalam pencapaian tersebut.
Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, MA., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penghargaan yang diraih. Menurutnya, prestasi ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika UMMAT.
“Alhamdulillah, penghargaan Bronze Winner pada Anugerah Dikti Saintek 2025 ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan mutu catur darma perguruan tinggi muhammadiyah, khususnya dalam bidang penelitian dan publikasi ilmiah. Ini adalah hasil dari kerja keras dan dedikasi seluruh sivitas akademika UMMAT,” ungkapnya.
Lebih lanjut, UMMAT berkomitmen menjadikan capaian ini sebagai pemacu untuk terus berinovasi, meningkatkan daya saing institusi, serta berkontribusi aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berdampak bagi masyarakat.
Anugerah Dikti Saintek merupakan agenda nasional yang memberikan apresiasi kepada perguruan tinggi dan insan akademik yang memiliki kinerja unggul dalam bidang pendidikan tinggi, riset, dan inovasi. Raihan Bronze Winner ini semakin mengukuhkan posisi Universitas Muhammadiyah Mataram sebagai perguruan tinggi yang progresif dan berorientasi pada mutu serta dampak berkelanjutan. (HUMAS UMMAT)
Mataram, Program Studi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL), Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) resmi meraih Akreditasi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Capaian prestisius ini ditetapkan melalui Surat Keterangan BAN-PT Nomor 8641/BAN-PT/Ak/S/XII/2025, sekaligus menegaskan kualitas dan daya saing Prodi Ilmu Pemerintahan di tingkat nasional.
Kaprodi Ilmu Pemerintahan FISIPOL UMMAT, Yudhi Lestanata, M.IP., menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan meraih akreditasi Unggul merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika.
“Kami bersyukur atas capaian Akreditasi Unggul ini. Capaian ini merupakan bukti nyata komitmen dan dedikasi seluruh civitas akademika dalam meningkatkan mutu pendidikan, tata kelola program studi, serta kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Yudhi menekankan bahwa akreditasi Unggul bukan semata capaian satu pihak, melainkan buah dari sinergi berbagai elemen institusi.
“Akreditasi Unggul ini tidak hanya menjadi capaian Program Studi Ilmu Pemerintahan semata, tetapi merupakan hasil dari kebersamaan, saling mengisi, dan dukungan berbagai pihak yang bahu-membahu dalam proses akreditasi. Semoga capaian ini menjadi motivasi untuk terus berinovasi, berprestasi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi dunia akademik serta pembangunan bangsa,” tambahnya.
Apresiasi dan rasa bangga juga disampaikan oleh Dekan FISIPOL UMMAT, Dr. Iwan Tanjung Sutarna, S.IP., MPA. Ia menyebut capaian tersebut sebagai tonggak penting dalam penguatan mutu kelembagaan di lingkungan FISIP UMMAT.
“Selamat atas capaian Akreditasi Unggul Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIPOL UMMAT. Semoga program studi ini terus menjadi pusat keunggulan, melahirkan mahasiswa yang berdaya saing dan berintegritas,” ungkapnya.
Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil dari semangat kolektif dan dukungan seluruh pihak yang terlibat.
“Sebagai Dekan, mewakili civitas akademika FISIPOL UMMAT, saya merasa sangat bangga. Alhamdulillah, akreditasi Unggul dapat diraih berkat semangat kebersamaan serta kontribusi semua pihak yang terlibat dalam proses akreditasi,” jelasnya.
Dengan raihan akreditasi Unggul ini, Prodi Ilmu Pemerintahan FISIPOL UMMAT semakin memperkuat posisinya sebagai program studi unggulan yang konsisten mengembangkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat berbasis nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, sekaligus responsif terhadap tantangan tata kelola pemerintahan dan pembangunan nasional. (HUMAS UMMAT)