UMMAT MENJADI TUAN RUMAH KEGIATAN RAKERNAS ALPTK PTM SE-INDONESIA DAN SEMINAR NASIONAL

UMMAT MENJADI TUAN RUMAH KEGIATAN RAKERNAS ALPTK PTM SE-INDONESIA DAN SEMINAR NASIONAL

Tuntutan masyarakat global akan pendidikan yang berkualitas berbasis teknologi informasi dan kebijakan pelaksanaan pendidikan dari pemerintah yang semakin terperinci dan terkontrol, memaksa Muhammadiyah untuk terus melakukan inovasi dan revitalisasi yang berkelanjutan dan berkemajuan dalam system pendidikannya. Hal ini mutlak dilakukan mengingat tantangan dan kompetisi semakin ketat, khususnya dalam untuk amal usaha Muhammadiyah yang berbasis LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan). ALPTK PTM yang diresmikan pada tanggal 18 Juni 2011 di Bangka Belitung ini telah berkembang dengan pesat dan memberikan banyak konstribusi positif untuk anggota ALPTK (Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan) PTM (Perguruan Tinggi Muhammadiyah) seluruh Indonesia. Selain untuk koordinasi terkait perkembangan kebijakan dan pengelolalan lembaga LPTK secara Nasional, pertemuan rutin ini juga berfungsi sebagai mimbar akademis buat dosen ALPTK secara khusus dan dosen diseluruh Indonesia umumnya. Sharing ilmu pengetahuan dan transformasi serta issue-issue strategies terkait perkembangan pendidikan menjadi sangat bermanfaat buat pelaku akademis terutama dosen-dosen di PTM. Hingga kini, anggota ALPTK telah mencapai 68 LPTK PTM dengan jumlah sekitar 325 program studi yang tergabung dalam asosiasi tersebut.

Oleh karena itu, UMMAT dalam hal ini FKIP (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Ummat patut berbangga karena telah ditunjuk menjadi tuan rumah kegiatan Rakernas tersebut, kegiatan yang mengusung tema “pendidikan berkemajuan dan menggembirakan” ini secara umum memiliki tujuan untuk mengkoordinasikan arah dan pengembangan strategis kegiatan akademik pembelajaran dan kemahasiswaan pengelola LPTK PTM dan APS (Asosiasi Program Studi) PTM, juga merumuskan dan memutakhirkan profil LPTK PTM yang benar dan terverifikasi. Selain itu juga, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan mutu penyelenggeraan pendidikan dan pengembangan LPTK berkelanjutan, menghasilkan konsep magang dan KKN Pendidikan dalam Negeri maupun luar Negeri. Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari dari tanggal 2-4 Agustus 2017 bertempat di hotel Jayakarta, Senggigi Lombok Barat ini dibuka secara resmi oleh Asisten Bidang 1 Propinsi NTB.

Dr. M. Agus Patria, M.H memberikan apresiasi kepada Muhammadiyah yang terus berupaya keras dalam mengambil peran memajukan pendidikan di Indonesia. Beliau berkomitmen sebagai representasi pemerintah untuk terus memberikan dukungan penuh kepada Muhammadiyah dalam hal mencerdaskan generasi bangsa. Majelis Dikti Litbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. Chairil Anwar dalam sambutannya mengaku sangat optimis terhadap perkembangan LPTK kedepan, melihat kerja keras dan komitmen seluruh civitas ALPTK dalam merespon issue pendidikan dewasa ini, merupakan salah satu modal utama LPTK untuk terus berkompetisi dengan Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta diluar PTM. Pada pertemuan yang luar biasa ini, Rektor UMMat sebagai tuan rumah turut memberikan apresiasi dan mampu merumuskan isu-isu strategis terkait LPTK. Drs. Mustamin, H. Idris, M.S juga menawarkan kerjasama dalam berbagai bidang terkait pengembangan PTM, forum yang dihadiri oleh pimpinan-pimpinan elit PTM tersebut dinilai sangat potensial untuk menjaring networking dalam upaya memajukan lembaga.

MILAD UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM KE-37

MILAD UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM KE-37

Pada 25 Juni yang lalu, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) telah memasuki usia yang ke-37. Di usianya yang ke-37 ini, UMMAT terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusianya menuju kampus yang berdaya saing di kawasan Asean. Selain itu, dalam rangka menyemarakkan miladnya yang ke-37, UMMAT juga mengadakan berbagai kegiatan yang melibatkan civitas akademika UMMAT dan masyarakat.

dalam milad kali ini UMMAT mengambil tema “Momentum Transformasi Menuju Perguruan Tinggi yang Berdaya Saing di Kawasan Asean”. UMMAT di usianya yang ke-37 ingin terus terbang menjadi kampus yang berdaya saing, sehingga tema milad kali ini disesuaikan dengan cita-cita kita untuk menjadi kampus yang mendunia,” terang Rena Aminwara, SH., MS.I, Selaku Ketua Panitia kegiatan ini.

Rangkaian kegiatan milad UMMAT diawali dengan kegiatan anjangsana dilaksanakan oleh Pimpinan UMMAT dengan mengunjungi beberapa Pimpinan dan dosen senior yang dulu pernah berjasa dalam pengembangan UMMAT hingga seperti sekarang ini, Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah sebagai wadah refleksi diri UMMAT. Rena Aminwara mengatakan bahwa semua hal yang ada saat ini ada kaitannya dengan masa lalu. Selain itu, ada nilai-nilai yang ingin diangkat seperti nilai kekeluargaan dan kekerabatan yang hendaknya terjalin baik di antara para Pimpinan dengan keluarga dosen dan karyawan yang sudah purna tugas.

Untuk meningkatkan silaturahim diantara civitas akademika UMMAT, maka dalam rangkaian kegiatan milad ini UMMAT mengadakan Family Day yang akan diselenggarakan pada 17-22 Juli Berbagai kegiatan seperti lomba kebersihan tingkat Fakultas dan berbagai hiburan akan mengisi kegiatan Family Day tersebut. Berbagai lomba seperti lomba di bidang olah raga, serta Musabaqah Tilawatil Quran Mahasiwa juga diadakan untuk civitas akademika UMMAT.

Selain mengadakan kegiatan yang melibatkan civitas akademika UMMAT, UMMAT juga mengadakan serangkaian kegiatan bakti sosial. Kegiatan bakti sosial dilakukan di Panti Asuhan Muhammadiyah Kecamatan Lembar pada 21 Juli 2017. Dengan diadakannya kegiatan bakti sosial tersebut diharapkan UMMAT bisa menjadi institusi pendidikan yang bermanfaat bagi banyak orang. Adapun rangkaian kegiatan milad ini ditutup dengan Halal Bi Halal dan Pengajian Umum dengan PP Muhammadiyah serta Pidato Rektor UMMAT yang dilaksanakan pada 23 Juli 2017.

KOPERTIS WILAYAH VIII SELENGGARAKAN PELATIHAN SPMI DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

KOPERTIS WILAYAH VIII SELENGGARAKAN PELATIHAN SPMI DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Direktorat Penjaminan Mutu, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) bekerjasama dengan Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) seluruh Indonesia, menyelenggarakan pembinaan dan peningkatan kualitas pendidikan tinggi. Pembinaan tersebut dilaksanakan melalui pemberdayaan fungsi dan peran Kopertis. Hal ini merupakan suatu upaya penguatan mutu perguruan tinggi di wilayahnya. Berkaitan dengan itu, Kopertis Wilayah VIII (Bali, NTB, NTT) menggelar kegiatan Pelatihan Penyusunan Dokumen Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di tiga universitas. Untuk wilayah Denpasar, Bali, Lokakarya telah diselenggarakan di Universitas Hindu Indonesia, tanggal 5-7 Juli 2017, kemudian pada Senin hingga Rabu tanggal 10-12 Juli 2017 Lokakarya digelar di Universitas Muhammadiyah Mataram, NTB. Selanjutnya, rangkaian acara Lokakarya SPMI akan kembali digelar di Universitas Katolik Widya Mandira Kupang NTT, pada tanggal 20-22 Juli 2017 mendatang.

Universitas Muhammadiyah Mataram sebagai salah satu universitas yang ditunjuk, menyambut kegiatan ini dengan antusias. Dalam sambutan selamat datang terhadap rombongan Kopertis Wilayah VIII, Rektor UMMat, Drs. H. Mustamin, H. Idris, M.S menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi kepada Kopertis Wilayah VIII karena telah dipilih mewakili NTB sebagai penyelenggara kegiatan Lokakarya SPMI. Beliau menghimbau kepada seluruh peserta Lokakarya untuk memanfaatkan kesempatan emas ini dengan sebaik-baiknya dan serius menerima materi yang disampaikan narasumber, khususnya bagi 4 Prodi yang masih berakreditasi C. Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan ini sangat berkorelasi erat dengan prospek pengembangan lembaga UMMat ke depan, hal ini berkaitan dengan Permenristekdikti No 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Oleh karena itu, Rektor menyampakian harapan besar, semoga dengan penyelenggaraan Lokakarya SPMI ini, penguatan kapasitas prodi sebagai motor penggerak akademis mendapatkan masukan-masukan yang berharga untuk peningkatan baik kualitas pembelajaran di prodi maupun pengelolaan administrasi prodi sehingga standar mutu prodi semakin membaik.

Kabid Akademik, Kemahasiswaan dan Kerjasama Kopertis Wilayah VIII, Anak Agung Gde Agung Supthayana, S.H dalam sambutannya mewakili Kopertis VIII, menjelaskan bahwa pemilihan ketiga universitas yang mewakili masing-masing daerah; Bali, NTB dan NTT merupakan representasi dari keberagaman di tiga wilayah tersebut. Beliau juga menegaskan kegiatan SPMI ini adalah bentuk komitmen bersama antara Kemenristekdikti dan Kopertis serta bentuk atensi Kopertis Wilayah VIII untuk terus memotivasi seluruh universitas dalam meningkatkan kapasitas dan kapabilitas lembaga, khususnya dalam mendorong akselerasi akreditasi prodi yang masih belum terakreditasi dan masih berstatus akreditasi C. Salah satu tujuan utama kegiatan lokakarya ini adalah meningkatkan kualitas pembelajaran pada program studi yang ada di Perguruan Tinggi Swasta (PTS) melalui penerapan SPMI. Dengan penerapan SPMI tersebut, prodi-prodi diharapkan mampu melakukan evaluasi diri terhadap kelemahan dan kekurangan yang dimilikinya, sehingga prodi dengan cepat bisa mengambil tindakan yang tepat guna menyelesaikan persoalan-persoalan mereka.

Penjelasan yang sama juga disampaikan oleh Prof. Dr. Nyoman Sadra Dharmawan MS, Ketua Tim Coaching Clinic SPMI Kopertis VIII, yang juga Anggota Tim Pengembang SPMI Direktorat Penjaminan Mutu Kemenristekdikti, selaku pembicara utama dalam Lokakarya SPMI yang bertempat di Aula Rektorat Lt. III UMMAt. Guru Besar pada Universitas Udayana Denpasar tersebut menjelaskan bahwa SMPI ini mengacu pada Permenristekdikti No. 62 Tahun 2016 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi yang menyebutkan bahwa SPMI adalah kegiatan sistemik penjaminan mutu pendidikan tinggi oleh setiap perguruan tinggi secara otonom untuk mengendalikan dan meningkatkan penyelenggaraan pendidikan tinggi secara berencana dan berkelanjutan. “Penerapan SPMI memerlukan komitmen dari berbagai pihak, tidak hanya dari Dikti dan Kopertis saja, tetapi yang lebih utama adalah komitmen dari lembaga terkait (dalam hal ini Universitas Muhammadiyah Mataram) dalam menguatkan kapasitas dan mutu lembaga” pungkas beliau.

FKIP UMMAT MENYELENGGARAKAN WORKSHOP LSLC (LEARNING STUDY FOR LEARNING COMMUNITY), HIBAH DIRJEN BELMAWA DIKTI

FKIP UMMAT MENYELENGGARAKAN WORKSHOP LSLC (LEARNING STUDY FOR LEARNING COMMUNITY), HIBAH DIRJEN BELMAWA DIKTI

Perkembangan teknologi, informasi, dan ilmu pengetahuan yang demikian pesat menuntut seluruh elemen akademis untuk terus meningkatkan kompetensi dan daya saing dalam pemanfaatan model pembelajaran mutakhir berbasis teknologi. Penguasaan terhadap akses informasi dan teknologi menjadi sesuatu yang mutlak dibutuhkan dalam rangka mengembangkan inovasi dan kreatifitas civitas akademik terutama dosen, sehingga profesionalitas dosen dapat diandalkan baik dari kompetensi pedagogis, sosial, maupun kepribadian. Salah satu program Dirjen Belmawa Dikti untuk mendorong percepatan kompetensi tersebut adalah dengan meluncurkan Hibah LSLC yang bertujuan untuk memotivasi prodi-prodi di seluruh universitas di Indonesia untuk bisa menerapkan model pembelajaran yang kreatif dan inovatif dalam pembelajaran di kelas. Ummat (Universitas Muhammadiyah Mataram) juga mengambil peran dalam merespon program Belmawa tersebut dengan membentuk Tim Task Force yang diketuai oleh Ibu Dr. Sri Rejeki, M.Pd, bertugas menyusun proposal hibah LSLC. Pada tanggal 25 April 2017 lalu, FKIP UMMAT diumumkan sebagai salah satu pemenang dari 15 universitas yang dinyatakan lolos dengan dana operasional kurang lebih Rp. 150.000.000 (seratus lima puluh juta rupiah). Hal ini merupakan kesempatan yang luar biasa yang dapat dimanfaatkan oleh civitas akademika UMMAT terutama FKIP sebagai wadah pengembangan sikap profesional dan kreatifitas dalam pengajaran di kelas.

 

FKIP UM-Mataram sebagai salah satu LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan) diharapkan mampu berfungsi sebagai wadah pencetak calon tenaga pendidik yang memiliki kompetensi profesional, sehingga mau tidak mau FKIP memiliki tanggungjawab besar untuk menjadi bagian dalam usaha peningkatan mutu pembelajaran baik yang berkenaan dengan kualitas dosen, metode, pendekatan, perangkat, bahan ajar maupun fasilitas dalam PBM. Menindaklanjuti program LSLC ini, maka pada hari Sabtu- Senin tanggal 08-10 Juli 2017, FKIP Ummat menyelenggarakan workshop LSLC dengan menghadirkan Bapak Sumar Hendrayana, P.hD sebagai perpanjangan tangan dari Dirjen Belmawa untuk menyampaikan materi pada kegiatan tersebut sekaligus memberikan gambaran yang detail tentang penyelenggaraan LSLC. Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 80 orang dosen yang ada di FKIP UMMAT dan beberapa unsur pimpinan serta pihak-pihak yang berkaitan dengan kegiatan akademis di Fakultas. Kegiatan yang berlansung selama 3 hari ini dirangkaikan juga dengan kegiatan Lesson Design (desain pembelajaran) dan Praktek LSLC dalam kelas yang bersentuhan langsung dengan mahasiswa sebagai objek pembelajaran. Civitas akademika FKIP telah menetapkan hari Lesson Study untuk ketiga prodi, dijadwalkan hari Senin tanggal 10 Juli, program studi pendidikan Bahasa Indonesia akan melaksanakan lesson study pertama kalinya dibawah arahan dan bimbingan langsung Bapak Sumar Hendrayana, P.hD. selanjutnya akan disusul oleh program studi Geografi di hari Selasa, 11 Juli 2017 dan program studi PKn pada hari Sabtu, 15 Juli 2017.