by admin ummat | Oct 9, 2019 | Berita
MATARAM-Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia (BPKN-RI) menggandeng Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melakukan kegiatan kuliah umum dengan tema “Perlindungan Konsumen Di Era Digital”. Kegiatan yang dilaksanakan di lantai empat gedung FIK tersebut juga dirangkaikan dengan sosialisasi keberadaan BI Corner UMMAT sebagai sentral informasi keuangan dan ekonomi dengan menyediakan sumber-sumber informasi yang berkualitas baik dalam negeri maupun luar negeri. BI Corner UMMAT langsung dibina oleh Bank Indonesia sebagi bentuk tanggungjawab dan kepeduliannya dalam hal mencerdaskan masyarakat.
Kepala
UPT Perpustakaan UMMAT menyampaikan bahwa Bank Indonesia dengan program BI
Corner siap melayani masyarakat untuk mendapatkan informasi-informasi akurat.
“BI Corner UMMAT berperan sebagai penyedia informasi dalam hal keuangan dan
ekonomi sehingga diharapkan masyarakat kampus/civitas akademika dapat
memperoleh informasi yang berkualitas”, ujarnya.
Sementara
kuliah umum dari BPKN sendiri diselenggarakan dalam rangka memberikan pemahaman
kepada mahasiswa terkait hak-hak dan keselamatan konsumen ketika melakukan
transaksi barang dan jasa. Kegiatan tersebut sangat positif karena mahasiswa disuguhkan
pengetahuan dan pemahaman supaya terhindar dari penipuan atau kegiatan yang
merugikan lainnya.
Kuliah
umum yang dihadiri oleh sebagian besar mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu
Politik (FISIPOL UMMAT) tersebut menghadirkan pembicara dari Komisioner BPKN,
Bambang Sumantri, M.B.A. Dalam penyampaiannya, Bambang menjelaskan tugas dan
fungsi BPKN yaitu memberi saran dan rekomendasi kepada pemerintah dalam rangka
penyusunan kebijakan di bidang perlindungan konsumen, melakukan penelitian dan
pengkajian terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang
perlindungan konsumen, dan melakukan penelitian terhadap barang dan/atau jasa
yang menyangkut keselamatan konsumen.
Selain
itu, adapun fungsi yang lain yaitu mendorong berkembangnya lembaga perlindungan
konsumen swadaya masyarakat, menyebarluaskan informasi melalui media mengenai
perlindungan konsumen dan memasyarakatkan sikap keberpihakan kepada konsumen,
dan menerima pengaduan tentang perlindungan konsumen swadaya masyarakat atau
pelaku usaha, serta melakukan survey yang menyangkut kebutuhan konsumen.
Kegiatan
kuliah umum tersebut dihadiri dan dibuka oleh Wakil Rektor III, Hafsah, S.Pd.,
M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menuturkan bahwa kuliah umum hari ini merupakan
langkah awal bagi UMMAT untuk melakukan kerjasama-kerjasama yang berkelanjutan
dengan BPKN. Dengan begitu, proses edukasi atau pemberian pemahaman kepada
mahasiswa dan masyarakat dapat dimaksimalkan.
“Kita
menyambut dengan sangat baik dan mengapresiasi BPKN yang telah menggandeng
UMMAT sebagai pelaksanaan kuliah umum perlindungan konsumen. Saya berharap,
semoga antar UMMAT dan BPKN dapat menjalin kerjasama yang mutualisme sehingga
keberadaannya mampu memberikan manfaat bagi masyarakat luas terutama dalam
menyiapkan informasi yang berkualitas”, harapnya. (Dhie)
by admin ummat | Oct 7, 2019 | Berita
MATARAM–Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) mendapat kunjungan dari salah satu imam Masjid Gaza Palestina sekaligus pengajar Ma’had Darul Qur’anul Karim Wa Sunnah, Syekh Mahmud Said Kamal Al-Khoir. Dalam menyambut kunjungan tersebut, UMMAT mengadakan Tabliq Akbar sebagai pengganti jadwal Imtaq yang rutin dilaksanakan 2 kali dalam satu bulan, (05/10).
Tabligh
Akbar yang dilaksanakan di Masjid Darul Arqom Pimpinan Wilayah Muhammadiyah
Nusa Tenggara Barat tersebut mengusung tema “Indonesia untuk Palestina”. Kegiatan tersebut begitu
antusias disambut oleh jama’ah yang sebagian besar merupakan civitas akademika
Universitas Muhammadiyah Mataram mulai dari Badan Pembina Harian, Rektor, Para
Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, Dosen, dan Karyawan, serta Mahasiswa. Selain
itu, hadir pula anggota PWM NTB dan organisasi otonom (Ortom) Muhammadiyah yang
ada di wilayah Nusa Tenggara Barat.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor UMMAT menyampaikan rasa syukurnya karena mendapat kunjungan langsung dari salah satu Imam Masjid yang ada di Gaza Palestina. Dr. H. Arsyad Gani menuturkan bahwa dalam Tabliq Akbar tersebut akan diceritakan kondisi terkini dan gambaran nyata mengenai keadaan yang ada di Palestina saat ini.
“Hari
ini kita akan mendengarkan bersama terkait keadaan yang ada di Palestina. Baik
kondisi warganya maupun fisik bangunannya, lebih-lebih keadaan Masjid al-Aqsha
sebagai tempat yang dimuliakan oleh Allah SWT yang semestinya selalu ada di
hati kita orang-orang yang beriman”, tuturnya.
Rektor
UMMAT menambahkan, kegiatan tersebut menjadi ajang silaturrahim dengan saudara
sesama Muslim sekaligus kesempatan untuk berdonasi dalam rangka meringankan
beban atau membantu warga Palestina.
“Saya
mengajak kita semua, selain kita hadir untuk mendengarkan kondisi Palestina
sekarang, kita juga bisa mengeluarkan isi dompet kita dengan ikhlas dan
sebesar-besarnya”, tambahnya.
Sebagai
pengantar Tabliq Akbar tersebut, Syekh Mahmud Said Kamal Al-Khoir menyampaikan
keadaan Palestina terkini. Beliau menceritakan bagaimana warga Palestina
mempertahankan Masjid Al-Aqsha sebagai masjid yang dimuliakan Allah SWT dan
berdiri diatas tanah kaum Muslimin yang penuh dengan kedamaian sebelumnya.
“Kami
tetap mempertahankan tanah kami, tanah kaum Muslimin dengan tetap berada di
Gaza Palestina meski berbagai bom dan siksaan terus dilakukan oleh Zionis
Israel”, ceritanya.
Ia
menambahkan bahwa jika dilihat di media massa, semua umat muslim tahu selama
puluhan tahun rakyat di Palestina telah dijajah dan di usir dari tanah airnya
sendiri oleh Zionis Israel. Umat Muslim diberbagai belahan dunia tentu ingin
membantu berjihad, melakukan pembebasan dari kunkungan Zionis.
Meski
begitu, Syekh Mahmud menjelaskan bahwa untuk melakukan jihad dalam pembebasan
Palestina dari Israel, umat Muslim di Indonesia tidak harus melakukan jihad
fisik dengan ikut berperang di sana, namun bisa melakukan jihad yang lain
seperti jihad dakwah dan jihad harta. Jihad dakwah yaitu ketika umat muslim
membantu dalam menyiarkan berita nyata (tidak hoax) yang dialami warga
palestina baik melalui media massa maupun media social. Sementara jihad dalam
bentuk harta adalah ketika memberikan bantuan logistik kepada mereka.
“Dengan
begitu, umat Muslim di Indonesia mampu membuat masyarakat disana merasa
terbantu dan bahagia. Kami warga Palestina merasa memiliki saudara Muslim yang
menguatkan dan mendukung jihad kami”, jelasnya.
Selain
itu, Syekh yang purna menghafal Al-Quran diusia 14 tahun tersebut menghimbau
agar tidak cepat mempercayai berita yang mengatakan bahwa Palestina saat ini
baik-baik saja. Atau Zionis Israel bisa hidup berdampingan dengan warga
Palestina bahkan mengizinkan dengan mudah untuk sholat di Masjid Al-Aqsha. Ia
menegaskan, hari ini Palestina tetap dijajah dan warganya masih terus disiksa.
“Warga
Palestina tidak bisa sholat dengan tenang di masjid Al-Aqsha Mubarok karena
tetap dijaga ketat oleh para Tentara Zionis. Jika bapak ibu menonton berita
tentang kebaikan Israel untuk mengizinkan sembarang orang masuk ke masjid
Al-Aqsha maka itu hanyalah sebuah pencitraan untuk mendapatkan pujian dari
dunia”, tegasnya.(Dhie)
by admin ummat | Sep 30, 2019 | Berita, Pengumuman
Bismillah,
Assalamu’alaikum Wr Wb.
MARI HADIRI & SYIARKAN…
TABLIGH AKBAR PEMBUKAAN IMTAQ SABTU PAGI
BERSAMA
??♀??♀ *: *Syeikh Mahmud Said Kamal Al-Khoir. (IMAM MASJID GAZA PALESTINA)??♀??♀
? TEMA: INDONESIA UNTUK PALESTINA
? Sabtu, 5 Oktober 2019 M
⏰ PUKUL 08.00 s.d. 09.30 WITA
?Tempat: Masjid DAARUL ARQOM PWM NTB,
BERDASARKAN INSTRUKSI REKTOR UMMAT :
untuk kelancaran kegiatan dan sebagai bentuk akhlak memuliakan tamu/pemateri, maka seluruh civitas akademika UMMAT HARUS HADIR lebih awal (Pukul 07.30 WITA) & Membawa Infaq Terbaik untuk Palestina.
???
مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى الْجَنَّةِ
Artinya : ”Barang siapa yang menempuh jalan untuk mencari suatu ilmu. Niscaya Allah memudahkannya jalan menuju surga”. (HR. Tirmidzi)
???
Wassalamu’alaikum Wr Wb.
by admin ummat | Sep 11, 2019 | Berita
Mataram-Dalam rangka meningkatkan kesadaran baca dan literasi masyarakat, pada tanggal 7/09/2019 UPT Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Mataram(UMMAT) bekerjasama dengan Mahasiswa KKN UMMAT memberikan hibah buku kepada Pimpinan Cabang Muhammadiyah Desa Teros, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok timur.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala
UPT Perpustakaan UMMAT , Iskandar, S.Sos, M.A dan Ketua PCM Desa Teros,
Syamsirudin, beserta pengurusnya dan masyarakat sekitar.
Kegiatan yang diinisiasi oleh UPT Perpustakaan UMMAT ini begitu antusias disambut oleh masyarakat. Syamsirudin menuturkan bahwa langkah Universitas Muhammadiyah Mataram dalam program hibah buku merupakan bentuk kerja nyata persyarikatan Muhammadiyah untuk mencerdaskan dan mencerahkan kehidupan bangsa dan negara. “Buku adalah sumber ilmu dan ilmu adalah pencerah peradaban”, tuturnya.
Ketua PCM Desa Teros juga
mengucapkan terima kasih atas program hibah buku untuk masyarakat Teros dan
berharap buku-buku tersebut akan berguna dan dapat dimanfaatkan dengan baik
oleh masyarakat sekitar. “Semoga kegiatan ini selalu memberikan berkah untuk
kita dan kampus UMMAT”, ucap Syamsirudin.
Menurut Iskandar, Hibah buku yang diberikan tersebut untuk dibuatkan taman baca masyarakat guna meningkatkan kesadara baca pada masyarakat sekitar. Hal ini penting mengingat kesadaran dan semangat baca menjadi penentu lahirnya generasi yang memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas di tengah perkembangan teknologi dan persaingan global yang makin ketat dewasa ini.
Lebih lanjut Kepala UPT Perpustakaan UMMAT tersebut menjelaskan bahwa kegiatan hibah buku dan pendirian taman baca masyarakat ini rencananya akan dilakukan secara berkala yang akan difokuskan pada daerah-daerah binaan Muhammadiyah baik di Pulau Lombok maupun di Pulau Sumbawa.
“Program
ini juga dalam rangka mendukung gerakan UMMAT peduli literasi serta program
gubernur NTB untuk mewujudkan masyarakat NTB yang sadar literasi”, jelas Iskandar.
(Dhie).
by admin ummat | Sep 7, 2019 | Berita, Laman Opini
MATARAM-Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah, menegaskan bahwa terdapat lima dimensi kompetensi yang harus dimiliki oleh kepala sekolah, yaitu dimensi kompetensi kepribadian, manajerial, supervisi, kewirausahaan, dan sosial. Hal tersebut sejalan dengan tuntutan keterampilan di Abad 21 sekarang, yaitu kepala sekolah wajib menguasai keterampilan cara berfikir tingkat tinggi (High Order Thinking Skills/HOTS).
Dalam
rangka menumbuhkembangkan keterampilan
dan kompetensi kepala sekolah, perlu dilakukan
penguatan kompetensi melalui program Pendidikan dan Pelatihan
(Diklat) Penguatan Kepala Sekolah. PP Nomor 19 Tahun 2017 Pasal 15
ayat 1 butir b Pasal 54 ayat 1 bahwa beban kerja kepala satuan pendidikan
sepenuhnya untuk pelaksanaan tugas manajerial, pengembangan kewirausahaan, dan
supervisi kepada guru dan tenaga kependidikan.
Rektor UMMAT menjelaskan landasan diadakan Diklat Penguatan Kepala Sekolah ini yaitu berdasarkan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 6 tahun 2018 tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah. Sehubungan dengan telah di tetapkannya Peraturan tersebut, maka pemerintah melalui satuan kerja dan LPD menyelenggarakan diklat penguatan kepala sekolah yang dibiayai dengan dana Bantuan Pemerintah (Banpem).
“Peningkatan kompetensi kepala sekolah melalui program diklat penguatan kepala sekolah merupakan
program yang tidak dapat dihindari, karena itu untuk mengimbangi antara pelaksanaan
tugas pokok dan tugas fungsi kepala sekolah”, jelas Dr. H. Arsyad.
Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Nomor 5497/B.B1.3/HK/2019 tanggal 29 Juli 2019, tentang Penetapan Lembaga Penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan yang Bekerjasama dengan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah Tahap 4, dan Surat Keputusan PPK LPPKS yang disahkan oleh KPA No. 3782/B.9.2/PR/1019 tanggal 20 Agustus 2019, tentang penetapan LPD, Universitas Muhammadiyah Mataram merupakan penerima Banpem penyelenggara diklat penguatan kepala sekolah di Nusa Tenggara Barat.
“Alhamdulillah UMMAT ditunjuk sebagai penerima dana bantuan pemerintah
untuk menjadi lembaga penyelenggara diklat penguatan kepala sekolah di NTB”,
tambahnya.
Dr. Maemunah sebagai Ketua LPD UMMAT
menerangkan bahwa penyelenggaraan kegiatan Diklat penguatan kepala sekolah akan diselenggarakan di lima (5) tempat yaitu
Kabupaten Sumbawa, KSB, Kota Bima, Kota Mataram, dan Provinsi Nusa Tenggara
Barat.
“Masing-masing kabupaten/kota maupun
provinsi memiliki jumlah sasaran kepala sekolah yang berbeda. Yaitu Kabupaten
Sumbawa dengan 364 sasaran kepala sekolah, Kabupaten Sumbawa Barat dengan 37
sasaran kepala sekolah, Kota Bima dengan 73 sasaran kepala sekolah, Kota Mataram
dengan 211 sasaran kepala sekolah, dan Provinsi Nusa Tenggara Baran dengan 236
sasaran kepala sekolah”, terangnya.
Lebih lanjut, Ketua LPD sekaligus Dekan FKIP UMMAT tersebut menyebutkan sasaran kepala sekolah antara kabupaten/kota maupun provinsi didasarkan pada tingkat sekolah. “Untuk setiap kabupaten/kota sasarannya adalah kepala sekolah TK, SD dan SMP. Sedangkan Provinsi sasarannya adalah kepala sekolah SMA,SMK, dan SLB”, imbuhnya.
Kegiatan yang bertujuan untuk
memperdalam kemampuan Kepala Sekolah dalam memimpin dan mengelola satuan
pendidikannya, serta memiliki performa sebagai Kepala Sekolah bagi seluruh
warga sekolah tersebut akan dilaksanakan
mulai September hingga November 2019.
Harapan terbesar penyelenggara
kegiatan Diklat penguatan kepala sekolah tersebut adalah para kepala sekolah
baik yang ada di kabupaten, kota, maupun provinsi memiliki kompetensi dalam
menjalankan tugas pokok dan tugas fungsinya. “Pada akhir kegiatan Diklat penguatan kepala sekolah dengan sasaran lima (5) kabupaten/kota, dan Propinsi, saya
berharap seluruh peserta lulus dengan nilai minimal Cukup Memuaskan”,
harapnya. (Dhie)
by admin ummat | Aug 29, 2019 | Berita
MATARAM–Menindaklanjuti perizinan pembukaan Pendidikan Profesi Bidan, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) hari ini melaksanakan agenda evaluasi lapangan. Kegiatan yang berpusat di lantai empat gedung FIK tersebut dihadiri oleh Rektor beserta civitas akademika Universitas Muhammadiyah Mataram, Ketua Badan Pembina Harian, Kasubdit Pengembangan Perguruan Tinggi Program Vokasi, dan juga Tim evaluator dari Kemenristekdikti. Selain itu, kegiatan evaluasi lapangan tersebut juga dihadiri oleh preseptor/mentor dari beberapa instansi kesehatan yang ada di pulau Lombok. (28/8)
Kegiatan tersebut diawali dengan
pembukaan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Rektor UMMAT. Mengawali
sambutannya, Dr. H.Arsyad Abd. Gani mengucapkan selamat datang kepada tim
evaluasi lapangan sekaligus mengungkapkan rasa bahagia karena hari tersebut
merupakan hari yang ditunggu-tunggu, baik oleh pimpinan UMMAT maupun seluruh
civitas akademika Fakultas Ilmu Kesehatan.
“Saya selaku Rektor mengucapkan
selamat datang kepada tim evaluasi lapangan untuk program pendidikan profesi
bidan. Kedatangan bapak dam ibu merupakan hal yang membahagiakan bagi kami, dan
semoga hasilnyapun akan jauh lebih membahagiakan,” ucapnya.
Dalam sambutannya, Doktor di
bidang Teknologi pendidikan tersebut mengutarakan alasan kenapa perlu membuka
program pendidikan profesi bidan. Diantaranya, UMMAT harus bersinergi dengan
pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia terutama di sektor pendidikan
dan kesehatan.
Seperti yang diketahui, secara
kuantitas lulusan Bidan di NTB begitu menjamur akan tetapi kualitasnya masih
diragukan. Pernyataan tersebut diperkuat dengan data beberapa tahun yang lalu
bahwa tingkat kematian bayi di NTB masih relatif tinggi jika dibandingkan
dengan kematian bayi di tingkat nasional. Hal demikian tentu akan berdampak
pada Indeks pembangunan Manusia (IPM) NTB.
“Alasan yang memicu dan memacu
kami (UMMAT) membuka program pendidikan profesi bidan ini merupakan bentuk
tanggungjawab moral untuk memperbaiki kehidupan manusia. UMMAT siap mencetak
bidan-bidan yang berkualitas dan professional. Dengan demikian, angka kematian
bayi bisa menurun dari tahun ke tahun dan IPM NTB akan semakin meningkat”,
harapnya.
Selain itu, Drs. Sudarsono
selaku Kasubdit Pengembangan Perguruan Tinggi Program Vokasi menyampaikan bahwa
proses perizinan pembukaan program studi akan dipercepat karena bisa diajukan
setiap waktu. Namun pengawasan setelah dibuka suatu program studi tentunya akan
diperketat demi meningkatkan kualitas program studi tersebut.
Lebih lanjut, ia menjelaskan
bahwa sementara FIK UMMAT hanya bisa membuka program S1 Kebidanan. Setelah ada
alumni sarjana kebidanan baru bisa membuka program profesi bidan. “FIK UMMAT
ini baru memiliki D3 Kebidanan berarti S1nya masih nol tahun. Itu artinya
setelah 4 (empat) tahun atau ada alumni dulu baru bisa membuka profesi. Sebab harus
tuntaskan teori di jenjang sarjana karena program profesi itu semestinya hanya untuk
praktek saja”, jelas Bapak Drs. Sudarsono. (Dhie)