
Lombok Timur — Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan (HMTA) Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menyelenggarakan kegiatan Diamond Mining Camp 2026 sebagai bagian dari program pembinaan dan pengembangan mahasiswa berbasis karakter dan kompetensi profesional. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, pada 9–11 Januari 2026, bertempat di Wisata Tereng Wilis Camping Ground, Kabupaten Lombok Timur, dan diikuti oleh 127 mahasiswa Program Studi S1 Teknik Pertambangan angkatan 2025.
Diamond Mining Camp merupakan program rutin HMTA yang telah diselenggarakan secara berkelanjutan sejak tahun 2019. Kegiatan ini dirancang sebagai wahana strategis dalam mendukung proses pendidikan tinggi, khususnya dalam membentuk karakter, sikap profesional, serta kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja pertambangan yang memiliki kompleksitas tinggi, baik dari aspek teknis, keselamatan kerja, maupun dinamika sosial di lingkungan industri.
Ketua HMTA Fakultas Teknik UMMAT, Urhulaifi, menjelaskan bahwa Diamond Mining Camp memiliki orientasi edukatif dan kaderisasi yang terintegrasi dengan nilai-nilai keilmuan dan profesionalisme bidang pertambangan. “Diamond Mining Camp merupakan bagian dari proses pembinaan mahasiswa yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama tim, serta ketangguhan fisik dan mental. Nilai-nilai tersebut merupakan kompetensi esensial yang dibutuhkan dalam praktik kerja pertambangan, sehingga perlu dipersiapkan sejak mahasiswa berada pada tahap awal pendidikan tinggi,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana penguatan solidaritas dan kohesi sosial antarmahasiswa, sejalan dengan nilai dasar HMTA yang dirumuskan dalam trilogi royal, loyal, dan totalitas, sebagai landasan etika organisasi dan sikap profesional calon insinyur pertambangan.

Menurutnya, karakteristik dunia pertambangan yang menuntut sistem kerja berkelanjutan, disiplin operasional, serta standar keselamatan yang ketat, meniscayakan adanya pembiasaan terhadap budaya kerja profesional sejak dini. “Mahasiswa tidak hanya dituntut menguasai aspek teoritis, tetapi juga memiliki kesiapan sikap dan mental kerja. Oleh karena itu, Diamond Mining Camp dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang kontekstual dan aplikatif,” tambahnya.
Secara akademik, rangkaian kegiatan Diamond Mining Camp difokuskan pada pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) dan pembelajaran kontekstual (contextual learning). Mahasiswa dilibatkan dalam berbagai aktivitas kebersamaan yang dirancang untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan kerja tim, serta kegiatan pengenalan lapangan berupa observasi dan identifikasi awal jenis-jenis batuan yang terdapat di sekitar lokasi kegiatan.
Aktivitas pengenalan batuan tersebut berfungsi sebagai penguatan pemahaman mahasiswa terhadap materi dasar geologi dan pertambangan yang telah diperoleh di ruang kelas, sekaligus sebagai sarana integrasi antara teori akademik dan praktik lapangan. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi dalam mendukung capaian pembelajaran lulusan (CPL), khususnya pada aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan umum mahasiswa.
Salah satu peserta kegiatan sekaligus mahasiswa baru Program Studi S1 Teknik Pertambangan, Andi Muhammad Alfian Saputra, berharap kegiatan Diamond Mining Camp dapat menjadi sarana pembelajaran yang bermakna dan relevan dengan kebutuhan pengembangan akademik.
“Saya berharap Diamond Mining Camp dapat menjadi sarana pembelajaran yang bermakna, memberikan pemahaman awal tentang karakter dunia pertambangan, serta memperkuat solidaritas antarmahasiswa sebagai bekal perkuliahan dan persiapan menghadapi dunia kerja,” ujar Andi Muhammad Alfian Saputra. (HUMAS UMMAT)