MATARAM — Membuka peluang pertukaran dosen dan mahasiswa, penelitian kolaboratif, hingga publikasi ilmiah internasional, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) memperluas jejaring akademik global melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Departemen Pendidikan The Gandhigram Rural Institute (GRI), India. Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung secara daring melalui Google Meet pada Rabu (4/11/2026), sebagai langkah strategis UMMAT dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi dan meningkatkan daya saing sivitas akademika di tingkat global.

Kemitraan ini tidak hanya membuka peluang kolaborasi akademik lintas negara, tetapi juga menjadi kesempatan bagi kedua institusi untuk mengembangkan inovasi pembelajaran, meningkatkan kompetensi tenaga pendidik, serta memperluas kontribusi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Kerja sama tersebut diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui program konkret yang memberikan manfaat bagi dosen, mahasiswa, dan masyarakat luas.

Prosesi penandatanganan MoU dihadiri sejumlah pimpinan The Gandhigram Rural Institute, yakni Dr. N. Panchanatham, Vice-Chancellor GRI; Dr. S. Meenatchi, Direktur Penelitian dan Pengembangan; Dr. P. S. Sreedevi, Guru Besar sekaligus Kepala Departemen Pendidikan dan Direktur UGC–MMTTC; serta Dr. N. Devaki, Guru Besar Departemen Pendidikan dan Pelaksana Tugas Direktur Pusat Kajian Masa Depan.

Sementara itu, delegasi UMMAT dipimpin langsung oleh Rektor UMMAT, Dr. H. Abdul Wahab, M.A., didampingi Wakil Rektor IV yang membidangi kerja sama, jajaran Kantor Urusan Internasional dan Kerja Sama (KUIK), Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Wakil Dekan I dan Wakil Dekan III FKIP, serta sejumlah dosen dan perwakilan sivitas akademika.

Dalam sambutannya, Rektor UMMAT, Dr. H. Abdul Wahab, M.A., menyampaikan apresiasi kepada pimpinan The Gandhigram Rural Institute atas kepercayaan dan komitmen untuk membangun kemitraan internasional bersama UMMAT.

Rektor menekankan pentingnya kerja sama antarperguruan tinggi dalam menghadapi perkembangan dunia pendidikan yang semakin dinamis. Menurutnya, kolaborasi internasional menjadi sarana untuk mempertemukan pengalaman, memperluas wawasan keilmuan, serta mempersiapkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, karakter, dan kemampuan beradaptasi dengan tantangan global.

Ia juga berharap penandatanganan MoU ini tidak berhenti pada kesepakatan administratif, tetapi dapat menjadi landasan bagi pelaksanaan kegiatan akademik yang produktif dan berkelanjutan.

Pada kesempatan tersebut, Rektor UMMAT turut menyampaikan ucapan selamat atas peringatan 50 tahun GRI-DTBU (1976–2026). Ia berharap momentum tersebut semakin memperkuat kontribusi GRI dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pemberdayaan masyarakat, sekaligus mempererat hubungan akademik antara Indonesia dan India.

BACA JUGA: Hadirkan Praktisi Global, UMMAT Perkuat Kompetensi AI Mahasiswa untuk Hadapi Dunia Kerja

Melalui kesepakatan ini, UMMAT dan GRI membuka peluang pengembangan sejumlah program akademik internasional, antara lain kuliah tamu internasional (international guest lecture), seminar dan konferensi bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, penelitian kolaboratif (joint research), serta publikasi ilmiah bersama (joint publication).

Pengembangan pendidikan dan peningkatan kompetensi guru juga menjadi salah satu bidang potensial dalam kerja sama ini. Kedua institusi dapat menjajaki kolaborasi dalam inovasi pembelajaran, pendidikan inklusif, pemanfaatan teknologi pendidikan, serta penguatan kapasitas tenaga pendidik.

Selain bidang pendidikan dan penelitian, kerja sama ini turut membuka peluang pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang mengintegrasikan keilmuan akademik dengan kebutuhan nyata di lapangan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan inovasi dan solusi yang bermanfaat bagi sekolah, guru, peserta didik, dan masyarakat.

Sementara itu, Plt. Kepala Kantor Urusan Internasional dan Kerja Sama (KUIK) UMMAT, Dewi Urifah, Lc., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi kepada delegasi GRI dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mempersiapkan kerja sama tersebut.

Ia berharap kemitraan ini dapat segera ditindaklanjuti melalui komunikasi yang berkelanjutan, penyusunan program prioritas, serta pelaksanaan kegiatan bersama yang memberikan manfaat nyata bagi kedua institusi.

Sebagai tindak lanjut, Rektor UMMAT mendorong Wakil Rektor IV, KUIK, dan pimpinan FKIP untuk memperkuat koordinasi dengan mitra di GRI. Langkah awal yang dapat dilakukan meliputi penunjukan narahubung, identifikasi bidang kolaborasi prioritas, dan penyusunan rencana kegiatan yang disesuaikan dengan kebutuhan serta kapasitas masing-masing institusi.

Penandatanganan MoU dengan The Gandhigram Rural Institute India ini menjadi bagian dari komitmen UMMAT untuk memperluas kemitraan internasional, meningkatkan kualitas pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, serta membuka akses pengalaman akademik global bagi dosen dan mahasiswa.

Melalui kemitraan tersebut, UMMAT berharap dapat membangun kolaborasi pendidikan tinggi yang berkelanjutan, memperkuat hubungan kelembagaan antara Indonesia dan India, serta menghadirkan kontribusi yang semakin luas bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan masyarakat.

(HUMAS UMMAT)