
Tiga mahasiswa Program Studi S1 Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), Baiq Riri Finandya E., Fahra Fadila, dan Azizah Rahmawati, menunjukkan penghargaan usai berhasil meraih Juara 2 kategori INVENTA (Innovation and Research Event) pada ajang Alauddin Pharmaceutical Competition (Alpha-C) 2026 di Makassar. Prestasi tersebut diraih melalui inovasi produk halal berbasis kombinasi rambut jagung (Zea mays L.) dan daun kemangi (Ocimum basilicum L.) untuk pencegahan dan penanganan xerosis pada penderita diabetes melitus.
MAKASAR — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT). Tiga mahasiswa Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UMMAT berhasil meraih Juara 2 kategori IN/VENTA (Innovation and Research Event) pada ajang Alauddin Pharmaceutical Competition (Alpha-C) 2026 yang diselenggarakan di Makassar.
Tim mahasiswa FIK UMMAT tersebut terdiri atas Baiq Riri Finandya E., Fahra Fadila, dan Azizah Rahmawati. Ketiganya berhasil menunjukkan kemampuan akademik dan inovatif melalui karya yang mengangkat pemanfaatan bahan alam sebagai alternatif pengembangan produk kesehatan.
Dalam kompetisi tersebut, tim Farmasi UMMAT mengusung karya berjudul “Inovasi Produk Halal Berbasis Kombinasi Rambut Jagung (Zea mays L.) dan Daun Kemangi (Ocimum basilicum L.) untuk Pencegahan dan Penanganan Xerosis pada Penderita Diabetes Melitus.”
Karya inovatif tersebut dikembangkan di bawah bimbingan Apt. Nursela Hijriani, M.Farm.Klin. Gagasan yang diangkat memadukan potensi bahan alam dengan pendekatan ilmu kefarmasian untuk menghasilkan inovasi produk yang tidak hanya memiliki orientasi kesehatan, tetapi juga memperhatikan aspek kehalalan dan kebermanfaatan bagi masyarakat.
Pemanfaatan rambut jagung dan daun kemangi dalam karya tersebut menjadi salah satu bentuk eksplorasi terhadap potensi sumber daya hayati yang mudah ditemukan di lingkungan masyarakat. Kedua bahan tersebut dikembangkan sebagai bagian dari gagasan pencegahan dan penanganan xerosis atau kondisi kulit kering, khususnya pada penderita diabetes melitus.
Capaian ini menunjukkan bahwa mahasiswa Farmasi UMMAT tidak hanya mampu memahami keilmuan secara teoritis, tetapi juga dapat mengembangkan pengetahuan tersebut menjadi karya inovatif yang relevan dengan persoalan kesehatan di tengah masyarakat.
Dekan FIK UMMAT, Apt. Safwan, M.Sc., PhD., menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas prestasi yang berhasil diraih mahasiswa Program Studi S1 Farmasi tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan buah dari semangat belajar, kerja keras mahasiswa, serta proses pembimbingan akademik yang terus dibangun di lingkungan FIK UMMAT.
“Kami menyampaikan selamat dan apresiasi kepada Baiq Riri Finandya E., Fahra Fadila, dan Azizah Rahmawati, serta dosen pembimbing yang telah mendampingi proses pengembangan karya ini. Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa FIK UMMAT memiliki kapasitas untuk berkompetisi, berinovasi, dan menghasilkan gagasan ilmiah yang memiliki nilai kebermanfaatan bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa FIK UMMAT terus berkomitmen menciptakan ekosistem akademik yang mendukung tumbuhnya budaya penelitian, kreativitas, inovasi, dan prestasi mahasiswa. Mahasiswa juga terus didorong untuk berpartisipasi dalam berbagai forum ilmiah dan kompetisi, baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional.
“Kami berharap prestasi ini tidak berhenti pada pencapaian di kompetisi. Karya yang telah dihasilkan dapat terus dikembangkan melalui penelitian lanjutan sehingga memiliki peluang menjadi inovasi yang semakin matang, aplikatif, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Semoga capaian ini juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk berani berkarya dan membawa nama baik UMMAT di berbagai forum akademik,” tambahnya.
Keberhasilan tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen FIK UMMAT dalam mendukung mahasiswa mengembangkan kompetensi di luar ruang perkuliahan. Melalui keikutsertaan dalam kompetisi ilmiah, mahasiswa tidak hanya dilatih menghasilkan inovasi, tetapi juga meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kerja sama tim, komunikasi ilmiah, kreativitas, serta kemampuan memecahkan persoalan berbasis keilmuan. (HUMAS UMMAT)