Mahasiswa KKN UMMAT Kelompok 2 bersama masyarakat Desa Sesait menunjukkan produk teh herbal daun kelor (Moringa oleifera) yang telah melalui proses pengolahan dan pengemasan sebagai inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) berbasis potensi lokal.

LOMBOK UTARA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) Kelompok 2 mengembangkan Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa teh herbal berbahan dasar daun kelor (Moringa oleifera) di Desa Sesait, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, Senin (3/8/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan di Posko KKN UMMAT Kelompok 2 tersebut melibatkan 16 mahasiswa bersama masyarakat Desa Sesait. Program ini menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam mengoptimalkan potensi daun kelor yang mudah ditemukan di pekarangan warga, tetapi belum dimanfaatkan secara maksimal menjadi produk olahan yang praktis, tahan lama, dan bernilai ekonomis.

Daun kelor dipilih sebagai bahan baku karena memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi minuman herbal. Selama ini, masyarakat lebih banyak memanfaatkan daun kelor sebagai bahan makanan. Melalui inovasi tersebut, mahasiswa KKN UMMAT berupaya memperkenalkan alternatif pengolahan yang dapat meningkatkan nilai guna sekaligus nilai jual tanaman lokal.

Program pengembangan teh daun kelor juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya mengolah sumber daya alam di lingkungan sekitar secara kreatif. Mahasiswa berharap keterampilan tersebut dapat dikembangkan menjadi peluang usaha rumah tangga dan mendukung lahirnya produk unggulan Desa Sesait.

Proses pembuatan teh daun kelor dilakukan melalui lima tahapan utama, yaitu pemetikan, pencucian, pengeringan, penyangraian, dan pengemasan. Daun kelor segar terlebih dahulu dipetik oleh mahasiswa bersama masyarakat, kemudian dicuci hingga bersih untuk menghilangkan kotoran dan getah yang menempel.

Daun yang telah dicuci selanjutnya dikeringkan hingga kadar airnya berkurang. Setelah proses pengeringan, daun kelor disangrai untuk menghasilkan aroma khas dan cita rasa yang lebih nikmat ketika diseduh. Pada tahap akhir, teh daun kelor dimasukkan ke dalam kemasan agar lebih praktis, mudah disimpan, dan siap dikonsumsi maupun didistribusikan kepada masyarakat.

Ketua KKN UMMAT Kelompok 2, Muh. Hadinata, menyampaikan bahwa inovasi tersebut dihadirkan sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam membantu masyarakat mengembangkan potensi lokal.

Baca Juga: Olah Kelapa Menjadi Briket Komposit dan VCO, Inovasi KKN UMMAT Kelompok 09 untuk Pemberdayaan Warga Pohgading Timur

“Kami berharap TTG teh kelor ini dapat menjadi bekal keterampilan bagi masyarakat Desa Sesait untuk mengolah potensi alam yang ada menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomis,” ujarnya.

Mahasiswa KKN UMMAT Kelompok 2 bersama masyarakat Desa Sesait memperlihatkan produk teh daun kelor (Moringa oleifera) yang telah dikemas sebagai hasil inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) berbasis potensi lokal.

Menurutnya, dukungan dan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam keberhasilan program. Kolaborasi antara mahasiswa dan warga diharapkan tidak berhenti selama masa KKN, tetapi dapat dilanjutkan secara mandiri oleh masyarakat setelah kegiatan pengabdian berakhir.

Baca Juga: KKN UMMAT Kelompok 39 Luncurkan SIBERDAMPAK, Inovasi Rocket Stove Minim Asap di Desa Pakuan

Teh daun kelor yang telah diproduksi kemudian dibagikan kepada masyarakat di sekitar Posko KKN agar dapat dicoba dan dimanfaatkan. Produk tersebut juga direncanakan untuk ditampilkan dalam ajang Expo UMMAT sebagai bentuk publikasi hasil inovasi mahasiswa kepada khalayak yang lebih luas.

Mahasiswa KKN UMMAT Kelompok 2 berharap inovasi teh daun kelor (Moringa oleifera) dapat terus dikembangkan dari sisi kualitas, pengemasan, dan pemasaran. Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, produk tersebut berpotensi menjadi salah satu produk unggulan Desa Sesait yang memberikan manfaat bagi kesehatan sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat. (HUMAS UMMAT)