
Mahasiswa KKN UMMAT Kelompok 50 berfoto bersama perwakilan kelompok tani seusai memperkenalkan dan mempraktikkan alat penabur pupuk berbasis teknologi tepat guna di lahan pertanian Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur.
LOMBOK TIMUR – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) Kelompok 50 menghadirkan inovasi teknologi tepat guna berupa alat penabur pupuk bagi para petani di Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur pada Rabu (5/8/2026).
Program tersebut menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam membantu masyarakat meningkatkan efisiensi proses pemupukan sekaligus mendorong produktivitas sektor pertanian di wilayah setempat.
Kegiatan dilaksanakan bersama kelompok tani dan masyarakat Desa Lendang Nangka Utara. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperkenalkan alat penabur pupuk yang dirancang dengan prinsip sederhana, praktis, mudah digunakan, dan dapat disesuaikan dengan kondisi lahan pertanian masyarakat.
Selama ini, sebagian petani masih melakukan proses pemupukan secara manual. Metode tersebut membutuhkan tenaga cukup besar dan waktu yang relatif lama. Selain itu, penaburan pupuk secara manual berpotensi menghasilkan sebaran yang kurang merata sehingga efektivitas pemupukan tanaman menjadi kurang optimal.
Melalui penggunaan alat penabur pupuk berbasis teknologi tepat guna, proses pemupukan dapat dilakukan dengan lebih cepat, ringan, dan efisien. Alat tersebut juga membantu petani menghasilkan sebaran pupuk yang lebih merata pada tanaman.
Sebaran pupuk yang merata diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penyerapan unsur hara oleh tanaman. Penggunaan alat tersebut juga berpotensi menghemat pemakaian pupuk, mengurangi beban kerja petani, serta mendukung peningkatan hasil produksi pertanian.
Ketua KKN UMMAT Kelompok 50, Al Furkan, mengatakan bahwa inovasi tersebut dikembangkan berdasarkan kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi para petani di Desa Lendang Nangka Utara.
“Penerapan teknologi tepat guna ini kami harapkan dapat menjadi solusi bagi petani. Walaupun proses pembuatannya sederhana, alat ini mampu membantu mengatasi kendala pemupukan yang selama ini membutuhkan banyak tenaga dan waktu,” ujarnya.
Ia berharap alat penabur pupuk tersebut dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan secara berkelanjutan oleh kelompok tani setelah pelaksanaan program KKN berakhir.
“Kami berharap alat penabur pupuk ini dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan mendukung kesejahteraan petani di Desa Lendang Nangka Utara,” tambahnya.
Selain memperkenalkan bentuk dan fungsi alat, mahasiswa KKN UMMAT juga memberikan penjelasan mengenai tata cara penggunaan serta perawatannya. Para petani kemudian mengikuti praktik langsung di lahan pertanian agar dapat memahami dan mengoperasikan alat tersebut secara mandiri.
Kegiatan berlangsung interaktif dan mendapatkan respons positif dari masyarakat. Antusiasme para peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan serta diskusi mengenai pemanfaatan teknologi sederhana untuk mempermudah kegiatan bercocok tanam.

Mahasiswa KKN UMMAT Kelompok 50 bersama petani mempraktikkan penggunaan alat penabur pupuk berbasis teknologi tepat guna pada lahan pertanian di Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur.
Salah seorang perwakilan kelompok tani, Nasuhi, mengapresiasi inovasi yang diperkenalkan mahasiswa KKN UMMAT. Menurutnya, alat tersebut dapat membantu meringankan pekerjaan petani, terutama dalam proses pemupukan.
“Alat ini sangat membantu karena pekerjaan pemupukan menjadi lebih ringan dan cepat. Kami berharap inovasi seperti ini terus dikembangkan agar petani semakin mudah dalam mengelola lahan dan hasil panen dapat meningkat,” tuturnya.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UMMAT tidak hanya memperkenalkan inovasi teknologi, tetapi juga mendorong tumbuhnya budaya pertanian yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.
Sinergi antara mahasiswa, kelompok tani, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat penerapan teknologi tepat guna dalam sektor pertanian. Kolaborasi tersebut juga menjadi bagian penting dalam mengembangkan potensi desa berdasarkan kebutuhan dan sumber daya yang tersedia.
Baca Juga: Olah Sampah Jadi Kompos dan Kerajinan, KKN UMMAT Kelompok 46 Edukasi Warga Desa Tanak Beak
Program alat penabur pupuk ini membuktikan bahwa inovasi sederhana yang lahir dari kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat memberikan manfaat nyata bagi pembangunan desa.
Dengan penerapan teknologi tepat guna tersebut, produktivitas pertanian di Desa Lendang Nangka Utara diharapkan terus meningkat serta mampu mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan petani pada masa mendatang. (HUMAS UMMAT)