
Foto bersama peserta, narasumber, fasilitator, dan pimpinan Universitas Muhammadiyah Mataram pada pembukaan Workshop NMT-DIES Tahap II bertema Internasionalisasi Kebijakan dan Strategi untuk Mendukung Kebijakan Pendidikan Kampus yang Berdampak di Indonesia di Hotel Lombok Garden, Mataram, Senin (6/4/2026).
MATARAM – Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melalui Kantor Urusan Internasional dan Kerja Sama (KUIK) resmi membuka Workshop Dies National Multiplication Trainings (NMT-DIES) Tahap Kedua pada 6 April 2026 di Hotel Lombok Garden, Mataram. Kegiatan ini berlangsung hingga 8 April 2026 dengan mengusung tema “Kebijakan dan Strategi Internasionalisasi untuk Mendukung Kebijakan Pendidikan Kampus yang Berdampak di Indonesia” atau “Kebijakan dan Strategi Internasionalisasi untuk Mendukung Kebijakan Kampus Berdampak di Indonesia.” Rangkaian ini merupakan kelanjutan dari workshop tahap pertama yang telah digelar pada 27–29 Oktober 2025.
Workshop nasional ini menjadi forum strategis untuk memperkuat kapasitas perguruan tinggi dalam membangun kebijakan dan strategi internasionalisasi yang terukur, inklusif, dan berdampak. Pada tahap pertama, program ini diikuti 22 peserta dari berbagai perguruan tinggi di NTB dan luar NTB, dan dirancang berlanjut ke tahap kedua pada April 2026 sebagai bagian dari penguatan jejaring serta kolaborasi antarkampus.
Pelaksanaan kegiatan ini menghadirkan kolaborasi antara Office of International Affairs UMMAT, DAAD (German Academic Exchange Service), University of Potsdam, Jerman, serta mitra perguruan tinggi dalam negeri, yaitu Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, Universitas Syiah Kuala Aceh, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, dan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Dalam publikasi Universitas Jenderal Soedirman, konsorsium Indonesia untuk program ini memang melibatkan lima kampus tersebut, termasuk UMMAT, di bawah skema DIES yang didukung DAAD.
Rektor UMMAT, Dr. Abdul Wahab, M.A., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh perguruan tinggi peserta yang telah mengirimkan delegasi terbaiknya dan berpartisipasi aktif dalam workshop ini. Ia menegaskan bahwa semangat kolaborasi, keterbukaan, dan pertukaran pengalaman antarperguruan tinggi menjadi modal penting dalam mewujudkan transformasi pendidikan tinggi yang lebih berdampak dan berdaya saing global.

Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram, Dr. Abdul Wahab, MA, menyampaikan Perayaan pada pembukaan Workshop NMT-DIES Tahap II di Hotel Lombok Garden, Mataram, Senin (6/4/2026).
Menurut Rektor, internasionalisasi di UMMAT bukan lagi sekadar gagasan, melainkan telah menjadi langkah nyata yang terus berkembang. Hal itu tercermin dari capaian UMMAT pada Tahun Akademik 2025/2026 yang telah menerima 14 mahasiswa internasional dari empat negara, yaitu Sudan, Yaman, Ghana, dan Nigeria. Kehadiran mahasiswa internasional tersebut menjadi bukti bahwa UMMAT semakin dipercaya sebagai kampus Islami yang inklusif, terbuka, dan siap bersaing di tingkat global.
Rektor UMMAT juga menilai bahwa kehadiran mahasiswa internasional memberi energi baru bagi penguatan atmosfer akademik yang multikultural sekaligus memperluas jejaring internasional kampus. Ia berharap forum seperti NMT-DIES mampu melahirkan langkah-langkah konkret dalam bentuk kerja sama akademik, mobilitas dosen dan mahasiswa, pengembangan program bersama, hingga peningkatan promosi kampus di tingkat internasional. Pernyataan Rektor tentang penerimaan mahasiswa internasional tersebut juga telah ditegaskan dalam publikasi resmi UMMAT saat penyambutan mahasiswa asing tahun akademik 2025/2026.
Sementara itu, Wakil Rektor IV UMMAT Bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) serta Kerja Sama, Dr. H. Zaenudin, M.Pd.I., menegaskan bahwa UMMAT berada pada jalur yang tepat dalam membangun kemitraan nasional dan internasional yang berdampak. Menurutnya, workshop ini merupakan ruang strategis untuk memperkuat jejaring, mendorong peningkatan mutu akademik, riset, dan mobilitas internasional, serta memperluas kontribusi nyata UMMAT bagi pembangunan daerah dan nasional. Jabatan dan pernyataan tersebut sejalan dengan publikasi resmi KUIK UMMAT mengenai penguatan posisi strategis UMMAT dalam kerja sama global.
Lebih lanjut, Dr. Zaenudin menekankan bahwa internasionalisasi kampus harus dimaknai sebagai upaya bersama untuk membangun perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam reputasi, tetapi juga kuat dalam kualitas layanan akademik, jejaring global, dan dampak sosial. Karena itu, menurutnya, kegiatan seperti NMT-DIES sangat penting untuk mempertemukan para pengelola kerja sama dan kantor urusan internasional dari berbagai kampus agar dapat saling belajar, berbagi praktik baik, dan menyusun langkah kolaboratif yang berkelanjutan.
Kepala KUIK UMMAT, Asbah, M.Hum., menyampaikan bahwa hasil yang mulai dirasakan dari workshop ini antara lain meningkatnya pemahaman peserta mengenai strategi internasionalisasi kampus, terbukanya ruang berbagi praktik baik antar-institusi, munculnya peluang kolaborasi baru baik nasional maupun internasional, serta meningkatnya peluang inbound international academic mobility ke kampus-kampus di Nusa Tenggara Barat. Arah ini konsisten dengan tujuan NMT yang disebutkan oleh penyelenggara dan mitra, yaitu membangun praktik internasionalisasi yang lebih terukur, inklusif, dan berkelanjutan.
Workshop tahap kedua ini juga menghadirkan narasumber dan fasilitator berpengalaman dari tingkat nasional dan internasional, serta diikuti peserta dari berbagai perguruan tinggi, khususnya para pengelola dan PIC International Office. Forum ini diharapkan menjadi ruang konsolidasi penting bagi kampus-kampus di Indonesia, terutama di NTB, untuk semakin siap memperluas jejaring global, meningkatkan promosi internasional, dan memperkuat penerimaan mahasiswa asing. Informasi resmi sebelumnya juga menunjukkan bahwa tema, format, dan jejaring workshop ini memang diarahkan untuk memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi Indonesia secara kolaboratif.
Dengan dibukanya Workshop NMT-DIES Tahap Kedua ini, UMMAT kembali menegaskan sebagai kampus yang aktif membangun kerja sama internasional dan mendorong transformasi pendidikan tinggi yang berdaya saing global. Diharapkan, hasil dari lokakarya ini dapat ditindaklanjuti menjadi program-program konkret yang berdampak luas dan berkelanjutan. Internasionalisasi, pada akhirnya, bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan bersama untuk menghadirkan masa depan pendidikan tinggi Indonesia yang lebih maju, terbuka, dan kompetitif. (HUMAS UMMAT)