Suasana keberlangsungan sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini di SMPN 5 Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Sabtu (8/8/2026).

LOMBOK TENGAH — Mahasiswa PLP II Terintegrasi KKN-Dik bersama dosen melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini di SMPN 5 Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Sabtu (8/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Musala SMPN 5 Praya tersebut diikuti oleh sebanyak 213 siswa dan siswi.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dan dosen dalam memberikan edukasi kepada generasi muda sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung upaya pencegahan pernikahan dini di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Kegiatan yang diketuai oleh Bima Nurul Huda tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Syaharuddin, M.Pd., M.Si. dan Khotib Romli Ahmad, S.Sos. Materi yang disampaikan mencakup pengertian dan faktor penyebab pernikahan dini, dampaknya terhadap keberlanjutan pendidikan, kesehatan reproduksi, psikologi, kehidupan sosial, dan ekonomi, serta pemahaman mengenai aturan hukum terkait usia perkawinan.

Ketua kegiatan, Bima Nurul Huda, mengatakan bahwa kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu siswa memahami pentingnya mempersiapkan masa depan melalui pendidikan dan pengembangan diri.

“Harapan kami, melalui kegiatan ini adik-adik siswa SMPN 5 Praya semakin memahami bahwa masa remaja adalah masa untuk belajar, bertumbuh, dan mempersiapkan masa depan. Jangan sampai pernikahan dini menghentikan cita-cita dan pendidikan yang sedang diperjuangkan. Kami ingin setiap siswa berani bermimpi setinggi mungkin, menyelesaikan pendidikan, dan mempersiapkan diri dengan baik sebelum mengambil keputusan besar dalam kehidupan,” ujar Bima.

Menurutnya, pencegahan pernikahan dini membutuhkan edukasi yang berkelanjutan serta keterlibatan berbagai pihak, mulai dari sekolah, keluarga, masyarakat, hingga perguruan tinggi. Pernikahan, kata Bima, bukan semata-mata persoalan usia, tetapi juga membutuhkan kesiapan mental, emosional, kesehatan, pendidikan, sosial, dan ekonomi.

Baca Juga: KKN UMMAT Berdampak: Tingkatkan Kesadaran Pelajar di Desa Oi Saro lewat Penyuluhan Bahaya Narkotika dan Pencegahan Pernikahan Dini

Mahasiswa PLP II Terintegrasi KKN-Dik bersama dosen saat memberikan sosialisasi pencegahan pernikahan dini kepada siswa SMPN 5 Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Sabtu (8/8/2026). Kegiatan diikuti 213 siswa dan berlangsung interaktif melalui penyampaian materi serta sesi diskusi dan tanya jawab.

Kegiatan sosialisasi berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para siswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan sekaligus berdialog langsung dengan narasumber mengenai berbagai persoalan yang berkaitan dengan pernikahan dini, pendidikan, serta perencanaan masa depan remaja.

Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Berbagai pertanyaan yang disampaikan menunjukkan adanya ketertarikan dan keingintahuan siswa terhadap dampak pernikahan dini serta pentingnya mempersiapkan diri sebelum memasuki kehidupan berkeluarga.

Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, mahasiswa PLP II Terintegrasi KKN-Dik dan dosen berharap siswa SMPN 5 Praya semakin memiliki kesadaran untuk menjaga diri, melanjutkan pendidikan, merencanakan masa depan, serta menghindari keputusan pernikahan pada usia yang belum siap.

Baca Juga: Olah Sampah Jadi Kompos dan Kerajinan, KKN UMMAT Kelompok 46 Edukasi Warga Desa Tanak Beak

“Menikah bukan sekadar tentang usia, tetapi tentang kesiapan. Kami berharap siswa dapat terus mengejar pendidikan dan cita-cita, sehingga kelak menjadi generasi yang mandiri, berkarakter, dan mampu memberikan kontribusi bagi keluarga, masyarakat, dan Indonesia,” tutup Bima.

Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa PLP II Terintegrasi KKN-Dik tidak hanya menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman praktik di sekolah, tetapi juga menjadi sarana pengabdian nyata kepada masyarakat. Melalui kolaborasi mahasiswa dan dosen, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi sekolah sekaligus mendukung terbentuknya generasi muda yang berpendidikan, sehat, matang, dan memiliki visi masa depan. (HUMAS UMMAT)