Mataram-KPU NTB Goes to Campus bersama Universitas Muhammadiyah Mataram. Kegiatan ini merupakan kerjasama antar KPU NTB dengan Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) dalam rangka memeriahkan Milad IMM ke 55 tahun. Bertempat di Aula Rektorat Universitas Muhammadiyah, kegiatan ini turut dihadiri oleh Drs. H. Arsyad Abd. Gani, M. Pd selaku rektor Universitas Muhammadiyah Mataram, Ir. H. Syamsuddin selaku Komisioner KPU Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sekaligus menjadi narasumber utama, dan Dr. Nurhasanah, M.H, dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Mataram (15/3).
Kegiatan ini dibuka oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT). Dalam sambutannya, Drs. H. Arsyad Abd. Gani, M. Pd mengapresiasi Komisioner KPU NTB yang telah mengajak DPD IMM NTB untuk melakukan sharing informasi tentang tata cara pemilihan umum dalam rangka mensukseskan pesta demokrasi Indonesia. “Dalam mensukseskan pemilu dan pileg, kita butuh ilmu dan wawasan sehingga kontribusi kita bisa membawa Negara dan system demokrasi Indonesia bisa lebih baik lagi”, imbuhnya.
Lebih
lanjut Rektor mengungkapkan bahwa peran mahasiswa sangat penting dalam suksesi
pemilu 17 April mendatang, karena mahasiswa merupakan pemilih yang bisa
mewarnai dan mengajak pemilih muda lainya. “Pemilih
pemula dan muda di Indonesia sangat besar jumlahnya sehingga langkah untuk
memberikan wawasan terkait pemilu dan pileg kepada mahasiswa sangat penting
untuk dilakukan karena mereka bisa mempengaruhi pemilih millenial lainnya dan
bisa merangkul masyarakat secara umum agar tidak golput pada Pemilu April 2019
mendatang”, ungkapnya.
Komisioner
KPU NTB menuturkan bahwa sosialisasi ini bertujuan memberikan wawasan kepada masyarakat
khususnya mahasiswa untuk tetap menggunakan hak pilihnya dengan baik. “Goes
to Campus itu merupakan salah satu cara kami untuk melakukan sosialisasi yang
melibatkan mahasiswa aktif dalam pemilihan agar tidak golput”, tuturnya. Disisi
lain, generasi milenial menganggap pesta demokrasi
tahun ini sebagai bagian dari sejarah karena merupakan pemilihan serentak yang
pertama kali dilakukan. Dengan kata lain, pesta demokrasi ini merupakan bagian
penciptaan suasana demokrasi baru bagi kaum milenial di Indonesia. (Dhie)
MATARAM-Dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia (SDM), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Mataram mendorong alumni dan dosen untuk melanjutkan studi. Hal itu disampaikan oleh wakil dekan II FKIP UMMAT, Agus Herianto, S.Pd., M.Pd. pada acara sosialisasi dan kuliah umum program doktor Ilmu Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana yang diadakan oleh FKIP-UMMAT pada hari Senin, (11/3).
Agus menuturkan bahwa
acara ini akan memotivasi para dosen untuk melanjutkan program doktoral sebagai
salah satu upaya dalam memaksimalkan pengembangan keilmuan dan pengetahuan.
Selain itu, mahasiswa harus terus mengembangkan khasanah keilmuan dengan
berusaha untuk melanjutkan studi ke jenjang S2 lebih khusus dibidang linguistik
dalam pembelajaran ilmu bahasa. “Salah satu hal yang paling penting untuk kita
tingkatkan sekarang ini adalah kuantitas dan kualitas SDM yang ada di
lingkungan FKIP terutama untuk doktor dan professor”, tuturnya.
Dalam pelaksanaannya, FKIP mengundang tiga orang pemateri dari Universitas Udayana diantaranya Prof. Dr. Ketut Artawa, M.A., Dr. I Made Netra, S.S., M.Hum., dan Dr. Ni Made Dhanawaty, M.S. Ketiga pemateri ini menyampaikan materi dengan topik yang berbeda. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa semester akhir, mahasiswa yang sudah diyudisium periode Maret 2019, dan dosen serta seluruh ketua program studi di lingkungan FKIP.
Acara yang bertemakan “Akomodasi
Bahasa Sebagai Strategi Komunikasi Dalam Proses Pembelajaran” sengaja dijadikan
point penting untuk didiskusikan. Akomodasi didefinisikan sebagai kemampuan
untuk menyesuaikan, memodifikasi, atau mengatur perilaku dalam proses merespon komunikasi.
Dalam kegiatan belajar mengajar, keberhasilan akan sangat bergantung pada
proses komunikasi yang baik antar pendidik dan peserta didik.
Dosen akan mampu
melakukan proses transferring knowledge
and attitude ketika memahami latar belakang kebudayaan mahasiswanya. Teori akomodasi
bahasa erat kaitannya dengan penyesuaian interpersonal dalam sebuah interaksi
komunikasi. Dosen yang komunikatif akan lebih mampu menyesuaikan pembicaraan
atau tindak tanduk dengan mahasiswa. Hal ini diyakini dapat meningkatkan hasil
belajar secara maksimal. “Dengan begitu, lembaga kita akan memiliki dosen dan
mahasiswa yang unggul dan berkualitas sehingga hal ini dapat menjadi salah satu
penunjang proses reakreditasi atau pembukaan program pascasarjana”, ungkap Agus.
(Dhie)
MATARAM–Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menyelenggarakan Yudisium Periode I tahun 2019 (9/3). Yudisium bulan Maret ini, UMMAT telah meluluskan 247 mahasiswa yang terdiri dari 7 Fakultas, diantaranya Fakultas Teknik (FATEK), Fakultas Pertanian (FAPERTA), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Agama Islam (FAI), Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK), dan Fakultas Hukum (FH).
Rektor UMMAT, Drs. H. Arsyad Abd. Gani, M. Pd mengatakan mahasiswa terbanyak yang yudisium yaitu dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) dengan jumlah 109 mahasiswa. Pada momen yudisium ini, Rektor berpesan kepada mahasiswa yang kini menyandang status sebagai alumni untuk tetap membawa nama baik lembaga dengan menunjukkan kualitas diri sebagai kader Muhammadiyah. “Kami berharap teman-teman alumni untuk selalu menampilkan akhlak yang baik ditengah masyarakat dan merasa memiliki beban terhadap lembaga dengan cara mempromosikan keberadaan lembaga ini sehingga minat dan kepercayaan masyarakat akan semakin meningkat”, ungkapnya. Seiring dengan itu, harapan dan tuntutan kepada setiap Fakultas terus dimaksimalkan untuk peningkatan kualitas terutama dalam hal akreditasi program studi. “Saya berharap kepada seluruh dekan untuk menyiapkan borang dengan baik karena beberapa fakultas yang ada di lingkungan UMMAT ini berpotensi untuk segera membuka program Pascasarjana, diantaranya seperti Fakultas Hukum, FKIP, dan juga FISIP”, tambah Rektor.
Pada kesempatan lain, ketua Badan Pelaksana
Harian UMMAT yang diwakili oleh sekertaris BPH, Gulam Abas menyampaikan salah
satu ciri warga Muhammadiyah yaitu senantiasa mengamalkan nilai Al-Islam dan
Kemuhammadiyahan. “Saya berharap mahasiswa/alumni yang secara langsung menjadi
kader Muhammadiyah harus selalu menampilkan identitas Kemuhammadiyahan, salah
satunya menjadikan setiap waktu sebagai kesempatan yang penting untuk menambah
kebaikan”, ungkapnya. Berdasarkan ketentuan PP Muhammadiyah ayat 1 bahwa tujuan
Muhammadiyah mendirikan perguruan tinggi yaitu sebagai sumber kekuatan untuk
melanjutkan eksistensi Muhammadiyah dalam rangka mewujudkan masyarakat islam
yang sebenar-benarnya. Dalam rangka merealisasikan tujuan tersebut,
muhammadiyah tetap konsisten untuk menjadikan kadernya sebagai kader dakwah,
kader bangsa, dan kader persyarikatan.
Sekertaris BPH mengingatkan bahwa setiap warga
Muhammadiyah harus menghormati dan menjunjung tinggi nilai-nilai pancasila
termasuk alumni kampus UMMAT karena Muhammadiyah juga turut serta dalam
merumuskan pancasila sebagai dasar negara. Selain itu, Muhammadiyah terus mengamanahkan
kadernya untuk menjadi pendakwah atau dai dimanapun berada. Menjadi teladan
yang baik bagi orang sekitar baik ketika berada di lingkungan kerja maupun di
lingkungan masyarakat. “Jadilah kader layaknya mentari, tetap menyinari
kebaikan untuk yang lain karena sebaik-baiknya manusia yaitu yang bermanfaat
bagi orang sekitarnya, jaga nama baik persyarikatan karena menjaga nama baik
Muhammadiyah otomatis menjaga nama baik Islam”, pungkasnya. (Dhie)
MATARAM–Kegiatan komunikasi, promosi, dan sosialisasi Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) tahun ajaran 2019/2020 diselenggarakan oleh UPT PPWA (Lembaga Promosi, Penerimaan Mahasiswa Baru, Wisuda, dan Alumni) selaku unit yang mengemban tugas dan fungsi promosi institusi. Untuk mendukung kegiatan ini, PPWA menggandeng PDM (Pimpinan Daerah Muhammadiyah) se-NTB, Ortom (Organisasi Otonom) Muhammadiyah yang berada di daerah, dan juga para alumni. Kegiatan ini dilaksanakan di pulau Lombok dan pulau Sumbawa sejak tanggal 3 Maret 2019 hingga sekarang.
Dalam melakukan kegiatan ini, PPWA membentuk team khusus bersama perwakilan rektor dan perwakilan masing-masing fakultas. Kepala UPT PPWA mengatakan pembagian team dilakukan untuk mengefisiensi waktu dengan target hasil yang lebih baik dari sebelumnya. “Kira-kira dibutuhkan waktu satu minggu di lapangan untuk melakukan kegiatan komunikasi, promosi, dan sosialisasi sehingga kami membagi team promosi dan juga menentukan koordinator di masing-masing wilayah kabupaten maupun kota”, ungkap Ramayanto.
Kegiatan komunikasi, promosi, dan sosialisasi
ini dilaksanakan dibeberapa sekolah Menengah Atas (SMA) se-NTB dengan
presentasi materi tentang informasi penerimaan mahasiswa baru, profile kampus,
informasi akreditasi program studi, dan informasi beasiswa yang ada di UMMAT. Presentasi
materi hanya membutuhkan waktu lebih kurang 25 menit kemudian dilanjutkan
dengan kegiatan tanya jawab. Selain presentasi dan tanya jawab, anggota team
membagikan brosur universitas, brosur fakultas, dan juga brosur program studi
kepada seluruh siswa dan tamu undangan yang hadir.
Untuk kelancaran kegiatan ini, PPWA meminta
kepada para Ortom Muhammadiyah dan Alumni untuk membantu pemasangan spanduk
informasi kampus ditempat-tempat strategis. Selain itu, para anggota team
melakukan penempelan pamphlet di majalah dinding sekolah sembari melakukan
sosialisasi di luar kelas dengan
berdiskusi dengan guru-guru. Kegiatan komunikasi, promosi, dan
sosialisasi mencakup seluruh kabupaten dan kota yang ada di wilayah NTB
seperti: Kabupaten Lombok Barat dan Kota Mataram, Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten
Lombok Tengah dan Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Sumbawa Barat dan kabupaten
Sumbawa, Kabupaten Dompu dan Kabupaten/Kota Bima.
Salah satu tujuan kegiatan ini yaitu
memperkenalkan sekaligus mengajak siswa untuk bergabung dengan keluarga besar
UMMAT. Ramayanto mengungkapkan bahwa hal yang paling sering ditanyakan oleh siswa
adalah akreditasi prodi dan institusi, beasiswa, dan hal-hal mengenai syarat
pendaftaran. “Alhamdulillah, para siswa yang hadir cukup antusias menerima
kedatangan kami dengan menyodorkan berbagai pertanyaan terkait informasi
pendaftaran, akreditasi program studi, dan juga informasi beasiswa yang ada di
UMMAT”, tambahnya.
Untuk memaksimalkan hasil kegiatan
komunikasi, sosialisasi, dan promosi ini, para team meminta beberapa daftar
kontak/social media siswa kelas XII.
Hal ini dilakukan agar memudahkan komunikasi dan sharing informasi terkait
penerimaan mahasiswa baru, informasi fakultas, dan juga informasi terkait Profile
Universitas. Dengan demikian, calon mahasiswa baru bisa yakin untuk memilih
Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) sebagai salah satu tempat untuk
berproses dan mengembangkan diri menjadi manusia yang unggul dan islami menuju
masa depan yang lebih baik. (Dhie)
MATARAM-Dalam rangka meningkatkan fungsi perpustakaan sebagai pusat informasi dan pusat kreatifitas, UPT Perpustakaan UMMAT menggandeng kantor Bahasa dan Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMMAT dalam rangka sosialisasi dan penerimaan peserta duta bahasa NTB 2019 bertempat di ruang baca Perpustakaan UMMAT. Dalam kegiatan tersebut, hadir perwakilan dari kantor bahasa NTB Nuryati, S. S, Habiburrahman, M. Pd selaku Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Iskandar, S. Sos., MA selaku ketua UPT Perpustakaan. Kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri oleh banyak peserta terutama mahasiswa dari prodi bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan juga dari prodi-prodi lain di lingkungan UMMAT.
Dalam sambutannya, ketua UPT
Perpustakaan UMMAT mengatakan kegiatan semacam ini akan terus ditingkatkan.
“Kita bisa membangun kerjasama dengan berbagai pihak baik dengan dosen, ketua
program studi, bahkan pihak luar jika mereka bisa berkomitmen untuk menumbuhkan
semangat dan optimisme mahasiswa dalam menumbuhkan kreatifitas”, ungkapnya. Mahasiswa
harus memiliki kecerdasan dan kreatifitas yang unggul melalui proses
pembelajaran yang terintegratif dengan berbagai sumber pusat belajar, salah
satunya yaitu perpustakaan. Meski pembelajaran dapat dilakukan di mana saja dan
kapan saja namun yang penting yang harus diperhatikan oleh para mahasiswa dan
dosen adalah pusat perpustakaan yang memadai. “Perpustakaan dapat menjadi pusat
sumber belajar yang sangat menguntungkan bagi mahasiswa dan dosen ketika kita
dapat mengintegrasikannya dengan konteks pembelajaran aktif dan kreatif
berbasis perpustakaan”, tambahnya.
Hal
senada juga disampaikan oleh Nurhayati bahwa mahasiswa harus aktif dan kreatif
untuk menghadapi era sekarang karena mereka adalah calon pemimpin dan harapan
bangsa. Dengan begitu mahasiswa sebagai agent
of change mampu menjadi generasi yang siap untuk bersaing terutama dalam
menciptakaan lapangan pekerjaan. “Kantor Bahasa NTB siap membantu semaksimal
yang dibisa untuk menumbuhkan kreatifitas generasi muda/mahasiswa melalui
perpustakaan sebagai pusat sumber belajar sehingga mereka tetap mampu bertahan
dan terus berkreasi” ungkapnya. Salah satu upaya untuk menciptakan generasi
yang kuat dan kreatif yaitu melalui komunikasi dan kerjasama dengan berbagai
pihak yang langsung bersinggungan dengan komunitas generasi muda seperti
perguruan tinggi atau sekolah tinggi. “Kami berkomitmen untuk terus
meningkatkan peran pemuda melalui pemilihan Duta Bahasa 2019 ini dengan
menggandeng beberapa universitas atau lembaga, salah satunya UPT Perpustakaan
UMMAT yang tetap berupaya untuk mengembalikkan fungsi sentral informasi dan
kreatifitas mahasiswanya”, imbuhnya. Dengan begitu, generasi muda yang
dihasilkan melalui pemilihan duta bahasa nanti yaitu generasi yang aktif dan
kreatif serta berwawasan akademis. (Dhie)
MATARAM–Proses pendaftaran masuk mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Mataram(UMMAT) sudah dibuka. Proses ini dimulai dengan ujian tertulis dan kemudian dilanjutkan dengan tes buta warna bagi calon mahasiswa Fakultas Tehnik (program studi S1 Perencanaan Wilayah & Kota) dan Fakultas Ilmu Kesehatan (program studi D3 Kebidanan dan program studi D3 Farmasi). Hal ini dilakukan untuk mengetahui mahasiwa yang nantinya lulus mampu secara fisik untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar. Pendaftaran mahasiswa baru dibagi dalam tiga gelombang yaitu gelombang pertama sejak 1 Maret-27 Juni, gelombang kedua mulai 28 Juni-29 Juli, dan gelombang ketiga mulai 30 Juli-29 Agustus 2019.
Kepala Humas UMMAT, Dr. Hilman Syahrial Haq, SH., LL.M mengatakan untuk tahun ini penerimaan mahasiswa baru akan dibagi dalam tiga gelombang, sejak Maret hingga Agustus 2019. Salah satu keunggulan mendaftar di perguruan tinggi swasta terutama di UMMAT adalah jadwalnya sudah dimulai sejak awal. Setiap gelombang sudah ditentukan pula jadwal pelaksanaan ujian tertulisnya. “Pendaftaran mahasiswa baru kami buka sebanyak tiga gelombang, jadi para calon mahasiswa bisa colong start sesuai dengan waktu luang mereka. Selain itu, bagi mahasiswa yang tidak lulus digelombang pertama bisa mendaftar digelombang kedua. Jika tidak lulus lagi mereka bisa mendaftar digelombang ketiga”, ujarnya.
Selain
informasi pendaftaran masuk perguruan tinggi, informasi tentang materi dalam
ujian tertulis juga perlu diketahui oleh calon mahasiswa. Materi yang diujikan
biasanya disesuaikan dengan program studi yang akan diambil dengan beberapa
subjek wajib seperti Tes Potensi Akademik (TPA) dan Tes Kompetensi Akademik
(TKA). TPA dinilai penting karena dalam menguji tes potensi akademik yang
dibutuhkan adalah kemampuan berpikir. “Dengan adanya prediksi kemampuan
berpikir, maka akan dapat dilihat seberapa besar potensi calon mahasiswa,
apakah ia mampu mengikuti kurikulum yang berlaku dikampus atau tidak”, tambah Hilman.
Selain
Tes Potensi Akademik, calon mahasiswa baru UMMAT akan menghadapi Tes Kompetensi
Akademik. Hal ini dimaksudkan untuk mengukur pengetahuan penguasaan materi
calon mahasiwa yang sudah diajarkan di Sekolah Menengah Atas (SMA). “Kemampuan
dalam TKA bisa menjadi dasar pengetahuan untuk menganalisis persoalan yang
dihadapi ketika mereka berada di perguruan tinggi dan ini merupakan langkah
UMMAT untuk memperkenalkan kepada para calon mahasiswa terkait soal-soal HOTS
atau Higher Order Thinking Skill”,
jelas Hilman. (Dhie)