
MATARAM — Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) terus memperkuat langkah internasionalisasi kampus dengan menyambut lima mahasiswa internasional baru asal Sudan yang akan menempuh pendidikan pada Tahun Akademik 2026/2027. Bertambahnya mahasiswa dari luar negeri ini menjadi bagian dari komitmen UMMAT dalam membangun lingkungan akademik yang semakin terbuka, multikultural, dan berwawasan global.
Lima mahasiswa baru asal Sudan tersebut tersebar pada tiga program studi di lingkungan UMMAT. Mereka adalah Abualgassim Khaled Elias Omar pada Program Studi Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL); Mohamed Ali Elzain Mohamed dan Ali Ibrahim Ali Elhaj pada Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Agama Islam (FAI); serta Safa Hamid Mohammadin Qatar dan Omnia Ibrahim Adam Musa pada Program Studi Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK).
Dengan bergabungnya lima mahasiswa tersebut, jumlah mahasiswa internasional UMMAT yang sebelumnya sebanyak 16 orang kini bertambah menjadi 21 mahasiswa internasional.
Kepala Kantor Urusan Internasional dan Kerja Sama (KUIK) UMMAT, Asbah, M.Hum., menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa internasional memiliki arti yang lebih luas daripada sekadar bertambahnya jumlah mahasiswa asing di lingkungan universitas.
“Keberadaan mahasiswa internasional di UMMAT merupakan salah satu indikator penting bergeraknya proses internasionalisasi kampus. Namun, menghadirkan mahasiswa dari berbagai negara bukanlah tujuan akhir. Kehadiran mereka diharapkan menjadi pemicu terciptanya international atmosphere di lingkungan kampus sekaligus mendorong tahapan berikutnya, yaitu internationalization at home dan internationalization of the curriculum,” ujarnya.
Menurut Asbah, internasionalisasi ke depan harus semakin masuk ke ruang-ruang akademik melalui kurikulum berperspektif global, pembelajaran lintas budaya, penggunaan bahasa internasional, collaborative learning, serta interaksi akademik antara mahasiswa Indonesia dan mahasiswa internasional.
“Dengan demikian, internasionalisasi tidak hanya terlihat dari siapa yang datang dari luar negeri, tetapi juga dari bagaimana pengalaman global itu hidup dalam kurikulum, pembelajaran, dan budaya akademik UMMAT,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Rektor IV UMMAT, Dr. H. Zaenudin, M.Pd.I., menyampaikan bahwa UMMAT akan terus memperluas jejaring internasional dan mendorong semakin banyak mahasiswa dari berbagai negara untuk menempuh pendidikan di UMMAT.
“Kami terus mendorong agar UMMAT menjadi kampus yang semakin dikenal dan dipercaya oleh masyarakat internasional. Kehadiran lima mahasiswa baru dari Sudan ini menjadi energi positif bagi proses internasionalisasi yang sedang kita bangun. Ke depan, kami berharap mahasiswa dari semakin banyak negara memilih UMMAT sebagai tempat untuk belajar dan mengembangkan diri,” ungkapnya.
Menurut Zaenudin, keberadaan mahasiswa internasional tidak hanya memberikan dampak terhadap reputasi institusi, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar lintas budaya bagi mahasiswa Indonesia.
“Mahasiswa UMMAT tidak harus pergi ke luar negeri terlebih dahulu untuk memperoleh pengalaman internasional. Ketika lingkungan kampus menghadirkan keberagaman kebangsaan, bahasa, budaya, dan cara pandang, proses internationalization at home sesungguhnya sudah mulai berlangsung,” jelasnya.

Karena itu, UMMAT terus menyiapkan ekosistem kampus yang inklusif dan adaptif, sehingga interaksi antara mahasiswa lokal dan mahasiswa internasional dapat berkembang menjadi proses pembelajaran yang saling memperkaya.
BACA JUGA: Mahasiswa Internasional UMMAT Bangun Global Mindset Generasi Muda Bima melalui Diplomasi Pendidikan
Rektor UMMAT, Dr. H. Abdul Wahab, M.A., menyampaikan apresiasi atas bertambahnya mahasiswa internasional yang mempercayakan pendidikan tingginya kepada UMMAT.
“Kami sangat mengapresiasi dan menyambut dengan penuh kebahagiaan mahasiswa internasional yang mempercayakan pendidikan mereka kepada Universitas Muhammadiyah Mataram. Sebelumnya UMMAT memiliki 16 mahasiswa internasional, dan pada Tahun Akademik 2026/2027 bertambah lima mahasiswa baru asal Sudan, sehingga saat ini jumlah mahasiswa internasional UMMAT menjadi 21 orang,” tutur Abdul Wahab.
Menurutnya, peningkatan jumlah mahasiswa internasional menjadi salah satu tanda bertumbuhnya kepercayaan masyarakat global terhadap UMMAT. Namun, ia menegaskan bahwa internasionalisasi kampus tidak cukup hanya diukur melalui jumlah mahasiswa asing.
“Bagi kami, 21 mahasiswa internasional ini bukan sekadar angka. Kehadiran mereka merupakan bagian dari upaya membangun lingkungan akademik yang lebih terbuka, multikultural, dan berwawasan global. Mereka adalah bagian dari keluarga besar UMMAT sekaligus bagian penting dari perjalanan internasionalisasi universitas,” lanjutnya.
Abdul Wahab menegaskan bahwa UMMAT akan terus meningkatkan kualitas pendidikan, pelayanan akademik, fasilitas pendukung, serta kerja sama internasional agar mahasiswa dari berbagai negara memperoleh pengalaman belajar yang berkualitas.
“Kami ingin mahasiswa internasional tidak hanya mendapatkan ilmu di ruang kuliah, tetapi juga mengenal masyarakat Indonesia, budaya lokal, nilai-nilai Islam yang berkemajuan, serta kehidupan akademik yang beragam. Sebaliknya, kehadiran mereka juga memperkaya wawasan mahasiswa dan dosen UMMAT mengenai dunia internasional,” ujarnya.
Ia berharap ke depan jumlah mahasiswa internasional terus bertambah dan berasal dari semakin banyak negara, sejalan dengan peningkatan kualitas akademik dan penguatan ekosistem global di lingkungan universitas.
Kehadiran lima mahasiswa baru asal Sudan tersebut semakin mempertegas komitmen UMMAT dalam menjadikan internasionalisasi sebagai bagian integral dari pengembangan universitas. Melalui penguatan jejaring global, mobilitas mahasiswa dan dosen, pembelajaran lintas budaya, pengembangan kurikulum berperspektif internasional, serta pembangunan international atmosphere, UMMAT terus bergerak menjadi perguruan tinggi yang terbuka, inklusif, dan kompetitif di tingkat global.
UMMAT tidak hanya menghadirkan dunia ke dalam kampus, tetapi juga mempersiapkan sivitas akademikanya untuk belajar, berkolaborasi, dan memberikan kontribusi bagi dunia.
(HUMAS UMMAT)