
Mahasiswa FKIP Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) bersama perangkat desa dan perwakilan organisasi kemahasiswaan berfoto bersama usai acara pembukaan kegiatan ORMAWA FKIP Berdampak di Desa Rempek, Kabupaten Lombok Utara, Senin (2/2/2026).
Lombok Utara — Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menegaskan perannya sebagai agen perubahan sosial melalui pelaksanaan program ORMAWA FKIP Berdampak, sebuah kegiatan pengabdian berbasis voluenteer yang berlangsung selama lima hari, pada 1–5 Februari 2026, di Desa Rempek, Kabupaten Lombok Utara (KLU).
Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen mahasiswa FKIP dalam menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat, sekaligus menguatkan nilai kepedulian sosial, kolaborasi lintas organisasi, dan semangat pengabdian sebagai implementasi Tridarma Perguruan Tinggi. Program ORMAWA FKIP Berdampak melibatkan 40 mahasiswa yang berasal dari berbagai unsur organisasi kemahasiswaan di lingkungan FKIP, yakni Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS), BEM, DPM, serta IMM.
Ketua BEM FKIP, Sastrawan Barqah Yulyanto, menyampaikan bahwa ORMAWA FKIP Berdampak tidak dirancang sekadar sebagai agenda sosial, melainkan sebagai ruang pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa. Melalui keterlibatan langsung di tengah masyarakat, mahasiswa didorong untuk memahami realitas sosial sekaligus mengimplementasikan ilmu kependidikan yang diperoleh selama perkuliahan.
“ORMAWA FKIP Berdampak merupakan ikhtiar kami untuk menghadirkan organisasi mahasiswa yang benar-benar hidup dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pengamat, tetapi sebagai mitra masyarakat dalam upaya edukasi, kesehatan, dan pemberdayaan,” ujarnya.
Selama pelaksanaan kegiatan, mahasiswa terlibat dalam berbagai program yang menyentuh beragam aspek kehidupan masyarakat. Pada bidang edukasi dan sosial, mahasiswa melaksanakan sosialisasi pencegahan pernikahan dini sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, akan pentingnya pendidikan dan kesiapan dalam merencanakan masa depan. Selain itu, mahasiswa juga menggelar simulasi mengajar sebagai kontribusi nyata dalam penguatan proses pembelajaran serta peningkatan motivasi belajar anak-anak.

Mahasiswa FKIP Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) bersama Kepala Sekolah SMPN 2 Gangga berfoto bersama usai acara pembukaan kegiatan ORMAWA FKIP Berdampak, Selasa (3/2/2026).
Di sektor keagamaan dan literasi, mahasiswa menyelenggarakan kegiatan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) serta literasi alam yang mengintegrasikan pendidikan keagamaan dengan pengenalan lingkungan sekitar. Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai keagamaan sekaligus kepedulian terhadap alam sejak usia dini.
Program ORMAWA FKIP Berdampak juga menghadirkan layanan cek kesehatan gratis bagi masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap aspek kesehatan. Di samping itu, mahasiswa bersama warga melaksanakan kegiatan gotong royong untuk memperkuat semangat kebersamaan dan solidaritas sosial. Sebagai bagian dari upaya pemberdayaan potensi lokal, mahasiswa turut melakukan promosi wisata untuk memperkenalkan potensi desa agar lebih dikenal secara luas.
Sastrawan menambahkan bahwa kegiatan ORMAWA FKIP Berdampak diharapkan mampu memberikan manfaat ganda, baik bagi masyarakat maupun mahasiswa FKIP itu sendiri. Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi sarana pembentukan karakter, penguatan soft skill, serta bekal penting dalam menghadapi Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan dunia kerja di masa mendatang.
“Melalui keterlibatan langsung di tengah masyarakat, mahasiswa tidak hanya mengasah kompetensi akademik, tetapi juga kepekaan sosial, kepemimpinan, kemampuan berkomunikasi, serta jiwa pengabdian. Inilah nilai-nilai yang ingin kami tanamkan melalui ORMAWA FKIP Berdampak,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mengembalikan marwah organisasi mahasiswa agar tidak hanya aktif secara struktural, tetapi juga substantif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dengan semangat kolaborasi dan pengabdian, ORMAWA FKIP diharapkan terus menjadi motor penggerak perubahan sosial yang berkelanjutan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda berkelanjutan dan menginspirasi organisasi mahasiswa lainnya untuk terus hadir dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.
Kehadiran mahasiswa FKIP UMMAT di Desa Rempek mendapat apresiasi positif dari pemerintah desa. Kepala Desa Rempek, Rudi Hartono , menyampaikan rasa bangga dan dihargai atas keterlibatan aktif mahasiswa yang dinilai mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami sangat segan dan bangga kepada mahasiswa yang turun langsung ke tengah masyarakat. Mereka tidak hanya fokus pada akademik, tetapi benar-benar mengabdi. Inilah sejatinya peran mahasiswa, bukan hanya hadir karena tuntutan akademik seperti KKN,” ungkapnya. (HUMAS UMMAT)