
Tim Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) bersama Komunitas Tim Siaga Bencana Daerah (TSBD) berfoto bersama dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Dialog Publik Pariwisata Tangguh Bencana” di Sembalun, Lombok Timur.
SEMBALUN — Fakultas Hukum (FH) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) bersama Komunitas Tim Siaga Bencana Daerah (TSBD) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Dialog Publik Pariwisata Tangguh Bencana” di Sembalun, Kabupaten Lombok Timur. Kegiatan yang berlangsung pada 23–24 Agustus 2026 tersebut menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam memperkuat pemahaman, kesadaran, dan partisipasi masyarakat dalam membangun sektor pariwisata yang aman, tangguh, dan berkelanjutan terhadap potensi bencana.
Kegiatan ini dirancang sebagai ruang dialog dan pertukaran gagasan antara akademisi, pemerintah, pelaku pariwisata, komunitas, serta masyarakat dalam membahas langkah-langkah mitigasi dan kesiapsiagaan bencana di kawasan wisata Sembalun. Melalui pendekatan kolaboratif tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya pengelolaan risiko bencana sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan pariwisata berkelanjutan.
Sembalun sebagai salah satu kawasan pariwisata unggulan di Kabupaten Lombok Timur memiliki potensi alam yang besar dan menjadi salah satu destinasi yang banyak dikunjungi wisatawan. Potensi tersebut perlu diimbangi dengan peningkatan kapasitas masyarakat dan para pemangku kepentingan dalam memahami risiko, mitigasi, serta kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
Dekan Fakultas Hukum UMMAT, Dr. Hilman Syahrial Haq, S.H., LL.M., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata komitmen perguruan tinggi dalam menghadirkan kontribusi dan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Melalui dialog publik ini, kami berharap terbangun kolaborasi yang kuat antara akademisi, pemerintah, pelaku pariwisata, komunitas, dan masyarakat untuk menciptakan sistem pariwisata yang lebih aman, tangguh, dan berkelanjutan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Fakultas Hukum UMMAT untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya melalui pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga melalui aksi nyata, termasuk penguatan literasi masyarakat melalui pembagian buku,” ujar Dr. Hilman Syahrial Haq.
Menurutnya, Sembalun memiliki potensi besar sebagai kawasan pariwisata unggulan. Namun, pengembangan destinasi wisata juga perlu didukung oleh kesiapsiagaan serta kesadaran bersama dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Karena itu, sinergi antara perguruan tinggi, masyarakat, komunitas, pemerintah, dan pelaku pariwisata menjadi penting untuk membangun ekosistem pariwisata yang lebih tangguh.
Baca Juga: UMMAT Masuk Daftar 30 Kampus dengan Program Studi S1 Hukum Terbaik di Indonesia Tahun 2026
Selain dialog publik, kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut juga dirangkaikan dengan pembagian dan sumbangan buku kepada masyarakat. Program ini menjadi bagian dari upaya Fakultas Hukum UMMAT dalam memperkuat budaya literasi serta mendukung peningkatan pengetahuan dan pemberdayaan masyarakat.

Pimpinan Fakultas Hukum UMMAT menyerahkan sumbangan buku kepada masyarakat dalam rangkaian kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat “Dialog Publik Pariwisata Tangguh Bencana” di Sembalun, Lombok Timur.
Penguatan literasi dinilai memiliki peran penting dalam membentuk masyarakat yang lebih kritis, adaptif, dan memiliki kapasitas untuk berpartisipasi dalam pembangunan daerah. Dalam konteks pariwisata tangguh bencana, pengetahuan masyarakat menjadi salah satu modal penting untuk membangun kesiapsiagaan sekaligus mengurangi risiko ketika terjadi kondisi darurat.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Hukum UMMAT juga menegaskan peran perguruan tinggi dalam mengimplementasikan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, dengan menghadirkan program yang relevan terhadap kebutuhan dan persoalan nyata di daerah.
Kolaborasi bersama Komunitas TSBD dan berbagai unsur masyarakat diharapkan tidak berhenti pada kegiatan dialog, tetapi dapat menjadi pijakan untuk memperkuat kesadaran kolektif dan membangun jejaring kolaborasi dalam pengembangan pariwisata yang memperhatikan aspek keselamatan, keberlanjutan, dan ketangguhan masyarakat.
Melalui Dialog Publik Pariwisata Tangguh Bencana, Fakultas Hukum UMMAT terus menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan pengabdian kepada masyarakat yang berdampak. Sinergi antara perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat Sembalun sebagai destinasi wisata yang tidak hanya menarik dan berdaya saing, tetapi juga aman, tangguh, berkelanjutan, serta responsif terhadap risiko bencana. (HUMAS UMMAT)