FATEK GELAR SEMINAR NASIONAL, REKTOR HARAP DAPAT MENGHADIRKAN MASUKAN BAGI PEMBANGUNAN DAERAH


Mataram – Program Studi Teknil Sipil Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menggelar Seminar Nasional Teknik Sipil dengan tema “Infrastuktur Berkelanjutan di Daerah Rawan Bencana”. Kegiatan dibuka pada Rabu, 15/9/2021 di Hotel Aston Inn Mataram dan dihadiri oleh Rektor UMMAT, Kepala Bidang SDA PUPR NTB, Anggota Dewan BNPB, Kepala Bidang Jasa Konstruksi PUPR NTB, Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Tim Leader PT Bina Karya Persero dan Dekan Fakultas Teknik UMMAT.

Seminar ini dibagi menjadi lima subtema yaitu Pengembangan Mitigasi  Bencana, Pengelolaan Sumber Daya Air Berkelanjutan, Infrastuktur Teknik Berkelanjutan, Infrastuktur Transportasi Berkelanjutan, Dan Rekayasa Konstruksi Tahan Gempa. Akan ada 34 pemasalah dan empat narasumber utama yang sudah kompeten di bidangnya dan akan mengisi materi adalah dari penentu kebijakan yaitu Pemerintah Provinsi NTB, Dewan Pengarah BNPB, Ilmuwan dan Peneliti UMY dan dari Perusahaan Konsultasn Bina Karya Mandiri.

Titik Wahyuningsih, ST., MT selaku ketua panitia menyampaikan bahwa tujuan diadakannya seminar nasional ini adalah untuk mengumpulkan informasi dari berbagai pihak berkenaan dengan kondisi yang ada pada daerah-daerah rawan bencana. Selain itu, seminar ini juga sebagai bertujuan untuk memfasilitasi pertukaran informasi dan pengetahuan tentang pembangunan berkelanjutan di daerah-daerah rawan bencana.

“Diharapkan seminar ini dapat menjadi forum pertemuan para ilmuwan, peneliti, penentu kebijakan, pelaku usaha dan industri agar bisa saling berkolaborasi dan bekerjasama untuk mengatasi permasalahan pembangunan berkelanjutan yang ada pada daerah rawan bencana,” ujarnya.

Rektor UMMAT Dr. Arsyad Abd Gani, M.Pd. dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya kepada Fakulas Teknik yang berhasil menyelenggarakan seminar nasional tersebut terlebih dengan tema yang sangat relevan terhadap keadaan Indonesia yang memang sering dilanda berbagai bencana alam. Ia mengatakan bahwa terkadang rencana pembangunan tidak sesuai dengan ekosistem yang dimiliki.

“Semoga dari seminar ini hadir pokok-pokok pemikiran yang bisa menjadi masukan kepada pemerintah agar tidak terjadi ketimpangan dalam pelaksanaan pembangunan di daerah kita,” imbuhnya. (HUMAS UMMAT)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *