Keterangan Foto: Pimpinan Fakultas Teknik bersama jajaran pimpinan universitas, Ketua PWM NTB, serta peserta Yudisium S1–D3 Fakultas Teknik UMMAT berfoto bersama usai prosesi pengukuhan 82 lulusan di Lombok Garden, Rabu (11/2/2026).
Mataram — Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) mengukuhkan 82 lulusan pada Yudisium Sarjana (S1) dan Diploma Tiga (D3) Periode Februari Tahun Akademik 2025/2026, yang digelar di Lombok Garden, Rabu, 11 Februari 2026. Para lulusan berasal dari S1 Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) sebanyak 15 orang, S1 Teknik Sipil 57 orang, S1 Teknik Pertambangan 8 orang, serta D3 Teknik Pertambangan 2 orang.
Yudisium berlangsung khidmat dan penuh rasa syukur. Selain menjadi penanda kelulusan, kegiatan ini juga menjadi ruang peneguhan jati diri lulusan Fakultas Teknik UMMAT agar melangkah ke dunia profesional dengan bekal yang utuh: ilmu sebagai fondasi kompetensi, iman sebagai kompas moral, dan inovasi sebagai daya saing menghadapi perubahan zaman.
Pada momen tersebut, lulusan terbaik diraih oleh Meiza Firmansyah dari Program Studi Teknik Sipil. Dalam sambutannya, Meiza menyampaikan bahwa ketertarikannya pada Teknik Sipil berangkat dari dorongan untuk terlibat langsung dalam pembangunan yang memberi manfaat luas.
“Jika saya ditanya kenapa memilih Teknik Sipil, jawabannya sederhana: saya selalu bersoalan dengan penguatan dan tindakan bangunan. Ketika melihat bangunan yang menjulang dan jembatan yang kokoh, saya merasa ada keinginan dalam diri untuk berkontribusi menciptakan infrastruktur yang bermanfaat untuk masyarakat,” ungkapnya.
Meiza juga mengenang masa awal perkuliahan yang penuh semangat, namun disertai rasa cemas saat beradaptasi dengan lingkungan baru. Ia memegang pepatah bahwa satu langkah kecil yang diambil akan membentuk langkah besar untuk masa depan. Salah satu pengalaman yang paling membekas baginya adalah keterlibatan dalam proyek kelompok merancang dan menghitung struktur bangunan yang kompleks.
“Rasanya seperti menyusun puzzle yang sangat rumit. Tetapi dengan tim yang solid—masing-masing berkontribusi dengan kekuatannya—kami bisa menyelesaikannya. Dengan pengetahuan dan pengalaman yang kita punya, saya yakin kita dapat memberikan dampak yang besar,” tuturnya, seraya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung proses studinya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik UMMAT, Dr. Ir. H. Aji Syailendra Ubaydillah, M.Sc., menyampaikan pesan penguatan dengan mengutip QS. Fathir: 28 tentang kemuliaan orang-orang berilmu. Ia mengaitkan ayat tersebut dengan uraian Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar, bahwa kemuliaan tidak ditentukan oleh atribut lahiriah, melainkan oleh kedalaman ilmu dan ketakwaan.
Keterangan Foto: Dekan Fakultas Teknik UMMAT berfoto bersama Lulusan Terbaik S1 PWK, S1 Teknik Sipil, serta S1–D3 Teknik Pertambangan ditengah prosesi Yudisium Periode Februari TA 2025/2026 di Lombok Garden, Rabu (11/2/2026).
“Anak-anakku semuanya, kalian sudah berada di jalan yang benar menuju peradaban teknik yang lebih unggul. Kesempatan, waktu, dan ilmu yang kalian miliki adalah nikmat yang wajib disyukuri. Jika kita bersyukur, Allah akan menambah nikmat kita,” pesannya. Dekan juga menegaskan pentingnya etos kerja dan kualitas diri dengan ajakan, “Do the best thing, everything you can do. Selalu berikan yang terbaik supaya tidak ada penyesalan.”
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Falahuddin, M.Ag., menegaskan bahwa yudisium bukanlah garis akhir, melainkan gerbang awal pengabdian. Ia mengajak para lulusan menjadikan ilmu yang diraih sebagai amal yang memberi manfaat, sekaligus menjaga integritas dan akhlak dalam perjalanan karier.
Menurutnya, spirit ilmu, iman, dan inovasi harus hadir secara utuh pada diri lulusan Fakultas Teknik. Ilmu menjadi kekuatan kompetensi, iman menjadi penuntun etika, sedangkan inovasi menjadi bekal agar lulusan adaptif terhadap perkembangan teknologi, kebutuhan industri, dan tantangan pembangunan. Ia juga mendorong para lulusan untuk terus belajar, meningkatkan kapasitas, serta menghadirkan solusi yang berpihak pada kemaslahatan masyarakat.
Selanjutnya, Rektor UMMAT yang diwakili oleh Wakil Rektor I UMMAT, Drs. H. Abdurrahman, M.M., mengutip QS. Al-Mujadilah: 11 tentang Allah SWT meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan berilmu. Ia menegaskan bahwa ayat tersebut merupakan landasan filosofis dalam membangun pendidikan dan karakter lulusan.
Ia juga menekankan bahwa Muhammadiyah dalam pengelolaan perguruan tinggi menguatkan peran pendidikan melalui Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, agar capaian akademik tidak berhenti pada gelar, tetapi berlanjut pada pengembangan keilmuan, riset, pengabdian, dan dakwah pencerahan yang berdampak.
Sementara itu, Ketua BPH UMMAT yang diwakili oleh Bendahara BPH, Drs. Muhammad Adi Syamsuri, menyampaikan ucapan selamat dan doa keberkahan kepada para peserta yudisium. Ia mengapresiasi prosesi yang menampilkan orientasi masa depan melalui visualisasi teknologi, video, dan animasi sebagai cerminan kreativitas serta semangat Fakultas Teknik untuk terus maju.
“Dengan ilmu, hidup kita menjadi mudah. Setiap zaman ada orangnya, dan setiap orang ada zamannya. Jadikan zaman ini menjadi milik teman-teman,” ujarnya. Ia juga mengingatkan pesan Al-Qur’an bahwa Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali mereka sendiri berikhtiar mengubahnya, sebagai dorongan agar para lulusan tidak berhenti bertumbuh.
Melalui yudisium ini, Fakultas Teknik UMMAT kembali menegaskan komitmennya menghadirkan lulusan yang unggul, berkarakter, serta siap bersaing dan berkontribusi pada bidang teknik sipil, perencanaan wilayah dan kota, serta pertambangan. Dengan spirit ilmu, iman, dan inovasi, para lulusan diharapkan mampu menghadirkan karya profesional yang beretika dan memberi manfaat nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional. (HUMAS UMMAT)
Keterangan Foto: Pimpinan Fakultas Teknik bersama jajaran pimpinan universitas, Ketua PWM NTB, serta peserta Yudisium S1–D3 Fakultas Teknik UMMAT berfoto bersama usai prosesi pengukuhan 82 lulusan di Lombok Garden, Rabu (11/2/2026).
Mataram — Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) mengukuhkan 82 lulusan pada Yudisium Sarjana (S1) dan Diploma Tiga (D3) Periode Februari Tahun Akademik 2025/2026, yang digelar di Lombok Garden, Rabu, 11 Februari 2026. Para lulusan berasal dari S1 Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) sebanyak 15 orang, S1 Teknik Sipil 57 orang, S1 Teknik Pertambangan 8 orang, serta D3 Teknik Pertambangan 2 orang.
Yudisium berlangsung khidmat dan penuh rasa syukur. Selain menjadi penanda kelulusan, kegiatan ini juga menjadi ruang peneguhan jati diri lulusan Fakultas Teknik UMMAT agar melangkah ke dunia profesional dengan bekal yang utuh: ilmu sebagai fondasi kompetensi, iman sebagai kompas moral, dan inovasi sebagai daya saing menghadapi perubahan zaman.
Pada momen tersebut, lulusan terbaik diraih oleh Meiza Firmansyah dari Program Studi Teknik Sipil. Dalam sambutannya, Meiza menyampaikan bahwa ketertarikannya pada Teknik Sipil berangkat dari dorongan untuk terlibat langsung dalam pembangunan yang memberi manfaat luas.
“Jika saya ditanya kenapa memilih Teknik Sipil, jawabannya sederhana: saya selalu bersoalan dengan penguatan dan tindakan bangunan. Ketika melihat bangunan yang menjulang dan jembatan yang kokoh, saya merasa ada keinginan dalam diri untuk berkontribusi menciptakan infrastruktur yang bermanfaat untuk masyarakat,” ungkapnya.
Meiza juga mengenang masa awal perkuliahan yang penuh semangat, namun disertai rasa cemas saat beradaptasi dengan lingkungan baru. Ia memegang pepatah bahwa satu langkah kecil yang diambil akan membentuk langkah besar untuk masa depan. Salah satu pengalaman yang paling membekas baginya adalah keterlibatan dalam proyek kelompok merancang dan menghitung struktur bangunan yang kompleks.
“Rasanya seperti menyusun puzzle yang sangat rumit. Tetapi dengan tim yang solid—masing-masing berkontribusi dengan kekuatannya—kami bisa menyelesaikannya. Dengan pengetahuan dan pengalaman yang kita punya, saya yakin kita dapat memberikan dampak yang besar,” tuturnya, seraya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung proses studinya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik UMMAT, Dr. Ir. H. Aji Syailendra Ubaydillah, M.Sc., menyampaikan pesan penguatan dengan mengutip QS. Fathir: 28 tentang kemuliaan orang-orang berilmu. Ia mengaitkan ayat tersebut dengan uraian Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar, bahwa kemuliaan tidak ditentukan oleh atribut lahiriah, melainkan oleh kedalaman ilmu dan ketakwaan.
Keterangan Foto: Dekan Fakultas Teknik UMMAT berfoto bersama Lulusan Terbaik S1 PWK, S1 Teknik Sipil, serta S1–D3 Teknik Pertambangan ditengah prosesi Yudisium Periode Februari TA 2025/2026 di Lombok Garden, Rabu (11/2/2026).
“Anak-anakku semuanya, kalian sudah berada di jalan yang benar menuju peradaban teknik yang lebih unggul. Kesempatan, waktu, dan ilmu yang kalian miliki adalah nikmat yang wajib disyukuri. Jika kita bersyukur, Allah akan menambah nikmat kita,” pesannya. Dekan juga menegaskan pentingnya etos kerja dan kualitas diri dengan ajakan, “Do the best thing, everything you can do. Selalu berikan yang terbaik supaya tidak ada penyesalan.”
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Falahuddin, M.Ag., menegaskan bahwa yudisium bukanlah garis akhir, melainkan gerbang awal pengabdian. Ia mengajak para lulusan menjadikan ilmu yang diraih sebagai amal yang memberi manfaat, sekaligus menjaga integritas dan akhlak dalam perjalanan karier.
Menurutnya, spirit ilmu, iman, dan inovasi harus hadir secara utuh pada diri lulusan Fakultas Teknik. Ilmu menjadi kekuatan kompetensi, iman menjadi penuntun etika, sedangkan inovasi menjadi bekal agar lulusan adaptif terhadap perkembangan teknologi, kebutuhan industri, dan tantangan pembangunan. Ia juga mendorong para lulusan untuk terus belajar, meningkatkan kapasitas, serta menghadirkan solusi yang berpihak pada kemaslahatan masyarakat.
Selanjutnya, Rektor UMMAT yang diwakili oleh Wakil Rektor I UMMAT, Drs. H. Abdurrahman, M.M., mengutip QS. Al-Mujadilah: 11 tentang Allah SWT meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan berilmu. Ia menegaskan bahwa ayat tersebut merupakan landasan filosofis dalam membangun pendidikan dan karakter lulusan.
Ia juga menekankan bahwa Muhammadiyah dalam pengelolaan perguruan tinggi menguatkan peran pendidikan melalui Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, agar capaian akademik tidak berhenti pada gelar, tetapi berlanjut pada pengembangan keilmuan, riset, pengabdian, dan dakwah pencerahan yang berdampak.
Sementara itu, Ketua BPH UMMAT yang diwakili oleh Bendahara BPH, Drs. Muhammad Adi Syamsuri, menyampaikan ucapan selamat dan doa keberkahan kepada para peserta yudisium. Ia mengapresiasi prosesi yang menampilkan orientasi masa depan melalui visualisasi teknologi, video, dan animasi sebagai cerminan kreativitas serta semangat Fakultas Teknik untuk terus maju.
“Dengan ilmu, hidup kita menjadi mudah. Setiap zaman ada orangnya, dan setiap orang ada zamannya. Jadikan zaman ini menjadi milik teman-teman,” ujarnya. Ia juga mengingatkan pesan Al-Qur’an bahwa Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali mereka sendiri berikhtiar mengubahnya, sebagai dorongan agar para lulusan tidak berhenti bertumbuh.
Melalui yudisium ini, Fakultas Teknik UMMAT kembali menegaskan komitmennya menghadirkan lulusan yang unggul, berkarakter, serta siap bersaing dan berkontribusi pada bidang teknik sipil, perencanaan wilayah dan kota, serta pertambangan. Dengan spirit ilmu, iman, dan inovasi, para lulusan diharapkan mampu menghadirkan karya profesional yang beretika dan memberi manfaat nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional. (HUMAS UMMAT)
Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram, Dr. Drs. Abdul Wahab, M.A., menerima ucapan selamat dan berjabat tangan dengan Ketua Tim Promotor usai berhasil mempertahankan disertasi pada Ujian Terbuka Doktor Program Studi Hukum Keluarga Islam Pascasarjana UIN Mataram, Rabu (4/2/2026).
Mataram — Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) meraih gelar akademik tertinggi Doktor, sebuah capaian yang mencerminkan kualitas keilmuan, kedalaman riset, serta komitmen kuat terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan kemaslahatan masyarakat. Gelar doktor tidak sekadar menjadi simbol prestise akademik, tetapi juga menandai tanggung jawab intelektual untuk menghadirkan ilmu yang berkeadilan dan berdampak nyata bagi kehidupan sosial.
Capaian membanggakan tersebut diraih oleh Rektor UMMAT, Dr. Drs. Abdul Wahab, M.A., yang berhasil menyelesaikan pendidikan doktoralnya pada Program Studi Hukum Keluarga Islam, Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Mataram. Sosok beliau dikenal sebagai pemimpin yang sederhana, tawaduk, dan murah senyum, namun memiliki dedikasi tinggi dalam pengembangan pendidikan tinggi, riset, dan kepemimpinan akademik.
Promosi Ujian Doktor dilaksanakan pada Rabu, 4 Februari 2026, pukul 10.00–12.00 WITA, bertempat di Aula Lantai 2 Pascasarjana UIN Mataram. Dalam ujian terbuka disertasi yang berlangsung khidmat tersebut, Dr. Abdul Wahab berhasil mempertahankan karya ilmiahnya yang berjudul:
“Talaq Telu dalam Perspektif Hukum Keluarga Islam: Studi Fenomenologis tentang Perceraian Perempuan Sasak.”
Disertasi ini lahir dari realitas sosial yang masih hidup dan berkembang di tengah masyarakat Sasak, khususnya praktik talaq telu (talak tiga sekaligus) yang kerap menimbulkan dampak serius bagi perempuan. Melalui pendekatan fenomenologis, penelitian ini menelusuri pengalaman nyata perempuan yang terdampak perceraian tersebut, dengan menempatkan suara dan pengalaman subjek penelitian sebagai pusat analisis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik talaq telu tidak berdiri sendiri, melainkan dipengaruhi oleh kombinasi berbagai faktor, mulai dari aspek psikologis dalam relasi suami-istri, kuatnya budaya patriarki yang menempatkan perempuan dalam posisi subordinat, tekanan sosial dan budaya, hingga persoalan ekonomi keluarga. Dengan demikian, perceraian dipahami tidak hanya sebagai peristiwa hukum, tetapi juga sebagai fenomena sosial yang kompleks dan berlapis.
Suasana Ujian Terbuka Doktor Program Studi Hukum Keluarga Islam Pascasarjana UIN Mataram yang dihadiri sivitas akademika dan tamu undangan. Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram, Dr. Drs. Abdul Wahab, M.A., mempresentasikan dan mempertahankan disertasi yang mengangkat realitas talaq telu serta perjuangan perempuan Sasak dalam perspektif Hukum Keluarga Islam, Rabu (4/2/2026).
Dalam temuannya, Dr. Abdul Wahab menegaskan bahwa talaq telu kerap berfungsi sebagai instrumen kekuasaan dalam relasi rumah tangga. Dampaknya bersifat multidimensional bagi perempuan, antara lain meningkatnya kerentanan ekonomi, hilangnya perlindungan hukum akibat perceraian yang tidak tercatat secara resmi, serta stigma sosial yang semakin memperkuat marginalisasi perempuan dalam ruang sosial dan keluarga.
Riset ini tidak hanya memperkaya khazanah keilmuan Hukum Keluarga Islam, tetapi juga memberikan kontribusi penting bagi penguatan perspektif keadilan gender dan perlindungan hukum bagi perempuan. Secara khusus, penelitian ini relevan bagi konteks masyarakat Lombok dan komunitas Sasak, serta diharapkan dapat menjadi rujukan akademik dan refleksi kritis bagi pengembangan hukum keluarga Islam yang lebih berkeadilan, humanis, dan kontekstual dengan budaya lokal.
Capaian akademik ini menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Universitas Muhammadiyah Mataram. Di tengah kesibukan menjalankan amanah sebagai pimpinan perguruan tinggi, Dr. Abdul Wahab menunjukkan bahwa semangat belajar, meneliti, dan mengabdi melalui ilmu pengetahuan merupakan proses yang berkelanjutan dan tidak pernah berhenti.
Segenap sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Mataram menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas diraihnya gelar Doktor oleh Dr. Drs. Abdul Wahab, M.A. Semoga capaian ini membawa keberkahan, memperkuat kepemimpinan akademik beliau, serta mengantarkan Universitas Muhammadiyah Mataram menuju kemajuan yang semakin unggul dan berdampak luas bagi masyarakat. (HUMAS UMMAT)
Mahasiswa FKIP Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) bersama perangkat desa dan perwakilan organisasi kemahasiswaan berfoto bersama usai acara pembukaan kegiatan ORMAWA FKIP Berdampak di Desa Rempek, Kabupaten Lombok Utara, Senin (2/2/2026).
Lombok Utara — Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menegaskan perannya sebagai agen perubahan sosial melalui pelaksanaan program ORMAWA FKIP Berdampak, sebuah kegiatan pengabdian berbasis voluenteer yang berlangsung selama lima hari, pada 1–5 Februari 2026, di Desa Rempek, Kabupaten Lombok Utara (KLU).
Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen mahasiswa FKIP dalam menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat, sekaligus menguatkan nilai kepedulian sosial, kolaborasi lintas organisasi, dan semangat pengabdian sebagai implementasi Tridarma Perguruan Tinggi. Program ORMAWA FKIP Berdampak melibatkan 40 mahasiswa yang berasal dari berbagai unsur organisasi kemahasiswaan di lingkungan FKIP, yakni Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS), BEM, DPM, serta IMM.
Ketua BEM FKIP, Sastrawan Barqah Yulyanto, menyampaikan bahwa ORMAWA FKIP Berdampak tidak dirancang sekadar sebagai agenda sosial, melainkan sebagai ruang pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa. Melalui keterlibatan langsung di tengah masyarakat, mahasiswa didorong untuk memahami realitas sosial sekaligus mengimplementasikan ilmu kependidikan yang diperoleh selama perkuliahan.
“ORMAWA FKIP Berdampak merupakan ikhtiar kami untuk menghadirkan organisasi mahasiswa yang benar-benar hidup dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pengamat, tetapi sebagai mitra masyarakat dalam upaya edukasi, kesehatan, dan pemberdayaan,” ujarnya.
Selama pelaksanaan kegiatan, mahasiswa terlibat dalam berbagai program yang menyentuh beragam aspek kehidupan masyarakat. Pada bidang edukasi dan sosial, mahasiswa melaksanakan sosialisasi pencegahan pernikahan dini sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, akan pentingnya pendidikan dan kesiapan dalam merencanakan masa depan. Selain itu, mahasiswa juga menggelar simulasi mengajar sebagai kontribusi nyata dalam penguatan proses pembelajaran serta peningkatan motivasi belajar anak-anak.
Mahasiswa FKIP Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) bersama Kepala Sekolah SMPN 2 Gangga berfoto bersama usai acara pembukaan kegiatan ORMAWA FKIP Berdampak, Selasa (3/2/2026).
Di sektor keagamaan dan literasi, mahasiswa menyelenggarakan kegiatan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) serta literasi alam yang mengintegrasikan pendidikan keagamaan dengan pengenalan lingkungan sekitar. Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai keagamaan sekaligus kepedulian terhadap alam sejak usia dini.
Program ORMAWA FKIP Berdampak juga menghadirkan layanan cek kesehatan gratis bagi masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap aspek kesehatan. Di samping itu, mahasiswa bersama warga melaksanakan kegiatan gotong royong untuk memperkuat semangat kebersamaan dan solidaritas sosial. Sebagai bagian dari upaya pemberdayaan potensi lokal, mahasiswa turut melakukan promosi wisata untuk memperkenalkan potensi desa agar lebih dikenal secara luas.
Sastrawan menambahkan bahwa kegiatan ORMAWA FKIP Berdampak diharapkan mampu memberikan manfaat ganda, baik bagi masyarakat maupun mahasiswa FKIP itu sendiri. Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi sarana pembentukan karakter, penguatan soft skill, serta bekal penting dalam menghadapi Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan dunia kerja di masa mendatang.
“Melalui keterlibatan langsung di tengah masyarakat, mahasiswa tidak hanya mengasah kompetensi akademik, tetapi juga kepekaan sosial, kepemimpinan, kemampuan berkomunikasi, serta jiwa pengabdian. Inilah nilai-nilai yang ingin kami tanamkan melalui ORMAWA FKIP Berdampak,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mengembalikan marwah organisasi mahasiswa agar tidak hanya aktif secara struktural, tetapi juga substantif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dengan semangat kolaborasi dan pengabdian, ORMAWA FKIP diharapkan terus menjadi motor penggerak perubahan sosial yang berkelanjutan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda berkelanjutan dan menginspirasi organisasi mahasiswa lainnya untuk terus hadir dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.
Kehadiran mahasiswa FKIP UMMAT di Desa Rempek mendapat apresiasi positif dari pemerintah desa. Kepala Desa Rempek, Rudi Hartono , menyampaikan rasa bangga dan dihargai atas keterlibatan aktif mahasiswa yang dinilai mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami sangat segan dan bangga kepada mahasiswa yang turun langsung ke tengah masyarakat. Mereka tidak hanya fokus pada akademik, tetapi benar-benar mengabdi. Inilah sejatinya peran mahasiswa, bukan hanya hadir karena tuntutan akademik seperti KKN,” ungkapnya. (HUMAS UMMAT)
Peserta berfoto bersama usai kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Penulisan Hibah Buku LPPM Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), Selasa (27/1/2025).
Mataram — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Penulisan Hibah Buku bagi dosen pada Selasa, 27 Januari 2025. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Pertemuan Lantai 3 Rektorat UMMAT dan menjadi bagian dari komitmen institusi dalam meningkatkan kapasitas serta profesionalisme dosen, khususnya dalam penulisan dan penerbitan buku akademik yang bermutu dan sesuai dengan standar nasional.
Ketua LPPM UMMAT, Dr. Sri Rejeki, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mendorong produktivitas dosen dalam menghasilkan karya ilmiah berbentuk buku yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga berdampak langsung pada pengembangan keilmuan dan peningkatan kualitas pembelajaran di perguruan tinggi. Menurutnya, kemampuan menulis dan menerbitkan buku akademik merupakan salah satu indikator penting dalam penguatan tridharma perguruan tinggi sekaligus mendukung pengembangan karir dosen.
Kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini dimoderatori oleh Ilham Zitri, S.IP., M.IP., dan menghadirkan narasumber Andriyanto, entrepreneur sekaligus dosen Universitas Veteran Bangun Nusantara yang memiliki pengalaman luas di bidang penerbitan dan pengelolaan jurnal ilmiah. Narasumber dikenal sebagai praktisi profesional yang terlibat langsung dalam pengelolaan sejumlah penerbit nasional yang tergabung dalam Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), serta berkiprah sebagai editor profesional tersertifikasi BNSP dan pengelola jurnal terakreditasi nasional.
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan berbagai aspek strategis dunia perbukuan di lingkungan perguruan tinggi. Materi difokuskan pada pemahaman dosen mengenai ragam buku akademik, seperti buku ajar, buku teks, modul, buku referensi, dan monograf, serta keterkaitannya dengan pengembangan karier dosen, khususnya dalam proses kenaikan jabatan fungsional. Selain itu, disampaikan pula pentingnya penyusunan struktur dan sistematika buku yang sesuai dengan standar Perpustakaan Nasional agar naskah memenuhi persyaratan administratif maupun substansi dalam pengajuan ISBN.
Pemaparan Materi oleh Narasumber, Andriyanto, entrepreneur sekaligus dosen Universitas Veteran Bangun Nusantara
Narasumber juga mengulas secara kritis pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam penulisan buku akademik. Penggunaan teknologi tersebut dinilai perlu ditempatkan secara proporsional dan etis agar tidak mengurangi orisinalitas, tanggung jawab ilmiah, serta integritas akademik penulis. Di samping itu, peserta memperoleh penjelasan mengenai berbagai format penulisan buku yang umum digunakan dalam penerbitan internasional, seperti standar Amerika dan UNESCO, serta fleksibilitas penyesuaian format dengan template institusi maupun kebijakan penerbit.
Sebagai penguatan aspek praktis, narasumber turut memaparkan mekanisme penerbitan buku di penerbit profesional, mulai dari tahapan pengajuan naskah, proses penyuntingan, hingga sistem distribusi dan pengelolaan royalti bagi penulis. Paparan tersebut memberikan gambaran komprehensif bagi dosen mengenai alur penerbitan buku yang profesional dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, LPPM UMMAT berharap para dosen semakin termotivasi dan memiliki kompetensi yang memadai dalam menulis serta menerbitkan buku akademik yang berkualitas, berdaya saing, dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan keilmuan serta pelaksanaan tridharma perguruan tinggi. (HUMAS UMMAT)
Peserta berfoto bersama usai kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Penulisan Hibah Buku LPPM Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), Selasa (27/1/2025).
Mataram — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Penulisan Hibah Buku bagi dosen pada Selasa, 27 Januari 2025. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Pertemuan Lantai 3 Rektorat UMMAT dan menjadi bagian dari komitmen institusi dalam meningkatkan kapasitas serta profesionalisme dosen, khususnya dalam penulisan dan penerbitan buku akademik yang bermutu dan sesuai dengan standar nasional.
Ketua LPPM UMMAT, Sri Rejeki, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mendorong produktivitas dosen dalam menghasilkan karya ilmiah berbentuk buku yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga berdampak langsung pada pengembangan keilmuan dan peningkatan kualitas pembelajaran di perguruan tinggi. Menurutnya, kemampuan menulis dan menerbitkan buku akademik merupakan salah satu indikator penting dalam penguatan tridharma perguruan tinggi sekaligus mendukung pengembangan karier dosen.
Kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini dimoderatori oleh Ilham Zitri, S.IP., M.IP., dan menghadirkan narasumber Andriyanto, entrepreneur sekaligus dosen Universitas Veteran Bangun Nusantara yang memiliki pengalaman luas di bidang penerbitan dan pengelolaan jurnal ilmiah. Narasumber dikenal sebagai praktisi profesional yang terlibat langsung dalam pengelolaan sejumlah penerbit nasional yang tergabung dalam Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), serta berkiprah sebagai editor profesional tersertifikasi BNSP dan pengelola jurnal terakreditasi nasional.
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan berbagai aspek strategis dunia perbukuan di lingkungan perguruan tinggi. Materi difokuskan pada pemahaman dosen mengenai ragam buku akademik, seperti buku ajar, buku teks, modul, buku referensi, dan monograf, serta keterkaitannya dengan pengembangan karier dosen, khususnya dalam proses kenaikan jabatan fungsional. Selain itu, disampaikan pula pentingnya penyusunan struktur dan sistematika buku yang sesuai dengan standar Perpustakaan Nasional agar naskah memenuhi persyaratan administratif maupun substansi dalam pengajuan ISBN.
Pemaparan Materi oleh Narasumber, Andriyanto, entrepreneur sekaligus dosen Universitas Veteran Bangun Nusantara
Narasumber juga mengulas secara kritis pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam penulisan buku akademik. Penggunaan teknologi tersebut dinilai perlu ditempatkan secara proporsional dan etis agar tidak mengurangi orisinalitas, tanggung jawab ilmiah, serta integritas akademik penulis. Di samping itu, peserta memperoleh penjelasan mengenai berbagai format penulisan buku yang umum digunakan dalam penerbitan internasional, seperti standar Amerika dan UNESCO, serta fleksibilitas penyesuaian format dengan template institusi maupun kebijakan penerbit.
Sebagai penguatan aspek praktis, narasumber turut memaparkan mekanisme penerbitan buku di penerbit profesional, mulai dari tahapan pengajuan naskah, proses penyuntingan, hingga sistem distribusi dan pengelolaan royalti bagi penulis. Paparan tersebut memberikan gambaran komprehensif bagi dosen mengenai alur penerbitan buku yang profesional dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, LPPM UMMAT berharap para dosen semakin termotivasi dan memiliki kompetensi yang memadai dalam menulis serta menerbitkan buku akademik yang berkualitas, berdaya saing, dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan keilmuan serta pelaksanaan tridharma perguruan tinggi. (HUMAS UMMAT)