Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), terus berupaya meningkatkan kualitas akademik dan bimbingan riset melalui partisipasinya dalam Joint Research Supervisi Course 2.0, yang dilaksanakan di Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM) pada tanggal 7 hingga 9 September 2024. Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah strategis universitas dalam memperkuat kapasitas promotor dan co-promotor dalam bimbingan riset, serta memperluas kolaborasi akademik di tingkat internasional (11/09/2024).
Wakil Rektor I, Dr. Harry Irawan Johari, M.Si., hadir mewakili UMMAT dalam kegiatan tersebut. Partisipasinya tidak hanya menegaskan komitmen universitas terhadap peningkatan kualitas supervisi riset, tetapi juga memperlihatkan keseriusan UMMAT dalam membangun hubungan yang lebih kuat dengan lembaga akademik global. “Keikutsertaan ini merupakan kesempatan penting untuk memperdalam pengetahuan dalam bimbingan riset, sekaligus memperluas jejaring internasional yang dapat mendukung perkembangan akademik universitas,” ujarnya.
Kegiatan Joint Research Supervisi Course 2.0 ini dirancang untuk membantu para akademisi, terutama promotor dan co-promotor, dalam memperkaya metode supervisi riset. Melalui sesi-sesi yang interaktif, para peserta memiliki kesempatan untuk mempelajari berbagai teknik supervisi yang lebih efektif dan inovatif. Selain itu, mereka juga berkesempatan untuk bertukar pikiran dengan para ahli dari berbagai perguruan tinggi, yang berpotensi membuka pintu kolaborasi riset di masa mendatang.
Dalam salah satu sesi, para peserta mendapatkan pembekalan tentang pengelolaan riset mahasiswa yang lebih terstruktur, mulai dari tahap perencanaan hingga implementasi. Dengan pendekatan ini, diharapkan para promotor dapat memberikan panduan yang lebih jelas dan terarah bagi mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhir atau tesis mereka. “Pengalaman yang didapatkan dari kursus ini akan sangat berguna dalam meningkatkan kapasitas supervisi riset di lingkungan kampus, sehingga mahasiswa dapat lebih terarah dalam menjalani proses penelitian,” lanjutnya.
Tidak hanya fokus pada peningkatan kapasitas bimbingan, Joint Research Supervisi Course 2.0 juga menjadi platform penting untuk membangun relasi antara institusi pendidikan tinggi di berbagai negara. Universitas Muhammadiyah Mataram, melalui partisipasi ini, semakin memperkuat jaringannya dengan institusi akademik lainnya, khususnya di wilayah Asia Tenggara. Ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan peluang kerjasama riset internasional yang lebih luas, serta membuka pintu bagi dosen dan mahasiswa untuk terlibat dalam proyek-proyek riset kolaboratif di masa depan.
Dengan mengikuti kegiatan ini, UMMAT berharap dapat memberikan dampak positif yang nyata terhadap proses bimbingan riset di kampus. Diharapkan, hasil dari kursus ini akan membantu menciptakan iklim akademik yang lebih kondusif bagi pengembangan riset berkualitas, serta memperkuat reputasi universitas di kancah internasional.
Sebagai penutup, Dr. Harry Irawan Johari menyampaikan harapan besarnya bahwa partisipasi dalam Joint Research Supervisi Course 2.0 ini akan membawa manfaat yang signifikan, baik bagi dosen maupun mahasiswa. “Kegiatan ini bukan hanya tentang peningkatan keterampilan supervisi riset, tetapi juga tentang membangun pondasi yang lebih kuat untuk masa depan riset di Universitas Muhammadiyah Mataram,” tegasnya. Melalui kegiatan ini, UMMAT terus berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan riset dan akademik yang berkelanjutan, demi tercapainya visi sebagai universitas yang unggul dan kompetitif di tingkat nasional maupun internasional (HUMAS UMMAT).
Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung inovasi mahasiswa dengan menyelenggarakan KKN EXPO UMMAT 2024 bertajuk Teknologi Tepat Guna (TTG). Acara ini menjadi puncak dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan ke-XXXVIII, menampilkan beragam produk inovatif hasil pengabdian mahasiswa di berbagai desa. Kelompok 51 Desa Tamekan, Kabupaten Sumbawa Barat, dinobatkan sebagai Kelompok Terbaik TTG dalam ajang ini, Auditorium UMMAT (11/09/2024).
Ketua LPPM UMMAT, Dr. Ibrahim, M.Sc., mengungkapkan kebanggaannya atas terselenggaranya expo ini. “Expo kali ini tidak hanya sekadar ajang pameran karya, tetapi merupakan hasil dari rangkaian kegiatan panjang yang diawali dengan seminar nasional. Dalam seminar tersebut, kita membahas potensi desa, serta peran mahasiswa KKN dalam mengembangkan teknologi tepat guna yang bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Menurutnya, KKN EXPO UMMAT 2024 menjadi bukti nyata bagaimana mahasiswa dapat memanfaatkan ilmu yang mereka peroleh untuk menciptakan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat desa. “Kami sangat bangga karena meskipun ini adalah expo pertama yang kami adakan, namun kualitas karya yang ditampilkan sangat luar biasa. Inovasi-inovasi ini tidak hanya berfokus pada teknologi modern, tetapi juga pada pemanfaatan potensi lokal yang sudah dimiliki oleh masyarakat desa,” tambahnya.
Rektor UMMAT, yang diwakili Wakil Rektor II, Ir. Asmawati, M.P., turut memberikan apresiasi tinggi terhadap gelaran expo ini. Ia menekankan pentingnya memberikan pengakuan atas inovasi mahasiswa yang berpotensi untuk mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual (HAKKI). “Expo ini tidak hanya sekadar ajang apresiasi, tetapi juga dapat menjadi wadah bagi inovasi-inovasi mahasiswa untuk didaftarkan sebagai paten sederhana atau HAKKI. Produk-produk seperti jamu dan briket yang saya lihat tadi memiliki ciri khas yang kuat, sehingga sangat berpotensi untuk dipatenkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Asmawati berharap expo ini dapat menjadi agenda tahunan UMMAT yang terus berkembang. “Kami berharap expo ini dapat menjadi contoh bagi acara-acara serupa di masa depan, di mana karya-karya mahasiswa dapat diangkat, dikembangkan, dan diberikan penghargaan yang layak. Inovasi yang dihasilkan mahasiswa sangat berharga, tidak hanya bagi mereka sendiri, tetapi juga bagi pengembangan institusi dan masyarakat luas,” tambahnya.
Selain penyerahan penghargaan, expo ini juga menampilkan produk-produk unggulan dari kelompok KKN lainnya. Beberapa produk yang dipamerkan di antaranya adalah sosis dari ampas minyak kelapa, susu jagung dengan daun kelor, serta teknologi bioponik yang berfokus pada pengurangan sampah rumah tangga. Tidak ketinggalan, program pencegahan stunting juga menjadi salah satu inovasi unggulan yang dipresentasikan oleh Kelompok 51 Desa Tamekan, yang akhirnya berhasil meraih gelar juara pertama.
Ketua Kelompok 51 Desa Tamekan , Mustofa Al Hadid, menyampaikan bahwa keberhasilan timnya tidak lepas dari kolaborasi yang baik antar anggota kelompok, yang berbagi tugas sesuai dengan latar belakang pendidikan mereka masing-masing. “Kami mencoba untuk membagi tugas sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing. Misalnya, teman-teman yang berasal dari Fakultas Pertanian fokus pada pengembangan produk-produk berbasis pertanian. Masyarakat desa sangat antusias dan terlibat aktif dalam program yang kami buat, sehingga kendala yang kami hadapi tidak terlalu signifikan,” tuturnya.
Ia juga berharap agar masyarakat Desa Tamekan dapat terus mengembangkan produk-produk inovatif yang telah dihasilkan selama masa KKN. “Kami berharap produk-produk seperti sosis dari ampas minyak kelapa dan susu jagung ini dapat terus diproduksi dan bahkan dikembangkan lebih lanjut oleh masyarakat desa, sehingga bisa menjadi produk unggulan desa,” tambahnya.
Dosen Pembimbing Lapangan, Yudhi Lestanata, S.IP., M.IP., memberikan apresiasi kepada kelompok mahasiswa bimbingannya. “Sejak awal ditunjuk sebagai DPL, saya berupaya membangun koordinasi yang kuat dan memberikan informasi penting kepada mahasiswa sebelum mereka berangkat ke lokasi KKN. Saya menjelaskan hal-hal yang perlu diperhatikan, termasuk bagaimana menjalankan program kerja secara efektif, serta cara berkolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat setempat. Yang paling penting, mahasiswa harus fokus dalam melaksanakan program kerja, baik program pokok, program khusus, maupun program pilihan. Saya sangat bangga dengan prestasi yang dicapai oleh kelompok 51 KKN di Desa Tamekan. Mereka telah menunjukkan dedikasi tinggi dan hasil yang membanggakan. Semoga mereka terus memberikan yang terbaik ke depannya,” ungkapnya penuh harap.
Setelah penyerahan penghargaan kepada para pemenang, acara dilanjutkan dengan talkshow, bertema Inspirasi dari Desa, Solusi untuk Bangsa. Talkshow ini menghadirkan tiga narasumber inspiratif, yakni Irfan Saenaufal dari BPJS Ketenagakerjaan NTB, Dr. Ibrahim selaku Ketua LPPM UMMAT, dan Mustofa Al Hadid dari Kelompok 51 KKN Desa Tamekan.
Dalam sesi ini, para narasumber berbagi pengalaman dan inspirasi tentang bagaimana potensi desa dapat digali dan dikembangkan melalui inovasi teknologi tepat guna. Para peserta talkshow, yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat umum, juga diajak untuk berpikir lebih jauh tentang peran inovasi dalam memajukan desa-desa di Indonesia.
Adapun pemenang penghargaan dalam KKN EXPO UMMAT 2024 adalah sebagai berikut: Juara 1: Kelompok 51 Desa Tamekan, Kabupaten Sumbawa Barat, Juara 2: Kelompok Desa Sesaot, Juara 3: Kelompok Desa Teros, Harapan 1: Kelompok Desa Nusa Jaya, Harapan 2: Kelompok Desa Sambelia, Harapan 3: Kelompok Desa Santong Tua
KKN EXPO UMMAT 2024 ini menjadi langkah awal yang sangat baik bagi LPPM UMMAT dalam mengapresiasi hasil karya mahasiswa, sekaligus mendorong inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Expo ini juga diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang tidak hanya menampilkan teknologi tepat guna, tetapi juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk terus berkarya dan berinovasi (HUMAS UMMAT).
Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dengan menjadi tuan rumah Training Transfer Pengetahuan tentang Teknologi Pertambangan Batu Bara. Acara yang diselenggarakan dari tanggal 3 hingga 5 September 2024 ini merupakan kolaborasi internasional antara Japan Organization for Metals and Energy Security (JOGMEC) dan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia untuk Geologi, Mineral, dan Batu Bara (PPSDM Geominerba ESDM), (03/09/2024).
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan keahlian di bidang energi dan sumber daya mineral, khususnya dalam teknologi pertambangan batu bara. Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan mahasiswa dan dosen UMMAT, serta menghadirkan para pakar dari Jepang yang siap berbagi ilmu dan pengalaman.
Ketua Program Studi S1 Teknik Pertambangan UMMAT, Bedy Fara Aga Matrani, S.T., M.T., menyatakan kebanggaannya atas terselenggaranya training ini. “Kami sangat antusias dengan adanya pelatihan ini. Sebelum kegiatan ini dilaksanakan, kami memang telah melakukan MoU bersama ESDM pada awal tahun lalu. Kegiatan ini difasilitasi oleh ESDM, termasuk studi kunjungan eksklusi tambang bawah tanah di Sawahlunto kemarin. Dari kegiatan ini besar harapannya dapat menambah wawasan dan pengetahuan mahasiswa dalam pengelolaan teknologi bawah tanah batu bara”, ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa pelatihan ini tidak hanya menjadi ajang transfer ilmu, tetapi juga bagian dari upaya peningkatan kompetensi mahasiswa. “Kegiatan ini akan menjadi Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) bagi mahasiswa karena acara ini berskala internasional dan langsung mendatangkan tiga narasumber dari Jepang”, tambahnya.
Rektor UMMAT yang diwakili oleh Wakil Rektor I UMMAT, Dr. Harry Irawan Johary, S.Hut., M.Si., juga menyoroti pentingnya pelatihan ini bagi mahasiswa sebagai calon profesional di bidang pertambangan. “Mahasiswa kita sekarang adalah generasi emas NTB yang nantinya akan mengelola tambang di wilayah ini. Beberapa isu penting seperti keselamatan kerja, perubahan iklim, dan pertambangan yang ramah lingkungan harus kita pelajari untuk pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan”, jelasnya.
Pada hari pertama pelatihan, Assoc. Prof. Takashi Sasaoka dari Kyushu University memberikan paparan mengenai teknologi penambangan dan keselamatan tambang bawah tanah. Beliau membagikan pengalaman tentang pengembangan batu bara di Indonesia, metode penambangan, sistem penyanggaan menggunakan roofbolt, subsidence, serta transisi dari tambang terbuka menuju tambang bawah tanah. “Penting untuk memahami berbagai metode dan teknologi dalam pertambangan, terutama ketika kita berbicara tentang transisi dari tambang terbuka ke tambang bawah tanah, yang memerlukan keahlian dan perhatian ekstra,” ujarnya.
Pelatihan akan berlanjut dengan berbagai sesi menarik lainnya. Pada hari kedua dan ketiga, Achmad Soefulloh akan menjelaskan mengenai UU dan Peraturan Keselamatan Pertambangan di Indonesia, sementara Yoshihisa Shimoda akan mengulas tentang fenomena Swabakar (Spontaneous Combustion) di tambang bawah tanah, sebuah isu penting yang sering dihadapi dalam operasi pertambangan batu bara.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan mahasiswa UMMAT dapat menggali lebih ilmu dan pengalaman langsung dari para ahli, serta siap menghadapi tantangan di industri pertambangan dengan lebih kompeten dan professional tingkat ASEAN (HUMAS UMMAT).
Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-79 Republik Indonesia dengan penuh dedikasi dan semangat nasionalisme. Upacara yang pertama kali diadakan oleh UMMAT ini berlangsung di lapangan depan Fakultas Ilmu Kesehatan, dihadiri oleh segenap pimpinan, dosen, staf, dan mahasiswa. Sabtu, 17 Agustus 2024.
Berbagai persiapan telah dilakukan dengan matang, mulai dari menyiapkan pasukan pengibar bendera merah putih hingga merancang rangkaian acara lainnya. Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara, menyatakan kebahagiaannya atas suksesnya penyelenggaraan upacara ini. “Saya sangat bahagia, ini merupakan pertama kalinya UMMAT menyelenggarakan upacara dalam rangka memperingati HUT RI. Ini akan menjadi tradisi tahunan di UMMAT,” ujarnya dengan penuh antusias.
Wakil Rektor III, Dr. Erwin, M.Pd., yang bertugas sebagai pembaca teks proklamasi, juga mengungkapkan rasa gembiranya. “Alhamdulillah, UMMAT tahun ini bisa menyelenggarakan upacara yang menjadi tradisi baru di kampus kita. Ini merupakan kebahagiaan luar biasa, dan kami berkomitmen untuk melanjutkannya di tahun-tahun mendatang,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Upacara ini tidak hanya dihadiri oleh sivitas akademika, namun juga terbuka untuk mahasiswa. Meski masih dalam masa liburan, sejumlah mahasiswa turut berpartisipasi. “Upacara ini sebenarnya diperuntukkan untuk semua pihak di UMMAT, termasuk mahasiswa. Hanya saja, karena masih dalam masa liburan, jumlah mahasiswa yang hadir sedikit,” tambahnya.
Hairul Haris, mahasiswa yang menjadi pemimpin upacara dari UKM Resimen Mahasiswa (MENWA), menuturkan bahwa pengibaran bendera merupakan inisiatif dari MENWA. “Kami mengusulkan agenda pengibaran bendera ini saat rapat persiapan expo, karena bertepatan dengan tanggal 17 Agustus,” jelasnya. Ia berharap upacara ini bisa terus dilaksanakan di tahun-tahun mendatang, serta pada peringatan hari-hari besar lainnya seperti Hari Pahlawan dan Sumpah Pemuda.
Dalam amanatnya, Drs. Abdul Wahab menekankan bahwa tema “Nusantara Baru, Indonesia Maju” menjadi penanda penting dalam sejarah bangsa Indonesia. “Tema ini menandakan momen penting dalam sejarah bangsa kita, di mana kita tidak hanya merayakan kemerdekaan, tapi juga menyambut era baru dengan kehadiran ibu kota Nusantara dan perubahan kepemimpinan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Abdul Wahab menjelaskan bahwa Nusantara Baru adalah simbol dari transformasi besar yang sedang dialami Indonesia sebagai negara kepulauan. “Persatuan adalah pondasi utama yang harus kita pegang teguh,” tambahnya, seraya menegaskan bahwa semangat persatuan adalah kunci untuk menghadapi perubahan dan tantangan di era baru ini.
Abdul Wahab juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus bekerja keras, bersinergi, dan berinovasi demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. “Mari kita terus bekerja keras, bersinergi, dan berinovasi untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” serunya penuh semangat.
Ia juga mengingatkan pentingnya belajar dari para pendahulu bangsa yang telah berjuang untuk kemerdekaan. “Kita belajar dari para pendahulu bangsa kita bahwa kemerdekaan adalah sesuatu yang harus diperjuangkan. Kemerdekaan Indonesia tidak dihadiahkan oleh bangsa asing, tetapi dipertaruhkan dengan seluruh jiwa dan raga,” pungkasnya. Pidato ini menjadi pengingat akan pentingnya semangat persatuan dan kerja keras dalam menyongsong era baru Nusantara dan Indonesia yang lebih maju.
Di akhir acara, Abdul Wahab menegaskan komitmen UMMAT dalam mendukung kemajuan bangsa melalui berbagai program pengabdian. “UMMAT siap mengabdi untuk bangsa menuju Nusantara Baru Indonesia Maju. Sebagai bentuk pengabdian UMMAT untuk bangsa dan tanah air, selain melaksanakan MBKM di pelosok tanah air, Insyaa Allah UMMAT akan mengirimkan mahasiswa terbaik untuk mengikuti KKN MBKM internasional di Malaysia,” ujarnya.
Abdul Wahab juga mengungkapkan kebanggaannya atas prestasi UMMAT yang menempati urutan pertama sebagai perguruan tinggi swasta terbaik di NTB menurut data dari Webometrics 2024. “Ini merupakan bukti kerja keras semua pihak untuk mengantarkan UMMAT menjadi yang terbaik,” tuturnya dengan penuh rasa syukur.
Dengan capaian prestasi yang terus meningkat dan berbagai program pengabdian yang inovatif, Rektor UMMAT memberikan Smart TV kepada setiap fakultas sebagai simbol dedikasi dalam memperkuat posisi universitas sebagai institusi pendidikan yang berperan penting dalam pembangunan bangsa dan kesejahteraan masyarakat (HUMAS UMMAT).
Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) dengan penuh semangat menggelar Mahasiswa UMMAT EXPO 2024, sebuah perhelatan akbar yang mengusung tema “Pagelaran Karya Mahasiswa, Semarak HUT RI Ke-79.” Acara ini berlangsung selama tiga hari, mulai dari tanggal 15 hingga 17 Agustus 2024. Expo ini menampilkan ragam karya inovatif dan kreatif dari para mahasiswa, serta menjadi wadah bagi mereka untuk menunjukkan prestasi dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-79, Lapangan UMMAT (15/08/2024).
Ketua Panitia, Drs. Amil, MM, menyampaikan rasa bangganya atas pelaksanaan expo yang pertama kali diadakan oleh UMMAT ini. “Expo ini merupakan salah satu program kerja baru kami, dan kami berharap dapat menjadi ajang yang berkesinambungan. Kami ingin menjadikan acara ini sebagai platform bagi mahasiswa untuk menampilkan karya mereka kepada publik,” ungkapnya.
Wakil Rektor III UMMAT, Dr. Erwin, M.Pd., menekankan pentingnya kegiatan ini dalam mendukung perkembangan mahasiswa. “Expo ini bukan hanya pameran, tapi juga bentuk dukungan UMMAT terhadap kreativitas dan inovasi mahasiswa. Kami berharap, acara ini bisa menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Sebagai bagian dari Mahasiswa UMMAT EXPO 2024, salah satu tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kewirausahaan dari Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) berhasil mencuri perhatian dengan produk inovatif mereka, Moisturizer INGES.SKIN. Produk perawatan kulit yang dihasilkan oleh tim ini telah mencapai pasar nasional, membuktikan bahwa inovasi mahasiswa UMMAT tidak hanya berkualitas tetapi juga memiliki daya saing tinggi di industri.
“Produk Moisturizer INGES.SKIN telah mendapatkan respons positif dari konsumen di berbagai daerah di Indonesia. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UMMAT mampu menciptakan produk yang tidak hanya inovatif tetapi juga bernilai komersial tinggi,” tambahnya.
Selain stand dari tim PKM Kewirausahaan FIK, expo ini juga menampilkan berbagai stand lain yang menonjolkan hasil karya mahasiswa dari berbagai fakultas dan unit di UMMAT. Berbagai produk inovasi, mulai dari teknologi hingga produk berbasis kearifan lokal, dipamerkan dengan tujuan untuk memperkenalkan dan memasarkan hasil karya mereka kepada masyarakat.
Dr. Erwin berharap bahwa melalui acara seperti ini, mahasiswa UMMAT semakin termotivasi untuk mengembangkan potensi mereka. “Kami ingin melihat lebih banyak mahasiswa yang berani berinovasi dan menciptakan produk-produk yang bermanfaat, baik untuk masyarakat lokal maupun nasional. Expo ini adalah langkah awal untuk mewujudkan hal tersebut,” tegasnya.
Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, MA., turut menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme para peserta expo. “Kegiatan ini diisi oleh 26 stand expo yang berasal dari berbagai lembaga mahasiswa di tingkat fakultas hingga universitas, termasuk Program Profesi Guru (PPG), Program Penguatan Kapasitas Ormawa (PPK Ormawa), dan unit kewirausahaan. Ini menunjukkan betapa kaya dan beragamnya potensi yang dimiliki oleh mahasiswa UMMAT,” jelasnya.
Stand-stand expo menampilkan berbagai inovasi, mulai dari produk kewirausahaan, karya seni, hingga penelitian ilmiah. Setiap stand dirancang dengan konsep yang unik, mencerminkan identitas dan kreativitas mahasiswa.
Tidak hanya itu, expo ini juga menyediakan ruang bagi para mahasiswa untuk memasarkan produk-produk mereka secara langsung kepada pengunjung. Ini memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam menghadapi dunia bisnis yang sesungguhnya, mulai dari proses perencanaan, pemasaran, hingga negosiasi.
Drs. Amil, MM, menyampaikan harapannya agar Mahasiswa UMMAT EXPO 2024 menjadi agenda tahunan yang terus berkembang dan menjadi ikon bagi UMMAT. “Kami berharap, expo ini bisa menjadi salah satu ajang paling dinantikan oleh seluruh civitas akademika UMMAT dan masyarakat umum. Dengan adanya acara ini, kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa UMMAT mampu bersaing dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara,” tutupnya.
Mahasiswa UMMAT EXPO 2024 bukan hanya sebuah acara pameran, tetapi sebuah perayaan kreativitas, inovasi, dan semangat kemerdekaan yang ditunjukkan oleh mahasiswa UMMAT. Expo ini menjadi bukti bahwa UMMAT terus berkomitmen untuk mendukung pengembangan potensi mahasiswa dan mendorong mereka untuk berperan aktif dalam pembangunan bangsa (HUMAS UMMAT).
Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) dengan bangga menggelar kuliah tamu internasional bertajuk “How to Build a Start-Up Business”, sebagai tindak lanjut dari kerja sama antara UMMAT dan Parallaxnet, USA salah satu perusahaan yang bergerak dibidang digitalisasi dan programming. Acara ini berlangsung di Aula Pertemuan UMMAT dan dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, dosen, hingga para profesional yang tertarik dengan dunia keamanan dan rekayasa siber (06/08/2024).
Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, MA, mengungkapkan rasa bangganya atas kerja sama ini. “Kami sangat antusias dengan adanya kolaborasi ini. Keamanan siber dan rekayasa siber adalah bidang yang sangat penting dan relevan di era digital saat ini. Dengan adanya kerja sama dengan Parallaxnet ini, kami berharap dapat memberikan wawasan dan pengetahuan baru kepada mahasiswa dan staf kami, serta meningkatkan kapasitas UMMAT dalam bidang teknologi informasi”, ujarnya.
Mr. Mazhar Durrani, CEO Parallaxnet USA, menyampaikan presentasi utama yang sangat dinantikan oleh para peserta. Ia menguraikan langkah-langkah strategis dalam membangun bisnis start-up, khususnya di bidang teknologi siber. “Keamanan siber adalah fondasi utama dalam membangun bisnis di era digital. Dengan mengimplementasikan praktik-praktik terbaik dalam rekayasa siber, start-up dapat tumbuh dan berkembang dengan lebih aman dan berkelanjutan”, jelasnya.
Selain membahas dasar-dasar membangun bisnis start-up, Mr. Mazhar yang merupakan salah satu konsultan bisnis kelas dunia ini juga memaparkan berbagai tantangan yang dihadapi oleh perusahaan rintisan dalam mengamankan data dan infrastruktur mereka. Ia menekankan pentingnya pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan untuk menghadapi ancaman siber yang terus berkembang. “Dalam dunia yang semakin terhubung, ancaman siber bisa datang dari mana saja. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk selalu siap dan waspada”, tambahnya.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wibowo Karna, CEO Parallaxnet Siber Indonesia, yang memberikan perspektif lokal mengenai penerapan keamanan dan rekayasa siber di Indonesia. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi dan industri dalam menciptakan solusi keamanan siber yang inovatif dan efektif. “Di Indonesia, kita menghadapi berbagai tantangan unik dalam hal keamanan siber. Kolaborasi antara universitas dan perusahaan seperti Parallaxnet sangat penting untuk mengembangkan solusi yang tepat dan berkelanjutan”, ujarnya.
M. Toha Rudin, Account Manager Parallaxnet Siber Indonesia, sebagai pemandu acara memastikan jalannya presentasi dan diskusi berjalan lancar. Dalam sesi tanya jawab, para peserta mendapatkan kesempatan untuk bertanya langsung kepada para pembicara, menambah wawasan mereka tentang berbagai aspek teknis dan bisnis terkait keamanan siber. Beberapa pertanyaan yang diajukan antara lain mengenai strategi pengembangan start-up, metode terbaik untuk melindungi data pribadi, serta peluang karir di bidang teknologi informasi dan keamanan siber.
Selain itu, acara ini juga menjadi ajang bagi UMMAT untuk memaparkan berbagai inisiatif dan program yang sedang dikembangkan dalam kerangka kerja sama dengan Parallaxnet. Salah satu program yang dihighlight adalah pengembangan kurikulum baru yang berfokus pada keamanan siber dan rekayasa siber, serta rencana pelatihan dan sertifikasi bagi mahasiswa dan staf UMMAT yang berstandar internasional.
Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) dan Kerja Sama UMMAT, Asbah, M.Hum., mengucapkan terima kasih kepada Parallaxnet dan semua pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya kegiatan ini. “Kerjasama ini merupakan ikhtiar tiada henti dan salah satu terobosan UMMAT dengan menggandeng perusahaan kelas dunia dan pebisnis-pebisnis kelas dunia untuk menjadi mitra strategis UMMAT dalam rangka sustainability program kedepan dan memastikan alumni ummat dapat terserap di dunia kerja, menciptakan pekerjaan bahkan menjadi technopreuner kelas dunia di masa-masa mendatang. Kami berharap dapat terus bekerja sama dengan Parallaxnet dan mitra-mitra lainnya untuk memperkuat kapasitas UMMAT dalam bidang keamanan dan rekayasa siber”, pungkasnya (HUMAS UMMAT).