{"id":11267,"date":"2026-05-05T09:10:28","date_gmt":"2026-05-05T01:10:28","guid":{"rendered":"https:\/\/ummat.ac.id\/?p=11267"},"modified":"2026-05-05T09:35:25","modified_gmt":"2026-05-05T01:35:25","slug":"berfikir-untuk-peradaban","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ummat.ac.id\/en\/berfikir-untuk-peradaban\/","title":{"rendered":"Berfikir untuk Peradaban"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/ummat.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/WhatsApp-Image-2026-05-04-at-14.28.30-1-1024x1024.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-11273\" srcset=\"https:\/\/ummat.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/WhatsApp-Image-2026-05-04-at-14.28.30-1-980x980.jpeg 980w, https:\/\/ummat.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/WhatsApp-Image-2026-05-04-at-14.28.30-1-480x480.jpeg 480w\" sizes=\"(min-width: 0px) and (max-width: 480px) 480px, (min-width: 481px) and (max-width: 980px) 980px, (min-width: 981px) 1024px, 100vw\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-right\"><strong>Ditulis oleh: Dr. Mukhlisin, S.Sy.,M.S.I<\/strong> <br><strong>(Wakil Dekan 1 Fakultas Agama Islam UMMAT)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Teknologi digital mengubah cara manusia bekerja, belajar, berkomunikasi, dan mengambil keputusan. Arus informasi memenuhi ruang publik setiap hari. Media sosial membentuk opini, mempercepat reaksi, sekaligus membuka ruang konflik baru. Masyarakat menikmati kemudahan, tetapi juga memikul kegelisahan baru tentang adab melemah, kebijaksanaan menipis, dan arah kemajuan kian kabur. Fakta ini menghadapkan kita pada satu pertanyaan mendasar, untuk apa manusia membangun kemajuan, jika kemajuan itu tidak memperkuat martabat, tanggung jawab moral, dan kehidupan bersama?<\/p>\n\n\n\n<p>Pertanyaan itu penting karena peradaban tidak timbul dari gedung tinggi, perangkat teknologi, pusat industri, atau angka pertumbuhan ekonomi. Peradaban tumbuh dari cara manusia berpikir, menilai, bersikap, dan memperlakukan sesamanya. Sebuah masyarakat boleh saja tampak maju secara fisik, tetapi tetap rapuh apabila kehilangan kejujuran, empati, keadilan, dan penghormatan terhadap martabat manusia.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam salah satu artikel ilmiah tentang falsafah, konsep, dan teori peradaban, peradaban dipahami sebagai hasil cipta, rasa, dan karsa manusia yang lahir melalui proses belajar. Gagasan ini memberi pesan penting dimana walaupun peradaban memiliki karakter capaian material, ada juga ukuran kedalaman batin dan kematangan akal budi. Kemajuan yang hanya mengejar bentuk luar mudah berubah menjadi kesombongan zaman. Kerap tampak megah, tetapi miskin arah.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena itu, berfikir untuk peradaban perlu dibaca sebagai panggilan etis. Manusia tidak cukup hanya pandai menciptakan alat, sistem, kebijakan, dan teknologi. Manusia juga harus mampu memahami akibat dari setiap ciptaannya. Ilmu pengetahuan, kebudayaan, agama, ekonomi, politik, dan teknologi tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Semua perlu bertemu dalam satu tujuan besar dalam membangun kehidupan yang lebih adil, beradab, dan manusiawi.<\/p>\n\n\n\n<p>Filsafat memperoleh tempat penting dalam percakapan ini. Filsafat tidak seharusnya tinggal di ruang kuliah, buku tebal, atau forum akademik yang jauh dari kehidupan masyarakat. Ia perlu hadir sebagai cara manusia menguji arah hidup, menimbang kebenaran, memeriksa kebaikan, dan mempertanyakan tujuan tindakan. Tradisi berpikir filsafati mengajak manusia bertanya, \u201cApakah yang kita buat itu baik?\u201d, \u201cSiapa yang diuntungkan?\u201d, dan \u201cNilai apa yang sedang kita wariskan?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Pertanyaan-pertanyaan itu terasa mendesak hari ini. Banyak keputusan publik lahir dengan cepat, tetapi tidak selalu disertai perenungan yang matang. Banyak inovasi dikejar atas nama efisiensi, tetapi kurang menimbang dampaknya terhadap kelompok rentan. Banyak pembangunan dipuji karena tampak modern, tetapi belum tentu menghadirkan rasa keadilan. Pada titik ini, kemajuan membutuhkan rem moral agar tidak berubah menjadi mesin yang dingin dan menyingkirkan manusia.<\/p>\n\n\n\n<p>Falsafah peradaban mengingatkan kita bahwa kemajuan harus dipandu oleh kesadaran nilai. Masyarakat yang maju bukan hanya masyarakat yang menguasai ilmu, melainkan masyarakat yang menggunakan ilmu untuk kemaslahatan banyak orang. Kemajuan tanpa nilai dapat melahirkan kesenjangan, kekerasan, kerakusan, dan dehumanisasi. Sebaliknya, nilai tanpa nalar kritis dapat membuat masyarakat terjebak dalam romantisme dan ketertinggalan.<\/p>\n\n\n\n<p>Indonesia memiliki alasan kuat untuk memikirkan hal ini secara serius. Kita hidup dalam masyarakat yang beragam, mulai dari agama, suku, budaya, bahasa, kelas sosial, hingga kepentingan ekonomi bertemu dalam ruang kebangsaan yang sama. Keragaman dapat menjadi kekuatan peradaban apabila dikelola dengan akal sehat, etika publik, dan kemauan untuk saling menghormati. Keragaman juga dapat berubah menjadi sumber luka apabila manusia berhenti berpikir jernih dan memilih prasangka, kebencian, serta kepentingan sempit.<\/p>\n\n\n\n<p>Berfikir untuk peradaban melatih diri melihat perbedaan sebagai ruang belajar bersama. Peradaban yang sehat tidak memaksa semua orang menjadi seragam. Ada banyak tempat bagi banyak suara selama semuanya berdiri di atas penghormatan terhadap martabat manusia. Peradaban yang baik memberi ruang bagi yang kuat dan yang lemah, mayoritas dan minoritas, pusat dan daerah, tradisi lama dan gagasan baru.<\/p>\n\n\n\n<p>Pemikiran saja tentu belum cukup. Gagasan harus turun menjadi konsep, lalu diuji dalam kenyataan. Filsafat membantu manusia menggali makna terdalam. Konsep membantu manusia menyusun gagasan umum tentang realitas. Teori membantu manusia membaca pola, hubungan, dan arah perkembangan masyarakat. Peradaban membutuhkan kejernihan berpikir, ketepatan merumuskan gagasan, dan keberanian menguji gagasan itu dalam praktik kehidupan.<\/p>\n\n\n\n<p>Persoalan kita sering muncul pada jarak antara gagasan dan tindakan. Banyak nilai luhur berhenti sebagai pidato. Banyak konsep pembangunan berhenti sebagai dokumen. Banyak semboyan moral berhenti sebagai hiasan acara resmi. Peradaban tumbuh dari praktik sosial yang nyata kongkritnya pendidikan yang mencerdaskan, hukum yang adil, ekonomi yang tidak menyingkirkan, politik yang bermartabat, dan budaya publik yang menghargai kebenaran.<\/p>\n\n\n\n<p>Ukuran peradaban juga perlu diperluas. Kita kerap memahami peradaban sebagai sesuatu yang besar, modern, dan maju secara fisik. Gedung tinggi, jalan lebar, pusat belanja, kawasan industri, dan teknologi digital sering dianggap sebagai tanda utama kemajuan. Semua itu penting, tetapi belum cukup. Peradaban sejati juga tampak dari cara masyarakat memperlakukan orang miskin, menjaga lingkungan, menghormati perempuan, melindungi anak, merawat orang tua, dan menyelesaikan konflik tanpa kekerasan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada titik ini, peradaban memiliki dua sisi yang tidak boleh dipisahkan, sisi material dan nonmaterial. Kemajuan industri, ilmu pengetahuan, perdagangan, dan teknologi harus berjalan bersama kemajuan moral, spiritual, sosial, dan kebudayaan. Ketimpangan di antara keduanya akan membuat masyarakat kehilangan keseimbangan. Kita bisa menjadi modern dalam alat, tetapi primitif dalam sikap. Canggih dalam teknologi, tetapi miskin empati. Cepat dalam produksi, tetapi lamban dalam keadilan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pendidikan memegang peran penting dalam membentuk manusia berperadaban. Pendidikan tidak boleh hanya mencetak tenaga kerja yang siap memasuki pasar. Pendidikan harus melahirkan manusia yang berpikir kritis, beretika, dan peduli terhadap kepentingan bersama. Sekolah dan perguruan tinggi perlu menjadi ruang pembentukan akal budi. Ilmu harus diajarkan bersama tanggung jawab. Kecerdasan harus disertai kepekaan sosial. Prestasi harus memberi manfaat bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p>Kesadaran sejarah juga perlu dirawat. Tidak ada peradaban yang tumbuh dari ruang kosong. Setiap masyarakat membawa warisan nilai, pengalaman, luka, pencapaian, dan harapan. Kita tidak perlu memuja masa lalu secara membuta, tetapi juga tidak boleh memutus diri dari akar budaya. Tradisi perlu dibaca ulang dengan nalar kritis agar nilai terbaiknya dapat menjawab tantangan zaman.<\/p>\n\n\n\n<p>Sikap yang perlu ditegaskan hari ini sederhana, tetapi mendasar bertumpu pada kemajuan harus dituntun oleh adab. Ilmu harus berpihak pada kemanusiaan. Teknologi harus dikendalikan oleh etika. Pembangunan harus menjaga martabat manusia dan lingkungan. Tanpa itu semua, kita mungkin berhasil membangun zaman yang maju, tetapi gagal membangun peradaban yang mulia.<\/p>\n\n\n\n<p>Berfikir untuk peradaban berarti berani bertanya: manusia seperti apa yang ingin kita bentuk, masyarakat seperti apa yang ingin kita wariskan, dan nilai apa yang ingin kita jaga di tengah perubahan? Pertanyaan itu layak sebagai renungan pribadi dan kesadaran bersama. Masa depan peradaban hari ini ditentukan oleh kecerdasan kebijaksanaan manusia menjaga dunia itu tetap layak dihuni bersama.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ditulis oleh: Dr. Mukhlisin, S.Sy.,M.S.I (Wakil Dekan 1 Fakultas Agama Islam UMMAT) Teknologi digital mengubah cara manusia bekerja, belajar, berkomunikasi, dan mengambil keputusan. Arus informasi memenuhi ruang publik setiap hari. Media sosial membentuk opini, mempercepat reaksi, sekaligus membuka ruang konflik baru. Masyarakat menikmati kemudahan, tetapi juga memikul kegelisahan baru tentang adab melemah, kebijaksanaan menipis, dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":26,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"off","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[49],"tags":[2398,2397,794,90,2189,2399],"class_list":["post-11267","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-laman-opini","tag-berfikir-untuk-peradaban","tag-dosen-ekonomi-syariah","tag-fai","tag-ummat","tag-universitas-muhammadiyah-mataram","tag-wakil-dekan-1-fai-ummat"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Berfikir untuk Peradaban<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Berfikir untuk Peradaban\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ummat.ac.id\/en\/berfikir-untuk-peradaban\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:locale:alternate\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Berfikir untuk Peradaban\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Berfikir untuk Peradaban\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ummat.ac.id\/en\/berfikir-untuk-peradaban\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Universitas Muhammadiyah Mataram\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ummataram\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-05-05T01:10:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-05-05T01:35:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ummat.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/WhatsApp-Image-2026-05-04-at-14.28.30-1.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1440\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1440\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin ummat\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@um_mataram\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@um_mataram\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin ummat\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ummat.ac.id\\\/berfikir-untuk-peradaban\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ummat.ac.id\\\/berfikir-untuk-peradaban\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin ummat\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ummat.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/372f5465606feba831ef82341fed3a93\"},\"headline\":\"Berfikir untuk Peradaban\",\"datePublished\":\"2026-05-05T01:10:28+00:00\",\"dateModified\":\"2026-05-05T01:35:25+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ummat.ac.id\\\/berfikir-untuk-peradaban\\\/\"},\"wordCount\":1021,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ummat.ac.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ummat.ac.id\\\/berfikir-untuk-peradaban\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ummat.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/05\\\/WhatsApp-Image-2026-05-04-at-14.28.30-1-1024x1024.jpeg\",\"keywords\":[\"Berfikir untuk Peradaban\",\"Dosen Ekonomi Syariah\",\"fai\",\"UMMAT\",\"Universitas Muhammadiyah Mataram\",\"Wakil Dekan 1 FAI UMMAT\"],\"articleSection\":[\"Laman Opini\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ummat.ac.id\\\/berfikir-untuk-peradaban\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ummat.ac.id\\\/berfikir-untuk-peradaban\\\/\",\"name\":\"Berfikir untuk Peradaban\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ummat.ac.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ummat.ac.id\\\/berfikir-untuk-peradaban\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ummat.ac.id\\\/berfikir-untuk-peradaban\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ummat.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/05\\\/WhatsApp-Image-2026-05-04-at-14.28.30-1-1024x1024.jpeg\",\"datePublished\":\"2026-05-05T01:10:28+00:00\",\"dateModified\":\"2026-05-05T01:35:25+00:00\",\"description\":\"Berfikir untuk Peradaban\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ummat.ac.id\\\/berfikir-untuk-peradaban\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ummat.ac.id\\\/berfikir-untuk-peradaban\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ummat.ac.id\\\/berfikir-untuk-peradaban\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ummat.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/05\\\/WhatsApp-Image-2026-05-04-at-14.28.30-1-1024x1024.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ummat.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/05\\\/WhatsApp-Image-2026-05-04-at-14.28.30-1-1024x1024.jpeg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ummat.ac.id\\\/berfikir-untuk-peradaban\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ummat.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Laman Opini\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ummat.ac.id\\\/category\\\/laman-opini\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Berfikir untuk Peradaban\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ummat.ac.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ummat.ac.id\\\/\",\"name\":\"Universitas Muhammadiyah Mataram\",\"description\":\"Create Leaders For Better Future\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ummat.ac.id\\\/#organization\"},\"alternateName\":\"UMMAT\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ummat.ac.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ummat.ac.id\\\/#organization\",\"name\":\"Universitas Muhammadiyah Mataram\",\"alternateName\":\"UMMAT\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ummat.ac.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ummat.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ummat.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2018\\\/01\\\/cropped-130-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ummat.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2018\\\/01\\\/cropped-130-1.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"Universitas Muhammadiyah Mataram\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ummat.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/ummataram\\\/\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/um_mataram\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/ummat_unggul_islami\\\/?hl=en\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/channel\\\/UCEAB4lNlpJgJYUEsLkndvoQ?view_as=subscriber\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ummat.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/372f5465606feba831ef82341fed3a93\",\"name\":\"admin ummat\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1669d1c663920f481cd1d37d937a15c2132736e6f03de0535cc494a1940ccd61?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1669d1c663920f481cd1d37d937a15c2132736e6f03de0535cc494a1940ccd61?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1669d1c663920f481cd1d37d937a15c2132736e6f03de0535cc494a1940ccd61?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin ummat\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/ummat.ac.id\\\/en\\\/author\\\/administrator\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Berfikir untuk Peradaban","description":"Universitas Islami, mandiri, unggul dan berdaya saing di kawasan ASEAN - [:id]Berfikir untuk Peradaban[:]","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ummat.ac.id\/en\/berfikir-untuk-peradaban\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"[:id]Berfikir untuk Peradaban[:] - Universitas Muhammadiyah Mataram","og_description":"Universitas Islami, mandiri, unggul dan berdaya saing di kawasan ASEAN - [:id]Berfikir untuk Peradaban[:]","og_url":"https:\/\/ummat.ac.id\/en\/berfikir-untuk-peradaban\/","og_site_name":"Universitas Muhammadiyah Mataram","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ummataram\/","article_published_time":"2026-05-05T01:10:28+00:00","article_modified_time":"2026-05-05T01:35:25+00:00","og_image":[{"width":1440,"height":1440,"url":"https:\/\/ummat.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/WhatsApp-Image-2026-05-04-at-14.28.30-1.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin ummat","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@um_mataram","twitter_site":"@um_mataram","twitter_misc":{"Written by":"admin ummat","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ummat.ac.id\/berfikir-untuk-peradaban\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ummat.ac.id\/berfikir-untuk-peradaban\/"},"author":{"name":"admin ummat","@id":"https:\/\/ummat.ac.id\/#\/schema\/person\/372f5465606feba831ef82341fed3a93"},"headline":"Berfikir untuk Peradaban","datePublished":"2026-05-05T01:10:28+00:00","dateModified":"2026-05-05T01:35:25+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ummat.ac.id\/berfikir-untuk-peradaban\/"},"wordCount":1021,"publisher":{"@id":"https:\/\/ummat.ac.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ummat.ac.id\/berfikir-untuk-peradaban\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ummat.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/WhatsApp-Image-2026-05-04-at-14.28.30-1-1024x1024.jpeg","keywords":["Berfikir untuk Peradaban","Dosen Ekonomi Syariah","fai","UMMAT","Universitas Muhammadiyah Mataram","Wakil Dekan 1 FAI UMMAT"],"articleSection":["Laman Opini"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ummat.ac.id\/berfikir-untuk-peradaban\/","url":"https:\/\/ummat.ac.id\/berfikir-untuk-peradaban\/","name":"Berfikir untuk Peradaban","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ummat.ac.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ummat.ac.id\/berfikir-untuk-peradaban\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ummat.ac.id\/berfikir-untuk-peradaban\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ummat.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/WhatsApp-Image-2026-05-04-at-14.28.30-1-1024x1024.jpeg","datePublished":"2026-05-05T01:10:28+00:00","dateModified":"2026-05-05T01:35:25+00:00","description":"Berfikir untuk Peradaban","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ummat.ac.id\/berfikir-untuk-peradaban\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ummat.ac.id\/berfikir-untuk-peradaban\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ummat.ac.id\/berfikir-untuk-peradaban\/#primaryimage","url":"https:\/\/ummat.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/WhatsApp-Image-2026-05-04-at-14.28.30-1-1024x1024.jpeg","contentUrl":"https:\/\/ummat.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/WhatsApp-Image-2026-05-04-at-14.28.30-1-1024x1024.jpeg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ummat.ac.id\/berfikir-untuk-peradaban\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ummat.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Laman Opini","item":"https:\/\/ummat.ac.id\/category\/laman-opini\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Berfikir untuk Peradaban"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ummat.ac.id\/#website","url":"https:\/\/ummat.ac.id\/","name":"Universitas Muhammadiyah Mataram","description":"Create Leaders For Better Future","publisher":{"@id":"https:\/\/ummat.ac.id\/#organization"},"alternateName":"UMMAT","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ummat.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ummat.ac.id\/#organization","name":"Universitas Muhammadiyah Mataram","alternateName":"UMMAT","url":"https:\/\/ummat.ac.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ummat.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ummat.ac.id\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/cropped-130-1.png","contentUrl":"https:\/\/ummat.ac.id\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/cropped-130-1.png","width":512,"height":512,"caption":"Universitas Muhammadiyah Mataram"},"image":{"@id":"https:\/\/ummat.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/ummataram\/","https:\/\/x.com\/um_mataram","https:\/\/www.instagram.com\/ummat_unggul_islami\/?hl=en","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCEAB4lNlpJgJYUEsLkndvoQ?view_as=subscriber"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ummat.ac.id\/#\/schema\/person\/372f5465606feba831ef82341fed3a93","name":"admin ummat","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1669d1c663920f481cd1d37d937a15c2132736e6f03de0535cc494a1940ccd61?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1669d1c663920f481cd1d37d937a15c2132736e6f03de0535cc494a1940ccd61?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1669d1c663920f481cd1d37d937a15c2132736e6f03de0535cc494a1940ccd61?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin ummat"},"url":"https:\/\/ummat.ac.id\/en\/author\/administrator\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ummat.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11267","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ummat.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ummat.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ummat.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/26"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ummat.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11267"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/ummat.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11267\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11277,"href":"https:\/\/ummat.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11267\/revisions\/11277"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ummat.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11267"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ummat.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11267"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ummat.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11267"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}