ADAKAN KULIAH UMUM PERLINDUNGAN KONSUMEN DAN SOSIALISASI BI CORNER, UMMAT SIAP MENJADI CENTRAL INFORMASI BERKUALITAS

ADAKAN KULIAH UMUM PERLINDUNGAN KONSUMEN DAN SOSIALISASI BI CORNER, UMMAT SIAP MENJADI CENTRAL INFORMASI BERKUALITAS

MATARAM-Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia (BPKN-RI) menggandeng Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melakukan kegiatan kuliah umum dengan tema “Perlindungan Konsumen Di Era Digital”. Kegiatan yang dilaksanakan di lantai empat gedung FIK tersebut juga dirangkaikan dengan sosialisasi keberadaan BI Corner UMMAT sebagai sentral informasi keuangan dan ekonomi dengan menyediakan sumber-sumber informasi yang berkualitas baik dalam negeri maupun luar negeri. BI Corner UMMAT langsung dibina oleh Bank Indonesia sebagi bentuk tanggungjawab dan kepeduliannya dalam hal mencerdaskan masyarakat.

Kepala UPT Perpustakaan UMMAT menyampaikan bahwa Bank Indonesia dengan program BI Corner siap melayani masyarakat untuk mendapatkan informasi-informasi akurat. “BI Corner UMMAT berperan sebagai penyedia informasi dalam hal keuangan dan ekonomi sehingga diharapkan masyarakat kampus/civitas akademika dapat memperoleh informasi yang berkualitas”, ujarnya.

Sementara kuliah umum dari BPKN sendiri diselenggarakan dalam rangka memberikan pemahaman kepada mahasiswa terkait hak-hak dan keselamatan konsumen ketika melakukan transaksi barang dan jasa. Kegiatan tersebut sangat positif karena mahasiswa disuguhkan pengetahuan dan pemahaman supaya terhindar dari penipuan atau kegiatan yang merugikan lainnya.

Kuliah umum yang dihadiri oleh sebagian besar mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL UMMAT) tersebut menghadirkan pembicara dari Komisioner BPKN, Bambang Sumantri, M.B.A. Dalam penyampaiannya, Bambang menjelaskan tugas dan fungsi BPKN yaitu memberi saran dan rekomendasi kepada pemerintah dalam rangka penyusunan kebijakan di bidang perlindungan konsumen, melakukan penelitian dan pengkajian terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang perlindungan konsumen, dan melakukan penelitian terhadap barang dan/atau jasa yang menyangkut keselamatan konsumen.

Selain itu, adapun fungsi yang lain yaitu mendorong berkembangnya lembaga perlindungan konsumen swadaya masyarakat, menyebarluaskan informasi melalui media mengenai perlindungan konsumen dan memasyarakatkan sikap keberpihakan kepada konsumen, dan menerima pengaduan tentang perlindungan konsumen swadaya masyarakat atau pelaku usaha, serta melakukan survey yang menyangkut kebutuhan konsumen.

Kegiatan kuliah umum tersebut dihadiri dan dibuka oleh Wakil Rektor III, Hafsah, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menuturkan bahwa kuliah umum hari ini merupakan langkah awal bagi UMMAT untuk melakukan kerjasama-kerjasama yang berkelanjutan dengan BPKN. Dengan begitu, proses edukasi atau pemberian pemahaman kepada mahasiswa dan masyarakat dapat dimaksimalkan.

“Kita menyambut dengan sangat baik dan mengapresiasi BPKN yang telah menggandeng UMMAT sebagai pelaksanaan kuliah umum perlindungan konsumen. Saya berharap, semoga antar UMMAT dan BPKN dapat menjalin kerjasama yang mutualisme sehingga keberadaannya mampu memberikan manfaat bagi masyarakat luas terutama dalam menyiapkan informasi yang berkualitas”, harapnya. (Dhie)

MELALUI TABLIQ AKBAR, UMMAT GALANG DONASI UNTUK PALESTINA

MELALUI TABLIQ AKBAR, UMMAT GALANG DONASI UNTUK PALESTINA

MATARAMUniversitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) mendapat kunjungan dari salah satu imam Masjid Gaza Palestina sekaligus pengajar Ma’had Darul Qur’anul Karim Wa Sunnah, Syekh Mahmud Said Kamal Al-Khoir. Dalam menyambut kunjungan tersebut, UMMAT mengadakan Tabliq Akbar sebagai pengganti jadwal Imtaq yang rutin dilaksanakan 2 kali dalam satu bulan, (05/10).

Tabligh Akbar yang dilaksanakan di Masjid Darul Arqom Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Nusa Tenggara Barat tersebut mengusung tema “Indonesia untuk Palestina”. Kegiatan tersebut begitu antusias disambut oleh jama’ah yang sebagian besar merupakan civitas akademika Universitas Muhammadiyah Mataram mulai dari Badan Pembina Harian, Rektor, Para Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, Dosen, dan Karyawan, serta Mahasiswa. Selain itu, hadir pula anggota PWM NTB dan organisasi otonom (Ortom) Muhammadiyah yang ada di wilayah Nusa Tenggara Barat.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UMMAT menyampaikan rasa syukurnya karena mendapat kunjungan langsung dari salah satu Imam Masjid yang ada di Gaza Palestina. Dr. H. Arsyad Gani menuturkan bahwa dalam Tabliq Akbar tersebut akan diceritakan kondisi terkini dan gambaran nyata mengenai keadaan yang ada di Palestina saat ini.

“Hari ini kita akan mendengarkan bersama terkait keadaan yang ada di Palestina. Baik kondisi warganya maupun fisik bangunannya, lebih-lebih keadaan Masjid al-Aqsha sebagai tempat yang dimuliakan oleh Allah SWT yang semestinya selalu ada di hati kita orang-orang yang beriman”, tuturnya.

Rektor UMMAT menambahkan, kegiatan tersebut menjadi ajang silaturrahim dengan saudara sesama Muslim sekaligus kesempatan untuk berdonasi dalam rangka meringankan beban atau membantu warga Palestina.

“Saya mengajak kita semua, selain kita hadir untuk mendengarkan kondisi Palestina sekarang, kita juga bisa mengeluarkan isi dompet kita dengan ikhlas dan sebesar-besarnya”, tambahnya.

Sebagai pengantar Tabliq Akbar tersebut, Syekh Mahmud Said Kamal Al-Khoir menyampaikan keadaan Palestina terkini. Beliau menceritakan bagaimana warga Palestina mempertahankan Masjid Al-Aqsha sebagai masjid yang dimuliakan Allah SWT dan berdiri diatas tanah kaum Muslimin yang penuh dengan kedamaian sebelumnya.

“Kami tetap mempertahankan tanah kami, tanah kaum Muslimin dengan tetap berada di Gaza Palestina meski berbagai bom dan siksaan terus dilakukan oleh Zionis Israel”, ceritanya.

Ia menambahkan bahwa jika dilihat di media massa, semua umat muslim tahu selama puluhan tahun rakyat di Palestina telah dijajah dan di usir dari tanah airnya sendiri oleh Zionis Israel. Umat Muslim diberbagai belahan dunia tentu ingin membantu berjihad, melakukan pembebasan dari kunkungan Zionis.

Meski begitu, Syekh Mahmud menjelaskan bahwa untuk melakukan jihad dalam pembebasan Palestina dari Israel, umat Muslim di Indonesia tidak harus melakukan jihad fisik dengan ikut berperang di sana, namun bisa melakukan jihad yang lain seperti jihad dakwah dan jihad harta. Jihad dakwah yaitu ketika umat muslim membantu dalam menyiarkan berita nyata (tidak hoax) yang dialami warga palestina baik melalui media massa maupun media social. Sementara jihad dalam bentuk harta adalah ketika memberikan bantuan logistik kepada mereka.

“Dengan begitu, umat Muslim di Indonesia mampu membuat masyarakat disana merasa terbantu dan bahagia. Kami warga Palestina merasa memiliki saudara Muslim yang menguatkan dan mendukung jihad kami”, jelasnya.

Selain itu, Syekh yang purna menghafal Al-Quran diusia 14 tahun tersebut menghimbau agar tidak cepat mempercayai berita yang mengatakan bahwa Palestina saat ini baik-baik saja. Atau Zionis Israel bisa hidup berdampingan dengan warga Palestina bahkan mengizinkan dengan mudah untuk sholat di Masjid Al-Aqsha. Ia menegaskan, hari ini Palestina tetap dijajah dan warganya masih terus disiksa.

“Warga Palestina tidak bisa sholat dengan tenang di masjid Al-Aqsha Mubarok karena tetap dijaga ketat oleh para Tentara Zionis. Jika bapak ibu menonton berita tentang kebaikan Israel untuk mengizinkan sembarang orang masuk ke masjid Al-Aqsha maka itu hanyalah sebuah pencitraan untuk mendapatkan pujian dari dunia”, tegasnya.(Dhie)

TABLIGH AKBAR & IMTAQ SABTU PAGI

TABLIGH AKBAR & IMTAQ SABTU PAGI

Bismillah,
Assalamu’alaikum Wr Wb.

MARI HADIRI & SYIARKAN…

TABLIGH AKBAR PEMBUKAAN IMTAQ SABTU PAGI
BERSAMA
??‍♀??‍♀ *: *Syeikh Mahmud Said Kamal Al-Khoir. (IMAM MASJID GAZA PALESTINA)??‍♀??‍♀

? TEMA: INDONESIA UNTUK PALESTINA

? Sabtu, 5 Oktober 2019 M

⏰ PUKUL 08.00 s.d. 09.30 WITA

?Tempat: Masjid DAARUL ARQOM PWM NTB,

BERDASARKAN INSTRUKSI REKTOR UMMAT :
untuk kelancaran kegiatan dan sebagai bentuk akhlak memuliakan tamu/pemateri, maka seluruh civitas akademika UMMAT HARUS HADIR lebih awal (Pukul 07.30 WITA) & Membawa Infaq Terbaik untuk Palestina.

???

مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Artinya : ”Barang siapa yang menempuh jalan untuk mencari suatu ilmu. Niscaya Allah memudahkannya jalan menuju surga”. (HR. Tirmidzi)

???

Wassalamu’alaikum Wr Wb.

DORONG KESADARAN LITERASI MASYARAKAT, UPT PERPUSTAKAAN UMMAT BERIKAN HIBAH BUKU

DORONG KESADARAN LITERASI MASYARAKAT, UPT PERPUSTAKAAN UMMAT BERIKAN HIBAH BUKU

Mataram-Dalam rangka meningkatkan kesadaran baca dan literasi masyarakat, pada tanggal 7/09/2019 UPT Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Mataram(UMMAT) bekerjasama dengan Mahasiswa KKN UMMAT memberikan hibah buku kepada Pimpinan Cabang Muhammadiyah  Desa Teros, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok timur.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala UPT Perpustakaan UMMAT , Iskandar, S.Sos, M.A dan Ketua PCM Desa Teros, Syamsirudin, beserta pengurusnya dan masyarakat sekitar.

Kegiatan yang diinisiasi oleh UPT Perpustakaan UMMAT ini begitu antusias disambut oleh masyarakat. Syamsirudin menuturkan bahwa langkah Universitas Muhammadiyah Mataram dalam program hibah buku merupakan bentuk kerja nyata persyarikatan Muhammadiyah untuk mencerdaskan dan mencerahkan kehidupan bangsa dan negara. “Buku adalah sumber ilmu dan ilmu adalah pencerah peradaban”, tuturnya.

Ketua PCM Desa Teros juga mengucapkan terima kasih atas program hibah buku untuk masyarakat Teros dan berharap buku-buku tersebut akan berguna dan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat sekitar. “Semoga kegiatan ini selalu memberikan berkah untuk kita dan kampus UMMAT”, ucap Syamsirudin.

Menurut Iskandar, Hibah buku yang diberikan tersebut untuk dibuatkan taman baca masyarakat guna meningkatkan kesadara baca pada masyarakat sekitar. Hal ini penting mengingat kesadaran dan semangat baca menjadi penentu lahirnya generasi yang memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas di tengah perkembangan teknologi dan persaingan global yang makin ketat dewasa ini.

Lebih lanjut Kepala UPT Perpustakaan UMMAT tersebut menjelaskan bahwa kegiatan hibah buku dan pendirian taman baca masyarakat ini rencananya akan dilakukan secara berkala yang akan difokuskan pada daerah-daerah binaan Muhammadiyah baik di Pulau Lombok maupun di Pulau Sumbawa. 

“Program ini juga dalam rangka mendukung gerakan UMMAT peduli literasi serta program gubernur NTB untuk mewujudkan masyarakat NTB yang sadar literasi”, jelas Iskandar. (Dhie).

UMMAT MENJADI LEMBAGA PENYELENGGARA DIKLAT PENGUATAN KEPALA SEKOLAH

UMMAT MENJADI LEMBAGA PENYELENGGARA DIKLAT PENGUATAN KEPALA SEKOLAH

MATARAM-Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah, menegaskan bahwa terdapat lima dimensi kompetensi yang harus dimiliki oleh kepala sekolah, yaitu dimensi kompetensi kepribadian, manajerial, supervisi, kewirausahaan, dan sosial. Hal tersebut sejalan dengan tuntutan keterampilan di Abad 21 sekarang, yaitu kepala sekolah wajib menguasai keterampilan cara berfikir tingkat tinggi (High Order Thinking Skills/HOTS).

Dalam rangka menumbuhkembangkan keterampilan dan kompetensi kepala sekolah, perlu dilakukan penguatan kompetensi melalui program Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Penguatan Kepala Sekolah. PP Nomor 19 Tahun 2017 Pasal 15 ayat 1 butir b Pasal 54 ayat 1 bahwa beban kerja kepala satuan pendidikan sepenuhnya untuk pelaksanaan tugas manajerial, pengembangan kewirausahaan, dan supervisi kepada guru dan tenaga kependidikan.

Rektor UMMAT menjelaskan landasan diadakan Diklat Penguatan Kepala Sekolah ini yaitu berdasarkan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 6 tahun 2018 tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah. Sehubungan dengan telah di tetapkannya Peraturan tersebut, maka pemerintah melalui satuan kerja dan LPD menyelenggarakan diklat penguatan kepala sekolah yang dibiayai dengan dana Bantuan Pemerintah (Banpem).

“Peningkatan kompetensi kepala sekolah melalui program diklat penguatan kepala sekolah merupakan program yang tidak dapat dihindari, karena itu untuk mengimbangi antara pelaksanaan tugas pokok dan tugas fungsi kepala sekolah”, jelas Dr. H. Arsyad.

Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan  Nomor 5497/B.B1.3/HK/2019 tanggal 29 Juli 2019, tentang Penetapan Lembaga Penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan yang Bekerjasama dengan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah Tahap 4, dan Surat Keputusan PPK LPPKS yang disahkan oleh KPA No. 3782/B.9.2/PR/1019 tanggal 20 Agustus 2019, tentang penetapan LPD, Universitas Muhammadiyah Mataram merupakan penerima Banpem penyelenggara diklat penguatan kepala sekolah di Nusa Tenggara Barat.

“Alhamdulillah UMMAT ditunjuk sebagai penerima dana bantuan pemerintah untuk menjadi lembaga penyelenggara diklat penguatan kepala sekolah di NTB”, tambahnya. 

Dr. Maemunah sebagai Ketua LPD UMMAT menerangkan bahwa penyelenggaraan kegiatan Diklat penguatan kepala sekolah akan diselenggarakan di lima (5) tempat yaitu Kabupaten Sumbawa, KSB, Kota Bima, Kota Mataram, dan Provinsi Nusa Tenggara Barat.

“Masing-masing kabupaten/kota maupun provinsi memiliki jumlah sasaran kepala sekolah yang berbeda. Yaitu Kabupaten Sumbawa dengan 364 sasaran kepala sekolah, Kabupaten Sumbawa Barat dengan 37 sasaran kepala sekolah, Kota Bima dengan 73 sasaran kepala sekolah, Kota Mataram dengan 211 sasaran kepala sekolah, dan Provinsi Nusa Tenggara Baran dengan 236 sasaran kepala sekolah”, terangnya.

Lebih lanjut, Ketua LPD sekaligus Dekan FKIP UMMAT tersebut menyebutkan sasaran kepala sekolah antara kabupaten/kota maupun provinsi  didasarkan pada tingkat sekolah. “Untuk setiap kabupaten/kota sasarannya adalah kepala sekolah TK, SD dan SMP. Sedangkan Provinsi sasarannya adalah kepala sekolah SMA,SMK, dan  SLB”, imbuhnya.

Kegiatan yang bertujuan untuk memperdalam kemampuan Kepala Sekolah dalam memimpin dan mengelola satuan pendidikannya, serta memiliki performa sebagai Kepala Sekolah bagi seluruh warga sekolah tersebut akan dilaksanakan mulai September hingga November 2019.

Harapan terbesar penyelenggara kegiatan Diklat penguatan kepala sekolah tersebut adalah para kepala sekolah baik yang ada di kabupaten, kota, maupun provinsi memiliki kompetensi dalam menjalankan tugas pokok dan tugas fungsinya. “Pada akhir kegiatan Diklat penguatan kepala sekolah dengan sasaran lima (5) kabupaten/kota, dan Propinsi, saya berharap seluruh peserta lulus dengan nilai minimal Cukup Memuaskan”, harapnya. (Dhie)

MELALUI PRODI PENDIDIKAN PROFESI BIDAN, FIK UMMAT SIAP MENCETAK BIDAN BERKUALITAS DAN PROFESSIONAL

MELALUI PRODI PENDIDIKAN PROFESI BIDAN, FIK UMMAT SIAP MENCETAK BIDAN BERKUALITAS DAN PROFESSIONAL

MATARAMMenindaklanjuti perizinan pembukaan Pendidikan Profesi Bidan, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) hari ini melaksanakan agenda evaluasi lapangan. Kegiatan yang berpusat di lantai empat gedung FIK tersebut dihadiri oleh Rektor beserta civitas akademika Universitas Muhammadiyah Mataram, Ketua Badan Pembina Harian, Kasubdit Pengembangan Perguruan Tinggi Program Vokasi, dan juga Tim evaluator dari Kemenristekdikti. Selain itu, kegiatan evaluasi lapangan tersebut juga dihadiri oleh preseptor/mentor dari beberapa instansi kesehatan yang ada di pulau Lombok. (28/8)

Kegiatan tersebut diawali dengan pembukaan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Rektor UMMAT. Mengawali sambutannya, Dr. H.Arsyad Abd. Gani mengucapkan selamat datang kepada tim evaluasi lapangan sekaligus mengungkapkan rasa bahagia karena hari tersebut merupakan hari yang ditunggu-tunggu, baik oleh pimpinan UMMAT maupun seluruh civitas akademika Fakultas Ilmu Kesehatan.

“Saya selaku Rektor mengucapkan selamat datang kepada tim evaluasi lapangan untuk program pendidikan profesi bidan. Kedatangan bapak dam ibu merupakan hal yang membahagiakan bagi kami, dan semoga hasilnyapun akan jauh lebih membahagiakan,” ucapnya.

Dalam sambutannya, Doktor di bidang Teknologi pendidikan tersebut mengutarakan alasan kenapa perlu membuka program pendidikan profesi bidan. Diantaranya, UMMAT harus bersinergi dengan pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia terutama di sektor pendidikan dan kesehatan.

Seperti yang diketahui, secara kuantitas lulusan Bidan di NTB begitu menjamur akan tetapi kualitasnya masih diragukan. Pernyataan tersebut diperkuat dengan data beberapa tahun yang lalu bahwa tingkat kematian bayi di NTB masih relatif tinggi jika dibandingkan dengan kematian bayi di tingkat nasional. Hal demikian tentu akan berdampak pada Indeks pembangunan Manusia (IPM) NTB.

“Alasan yang memicu dan memacu kami (UMMAT) membuka program pendidikan profesi bidan ini merupakan bentuk tanggungjawab moral untuk memperbaiki kehidupan manusia. UMMAT siap mencetak bidan-bidan yang berkualitas dan professional. Dengan demikian, angka kematian bayi bisa menurun dari tahun ke tahun dan IPM NTB akan semakin meningkat”, harapnya.

Selain itu, Drs. Sudarsono selaku Kasubdit Pengembangan Perguruan Tinggi Program Vokasi menyampaikan bahwa proses perizinan pembukaan program studi akan dipercepat karena bisa diajukan setiap waktu. Namun pengawasan setelah dibuka suatu program studi tentunya akan diperketat demi meningkatkan kualitas program studi tersebut.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sementara FIK UMMAT hanya bisa membuka program S1 Kebidanan. Setelah ada alumni sarjana kebidanan baru bisa membuka program profesi bidan. “FIK UMMAT ini baru memiliki D3 Kebidanan berarti S1nya masih nol tahun. Itu artinya setelah 4 (empat) tahun atau ada alumni dulu baru bisa membuka profesi. Sebab harus tuntaskan teori di jenjang sarjana karena program profesi itu semestinya hanya untuk praktek saja”, jelas Bapak Drs. Sudarsono. (Dhie)