Kampanye Anti Kekerasan terhadap Perempuan, Kolaborasi UMMAT dan PGI Relawan

Kampanye Anti Kekerasan terhadap Perempuan, Kolaborasi UMMAT dan PGI Relawan

Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Korps Sukarela (KSR) Palang Merah Indonesia (PMI), berkolaborasi dengan Protection Gender Inclusion (PGI) Relawan, menyelenggarakan kampanye bertajuk “Anti Kekerasan terhadap Perempuan”. Kegiatan ini diikuti oleh 90 peserta yang berasal dari berbagai organisasi UKM KSR di Mataram, seperti KSR PMI Universitas Nahdatul Ulama NTB, KSR PMI Universitas Islam Negeri  Mataram, KSR PMI Universitas 45 Mataram, KSR PMI Universitas Pendidikan Mandalika, KSR PMI Universitas Mataram, dan KSR PMI Universitas Bumi Gora (23/12).

Ketua Umum KSR PMI UMMAT, Farischa Magfiratun Ramadhani, menjelaskan bahwa kampanye ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran generasi muda mengenai bahaya dan dampak kekerasan terhadap perempuan. Menurutnya, kekerasan terhadap perempuan adalah isu serius yang membutuhkan perhatian semua pihak, khususnya generasi muda yang menjadi penggerak perubahan di masa depan.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada peserta tentang kekerasan gender, dampaknya, dan cara melawannya. Harapan kami, mahasiswa tidak hanya menjadi agen perubahan, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan,” ungkap Farischa.

Farischa juga menegaskan pentingnya peran kampus dalam upaya ini, termasuk dengan menyusun kebijakan yang tegas terhadap kasus kekerasan, memberikan edukasi berkelanjutan tentang kekerasan gender, serta menyediakan perlindungan bagi mahasiswa yang menjadi korban.

Ketua PGI Relawan, Bapak Zulfakar, menekankan pentingnya keberanian para korban kekerasan untuk berbicara dan melaporkan kasus yang mereka alami. “Tujuan utama kami adalah mencegah terulangnya kasus kekerasan seksual terhadap perempuan. Melalui kampanye ini, kami berharap siapa pun yang menjadi korban kekerasan seksual berani untuk speak up dan melapor kepada pihak berwajib,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi komunitas lain untuk bersama-sama melawan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan, baik di lingkungan pendidikan maupun masyarakat luas.

Wakil Rektor III UMMAT, Dr. Erwin, M.Pd., yang turut hadir dalam kegiatan ini, memberikan apresiasi atas kolaborasi antara KSR PMI UMMAT dan PGI Relawan. Ia menyatakan bahwa kampus mendukung penuh kegiatan yang bertujuan menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan inklusif.

“Kekerasan terhadap perempuan adalah masalah serius yang harus kita lawan bersama. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi awal yang baik untuk memperkuat kesadaran dan komitmen semua pihak, khususnya civitas akademika UMMAT, dalam melawan kekerasan terhadap perempuan,” tegasnya.

Kegiatan ini juga menghadirkan sesi diskusi interaktif, di mana peserta dapat berbagi pandangan, pengalaman, serta ide-ide untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan bebas dari kekerasan. Dalam sesi ini, berbagai pertanyaan dan tanggapan dari peserta menambah antusiasme dan kebermanfaatan acara.

Acara ini ditutup dengan deklarasi bersama untuk melawan kekerasan terhadap perempuan, disertai ajakan untuk menyebarkan semangat positif kepada komunitas masing-masing. Kampanye ini bukan hanya menjadi momentum penting bagi UKM KSR PMI UMMAT dan PGI Relawan, tetapi juga menegaskan komitmen mereka dalam menciptakan perubahan nyata di masyarakat (HUMAS UMMAT).

Kampanye Anti Kekerasan terhadap Perempuan, Kolaborasi UMMAT dan PGI Relawan

TRANSFORMASI DIGITAL RITEL DI ERA GLOBALISASI, UMMAT GANDENG PAKAR INTERNASIONAL

Mataram, Program Studi Manajemen Ritel Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa di sektor ritel. Melalui Kuliah Pakar bertema Transformasi Digital dalam Ritel : Strategi dan Implementasi, acara ini menghadirkan narasumber-narasumber ahli di bidangnya, termasuk dari Universiti Kuala Lumpur Business School, Malaysia (20/12).

Kuliah Pakar ini diisi oleh Dr. Arman Hj Ahmad, CMktr, CMILT, seorang Chartered Marketer dan Senior Lecturer dari Universiti Kuala Lumpur Business School, Malaysia. Selain itu, hadir pula Arie Murjono, S.E., M.M., People Development Manager PT Sumber Alfaria Trijaya, Tbk-NTB, serta Dr. Aryanti Dwiyani, S.Pt., M.Pd., Kabid Sarana dan Prasarana Pemberdayaan Industri Dinas Perindustrian Provinsi NTB. Kehadiran mereka memberikan wawasan mendalam tentang strategi dan implementasi transformasi digital di sektor ritel.

Ketua Program Studi Manajemen Ritel, Nurul Hidayati Indra Ningsih, S.E., M.M., menyampaikan harapan besar terhadap acara ini. Ia menyebutkan bahwa transformasi digital adalah tantangan sekaligus peluang yang harus dimanfaatkan oleh semua pihak.

“Saya berharap dengan adanya kuliah pakar ini, semoga dapat menjadi langkah awal yang baik bagi semua kalangan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan di era digital saat ini. Semoga kuliah pakar ini juga menjadi inspirasi dan inovasi di masa yang akan datang”,tuturnya.

Dekan FISIPOL UMMAT, Dr. H. Muhammad Ali, M.Si., menekankan pentingnya penguasaan transformasi digital di tengah perkembangan era modern. Menurutnya, sumber daya manusia yang kompeten adalah kunci utama bagi kemajuan bangsa dan daerah.

“Di tengah era transformasi digital saat ini, semua kalangan diharapkan mampu menguasai perkembangan transformasi digital, karena sumber daya manusia menjadi hal yang mendasar bagi kemajuan bangsa maupun daerah”,ujarnya.

Acara ini diikuti oleh dosen dan mahasiswa, baik secara langsung maupun daring. Peserta yang hadir secara langsung menikmati interaksi dengan narasumber, sementara sesi daring dilakukan melalui platform Zoom, termasuk kehadiran Dr. Arman Hj Ahmad yang berpartisipasi secara virtual dari Malaysia.

Selain pemaparan materi, acara ini juga disertai dengan sesi tanya jawab interaktif. Mahasiswa diberi kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan seputar implementasi transformasi digital dalam dunia kerja, tantangan di sektor ritel, hingga peluang inovasi yang dapat dikembangkan di masa depan. Narasumber dengan antusias memberikan jawaban dan solusi yang aplikatif, menciptakan suasana diskusi yang inspiratif (HUMAS UMMAT).

Kampanye Anti Kekerasan terhadap Perempuan, Kolaborasi UMMAT dan PGI Relawan

HMTA UMMAT RAYAKAN 5 TAHUN PERJALANAN DENGAN SEMANGAT SOLIDARITAS DAN KOMPETISI

Mataram, Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan (HMTA) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) sukses menggelar perayaan Milad Ke-5 dengan rangkaian kegiatan yang penuh semangat dan kebersamaan. Acara ini menjadi momentum penting bagi seluruh anggota HMTA UMMAT untuk merefleksikan perjalanan lima tahun terakhir sekaligus mempererat solidaritas di antara mahasiswa Teknik Pertambangan maupun mahasiswa dari program studi lain di UMMAT.

Ketua Panitia Milad HMTA UMMAT Ke-5, Syafri Rahman, menyampaikan bahwa acara milad kali ini menghadirkan berbagai lomba menarik, mulai dari olahraga hingga permainan tradisional. Kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk memeriahkan suasana tetapi juga sebagai sarana membangun kebersamaan dan kompetisi sehat di kalangan mahasiswa.

“Perlombaan yang kami adakan mencakup beberapa kategori, di antaranya voli, futsal, cerdas cermat, dan fun games seperti balap karung, tarik tambang, oper tepung, dan kait helm. Selain itu, kami juga telah menggelar kuliah tamu sebagai puncak,” jelasnya.

Rincian perlombaan meliputi: Lomba Voli: Dibuka untuk seluruh mahasiswa aktif di UMMAT dari berbagai program studi. Pertandingan ini berlangsung seru di lapangan UMMAT, dengan dukungan antusias dari para penonton; Lomba Futsal: Khusus diikuti oleh mahasiswa aktif Program Studi Teknik Pertambangan berdasarkan angkatan. Pertandingan ini menjadi ajang pembuktian kekompakan antarangkatan; Lomba Cerdas Cermat (LCC): Setiap angkatan Teknik Pertambangan mengirimkan dua tim, masing-masing terdiri dari tiga orang. Materi cerdas cermat dirancang untuk menguji wawasan akademik dan pengetahuan umum mahasiswa; Fun Games HMTA: Permainan tradisional seperti balap karung, tarik tambang, oper tepung, dan kait helm menciptakan suasana meriah sekaligus menghidupkan kembali semangat kebersamaan khas Indonesia.

Perayaan Milad ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga wadah refleksi dan penguatan komitmen bersama. Syafri Rahman menambahkan bahwa kegiatan ini mengusung semangat solidaritas, kekompakan, dan totalitas dari seluruh anggota HMTA UMMAT.

“Harapannya, seluruh mahasiswa Teknik Pertambangan dapat terus menjaga silaturahmi, tidak hanya di internal himpunan, tetapi juga dengan himpunan mahasiswa lain di UMMAT. Kami ingin menumbuhkan rasa kebersamaan yang lebih solid, royal, dan totalitas dalam berkegiatan,” ungkap Syafri.

Dekan Fakultas Teknik UMMAT, Dr. H. Aji Syailendra Ubaidillah, ST., M.Sc., juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Milad Ke-5 HMTA UMMAT. “Perayaan ini menunjukkan kekompakan dan semangat mahasiswa Teknik Pertambangan dalam memajukan himpunan. Kami berharap HMTA dapat terus menjadi wadah pelatihan bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi, menjunjung nilai-nilai profesionalisme, serta berkontribusi dalam memajukan Teknik dan Universitas Muhammadiyah Mataram,” tuturnya.

Beliau juga berharap bahwa melalui kegiatan seperti ini, Fakultas Teknik dapat terus melahirkan generasi unggul yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. “Kami mendukung penuh setiap kegiatan yang positif dan berharap HMTA UMMAT dapat terus berkembang serta menjadi inspirasi bagi himpunan lainnya,” tambahnya.

Partisipasi aktif dari mahasiswa Teknik Pertambangan dan dukungan dari civitas akademika UMMAT menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan masih sangat kuat. Perayaan Milad Ke-5 ini tidak hanya menjadi momen penting untuk HMTA, tetapi juga menunjukkan kontribusi positif Teknik Pertambangan UMMAT dalam membangun lingkungan akademik yang solid dan kompetitif.

Melalui perayaan ini, HMTA UMMAT berkomitmen untuk terus berkontribusi terhadap pengembangan kampus dan mempersiapkan generasi mahasiswa Teknik Pertambangan yang unggul di masa depan. Dengan semangat solidaritas, harapan besar disematkan untuk perjalanan HMTA UMMAT di tahun-tahun mendatang (HUMAS UMMAT).

Kampanye Anti Kekerasan terhadap Perempuan, Kolaborasi UMMAT dan PGI Relawan

BERSINAR DI PANGGUNG BUDAYA, MAHASISWA UMMAT IKUTI KENARI FASHION STREET 2024

Mataram, Semangat kompetisi dan pelestarian budaya lokal mewarnai partisipasi Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) dalam Kenari Fashion Street 2024, sebuah ajang bergengsi yang digelar oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi NTB (DESKRANASDA NTB) pada Ahad (8/12). Dalam perayaan hari jadi Provinsi NTB ini, UMMAT mengirimkan 10 mahasiswa terbaiknya untuk tampil memukau sebagai model di ajang tersebut.

Wakil Rektor III UMMAT, Dr. Erwin, M.Pd., mengungkapkan rasa bangga dan syukur atas keikutsertaan para mahasiswa UMMAT. “Sepuluh model terbaik yang kami kirimkan tidak hanya menunjukkan kompetensi mereka, tetapi juga membuktikan semangat mahasiswa UMMAT untuk terus berkembang melalui ajang-ajang kompetitif. Keikutsertaan ini bukan hanya bentuk perayaan hari jadi NTB, tetapi juga komitmen UMMAT dalam melestarikan budaya lokal,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dr. Erwin menyampaikan bahwa UMMAT akan terus mendorong pengembangan unit kegiatan mahasiswa (UKM) di bidang seni, baik seni pertunjukan, seni musik, maupun seni rupa. “Kami ingin menciptakan atmosfer kompetitif yang sehat di kalangan mahasiswa. Panggung ini adalah ruang yang harus direbut, dan mahasiswa UMMAT telah menunjukkan kompetensinya. Setiap event yang diikuti selalu menghasilkan nominasi, dan itu yang membuat kami bangga. Namun, kami juga terus menekankan pentingnya meluruskan niat, sehingga basic dan potensi yang mereka miliki bisa lebih optimal,” tambahnya.

Salah satu peserta delegasi, Vivin Hardina Cahyani, membagikan pengalamannya sebagai model dalam Kenari Fashion Street. “Ini adalah pengalaman pertama kami mengikuti kegiatan ini. Meski belum meraih juara, kami mendapatkan banyak pembelajaran. Harapan kami, UMMAT akan terus berpartisipasi di tahun-tahun mendatang. Dengan pengalaman ini, kami yakin bisa tampil lebih maksimal di masa depan,” ujarnya.

Vivin juga mengapresiasi acara ini sebagai langkah nyata dalam melestarikan budaya NTB. “Kegiatan ini sangat keren. Sebagai masyarakat NTB, sudah sepatutnya kita berkontribusi dalam melestarikan budaya melalui ajang seperti ini. Ini adalah wujud kebanggaan kami terhadap kekayaan budaya lokal,” tambahnya penuh semangat.

Keikutsertaan UMMAT dalam ajang ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga upaya nyata dalam mendukung seni dan budaya lokal. Sebagai salah satu universitas terkemuka di NTB, UMMAT berkomitmen untuk terus memberikan ruang kepada mahasiswa dalam mengembangkan bakat mereka, termasuk melalui partisipasi dalam event-event nasional dan lokal.

“Kami tengah mempersiapkan unit kegiatan mahasiswa yang fokus pada seni. Dengan persiapan lebih matang, kami yakin mahasiswa UMMAT bisa berprestasi lebih tinggi. Kolaborasi antara seni tradisional dan nuansa modern akan menjadi daya tarik yang kuat,” tegas Dr. Erwin.

Dalam menghadapi tantangan di ajang kompetitif seperti Kenari Fashion Street, mahasiswa UMMAT diharapkan untuk terus meningkatkan kualitas mereka, baik dari segi teknik maupun wawasan budaya. Dengan demikian, mereka tidak hanya menjadi peserta yang kompetitif, tetapi juga duta budaya yang menginspirasi masyarakat luas.

Ajang Kenari Fashion Street 2024 menjadi panggung bagi mahasiswa UMMAT untuk menunjukkan bakat sekaligus kontribusi mereka dalam melestarikan budaya lokal. Semangat kompetisi dan dedikasi untuk budaya menjadi landasan kuat bagi UMMAT dalam terus mendukung mahasiswa mencapai prestasi gemilang di masa depan (HUMAS UMMAT).

Kampanye Anti Kekerasan terhadap Perempuan, Kolaborasi UMMAT dan PGI Relawan

SABET JUARA VIDEO EDUKASI NASIONAL, MAHASISWA FIK UMMAT GAUNGKAN HIDUP SEHAT

Mataram, Sabrina Tria Yunita, mahasiswa semester 5 Program Studi S1 ​​Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), telah membawa nama baik kampus dengan prestasi gemilang. Sabrina berhasil meraih Juara II dalam kompetisi pembuatan video edukasi yang diadakan oleh Universitas Fort De Kock. Mengusung tema besar “Hidup Sehat Masa Muda: Investasi Jangka Panjang untuk Kesehatan” , lomba yang berlangsung secara daring ini berlangsung selama 26 hari, mulai dari 1 hingga 26 November 2024. Pemenang diumumkan pada 3 Desember 2024 melalui Zoom Meeting (10/12).

Kompetisi ini mengundang 11 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk menyampaikan pesan edukasi yang relevan dengan generasi muda. Sabrina, dalam karyanya, fokus pada pentingnya memulai kebiasaan sehat sejak muda sebagai investasi yang akan berdampak pada kualitas hidup di masa depan.

Melalui video yang inovatif dan sarat makna, Sabrina memaparkan langkah-langkah sederhana namun efektif dalam menjaga kesehatan fisik dan mental, seperti menjaga pola makan sehat, berolahraga teratur, hingga pentingnya kesehatan mental.

“Saya ingin menginspirasi penonton bahwa masa muda adalah waktu terbaik untuk memulai kebiasaan sehat. Investasi ini akan membawa dampak besar di masa depan. Dengan menerapkan langkah-langkah sederhana, kita bisa menciptakan perubahan besar dalam kualitas hidup,” jelasnya.

Karyanya dinilai unggul karena mampu menyampaikan pesan edukasi yang jelas, relevan, dan menggerakkan penonton untuk bertindak. Selain itu, kreativitas dalam penyajian visual dan penyampaian ide menjadi nilai tambah yang membawa Sabrina ke podium juara.

Namun, perjalanan Sabrina menuju keberhasilan ini tidaklah mudah. Ia menghadapi dua tantangan utama yakni memilih topik yang menarik dan membangun kepercayaan diri.

“Saya ingin membuat konten yang tidak hanya informatif, tetapi juga bisa menggerakkan pikiran penonton. Setiap ide yang muncul selalu saya pertanyakan: apakah ini cukup edukatif dan relevan? Saya ingin konten saya memiliki dampak nyata bagi orang lain,” ungkapnya.

Kepercayaan diri menjadi tantangan lainnya. Sabrina mengakui sempat merasa ragu karena pengalaman sebelumnya yang belum membuahkan juara dalam lomba poster dan esai. “Setiap kali gagal, rasanya sulit untuk percaya diri. Namun, saya sadar bahwa jika tidak mencoba, saya tidak akan pernah tahu apa yang bisa saya capai. Saya akhirnya memutuskan untuk keluar dari zona nyaman. Meskipun awalnya sulit, setelah melewati prosesnya, saya merasa pengalaman ini sangat seru dan berharga,” tambahnya.

Melalui pencapaiannya, Sabrina berharap mahasiswa lain tidak takut untuk mencoba hal baru dan berani menghadapi tantangan. “Lomba bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi tentang perjalanan yang kita lalui. Ini tentang bagaimana kita tumbuh, belajar, dan membuat sesuatu yang bermakna. Tanamkan target dalam diri, seperti mengharumkan nama kampus, dan jangan lupa sertai dengan doa,” pesannya.

Sabrina juga menyampaikan harapannya agar kampus terus mendukung mahasiswa dalam berbagai upaya meraih prestasi. “Semoga UMMAT senantiasa memberikan dukungan dan fasilitas yang kami butuhkan untuk terus berkembang. Dukungan dari kampus menjadi motivasi besar bagi kami untuk membawa nama baik universitas di tingkat nasional maupun internasional,” tutupnya (HUMAS UMMAT).

Kampanye Anti Kekerasan terhadap Perempuan, Kolaborasi UMMAT dan PGI Relawan

BEKALI MAHASISWA STRATEGI SKILL DAN DAYA SAING GLOBAL, PPKN UMMAT GELAR KULIAH PAKAR

Mataram, dalam rangka mempersiapkan lulusan yang kompetitif di era globalisasi, Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan (PPKn), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), menyelenggarakan Kuliah Pakar dengan tema “Strategi Pengembangan Skill, Prestasi, dan Daya Saing Mahasiswa untuk Menghadapi Pasar Kerja di Era Global”. Acara ini menghadirkan Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Prayoga Bestari, S.Pd., M.Si., sebagai pembicara utama (05/12).

Ketua Program Studi PPKn, Isnaini, M.Pd., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata Prodi PPKn dalam mendukung peningkatan kualitas lulusan. “Kami terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi mahasiswa melalui berbagai program yang mendukung potensi akademik dan non-akademik. Kehadiran Prof. Prayoga diharapkan dapat membuka wawasan mahasiswa dalam mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia kerja,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Isnaini menekankan bahwa pengembangan potensi mahasiswa menjadi salah satu prioritas utama Prodi PPKn. “Target kami adalah mencetak lulusan yang tidak hanya unggul dalam nilai akademik, tetapi juga memiliki daya saing tinggi dengan kemampuan berpikir kritis dan inovatif,” tambahnya.

Ia juga menjelaskan terkait keterampilan utama yang harus dimiliki mahasiswa untuk bertahan di era teknologi yang serba cepat: yakni, Kemampuan Problem Solving; Mampu memecahkan masalah dengan pendekatan kreatif, Self-Management; Mengelola waktu, emosi, dan prioritas secara efektif, Working with People; Bekerjasama dengan berbagai individu dari latar belakang yang berbeda, Adaptasi Teknologi; Menguasai teknologi terkini sebagai alat pendukung keberhasilan.

“Mahasiswa harus mampu mengenali potensi diri, menetapkan arah masa depan, serta memanfaatkan kampus sebagai wadah untuk belajar dan berkembang. Orang yang sukses adalah mereka yang mau bekerja keras, beradaptasi, dan terus belajar,” tegasnya.

Wakil Dekan II FKIP UMMAT, Dr. Candra, M.Pd., menyampaikan bahwa Prodi PPKn telah menjadi salah satu ikon pendidikan di UMMAT. “Prodi PPKn merupakan lumbung ilmu pengetahuan yang terus menghasilkan lulusan berkualitas. Kuliah pakar ini sangat penting untuk mengembangkan prestasi mahasiswa, baik secara akademik maupun non-akademik,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya pengembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik dalam proses belajar. “Sukses tidak hanya diukur dari IPK, tetapi juga dari bagaimana mahasiswa mampu bersikap, berperilaku, dan membawa perubahan positif bagi masyarakat,” tambahnya.

Wakil Rektor I UMMAT, Dr. Harry Irawan Johari, S.Hut., M.Si., memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, globalisasi membawa tantangan dan peluang yang besar. “Pasar kerja saat ini semakin kompetitif dan membutuhkan inovasi serta keterampilan yang lebih kompleks. Mahasiswa harus mampu memanfaatkan peluang ini dengan mempersiapkan diri sebaik mungkin,” jelasnya.

Acara yang dipandu oleh Abdul Syaban, M.Pd., sebagai moderator, berlangsung dinamis dengan sesi tanya jawab antara mahasiswa dan narasumber. Dalam sesi diskusi, Prof. Prayoga menekankan pentingnya menetapkan tujuan karir, baik jangka pendek maupun panjang. “Tentukan arah masa depan Anda sejak sekarang, gunakan setiap kesempatan di kampus untuk menimba ilmu dan mengasah keterampilan,” pesannya.

Kuliah pakar ini diharapkan mampu memberikan wawasan baru bagi mahasiswa dalam menghadapi persaingan dunia kerja. “Kami berharap mahasiswa dapat mengikuti kegiatan ini dengan penuh keseriusan sehingga mendapatkan manfaat yang nyata untuk pengembangan diri mereka di masa depan,” ujar Isnaini di akhir acara.

Dengan tema yang strategis dan narasumber yang berpengalaman, Kuliah Pakar ini menjadi salah satu wujud nyata komitmen UMMAT dalam mencetak lulusan yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global (HUMAS UMMAT).