MATARAM — Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menggelar Matrikulasi Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027 selama dua hari, Selasa–Rabu, 29–30 September 2026, di Aula Lantai 4 Gedung Pascasarjana UMMAT.

Sebanyak 40 mahasiswa baru dari tiga program magister mengikuti kegiatan yang dirancang sebagai pembekalan awal sebelum memasuki perkuliahan. Mereka terdiri atas 24 mahasiswa Magister Hukum, 12 mahasiswa Magister Pendidikan Dasar, dan empat mahasiswa Magister Ilmu Lingkungan.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Nusa Tenggara Barat Dr. TGH. Falahuddin, M.Ag., Sekretaris Badan Pembina Harian (BPH) UMMAT Drs. H. Ramli, M.M., Wakil Rektor III UMMAT, jajaran Biro BPAA, ketua program studi, dosen Pascasarjana, serta mahasiswa baru.

Rektor UMMAT, Dr. H. Abdul Wahab, M.A., menyampaikan bahwa pendidikan pascasarjana memiliki posisi strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan mampu merespons berbagai persoalan masyarakat melalui pendekatan ilmiah.

Menurutnya, mahasiswa pada jenjang magister dituntut tidak hanya menguasai bidang keilmuan, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, analitis, dan solutif. Karena itu, masa studi harus dimanfaatkan untuk memperkuat kompetensi sekaligus menghasilkan penelitian yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat.

“Mahasiswa Pascasarjana UMMAT harus memiliki semangat untuk terus belajar, meneliti, dan memberikan solusi. Pendidikan magister bukan hanya tentang mendapatkan gelar, tetapi bagaimana ilmu yang diperoleh dapat memberikan manfaat dan menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat,” kata Abdul Wahab.

Rektor juga mendorong mahasiswa baru untuk membangun budaya akademik yang kuat sejak awal perkuliahan. Menurutnya, kemampuan membaca persoalan, menghasilkan gagasan, dan menyusun karya ilmiah menjadi bagian penting dari proses pendidikan pascasarjana.

Direktur Pascasarjana UMMAT, Dr. Lukman, M.Pd., menyambut mahasiswa baru dan menegaskan bahwa memasuki jenjang magister berarti memasuki lingkungan akademik yang menuntut kemandirian belajar, kedalaman berpikir, serta kemampuan melakukan kajian dan penelitian ilmiah.

Ia berharap mahasiswa baru tidak sekadar berorientasi pada penyelesaian perkuliahan dan memperoleh gelar akademik, tetapi menjadikan proses pendidikan sebagai ruang untuk meningkatkan kompetensi profesional dan kapasitas intelektual.

“Selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru di Pascasarjana UMMAT. Jadikan kesempatan belajar ini sebagai ruang untuk memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan akademik dan penelitian, serta membangun tradisi keilmuan yang kuat,” ujarnya.

Lukman berharap seluruh mahasiswa mampu menyelesaikan studi dengan baik sekaligus menghasilkan karya akademik yang relevan dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Panitia Matrikulasi, Dr. Furqan, M.Pd., menjelaskan bahwa sebanyak 40 mahasiswa mengikuti rangkaian matrikulasi tahun ini. Jumlah tersebut terdiri atas 24 mahasiswa Magister Hukum, 12 mahasiswa Magister Pendidikan Dasar, dan empat mahasiswa Magister Ilmu Lingkungan.

Menurut Furqan, matrikulasi tidak hanya menjadi agenda penyambutan mahasiswa baru, tetapi juga dirancang sebagai tahap awal untuk mengenalkan sistem pendidikan magister, layanan akademik, serta budaya ilmiah di lingkungan Pascasarjana UMMAT.

“Melalui kegiatan selama dua hari ini, mahasiswa baru diperkenalkan dengan berbagai aspek yang akan menunjang proses studi mereka. Harapannya, seluruh mahasiswa memiliki kesiapan akademik, memahami sistem dan layanan yang tersedia, serta mampu beradaptasi dengan kultur akademik Pascasarjana UMMAT,” ungkapnya.

Dibekali Sistem Akademik hingga Publikasi Ilmiah

Selama dua hari pelaksanaan, mahasiswa mendapatkan berbagai materi yang berkaitan dengan sistem akademik, layanan universitas, serta pengembangan kapasitas mahasiswa pascasarjana.

Pada hari pertama, peserta memperoleh pengenalan mengenai sistem pendidikan program magister, sistem akademik, keuangan dan sarana-prasarana, pembuatan Virtual Account, kemahasiswaan dan alumni, Islam, sains dan teknologi, layanan teknologi informasi, perpustakaan, pusat bahasa, penjaminan mutu, pengabdian kepada masyarakat, hingga pengelolaan jurnal Pascasarjana.

Pada hari kedua, materi diarahkan pada penguatan kapasitas akademik mahasiswa, meliputi publikasi dan penulisan artikel ilmiah, akreditasi dan penjaminan mutu, pengembangan sumber daya manusia dan regulasi, pengelolaan SIAKAD dan pengisian Kartu Rencana Studi (KRS), serta pengenalan Lembaga Sertifikasi Profesi.

Setelah mengikuti sesi umum, mahasiswa menjalani matrikulasi sesuai bidang keilmuan pada masing-masing program studi.

Mahasiswa Magister Hukum memperoleh penguatan mengenai sistem akademik dan penyusunan tugas akhir, pengantar ilmu hukum, filsafat hukum, serta sejumlah kajian kapita selekta.

Mahasiswa Magister Ilmu Lingkungan mendapatkan materi pembangunan berkelanjutan, pengembangan sumber daya alam dan lingkungan, Life Cycle Assessment (LCA), serta integrasi Geographic Information System (GIS) dan Environmental Remote Sensing.

Sementara mahasiswa Magister Pendidikan Dasar memperoleh materi Local Wisdom dalam pendidikan dasar, transformasi digital berbasis Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK), sistem akademik dan penyusunan tugas akhir, serta sistem penulisan karya ilmiah.

Melalui matrikulasi tersebut, Pascasarjana UMMAT membekali mahasiswa baru dengan pemahaman awal mengenai sistem perkuliahan sekaligus membangun fondasi budaya akademik, penelitian, publikasi ilmiah, dan pengembangan kompetensi profesional.

Rangkaian kegiatan berakhir pada Rabu, 30 September 2026. Dengan bergabungnya 40 mahasiswa baru dari tiga program magister, Pascasarjana UMMAT terus memperkuat perannya dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berilmu, profesional, berintegritas, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

(HUMAS UMMAT)