Mahasiswa KKN UMMAT Kelompok 37 bersama ibu-ibu Desa Kampasi Meci menunjukkan hasil pembuatan sabun cuci piring berbahan organik setelah mengikuti pelatihan yang berlangsung di kediaman Kepala Desa Kampasi Meci, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu.

DOMPU – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) Kelompok 37 menghadirkan inovasi pembuatan sabun cuci piring berbahan organik dan ramah lingkungan bagi masyarakat Desa Kampasi Meci, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, Kamis (23/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung di kediaman Kepala Desa Kampasi Meci tersebut melibatkan mahasiswa KKN UMMAT bersama ibu-ibu rumah tangga dan anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) desa setempat.

Program ini menjadi salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat yang diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan, kreativitas, dan keterampilan warga dalam mengolah bahan-bahan yang mudah diperoleh menjadi produk rumah tangga yang bermanfaat, ekonomis, dan lebih ramah terhadap lingkungan.

Ketua KKN UMMAT Kelompok 37, Aprilian Maulana, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut dirancang agar masyarakat tidak hanya memahami proses pembuatan sabun, tetapi juga mampu mempraktikkan dan mengembangkannya secara mandiri.

“Kami ingin kegiatan ini memberikan manfaat yang berkelanjutan. Sabun cuci piring merupakan produk yang digunakan setiap hari. Apabila mampu diproduksi secara mandiri, produk ini tidak hanya dapat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi usaha sederhana masyarakat,” ujarnya.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai manfaat penggunaan produk rumah tangga yang ramah lingkungan. Mahasiswa kemudian memperkenalkan bahan-bahan yang digunakan serta menjelaskan fungsi dan tahapan pembuatan sabun secara sistematis.

Baca Juga: Gerakan Sekolah Ramah Lingkungan, KKN UMMAT Kelompok 37 Ajak Siswa Mengolah Sampah Menjadi Ecobrick

Setelah sesi pemaparan, mahasiswa KKN UMMAT mendemonstrasikan secara langsung proses pencampuran bahan hingga menghasilkan sabun cuci piring yang siap digunakan. Para peserta selanjutnya diberikan kesempatan untuk ikut mempraktikkan setiap tahapan dengan pendampingan mahasiswa.

Suasana pelatihan berlangsung aktif dan interaktif. Para peserta tampak antusias menyimak materi, mengajukan pertanyaan, serta terlibat langsung dalam proses pembuatan. Antusiasme tersebut menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap inovasi produk rumah tangga yang sederhana, mudah diterapkan, dan memiliki nilai ekonomi.

Ketua PKK Desa Kampasi Meci, Maemunah, mengapresiasi program yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN UMMAT Kelompok 37. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman dan keterampilan baru yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN 37 UMMAT. Kegiatan ini memberikan pengetahuan dan keterampilan baru kepada masyarakat, khususnya dalam membuat sabun cuci piring berbahan organik yang bermanfaat dan ramah lingkungan,” tuturnya.

Ia berharap keterampilan yang diperoleh masyarakat tidak berhenti setelah kegiatan berakhir, tetapi dapat terus dipraktikkan dan dikembangkan sebagai produk bernilai jual.

Melalui pelatihan tersebut, masyarakat Desa Kampasi Meci memperoleh pemahaman mengenai pentingnya penggunaan produk yang lebih ramah lingkungan sekaligus keterampilan praktis dalam menghasilkan sabun cuci piring untuk kebutuhan sehari-hari.

Produk yang dihasilkan juga membuka peluang pengembangan usaha rumahan. Apabila diproduksi secara konsisten, dikemas secara menarik, dan dipasarkan dengan baik, sabun cuci piring tersebut berpotensi membantu meningkatkan pendapatan keluarga serta memperkuat ekonomi kreatif masyarakat desa.

Baca Juga: Aksi Nyata Pelestarian Lingkungan, KKN UMMAT Kelompok 7 Tanam Ratusan Bibit Pohon di Hutan Desa Oi Saro

Di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan, Anwar Efendy, mahasiswa KKN UMMAT Kelompok 37 berharap program tersebut dapat menjadi langkah awal dalam mendorong kemandirian, kreativitas, dan semangat kewirausahaan masyarakat Desa Kampasi Meci.

Kegiatan ini sekaligus mempertegas komitmen UMMAT dalam menghadirkan program pengabdian kepada masyarakat yang aplikatif, relevan dengan kebutuhan warga, serta memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi pembangunan desa. (HUMAS UMMAT)