Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat global dengan meraih penghargaan internasional bertajuk “The Creative University on International Collaborations for International Student Admissions.” Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan UMMAT dalam mengembangkan kerja sama internasional yang inovatif, kreatif, dan berkelanjutan, khususnya dalam penguatan strategi penerimaan mahasiswa internasional.
Penghargaan bergengsi tersebut merupakan hasil kolaborasi strategis antara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI), APIEM United Kingdom, serta Mandalika International Festival (MIF) Indonesia. Melalui apresiasi ini, UMMAT dinobatkan sebagai salah satu perguruan tinggi kreatif berkelas global dari kawasan timur Indonesia yang dinilai mampu mengintegrasikan diplomasi pendidikan dengan penguatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif nasional.
Prosesi penyerahan penghargaan dilaksanakan pada 13 Desember 2025 bertempat di Green Gate VIP Deluxe Sirkuit MotoGP Mandalika, Nusa Tenggara Barat. Sertifikat penghargaan internasional tersebut ditandatangani secara resmi oleh Kemenparekraf RI, President APIEM United Kingdom, Professor David Hind, serta Direktur MIF Indonesia, Sirajudin.
Pengakuan ini menjadi bukti nyata meningkatnya kepercayaan dunia internasional terhadap peran strategis UMMAT dalam mengembangkan internasionalisasi pendidikan tinggi yang terintegrasi dengan penguatan kawasan strategis nasional, khususnya Mandalika sebagai destinasi pariwisata dan kolaborasi global.
Melalui pendekatan kolaboratif dan inovatif, UMMAT dinilai berhasil memperkuat peran perguruan tinggi sebagai mitra pembangunan berkelanjutan, sekaligus jembatan penghubung antara dunia akademik, industri, dan komunitas global. Kehadiran mahasiswa internasional serta mitra global di lingkungan kampus UMMAT diharapkan mampu memperkaya atmosfer akademik, meningkatkan pertukaran budaya dan keilmuan, serta mendorong daya saing pendidikan tinggi di tingkat regional, nasional, hingga internasional.
Kepala Kantor Urusan Internasional dan Kerjasama (KUIK) UMMAT, Asbah, M.Hum., menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan amanah sekaligus motivasi untuk terus memperluas jejaring dan kolaborasi internasional secara berkelanjutan. “Penghargaan ini bukan sekadar simbol pengakuan, tetapi juga tanggung jawab besar. Kolaborasi internasional yang kami bangun diarahkan untuk memperkuat peradaban melalui pertukaran ilmu, nilai, dan kemanusiaan. Dari Lombok, UMMAT ingin hadir dan berkontribusi nyata untuk dunia,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Rektor IV UMMAT Bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) serta Kerja Sama, Dr. H. Zaenudin, M.Pd.I., menegaskan bahwa penghargaan dari Kemenparekraf RI, APIEM UK, dan MIF Indonesia semakin memperkuat posisi strategis UMMAT dalam peta kerja sama global.
“Penghargaan ini menegaskan bahwa UMMAT berada pada jalur yang tepat dalam membangun kemitraan nasional dan internasional yang berdampak. Ke depan, kami akan terus mengembangkan kerja sama global yang mendukung peningkatan kualitas akademik, riset, mobilitas internasional, serta kontribusi nyata UMMAT bagi pembangunan daerah dan nasional,” jelasnya.
Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, M.A., turut menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas capaian internasional tersebut. Menurutnya, penghargaan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika UMMAT yang secara konsisten membangun budaya kolaborasi, inovasi, dan keterbukaan global. “Penghargaan internasional ini membuktikan bahwa UMMAT mampu beradaptasi dan berinovasi dalam menjawab tantangan global tanpa meninggalkan jati diri keislaman dan kemuhammadiyahan. Saya mengapresiasi kerja keras Kantor Urusan Internasional dan seluruh unit yang terlibat dalam mendorong internasionalisasi kampus secara terencana dan berkelanjutan,” ujar Rektor.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kerja sama internasional yang dibangun UMMAT tidak semata-mata berorientasi pada peningkatan reputasi institusi, tetapi juga diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, dosen, dan masyarakat luas. “Internasionalisasi UMMAT kami maknai sebagai sarana peningkatan mutu caturdarma perguruan tinggi, penguatan karakter mahasiswa, serta kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan bangsa.Dari Lombok, kami ingin menunjukkan bahwa kampus daerah pun mampu berkiprah dan diakui di tingkat dunia,” tegasnya. (HUMAS UMMAT)
Aceh Tamiang, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melalui Tim Medis Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) hadir memberikan dukungan pelayanan kesehatan di RS Pertamina Rantau Aceh Tamiang pascabencana banjir yang melanda wilayah Kabupaten Aceh Tamiang. Kehadiran tim ini menjadi bagian dari komitmen UMMAT dalam mendukung pemulihan layanan kesehatan dan membantu masyarakat terdampak bencana.
Kegiatan tanggap darurat ini dilaksanakan pada Selasa, 23 Desember 2025, pukul 08.00–16.00 WIB, dengan fokus utama pada koordinasi lintas sektor, persiapan layanan kesehatan, serta penyaluran bantuan logistik medis. Tim Medis UMMAT dipimpin oleh Dr. dr. Fauzy Ma’aruf, Sp.Rad(K), M.Kes, dan melibatkan tenaga kesehatan dari FK dan FIK UMMAT.
Pada hari pertama pelaksanaan, Tim Medis UMMAT mengawali kegiatan dengan koordinasi bersama Health Emergency Operation Center (HEOC) Kabupaten Aceh Tamiang guna melaporkan kehadiran tim dan memperoleh arahan teknis terkait mekanisme pelayanan kesehatan di wilayah terdampak banjir. Koordinasi ini menjadi langkah strategis untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan efektif dan terintegrasi.
Selanjutnya, tim melakukan pertemuan dengan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Kabid Yankes) untuk mendapatkan gambaran kondisi layanan kesehatan pascabencana. Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, Tim Medis UMMAT diarahkan untuk mendukung pelayanan kesehatan di RS Pertamina Aceh Tamiang sebagai pusat rujukan layanan kesehatan di wilayah terdampak.
Sebagai bentuk penguatan sinergi kemanusiaan, Tim Medis UMMAT juga melakukan koordinasi dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Aceh Tamiang di Masjid At-Taqwa. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat komunikasi, pembagian peran relawan, serta optimalisasi pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan koordinasi dan peninjauan langsung ke RS Pertamina Rantau Aceh Tamiang. Dalam pertemuan bersama manajemen dan Direktur RS, dibahas rencana operasional posko kesehatan pascabencana, pembagian tim menjadi tiga unit layanan yaitu tim layanan rumah sakit, tim posko kesehatan, dan tim klinik mobile. Pada kesempatan tersebut, Tim Medis UMMAT juga menyerahkan bantuan logistik dan obat-obatan untuk mendukung pelayanan kesehatan di posko dan klinik mobile.
Ketua Tim Medis UMMAT, Dr. dr. Fauzy Ma’aruf, Sp.Rad(K), M.Kes, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan langkah awal dalam pemulihan layanan kesehatan di Aceh Tamiang. “Tim Medis Universitas Muhammadiyah Mataram memberikan bantuan obat-obatan untuk RS Pertamina IHC Tamiang. Operasional rumah sakit saat ini belum berjalan secara optimal akibat dampak banjir. Oleh karena itu, FK dan FIK UMMAT menginisiasi layanan kesehatan awal dan telah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit. Kami berharap kehadiran tim ini dapat memberikan manfaat nyata dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terdampak,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur RS Pertamina Aceh Tamiang mengapresiasi kontribusi Tim Medis UMMAT dalam mendukung pemulihan layanan kesehatan pascabencana banjir. “Kami menyampaikan terima kasih kepada Universitas Muhammadiyah Mataram atas bantuan obat-obatan dan dukungan tenaga medis yang diberikan. Bantuan ini sangat berarti sebagai langkah awal pemulihan operasional rumah sakit. Semoga RS Pertamina Aceh Tamiang dapat segera pulih dan kembali memberikan layanan kesehatan secara normal kepada masyarakat,” ungkapnya. (HUMAS UMMAT)
Mataram, Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menegaskan peran strategis perguruan tinggi dalam penanggulangan bencana melalui pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Darurat Bencana di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Kegiatan ini merupakan bagian dari Skema Prioritas II Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun Anggaran 2025, yang dijadwalkan berlangsung pada 18–28 Desember 2025.
Pelaksanaan program ini memperoleh legitimasi institusional melalui surat tugas resmi yang ditandatangani oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMMAT, Dr. Sri Rejeki, M.Pd. Surat tugas tersebut menjadi dasar pelaksanaan kegiatan sekaligus landasan koordinasi lintas sektor dengan pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, serta berbagai pemangku kepentingan kebencanaan di tingkat lokal dan nasional.
Secara strategis, program pengabdian ini dilaksanakan dalam koordinasi langsung dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pusat sebagai lembaga resmi Persyarikatan Muhammadiyah yang bergerak di bidang penanggulangan bencana. Kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa respons tanggap darurat dilakukan secara terintegrasi, berbasis standar kebencanaan nasional, serta berorientasi pada pemulihan kondisi kesehatan masyarakat terdampak bencana.
Tim pelaksana kegiatan terdiri atas tenaga kesehatan lintas profesi, akademisi, tenaga nonmedis, serta mahasiswa, yaitu: Dr. dr. Fauzy Ma’ruf, Sp.Rad (K), M.Kes. (Dokter Spesialis Radiologi Konsultan); Apt. Nurul Qiyaam, M.Farm.Klin; Apt. Anna Pradningsih, M.Sc; Apt. Eryona Azizun Rosyida, M.Clin.Pharm; Apt. M. Jumratul Mu’minin, S.Farm., M.Si (Apoteker); dr. Harun Nurdiansah Ahmad, Sp.N, DAI, FIDN (Dokter Spesialis Neurologi); dr. Arsy Mira Pertiwi, S.Ked; dr. Ilman Rahaswin Bolkiah, S.Ked; dr. Ainullah Turahmah, S.Ked; dr. Lalu Abharina Muthmainnah, S.Ked (Dokter Umum); Ni Wayan Ari Adiputri, M.Kes (Bidan); Siti Mardiyah WD, M.Kes dan Ns. Rahmatika Aulian (Perawat); Majidi Aprizan (Tim Nonmedis); serta mahasiswa Fakultas Kedokteran Aji Panji Sangupati dan Yasmin Aulia Dzakirah.
Dalam pelaksanaannya, tim akan memfokuskan kegiatan pada pelayanan kesehatan dasar, pendampingan medis bagi masyarakat terdampak bencana, edukasi kesehatan dan kebencanaan, serta penguatan koordinasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan dan pemangku kepentingan setempat. Sinergi dengan MDMC Pusat menjadi elemen kunci untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai dengan standar operasional penanganan bencana Muhammadiyah serta terintegrasi dalam jejaring nasional penanggulangan bencana.
Dekan FK UMMAT, Dr. dr. Fauzy Ma’ruf, Sp.Rad (K), M.Kes., menyampaikan bahwa keterlibatan sivitas akademika dalam misi kemanusiaan ini merupakan bentuk nyata implementasi Caturdarma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, sekaligus aktualisasi nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam praksis sosial.
“Kami berharap kehadiran tim FK dan FIK UMMAT dapat memberikan kontribusi langsung bagi pemulihan kesehatan masyarakat terdampak bencana, sekaligus menjadi pengalaman pembelajaran kontekstual dalam membangun kepekaan sosial, profesionalisme, dan solidaritas kemanusiaan bagi sivitas akademika,” ujarnya. (HUMAS UMMAT)
Jakarta, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional dengan meraih Peringkat Bronze Winner dalam ajang Anugerah Dikti Saintek 2025, yang berlangsung di Jakarta pada 19 Desember 2025. Penghargaan tersebut diraih pada kategori Institusi dengan Peningkatan Kinerja Terbaik Periode 2022–2024 (SINTA Award).
Pada ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tersebut, UMMAT dinilai berhasil menunjukkan akselerasi kinerja institusi secara signifikan, khususnya dalam peningkatan skor Science and Technology Index (SINTA). Penghargaan ini diberikan pada subkategori Akselerasi Institusi Perguruan Tinggi Akademika Klaster Utama dengan Peningkatan Skor SINTA Tertinggi Periode Tahun 2022.
Capaian ini menjadi bukti nyata komitmen UMMAT dalam memperkuat budaya riset dan publikasi ilmiah, meningkatkan kualitas dosen dan peneliti, serta mendorong kolaborasi akademik di tingkat nasional maupun internasional. Berbagai program strategis, seperti pendampingan publikasi bereputasi, penguatan jurnal ilmiah, serta optimalisasi kinerja penelitian dosen, menjadi faktor penting dalam pencapaian tersebut.
Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, MA., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penghargaan yang diraih. Menurutnya, prestasi ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika UMMAT.
“Alhamdulillah, penghargaan Bronze Winner pada Anugerah Dikti Saintek 2025 ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan mutu catur darma perguruan tinggi muhammadiyah, khususnya dalam bidang penelitian dan publikasi ilmiah. Ini adalah hasil dari kerja keras dan dedikasi seluruh sivitas akademika UMMAT,” ungkapnya.
Lebih lanjut, UMMAT berkomitmen menjadikan capaian ini sebagai pemacu untuk terus berinovasi, meningkatkan daya saing institusi, serta berkontribusi aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berdampak bagi masyarakat.
Anugerah Dikti Saintek merupakan agenda nasional yang memberikan apresiasi kepada perguruan tinggi dan insan akademik yang memiliki kinerja unggul dalam bidang pendidikan tinggi, riset, dan inovasi. Raihan Bronze Winner ini semakin mengukuhkan posisi Universitas Muhammadiyah Mataram sebagai perguruan tinggi yang progresif dan berorientasi pada mutu serta dampak berkelanjutan. (HUMAS UMMAT)
Mataram, Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional tahun 2025, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menggelar kuliah umum bertajuk “Guru Inspiratif, Membangun Generasi Emas Indonesia”, pada Senin (10/11/2025). Kegiatan yang berlangsung di Auditorium H. Anwar Ikraman ini dihadiri ratusan mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan FKIP UMMAT, serta para dosen dan tenaga kependidikan.
Ketua panitia pelaksana, Isnaini, M.H., M.Pd., yang juga Ketua Program Studi PPKn FKIP UMMAT, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan kuliah umum ini menjadi pembuka dari rangkaian acara peringatan Hari Guru Nasional yang diselenggarakan oleh FKIP UMMAT.
“Kegiatan ini bukan hanya sebagai ajang refleksi bagi calon pendidik, tetapi juga sebagai wadah promosi FKIP UMMAT untuk memperkenalkan Universitas Muhammadiyah Mataram lebih luas kepada masyarakat. Setelah kuliah umum, akan dilanjutkan dengan berbagai lomba bagi pelajar SMA/SMK se-Pulau Lombok,” ujarnya.
Rektor UMMAT yang diwakili oleh Wakil Rektor II, Ir. Asmawati, M.P., dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran guru dalam membentuk karakter dan masa depan bangsa. Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap semangat para guru dan mahasiswa pendidikan yang terus berkomitmen mencerdaskan generasi muda Indonesia.
“Guru adalah sosok kunci dalam membangun generasi emas Indonesia. Oleh karena itu, kesejahteraan dan penghargaan terhadap guru harus menjadi perhatian bersama. Semoga seluruh guru di Indonesia mendapatkan apresiasi yang layak dari pemerintah maupun masyarakat,” tuturnya.
Dokumentasi Sambutan Wakil Rektor II UMMAT, Ir. Asmawati, M.P.
Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber inspiratif yang membagikan pengalaman dan wawasan mereka terkait dunia pendidikan. Narasumber pertama, Dian Yanuartri, M.Pd., Guru SDN 13 Ampenan, membawakan topik “Memahami Peran Guru Kreatif Sesuai Zaman, Menumbuhkan Partisipasi Modern, dan Menciptakan Kelas yang Aktif dan Menyenangkan.” Ia menekankan pentingnya kreativitas guru dalam menghadirkan pembelajaran yang menarik dan relevan dengan perkembangan zaman.
Selanjutnya, Dr. Wirman Kasmayadi, S.Pd., M.Si., Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi NTB, menyampaikan materi “Kebijakan dan Arah Pengembangan Guru dan Tenaga Kependidikan.” Dalam paparannya, ia menyoroti arah kebijakan pendidikan nasional serta pentingnya peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan untuk menjawab tantangan global.
Sesi terakhir diisi oleh Dr. Muhammad Nizaar, M.Pd.S.I., Dekan FKIP UMMAT, yang membawakan materi “Semangat Keguruan dari KH. Ahmad Dahlan.” Ia mengajak seluruh peserta untuk meneladani perjuangan dan dedikasi pendiri Muhammadiyah dalam dunia pendidikan, serta menjadikan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan sebagai dasar pengabdian guru di tengah masyarakat. (HUMAS UMMAT)
Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali meneguhkan komitmennya terhadap isu lingkungan dan sosial kemasyarakatan melalui pelepasan mahasiswa peserta program relawan bertajuk Clean Water For Sambori. Acara pelepasan tersebut berlangsung khidmat pada Kamis, 9 Oktober 2025, di Ruang Temu Rektor UMMAT , dan dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor III, serta para mahasiswa peserta.
Program Clean Water For Sambori merupakan hasil kolaborasi strategis antara AiKite dan LAZISMU , yang mengusung semangat pengabdian, inovasi, serta kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Melalui program ini, mahasiswa terdorong untuk terlibat langsung dalam upaya peningkatan akses air bersih dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan di kawasan adat Sambori, Kabupaten Bima. Fokus kegiatan utama ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 6 dan 13, yakni Air Bersih dan Sanitasi Layak untuk Semua serta Penanganan Perubahan Iklim .
Program ini juga menjadi bentuk nyata evolusi dari visi UMMAT sebagai perguruan tinggi yang berlandaskan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan , dengan menumbuhkan semangat ta’awun (tolong-menolong) dan kepedulian sosial di kalangan mahasiswa. Melalui keterlibatan dalam kegiatan kemanusiaan dan lingkungan, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai akademisi, tetapi juga sebagai agen perubahan yang siap memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan alam.
Dalam kegiatan yang berlangsung mulai 10 hingga 18 Oktober 2025 di Desa Sambori, Kabupaten Bima, lima mahasiswa terpilih dari UMMAT resmi dilepas oleh pimpinan universitas. Mereka adalah Irma Neni Wahidah (Program Studi PGMI), Nina Muji Apriani (Teknik Sipil), Putri Hafidzah (PBSI), Rio Eza Nur Muhammad (Ilmu Pemerintahan), dan Ade Indra Zulfa (Farmasi). Kelimanya berhasil lolos seleksi nasional dan akan bergabung bersama para relawan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat di kawasan adat Sambori, yang dikenal luas dengan sebutan Negeri di Atas Awan .
Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, M.A., berpesan pentingnya menjaga etika dan nilai-nilai moral selama menjalankan tugas kemanusiaan di masyarakat. Beliau menekankan bahwa kegiatan semacam ini tidak hanya menjadi wadah pengabdian, tetapi juga sarana pendidikan karakter bagi mahasiswa.
“Jagalah etika, sopan santun, dan tetaplah ramah terhadap masyarakat. Hargai nilai-nilai adat istiadat yang berlaku di Sambori, karena keberhasilan seorang relawan bukan hanya dilihat dari seberapa besar kontribusi fisik yang diberikan, tetapi juga dari bagaimana ia mampu menghormati dan memahami budaya masyarakat tempat ia mengabdi. Semoga pengalaman ini menjadi ladang ilmu dan pengayaan diri yang akan berguna bagi masa depan,” ujar Rektor.
Sementara itu, Wakil Rektor III UMMAT, Dr. Erwin, M.Pd., turut menyampaikan pesan penuh makna kepada para mahasiswa yang akan berangkat. Beliau menekankan pentingnya kemampuan adaptasi, empati, dan ketulusan hati dalam menjalankan program pengabdian.
“Prinsipnya, jaga diri dan berbaurlah dengan masyarakat setempat sesuai budaya mereka. Jangan membawa budaya kita, tetapi belajarlah bagaimana mereka hidup, bekerja, dan menjaga alam. Kegiatan ini adalah kesempatan untuk belajar menjadi bagian dari solusi. Kami berharap kalian dapat kembali dengan selamat, membawa cerita, inspirasi, dan semangat baru yang bisa menular kepada mahasiswa lain,” ungkapnya.
Salah satu peserta, Irma Neni Wahidah dari Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), menyampaikan rasa syukur dan antusiasmenya atas kesempatan ini. “Saya merasa sangat bersyukur bisa terpilih mewakili UMMAT. Ini adalah kesempatan berharga untuk belajar langsung dari masyarakat adat Sambori tentang bagaimana mereka menjaga alam dan mengelola air. Semoga kami dapat memberikan kontribusi kecil yang bermanfaat sekaligus membawa nilai-nilai Islami dan kemanusiaan yang diajarkan di kampus,” tuturnya penuh semangat. (HUMAS UMMAT)