
Narasumber bersama jajaran Fakultas Teknik (FATEK) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) dan mahasiswa berfoto bersama usai pelaksanaan Kuliah Tamu bertema “Membangun Profesionalisme Engineer: Kepemimpinan Proyek, Manajemen Multidisiplin, dan Budaya K3L di Dunia Keteknikan”, di Aula Pertemuan Lantai 3 UMMAT, Selasa (1/9/2026).
MATARAM – Fakultas Teknik (FATEK) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) terus memperkuat kesiapan mahasiswa menghadapi tuntutan dunia kerja keteknikan yang semakin dinamis dan multidisipliner. Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Kuliah Tamu bertema “Membangun Profesionalisme Engineer: Kepemimpinan Proyek, Manajemen Multidisiplin, dan Budaya K3L di Dunia Keteknikan” yang berlangsung pada Selasa, 1 September 2026, di Aula Pertemuan Lantai 3 UMMAT.
Kegiatan ini dirancang untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai kompetensi yang dibutuhkan seorang engineer di dunia profesional. Tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis yang kuat, seorang engineer juga perlu memiliki kecakapan dalam kepemimpinan, pengelolaan proyek, komunikasi profesional, kolaborasi lintas disiplin, pengambilan keputusan, hingga kesadaran terhadap keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan.
Kuliah tamu menghadirkan dua praktisi, yakni Azi Nurzaman, S.T. dan Ir. Mayasari Dewi Pascanawaty, S.T., M.T., IPM. Kegiatan turut dihadiri jajaran pimpinan Fakultas Teknik UMMAT, para ketua program studi, dosen, serta para mahasiswa.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Teknik UMMAT, Dr. Ir. H. Aji Syailendra Ubaidillah, S.T., M.Sc. Penyelenggaraan kuliah tamu ini menjadi bagian dari komitmen Fakultas Teknik UMMAT untuk menghadirkan proses pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga relevan dengan kebutuhan nyata dunia kerja dan industri.
Pada sesi pertama, Azi Nurzaman, S.T. membawakan materi bertajuk “From Engineer to Project Manager: Kompetensi, Kepemimpinan, dan Manajemen Proyek Multidisiplin di Dunia Keteknikan.”
Melalui materi tersebut, mahasiswa diajak memahami bahwa perjalanan karier seorang engineer tidak berhenti pada penguasaan aspek teknis. Seiring meningkatnya tanggung jawab profesional, seorang engineer dituntut mampu mengelola tim, mengoordinasikan berbagai disiplin ilmu, mengambil keputusan strategis, menyelesaikan persoalan secara efektif, serta memastikan proyek berjalan sesuai tujuan.
Kemampuan memimpin menjadi salah satu kompetensi penting dalam pengelolaan proyek keteknikan. Seorang engineer harus mampu mengintegrasikan pengetahuan teknis dengan kemampuan manajerial sehingga dapat beradaptasi dengan berbagai tantangan di lapangan.
Materi tersebut sekaligus memberikan gambaran kepada mahasiswa bahwa transisi dari engineer menuju project manager membutuhkan proses pengembangan kompetensi yang berkelanjutan, baik dalam aspek teknis, komunikasi, kepemimpinan, kolaborasi, maupun pengambilan keputusan.
Pada sesi berikutnya, Ir. Mayasari Dewi Pascanawaty, S.T., M.T., IPM. menyampaikan materi mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan (K3L).
Pembahasan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan sebuah proyek tidak hanya diukur dari ketercapaian target pekerjaan, tetapi juga dari kemampuan dalam memastikan keselamatan pekerja, meminimalkan risiko, serta menjaga keberlanjutan lingkungan.
Bagi seorang engineer, budaya K3L merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari profesionalisme. Kesadaran terhadap keselamatan dan lingkungan harus hadir sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi sebuah proyek.
Melalui sesi ini, mahasiswa memperoleh pemahaman bahwa setiap keputusan teknis memiliki konsekuensi terhadap manusia dan lingkungan. Karena itu, kemampuan mengidentifikasi risiko, menerapkan standar keselamatan, serta membangun budaya kerja yang bertanggung jawab menjadi kompetensi penting yang harus dimiliki calon engineer.
Rangkaian materi dan diskusi dalam kuliah tamu tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk melihat lebih dekat keterkaitan antara pembelajaran di perguruan tinggi dengan realitas dunia kerja.
Mahasiswa diajak memahami bahwa menjadi engineer profesional tidak cukup hanya dengan menguasai teori dan keterampilan teknis. Dunia kerja juga membutuhkan pribadi yang mampu memimpin, berkomunikasi, bekerja dalam tim, mengelola proyek, mengambil keputusan, mengendalikan risiko, serta bertanggung jawab terhadap keselamatan manusia dan lingkungan.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menjembatani kompetensi akademik dengan kebutuhan dunia industri. Kehadiran praktisi memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh perspektif nyata mengenai tantangan, tanggung jawab, serta standar profesional yang akan mereka hadapi setelah menyelesaikan pendidikan.
Di tengah perkembangan teknologi, industri, dan kompleksitas pembangunan, engineer masa depan dituntut memiliki kompetensi yang semakin multidimensional. Keunggulan teknis perlu berjalan beriringan dengan kemampuan adaptasi, kepemimpinan, komunikasi, kolaborasi, integritas, dan budaya keselamatan.
Melalui kegiatan akademik seperti kuliah tamu, Fakultas Teknik UMMAT terus berkomitmen menyiapkan mahasiswa agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesiapan profesional dan karakter yang kuat dalam menghadapi dunia kerja.
Bekal pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dari kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kesiapan mahasiswa untuk tumbuh menjadi engineer yang kompeten, adaptif, berintegritas, mampu memimpin dan berkolaborasi, serta memiliki komitmen tinggi terhadap keselamatan dan keberlanjutan lingkungan. (HUMAS UMMAT)