Milad Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) ke-46
Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) memperingati Milad ke-46 pada 25 Juni 2026. Sejak berdiri pada 25 Juni 1980, UMMAT terus berkomitmen menjadi perguruan tinggi yang unggul, islami, inovatif, dan berkemajuan.
Pada Milad ke-46 ini, UMMAT mengusung tema:
“Merawat Nilai, Menguatkan Inovasi, Mewujudkan Kampus Unggul dan Berkemajuan.”
Tema ini menjadi refleksi perjalanan UMMAT dalam menjaga nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan, memperkuat budaya akademik, mendorong inovasi, serta meningkatkan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan peradaban.
Melalui momentum Milad ke-46, UMMAT terus meneguhkan langkah sebagai kampus yang adaptif, produktif, dan berdaya saing, dengan semangat membangun pendidikan tinggi yang berkualitas dan memberi manfaat luas bagi umat.
Tim UKM Musik Universitas Muhammadiyah Mataram berhasil meraih Juara III Lomba Puisi Nasional Tingkat Mahasiswa Tahun 2026 yang diselenggarakan Universitas Tidar, Magelang, Jawa Tengah, dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila Tahun 2026.
MATARAM – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT). Tim Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Musik UMMAT berhasil meraih Juara III Lomba Puisi Nasional Tingkat Mahasiswa Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Tidar, Magelang, Jawa Tengah, dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila Tahun 2026.
Ajang tingkat nasional tersebut mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk menampilkan kemampuan terbaik dalam bidang seni, sastra, ekspresi, dan kreativitas. Sebelum masuk ke babak puncak, para peserta harus melalui proses seleksi yang ketat. Tim UKM Musik UMMAT berhasil lolos sebagai finalis dan tampil pada babak final yang digelar pada 2 Juni 2026 di Aula Lantai 6 Gedung Rektorat Universitas Tidar, Jalan Barito 2, Sidotopo, Kedungsari, Magelang, Jawa Tengah.
Tim UKM Musik UMMAT yang berhasil mengharumkan nama kampus tersebut terdiri atas Bella Hafiza, L. Razanov Khomeny Habsyzi, Ahmad Firdaus Rizali, dan Abi Malik Ibrahim. Melalui penampilan yang memadukan kekuatan sastra, ekspresi artistik, musikalitas, serta kreativitas mahasiswa, tim UMMAT mampu bersaing dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia hingga berhasil menempati posisi tiga terbaik nasional.
Capaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram tidak hanya memiliki potensi akademik, tetapi juga mampu menunjukkan daya saing di bidang seni, sastra, dan budaya. Keberhasilan tersebut lahir dari proses latihan yang intensif, kekompakan tim, serta komitmen mahasiswa untuk terus berkarya dan mengembangkan potensi diri.
Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Mataram, Dr. Erwin, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh anggota tim UKM Musik UMMAT atas prestasi yang telah diraih.
“Kami mengucapkan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada tim UKM Musik UMMAT yang berhasil meraih Juara III pada ajang Lomba Puisi Nasional yang diselenggarakan Universitas Tidar. Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa UMMAT memiliki kreativitas, kemampuan, dan daya saing yang kuat di tingkat nasional,” ungkapnya.
Dr. Erwin menambahkan, prestasi tersebut menjadi bukti nyata keberhasilan pembinaan kemahasiswaan yang selama ini terus diperkuat oleh kampus melalui berbagai organisasi dan unit kegiatan mahasiswa. Menurutnya, kampus perlu terus menghadirkan ruang aktualisasi bagi mahasiswa agar mampu melahirkan generasi yang unggul, adaptif, kreatif, dan berprestasi.
“Semoga capaian ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berprestasi, dan membawa nama baik Universitas Muhammadiyah Mataram di berbagai bidang, baik akademik maupun nonakademik,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan tim UKM Musik UMMAT menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang berhasil diraih. Mereka menyebut keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pembina UKM, dosen, pimpinan universitas, hingga sesama mahasiswa yang terus memberikan motivasi selama proses persiapan lomba.
Prestasi Juara III tingkat nasional ini juga menjadi hadiah istimewa menjelang Milad ke-46 Universitas Muhammadiyah Mataram yang mengusung tema “Merawat Nilai, Menguatkan Inovasi, Mewujudkan Kampus Unggul dan Berkemajuan.” Keberhasilan tersebut diharapkan semakin memotivasi mahasiswa UMMAT untuk terus berkarya, berkompetisi, dan mengharumkan nama almamater di tingkat nasional maupun internasional. (HUMAS UMMAT)
Kampus Universitas Muhammadiyah Mataram, perguruan tinggi swasta terbaik di NTB berdasarkan SINTA Score 3 Tahun 2026.
MATARAM — Dunia pendidikan tinggi swasta di Nusa Tenggara Barat kembali mencatatkan capaian membanggakan. Berdasarkan data Science and Technology Index (SINTA) Kemdiktisaintek untuk kategori Score 3Yr, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menempati peringkat pertama sebagai kampus swasta dengan capaian riset terbaik di NTB dengan skor 72.263.
Capaian tersebut menempatkan UMMAT di atas sejumlah perguruan tinggi swasta lainnya di NTB, seperti Universitas Bumigora dengan skor 52.967, Universitas Hamzanwadi 51.818, Universitas Pendidikan Mandalika 43.599, serta Universitas Teknologi Sumbawa 33.062. Posisi ini semakin menegaskan konsistensi UMMAT dalam menjaga produktivitas dan kualitas publikasi ilmiah dalam tiga tahun terakhir.
Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram, Dr. Abdul Wahab, MA, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kerja keras seluruh sivitas akademika. Menurutnya, capaian ini bukan sekadar angka statistik, tetapi menjadi representasi nyata dari budaya akademik, riset, publikasi, dan inovasi yang terus dibangun secara berkelanjutan di lingkungan UMMAT.
“Alhamdulillah, pencapaian ini adalah hasil kerja kolektif seluruh dosen, peneliti, mahasiswa, pengelola jurnal, program studi, fakultas, serta seluruh unsur pimpinan universitas. Skor SINTA 3 tahun terakhir menunjukkan bahwa produktivitas riset di UMMAT terus bergerak maju dan semakin kompetitif,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa indikator SINTA Score 3Yr menjadi salah satu parameter penting dalam melihat performa publikasi, sitasi, produktivitas penulis, kinerja jurnal, dan kontribusi ilmiah institusi dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Dalam profil SINTA, UMMAT juga tercatat memiliki Skor SINTA Keseluruhan 140.706, 37 departemen, dan 329 penulis.
Menurutnya, keberhasilan ini merupakan buah dari strategi penguatan riset yang terus dijalankan secara sistematis, mulai dari pendampingan publikasi ilmiah, peningkatan kualitas jurnal, penguatan kolaborasi riset, hingga dorongan kepada dosen dan mahasiswa untuk aktif menghasilkan karya ilmiah yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Kami terus mendorong dosen dan mahasiswa untuk tidak hanya menghasilkan penelitian, tetapi juga memastikan hasil riset tersebut dipublikasikan, disitasi, dan memberi manfaat nyata. Budaya ilmiah harus tumbuh kuat di kampus, karena riset adalah bagian penting dari Catur Dharma Perguruan Tinggi,” tambahnya.
Lebih lanjut, Rektor menekankan bahwa orientasi riset di UMMAT tidak hanya mengejar pemeringkatan, tetapi juga diarahkan untuk memberikan solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat, khususnya di NTB. Penelitian dosen dan mahasiswa UMMAT diharapkan dapat berkontribusi pada penguatan pendidikan, kesehatan, pertanian, teknologi, sosial, ekonomi, hukum, dan pembangunan daerah.
“Riset harus berdampak. Kami ingin hasil penelitian sivitas akademika UMMAT hadir sebagai bagian dari solusi bagi masyarakat. Inilah semangat perguruan tinggi Muhammadiyah, yaitu menghadirkan ilmu pengetahuan yang mencerahkan, bermanfaat, dan berkemajuan,” tegasnya.
Dengan capaian ini, UMMAT semakin mengukuhkan diri sebagai kampus swasta unggulan di NTB yang tidak hanya fokus pada proses pembelajaran, tetapi juga kuat dalam pengembangan ilmu pengetahuan, publikasi ilmiah, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
Rektor optimistis, posisi puncak ini akan menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas akademik, memperluas jejaring kolaborasi, dan memperkuat reputasi UMMAT di tingkat regional, nasional, maupun internasional.
“Kami tidak ingin cepat puas. Capaian ini justru menjadi tantangan bagi UMMAT untuk terus meningkatkan kualitas riset, memperkuat jurnal, memperluas kolaborasi, dan membangun reputasi akademik yang semakin unggul dan berdaya saing,” tutupnya.
Prestasi tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa Universitas Muhammadiyah Mataram mampu bersaing dan tampil terdepan dalam peta riset perguruan tinggi swasta di Nusa Tenggara Barat, serta menjadi pilihan strategis bagi calon mahasiswa yang menginginkan lingkungan akademik yang produktif, islami, inovatif, dan berdaya saing. (HUMAS UMMAT)
Tiga mahasiswa FKIP Universitas Muhammadiyah Mataram yang berhasil menorehkan prestasi nasional, yakni Safaruddin, Alfian Rahman Hadi, dan Hanik. Capaian ini menjadi bukti komitmen FKIP UMMAT dalam mendorong budaya akademik, riset, dan daya saing mahasiswa di tingkat nasional.
MATARAM — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui capaian mahasiswa di tingkat nasional. Prestasi tersebut diraih oleh mahasiswa FKIP UMMAT dalam bidang olimpiade matematika serta penulisan artikel jurnal ilmiah kepemudaan.
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UMMAT, Safaruddin, berhasil lolos ke tingkat nasional dalam ajang Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (ONMIPA) Tahun 2026. Selain itu, mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UMMAT, Alfian Rahman Hadi, serta mahasiswa Program Studi PPKn FKIP UMMAT, Hanik, juga meraih prestasi sebagai Penulis Artikel Jurnal Ilmiah Kepemudaan Terbaik Tahun 2025 pada kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.
Wakil Rektor III UMMAT, Dr. Erwin, M.Pd., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya kepada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram yang terus menunjukkan kemampuan terbaiknya di level nasional.
“Alhamdulillah, atas nama pimpinan UMMAT, saya menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya kepada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram yang terus menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kelolosan mahasiswa pada ajang ONMIPA Tahun 2026 serta raihan penghargaan sebagai Penulis Artikel Jurnal Ilmiah Kepemudaan Terbaik merupakan bukti bahwa mahasiswa UMMAT mampu bersaing, unggul, dan menghadirkan karya yang berdampak,” ungkapnya.
Menurutnya, capaian tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi dan program studi, tetapi juga menjadi energi positif bagi seluruh sivitas akademika UMMAT untuk terus membangun budaya akademik yang kreatif, inovatif, dan kompetitif.
“Saya percaya bahwa mahasiswa UMMAT memiliki potensi besar untuk menjadi generasi yang berilmu, berkarakter, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan kemajuan peradaban,” tambahnya.
Dr. Erwin juga berharap prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya agar berani bermimpi, aktif berkarya, serta memanfaatkan setiap kesempatan untuk mengembangkan diri melalui kompetisi, penelitian, publikasi ilmiah, maupun kegiatan akademik dan nonakademik di tingkat nasional hingga internasional.
Sementara itu, Dekan FKIP UMMAT, Dr. Muhammad Nizaar, M.Si., menegaskan bahwa keberhasilan mahasiswa FKIP UMMAT menembus level nasional merupakan capaian penting yang harus disyukuri sekaligus dipersiapkan dengan serius.
“Untuk ONMIPA, tentu ini sudah masuk pada level nasional. Ini menjadi pengalaman luar biasa bagi mahasiswa, dan tantangannya pasti lebih besar. Semoga mahasiswa kita dapat mempersiapkan diri dengan baik. Kami juga sudah menekankan kepada program studi dan pembimbing ONMIPA agar melakukan persiapan sebaik mungkin,” jelasnya.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap mahasiswa FKIP UMMAT yang berhasil meraih predikat sebagai penulis artikel jurnal ilmiah kepemudaan terbaik. Menurutnya, capaian tersebut tidak mudah diraih karena tidak banyak mahasiswa yang mampu menembus publikasi ilmiah, terlebih meraih predikat terbaik pada kegiatan tingkat kementerian.
“Mahasiswa yang lolos sebagai penulis artikel terbaik ini juga merupakan capaian luar biasa. Tidak banyak mahasiswa yang bisa diterima, publish, dan menjadi best article di Kementerian Pemuda dan Olahraga. Pastinya capaian ini sangat memotivasi mahasiswa lainnya. Mereka juga merupakan mahasiswa kelas riset, dan teman-temannya sangat bangga dengan capaian tersebut,” ujarnya.
Kaprodi Pendidikan Matematika FKIP UMMAT, Abdillah, M.Pd., turut menyampaikan rasa bangga atas prestasi mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika yang mampu bersaing dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di seluruh Indonesia.
“Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Muhammadiyah Mataram patut berbangga atas prestasi gemilang yang diraih oleh mahasiswa di tingkat nasional. Safaruddin berhasil lolos ke tingkat nasional dalam ajang Olimpiade Matematika Tahun 2026 setelah bersaing dengan ribuan peserta dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia,” jelasnya.
Ia menyebut, capaian Safaruddin menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Pendidikan Matematika FKIP UMMAT memiliki kompetensi akademik, daya saing, dan kualitas intelektual yang mampu berkompetisi di tingkat nasional. Final olimpiade tersebut rencananya akan dilaksanakan di Universitas Airlangga Surabaya pada 8–12 Juni 2026.
“Besar harapan kita semua semoga Safaruddin dapat memberikan hasil terbaik, mengharumkan nama program studi, fakultas, dan Universitas Muhammadiyah Mataram dengan meraih prestasi sebagai juara nasional,” harap Abdillah.
Selain itu, Abdillah juga mengapresiasi capaian Alfian Rahman Hadi yang berhasil memperoleh predikat Penulis Artikel Jurnal Ilmiah Kepemudaan Terbaik Tahun 2025. Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa FKIP UMMAT tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kemampuan literasi ilmiah, kreativitas berpikir, dan kontribusi nyata terhadap pengembangan isu-isu kepemudaan di Indonesia.
Capaian mahasiswa FKIP UMMAT ini menjadi bukti bahwa pembinaan akademik, budaya riset, dan pengembangan potensi mahasiswa terus tumbuh di lingkungan Universitas Muhammadiyah Mataram. Kampus berkomitmen memberikan dukungan, pendampingan, dan ruang pengembangan agar semakin banyak mahasiswa mampu berprestasi serta membawa nama baik universitas, daerah, dan Indonesia.
“Selamat dan sukses kepada seluruh mahasiswa berprestasi. Teruslah berkarya, menginspirasi, dan menjadi bagian dari generasi UMMAT Berdampak,” tutup Dr. Erwin. (HUMAS UMMAT)
Para pemenang Pekan Teater Pelajar (PTP) V Tingkat SMA/SMK/MA Se-NTB Tahun 2026 berfoto bersama panitia, dewan juri, dan perwakilan UMMAT pada malam penganugerahan di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya NTB. Kegiatan yang digagas UKM Teater Sasentra UMMAT ini menjadi ruang apresiasi kreativitas, seni, dan karakter pelajar NTB.
MATARAM — Pekan Teater Pelajar (PTP) V Tingkat SMA/SMK/MA Se-Nusa Tenggara Barat Tahun 2026 resmi mencapai puncak apresiasi melalui malam penganugerahan yang berlangsung meriah di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya NTB. Kegiatan yang digagas oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Sasentra Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) tersebut menjadi ruang penting bagi pelajar NTB untuk mengekspresikan gagasan, kreativitas, serta kepekaan sosial melalui seni pertunjukan.
Sejak dibuka pada 18 Mei 2026, PTP V menghadirkan puluhan kelompok teater pelajar dari berbagai daerah di NTB. Para peserta tampil dalam kategori monolog dan pertunjukan teater dengan membawakan karya-karya terbaik yang edukatif, kritis, dan inspiratif. Antusiasme peserta dan penonton yang terus meningkat selama kegiatan berlangsung menunjukkan bahwa seni pertunjukan masih memiliki tempat kuat di hati generasi muda.
Malam penganugerahan berlangsung penuh semangat, kebersamaan, dan apresiasi. Berbagai penghargaan diberikan kepada para peserta terbaik sebagai bentuk penghormatan atas kerja keras, keberanian, kedisiplinan, serta dedikasi pelajar dalam menghidupkan panggung teater di NTB.
Wakil Rektor III UMMAT, Dr. Erwin, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, guru pembina, dewan juri, media partner, serta seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan PTP V Tahun 2026. Menurutnya, Pekan Teater Pelajar bukan hanya sekadar ajang kompetisi seni, tetapi juga ruang pendidikan karakter dan pembelajaran sosial bagi generasi muda.
“Pekan Teater Pelajar ini bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana generasi muda NTB belajar berpikir kritis, bekerja sama, berani menyampaikan gagasan, serta membangun kepekaan sosial melalui seni pertunjukan,” ujarnya.
Dr. Erwin menegaskan bahwa teater memiliki peran strategis dalam membentuk karakter pelajar. Melalui proses latihan, pementasan, dan kerja kolektif, pelajar belajar tentang kedisiplinan, tanggung jawab, empati, komunikasi, serta keberanian tampil di ruang publik. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, sangat penting dalam membangun generasi muda yang kreatif, berbudaya, dan berdaya saing.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Taman Budaya NTB yang telah memberikan dukungan besar terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Taman Budaya NTB dinilai konsisten menjadi ruang tumbuh bagi kreativitas seni pelajar, mahasiswa, dan komunitas seni di daerah.
“Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Taman Budaya NTB yang telah menjadi mitra strategis dalam menghadirkan ruang ekspresi dan apresiasi seni bagi generasi muda. Dukungan ini sangat berarti bagi keberlanjutan ekosistem seni dan budaya di NTB,” tambahnya.
Lebih lanjut, WR III UMMAT juga memberikan tantangan sekaligus harapan kepada Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Provinsi Nusa Tenggara Barat agar pada penyelenggaraan PTP berikutnya dapat memberikan dukungan yang lebih besar terhadap pengembangan seni pelajar di daerah.
“Kami berharap dan menantang Dikpora NTB agar pada PTP berikutnya dapat hadir lebih kuat memberikan support, baik dalam bentuk pembinaan, kolaborasi program, maupun dukungan terhadap pengembangan kreativitas pelajar. Sebab kegiatan seperti ini adalah investasi penting dalam membangun generasi muda NTB yang kreatif, berbudaya, dan berkarakter,” tegasnya.
Menurut Dr. Erwin, kegiatan seperti Pekan Teater Pelajar perlu mendapatkan perhatian serius karena mampu menghubungkan dunia pendidikan, seni, budaya, dan ekonomi kreatif. PTP tidak hanya melahirkan pertunjukan, tetapi juga membuka ruang kolaborasi antarsekolah, komunitas, perguruan tinggi, pemerintah daerah, media, dan pelaku industri kreatif.
Ia menegaskan bahwa UMMAT akan terus mendukung hadirnya ruang-ruang kreativitas bagi mahasiswa dan pelajar. Dukungan tersebut menjadi bagian dari komitmen kampus dalam membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga pada pengembangan bakat, karakter, kepemimpinan, dan kontribusi sosial generasi muda.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan, tetapi mampu melahirkan ekosistem seni dan budaya yang lebih kuat di NTB. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, komunitas, dan dunia industri kreatif harus terus diperkuat agar generasi muda memiliki ruang tumbuh yang sehat, produktif, dan berdampak,” pungkasnya.
Melalui penyelenggaraan PTP V Tahun 2026, UKM Teater Sasentra UMMAT kembali menegaskan perannya sebagai ruang kaderisasi seni, kreativitas, dan pendidikan karakter bagi generasi muda NTB. Kegiatan ini diharapkan terus menjadi agenda strategis yang mampu melahirkan talenta-talenta muda berbakat, memperkuat ekosistem seni pertunjukan, serta menghidupkan budaya apresiasi di kalangan pelajar. (HUMAS UMMAT)
Pimpinan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Mataram bersama perwakilan Badan Standardisasi Nasional (BSN), narasumber, dan peserta berfoto bersama usai kegiatan Kuliah Pakar SNI Goes To Campus di Aula Rektorat Lantai 3 UMMAT, Kamis (21/5/2026).
MATARAM — Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Mataram (FAPERTA UMMAT) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan, kompetensi mahasiswa, dan daya saing lulusan melalui kegiatan Kuliah Pakar SNI Goes To Campus bekerja sama dengan Badan Standardisasi Nasional (BSN).
Kegiatan yang mengusung tema “Penerapan Standardisasi Nasional pada Bidang Pertanian Guna Mendukung Mutu Lulusan Perguruan Tinggi” ini dilaksanakan pada Kamis, 21 Mei 2026, bertempat di Aula Rektorat Lantai 3 UMMAT.
Kegiatan ini menjadi momentum penting karena disebut sebagai pelaksanaan SNI Goes To Campus pertama pada tingkat universitas di NTB dalam bidang pertanian. Program tersebut bertujuan memperkenalkan budaya mutu, penerapan standar, dan pentingnya Standar Nasional Indonesia (SNI) kepada kalangan akademisi, khususnya mahasiswa sebagai calon lulusan yang akan berperan di dunia industri, usaha, riset, dan pengembangan teknologi pertanian.
Acara dihadiri oleh pimpinan fakultas, dosen, mahasiswa lingkup Fakultas Pertanian, serta peserta dari berbagai kalangan. Sejak awal kegiatan, peserta tampak antusias mengikuti rangkaian acara, terutama pada sesi diskusi terkait penerapan SNI di sektor pertanian, industri pangan, dan pengembangan produk lokal.
Dalam sambutannya, Nur Hidayati, Direktur Penguatan Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian BSN, menyampaikan bahwa penerapan standar merupakan aspek penting dalam pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan dan berdaya saing. Menurutnya, standardisasi tidak hanya berkaitan dengan kualitas produk, tetapi juga mencakup keamanan pangan, efisiensi proses produksi, perlindungan konsumen, serta peningkatan daya saing produk lokal di pasar nasional maupun internasional.
Ia juga menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menanamkan pemahaman tentang standardisasi kepada mahasiswa sejak dini. Dengan bekal tersebut, lulusan perguruan tinggi diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran mutu dalam setiap proses produksi, inovasi, dan pengembangan usaha di bidang pertanian.
Sementara itu, Dekan FAPERTA UMMAT, Syirril Ihromi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BSN atas kolaborasi melalui program SNI Goes To Campus. Ia menilai kegiatan ini menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk memahami kebutuhan dunia kerja dan industri yang semakin menekankan aspek kualitas, keamanan, dan standardisasi produk.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami pentingnya penerapan standar nasional dalam mendukung peningkatan kualitas produk pertanian serta menjadi lulusan yang siap bersaing di dunia kerja maupun dunia industri,” ujarnya.
Pada sesi utama, peserta mendapatkan materi dari Bagus Muhammad Irvan, Fasilitator Penerapan SNI BSN, dengan tema “From Farm to Table: Peran SNI dalam Menjamin Mutu Produk Hasil Pertanian.” Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pentingnya penerapan SNI pada seluruh rantai produksi pertanian, mulai dari proses budidaya, penanganan pascapanen, pengolahan, distribusi, hingga produk sampai kepada konsumen.
Ia menekankan bahwa penerapan standar dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk pertanian lokal, menjaga konsistensi kualitas produk, meningkatkan efisiensi produksi, serta membuka peluang akses pasar yang lebih luas. Materi tersebut mendapat perhatian besar dari peserta, terutama saat membahas tantangan penerapan standar di sektor pertanian dan peluang kerja di bidang standardisasi serta penjaminan mutu.
Selain materi akademik dan teknis, kegiatan ini juga menghadirkan praktisi usaha yang telah berhasil menerapkan standar mutu. Fina Novianti, Owner CV. Ading Walet Al-Buntaran, membawakan materi bertajuk “Success Story CV Ading Walet Al-Buntaran Menerapkan SNI 8998:2021 Sarang Burung Walet Bersih (Edible Bird Nest).”
Dalam paparannya, ia membagikan pengalaman proses pengembangan usaha sarang burung walet hingga berhasil menerapkan SNI 8998:2021. Ia menjelaskan bahwa penerapan standar mutu berdampak positif terhadap peningkatan kualitas produk, kepercayaan konsumen, serta perluasan peluang pemasaran. Kisah sukses tersebut menjadi inspirasi bagi mahasiswa bahwa penerapan SNI tidak hanya relevan bagi industri besar, tetapi juga penting bagi usaha kecil dan menengah agar mampu meningkatkan daya saing produk.
Melalui kegiatan Kuliah Pakar SNI Goes To Campus ini, FAPERTA UMMAT berharap sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia industri dapat terus diperkuat. Kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran mahasiswa tentang pentingnya budaya mutu dan standardisasi sebagai bagian dari pembangunan sektor pertanian yang maju, modern, kompetitif, dan berkelanjutan. (HUMAS UMMAT)