UMMAT Resmi Buka MAPETA 2025, Sambut 1.985 Mahasiswa Baru dengan Meriah dan Penuh Semangat Kebersamaan

UMMAT Resmi Buka MAPETA 2025, Sambut 1.985 Mahasiswa Baru dengan Meriah dan Penuh Semangat Kebersamaan

Mataram , Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali menggelar agenda tahunan terbesar bagi mahasiswa baru, yakni Masa Ta’aruf (MASTA) dan Pekan Ta’aruf (PETA) atau MAPETA 2025, yang resmi dibuka pada Senin, 1 September 2025, di Lapangan utama UMMAT. Acara yang mengusung tema “Mewujudkan Mahasiswa yang Produktif, Kompetitif, Unggul, dan Berdampak” ini menjadi pintu gerbang awal bagi 1.985 mahasiswa baru Tahun Akademik 2025/2026 dalam memulai perjalanan akademik mereka.

Suasana pembukaan MAPETA berlangsung meriah sejak pagi. Ribuan mahasiswa baru memenuhi Lapangan UMMAT dengan balutan atribut seragam putih-hitam, menunjukkan semangat persatuan dan kebersamaan. Sebelum acara resmi dimulai, para peserta disuguhkan pra-acara yang sarat makna dan hiburan, antara lain penampilan Tari Wonderland yang menampilkan kekayaan budaya Nusantara, drama Ortom yang menggambarkan identitas kader Muhammadiyah, serta persembahan musik yang menambah semarak suasana.

Ketua Panitia MAPETA 2025, Drs. Amil, MM, dalam laporannya menyampaikan bahwa jumlah mahasiswa baru UMMAT tahun ini mencapai 1.985 orang, dengan 1.926 mahasiswa mengikuti kegiatan MAPETA pada hari ini. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini akan berlangsung selama enam hari penuh, meliputi dua hari MASTA, dua hari PETA tingkat universitas, dan dua hari PETA tingkat fakultas, yang akan berpusat di dua titik yakni Lapangan FKIP dan Lapangan FIK, kecuali PETA Fakultas akan dilangsungkan di fakultas masing-masing.

Ia juga menambahkan bahwa Rangkaian kegiatan ini dirancang untuk membekali mahasiswa baru dengan wawasan akademik, penguatan nilai-nilai keislaman, serta semangat kebersamaan, sehingga mereka siap menjalani kehidupan kampus dengan optimal.

Ketua Korkom IMM UMMAT, Zainul Arifin, menegaskan pentingnya mahasiswa baru memanfaatkan momentum MAPETA untuk menanamkan nilai keislaman, kepemimpinan, dan militansi intelektual. Ia juga mengajak mahasiswa baru untuk aktif bergabung dalam Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah, seperti Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Hizbul Wathan, dan Tapak Suci. “Selain Ortom, di UMMAT tersedia berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang bisa menjadi wadah bagi kalian untuk belajar, berproses, dan mengembangkan minat bakat. Semuanya bisa menjadi ruang kalian menempa diri menjadi pribadi yang tangguh dan bermanfaat,” ujarnya penuh semangat.

Presiden Mahasiswa UMMAT, Supriadin, turut memberikan motivasi kepada para mahasiswa baru. Ia menekankan bahwa MAPETA bukan sekadar kegiatan pengenalan kampus, melainkan titik awal perjalanan panjang menuju pencapaian prestasi. “MAPETA adalah gerbang untuk membangun jati diri sebagai mahasiswa UMMAT. Jadilah mahasiswa yang tidak hanya hadir di kelas, tetapi juga aktif di masyarakat, memberi dampak nyata, dan berani bersaing secara nasional maupun global. Momentum ini harus kita manfaatkan untuk menyiapkan diri menjadi generasi emas Indonesia 2045 yang manca negara,” tegas Supriadin.

Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, M.A., dalam pidato pembukaannya memberikan sambutan hangat kepada seluruh mahasiswa baru. Ia menegaskan bahwa UMMAT terus berkembang menjadi perguruan tinggi yang unggul dan inklusif. “UMMAT berdiri sejak tahun 1980. Kini, di usia ke-45 tahun, UMMAT telah memiliki 8 fakultas, 37 program studi, dengan 5 prodi yang sudah unggul. Tahun ini kita kedatangan 14 mahasiswa asing dari Ghana, Nigeria, Yaman, dan Sudan. Bahkan ada 3 mahasiswa non-Muslim dari Ghana yang ikut belajar di sini. Hal ini menunjukkan bahwa UMMAT adalah kampus yang inklusif, terbuka bagi siapa saja, dan tidak eksklusif,” ujarnya.

Rektor juga memperkenalkan mahasiswa asing yang hadir, sebagai bentuk penegasan bahwa  UMMAT sebagai kampus berwawasan internasional. Selain itu, Rektor juga memberikan penghargaan (reward) kepada mahasiswa berprestasi yang telah mengharumkan nama kampus di tingkat nasional maupun internasional, baik di bidang akademik, penelitian, olahraga, maupun seni.

Beliau juga menambahkan bahwa tahun depan, UMMAT menargetkan kedatangan mahasiswa asing dari Maroko, sekaligus berharap pada tahun 2026 akreditasi perguruan tinggi UMMAT dapat meningkat menjadi Unggul.

Kegiatan MAPETA 2025 akan berlangsung hingga enam hari mendatang dengan agenda yang dirancang untuk memperkuat karakter, ilmu, dan iman mahasiswa baru. Melalui MAPETA, UMMAT berharap dapat mencetak generasi mahasiswa yang bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter Islami, siap bersaing secara global, dan mampu memberi kontribusi nyata bagi bangsa dan umat.

“Manfaatkanlah masa kuliah untuk belajar dengan sungguh-sungguh, berorganisasi, dan terus berprestasi. Jadilah mahasiswa yang produktif, kompetitif, unggul, dan berdampak. Dari sinilah langkah kalian dimulai, menuju masa depan yang lebih cerah,” tutup Rektor Abdul Wahab. (HUMAS UMMAT)

Hadirkan Layanan Medis Gratis bagi Warga Desa Kekait, Kelompok 1 KKN UMMAT Berkolaborasi dengan 3L

Hadirkan Layanan Medis Gratis bagi Warga Desa Kekait, Kelompok 1 KKN UMMAT Berkolaborasi dengan 3L

Kekait, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) Kelompok 1 yang tengah mengabdi di Desa Kekait, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, berkolaborasi dengan Yayasan Literasi Lumbung Lombok (3L) mengadakan kegiatan cek kesehatan dan pengobatan gratis pada Minggu (24/8/2025). Kegiatan sosial ini diikuti secara antusias oleh ratusan warga Desa Kekait dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, orang dewasa, hingga lanjut usia.

Sejak pagi, masyarakat sudah memadati lokasi kegiatan yang dipusatkan di balai desa. Suasana penuh semangat kebersamaan terlihat ketika warga secara bergiliran mengikuti pemeriksaan kesehatan. Kegiatan ini mencakup layanan pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, konsultasi kesehatan, serta pemberian obat-obatan secara gratis sesuai hasil diagnosis.

Kepala Desa Kekait, Masjudin Dahlan, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap kegiatan yang diprakarsai mahasiswa KKN UMMAT bersama 3L. “Kami menyambut baik kegiatan cek kesehatan gratis ini sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat Desa Kekait. Semoga kegiatan ini dapat membantu warga menjaga kesehatan, mendeteksi penyakit sejak dini, dan menumbuhkan kesadaran pentingnya pola hidup sehat demi kesejahteraan bersama,” ungkapnya.

Ia juga berharap kegiatan semacam ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan agar masyarakat desa semakin terbantu, khususnya dalam hal pelayanan kesehatan yang mudah diakses dan terjangkau.

Ketua KKN Kelompok 1 UMMAT menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, sejalan dengan semangat Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah.

“Kegiatan cek kesehatan dan pengobatan gratis ini kami laksanakan sebagai salah satu program utama KKN di Desa Kekait. Harapannya, kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat langsung berupa layanan kesehatan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan dini serta pola hidup sehat. Kami berterima kasih kepada Yayasan Literasi Lumbung Lombok atas kolaborasi dan dukungannya, serta kepada pemerintah desa, tenaga medis, dan seluruh masyarakat yang turut berpartisipasi,” jelasnya.

Kolaborasi dengan Yayasan 3L juga menjadi nilai tambah, mengingat yayasan tersebut aktif bergerak di bidang literasi dan sosial masyarakat. Dalam kegiatan ini, 3L memberikan dukungan logistik, tenaga relawan, serta turut menyosialisasikan pentingnya literasi kesehatan bagi masyarakat.

Program cek kesehatan dan pengobatan gratis ini memiliki tiga tujuan utama: Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan secara preventif, Memberikan layanan kesehatan dasar gratis sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang mungkin kesulitan mengakses fasilitas kesehatan, serta Membantu deteksi dini penyakit sehingga masyarakat dapat melakukan langkah penanganan lebih lanjut sebelum kondisi memburuk.

Selain pemeriksaan kesehatan, masyarakat juga diberikan penyuluhan singkat tentang pola makan sehat, pentingnya olahraga teratur, serta menjaga kebersihan lingkungan sebagai salah satu faktor pendukung kesehatan.

Sejumlah warga mengungkapkan rasa senangnya bisa mengikuti kegiatan ini. Banyak dari mereka yang belum pernah melakukan pemeriksaan kesehatan dalam waktu lama. Dengan adanya layanan gratis ini, mereka merasa terbantu untuk mengetahui kondisi kesehatan terkini.

“Alhamdulillah, kami sangat terbantu dengan adanya pemeriksaan gratis ini. Biasanya kalau mau cek kesehatan harus jauh-jauh ke puskesmas. Sekarang bisa langsung diperiksa di desa sendiri dan kami juga dapat obat-obatan sesuai kebutuhan,” ujar salah seorang warga yang mengikuti pemeriksaan.

Di akhir acara, mahasiswa KKN UMMAT dan relawan 3L juga menyampaikan pesan penting kepada masyarakat agar tidak menyepelekan kesehatan. Pemeriksaan dini dan kesadaran menjaga pola hidup sehat merupakan kunci untuk mencegah berbagai penyakit, sekaligus mendukung terciptanya masyarakat yang lebih sejahtera dan produktif. (HUMAS UMMAT)

Wujudkan Desa Sangiang Bersih dan Berdaya, Kelompok 28 KKN UMMAT Gelar Sosialisasi Inovasi Paving Blok dari Sampah Plastik

Wujudkan Desa Sangiang Bersih dan Berdaya, Kelompok 28 KKN UMMAT Gelar Sosialisasi Inovasi Paving Blok dari Sampah Plastik

Sangiang, Kelompok 28 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) yang ditempatkan di Desa Sangiang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, menggelar sosialisasi inovasi pemanfaatan sampah plastik menjadi paving blok pada Selasa, 19 Agustus 2025. Acara yang berlangsung di aula Kantor Desa Sangiang ini dihadiri oleh Kepala Desa beserta perangkatnya, seluruh kepala dusun, tokoh pemuda, tokoh adat, perwakilan KKN UNMBO, serta masyarakat desa.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa KKN terhadap isu lingkungan yang tengah dihadapi masyarakat Desa Sangiang, khususnya permasalahan sampah plastik yang menumpuk di kawasan pesisir. Sampah yang tidak tertangani dengan baik telah mencemari lingkungan, merusak keindahan pantai, sekaligus mengancam potensi wisata bahari yang kini menjadi kebanggaan desa.

Ketua Kelompok 28 KKN UMMAT, M. Ari Azhari, menyampaikan bahwa keresahan akan kondisi lingkungan menjadi alasan utama lahirnya gagasan pemanfaatan sampah plastik menjadi paving blok. “Salah satu hal yang menjadi alasan kami mengadakan sosialisasi ini ialah keresahan terhadap banyaknya sampah yang berserakan di pesisir laut Sangiang. Hal ini sangat merusak keindahan pantai, terlebih Sangiang kini sedang hangat diperbincangkan karena destinasi wisata baharinya. Melalui program ini kami ingin menghadirkan solusi, agar masyarakat tidak hanya membuang sampah sembarangan, tetapi juga mampu mengolahnya menjadi produk yang bermanfaat, bahkan berpotensi menjadi sumber pendapatan baru bagi desa,” jelas Ari.

Ia menambahkan bahwa program ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam mengelola sampah. Jika dikembangkan secara berkelanjutan, paving blok hasil olahan sampah plastik dapat digunakan untuk pembangunan infrastruktur desa sekaligus dijadikan produk ekonomi kreatif.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kelompok 28 KKN UMMAT, Erni Yustisiani, M.Sc., menekankan bahwa keberhasilan sebuah program tidak hanya bergantung pada ide inovatif, tetapi juga pada sinergi seluruh pihak. “Sinergi dan kerjasama antar seluruh elemen masyarakat desa menjadi kunci utama dalam mewujudkan keberhasilan setiap program. Dengan adanya komitmen bersama, program inovatif seperti ini tidak hanya berhenti di tahap sosialisasi, tetapi dapat berlanjut menjadi gerakan nyata yang memberi dampak jangka panjang bagi Desa Sangiang,” ujarnya.

Ia juga berharap agar pemerintah desa dan masyarakat dapat bersama-sama menjaga keberlanjutan program ini setelah KKN berakhir, sehingga manfaatnya tetap dirasakan oleh generasi berikutnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sangiang, A. Rasid, S.E., menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap inovasi mahasiswa KKN UMMAT yang dinilai sangat relevan dengan kebutuhan desa. “Kami sangat tertarik dengan program kerja adik-adik KKN UMMAT yang sangat inovatif bagi desa kami. Pemerintah desa akan senantiasa mendukung setiap program yang bermanfaat, khususnya terkait pengelolaan sampah yang sejak lama menjadi masalah esensial. InsyaAllah, kami akan menyiapkan bak sampah besar dan permanen khusus sebagai tempat pembakaran dan pencetakan paving blok. Selain itu, kami juga berencana menyiapkan mobil atau motor roda tiga untuk mengangkut sampah agar program ini dapat berjalan lebih optimal dan berkembang menjadi badan usaha desa,” tegasnya.

Menutup kegiatan, Ketua Kelompok 28 menambahkan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan melaksanakan praktik langsung pengelolaan sampah plastik menjadi paving blok bersama masyarakat sebagai tindak lanjut dari sosialisasi ini.

Kelompok 28 KKN UMMAT percaya bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya membawa pengetahuan, tetapi juga meninggalkan warisan berupa kesadaran baru bagi masyarakat untuk menjaga lingkungan sekaligus mengembangkan potensi ekonomi dari sesuatu yang sering dianggap tidak berguna. (HUMAS UMMAT)

Sinergi Akademisi dan Desa: FH UMMAT Dampingi Penyusunan Perdes Wisata Desa Dasan Griya

Sinergi Akademisi dan Desa: FH UMMAT Dampingi Penyusunan Perdes Wisata Desa Dasan Griya

Mataram, Fakultas Hukum (FH) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menunjukkan semangat dedikasi dalam pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan Pendampingan Penyusunan Peraturan Desa (Perdes) Desa Wisata. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yakni 15–16 Agustus 2025, bertempat di Desa Dasan Griya, Dusun Murpeji, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat.

Kegiatan ini diikuti oleh berbagai pihak, antara lain dosen FH UMMAT, Kepala Desa (Kades), Sekretaris Desa, staf desa, pendamping desa, Kepala Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), serta para pemerhati pariwisata. Tujuan utama kegiatan ini adalah membantu Desa Dasan Griya dalam menyusun peraturan desa yang mengatur pengembangan desa wisata secara tertib, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Kepala Desa Dasan Griya, Fahrur Aziz, S.H., menyampaikan apresiasi atas kehadiran civitas akademika FH UMMAT. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim Fakultas Hukum UMMAT karena telah meluangkan waktu dan tenaga membantu kami dalam penyusunan peraturan desa. Dengan adanya perdes khusus terkait desa wisata, kami berharap Desa Dasan Griya dapat berkembang lebih baik dan berpotensi menjadi desa binaan bagi Fakultas Hukum UMMAT,” ujarnya.

Dekan FH UMMAT, Assoc. Prof. Dr. Hilman Syahrial Haq, S.H., LL.M, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dari caturdarma perguruan tinggi Muhammadiyah, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

“Fakultas Hukum UMMAT berkomitmen hadir bersama masyarakat untuk mengembangkan potensi desa. Penyusunan peraturan desa di bidang wisata sangat penting agar pengelolaan potensi lokal berjalan teratur, berkeadilan, dan memberikan manfaat ekonomi serta sosial bagi warga. Kegiatan ini juga menjadi sarana bagi kami untuk membangun sinergi yang lebih kuat antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat, sehingga Desa Dasan Griya mampu berkembang menjadi desa wisata yang profesional dan berkelanjutan,” jelasnya.

Dalam kegiatan ini, para peserta mendapatkan pemahaman mendalam mengenai aspek hukum dan teknis penyusunan peraturan desa melalui paparan narasumber dari FH UMMAT: Dr. Baiq Rara Charina, S.H., M.H., Ahli Perundang-undangan Kanwilkum HAM NTB dan Dosen FH UMMAT, menyampaikan materi tentang mengenal produk hukum desa. Adi Supriyadi, S.H., M.H., Dosen FH UMMAT, membahas teknik penyusunan produk hukum desa, khususnya perdes tentang desa wisata. Dan  Nasri, Dosen FH UMMAT, memaparkan muatan perdes tentang desa wisata, mulai dari aspek tata kelola, pengembangan potensi lokal, perlindungan sumber daya alam, hingga strategi pemberdayaan masyarakat desa.

Kegiatan ini juga diwarnai sesi diskusi interaktif, di mana peserta aktif memberikan masukan, menyampaikan kendala, dan merumuskan rancangan pasal-pasal perdes yang relevan dengan kondisi Desa Dasan Griya. Proses ini diharapkan dapat menghasilkan peraturan desa yang aplikatif, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat lokal, khususnya dalam mengembangkan sektor pariwisata.

Selain itu, kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk meningkatkan kapasitas aparatur desa, pokdarwis, dan masyarakat dalam memahami peraturan hukum yang mengatur pengelolaan desa wisata. Dengan adanya pemahaman yang baik mengenai hukum desa, diharapkan pengelolaan potensi wisata di Desa Dasan Griya dapat berjalan tertib, berkelanjutan, dan memberikan manfaat ekonomi langsung bagi warga.

Dr. Hilman menambahkan, “Kegiatan seperti ini bukan hanya sekadar pengabdian, tetapi juga bagian dari pembinaan desa berkelanjutan. Kami berharap Desa Dasan Griya dapat menjadi desa wisata model di Lombok Barat, bahkan menjadi desa binaan Fakultas Hukum UMMAT sehingga kolaborasi ini dapat terus berlanjut ke depan.” tambahnya. (HUMAS UMMAT)

Siapkan Lulusan Kompeten dan Berdaya Saing, Teknik Pertambangan UMMAT Hadirkan Wawasan Karier dari Industri Tambang

Siapkan Lulusan Kompeten dan Berdaya Saing, Teknik Pertambangan UMMAT Hadirkan Wawasan Karier dari Industri Tambang

Mataram, Dalam upaya mempersiapkan lulusan yang kompeten dan siap bersaing di dunia kerja, Program Studi S1 Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik (FATEK), Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) gelar Kuliah Pakar bertema “Peningkatan Kualitas Mahasiswa Menuju Dunia Kerja” pada Rabu (13/8). Acara ini berlangsung di Aula Lantai 3 UMMAT dan dihadiri oleh mahasiswa S1 Teknik Pertambangan.

Kegiatan ini sebagai bentuk komitmen dalam membekali mahasiswa dengan pengetahuan praktis dan wawasan industri, khususnya di sektor pertambangan. Seperti disampaikan oleh Sekretaris Prodi, Ariyanto, tujuan utama kuliah pakar ini adalah meningkatkan kualitas mahasiswa agar memiliki keunggulan kompetitif di pasar kerja.

“Kami berharap ke depan kegiatan kuliah pakar dapat dijadwalkan secara jelas, dan menghadirkan para expert di bidang masing-masing. Dengan begitu, minat, keterampilan, dan pengetahuan mahasiswa akan semakin berkembang. Pengalaman langsung dari para ahli, terutama mereka yang bekerja di perusahaan target mahasiswa, akan memberikan motivasi dan gambaran nyata tentang tantangan sekaligus peluang di dunia kerja,” ungkap Ariyanto.

Salah satu daya tarik utama kegiatan ini adalah kehadiran pembicara yang merupakan alumni S1 Teknik Pertambangan UMMAT dan kini bekerja di PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), perusahaan tambang terkemuka di Indonesia. Kehadiran alumni ini memberi nilai tambah tersendiri karena mahasiswa mendapatkan cerita nyata perjalanan karier dari bangku kuliah hingga sukses bekerja di industri besar.

Dalam penyampaian materinya, narasumber memaparkan berbagai poin penting, antara lain: Keterampilan teknis (hard skills) yang dibutuhkan di industri pertambangan, mulai dari penguasaan perangkat lunak desain tambang, pemahaman teknis pengeboran, pengolahan mineral, hingga manajemen proyek. Keterampilan non-teknis (soft skills) seperti komunikasi efektif, kerja sama tim, kemampuan adaptasi, dan kepemimpinan. Strategi menghadapi seleksi kerja di perusahaan tambang, termasuk penyusunan CV yang menarik, teknik wawancara, serta pentingnya pengalaman magang. Tantangan lapangan di industri pertambangan, seperti keselamatan kerja (safety), kondisi medan yang ekstrem, serta tuntutan untuk bekerja di bawah tekanan waktu.

Wakil Dekan II Fakultas Teknik, H. Fariz Primadi Hirsan, ST., MT., yang mewakili Dekan Fakultas Teknik UMMAT. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kegiatan ini sebagai langkah konkret Prodi S1 Teknik Pertambangan dalam mendekatkan mahasiswa dengan dunia kerja.

“Kuliah pakar seperti ini sangat penting untuk memberikan perspektif yang nyata kepada mahasiswa. Industri pertambangan terus berkembang dan menuntut SDM yang berkualitas, sehingga mahasiswa harus mempersiapkan diri sejak dini, tidak hanya dari sisi akademis, tetapi juga mental, keterampilan, dan jaringan profesional,” ujarnya.

Suasana kuliah pakar berlangsung interaktif. Mahasiswa dengan antusias mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari teknis pekerjaan di tambang, tips menghadapi seleksi perusahaan besar, hingga kiat menjaga kesehatan mental saat bekerja di medan yang menantang. Diskusi dua arah ini menciptakan atmosfer belajar yang dinamis dan membangkitkan motivasi peserta. (HUMAS UMMAT)

Baru Semester 6, Tujuh Mahasiswa Pendidikan Matematika UMMAT Lulus Tanpa Skripsi

Baru Semester 6, Tujuh Mahasiswa Pendidikan Matematika UMMAT Lulus Tanpa Skripsi

Mataram, Prestasi membanggakan kembali diraih Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melalui torehan gemilang tujuh mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Meski masih berada di semester enam, ketujuh mahasiswa ini dipastikan lulus tanpa skripsi setelah artikel ilmiah mereka diterima dan terbit di jurnal terakreditasi SINTA 2, salah satu jenjang pengakuan tertinggi di dunia publikasi akademik nasional.

Capaian istimewa ini lahir dari Program Kelas Riset FKIP UMMAT, sebuah inovasi pembinaan mahasiswa berbasis penelitian yang diluncurkan sejak 2020. Program ini didesain untuk menanamkan budaya riset sejak dini kepada mahasiswa, sekaligus memberikan jalur kelulusan alternatif melalui publikasi ilmiah di jurnal bereputasi.

Memasuki tahun kelima, Kelas Riset telah menghasilkan lebih dari 300 artikel yang terbit di prosiding nasional, prosiding internasional, maupun jurnal terakreditasi SINTA 2. Program ini menuai apresiasi luas, baik dari lingkungan internal UMMAT maupun pihak luar, berkat manajemen dan tata kelola yang terstruktur mulai dari seleksi peserta, pembimbingan intensif, hingga proses pengiriman naskah dan revisi.

Tahun ini, angkatan ke-4 Kelas Riset diikuti oleh 22 mahasiswa dari berbagai program studi di FKIP. Dari jumlah tersebut, 13 artikel telah diterima di jurnal SINTA 2, sementara sisanya masih dalam tahap review dan revisi. Untuk Program Studi Pendidikan Matematika sendiri, tujuh mahasiswa berhasil lolos dengan kelulusan penuh berkat diterimanya karya ilmiah mereka di jurnal bergengsi.

Daftar tujuh mahasiswa berprestasi tersebut beserta jurnal tujuan adalah: (1) Alfiana Sahraini, accepted di Mimbar PGSD Undiksha. (2) Nurwahidah, accepted di Indonesian Journal of Educational Research and Review. (3) Elna Farida, accepted di Formatif: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA. (4) Alfian Rahman Hadi, accepted di JST: Jurnal Sains dan Teknologi. (5) Lailatul Jannah, accepted di JPPP: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan. (6) Meli Anggraini, accepted di IJOLAE: Indonesian Journal on Learning and Advanced Education. (7) Lailatul Hoyali, accepted di Jurnal Mimbar Ilmu

Keberhasilan ini bukan diraih secara instan. Prosesnya dimulai dari pemilihan topik penelitian yang relevan dan terkini, pengumpulan data lapangan atau eksperimen, analisis mendalam, penulisan sesuai kaidah akademik, hingga melewati tahap peer review yang ketat.

Pembina sekaligus Pembimbing Utama Kelas Riset, Dr. Syaharuddin, M.Si, menegaskan bahwa prestasi ini adalah hasil dari kerja keras dan konsistensi. “Mereka berhasil menaklukkan SINTA 2 berkat komitmen tinggi, bimbingan intensif, dan ketekunan luar biasa dalam proses penelitian. Ini membuktikan bahwa mahasiswa kita mampu bersaing di ranah akademik nasional,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Abdillah, M.Pd, Ketua Prodi Pendidikan Matematika. Ia memberikan apresiasi kepada seluruh dosen pembimbing yang terlibat langsung dalam proses pendampingan. “Terima kasih kepada para pembimbing yang telah mencurahkan waktu, tenaga, dan ilmu untuk mendampingi mahasiswa dari nol hingga menghasilkan publikasi berkualitas,” tuturnya.

Salah satu pembimbing, Vera Mandailina, M.Pd, menekankan bahwa keberhasilan ini adalah buah dari proses riset yang matang. “Tahapan yang mereka lalui mulai dari perencanaan, pengumpulan data, penulisan, pengiriman naskah, hingga revisi berkali-kali sebelum akhirnya mendapat Letter of Acceptance (LoA) benar-benar menguji kesabaran dan kemampuan mereka,” jelasnya.

Dekan FKIP UMMAT, Dr. Muhammad Nizaar, M.Pd.Si, menyampaikan apresiasi tinggi kepada mahasiswa dan pembimbing. “Pencapaian ini bukan hanya mengangkat nama UMMAT, tetapi juga menjadi bukti bahwa budaya riset yang kami bangun dapat menghasilkan lulusan berkualitas dan kompetitif. Mahasiswa tidak hanya lulus dengan predikat akademis tinggi, tetapi juga memiliki rekam jejak publikasi yang diakui secara nasional bahkan internasional,” ungkapnya.

Ia menambahkan, keberhasilan ini menjadi modal penting bagi lulusan FKIP untuk melanjutkan studi atau berkarier di dunia pendidikan dan penelitian. “Ini adalah langkah maju dalam mempersiapkan generasi pendidik yang unggul, kreatif, dan siap menghadapi tantangan abad 21,” tegasnya.

Keberhasilan tujuh mahasiswa ini diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa UMMAT lainnya. Program Kelas Riset FKIP terbukti mampu mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis, berorientasi pada solusi, dan menghasilkan karya yang berdampak nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan.

Dengan pencapaian ini, UMMAT semakin mengukuhkan posisinya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya fokus pada pengajaran, tetapi juga aktif mencetak karya ilmiah berkualitas. Bagi mahasiswa, jalur kelulusan tanpa skripsi melalui publikasi SINTA 2 menjadi motivasi sekaligus tantangan untuk terus berkarya dan berinovasi. (HUMAS UMMAT)