Fakultas Pertanian UMMAT Gaungkan Inovasi Pangan Fungsional: Teratai Bukan Sekadar Hiasan, tapi Sumber Kesehatan

Fakultas Pertanian UMMAT Gaungkan Inovasi Pangan Fungsional: Teratai Bukan Sekadar Hiasan, tapi Sumber Kesehatan

Mataram, Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali menunjukkan kiprahnya sebagai salah satu fakultas yang aktif mendorong riset dan inovasi di bidang pangan fungsional. Melalui Program Studi Teknologi Hasil Pertanian (THP), fakultas ini sukses menggelar Kuliah Pakar bertajuk “Potensi Tanaman Teratai sebagai Minuman Fungsional”, dengan menghadirkan narasumber ahli nasional Dr. Rita Khairina dari Universitas Lambung Mangkurat, Kalimantan Selatan, pada 5 November 2025 bertempat di Aula Lt.3 Rektorat.

Dekan Faperta UMMAT, Bapak Syirril Ihromi, S.P., M.P., menegaskan pentingnya kegiatan ilmiah sebagai bagian dari pembelajaran berbasis riset di lingkungan fakultas. “Kuliah pakar ini bukan sekadar agenda akademik, tetapi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari pakar, menggali ide, dan melihat bagaimana ilmu pengetahuan dapat diterapkan untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Dekan Syirril Ihromi dalam sambutannya.

Dalam pemaparannya, Dr. Rita Khairina menjelaskan bahwa tanaman teratai (Nymphaea sp.), yang selama ini dikenal hanya sebagai tanaman hias perairan, ternyata memiliki potensi besar di bidang pangan fungsional. Kandungan flavonoid, polifenol, dan antioksidan alami yang terdapat pada biji dan daun teratai mampu mendukung kesehatan jantung, menurunkan kadar kolesterol, serta meningkatkan daya tahan tubuh.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya penerapan teknologi pengolahan minimal dan stabilisasi senyawa bioaktif agar kandungan alami teratai tetap terjaga selama proses produksi minuman fungsional.

Sementara itu, Kepala Program Studi Teknologi Hasil Pertanian (THP), Bapak Adi Saputrayadi, S.P., M.Si., menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari implementasi visi Prodi THP untuk melahirkan lulusan yang inovatif dan berjiwa peneliti. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya berpikir sebagai pengolah pangan, tetapi juga sebagai inovator yang mampu menciptakan produk fungsional berbasis potensi lokal seperti teratai, jagung, maupun rumput laut,” ungkap Adi Saputrayadi.

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Mahasiswa terlihat antusias mengajukan berbagai pertanyaan seputar proses ekstraksi senyawa bioaktif, formulasi minuman herbal, hingga peluang pengembangan produk fungsional skala industri. Dr. Rita juga memberikan apresiasi terhadap semangat dan rasa ingin tahu mahasiswa UMMAT yang dinilainya memiliki “sense of innovation” tinggi terhadap isu pangan sehat dan keberlanjutan.

Menutup kegiatan, pihak Prodi THP UMMAT menyampaikan apresiasi dan membuka peluang kerja sama riset dengan Universitas Lambung Mangkurat, khususnya dalam pengembangan pangan fungsional dan minuman herbal berbasis bahan lokal.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Fakultas Pertanian UMMAT dalam menggaungkan semangat inovasi, riset, dan kolaborasi lintas universitas, sekaligus memperkuat posisi UMMAT sebagai kampus yang berperan aktif dalam membangun ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat Indonesia. (HUMAS UMMAT)

Sinergi Mahasiswa Menuju Indonesia Emas 2045: UMMAT Jadi Tuan Rumah Silaturahmi Wilayah BEM PTMAI Zona 6 NTB–NTT

Sinergi Mahasiswa Menuju Indonesia Emas 2045: UMMAT Jadi Tuan Rumah Silaturahmi Wilayah BEM PTMAI Zona 6 NTB–NTT

Dokumentasi kegiatan pembukaan silaturahmi wilayah BEM PTMAI.

Mataram , Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menjadi tuan rumah kegiatan Silaturahmi Wilayah (Silatwil) Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Indonesia (BEM PTMAI) Zona 6 wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan yang mengusung tema “Menyongsong Gerakan BEM PTMAI Zona 6 dalam Menjawab Tantangan Indonesia Emas 2045” ini resmi dibuka pada Selasa, 21 Oktober 2025, di Auditorium H. Anwar Ikraman UMMAT.

Acara tersebut dihadiri oleh BEM PTMAI dari berbagai kampus di wilayah NTB dan NTT. Kehadiran para peserta ini menjadi bukti nyata semangat kolaborasi dan sinergi mahasiswa Muhammadiyah untuk memperkuat peran strategisnya sebagai agent of change dan agent of control menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Ketua Panitia, Muhammad Aditiar, menyampaikan bahwa Silatwil kali ini bukan sekadar ajang temu kader, tetapi juga momentum untuk memperkokoh arah gerakan mahasiswa Muhammadiyah di kawasan timur Indonesia. “Tema ini mengandung pesan penting tentang bagaimana mahasiswa Muhammadiyah harus siap menyongsong Indonesia Emas 2045. Kita harus berperan aktif dalam membangun bangsa, baik sebagai penggerak perubahan maupun pengawal nilai-nilai kebenaran,” ujarnya.

Aditiar menambahkan, kegiatan Silatwil Zona 6 akan berlangsung selama tiga hari, yakni 21–23 Oktober 2025, dengan berbagai rangkaian agenda strategi yang memperkuat sinergi gerakan mahasiswa Muhammadiyah di wilayah NTB dan NTT.

Presiden Mahasiswa UMMAT, Supriadin, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebatas pertemuan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat semangat perjuangan mahasiswa dalam menanamkan nilai-nilai Islam, kebangsaan, dan kemanusiaan. “Silatwil ini harus menjadi ruang aktualisasi gagasan mahasiswa Muhammadiyah untuk menjawab tantangan zaman. Indonesia Emas 2045 bukan hanya cita-cita, tetapi tanggung jawab moral generasi muda untuk mempersiapkan diri dengan kapasitas dan karakter unggul,” ungkapnya.

Di sisi lain, Koordinator Pengembangan dan Pemberdayaan BEM PTMA Indonesia menyoroti pentingnya Silatwil sebagai wadah pembentukan kesadaran bersama agar mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata di lingkungan masing-masing. “Zona 6 ini adalah potensi besar. NTB dan NTT memiliki karakter yang kuat, dan melalui forum seperti ini, kita bisa saling menguatkan serta membangun jejaring gerakan mahasiswa yang produktif dan solutif,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor III UMMAT, Dr. Erwin, M.Pd.,  menyampaikan apresiasi terhadap semangat dan dedikasi mahasiswa dalam menciptakan ruang-ruang intelektual yang membangun.

Dokumentasi Sambutan Wakil Rektor III UMMAT

“Universitas Muhammadiyah Mataram selalu mendukung kegiatan yang mendorong tumbuhnya kepemimpinan dan semangat persahabatan di kalangan mahasiswa.Semoga kegiatan ini melahirkan gagasan-gagasan strategi yang bermanfaat bagi umat dan bangsa,” tuturnya.

Kegiatan Silaturahmi Wilayah BEM PTMAI Zona 6 NTB–NTT diharapkan mampu memperkuat komitmen mahasiswa Muhammadiyah dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Dengan mengusung semangat “Kolaborasi, Inovasi, dan Transformasi,” Silatwil ini menjadi langkah nyata untuk membangun jaringan gerakan mahasiswa yang berdaya guna, berintegritas, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. (HUMAS UMMAT)

Peringati Milad ke-45, UMMAT Tekankan Kontribusi Nyata Bagi NTB dalam Bidang Pendidikan dan Sosial

Peringati Milad ke-45, UMMAT Tekankan Kontribusi Nyata Bagi NTB dalam Bidang Pendidikan dan Sosial

Mataram, 25 Juni 2025 Dalam rangka memperingati Milad ke-45, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) gelar seminar reflektif bertajuk “Kiprah UMMAT Mencerahkan dan Memajukan NTB”. Kegiatan ini menjadi ajang penting bagi sivitas akademika untuk menggali kembali sejarah perjuangan UMMAT serta memperkuat kolaborasi menuju masa depan NTB yang lebih berkemajuan.

Seminar ini menghadirkan tiga pembicara dengan latar belakang berbeda yang memperkaya sudut pandang. Hadir sebagai pembicara pertama, Dr. H. Arsyad Abd. Gani, M.Pd., tokoh Muhammadiyah NTB, yang menyampaikan pemaparan tentang “Tapak Tilas UMMAT dalam Mencerahkan dan Memajukan NTB”.  Beliau  mengajak peserta menelusuri kembali jejak panjang UMMAT sejak berdiri pada 25 Juni 1980 hingga 1989. Pada fase awal, UMMAT fokus pada pembentukan identitas kelembagaan serta penguatan basis pendidikan tinggi berbasis nilai-nilai Islam. Dengan hanya tiga fakultas dan enam program studi, UMMAT mulai menapaki jalan panjangnya dalam memberikan akses pendidikan bagi generasi muda NTB.

Seiring perjalanan waktu, UMMAT memasuki fase pertumbuhan pada kurun 1990 hingga 2010 dengan memperluas cakupan akademik serta memperkuat kapasitas kelembagaan secara berkelanjutan. Memasuki era modernisasi sejak 2010 hingga kini, UMMAT terus bertransformasi melalui digitalisasi sistem pembelajaran, penguatan kerja sama internasional, serta pengabdian masyarakat berbasis riset yang berdampak. Lebih dari sekadar mencetak lulusan, UMMAT menanamkan nilai-nilai keislaman yang mencerahkan, membentuk generasi mahasiswa yang tumbuh menjadi pendidik, akademisi, tokoh masyarakat, dan profesional yang aktif memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan bangsa.

Dalam sesi berikutnya, Drs. H. Muhammad Ardi Samsuri, Komisioner Baznas NTB, membawakan materi “Sinergi Baznas dan UMMAT dalam Mencerahkan dan Memajukan NTB”. Beliau memaparkan lima program unggulan Baznas NTB, yakni Baznas NTB Peduli, Baznas NTB Cerdas, Baznas NTB Makmur, Baznas NTB Sehat, dan Baznas NTB Taqwa. Kelima program tersebut dirancang untuk membentuk masyarakat yang kuat secara spiritual, cerdas secara intelektual, mandiri secara ekonomi, dan sehat secara jasmani.

Menurut Ardi, sinergi antara Baznas dan UMMAT merupakan bentuk nyata kolaborasi kelembagaan dalam membangun NTB. Perguruan tinggi, dalam pandangannya, bukan hanya tempat belajar, tetapi juga pusat pemberdayaan masyarakat yang memiliki daya jangkau luas melalui kegiatan KKN tematik, riset lokal yang berdampak, dan berbagai program pengabdian.

Sementara itu, Prof. Dr. H. Muhammad Saleh Ending, MA., Akademisi UIN Mataram, menutup sesi seminar dengan perspektif akademik tentang peran Muhammadiyah dalam membangun peradaban. Mengutip pandangan Robert W. Hefner, ia menyatakan bahwa Muhammadiyah adalah organisasi Islam paling terorganisir, tidak hanya membangun masjid, tetapi juga sekolah, rumah sakit, perguruan tinggi, panti asuhan, hingga pusat-pusat ekonomi. Mitsuona Nakamura bahkan mencatat bahwa Muhammadiyah telah menyentuh hati dunia dengan amal usahanya yang nyata, penuh keikhlasan dan kemaslahatan.

Seminar ini dipandu dengan cermat oleh Syamsul Hidayat Daud, ST., MT., Ph.D., dosen Fakultas Teknik UMMAT, yang berhasil menjaga alur diskusi tetap hidup, hangat, dan penuh inspirasi.

Dalam sambutannya, Rektor UMMAT Drs. Abdul Wahab, MA., menyampaikan bahwa momentum Milad ke-45 ini menjadi refleksi dan harapan besar bagi kampus untuk terus bertumbuh. Beliau menyampaikan optimisme bahwa tahun depan UMMAT akan memperoleh tambahan program studi unggul dan guru besar baru. Lebih lanjut, UMMAT tengah bersiap menyambut 14 mahasiswa asing dari empat negara, di antaranya empat mahasiswa non-Muslim (Nasrani), sebagai bentuk komitmen UMMAT terhadap keberagaman dan inklusivitas. “Semoga ke depan UMMAT makin berkembang dan maju, baik dalam skala nasional maupun internasional”, ujarnya.

Ketua Panitia Milad, Dr. H. Zaenuddin, M.Pd.I., turut menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh narasumber yang telah hadir dan berkontribusi dalam seminar reflektif Milad ke-45 UMMAT. Ia menyatakan bahwa kehadiran para tokoh inspiratif seperti Dr. H. Arsyad Abd. Gani, M.Pd., Drs. H. Muhammad Ardi Samsuri, dan Prof. Dr. H. Muhammad Saleh Ending, M.Ag., telah memberikan nilai tambah yang luar biasa bagi civitas akademika UMMAT dan seluruh peserta yang hadir.

Menurutnya, materi yang disampaikan bukan sekadar paparan akademik, tetapi juga suntikan semangat perjuangan, inspirasi, dan refleksi mendalam atas perjalanan panjang UMMAT selama 45 tahun dalam mencerahkan dan memajukan NTB. “Kami sangat berterima kasih atas kesediaan para narasumber berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pemikiran strategis. Kehadiran mereka memberi energi baru bagi UMMAT untuk terus berbenah dan berkembang menjadi kampus yang semakin unggul dan berkontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Dr. Zaenuddin juga menambahkan bahwa seminar ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Milad UMMAT ke-45 yang dikemas tidak hanya sebagai seremoni, tetapi sebagai ruang refleksi dan kolaborasi. Ia berharap diskusi yang lahir dari kegiatan ini bisa menjadi inspirasi dalam menyusun langkah-langkah strategis UMMAT ke depan, baik dalam konteks peningkatan mutu akademik, penguatan nilai-nilai keislaman, maupun kontribusi sosial terhadap pembangunan NTB secara keseluruhan. (HUMAS UMMAT)

HMTA UMMAT RAYAKAN 5 TAHUN PERJALANAN DENGAN SEMANGAT SOLIDARITAS DAN KOMPETISI

HMTA UMMAT RAYAKAN 5 TAHUN PERJALANAN DENGAN SEMANGAT SOLIDARITAS DAN KOMPETISI

Mataram, Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan (HMTA) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) sukses menggelar perayaan Milad Ke-5 dengan rangkaian kegiatan yang penuh semangat dan kebersamaan. Acara ini menjadi momentum penting bagi seluruh anggota HMTA UMMAT untuk merefleksikan perjalanan lima tahun terakhir sekaligus mempererat solidaritas di antara mahasiswa Teknik Pertambangan maupun mahasiswa dari program studi lain di UMMAT.

Ketua Panitia Milad HMTA UMMAT Ke-5, Syafri Rahman, menyampaikan bahwa acara milad kali ini menghadirkan berbagai lomba menarik, mulai dari olahraga hingga permainan tradisional. Kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk memeriahkan suasana tetapi juga sebagai sarana membangun kebersamaan dan kompetisi sehat di kalangan mahasiswa.

“Perlombaan yang kami adakan mencakup beberapa kategori, di antaranya voli, futsal, cerdas cermat, dan fun games seperti balap karung, tarik tambang, oper tepung, dan kait helm. Selain itu, kami juga telah menggelar kuliah tamu sebagai puncak,” jelasnya.

Rincian perlombaan meliputi: Lomba Voli: Dibuka untuk seluruh mahasiswa aktif di UMMAT dari berbagai program studi. Pertandingan ini berlangsung seru di lapangan UMMAT, dengan dukungan antusias dari para penonton; Lomba Futsal: Khusus diikuti oleh mahasiswa aktif Program Studi Teknik Pertambangan berdasarkan angkatan. Pertandingan ini menjadi ajang pembuktian kekompakan antarangkatan; Lomba Cerdas Cermat (LCC): Setiap angkatan Teknik Pertambangan mengirimkan dua tim, masing-masing terdiri dari tiga orang. Materi cerdas cermat dirancang untuk menguji wawasan akademik dan pengetahuan umum mahasiswa; Fun Games HMTA: Permainan tradisional seperti balap karung, tarik tambang, oper tepung, dan kait helm menciptakan suasana meriah sekaligus menghidupkan kembali semangat kebersamaan khas Indonesia.

Perayaan Milad ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga wadah refleksi dan penguatan komitmen bersama. Syafri Rahman menambahkan bahwa kegiatan ini mengusung semangat solidaritas, kekompakan, dan totalitas dari seluruh anggota HMTA UMMAT.

“Harapannya, seluruh mahasiswa Teknik Pertambangan dapat terus menjaga silaturahmi, tidak hanya di internal himpunan, tetapi juga dengan himpunan mahasiswa lain di UMMAT. Kami ingin menumbuhkan rasa kebersamaan yang lebih solid, royal, dan totalitas dalam berkegiatan,” ungkap Syafri.

Dekan Fakultas Teknik UMMAT, Dr. H. Aji Syailendra Ubaidillah, ST., M.Sc., juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Milad Ke-5 HMTA UMMAT. “Perayaan ini menunjukkan kekompakan dan semangat mahasiswa Teknik Pertambangan dalam memajukan himpunan. Kami berharap HMTA dapat terus menjadi wadah pelatihan bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi, menjunjung nilai-nilai profesionalisme, serta berkontribusi dalam memajukan Teknik dan Universitas Muhammadiyah Mataram,” tuturnya.

Beliau juga berharap bahwa melalui kegiatan seperti ini, Fakultas Teknik dapat terus melahirkan generasi unggul yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. “Kami mendukung penuh setiap kegiatan yang positif dan berharap HMTA UMMAT dapat terus berkembang serta menjadi inspirasi bagi himpunan lainnya,” tambahnya.

Partisipasi aktif dari mahasiswa Teknik Pertambangan dan dukungan dari civitas akademika UMMAT menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan masih sangat kuat. Perayaan Milad Ke-5 ini tidak hanya menjadi momen penting untuk HMTA, tetapi juga menunjukkan kontribusi positif Teknik Pertambangan UMMAT dalam membangun lingkungan akademik yang solid dan kompetitif.

Melalui perayaan ini, HMTA UMMAT berkomitmen untuk terus berkontribusi terhadap pengembangan kampus dan mempersiapkan generasi mahasiswa Teknik Pertambangan yang unggul di masa depan. Dengan semangat solidaritas, harapan besar disematkan untuk perjalanan HMTA UMMAT di tahun-tahun mendatang (HUMAS UMMAT).

HMTA UMMAT RAYAKAN 5 TAHUN PERJALANAN DENGAN SEMANGAT SOLIDARITAS DAN KOMPETISI

SEMARAK MILAD 112 MUHAMMADIYAH, REFLEKSI SEABAD LEBIH KIPRAH DAN KONTRIBUSI UNTUK BANGSA

Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) gelar Milad Muhammadiyah ke-112 dengan rangkaian kegiatan penuh semangat dan makna (27/11). Perayaan ini menjadi momentum refleksi atas kiprah Muhammadiyah selama lebih dari satu abad dalam membangun bangsa dan berkontribusi bagi umat, sesuai dengan tema “Hadirkan Kemakmuran untuk Semua”, Auditorium H. Anwar Ikraman UMMAT (02/12).

Acara ini tidak hanya dihadiri oleh jajaran pengurus Muhammadiyah dari tingkat ranting hingga pusat, tetapi juga berbagai tokoh penting di NTB, di antaranya Asisten 3 Setda Provinsi NTB, H. Wirawan, yang mewakili Pj. Gubernur NTB, serta Dr. Arif Jamali Muiz, Staf Khusus Wakil Menteri Dikdasmen. Kehadiran para tamu ini semakin memperkuat pesan penting dari perayaan Milad Muhammadiyah sebagai gerakan yang berperan besar dalam memajukan bangsa.

Milad 112 Muhammadiyah diisi dengan berbagai kegiatan menarik dan penuh inspiratif yang menggugah semangat kebersamaan dan keberlanjutan, diantaranya Jalan Sehat : Kegiatan ini menjadi pembuka yang meriah dengan ratusan peserta dari berbagai kalangan, membawa semangat kebersamaan dan pola hidup sehat; Persembahan Tapak Suci oleh Siswa MBS UMMAT : Atraksi bela diri yang memukau ini menunjukkan nilai disiplin dan keberanian sebagai bagian dari pendidikan Muhammadiyah; Musikalisasi Puisi Hizbul Wathan (HW): Penampilan penuh kreativitas ini menyampaikan nilai-nilai perjuangan dan cinta tanah air dengan seni yang memikat; Pengukuhan Korps Muballigh Muhammadiyah NTB: Langkah strategis untuk memperkuat dakwah dan menyebarkan nilai-nilai Islam yang berkemajuan di tengah masyarakat; Pemberian Penghargaan untuk Siswa Berprestasi: Penghargaan ini diberikan kepada siswa Madrasah Bertaraf Internasional Muhammadiyah Boarding School (MBS) UMMAT sebagai bentuk apresiasi dan motivasi untuk terus berprestasi serta Resepsi Akbar : Acara penutup ini menghadirkan momen kebersamaan bagi seluruh peserta yang hadir, sekaligus refleksi atas kontribusi Muhammadiyah bagi bangsa.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah NTB, Dr. TGH. Falahuddin, M.Ag., menegaskan bahwa Milad ke-112 ini adalah wujud syukur sekaligus pengingat akan tanggung jawab besar Muhammadiyah untuk terus berkontribusi. “Muhammadiyah bukan hanya organisasi, tetapi sebuah gerakan yang berkomitmen menghadirkan perubahan dan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Asisten 3 Setda Provinsi NTB, H. Wirawan, yang mewakili Pj. Gubernur NTB, memberikan apresiasi khusus terhadap peran Muhammadiyah. “Muhammadiyah telah menjadi bagian penting dalam perjalanan bangsa ini. Dari fase awal perjuangan kemerdekaan hingga kini, Muhammadiyah selalu hadir dengan kontribusi nyata melalui pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Wakil Majelis Hubungan Luar Negeri PP Muhammadiyah, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, M.Hub.Int., menyoroti peran Muhammadiyah di kancah global. Beliau menegaskan bahwa Muhammadiyah tidak hanya aktif di ranah nasional, tetapi juga memiliki kontribusi nyata di tingkat internasional.

“Muhammadiyah telah membuktikan diri sebagai organisasi yang mampu membawa nilai-nilai Islam berkemajuan ke pentas dunia. Melalui pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat, Muhammadiyah memberikan solusi terhadap berbagai tantangan global. Semangat ini menjadi modal besar untuk terus menginspirasi dan mendukung terciptanya kemakmuran yang berkeadilan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri,” ujarnya.

Beliau juga menekankan pentingnya penguatan kolaborasi internasional Muhammadiyah dalam menjawab tantangan globalisasi. “Di era yang semakin terhubung, Muhammadiyah memiliki peluang besar untuk berkontribusi dalam isu-isu global seperti perdamaian, pendidikan lintas budaya, dan pembangunan berkelanjutan. Inilah saatnya kita memperluas cakrawala dakwah dan kerja sama, sehingga Muhammadiyah dapat menjadi inspirasi global,” tambahnya.

Dalam sesi pengajian kebangsaan, Dr. Arif Jamali Muiz, Staf Khusus Wakil Menteri Dikdasmen, memberikan perspektif tentang pentingnya pendidikan Muhammadiyah dalam membangun karakter bangsa. “Melalui amal usahanya, Muhammadiyah membuktikan bahwa pendidikan tidak hanya soal transfer ilmu, tetapi juga pembangunan moral dan karakter bangsa yang kuat,” tegasnya.

Perjalanan panjang Muhammadiyah selama 112 tahun menjadi bukti nyata bagaimana gerakan ini mampu bertahan dan terus relevan dalam menghadapi tantangan zaman. Milad ini menjadi ajang refleksi untuk memperkuat visi Muhammadiyah dalam menghadirkan kemakmuran bagi semua, sebagaimana tercermin dalam tema perayaan tahun ini.

Sebagai bagian dari amal usaha Muhammadiyah, UMMAT terus berkomitmen untuk mencetak generasi unggul yang tidak hanya berprestasi di bidang akademik tetapi juga memiliki kepedulian sosial tinggi. “UMMAT adalah representasi dari semangat Muhammadiyah untuk terus memajukan pendidikan sebagai modal utama membangun bangsa,” ujar Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, MA.

Milad Muhammadiyah ke-112 ini menjadi pengingat bahwa perjuangan untuk memajukan bangsa dan menghadirkan kemakmuran bukan hanya tugas masa lalu, tetapi juga tanggung jawab generasi sekarang dan mendatang. Muhammadiyah terus berkomitmen menjadi pelopor, pelangsung, dan penyempurna perjuangan bangsa menuju kemakmuran yang hakiki untuk semua (HUMAS UMMAT).

HMTA UMMAT RAYAKAN 5 TAHUN PERJALANAN DENGAN SEMANGAT SOLIDARITAS DAN KOMPETISI

BANGKITKAN NILAI NASIONALISME   MAHASISWA, PRODI SEJARAH PERINGATI HARI PAHLAWAN GELAR KEGIATAN INSPIRATIF

Mataram , Dalam rangka menyambut dan memperingati Hari Pahlawan tahun ini, dosen dan seluruh mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), yang dipelopori oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Sejarah, mengadakan serangkaian kegiatan yang bermanfaat. Kegiatan tersebut diawali dengan Bakti Sosial di Pantai Cemare pada Minggu, 10 November 2024, dan dilanjutkan dengan Ziarah ke Taman Makam Pahlawan Majeluk pada Rabu, 13 November 2024.

Mengusung tema “Gerakan Bersih-Bersih Pantai Cemare”, kegiatan bakti sosial di Desa Lembar Selatan, Kecamatan Lembar, Lombok Barat melibatkan partisipasi aktif dari dosen, mahasiswa, serta masyarakat setempat. Acara ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat gotong-royong, menjaga kelestarian lingkungan, serta memperkuat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat. Selama kegiatan tersebut, peserta membersihkan area pantai dari sampah plastik dan material lain yang merusak ekosistem. Kegiatan ini diakhiri dengan sesi edukasi singkat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan demi keberlanjutan sumber daya alam.

Kaprodi Pendidikan Sejarah FKIP UMMAT, Ilmiawan, M.Pd., menyatakan bahwa momentum Hari Pahlawan menjadi momen refleksi penting bagi seluruh elemen kampus, khususnya bagi mahasiswa Sejarah. “Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, kami di Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP UMMAT bekerja sama dengan Dinas Sosial Provinsi NTB, melaksanakan berbagai kegiatan. Salah satunya adalah bakti sosial yang dilaksanakan di Pantai Cemare dan dilanjutkan dengan kegiatan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Majeluk, di mana kami mengadakan upacara tabur bunga dan musikalisasi puisi bertema kepahlawanan,” ujarnya.

Ilmiawan menekankan pentingnya kegiatan ini bagi mahasiswa Pendidikan Sejarah. “Sebagai bagian dari disiplin ilmu sejarah, kami berharap mahasiswa dapat memetik pembelajaran dari peringatan Hari Pahlawan ini. Kami ingin membangkitkan kesadaran mahasiswa terhadap peninggalan sejarah dan membangun kedekatan emosional dengan perjuangan para pahlawan yang rela berkorban demi kemerdekaan bangsa,” harapnya.

Kegiatan ziarah di Taman Makam Pahlawan Majeluk diwarnai dengan upacara khidmat yang diikuti oleh para dosen dan mahasiswa. Selain tabur bunga, acara juga mencakup pembacaan puisi bertema pahlawan yang menggugah rasa nasionalisme dan musikalisasi puisi yang disajikan oleh perwakilan mahasiswa. Momen ini menciptakan suasana haru dan refleksi mendalam, mengingatkan semua peserta akan pentingnya menghormati jasa-jasa pahlawan yang telah gugur demi bangsa dan negara.

Ketua HMPS Sejarah, Nurul Aini, juga menyampaikan harapannya setelah kegiatan ziarah dan tabur bunga. “Saya berharap momen ini dapat meningkatkan rasa cinta tanah air dan penghargaan terhadap perjuangan para pahlawan di kalangan mahasiswa. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mengenang jasa-jasa mereka, tetapi juga memperdalam pemahaman sejarah, menumbuhkan semangat nasionalisme, serta mendorong mahasiswa untuk menerapkan nilai-nilai perjuangan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, saya berharap kegiatan ini dapat mempererat solidaritas antarmahasiswa dan memotivasi mereka untuk berkontribusi positif bagi bangsa, menjaga semangat kepahlawanan, serta berperan aktif dalam pembangunan negara,” jelasnya.

Melalui serangkaian kegiatan ini, Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP UMMAT berharap dapat menanamkan nilai-nilai kepahlawanan dan semangat kebangsaan yang lebih kuat di kalangan mahasiswa, agar mereka terus menghargai dan melestarikan warisan sejarah bangsa. Di samping itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat rasa kebersamaan, memperdalam pemahaman sejarah, dan mendorong mahasiswa untuk menjadi agen perubahan positif di masyarakat (HUMAS UMMAT).